UNIVERSITAS NEGERI MEDAN A VISI, MISI, DAN TUJUAN
D. LAYANAN YANG DITAWARKAN KEPADA MASYARAKAT
1. Teknologi Tepat Guna (TTG)
Beberapa dosen yang telah mengembangkan TTG menawarkan layanan dan produk kepada masyarakat melalui LPM Unimed, diantaranya sebagai berikut:
a. Pembuatan Alat Pembotolan Sirup Markisa:
Alat ini dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan proses pembotolan, meningkatkan kapasitas produksi, mengurangi kontaminasi sirup dengan udara sehingga akan lebih steril, hemat tenaga kerja dan mudah mengoperasikannya, menggunakan sistem bejana berhubungan diperlengkapi alat pengaduk semacam mixer yang digerakkan motor untuk menjaga campuran sempurna, didesain sistem mudah dilepas- lepas sehingga mudah mencuci setelah selesai dipakai sehingga kesterilannya terjaga, menggunakan bahan- bahan plastik/fiber transparan.
Tim Ahli:
Drs. Muslim ST., M.Pd Drs. Selamat Riadi
b. Pelatihan Pembuatan Jem Markisa
Tim dapat melakukan pelatihan penganekaragaman pengolahan buah markisa menjadi jem markisa, memperpanjang masa simpan jem buah markisa dan melatih masyarakat membentuk wirausaha baru.
Tim Ahli:
Dra. Nila Kesuma
Drs. Yuniarto Mudjisusatyo, M.Pd Drs. Siti Wahidah, M.Si
c. Pelatihan Pembuatan Genting dari Limbah Sabut Kelapa
Kegiatan ini dapat meningkatkan nilal ekonomi limbah sabut. Produk dari limbah sabut sangat efektif untuk rumah sederhana dengan bahan ekonomis. Genteng dapat dibuat secara sederhana dengan model mengikuti
pasaran. Bahan baku pembuatan genteng menggunakan komposisi semen, pasir, sabut kelapa, dan air (2:1:0,05:0,2).
Tim Ahli:
Drs. Dadang Mulyana M.Pd Dr. Rachmat Mulyana, M.Si Drs. Sarwa M.T
Drs. Eka Daryanto, MT
d. Pembuatan Tungku Pembakaran Pembuatan Arang Tempurung
Alat memiliki kapasitas produksi 6 ton tempurung/proses, lama proses produksi 48 jam dan tidak memerlukan penjagaan setiap saat. Asap pembakaran dapat dikendalikan. Mudah dalam pengoperasian hemat tenaga kerja (tenaga kerja hanya diperlukan saat pengisian dan pembongkaran). Alat ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk dengan rendemen 30%.
Tim Ahli:
Drs. Muslim, ST., M.Pd Drs. Selamat Riadi Dr. R. Mursid, ST., M.Pd
e. Alat Bantu Pemarut Sistem Pancalan dan Kempa Putar
Alat dapat digunakan agar proses pembuatan minyak lebih cepat dan sederhana. Alat bantu pemarut sistem panjal mudah dioperasikan dan dapat menghemat energi. Dengan alat kempa putar pemerasan menjadi lebih mudah dan efisien, sehingga pembuatan minyak kelapa menggunalan sistem ini tidak memerlukan modal yang banyak.
Tim Ahli:
Drs. Yuniarto Mudjisusatyo M.Pd Dra. Yuspa Hanum MS
Fermentasi dapat membuat proses produksi lebih singkat, kualitas minyak meningkat, dan nilai jual minyak lebih tinggi (aroma sedap dan tahan lama). Dengan membuat minyak secara fermentasi, proses produksi lebih mudah dan omzet produksi dapat ditingkatkan.
Tim Ahli:
Dr. Retno Dwi Suyanti M.Si g. Alat Pelipat Plat
Panjang lipatan maksimal 600 mm dengan ketebalan 2 mm dan sudut 30°, namun dapat juga dibuat sesuai dengan kebutuhan pelipatan. Alat yang dirancang lebih mudah mengoperasikan, dimana kerja manual dibantu dengan tekanan pegas. Bentuk alat sederhana dan tidak memakan tempat. Alat dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan kerja dan kualitas produk. Tim Ahli:
Drs. Muslim ST., M.Pd Drs. Selamat Riadi h. Alat Pengasapan Ikan
Alat menggunakan sistem pengasapan tidak langsung sehingga panas dapat dikontrol dengan mudah. Menggunakan sistem lawon sehingga lebih cepat dibanding pengasapan biasa. Kapasitas pengasapan 30- 40 kg, dan hasil pengasapan terhindar dari bakteri sehingga lebih higienis. Ikan yang diproses memiliki aroma khas dan dapat langsung dimakan. Alat yang dirancang mudah dioperasikan, hemat energy, dan dapat menggunakan bahan bakar limbah industri pengolahan kayu (grajen).
Tim Ahli:
Drs. Muslim, ST, M.Pd Suprapto, S.T., M.T. i. Alat Perajang Ubi
Kapasitas perajangan ubi menggunakan alat ini adalah sekitar 150/200 kg/jam. Alat dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas produksi, mudah dioperasikan
dan hemat energi menggunakan motor 1/2 PK. Bentuk alat ini sederhana dan tidak memakan tempat. Ketebalan rajang dapat diatur, dan dapat digunakan untuk merajang berbagai jenis umbi-umbian (ketela, ubi rambat, gadung, kentang), serta dapat digunakan untuk membuat keripik pisang
Tim Ahli:
Drs. Muslim, ST., M.Pd Drs. Hidir Effendi, M.Pd Drs. Selamat Riadi
j. Tungku Pembakaran dan Perebusan Sistem Uap untuk Industri Tempe dan Tahu
Penggunaan alat dapat membuat kapasitas perebusan bubur kedelai lebih banyak (2 kali lipat). Kontruksi bak tempat perebusan lebih kuat, mudah penanganannya, tidak ada resiko kecelakaan yang berarti, dan tidak mengganggu proses pembuatan tahu. Alat ini ramah lingkungan, mutu tahu terjamin dan higienis, serta tidak menimbulkan teak atau gosong selama proses perebusan bubur kedelai. Alat ini dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 33%.
Tim Ahli:
Dr. R. Mursid, M.Pd. Drs. Khoiri, M.Pd.
k. Pemecah/Pengupas Kulit Ari dan Penggiling Kedelai
Alat ini dapat digunakan untuk industri tahu dan tempe. Kapasitas pemecahan/pengupasan kulit ari kedelai adalah 200 kg/jam dan penggilingan kedelai 150 kg/jam. Pengubahan dari fungsi pemecah/ pengupas kulit ari ke fungsi penggiling dibuat sangat mudah. Tim Ahli:
Ir. Riski Elpari Siregar, M.T.
l. Mesin Penetas Telur dengan Kontrol Elektronik Mesin ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah pengadaan bibit unggas. Mesin menggunakan kontrol suhu yang dibutuhkan untuk pengeraman (± 40°C). Sistem pemanasan menggunakan lampu pijar. Kapasitas mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau rancangan tempat penetasan.
Tim Ahli:
Dr. Arif Rahman, M.Pd. Drs. Dadang Mulyana, M.Pd. Dr. Rachmat Mulyana, M.Si. Drs. Eka Daryanto, M.Si.
m. Alat Pengering Kerupuk Sistem Aliran Udara Panas
Alat ini memungkinkan pengeringan kerupuk tidak tergantung cuaca dan sinar matahari. Penyimpanan alat tidak memerlukan tempat yang luas. Kapasitas pengeringan dapat dipilih sesuai keperluan. Waktu pengeringan sangat cepat (± 30 menit), dapat dikontrol dengan alat pengukur suhu udara, dan produk tidak berbau sangit saat pengeringan. Kualitas kerupuk lebih baik (mengembang bila digoreng). Alat dapat dipindahkan sesuai dengan posisi tungku perebusan dan penggorengan kerupuk yang dikehendaki.
Tim Ahli:
Drs. Khoiri, M.Pd.
Dr. R. Mursid, S.T., M.Pd. Dr. lis Siti Jahro, M.Si
n. Alat Pengering Kopi dan Kopi Instan
Rancang bangun alat pengering kopi ini menggunakan model rak drum dengan kapasitas 15-30 kg untuk kopi beras, dan 10-20 kg untuk gelondong. Alat dapat
digunakan untuk mengeringkan kopi dalam waktu 30 menit untuk kopi beras dan 3 jam untuk kopi gelondong. Rancang bangun alat dapat dimodifikasi dengan pemanas alternatif seperti kayu bakar atau briket batu bara. Alat pengering ini cukup praktis untuk ditempatkan pada lahan pengeringan yang kecil. Pembuatan kopi instan memberikan peluang bagi pengembangan usaha kopi.
Tim Ahli:
Drs. Dadang Mulyana, M. Pd Dra. Tita Juwitaningsih, M.Si. Dra. Ani Sutiani, M.Si
o. Pemanfaatan Kemenyan Abu dalam Pembuatan Pernis
Pelatihan ini memanfaatkan potensi daerah dan meningkatkan nilai ekonomis kemenyan. Umumnya kemenyan dijual masyarakat desa dengan harga menurut bentuk bongkahan, warna, bau, kebersihan, dan kerapuhan.
Tim Ahli:
Dra. Ani Sutiani, M.Si
Drs. Asep Wahyu Nugraha, M.Si p. Alat Pembuat Pakan Ikan
Alat ini dapat digunakan untuk membuat pakan ikan sendiri sehingga biaya produksi lebih murah. Menggunakan motor listrik 373 watt dengan 2800 rpm. Praktis mudah dalam pengoperasian dan perawatan. Memanfaatkan bahan baku pakan dari keong mas yang merupakan musuh petani (pengganggu tanaman). Tim Ahli:
Drs. Muhammad Amin, S.T., M.Pd Drs. Andi Bahar
Dra. Rasita Purba, M. Kes q. Alat Pemecah Kemiri
Alat ini dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan proses pemecahan biji kemiri dan meningkatkan kualitas dengan mengurangi tingkat kerusakan (pecah/hancur). Alat menggunakan sistem rol yang dapat digerakkan oleh motor listrik atau motor bakar 2 PK. Mesin mudah dilepas, sehingga mudah perawatan dan pengoperasiannya.
Tim Ahli:
Ir. Riski Elpari Siregar, M.T. Drs. Muslim, S.T., M.Pd
2. Pembuatan Produk Seni
a. Teknik Grasur dan Pengembangan Desain Bentuk Pelatihan ini meliputi penganekaragaman produk dengan aneka desain. Disain yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan masa kini sesuai dengan tututan konsumen Mengaplikasikan ornamen etnik Sumatera Utara. Bermanfaat untuk publikasi budaya dengan etnik Sumatera Utara dan memperluas pangsa pasar dengan teknik glasur. Tim Ahli:
Drs. Sugito, M.Pd Drs. Heru Maryono Ir. Herkules M.S
b. Teknik Melukis dengan Air Brush
Teknik ini dapat digunakan untuk meningkatkan harga jual produk-produk, meningkatkan kualitas karya-karya lukis, dapat membuat lukisan fotografis dengan berbagai nuansa. Masyarakat dapat membuka lapangan kerja baru dan memupuk semangat wirausaha dengan menghasilkan karya seni rupa terapan yang lebih indah.
Tim Ahli:
Drs. Dermawan Sembiring, M.Hum Drs. Nelson Tarigan, M.Si
c. Pengembangan Desain Produk Kerajinan Bambu Kegiatan dimaksudkan untuk melatih menciptakan berbagai jenis produk kerajinan bambu lebih bervariasi dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Pelatihan dapat memperluas wawasan pengrajin menciptakan pengembangan desain serta mengembangkan desain produk kerajinan bambu yang kreatif dan inovatif sesuai selera konsumen. Model produk kerajinan bambu dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan desain produk kerajinan kayu tempurung dan logam.
Tim Ahli:
Drs. R. Triyanto, M.Sn Drs. Fuad Erdansyah, M.Sn
d. Pemanfaatan Potongan Rotan untuk Produk Seni Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah dari bahan rotan sisa. Kegiatan dapat membuka peluang bagi pengrajin untuk mengembangkan produk dan memperluas lapangan kerja. Dilakukan penciptaan bentuk- bentuk cenderamata yang kreatif dan inovatif. Produk cenderamata yang dibuat memiliki kualitas bagus dari segi disain dan seni.
Tim Ahli:
Drs. R. Triyanto, M.Sn Drs. Fuad Erdansyah, M.Sn e. Pelatihan Pembuatan Batik
Peserta dilatih membuat batik secara komprehensif. Pola batik yang dikembangkan dapat bernuansa budaya local (etnik Sumatera Utara). Kegiatan ini dapat ditindaklanjuti sebagai bagian dari wisata Sumatera Utara, dimana tamu wisata dilatih membuat batik sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Tim Ahli:
Dr. Wahyu Tri Atmojo, M.Hum
Pelatihan ini menggunakan simbol-simbol etnik Sumatera Utara untuk dijadikan produk cenderamata dan batik. Fasilitator menggunakan teori-teori pengembangan desain untuk diaplikasi dalam bentuk desain produk. Pengembangan hasil desain dapat dilakukan pada wadah kain. Juga dilakukan pengembangan bahan tambahan (asessory)sebagai pendukung artistik cenderamata.
Tim Ahli:
Drs. Fuad Erdansyah, M.Sn Dr. Wahyu Tri Atmojo, M.Hum Drs. Khaerul Saleh, M.Sn Drs. Syahruddin Harahap, MSi
g. Desain Produk Aksesoris Perak dengan Ragam Hias Daerah
Pelatihan ini menggunakan dan mengembangkan pola ragam hias tradisional Sumatera Utara. Produk yang didesain dapat ditawarkan secara lebih kompetitif karena memiliki nilai estetik dan dapat meningkatkan daya tarik konsumen serta meningkatkan harga jual produk.
Tim Ahli:
Drs. Nelson Tarigan, M.Si
Drs. Dermawan Sembiring, M.Hum Drs. R. Triyanto, M.Sn
h. Pelatihan Teknologi Aplikasi Gratis Komputer Pelatihan ini memanfaatkan teknologi grafis vektor untuk merancang produk yang lebih beraneka ragam sesuai selera konsumen. Fasilitator memanfaatkan teknologi komputer grafis bitmap untuk merancang lukisan paint brush kenderaan bermotor, papan reklame, cover buku/majalah, kartu ucapan selamat, ilustrasi, dan sebagainya.
Tim Ahli:
Drs. Dwi Budiwiwaramulja, M.Sn Drs. Onggal Sihite, M.Si
i. Desain & Motif Etnis Sumatera Utara pada Keramik
Menciptakan berbagai jenis produk keramik baik fungsional dan non fungsional yang bervariasi serta memiliki nilai seni dan ekonomis yang dapat meningkatkan nilai jual keramik. Motif etnis yang dikembangkan antara lain: Ipon-ipon dari Batak; Parbincar Mata ni Ari dari Angkola; Gorga Siwaluh dari Karo; Gorga Sitompi; Tapak Raja Sulaiman dari Karo; Motif cecak (Barospati) dari Toba. Motif yang telah dikembangkan: Ipon-ipon dan ornamen Angkola Mandailing.
Tim Ahli:
Drs. Sri Wiratma, M.Si. Drs. Onggal Sihite, M.Si.
Drs. Dwi Budi Wiwaramulja, M.Sn. Drs. Dermawan Sembiring, M.Hum 3. Peningkatan Mutu Pendidikan
Pelaksanaan pengabdian oleh LPM UNIMED untuk peningkatan mutu pendidikan yang dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di Unimed, antara lain:
a. Pelatihan Pembelajaran Efektif untuk Mata Pelajaran yang diujikan secara nasional
b. Pelatihan Guru-guru SD, SLTP, SMA, dan SMK tentang pembuatan Karya Ilmiah, Penelitian, Makalah dan Artikel di bidang Pendidikan.
c. Pelatihan Olimpiade IPA untuk siswa SD, SMP, dan SMA
d. Pendidikan dan Pelatihan Guru SD dan SMP Bidang Studi IPA.
e. Pelatihan Guru SD dan SMP dalam Penggunaan Alat Pembelajaran IPA.
f. Manajemen kursus bagi Pengelola Pendidikan Luar Sekolah Masyarakat (PLSM).
g. Pelatihan Permainan Pendidikan bagi pengasuh Lembaga Pendidikan Pra Sekolah.
h. Pembinaan Kelompok Kader dan Pembentukan Kelompok Belajar Anak Usia Dini/Pra Sekolah.
i. Bimbingan Belajar bagi Guru SD pada bidang Matematika dan Bahasa Inggris.
j. Pelatihan bagi Guru Matematika dan IPA tentang Mata Ajaran Sulit untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran. k. Penyelenggaraan Pendidikan dan Peningkatan
Kualifikasi Pemuda/pemudi untuk Membina pendidikan Pra Sekolah /TK di Desa.
l. Pembinaan Pendidikan Pra Sekolah/TK di Desa. m. Pelatihan Peningkatan Motif Berprestasi
n. Pelatihan Kecerdasan Emosional
o. Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Guru tentang Pemanfaatan Bahan Lokal untuk Alat Peraga di Sekolah.
p. Pelatihan tentang Pelaksanaan Pendidikan Moral bagi Anak dan Keluarga.
q. Pelatihan Penggunaan Laboratorium dalam Mengajarkan Materi Pelajaran Sulit pada bidang Studi IPA dan IPS. r. Pelatihan Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah bagi