BAB II LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT DI INDONESIA
B. Lembaga Perwakilan Bikameral Menurut Negara Lain
Dalam membahas mengenai perbandingan bikameralisme di beberapa negara, dalam skripsi ini diambil contoh dari beberapa negara, yaitu Amerika Serikat dan Malaysia. Dalam skripsi ini akan diteliti negara-negara tersebut dari bentuk negara, kekuasaan yang diberikan oleh konstitusi terhadap kamar
114 Pasal 123 ayat (5) Konstitusi RIS
115 Pasal 123 ayat (6) Konstitusi RIS
116 Pasal 124 ayat (1) Konstitusi RIS
117 Pasal 124 ayat (2) Konstitusi RIS
keduanya, metode perekrutan anggota dari kamar keduanya, dan juga pengaruh apa yang diberikan oleh kamar kedua atau mejelis tinggi dalam memainkan peranannya secara konstitusional dalam sistem politik demokratis di negaranya masing-masing.
Setelah itu, akan dikaji pula derajat kekuasaan dari masing-masing kamar kedua atau majelis tinggi kedua negara ini dengan cara menguji tingkat soft/weak/lemah dan strong/kuat dengan teori dari Arend Lijphart dan Andrew S.
Ellis. Dari sini dapat terlihat apakah suatu kamar kedua atau majelis tinggi mempunyai peran yang menentukan dalam memberikan kontribusi yang berarti bagi sistem politik yang demokratik di negaranya.
Menurut Anthony Mughan dan Samuel C.Patterson, suatu upper houses (kamar kedua atau majelis tinggi) dibutuhkan karena suatu alasan, dan bikameralisme penting untuk teori dan praktik dalam pemerintahan yang demokratis karena kepentingan lembaga parlemen bermacam-macam, dan secara potensial meliputi alat pertimbangan, seperti mempengaruhi pada proses legislasi, dan sebagai simbol untuk mempertinggi legitimasi demokratis dengan memeriksa gerakan mayoritas dari pemerintahan berpartai tunggal. Senat (kamar kedua atau majelis tinggi) juga cenderung mempunyai pengaruh yang penting dalam mempertajam output kebijakan yang dikeluarkan oleh legislatif.118
118 Reni Dwi Purnomowati, op. cit., hlm 54.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara republik yang berbentuk federal, dengan 50 negara bagian, dimana 49 negara bagian dan distrik kolombia terletak di Amerika Utara. Hawai negara yang ke-50 terletak di Samudera Pasifik. Hari Kemerdekaan Amerika Serikat adalah 4 Juli 1776, sedangkan konstitusinya berlaku mulai 17 September 1787, dan efektif berlaku 4 Maret 1789. Dengan sistem pemerintahan presidensiil, mempunyai kepala negara dan kepala pemerintahan seorang presiden. Pemilihan presiden dilakukan empat tahun sekali.
Menteri kabinetnya ditunjuk/diangkat oleh presiden dengan persetujuan senat.119 Badan legislatifnya dinamakan Congress dan terdiri dari dua kamar, yaitu Senat dan House of Representative. Banyak ahli yang mengatakan bahwa Senat Amerika Serikat dalam parlemennya mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari House of Representative. Hal tersebut dapat dilihat karena senat secara umum merupakan suatu badan legislatif, tetapi kadang-kadang menjadi badan eksekutif atau badan yudikatif. Selain itu, senat mengambil bagian dari kekuasaan yudikatif dalam mengadili kejahatan politik khusus, kadang-kadang juga dalam putusan kasus-kasus sipil yang khusus jumlah anggotanya selalu kecil.120
Senat Amerika merupakan senat yang terdapat di dalam negara yang berbentuk federal dengan sistem pemerintahan presidensiil dengan beranggotakan seratus orang yang berasal dari 50 negara bagian, dan tiap negara bagian diwakilkan oleh dua senator. Sejak tahun 1913 pemilihannya dilakukan dengan
119 Reni Dwi Purnomowati, op. cit., hlm 56
120 Reni Dwi Purnomowati, op. cit., hlm 57
suara rakyat langsung (direct popular vote), sebelum tahun 1913 senator dipilih oleh legislatif negara bagian. Sepertiga bagiannya dipilih setiap dua tahun sekali secara bergantian.121
Walaupun senat Amerika Serikat merupakan perwakilan dari negara bagian, tetapi senat Amerika Serikat ini sebagian besar diduduki oleh perwakilan dari partai-partai yang sama dengan yang ada di Houses of Representative. Oleh karena itu senat Amerika Serikat mempunyai pengaruh yang kuat dalam parlemen bikameral.
Sedangkan House of Representative mempunyai kewenangan sebagai berikut :
1. Membuat atau mengajukan rancangan perundang-undangan . 2. Membuat anggaran belanja negara bersama dengan Senat dan
eksekutif (pemerintah)
3. Dapat menurunkan presiden (impeachment) dengan melakukan mosi tidak percaya.
4. Melantik Presiden dan Wakil Presiden dalam kapasitasnya sebagai anggota Congress.122
Menurut penelitian Arend Lijphart, Amerika Serikat dikategorikan sebagai Strong Bicameralism, karena mempunyai Symmetrical Chambers dengan kekuasaan yang diberikan konstitusi sama dengan kamar pertama, dan juga
121 Ibid
122 www.wikipedia.com/us_goverment/house_of_representative.html
mempunyai legitimasi demokratis karena dipilih secara langsung, (Article Section 3, Konstitusi Amerika Serikat) Houses of Representative sebagai perwakilan politik, sedangkan senat sebagai perwakilan negara bagian dan juga di Amerika Serikat senat mempunyai hak veto dan hak mengusulkan undang-undang.123
Kekuasaannya dalam pembuatan undang-undang, termasuk di dalamnya mengusulkan undang-undang, berkedudukan seimbang dengan House of Representative , mengonfirmasi presiden yang diangkat, harus meratifikasi treaty, dapat memberhentikan presiden untuk tindak pidana berat maupun tindak pidana ringan.
Cabang lain dari legislatif, yang biasa disebut dengan House of Representative, tidak mempunyai bagian dalam administrasi apa pun dan hanya mempunyai kekuasaan yudikatif, seperti memberhentikan pejabat-pejabat publik sebelum senat.
Dua cabang legislatif ini hampir di mana pun subjeknya memiliki kondisi pemenuhan syarat yang sama. Mereka dipilih dengan cara yang sama, dan oleh warga negara yang sama. Perbedaannya hanya keberadaan diantara mereka, yaitu masa di mana senat dipilih lebih lama daripada House of Representative. House of Representative jarang berada dalam jabatan tersebut lebih dari satu tahun, sedangkan senat selalu menjabat dua atau tiga tahun.
Dengan memisahkan badan legislatif dalam dua cabang, rakyat Amerika tidak menginginkan membuat satu kamar/mejelis berdasarkan keturunan dan pilihan yang lain, satu aristokrat dan yang lain demokratik. Itu adalah bukan objek
123 Ibid
mereka untuk menciptakan satu dukungan untuk kekuasaan ketika yang lain mewakili kepentingan dan keinginan rakyat. Keuntungan yang dihasilkan dari konstitusi saat ini dari dua kamar di Amerika adalah membagi kekuasaan legislatif, pemeriksaan berikut terhadap gerakan politik, bersama dengan membuat suatu pengadilan banding untuk merevisi undang-undang.
Pembuat Undang-Undang Dasar merasa bikameralisme sebagai salah satu dari sejumlah mekanisme untuk menjaga terhadap bahanya pemusatan kekuasaan, untuk senat adalah untuk mengawasi House, dan untuk itu, harus memiliki kekuasaan yang sama secara substansial, dan membuat Undang-Undang Dasar juga membuat itu. Pemeriksaannya akan menjadi sangat efektif jika dua kamar dipisahkan dan dibedakan.124
Dalam konstitusi Amerika Serikat, yang telah mengalami amandemen sebanyak 26 kali, mengenai parlemen diatur dalam Article I, Section I, yang berbunyi sebagai berikut :
“All legislative Powers here in granted shall be vested in Congress of the United State, which shall consist of a senate and House of Representative”
Dalam konstitusi Amerika Serikat, kamar kedua atau disebut juga dengan senat, yang juga mengatur mengenai masa jabatan, persyaratan dilakukan dan kewajibannya. Sejak 1913, pemilihannya dilakukan dengan suara rakyat langsung (direct popular vote). Sebelum tahun 1913, senator dipilih oleh legislatif negara bagian dengan masa jabatan enam tahun, yang sepertiga bagiannya dipilih setiap
124 Reni Dwi Purnomowati, op. cit.. hlm 60
dua tahun sekali secara bergantian, dan setiap senator mempunyai satu suara.
Dalam Konstitusi AS, terdapat dalam Article I, Section 3, yaitu sebagai berikut :
“The senate of the United States shall be composed of two senator from each state, elected by the people there of, for six years, and each senator shall have one vote. The electors in each state shall have the quallifications requisite for electors of the most numerous branch or the State legislative”.
Kemudian senat dibagi menjadi tiga kelas, seperti yang terdapat dalam Article I, Section 3, yaitu sebagai berikut :
“Immediately after they shall be assembled in Consequence of the first Election, they shall be divided as equally as may be into three Classe. The seats of the Senators of the first Class shall be vacated at the Expiration of the second Class at the Expiration of the fourth Year, and of the third Class at the Expiration of the sixth Year, so that Vacancies happen by Resignation, or otherwise, during the Recess of Legislature of any State, the Executive thereof may temporary Appointments untill the next Meeting of the legislature, wich shall then fill such Vacancies”
Adapun terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut :
“Segera setelah mereka terkumpul karena pemilihan umum pertama, meraka dibagi secara sama dalam tiga kelas. Kursi pada senator kelas pertama berakhir untuk menduduki jabatan selama dua tahun, kamar kedua berkahir untuk jabatan empat tahun, dan kelas ketiga berakhir untuk jabatan enam tahun.
Oleh sebab itu lowongan tersebut terjadi karena pengunduran diri, atau sebaliknya selama masa reses legislatif negara bagian, atau eksekutif menunjuk sementara hingga masa sidang berikutnya, yang harus diisi untuk lowongan berikutnya.”
Selain itu, syarat untuk menjadi seorang senator terdapat dalam Article I, Section 3, yaitu sebagai berikut :
“No Person shall be a Senator who shall not have attained to the Age of thirty years, and been nine Years a Citizen of the United States, and who shall not, when elected, be an Inhabitant of that State for which he shall be chosen”.
Dimana dari isi Artcle I, Section 3 ini kita dapat mengambil beberapa point yaitu :
1. Senator harus berumur tidak kurang dari 30 tahun ketika terpilih.
2. Sudah sembilan tahun menjadi penduduk Amerika Serikat.
3. Menjadi penduduk dan bertempat tinggal di negara dimana mereka terpilih.
Wakil Presiden Amerika Serikat menjadi Presiden Senat, tetapi tidak mempunyai hak suara. Apabila Wakil Presiden berhalangan hadir dalam sidang senat, senat memilih ketua sementara untuk memimpin sidang (Article I, Section 3, par.4 dan 5).
Konstitusi memberi kekuasaan khusus kepada senat Amerika Serikat, yaitu sebagai berikut.
a. Senat merupakan kekuasaan satu-satunya untuk mencoba semua impeachment. Ketika dalam keadaan ini, mereka harus disumpah atau dengan penguatan/affirmasi. Ketika Presiden Amerika Serikat diadili, yang mengetuai pengadilan tersebut adalah Ketua Mahkamah Agung, dan tidak ada seorang pun yang dapat dihukum tanpa persetujuan dua pertiga dari anggota yang hadir (Article I, Section 3, par 6)
b. Keputusan dalam kasus impeachment harus tidak memperpanjang lebih jauh dengan pemecatan dari jabatan, dan diskualifikasi untuk menangani dan menikmati jabatan, kepercayaan atau keuntungan di bawah Amerika Serikat, tetapi Hukuman Partai merupakan suatu keharusan, meskipun begitu, dapat dikenakan dan tunduk pada dakwaan, pengadilan, keputusan dan hukuman menurut hukum (Article I, Section 3, Par 7).
c. Senat harus memberi persetujuan (dengan suara setuju dua pertiga dari seluruh suara) kepada setiap perjanjian yang diadakan oleh Amerika Serikat, sebelum perjanjian itu dapat berlaku.
d. Senat mempunyai hak untuk menyetujui atau tidak terhadap pengangkatan-pengangkatan duta-duta besar, para menteri kabinet dan konsul, hakim Mahkamah Agung dan lain-lain pegwai USA yang masih akan ditetapkan dengan Undang-undang.
Untuk proses legislasi diatur dalam Article I, Section 7, yang diterjemahkan sebagai berikut :
Semua RUU untuk menerbitkan pajak harus dimulai dari House of Representative, tetapi senat dapat mengusulkan atau setuju dengan amandemen seperti RUU yang lain.
Setiap RUU yang telah melewati House of Representative dan senat, sebelum menjadi hukum/undang-undang, dibawa ke Presiden Amerika Serikat;
Jika ia menyetujuinya ia harus mengembalikan dengan keberatan-keberatannya kepada kamar/majelis asal RUU. Ia harus memasukkan keberatannya secara panjang lebar pada jurnal mereka dan memproses untuk menyetujui kembali. Jika sesudah dipertimbangkan kembali, dua pertiga dari anggota kamar tersebut harus menyetujui untuk meloloskan RUU tersebut. RUU tersebut harus dikirimkan bersama keberatan-keberatannya kepada kamar/majelis yang lain, untuk dipertimbangkan kembali, dan jika disetujui oleh dua pertiga dari anggota kamar/majelis tersebut, RUU tersebut akan menjadi undang-undang. Akan tetapi, semua kasus hak suara dari kedua kamar harus ditentukan ya atau tidak, dan nama
orang yang menyetujui dan menolak RUU tersebut harus dimasukkan pada jurnal setiap kamar tersebut secara berurutan. Jika suatau RUU tidak dikembalikan, presiden dalam waktu sepuluh hari (tidak termasuk hari Minggu) sesudah RUU tersebut diberikan padanya, hal tersebut juga akan menjadikan RUU tersebut menjadi undang-undang. Jika seperti pada cara ia menandatangani, tanpa congress memelalui penundaan mencegah pengembaliannya, dalam kasus ini tidak akan menjadi hukum.
Setiap perintah, resolusi, atau hak suara yang disetujui oleh senat dan House of Representative (kecuali terhadap pertanyaan tentang penundaan/adjourment) harus diberikan kepada Presiden Amerika Serikat, dan sebelumnya hal yang sama akan menimbulkan efek yang harus disetujui olehnya, atau menjadi tidak disetujui olehnya, harus diloloskan kembali oleh dua pertiga dari senat atau House of Representative, berdasarkan aturan dan batasan yang diterangkan dalam kasus dari suatu RUU.125
Karena proses legislasi tersebut melibatkan Congress yang terdiri dari dua kamar, kemungkinan untuk terjadi Deadlock/jalan buntu sangat mungkin. Akan tetapi, rakyat Amerika Serikat sendiri kadang-kadang juga menginginkan jalan buntu atau deadlock terhadap proses legislasi. Hal ini tidak terlepas dari kepentingan mereka terhadap suatu undang-undangnya yang mengatur kehidupan mereka sendiri.126
125 Reni Dwi Purnomowati, op.cit., hlm 64.
126 Ibid
2. Malaysia
Malaysia merupakan negara tetangga Indonesia yang didirikan pada tahun 1963. Malaysia adalah negara monarki konstitusional yang berbentuk federal.
Kepala Negara bergelar Yang Dipertuan Agung yang berarti raja atau kepala negara tertinggi. Malaysia teridiri dari tiga belas negara bagian, yaitu Johor, Kedah Kelantan, Malaka, Negeri Sembilan, Pahang, Penang, Perak, Perlis, Sabah, Serawak, Selangor dan Trengganu.127
Kepala negara (Yang Dipertuan Agung) dipilih selama 5 tahun sekali, dan dipilih oleh para penguasa sembilan negara Melayu asli. Sebagai kepala negara, raja mengangkat perdana menteri dan kabinetnya. Semua menteri harus dari anggota parlemen, yang terdiri senat dan House of Representative.128
Kewenangan Legislative Federasi ada pada parlemen. Parlemen tersebut berisi Yang Dipertuan Agung dan dua majelis yaitu Dewan Negara (Senat) dan Dewan Rakyat (House of Representative). Dewan Negara mempunyai 69 anggota, di mana 26 anggotanya dipilih oleh 13 negara bagian, dan masing-masing diwakilkan oleh dua orang yang dipilih oleh majelis-majelis Undangan Negeri.
Masa jabatan anggota Dewan Negara ini adalah 3 tahun. Sementara itu, untuk 43 anggota dilantik oleh Yang Dipertuan Agong, yang menurut pendapatnya telah berbakti dengan cemerlang dalam pengabdian masyarakat, perdagangan, perusahaan, pertanian, kegiatan kebudayaan atau wakil-wakil kaum yang jumlahnya sedikit atau untuk mewakili kepentingan orang asli.129
127 Reni Dwi Purnomowati, op.cit., hlm 112
128 Lihat Konstitusi Malaysia, Article I.
129 Lihat Konstitusi Malaysia, Article 44
Senat atau Dewan Negara Malaysia ini menurut teori dari Arend Lijphart dikategorikan sebagai Strong Bicameralism karena bentuk yang sejajar, yaitu mempunyai kekuasaan yang sama atau secara moderat tidak sama yang diatur di dalam konstitusinya, sedangkan komposisinya incongruent, yaitu dengan komposisi yang tidak sama antara kamar pertama (Dewan Rakyat) dan kamar kedua (Dewan Negara). Sementara itu, menurut teori Andrew S. Ellis, dikategorikan sebagai bikameral kuat karena selain mempunyai hak usul dalam pembuatan RUU, juga mempunyai hak veto.
Kekuasaan parlemen Malaysia adalah membuat undang-undang yang dilakukan dengan persetujuan kedua kamar.130 Ketika suatu RUU disetujui oleh suatu kamar, dan harus diajukan kepada Yang Dipertuan Agong untuk persetujuan ketika telah disetujui oleh kamar yang lain dan persetujuan ketika telah disetujui oleh kamar yang lain dan persetujuan yang telah dicapai, dapat menjadikan RUU tersebut menjadi suatu undang-undang.131 Seperti halnya dalam proses legislatif, peran Dewan Negara selain dalam proses legislatif, biasanya dilakukan atas nama parlemen.
Proses legislatif dalam parlemen Malaysia, menurut Constitution of Malaysia, Art.66 dan Art 66 (3) adalah jika suatu RUU keuangan disetujui oleh House of Representative, dan dikirim kepada senat paling sedikit sebulan sebelum akhir dari sesi, dan jika tidak disetujui oleh senat tanpa amandemen
130 http :/www.parlimen.gov.my/Dew.Negara_infoumum.php#upabit. 08 September 2008
131 Constitution of Malaysia, Art.66.
selama satu bulan, RUU tersebut diajukan kepada Yang Dipertuan Agong kecuali House of Representative menentukan lain.
RUU yang bukan tentang keuangan, yang telah disetujui oleh House of Representative, dan telah dikirim kepada senat paling sedikit selama sebulan sebelum akhir dari sesi, dan RUU tersebut tidak disetujui oleh senat atau disetujui oleh senat dengan amandemen yang mana House of Representative, dan pada sesi selanjutnya (apakah dengan parlemen yang sama atau tidak), tetapi tidak segera dari satu tahun sesudah RUU tersebut disetujui oleh House of Representative untuk RUU yang sama, dengan tidak ada perubahan yang lain, dan disetujui lagi oleh House of Representative, dan dikirimkan kepada senat paling sedikit selama sebulan sebelum akhir dari sesi ini, dan tidak disetujui oleh senat atau disetujui oleh senat dengan amandemen yang mana House of Representative, tidak setuju, RUU tersebut kecuali jika House of Representative menentukan sebaliknya, harus diajukan kepada Yang Dipertuan Agong, untuk persetujuannya dengan amandemen seperti itu dan setelah disetujui oleh kedua house/kamar.
BAB IV
EKSISTENSI DPD DAN SISTEM BIKAMERAL DALAM PARLEMEN INDONESIA
Dilihat dari sejarah politik Indonesia modern, lembaga negara yang khusus mewakili kepentingan daerah bukanlah sebuah ide baru karena Indonesia pernah memiliki Senat semasa Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tahun 1949-1950.
Senat dibentuk karena Indonesia menggunakan bentuk negara federal. Setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk kembali pada tanggal 17 Agustus 1950, dengan sendirinya Senat dihapus. Namun perlu dicatat bahwa Senat praktis tidak mempunyai kesemapatan yang cukup untuk bekerja karena munculnya berbagai kemelut politik yang menuntut dihapuskannya RIS dan dibentuknya kembali NKRI.132
Tuntutan pembentukan DPD merupakan salah satu usaha untuk menghasilkan pemerintahan yang lebih demokratis mengingat beragamnya kepentingan dan kondisi daerah-daerah di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mempunyai tingkat heterogenitas (kemajukan) yang tinggi.
Meskipun tidak merupakan persyaratan bagi tegaknya demokrasi, DPD dianggap sebagai lembaga yang dapat mewakili arti yang sangat penting karena pemerintah pusat dalam NKRI memainkan peranan yang amat penting dalam dunia politik Indonesia.
132 John Pieris & Aryanthi Baramuli Putri, DPD RI Studi, Analis, Kritik dan Solusi Kajian Hukum dan Politik, Jakrta, 2006, hlm.40
DPD adalah badan perwakilan tingkat pusat (Perubahan Ketiga UUD 1945). Menurut Bagir Manan ada berbagai gagasan dibalik kelahiran DPD yaitu:133
1. Gagasan mengubah sistem perwakilan menjadi sistem dua kamar (bicameral). DPD dan DPR digambarkan serupa dengan sistem perwakilan seperti di Amerika Serikat yang terdiri dari Senate sebagai perwakilan negara bagian, dan House of Representative sebagai perwakilan seluruh rakyat. Di Amerika Serikat, kedua unsur perwakilan tersebut dinamakan Kongress (Congress). Pasal 1 ayat (1) UUD Amerika Serikat (1787) menyebutkan : All legislative powers herin granted shall be vested in a Congress of the United States, which shall consist of a Senate and House of Representative.
2. Gagasan untuk meningkatkan keikutsertaan daerah terhadap jalannya politik dan pengelolaan negara. DPD merupakan badan sehari-hari yang turut serta menentukan dan mengawasi jalannya politik dan pengelolaan negara. Dengan demikian, DPD dapat pula dipandang sebagai koreksi atau penyempurnaan sistem Utusan Daerah di MPR menurut ketentuan Pasal 2 ayat (1) UUD 1945 sebelum perubahan. Keikutsertaan daerah dalam Utusan Daerah di MPR sangat terbatas yaitu pada saat sidang-sidang MPR (selama Orde Baru, hanya dua kali dalam lima tahun)
Berbeda dengan DPR yang merupakan representasi jumlah penduduk, DPD merupakan representasi wilayah provinsi. Untuk mempercepat pembangunan
133 Bagir Manan, DPR, DPD dan MPR dalam UUD 1945 Baru, Jakarta, 2004, hlm.59
daerah-daerah, diperlukan lembaga yang dapat mewakili kepentingan-kepentingan daerah, antar daerah dan antara pusat dengan daerah secara adil dan seimbang.
Gagasan dasar pembentukan DPD adalah keinginan untuk lebih mengakomodasi aspirasi daerah dan sekaligus memberi peran yang lebih besar kepada daerah dalam proses pengambilan keputusan politik untuk soal-soal yang terutama berkaitan langsung dengan kepentingan daerah. Keinginan tersebut berangkat dari pemikiran bahwa pengambilan keputusan yang bersifat sentralistik pada masa yang lalu ternyata telah mengakibatkan ketimpangan dan rasa ketidakadilan, sehingga dapat membahayakan keutuhan wilayah negara dan persatuan nasional.
Keberadaan unsur Utusan Daerah dalam keanggotaan MPR selama ini (sebelum dilakukannya perubahan terhadap UUD 1945) dianggap tidak memadai untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut.134
Dengan kehadiran DPD tersebut, maka dalam sistem perwakilan Indonesia, DPR didukung dan diperkuat oleh DPD, DPR merupakan lembaga perwakilan berdasarkan aspirasi dan paham politik rakyat sebagai pemegang kedaulatan, sedangkan DPD merupakan lembaga penyalur keanekaragaman aspirasi daerah/wilayah. Keberadaan lembaga DPD mengakomodir prinsip perwakilan wilayah/daerah. Sistem perwakilan yang dianut Indonesia tersebut merupakan sistem yang khas Indonesia, karena dibentuk sebagai perwujudan kebutuhan, kepentingan, dan tantangan bangsa dan negara Indonesia.
Ketentuan Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur keberadaan DPD dalam sturuktur ketatanegaraan Indonesia itu antara lain dimaksudkan untuk :
134 John Pieris & Aryanthi Baramuli Putri, op.cit., hlm 41
a. Memperkuat ikatan daerah-daerah dlaam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memperteguh persatuan kebangsaan seluruh daerah-daerah.
b. Meningkatkan agregasi dan akomodasi aspirasi dan kepentingan daerah-daerah dalam perumusan kebijakan nasional berkaitan dengan negara dan daerah-daerah.
b. Meningkatkan agregasi dan akomodasi aspirasi dan kepentingan daerah-daerah dalam perumusan kebijakan nasional berkaitan dengan negara dan daerah-daerah.