Buatlah kelompok yang beranggotakan 3 sampai 4 orang
Berkunjunglah ke perusahaan bisnis ritel tradisional dan moderen yang ada di sekitar lingkungan kalian
Carilah informasi tentang penataan produk menurut perusahaan bisnis ritel tersebut
Mata Pelajaran : ……… Materi pokok : ……… Kelas : ……… Semester : ……… Hari/ Tanggal : ……… Nama Kelompok 1. ……… 2. ……… 3. ……… 4. ……… 5. ……… Nama Perusahaan ………... ………... ………... ………... Jenis Perusahaan ………... ………... ………... ………... Alamat Perusahaan ………... ………... ………... ………... Hasil Kunjungan ………... ………... ………... ………...
Kegiatan Belajar 2 : Ruang Lingkup Penataan Produk
2.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai materi pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu : a. Mengkelompokan Produk
b. Menjelaskan Tingkatan Produk c. Mengklasifikasi Produk
d. Memahami Image Toko
e. Memahami Gambaran Suasana Toko (Atmosfer Toko) f. Mendesain Toko/Gerai
g. Menjelaskan Eksterior
h. Menjelaskan Atmosfer/Ambience i. Membuat Layout Toko
j. Menjelaskan Komunikasikan visual k. Menyajikan Merchandise
2.2. Uraian Materi
Jika iklan bertujuan memberitahu, menarik, memikat atau mendorong kosumen untuk datang ke gerai untuk membeli barang, maka suasan atau atmosfer dalam gerai berperan penting memikat pembeli, membuat nyaman mereka dalam memilih barang belanjaan, dan memngingakan mereka produk apa yang perlu dimiliki baik untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan rumah tangga. Suasana yang dimaksd adalah dalam arti atmosfer atau ambience yang tercipta dari gabunga unsur unsur design toko/gerai, perencanaan toko, komunikasi visual, dan merchandising.
a. Kelompok Produk
Menurut Philip Kotler Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi
keinginan atau kebutuhan. Ini meliputi benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan. Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa gagasan pokok dari definisi tersebut ialah bahwa konsumen membeli tidak hanya sekadar atribut fisik, karena pada sasarannya mereka membayar untuk sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan. Barang adalah atribut dan secara fisik dapat diraba dalam bentuk nyata.
Barang-barang tersebut dikelompokkan menjadi dua, antara lain :
1). Kelompok barang berdasarkan kepuasan segera dan kesejahteraan konsumen jangka panjang.
a). Solutari product (barang yang bermanfaat) Solutary product yaitu barang-barang yang mempunyai daya tarik sangat rendah tetapi dapat memberikan manfaat yang sangat tinggi kepada konsumen dalam jangka panjang, misalnya detergen dengan fosfat rendah.
b). Deficient product (barang yang kurang sempurna) Deficient product yaitu barang-barang yang tidak mempunyai daya tarik tinggi tetapi tetap mempunyai manfaat untuk konsumen. Misalnya, obat obatan yang rasanya pahit tetapi manjur mengobati penyakit.
c). Pressing product (barang yang sifatnya menyenangkan) Pressing product yaitu barang-barang yang segera memberikan kepuasan kepada si pembeli tetapi dapat berakibat sangat buruk bagi pemakai barang tersebut. Misalnya, rokok, minuman keras dan sebagainya.
d). Desirable product (barang yang sangat diperlukan)
Desirable product yaitu barang yang dapat memberikan kepuasan dengan segera dan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya, makanan dan minuman.
2). Kelompok barang menurut tujuan pemakaian
a). Barang konsumsi Barang konsumsi merupakan barang-barang yang dapat dibeli untuk konsumsi. Barang konsumsi dibedakan menjadi empat golongan, yaitu : i. Convenience goods (barang kebutuhan sehari-hari) antara lain
dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
Barang pokok Barang pokok merupakan barang yang dibeli secara tetap, contoh : beras, sabun, pasta gigi.
Barang impulsive Barang impulsive yaitu barang yang dibeli tanpa perencanaan, contoh : permen, cokelat dan es.
Barang darurat Barang pokok yaitu barang yang dibeli atas dorongan kebutuhan, contoh : paying dimusim hujan.
ii. Shopping goods (barang belanjaan) Merupakan barang yang pembeliannya perlu dipertimbangkan, harga relative mahal, perbandingan mutu dan lain-lain, misalnya mobil, motor, peralatan rumah tangga.
iii. Speciality goods (barang khusus) Merupakan barang dengan ciri khas yang mampu menarik konsumen dalam berbelanja, misalnya mobil mewah. iv. Unshought goods (barang yang tidak dicari)
Merupakan barang-barang yang tidak diketahui atau diketahui konsumen, namun secara normal tidak berpikir untuk membelinya, misalnya asuransi jiwa, tanah kuburan.
b). Barang industri merupakan barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industri. Konsumen atau pembeli dari barang-barang ini adalah perusahaan, lembaga, organisasi. Barang industri dapat digolongkan sebagai berikut ;
ii. Bahan dan suku cadang, barang-barang yang seluruhnya masuk dalam produk jadi. Misalnya, barang hasil pertanian.
iii. Barang modal, barang-barang yang sebagian masuk ke hasil barang jadi akhir. Barang ini meliputi :
Instalasi yaitu alat produksi utama dalam sebuah pabrik atau perusahaan yang dapat digunakan untuk jangka panjang, misalnya computer, mesin bor.
Peralatan ekstra(tambahan) yaitu alat-alat yang dipakai untuk membantu instalasi, misalnya perkakas tangan.
iv. Pembekalan dan pelayanan, merupakan padanan dari barang-barang kemudahan di bidang industri karena barang-barang tersebut pada umumnya dibeli dengan usaha minimal dengan dasar pembelian kembali. Misalnya, batu bara, tinta printer dan sebagainya.
c). Barang-barang di supermarket
Barang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu barang supermarket, barang fresh, barang fashion. Barang supermarket meliputi :
Departemen nonfood (meliputi barang selain makanan, misal skin care) Departemen household (perlengkapan rumah tangga)
Departemen toys (sarana atau tempat atau barang-barang yang disediakan khusus untuk anak-anak)
Departemen stasionary ( meliputi semua peralatan tulis dan kantor) d). Jenis, Sifat dan Spesifikasi barang.
Jenis barang ditentukan berdasarkan pembagian departemen. Sifat barang ditentukan berdasarkan perbedaan sifat atau karakter antara barang yang satu dengan yang lainnya pada departemen yang sama, misalnya perbedaan sifat drinks atau biscuits yaitu bersifat minuman dan makanan yang sama ada pada departemen food. Spesifikasi barang supermarket adalah perbedaan kualitas dan kuantitas, jenis barang dengan merek yang berbeda dalam satu sifat dan satu departemen, misalnya fruit tea dan fresh tea
Produk dapat pula dikelompokkan berdasarkan sifat dan manfaatnya. Namun demikian, tentu saja pengelompokkan tidak akan terlepas dari orientasi terhadap jenis produknya. Sebagai contoh berikut ini diketengahkan penyusunan produk pada suatu toko obat/apotik. Pertama-tama, dikelompokkan berdasarkan jenis produknya, apakah sebagai obat-obatan atau vitamin; Selanjutnya, dikelompokkan apakah jenis produk itu sifatnya cair (liquid), tablet atau bubuk kapsul; Kemudian, dikelompokkan berdasarkan manfaatnya, apakah sebagai obat batuk, obat sakit kepala, obat ashma dan sebagainya. Menggolongkan Barang-Barang Pengaturan barang perlu disusun dan ditata dengan sebaik-baiknya, serta serapi-rapinya. Kegiatan-kegiatan di dalam mengatur barang dagangan dapat dilakukan dengan menata barang, antara lain:
Pengelompokan berdasarkan penggunaannya barang, Pengelompokan berdasarkan merek barang yang sama Pengelompokan berdasarkan ukuran barang,
Pengelompokan barang-barang kebutuhan konsumen. Pengelompokan dan pengklasifi kasian produk
Tujuan utama dari pengelompokan dan pengklasifikasian produk (barang) adalah untuk memudahkan pengelolaannya. Bagi pihak produsen atau penjual, pengklasifikasian barang akan memudahkan dalam hal:
b) Penataan di ruang pajang,
c) Pengambilan dari gudang atau tempat pemajangan, d) Pengawasan dan pemeliharaan.
b. Tingkatan Produk
Tingkatan dari produk adalah sebagai berikut : 1) Produk Inti (Core Product)
Produk inti terdiri dari manfaat inti untuk pemecahan masalah yang dicari konsumen ketika mereka membeli produk atau jasa
2) Produk Aktual (Actual Product)
Seorang perencana produk harus menciptakan produk aktual (actual product) disekitar produk inti. Karakteristik dari produk aktual diantaranya, tingkat kualitas, nama merek, kemasan yang dikombinasikan dengan cermat untuk menyampaikan manfaat inti.
3) Produk Tambahan
Produk tambahan harus diwujudkan dengan menawarkan jasa pelayanan tambahan untuk memuaskan konsumen, misalnya dengan menanggapi dengan baik claim dari konsumen dan melayani konsumen lewat telepon jika konsumen mempunyai masalah atau pertanyaan.
c. Klasifikasi Produk
Menurut Kotler (2000:45l), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok : 1) Berdasarkan wujudnya
Produk berdasarkan wujudnya dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok utama, yaitu:
Barang. Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
Jasa. Jasa merupakan aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya.
2) Berdasarkan daya tahan
Produk berdasarkan aspek daya tahan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu
Barang tidak tahan lama (nondurable goods). Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng, dan sebagainya.
Barang tahan lama (durable goods). Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya: lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.
Produk juga dapat diklasifikasikan berdasarkan konsumennya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini Fandy Tjiptono (1999:98-101) mengklasifikasikan produk menjadi:
i. Barang Konsumen
Barang Konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir (individu atau rumah tangga), dan bukan untuk kepentingan bisnis, barang konsumen dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu:
Convenience Goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki
frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera dan memerlukan usaha yang minimum dalam perbandingan dan pembelianya.
Shooping Goods adalah barang yang proses pemilihan dan pembelianya,
dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria pembanding meliputi harga, kualitas, dan model masing-masing. Contohnya: alat rumah tangga, pakaian, dan kosmetik.
Speciality goods adalah barang yang memiliki karakteristik atau identifikasi
merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang ini terdiri atas
barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, seperti mobil jaguar dan pakaian desain terkenal.
Unsought goods adalah barang yang tidak diketahui oleh onsumen atau
kalaupun sudah diketahui oleh konsumen, konsumen belum tentu tertarik untuk membelinya. Contohnya: batu nisan, ensiklopedi, dan tanah pekuburan.
ii. Barang industri
Barang industri adalah barang yang di konsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis). Barang industri digunakan untuk keperluan selain di konsumsi langsung yaitu: untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali. Barang industri dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:
Material and part, merupakan barang yang seluruhnya atau sepenuhnya
masuk ke dalam produk jadi. Kelompok ini dibagi menjadi dua kelas yaitu bahan baku serta bahan jadi dan suku cadang.
Capital Items, merupakan barang tahan lama (long Lasting) yang memberi
kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi.
Supplies and service, merupakan barang yang tidak tahan lama serta jasa
yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola keseluruhan produk jadi.
d. Image Toko
Seperti penataan produk, sebuah toko juga memiliki kepribadian. Beberapa toko bahkan memiliki citra yang jelas di dalam benak konsumen. Dengan kata lain, image (cita) sebuah toko adalah kepribadian sebuah toko. Kepribadian atau image toko menggambarkan apa yang dilihat dan dirasakan oleh konsumen terhadap toko tertentu. Bagi konsumen kepribadian itu juga memiliki suatu gambaran yang utuh bagi pemilik toko. Oleh sebab itu, pemilik toko harus mampu mengetahui dan merancang apa yang diinginkan, dilihat dan dirasakan oleh konsumen terhadap toko tertentu
Menciptakan sebuah image yang baik bagi konsumen adalah pekerjaan yang tidak mudah. Image adalah suatu bayangan atau gambaran yang ada dalam benak seseorang yang timbul karena emosi dan reaksi terhadap lingkungan di sekitarnya. Image sebuah toko terhadap konsumen dapat diciptakan dengan cara :
Menyajikan produk yang lengkap, bermutu, dan berkualitas Menetapkan harga dengan wajar
Tata ruang toko yan nyaman
Customer service (pelayanan pramugari yang sopan dan terlatih)
e. Gambaran Suasana Toko (Atmosfer Toko)
Kata atmosphere (atmosfer) berasal dari bahasa Inggris yang berarti suasana. Secara umum pengertian atmosfer toko adalah gambaran suasana keseluruhan dari sebuah toko yang diciptakan oleh elemen fisik (eksterior, interior, layout, display) dan elemen psikologis (kenyamanan, pelayanan, kebersihan, ketersediaan barang, kreativitas, promosi, teknologi).
Atmosfer toko yang menarik akan mendorong konsumen untuk berbelanja. Atmosfer toko juga akan mempengaruhi:
1) Konsumen untuk datang kembali dan keceriaan konsumen untuk berbelanja terjadi 2) Waktu untuk cuci mata dan mempertimbangkan penawaran yang diberikan.
3) Kecenderungan konsumen untuk membelanjakan uang lebih dari yang sudah direncanakan.
Suasana atau atmosfer dalam gerai merupakan salah satu dari unsur dalam retail marketing mix. Gerai kecil yang tertata rapi dan menarik akan lebih mengundang pembeli dibandingkan gerai yang diatur biasa saja. Sementara, gerai yang diatur biasa saja tapi rapi bersih lebih menarik daripada agerai yang tidak diatur sama sekali dan tampak kotor.
Gambar 1. 7 - Atmosfer Toko Rapih dan Menarik
Gerai besar atau gerai milik perusahaan eceran dan skala besar pada pusat perbelanjaan menghadapi tantangan yang sama dengan gersai kecil, yaitu bagaimana memikat calon pembeli dan bagaimana cara menata secara menarik agar bisa menyaingi gerai gerai besar atau pisat perbelanjaan pesaung. (Pusat perbelanjaan semestinya melayani suatu trading area atau area catchment. Tetapi di Jakarta, khususnya, konsep ini kurang berlaku). Tetapi, berbeda dengan gerai kecil, gerai besar harus menangani persoalan dalam skala yang besar, seperti penataan barang dalm jumlah besar, penataan interior, penataan cahaya, dan lain lain. Tantangan gerai besar adalah bagaiman mengelola suasana (atmosfer) dalam toko sedemikian rupa sehingga tujuan meningkatkan kunjungan pelanggan tercapai, penjualan bertambah, dan citra positif terbangun.
Untuk itu, perlu diketahui hal-hal apa saja yang dapat menunjang terbentuknya suasana dalam gerai besar yang sesuai dengan harapan konsumen. Ada dua macam perilaku berbelanja yang menjadi titik perhatian peritel dalam rangka menyiapkan suasan dalam gerai yang sesuai.
Pertama adalah kelompok orang yang berorientasi “belanja adalah belanja”. Kelompok ini lebih mementingkan aspek fungsional. Meskipun demikian, syarat minimal gerai yang mereka pilih adalah yang tertata baik, bersih, dan berpendingin udara. Tetapi soal daya tarik visual dan fasilitas tambahan bukanlah hal yang penting bagi mereka.
Sedangkan bagi kelompok kedua, yaitu orang orang yang berorientasi “rekreasi”, faktor ambience, visual merchandising, dan fasilitas fasilitas yang lengkap menjadi aspek penentu dalam keputusan mereka mengunjungi suatu pusat perbelanjaan. Dikaitkan denan perilaku konsumen indonesia, mereka kebanyakan saat ini berorientasi rekreasi. Sehingga menjadi semacam keharusan bagi semua peritel dan pemilik pusat perbelanjaan untuk mendandani tempat belanja mereka semenarik mungkin.
Orientasi belanja adalah belanja dan lebih
menguntungkan
Faktor penting dalam gerai : Barang yang diperlukan tersedia
Harga menarik
Cepat proses pembayaran (antrian
Dari diagram berikut ini terlihat bahwa suasana dalam gerai diciptakan untuk melayani target market (yaitu, kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pemasaran) guna menyentuh emosi mereka dan memberi pengalaman berbelanja yang berujung pada tercapainya sasaran segera (penjualan) dan sasaran jangka panjang berupa citra positif dan rekomendasi untuk teman dan keluarga.
Gambar 1. 8 - Diagram Suasana Gerai Tujuan Mencapai Hasil Segera/Hasil Jangka Panjang
Mesti diagram diatas menunjukan kotak perispan suasan dalam gerai mendahului kotak target market, langkah awal dalam pemasaran adalah memahami dan memilih target market. Fungsi penciptaan “suasana dalam gerai” dilakuakn setelah peritel memiliki konsep yang jelas siapa saja di masyarakat yang menjadi sasaran dari program pemasarannya.
Suasana dalm gerai menggambarkan moment of truth, yaitu situasi langsung yang dirasakan konsumen saat berbelanja. Jika setting dari suasana itu optimal maka peritel
Orientasi rekreasi lebih dipengarusi oleh suasana lingkungan tempat belanja
Faktor penting dalam gerai :
Daya tarik ambience (suasana internal Visual merchandising
Fasilitas dalam gerai
Barang dan jasa tersedia dan terpenuhi
Suasana dalam gerai Desain Toko/Gerai -Desain interior -Ambience Perencanan toko -Alokasi ruang -Rencana gang -Layout Komunikasi visual -Identitasi ritel -Grafis Pengajian merchandise Untuk Melayani Target Market Sosio-ekonomi Contoh: -Umur -Pengeluaran -Jenis kelamin Life-style Contoh: -Waktu Sempit -Trendy Ekspektasi/harap an Contoh: -Belanja saja -Pengalaman Agar Menyentuh Emosi dan Pengalaman (memengkan dan mempertahankan mind share dan heart share) Emosi Contoh : -Senang -Antusias -Bangga -Parsimonious Pengalaman Contoh : Nyaman mendapatkan Informasi memperoleh teman Sehingga menciptakan hasil Konsumen lebih menikmati
Nyaman berlama lama Berbelanja lebih banyak Hasil janka panjang Kesan positif yang
terbentuk
(modern, fashionable, status, handal, lengkap, dll) Kunjungan ulang Frekuensi kunjungan naik Merekomendasikan gerai
(untuk memperoleh dan memperthankan market share)
(dengan gerai yang dikunjungi konsumen) akan dpaat menentuh emosi konsumen dan memberi pengalaman berbelanja. Emosi dan pengalaman yang positif memberi peritel peluang mendapatkan pangsa pasar di benak masyarakat (disebut sebagai mind share) dan memenangkan hati mereka (diebut heart share).
Dari situ, langkah selanjutnya adalah hasil konkret berupa belanja konsumen. Rupiah yang dibelanjakan memberi peritel kesempatan memperoleh pangsa pasar atau market share. Market share adalah persentasi dari penjualan yang diraih peritel dibandingkan total penjualan yang terjadi oleh semua peritel diwilayah yang sama.
f. Desain Toko/Gerai
Toko merupakan bangunan tetap untuk menjual barang kebutuhan sehari-hari. Luas bangunannya lebih besar daripada warung. Pengelolaan usahanya pun dilakukan secara lebih rapi. Saat ini toko ada yang mengkhususkan diri untuk menjual barang tertentu. Misalnya Toko Roti menjual roti, roti kalaeng, snck, permen. Toko pakaian menjual pakaian untuk anak-anak dan dewasa. Toko elektronik menjual barang elektronik, seperti televisi, radio, dan kipas angin. Sementara itu, macam-macam perabotan seperti lemari, meja, kursi, dan tempat tidur dapat ditemui di toko mebel.
Gambar 1. 9 - Toko/Gerai Khusus Makan
Desain toko (store design) merupakan stategi penting untuk menciptkan suasan yang akan membuat pelangga merasa betah berada dalam suatu toko/gerai. Desain toko saat ini
lebuh banyak bersifat consumer-led, yakni penataan yang dikembangkan sesuai dnegan keinginan, kebutuhan, dan selera konsumen. Sudah tentu pertimbangan akhir tetap ditangan pimpinan perusahaan ritel atau manajer toko yang mendapat wewenang. Pada intinya, desain toko bertujuan memenuhi syarat fungsional sambil menyediakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan sehingga mendukung terjadinya transaksi.
Desain toko mencakup desain di lingkungan toko, yaitu mencakup desain eksterior, lay out, dan ambience. Desain eksterior mencakup wajah gerai atau sore front, marquee, pintu masuk, dan jalan masuk. Layout atau tata letak berkaitan erta dengan alokasi ruang guna penempatan produk yang dijual. Amibience adalah suasana dalam toko yang menciptakan perasaan tertentu dalam diri pelanggan yang ditimbulkan dari penggunaan unsur unsur desian interior, pengaturan cahaya, tata suara, sistem pengaturan udara, dan pelayanan. Desain toko yang tepat akan membantu tercapainya sasaran komunikasi visual.
g. Eksterior
Desain ekternal merupaka wajah dari sbeuah gerai. Ada beberapa unsur sehubungan dengan desain eksternal yaitu :
Store front
Desain eksternal yang menunjuakn ciri khas dari perusahaan, baik berupa gaya, struktur maupun bahan. Gerai kecil berupa minimarket mempunyai bentu yang mirip saru sama lain dalam hal perwajahan, yaitu penggunaan kaca sepanjang lebar toko dengan lis plang (kayu atau logam) dibagian atas memanjang juga selebar toko dengan lebar sekitar 50 cm. Yang membeakan adalah warna dan nama. Gerai besar sekelas hypermart mempunyai wajah yang membedakan dengan kontras antara satu peritel dengan peritel lainnya. Bentuk bangunan dikombinasikan dengan warna dan nama gerai yang dibuat dengan khas sesuai karakter perusahaan masing masing dapat segera terasa perbedaanya.
Marquee
simbol baik yang hanya berupa tulisan beserta gambar maupun yang diwujudkan ke bentuk 3 dimensi. Contohnya adalah lambang Mcdonald’s berupa huruf “M” yang khas disertai nama lengkapnya “Mcdonald’s” yang dibuat atas lembaran plastik, serat kayu, kaca, atau bahan daar lainnya. Huruf dan nama juga dicetak pada kertas pembungkus. Lambang “M” juga diwujudkan dalam 3 dimensi yang diletakkan didepan restoran
tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada gerai lain seperti Carrefour dan Hero yang mendapatkan marquee mereka di atap gedung.
Pintu masuk
Gerai kecil hanya memiliki satu pintu masuk. Tetapi gerai menengah dan besar memiliki sedikitnya dua pintu, yaitu pintu utama dan pintu akses dari lahan parkir. Ini banyak ditemui pad gerai yang menyediakan batang kebutuhan harian seperti gerai toko besar (hypermarket). Sebagian gerai besar dapat memutuskan untuk memiliki lebih dari 2 pintu masuk sesuai kebutuhan. Gerai yang berlokasi di gedung bertingkat dan memiliki ruang gerai dibeberapa lantai mempunyai pintu masuk sebanyak lantai dimana mereka berada.
Jalan masuk
Jalan masuk bisa dibuat lebar, sedang atau sempit. Itu bergantung dari kebijakan yang dinut peritel. Kebijakan yang menganut “ingin menyenangkan dan melayani” akan mengatur lebar jalan masuk yang mebuta dua orang bisa berjalan beriringan masuk sambil berpapasan dengan dua orang dari arah berlawanan yang juga berjalan beriringan. Sebaliknya, jika kebijakannya adalah “melakukan efisiensi” lebar jalan akan diatur cukup untuk 2 orang berjalan berpapasan secara pas-pasan. Jalan masuk yang lebar banyak dipakai oleh gerai kelas atas sementara jalan masuk yang sempit banyak dipakai gerai kelas menengah dan atas.
h. Atmosfer/Amibience
Penataan interior amat meengaruhi konsumen secara visual, sensual, dan mental sekaligus. Semakin bagus dan menarik penataan interior suatu gerai msemakin tinggi daya tarik pada panca indra pelanggan yaitu penglihatan, pendengaran, aroma, rasa, sentuhan. Konsep tentang ide/citra, membuat semakin senang pelanggan berada pada gerai itu.
Tetapi penataa yang canggih memerelukan penanganan ahli dan memerlukan bahan baku yang tidak murah. Karena itu, penataan yang canggih biasa terjadi pada gerai yang