METODE PENELITIAN
A. Gambaran Umum Penelitian
8. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang selanjutnya disebut LP2M mempunyai tugas melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau, dan menilai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan kebijakan Rektor.
Studi terdiri dari:
a. Program Studi Pendidikan Agama Islam b. Program Studi Manajemen Pendidikan
c. Program StudiPendidikan Anak Usia Dini Islam d. Program Studi Kepenyiaran Islam
e. Program Studi Hukum Islam f. Program Studi Ekonomi Syaraiah
10. Fakultas
IAIN Samarinda memiliki empat fakultas terdiri dari: a. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
b. Fakultas Syariah
c. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam d. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
Fakultas memiliki sejumlah Jurusan/Program Studi yang berfungsi sebagai unsur pelaksana pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Fakultas mempunyai tugas mengkoordinasikan dan/atau melaksanakan pendidikan akademik dan/atau dalam profesi dalam satu atau seperangkat cabang Ilmu Keislaman, Ilmu Pengetahuan Umum, Teknologi dan/atau Seni tertentu. Dalam melaksanakan tugas, fakultas menyelenggarakan fungsi:
a. Perumusan visi, misi dan kebijakan teknis;
b. Penyusunan dan perumusan konsep kebijakan dan perencanaan program fakultas untuk mencapai tujuan dan mewujudkan visi fakultas;
c. Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keilmuan;
e. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, pembinaan kemahasiswaan, pembinaan civitas akademika dan hubungan dengan lingkungannya: f. Pelaksanaan kerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau lembaga lain; g. Pelaksanaan pengendalian dan pengawasan kegiatan fakultas;
h. Pelaksanaan penjaminan mutu akademik fakultas; i. Penyelenggaraan administrasi fakultas;
j. Pelaksanaan penilaian prestasi dan proses penyelenggaraan kegiatan serta penyusunan laporan.
Fakultas mempunyai otonomi dalam bidang administrasi dan keuangan sesuai dengan pendelegasian yang diatur oleh Rektor atas pertimbangan Senat Institut. Otonomi fakultas dalam bidang administrasi dan keuangan ditujukan untuk memberdayakan Jurusan/Program Studi. Jurusan/Program Studi mempunyai otonomi akademik sesuai lingkupnya di bawah koordinasi fakultas. Otonomi dalam bidang akademik bertujuan meningkatkan peran, pemberdayaan dan partisipasi seluruh civitas akademika di tingkat fakultas.
B. Implementasi Human Relations Dalam Memotivasi Kerja Pegawai di IAIN Samarinda
Secara sekilas human relations terlihat sebagai suatu hal yang biasa dan mudah dilakukan, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Human relations adalah suatu hal yang dinamis dan tidak terlepas dari faktor manusia. Hubungan kerja antara atasan dengan bawahan misalnya, komunikasi, tugas, dan tamggungjawab atau pendelegasian wewenang akan sangat sulit dilakukan jika tidak dibarengi dengan proses human relations yang baik.
Human relations dapat memberi pengaruh positif terhadap motivasi kerja seseorang. Teknik-teknik yang kurang tepat yang digunakan oleh seorang atasan dalam berkomunikasi dengan bawahannya. Hal ini dapat terjadi karena motivasi berhubungan erat dengan implikasi-implikasi yang diterima sebagai suatu hasil komunikasi. Adapun
Dari hasil wawancara dengan Rektor IAIN Samarinda, dalam hal menyampaikan tugas yang harus dikerjakan oleh pegawai, rektor selaku pimpina tertinggi di perguruan tinggi ini mempunyai 2 cara, yaitu dengan langsung dan tidak langsung.
“Memberikan tugas kepada pegawai dengan cara langsung ialah dengan saya panggil yang bersangkutan, kemudian saya tunjukkan apa yang harus dikerjakan. Menurut saya ini lebih enak karena saya bisa langsung melihat ekspresi wajah dari pegawai tersebut, seneng atau tidak ketika saya beri tugas. Kalau secara tidak langsung saya biasa melalui atasannya. Misalnya kalau pegawai tersebut berada di tingkat fakultas, maka tugas tersebut saya sampaikan melalui dekan sebagai atasan dari pegawai itu.” 1
Sedangkan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, mengatakan bahwa dalam membina hubungan dengan pegawai itu ada bebrapa hal yang dilakukan, pertama menempatkan bawahan sebagai tim kerja dalam posisi kolektif kolegia itu sangat penting, dengan begitu maka diharapkan pekerjaan akan berjalan lancar. Kedua, memberikan apresiasi kepada bawahan. Apresiasi ini tidak benbentuk uang tetapi dengan menjalin kedekatan seperti mengajak bawahan makan siang sama-sama, juga bagian cara untuk semakin dengan bawahan. Ketiga, menghargai bawahan tidak dengan memanggil langsung nama pegawai tetapi menggunakan bapak atau ibu, bahkan dengan menggunakan sebutan kang untuk yg lebih muda.2
Dalam hal menjalin hubungan dengan bawahan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama mengatakan bahwa keterbukaan masalah keuangan dana DIPA itu penting disampaikan agar bawahan mengetahui, disamping itu juga harus dijelaskan kepada bawahan bahwa apabila tidak dilaksanakan akan diberi sanksi. Lebih
1 M. Ilyasin, Rektor IAIN Samarinda, Wawancara dengan penulis, di Kampus 2 IAIN Samarinda, Tanggal 1 September 2015
2 Zurqoni, Wakil Rektor 1, wawancara dengan penulis, di kampus 2 IAIN Samarinda, Tanggal 1 September 2015
lembaga yang ada. Untuk mahasiswa yang terdaftar di kampus ini akan diberikan beasiswa. 3
Dari hasil wawancara diatas dapat terlihat bahwa Dalam mewujudkan tercapainya tujuan sebuah organisasi dalam hal ini adalah lembaga pendidikan perlu didukung oleh semua pihak dalam organisasi, pihak-pihak yang dimaksud adalah para pimpinan organisasi dan para bawahan atau pegawai yang ada di lingkungan IAIN Samarinda. Dengan demikian berarti sebuah organisasi harus mampu menciptakan suasana kondusif, dimana pimpinan organisasi mampu bekerjasama dengan bawahan serta mengarahkan tujuan organisasi secara efektif sehingga para bawahan merasakan bahwa tujuan tersebut merupakan tujuan mereka atau tujuan bersama.
Dengan adanya hubungan yang baik, keterbukaan, dan kedekatan antara pimpinan dengan bawahan, maka diharapkan human relation telah berjalan bejalan dengan baik, yang mana Human Relations adalah interaksi antara seseorang dengan orang lain baik dalam situasi kerja atau dalam organisasi kekaryaan. Ditinjau dari kepemimpinannya, yang bertanggung jawab dalam suatu kelompok merupakan interaksi orang-orang menuju situasi kerja yang memotivasi untuk bekerjasama secara produktif, sehingga dicapai kepuasan ekonomi, psikologis dan sosial.
Human relations bukan hanya sekedar pengiriman dan penerimaan pesan,
tetapi lebih jauh dari itu human relations juga juga bertujuan mengembangkan potensi sumber daya manusia. Sesuai dengan tujuan tersebut maka perlu adanya motivasi dari pimpinan agar pegawai dapat meningkatkan motivasi dan prestasi kerja seorang pegawai. Seperti yang disampaikan oleh Rektor IAIN Samarinda bahwa pegawai perlu ditunjukkan tentang prospek IAIN ke depannya, sehingga seluruh pegawai di IAIN dapat meningkatkan kemampuan dan keahliannya, dan ketika pegawai sudah
3Noorthoibah, Wakil Rektor 3, wawancara dengan penulis, di kampus 2 IAIN samarinda, Tanggal 1 September 2015
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Rektor 1 yang mengatakan bahwa indikasi pegawai telah termotivasi dalam bekerja terlihat dari tugas yang diberikan dapat dikerjakan dengan lancar, dan pegawai dapat dengan kooperatif menyelsaikannya.5 Seorang pegawai yang termotivasi dengan baik, akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap organisasinya, dan pegawai yang temotivasi dengan baik menunjukkan bahwa pimpinan berhasil membina pegawainya.
Berbicara tentang interaksi dalam organisasi tentu tidak lepas dari hambatan-hambatan yang ada di dalam lembaga ini. Dalam melaksanakan tugas terkadang masih ada kendala yang menjadi hambatan dalam proses penyelasaian tugas, diantaranya adanya perbedaan kemampuan seorang pegawai dengan pegawai lainnya, kurangnya fasilitas, dan waktu yang penyelesaian yang sempit.6
Apabila pimpinan kurang memperhatikan teknik yang tepat dalam berkomunikasi dengan bawahan, maka hambatan bisa saja terjadi. Hambatan yang dapat terjadi dalam proses interaksi adalah Hambatan yang bersifat teknis yang lain adalah kondisi fisik yang tidak memungkinkan seperti keadaan fisik yang berhubungan dengan fisik manusianya yaitu kondisi fisik dari pihak komunikator dan komunikan, apabila kondisi fisik dari pihak komunikan tidak berada dalam kondisi yang sempurna maka mereka tidak akan mampu menerima informasi dengan sebaik-baiknya. Kondisi fisik yang berhubungan dengan waktu atau situasi misalnya situasi pagi hari berbeda dengan situasi siang. Kondisi fisik yang berhubungan dengan peralatan atau sarana komunikasi, apabila sarana komunikasi yang dipergunakan sering mengalami kerusakan, proses komunikasi akan terhambat.
4 M. Ilyasin, Rektor IAIN Samarinda, Wawancara dengan penulis, di Kampus 2 IAIN Samarinda, Tanggal 1 September 2015
5. Zurqoni, Wakil Rektor 1, wawancara dengan penulis, di kampus 2 IAIN Samarinda, Tanggal 1 September 2015
6M. Ilyasin, Rektor IAIN Samarinda, Wawancara dengan penulis, di Kampus 2 IAIN Samarinda, Tanggal 1 September 2015
kesalahan dalam memberikan pengertian terhadap bahasa (kata-kata, kalimat, kode-kode) yang dipergunakan dalam proses komunikasi. Kesalahan dalam menangkap pengertian terhadap bahasa dapat terjadi karena persoalan latar belakang pendidikan, maupun latar belakang sosial. Untuk mengatasi hambatan semantik ini dapat dilakukan dengan mempergunakan istilah-istilah yang mudah dipahami, kalimat-kalimat pendek, serta dengan menyesuaikan latar belakang dari pihak komunikan.
Hambatan yang lainnya adalah hambatan perilaku atau disebut juga hambatan kemanusiaan, hambatan ini disebabkan berbagai bentuk sikap atau perilaku, baik dari komunikator maupun komunikan. Hambatan perilaku tampak dalam bentuk pandangan yang bersifat apriori, prasangka yang didasarkan pada emosi, suasana otoriter, ketidakmampuan untuk berubah, dan sifat yang egosentris. Apabila dalam proses komunikasi masing-masing pihak mempunyai pandangan yang negatif, saling mencurigai, maka komunikasi tidak akan berhasil. Dalam komunikasi dituntut adanya pengertian bersama antara kedua belah pihak. Hambatan perilaku ini bisa diatasi dengan menciptakan suasana yang lebih terbuka dan penuh kekeluargaan.
Dalam tingkat fakultas, cara yang dipergunakan untuk memotivasi bawahan adalah adanya transparansi, melibatkan seluruh komponen yang ada di fakultas dan melibatkannya agar pegawai yang ada d fakultas merasa dihargai. Tupoksi yag ada difakultas juga jelas, dan jika ada masalah akan didiskusikan bersama-sama agar dapat dicarikan jalan keluar. Sedangkan tugas yang dikerjakan juga sudah sesuai dengan jabatan yang dipegang oleh pegawai masing-masing, dan setiap tugas yang diberikan telah dikerjakan sesuai dengan perintah atasan.7
Motivasi adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan
7 Bahrani, Wadek 1 Fak. Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Wawancara dengan penulis, di Kampus 1 IAIN Samarinda, Tanggal 7 September 2015
pegawai untuk bekerja sama bagi kepentingan organisasi maka tujuan yang telah ditetepkan tidak akan tercapai. Sebaliknya, apabila terdapat motivasi yang tinggi dari para pegawai, maka hal ini merupakan suatu jaminan atas keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya.
Oleh karena itu, pimpinan harus selalu menimbulkan motivasi kerja yang tinggi kepada karyawannya guna melaksanakan tugas-tugasnya. Sekalipun harus diakui bahwa motivasi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi kerja seseorang. Ada faktor lain juga ikut mempengaruhi seperti pengetahuan, sikap, kemampuan, pengalaman, dan persepsi peranan.
Berkaitan dengan motivasi kerja ini dalam tingkat fakultas juga sekarang ini banyak melakukan komunikasi dengan melalui rapat-rapat untuk membahas masalah pekerjaan, agar pekerjaan yang sesuai dengan tugas masng-masing. Dalam rapat ini akan ada masukan-masukan dari pegawai, disamping adanya intruksi kerja. Dengan pertemuan-pertemuan ini bawahan merasa dilibatkan dalam pengambilan keputusan.8
Dalam bidang pendidikan, orientasi kepemimpinan lebih mengarah pada pemberdayaan seluruh potensi organisasi dan menempatkan bawahan sebagai penentu keberhasilan pencapaian organisasi, maka sentuhan terhadap faktor-faktor yang dapat menimbulkan moral kerja dan semangat untuk berprestasi menjadi perhatian utama. Perasaan dihargai, dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bidang tugasnya dan perhatian pimpinan terhadap keluhan, kebutuhan, saran dan pendapat bawahan merupakan syarat bagi terciptanya iklim kerja yang kondusif sebagai awal tumbuhnya budaya organisasi.
Human relations yang tercermin dalam komunikasi bisa juga memelihara
motivasi dengan menjelaskan kepada pegawai hal yang harus dikerjakan, dan hal-hal yang dapat dikerjakan untuk meningkatkan prestasi kerja. Pembuatan tujuan-tujuan
8 Bambang Iswanto, Dekan Fak. Ekonomi dan Bisnis Islam, Wawancara dengan penulis, Tanggal 7 September 2015, di kampus 1
memerlukan komunikasi. Bagi sebagian besar pegawai, kelompok kerja mereka merupakan sumber primer untuk interaksi sosial. Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok merupakan mekanisme yang fundamental di mana para anggota menunjukkan perasaan frustasi dan rasa puas. Oleh karena itu, komunikasi dapat memberikan pelepasan ketegangan untuk ekspresi emosional dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial. Fungsi yang terakhir adalah memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kelompok-kelompok untuk membuat keputusan dengan mentransmisikan data untuk mengindentifikasi dan mengevaluasi pilihan-pilihan alternatif.
Kunci aktivitas Human Relations adalah motivasi, motivasi adalah kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Jadi, motivasi berarti membangkitkan motif, daya gerak atau menggerakan seseorang atau diri sendiri untuk bertindak dalam rangkat mencapai suatu tujuan, jika seorang pimpinan memotivasi para pegawai untuk bekerja dengan giat, harus berdasarkan kebutuhan para pegawai yang memuaskan, yaitu kebutuhan akan upah yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari, penghargaan atas pekerjaannya dan lain sebagainya.
Dengan melaksanakan human relations itu pimpinan organisasi atau pimpinan kelompok dapat melakukan komunikasi dengan para pegawainya secara manusiawi untuk menggiatkan mereka bekerja bersama-sama, sehingga hasil yang diperoleh dapat memuaskan.disamping para pegawai bekerja dengan hati puas.
Hubungan manusiawi memiliki pengaruh yang besar dan menembus kehidupan organisasi, karena merupakan jembatan antara pegawai dengan sesama sesama maupun pegawai dengan pimpinan. Bila kondisi untuk hubungan interpersonal yang baik hadir, kita juga cenderung menemukan respons-respons positif terhadap pimpinan, sikap tanggap atas kebutuhan-kebutuhan pribadi dan organisasi, kepekaan terhadap perasaan
harmonis dan baik yang dapat meningkatkan semangat kerja yang akan mempengaruhi juga hasil pekerjaannya.
Seperti dijelaskan diatas, kunci dari kegiatan Human Relations adalah motivasi yang dapat mendorong kinerja pegawai, seorang pimpinan harus dapat memahami kebutuhan pegawai dan harus menyesuaikan penghargaan yang diberikan kepada peawai tersebut, seperti : gaji yang layak, pemberian cuti, dan mengikuti pelatihan-pelatihan untuk menunjang pekerjaan. Dengan memahami kebutuhan pegawai dalam kaitannya dengan Human Relations adalah sebagai motivasi bagi pegawai, dengan demikian pegawai akan menunjukan loyalitasnya kepada lembaga dengan bekerja secara maksimal.
Dalam penerapan human relation terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu asas-asas dan prinsip human relation. Asas-asas human relation:
1. Kemanusiaan. Mengutamakan sifat-sifat kemanusiaan, pembimbingan manusia oleh manusia, untuk mengembangkan potensi dan kemampuan setiap individu demi tujuan-tujuan human
2. Efisiensi. Efisiensi teknis maupun sosial berkaitan dengan terbatasnya sumber-sumber materiil dan manusia atas prinsip penghematan dan adanya nilai-nilai ekonomis
3. Kesejahteraan dan kebahagiaan. Yang lebih merata menuju pada taraf kehidupan yang lebih tinggi
Sedangkan beberapa prinsip human relations adalah:
1. Harus ada sinkronisasi antara tujuan organisasi dengan tujuan-tujuan individu di dalam organisasi tersebut.
Dalam kehidupan masyarakat pada umumnya dan organisasi pada khususnya perlu dijaga atau dicegah agar jangan sampai timbul pertentangan yang runcing antara tujuan individu dengan tujuan organisasi. Oleh karena itu, harus diusahakan adanya agar terdapat sinkronisasi antara tujuan organisasi dengan
itu.
2. Suasana kerja yang menyenangkan.
a. Pekerjaan yang menarik, penuh tantangan dan tidak risih b. Hubungan kerja yang intim (akrab dan harmonis)
c. Lingkungan kerja yang menyebabkan kegairahan kerja, seperti penerang lampu yang cukup, alat-alat yang memadai, ventilasi udara yang cukup memberi udara yang segar.
d. Perlakuan yang adil.
3. Informalitas yang wajar dalam hubungan kerja.
Organisasi yang baik adalah organisasi yang dipimpin secara demokratis, administrasi dan menagement yang yang demokratis, sering disebut dengan istilah open administration and management. Sifat keterbukaan organisasi yang demokratis, dimanifestasikan terutama hubungan kerja yang informal tanpa melupakan segi formal dalam lingkungan kerja. Pemimpin organisasi harus dapat menciptakan keseimbangan antara informalitas dan formalitas dalam hubungan kerja. Jika informalitas dibiarkan terlalu merajai hubungan kerja, rasa hormat kepada pemimpin berkurang. Sebaliknya jika formalitas terlalu menonjol maka kekakuan hubungan kerja timbul dan berakibat kelambatan.
4. Manusia bawahan bukan mesin.
Berbeda dengan mesin, materi, metode atau alat-alat produksi lainnya, manusia ingin diperlakukan secara terhormat, kepribadiannya diakui, keinginannya diperhatikan, kebutuhan material dan non-material belum terpuaskan dan kemampuannya dikembangkan dengan secara teratur dan berkesinambungan.
5. Kembangkan kemampuan bawahan sampai tingkat yang maksimal.
Setiap orang atau pegawai/karyawan dalam organisasi harus diberi dan mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan
job training maupun yang bersifat of the job training atau macam-macam pengembangan lainnya.
6. Pekerjaan yang menarik dan penuh tantangan.
Orang yang sungguh-sungguh ingin bekerja dan berprestasi biasanya tidak menyenangi pekerjaan yang bersifat rutin. Bagi pekerjaan yang rutin akan membosankan. Sebaliknya pekerjaan yang menarik dan penuh tantangan akan memperbesar kegairahan bekerjanya, memperluas imaginasi dan memperhebat daya kreasi dan inisiatifnya.
7. Pengakuan dan penghargaan atas pelaksanaan tugas dengan baik.
Pemimpin harus rela, peka dan cepat mengakui dan menghargai pelaksanaan tugas yang berhasil dikerjakan dengan baik untuk bawahan. Bentuk pengakuan dapat berupa kenaikan pangkat, promosi jabatan, kenaikan gaji berkala yang lebih, ujian, hadiah uang, surat penghargaan atau kombinasi dari berbagai hal.
8. Alat perlengkapan yang cukup
Kendala dan keterlambatan dalam menyelesaikan suatu tugas pekerjaan sering disebabkan oleh tidak disertai oleh perlengkapan yang diperlukan.
9. “The right man in the right place” (orang yang tepat untuk bidang atau jabatan tertentu)
Setiap orang perlu ditempatkan menurut keahlian dan kecakapannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemimpin untuk mengetahui dan kemidian mempertimbangkan bakat, kecakapan dan keahlian pegawai atau karyawannya. 10. Balas jasa harus setimpal dengan jasa yang diberikan.
Setiap orang dalam organisasi harus diberi upah atau gaji yang setimpal dengan jasa yang disumbangkan dan sekaligus dapat menjamin tingkat hidup yang layak bagi bagi dirinya dan keluarganya.
c. Common Interest ( Kepentinggan bersama ) d. Open Communication ( Komonikasi terbuka ) e. Partisipasi Pegawai
f. Local Indetify ( Identitas lokal )
g. Local decision ( Kepentingan setempat )
h. High Moral Standarts ( Standar mioral yang tinggi )
Pimpinan yang baik dalah Pimpinan yang mampu menciptakan hubungan yang baik antara pegawai atau orang –orang yang ada di dalam baik itu antara atasan dan bawahan maupun antara bawahan dan bawahan. Hubungabn harmonis ini di maksudkan untuk meningkatkan Motifasi dalam organisasi, karena hubungan harmonis yang terjadi antara atasan dengan bawahan, akan meningakibatkan hubungan positif yang saling menguntungkan.
Organisasi merupakan wadah orang - orang untuk berinteraksi dan kerjasama. Oleh karena itu kegiatan tersebut harus dapat berjalan baik guna kelancaran aktifitas kerja, maka orang-orang yang terlibat dalam usaha kerjasama tersebut harus dapat saling percaya, terbuka, bertanggungjawab dan memelihara keutuhan antara satu dengan yang lain.
PENUTUP