6. Mengusahakan akses pasar
4.3.5 Lembaga yang terlibat
Faktor lembaga yang terlibat dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Depok, antara lain:
1. Bappeda Kota Depok 2. SOPD/Dinas
3. Perbankan dan lembaga keuangan lainnya 4. Perguruan tinggi
5. Lembaga penjaminan keuangan 6. Penyuluh lapangan
7. LSM
8. Lpk (Lembaga Pendidikan & Keterampilan) 9. BAZ
Hasil Reachability Matriks untuk faktor lembaga dengan responden Desperindag, PT Bahana Putra, Dekopinda, Disnaker dan LKPD, disajikan pada Tabel 21.
Tabel 21. Reachability Matrik Untuk Faktor Lembaga dengan Responden Desperindag, PT Bahana Putra, Dekopinda, Disnaker dan LKPD
1 2 3 4 5 6 7 8 9 DP R 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 D 9 9 9 9 9 9 9 9 9 L 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan :
D = Dependence DP = Driver Power L = Level R = Rangking
1. Bappeda Kota Depok 6. Penyuluh lapangan 2. SOPD 7. LSM
3. Perbankan dan lembaga keuangan lainnya 8. LPK (Lembaga Pendidikan & Keterampilan) 4. Perguruan tinggi 9. BAZ
Berdasarkan Tabel 21 dapat diberikesimpulan bahwa seluruh sub faktor penentu lembaga yang terlibat berinteraksi dan saling berpengaruh. Sub faktor lembaga yang terlibat yaitu; Bappeda, SOPD, Perbankan, Perguruan tinggi, Lembaga penjamin keuangan, penyukuh lapangan, LSM dan LPK dan BAZ. Berdasarkan nilai L, interpretasi dari Tabel 21 disajikan pada Gambar 37.
Gambar 37. Diagram model struktur untuk faktor lembaga yang terlibat dengan responden Desperindag, PT Bahana Putra, Dekopinda, Disnaker dan LKPD
Gambar 37 menunjukkan bahwa sub faktor penentu kendala utama dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kota Depok hanya terbagi dalam 1 level saja. Kesembilan sub faktor ini saling mempengaruhi satu dan yang lainnya. Gambar 38 berdasarkan interpretasi dari Tabel 21 menjadikan nilai DP menjadi sumbu X dan nilai D menjadi sumbu Y.
Gambar 38 menjelaskan bahwa faktor perubahan yang dimungkinkan terdapat pada sektor 3. Pada sektor 3 terdapat sembilan sub faktor. Sub faktor yang berada di sektor 3 artinya adalah driver power pada sektor ini sangat besar tetapi sifat ketergantungannya pun sangat besar. Setiap tindakan pada sub faktor ini akan menghasilkan keberhasilan program pada faktor perubahan yang dimungkinkan sedangkan lemahnya perhatian pada sub faktor ini akan menyebabkan kegagalan program.
Gambar 38. Matrik Driver Power – Dependence Faktor Lembaga Yang terlibat Dengan responden Desperindag, PT Bahana Putra, Dekopinda, Disnaker dan LKPD sektor 4 sektor 3 sektor 1` sektor 2 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 D DP 7 6 2 4 5 1 3 8 9 Level 1
Distan dan PMPN mempunyai jawaban yang sama mengenai faktor lembaga yang terlibat. Hasil Reachability Matriks faktor lembaga yang terlibat dengan Responden Distan dan PMPM., disajikan pada Tabel 22.
Tabel 22. Reachability Matriks faktor Lembaga Yang Terlibat dengan Responden Distan dan PNPM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 DP R 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 3 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 4 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 5 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 6 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 7 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 8 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 9 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 D 1 9 9 9 9 9 9 9 9 L 2 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan :
D = Dependence DP = Driver Power L = Level R = Rangking
1. Bappeda Kota Depok 6. Penyuluh lapangan 2. SOPD 7. LSM
3. Perbankan dan lembaga keuangan lainnya 8. LPK (Lembaga Pendidikan & Keterampilan) 4. Perguruan tinggi 9. BAZ
5. Lembaga penjaminan keuangan
Tabel 22 menjelaskan bahwa sub faktor Bappeda Kota Depok merupakan sub faktor yang paling berperan untuk mendorong sub faktor yang lain. Berdasarkan nilai L, interpretasi dari Tabel 22 disajikan pada Gambar 39 model stuktur di bawah ini:
Keterangan: artinya mempengaruhi/mendorong.
Gambar 39. Model Struktural untuk Lembaga yang Terlibat untuk Responden Distan dan PMPN
Gambar 39 menjelaskan bahwa Bappeda Kota Depok dapat mendorong sub faktor lainnya antara lain; SOPD, Perbankan, Perguruan tinggi, Lembaga penjamin keuangan, penyukuh lapangan, LSM dan LPK dan BAZ agar program
1 7 6 2 3 4 5 8 9 Level 1 Level 2
pengendalian kemiskinan dapat dijalankan. Gambar 40 berdasarkan interpretasi dari Tabel 22 menjadikan nilai DP menjadi sumbu X dan nilai D menjadi sumbu Y.
Gambar 40. Matrik Driver Power – Dependence Faktor Lembaga yang terlibat dengan responden Distan dan PNPM
Gambar 40 memperlihatkan sub faktor lembaga yang terlibat, berada disektor 3 dan sektor 4. Dimana sektor 3 yaitu; SOPD, Perbankan, Perguruan tinggi, Lembaga penjamin keuangan, penyukuh lapangan, LSM dan LPK serta BAZ. Setiap tindakan pada sektor ini akan menghasilkan keberhasilan penanggulangan kemiskinan di Kota Depok dari faktor perubahan yang dimungkinkan sedangkan lemahnya perhatian pada sub faktor ini akan menyebabkan kegagalan program. Pada sektor 4 terdapat satu sub faktor yaitu, Bappeda Kota Depok. Bappeda Kota Depok adalah sub faktor yang merupakan penggerak yang besar namun punya sedikit ketergantungan pada program.
Pendapat dari Bappeda dari hasil Reachability Matriks lembaga yang terlibat dengan responden Bappeda, disajikan pada Tabel 23 dapat dijelaskan bahwa Bappeda harus berperan aktif dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Depok. Pada Tabel 23 dapat diinterpretasikan melalui nilai L, dapat dilihat pada Gambar 41 serta diinterpretasikan melalui nilai DP-D pada Gambar 42.
Gambar 41 menunjukan bahwa sub faktor terbagi menjadi 2 level, dimana level 2 yaitu Bappeda Kota Depok, SOPD, Perguruan Tinggi, penyuluh lapangan dan LPK akan mendorong perbankan dan lembaga keuangan, lembga penjamin keuangan, LSM dan BAZ, agar kesembilan faktor dapat memberikan peran masing–masing. sektor 4 sektor 3 sektor 1` sektor 2 1 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 D DP
Tabel 23. Reachability Matriks lembaga yang terlibat dengan responden Bappeda 1 2 3 4 5 6 7 8 9 DP R 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8 1 2 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8 1 3 0 0 1 0 1 0 0 0 0 2 2 4 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8 1 5 0 0 1 0 1 0 0 0 0 2 2 6 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8 1 7 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 3 8 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8 1 9 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 3 D 5 5 7 5 7 5 1 5 6 L 3 3 1 3 1 3 4 3 2 Keterangan :
D = Dependence DP = Driver Power L = Level R = Rangking
1. Bappeda Kota Depok 6. Penyuluh lapangan 2. SOPD 7. LSM
3. Perbankan dan lembaga keuangan lainnya 8. LPK (Lembaga Pendidikan & Keterampilan) 4. Perguruan tinggi 9. BAZ
5. Lembaga penjaminan keuangan
Keterangan: artinya mempengaruhi/mendorong.
Gambar 41. Diagram model struktur untuk faktor lembaga yang terlibat dengan Responden Bappeda
Gambar 42 memperlihatkan bahwa sub faktor lembaga yang terlibat pada responden Bappeeda terbagi dalam 3 sektor. Sektor 1 yaitu LSM, pada sektor ini tingkat ketergantungannya sangat kecil tetapi kekuatan sub faktor ini tidak besar. Sub faktor tersebut berisi peubah yang umumnya tidak berkaitan dengan sistem dan mungkin mempunyai hubungan yang kecil walaupun dapat saja hubungan tersebut kuat. Sektor 2 yaitu perbankan dan lembaga keuangan, lembga penjamin keuangan, dan BAZ, pada sektor ini tingkat ketergantungannya besar serta kekuatan pada sektor ini kecil. Ketiga sub faktor yang berada di sektor 2 bersifat tidak bebas, artinya kinerja dari sektor ini dipengaruhi oleh sub faktor lain atau merupakan akibat dari kegiatan dari sub faktor lainnya. Jika tidak ada dorongan dari sub faktor lain maka kedua sub faktor ini kurang memberikan dampak. Sektor 3 terdapat lima sub faktor yaitu Bappeda Kota Depok, SOPD, Perguruan Tinggi, penyuluh lapangan dan LPK. Sub faktor yang berada di sektor 3 artinya adalah
Level 1
Level 2 1 2 4 6 8
driver power pada sektor ini sangat besar tetapi sifat ketergantungannya pun sangat besar. Setiap tindakan pada sub faktor ini akan menghasilkan keberhasilan program sedangkan lemahnya perhatian pada sub faktor ini akan menyebabkan kegagalan program.
Gambar 42. Matrik Driver Power – Dependence Faktor lembaga yang terlibat dengan Responden Bappeda