Penataan
Barang Dagangan
Paket Keahlian Pemasaran
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
Republik Indonesia
▸ Baca selengkapnya: jelaskan procedure yang benar penataan barang bawaan tamu diatas bellboy trolley
(2)Hak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
Kontributor
Penyunting Materi : Posman, S.E. Penelaah : Drs. Ratiman, M.M. Desktop Publisher : Tim
Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka
implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.
Cetakan Ke-1, 2014
Disusun dengan huruf arial MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN
KATA PENGANTAR
Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi sikap, pengetahuan dan keterampilan secarautuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran yang mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.
Pembelajaran kelas XI pada Sekolah Menengah Kejuruan untuk Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Tata Niaga, dan Paket Keahlian Pemasaran yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Buku siswa ini berisi materi pembelajaran yang membekali siswadengan pengetahuan, keterampilan dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasai secara kongkrit dan abstrak, serta sikap sebagai makhluk yang mensyukuri anugerah alam semesta yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggungjawab.
Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharuskan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terimakasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).
Depok, Nopember 2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vii
GLOSARIUM ... viii BAGIAN 1 : PENDAHULUAN ... 1 Deskripsi ... 1 Prasyarat ... 1 Petunjuk Penggunaan ... 2 Tujuan Akhir ... 3
Peta Kedudukan Bahan Ajar ... 4
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ... 5
Cek Kemampuan Awal ... 6
BAGIAN 2 : PEMBELAJARAN ... 7
Bab I ... 7
Mendeskripsikan Pengertian Penataan Produk ... 7
Kegiatan Belajar 1 : Karakteristik Barang dan Jasa ... 8
1.1 Tujuan Pembelajaran ... 8
1.2 Uraian Materi ... 8
1.3 Rangkuman ... 15
1.4 Tugas ... 17
1.5 Uji Kompetensi/ Ulangan ... 18
1.6 Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 18
1.7 Lembar Kerja Siswa ... 20
Kegiatan Belajar 2 : Ruang Lingkup Penataan Produk ... 21
2.1. Tujuan Pembelajaran ... 21
2.2. Uraian Materi ... 21
2.3. Rangkuman ... 42
2.4. Tugas ... 45
2.5. Uji Kompetensi/ Ulangan ... 46
2.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 46
2.7. Lembar Kerja Siswa ... 50
Kegiatan Belajar 3 : Pasal 7 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen 3.1. Tujuan Pembelajaran ... 51
3.2. Uraian Materi ... 51
3.3. Rangkuman ... 58
3.5. Uji Kompetensi/ Ulangan ... 61
3.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 62
3.7. Lembar Kerja Siswa ... 65
Kegiatan Belajar 4 : Kode Etik Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) ... 67
4.1. Tujuan Pembelajaran ... 67
4.2. Uraian Materi ... 67
4.3. Rangkuman ... 72
4.4. Tugas ... 74
4.5. Uji Kompetensi/ Ulangan ... 75
4.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 75
4.7. Lembar Kerja Siswa ... 77
Kegiatan Belajar 5 : Segmentasi Pasar, Tergeting dan Positioning ... 79
5.1. Tujuan Pembelajaran ... 79
5.2. Uraian Materi ... 79
5.3. Rangkuman ... 90
5.4. Tugas ... 92
5.5. Uji Kompetensi/ Ulangan ... 93
5.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 93
5.7. Lembar Kerja Siswa ... 97
Bab II ... 99
Tujuan Penataan Produk ... 99
Kegiatan Belajar 1 : Syarat Penataan Produk ... 100
1.1 Tujuan Pembelajaran ... 100
1.2 Uraian Materi ... 100
1.3 Rangkuman ... 113
1.4 Tugas ... 116
1.5 Uji Kompetensi/ Ulangan ... 117
1.6 Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 117
1.7 Lembar Kerja Siswa ... 120
Kegiatan Belajar 2 : Desain Produk ... 122
2.1. Tujuan Pembelajaran ... 122
2.2. Uraian Materi ... 122
2.3. Rangkuman ... 161
2.4. Tugas ... 164
2.5. Uji Kompetensi/ Ulangan ... 165
2.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 166
Kegiatan Belajar 3 : Tujuan Display Bagi Penjual ... 171
3.1. Tujuan Pembelajaran ... 171
3.2. Uraian Materi ... 171
3.3. Rangkuman ... 194
3.4. Tugas ... 197
3.5. Uji Kompetensi/ Ulangan ... 198
3.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 198
3.7. Lembar Kerja Siswa ... 202
Kegiatan Belajar 4 : Tujuan Display Bagi Pembeli ... 204
4.1. Tujuan Pembelajaran ... 204
4.2. Uraian Materi ... 204
4.3. Rangkuman ... 215
4.4. Tugas ... 218
4.5. Uji Kompetensi/ Ulangan ... 219
4.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan ... 220
4.7. Lembar Kerja Siswa ... 223
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 - Contoh Window Display ... 11
Gambar 1. 2 - Contoh Interior Display ... 12
Gambar 1. 3 - Contoh Closed Display ... 13
Gambar 1. 4 - Contoh Architectural Display ... 13
Gambar 1. 5 - Contoh Eksterior Display ... 14
Gambar 1. 6 - Contoh Eksterior Display ... 15
Gambar 1. 7 - Atmosfer Toko Rapih dan Menarik ... 28
Gambar 1. 8 - Diagram Suasana Gerai Tujuan Mencapai Hasil Segera/Hasil Jangka Panjang ... 30
Gambar 1. 9 - Toko/Gerai Khusus Makan ... 31
Gambar 1. 10 - Layout Toko Ukuran 6 x 19 ... 35
Gambar 1. 11 - Penyajian Merchandise ... 40
Gambar 2. 1 - Display Kombinasi Warna ... 101
Gambar 2. 2 - Pameran Produk yang Sedang Promo ... 102
Gambar 2. 3 - Melakukan Display ... 104
Gambar 2. 4 - Vertikal Display ... 109
Gambar 2. 5 - Floor Display ... 110
Gambar 2. 6 - Impulse Baying Produk... 111
Gambar 2. 7 - Wall Display ... 111
Gambar 2. 8 - Merchandise Mix ... 112
Gambar 2. 9 - Cut Cases Display ... 112
Gambar 2. 10 - Jumble Display ... 113
Gambar 2. 11 - Contoh Display Produk ... 126
Gambar 2. 12 - Elemen Signage ... 127
Gambar 2. 13 - Produk Menampilkan Grafis ... 128
Gambar 2. 14 - Contoh Merchandising ... 128
Gambar 2. 15 - Barang Tahan Lama ... 134
Gambar 2. 16 - Barang Tidak Tahan Lama ... 134
Gambar 2. 17 - Barang Bersifat Klasikal ... 135
Gambar 2. 18 - Barang Bersifat Kontemporer ... 135
Gambar 2. 19 - Barang Bersifat Adjustable ... 136
Gambar 2. 20 - Barang Bersifat Luxirius ... 136
Gambar 2. 21 - Barang Bersifat Prestisus ... 137
Gambar 2. 22 - Barang Bersifat Praktis ... 137
GLOSARIUM
Display : Penataan barang dagangan
Product : Barang atau Jasa
Ritel : Pedagang eceran
Industrial Goods : Barang industri
Consumer Goods : Barang konsumsi
Specialy Goods : Barang istimewa
Unsougt Goods : Barang yang tidak dicari
Store : Toko
Departemen fresh : Bagian yang menangani produk-produk yang segar seperti sayuran, buah dan daging.
Dead stock : Barang yang tidak laku sama sekali.
Specialy Goods : Barang istimewa
End gondola : Gondola yang paling ujung dan untuk disewakan.
Eye catching : Teknik memanjangbedasarkan luas area pandang sesorang
Floor display : Pemajangan produk dilantai.
Frozen : Alat yang digunakan oleh produk-produk beku bisa dikenal.
Frozen island : Yang berupa box besar memanjang, Produk yang disimpan dalam alat ini tahan dalam jangka waktu lama.
Store : Toko
POP(point of purchase) : Adalah strategi marketing berupa slogan atau informasi harga termasuk harga coret dan promo yang sedang berlangsung.
Product knowledge : Pengetahuan tentang produk.
Purchase order (PO) : Pesanan pebelian.
Ready stock : Barang yang siap dikirim
Shelving : Alat pemajang bagian dari gondola yang biasa disebut rak.
Single hook : Berupa gantungan biasanya untuk pemajangan produk seperti
Sikat gigi, sosis, dan sebagainya .
Slow moving : Produk yang laku terjual tetapi penjualannya lambat.
Showcase : Pendingin yang menempel ditembok di pergunakan untuk pendingin produk sosis dan dairy (produk yang expiredate-nya
Stock Persediaan barang yang siap dipakai, baik yang sudah jadi maupun yang setengah jadi.
Stock holder : Orang yang memiliki saham di perusahaan.
Tier Barisan pemajangan dari depan
Visual merchandising (vm) : Suatu tata cara pemajangan barang dagangan yang dilakukan untuk mempermudah konsumen dalam melihat, meraba, meneliti suatu barang yang akan dibelinya
Windows display : Memejangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, dan symbol-simbol, dan sebagainya dibagian depan toko yang disebut etalase
Impulse buying : Dorongan seketika.
Interior display : Memajangkan barang-barang, gambar-gambar,kartu-kartu harga,dan poster didalam took.
Open display : Barang-barang dipajanggkan pada suatu tempat terbuka sehingga dapat dipegang, dilihat dan diteliti oleh calon pembeli tanpa bantuan petugas pelayanan.
Closed display : Arang dipajangkan dalam suasana tertutup.
Impulse buying : Dorongan seketika.
Architectural display : Memperlihatkan barang-barang dalam penggunaannya, misalnya di ruang tamu, di kamar tidur, di dapur dengan perlengkapannya.
Exterior display : Penataan yang dilaksanakan dengan memajangkan barang-barang diluar toko,misalnya pada waktu mengadakan obraal dan pasar malam.
Store design dan decoration : Tanda-tanda yang berupa diantaranya simbol-simbol, lambing-lambang, poster-poster, gambar-gambar, bendera-bendera, dan semboyan-semboyan
Dealer display : Penataan yang dilaksanakan dengan cara wholesaler yang terdiri atas simbol-simbol dan petunjuk-petunjuk tentsng penggunaan produk.
Measurability : Ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
Accessibility : Suatu keadaan dimana dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
Cool room : Ruangan dingin untuk penyimpanan produk fresh, cool room terbagi menjadi dua bagian, satu untuk menyimpan makanan da sebagainya, dan bagian keduanya untuk menyimpan daging.
Departemen buyer : Divisi yang diberi wewenang untuk menangani pembelian barang berikut surat-suratnya..
Gondola : Merpuakan rak yang terbuat dari plat dan digunakan untuk mendisplay barang yang akan dijual.
Top Gondola-End Gondola : Sutu rak yang paling akhir yang menempel pada satu rangkaian islan gondola diutamakan untuk mendisplay barang yang laku dan barang promosi.
SKU (Stock Keeping Unit) : Merupakan kartu yang berfungsi sebagai pembatas dan pentuan harga.
PLU (Price Look Up Unit) : Merupakan kode suatu barang.
Barcode : Kode barang yang biasa dibaca dengan menggunakan scanner.
POP (Point Of Purchase) : Merupakan petunjuk harga yang dipromosikan.
Hook : Adalah hanger yang terbuat dari besi untuk mendisplay barang secara digantung
Floor Display yaitu : Display yang ada di lantai store.
Wing Stag : Display yang letaknya disisi barang End Gondola.
Shleving : Merupakan plat besi yang berfungsi untuk menyimpan barang display.
Standing POP : Tiang yang digunakan untuk menempel POP.
BAGIAN 1 : PENDAHULUAN
Deskripsi
Buku “Penataan Produk atau Penataan Barang Dagangan” ini disusun untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD3 dan KD4) dalam rangka memberikan bekal kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Buku Penataan Barang Dagangan dilengkapi dengan uraian materi pemelajaran mandiri yang merupakan bagian dari unit kompetensi yang harus dipelajari bagi peserta didik SMK Bidang Keahlian Tata Niaga, Paket Keahlian Pemasaran. Bahan ajar ini memberikan bekal Sikap, Pengetahuan, dan Ketrampilan dalam melakukan Penataan Barang Dagangan yang efektif dan efisien. Keahlian yang dimiliki peserta didik dalam mempelajari bahan ajar ini terdiri atas dua Kompetensi Dasar :
1. Mendeskripsikan Pengertian dan Penataan Produk 2. Mendeskripsikan Tujuan Penataan Produk
Prasyarat
Sebelum mempelajari buku ini, adapun prasyarat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki sebelum mempelajari mata pelajaran Penataan Barang Dagangan, anda dipersyaratkan telah memiliki kemampuan awal berupa mata pelajaran tertentu dengan tuntas dengan menunjukkan alat bukti yang otentik.
Adapun buku yang dipersyaratkan harus anda kuasai dengan tuntas tersebut, yakni buku mata pelajaran :
Pengantar Ekonomi dan Bisnis Pengantar Administrasi Perkantoran Pengantar Akuntnasi
Analisa dan Riset Pasar Perencanaan Pemasaran Pengelolaan Usaha Pemasaran Strategi Pemasaran Pemasaran On-Line Simulasi Digital Prinsip-Prinsip Bisnis Pengetahuan Produk
Petunjuk Penggunaan
Bacalah petunjuk penggunaan buku ini dan pahamilah isinya, untuk memudahkan anda dan guru/instruktur dalam proses pemelajaran dengan menggunakan buku ini.
1. Langkah-langkah yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut :
a. Bacalah dengan cermat rumusan tujuan dari kegiatan belajar ini yang memuat kinerja yang diharapkan, kriteria keberhasilan, dan kondisi yang diberikan dalam rangka membentuk kompetensi kerja yang akan dicapai melalui buku ini.
b. Bacalah dengan cermat dan pahami dengan baik daftar pertanyaan pada lembar kerja yang disediakan sebagai pengukur kompetensi yang harus dikuasai dalam buku ini. c. Diskusikan dengan sesama peserta didik apa yang telah anda cermati untuk
mendapatkan pemahaman yang baik tentang tujuan belajar dan kompetensi yang ingin dicapai dalam buku ini. Bila masih ragu, maka tanyakanlah pada guru/instruktur sampai paham.
d. Bacalah dengan cermat peta kedudukan modul, prasyarat dan pengertian dari istilah-istilah sulit dan penting dalam modul.
e. Bacalah dengan cermat materi setiap kegiatan belajar, rencanakan kegiatan belajar, kerjakan tugasnya, dan jawablah pertanyaan tes, kemudian cocokkan dengan kunci
jawaban. Lakukan kegiatan ini sampai anda tuntas menguasai hasil belajar yang diharapkan.
f. Bila dalam proses memahami materi anda mendapatkan kesulitan, maka diskusikan dengan teman-teman anda atau konsultasikan dengan guru.
g. Setelah anda menuntaskan semua kegiatan belajar dalam modul ini,selanjutnya pelajarilah modul selanjutnya sesuai yang tertuang pada peta kedudukan modul untuk Program Keahlian Penjualan atau konsultasikan dengan guru/instruktur
h. Anda tidak dibenarkan melanjutkan kepada kegiatan belajar berikutnya, bila belum menguasai benar materi pada kegiatan belajar sebelumnya
i. Setelah semua modul untuk mencapai satu kompetensi telah tuntas dipelajari maka ajukan uji kompetensi dan sertifikasi
2. Peranan Guru
a. Pastikan bahwa peserta didik yang akan mempelajari buku ini telah mempelajari buku ini secara tuntas.
b. Bantulah peserta didik dalam menyusun rencana kegiatan belajar dalam rangka mempelajari buku ini.
c. Berikan perhatian khusus pada perencanaan jenis kegiatan, tempat kegiatan belajar dan waktu penyelesaian akhir pembelajaran, agar mereka dapat belajar efektif dan efisien untuk mencapai kompetensi dasar standar dan sub-sub kompetensi. d. Mengidentifikasi dan menganalisis sarana-prasarana kegiatan belajar yang ada
di sekolah untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran.
e. Berikan motivasi, bimbingan dan pendampingan pada peserta diddik agar semangat belajarnya meningkat.
Tujuan Akhir
Tujuan akhir dari mempelajari buku penataan barang dagangan ini adalah pencapaian kompetensi siswa dalam menata menata barang dagangan sesuai dengan tuntutan dunia usaha atau dunia industri dalam mengerjakan tugas-tugas kerjanya di dunia usaha
1. Kinerja yang diharapkan
Setelah mempelajari kompetensi ini adalah terbentuknya kompetensi peserta didik dari segi pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam Prinsip Profesional Bekerja
2. Kriteria keberhasilan
Kriteria keberhasilan dalam penguasaan kompetensi ini dalam pencapaian nya dapat terlihat dari segi kuantitas dan kualitas, Dari segi kuantitas dilihat dari perolehan nilai kompetensi siswa melalui angka yang diperoleh nya, dan dari segi kualitas dilihat dari terbentuknya kompetensi siswa dari segi pengetahuan, sikap dan keterampilan
Peta Kedudukan Bahan Ajar
KETERANGAN :
C1.1 = Pengantar Ekonomi dan Bisnis C1.2 = Penantar Administrasi Perkantoran C1.3 = Pengantar Akuntansi
C2.1 = Analisa dan Riset Pasar C2.2 = Perencanaan Pemasaran C2.3 = Pengelolaan Usaha Pemasaran C2.4 = Strategi Pemasaran
C2.5 = Pemasaran On-Line C2.6 = Simulasi Digital C3.1 = Prinsip-Prinsip Bisnis C3.2 = Pengetahuan Produk
C3.3 = Penataan Barang Dagangan C3.4 = Komunikasi Bisnis C3.5 = Administrasi Barang C3.6 = Administrsi Transaksi C3.7 = Pelayanan Penjualan C3.1 C3.2 C3.3 C3.4 C3.5 C3.6 C3.7
C 3
C2.1 C2.2 C2.3 C2.4 C2.5 C2.6C 2
C1.1 C1.1 C1.1C 1
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
BIDANG KEAHLIAN : BISNIS DAN MANAJEMEN PROGRAM KEAHLIAN : TATA NIAGA
KOMPETENSI KEAHLIAN : PEMASARAN
MATA PELAJARAN : PENATAAN BARANG DAGANGAN
KELAS : XI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menunjukkan keimanan sebagai rasa syukur dan keyakinan terhadap kebesaran Sang Pencipta karena menyadari keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya diatur oleh Sang Pencipta.
2. Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung-jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan) sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan aktivitas sehari-hari
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok sebagai wujud implementasi dalam melaksanakan Penataan Barang.
3. Memahami,menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan
3.1 Mendeskripsikan Pengertian dan macam-Penataan Produk
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
3.2 Mendekripsikan tujuan Penataan Produk
3.3 Menklasifikasi Jenis-jenis Produk yang akan di display
3.4 Mengidentifikasi SOP penataan produk 3.5 Mengidentifikasi pelabelan produk 3.6 Melakukan Pengamatan berkala pada
Display
Cek Kemampuan Awal
Sebelum anda mempelajari buku ini , anda diminta untuk menjawab semua pertanyaan di bawah ini. Kemudian, anda diminta belajar pada materi yang belum anda kuasai dengan tuntas.
Jawablah semua pertanyaan dan uraian secara singkat dan seperlunya. 1. Uraikan secara singkat Ruang Lingkup Penataan Produk 2. Uraikan secara singkat Desain Penataan Produk
BAGIAN 2 : PEMBELAJARAN
Bab I
Mendeskripsikan Pengertian
Penataan Produk
Kompetensi Dasar :
3.1. Mendiskripsikan Pengertian Penataan Produk 4.1. Mengklasifikasikan Bentuk Penataan Produk
Materi pokok :
A. Pengertian Penataan Produk B. Ruanglingkup Penataan Produk
C. Pasal 7 UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen D. Kode Etik Asosiasi Penjualan Lansung di Indonesia
E. Segmentasi Pasar, Targeting dan Positioning
Kegiatan Belajar 1 : Karakteristik Barang dan Jasa
1.1
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai materi pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu : a. Menjelaskan pengertian penataan produk (diplay)
b. Menjelaskan bagian-bagian penataan produk (display)
1.2
Uraian Materi
Majunya suatu usaha sangat berhubungan dengan manajemen bisnis, sedangkan laju pertumbuhan suatu perusahaan dipengaruhi oleh banyak hal seperti usaha pengembangan produk baru, konsep penjualan (sales concept) dan konsep pemasaran (marketing concept), oleh karena itu dalam kegiatan sales concept dan marketing concept tidak terlepas dari kegiatan promosi (sales promotion) dan kegiatan display, sales promotion merupakan hal untuk mempromosikan barang secara langsung agar menarik minat calon pembeli terhadap produk yang dipromosikan.
Komunikasi peritel dengan pelanggannya tidak selalu menggunakan media massa seperti dengan suara di radio, dengan tulisan dan gambar seperti di majalah dan koran, ataupun dengan media suara dan gambar seperti di televisi. Komunikasi dapat terjadi melalui gambaran visual, lay out maupun display produk di dalam toko. Komunikasi visual adalah komunikasi perusahaan ritel atau toko dengan konsumennya melalui wujud fisik, seperti identitas toko, lay out dan display maupun in-store communication. Dalam hal ini display merupakan suatu peragaan untuk mempengaruhi konsumen melalui demontrasi pemajangan barang sehingga memperoleh kesan tersendiri bagi konsumen (semi personal). Salah satu penentu keberhasilan dalam bisnis ritel adalah cara mendisplay produk dengan benar. Sistem display berkaitan erat dengan jenis barang, ukuran, warna, rasa, kemasan, bentuk penataan, dan seterusnya.
Display (penataan produk) merupakan salah satu aktivitas terpenting dalam
keseharian operasional pengelolaan sebuah toko output yang dihasilkan dari aktivitas yang satu ini berpengaruh langsung pada tingkat keberhasilan penjualan di dalam toko, terlebih bagi toko-toko ritel modern yang memiliki format layanan mandiri (swalayan) seperti mini
market, supermarket maupun hypermarket. belakangan, display yang dilakukan oleh para peritel modern berkembang semakin inovatif, terutama sejak semakin banyaknya peritel yang memahami konsep dan pemanfaatan alat bantu display (visual merchandising) yang kini semakin populer. bentuk arsitektur sebuah toko menunjukkan status sosial, budaya dan perubahan dari ekonomi setempat. dahulu, bentuk ritel berupa toko-toko milik suatu keluarga yang berdiri sendiri. Kini berubah menjadi toko-toko di dalam satu arcade atau suatu mall di mana arcade, promenade, gallery, sebagai satu area terlindung dengan suasana menyenangkan. Konsep ini menjadi gambaran makin besarnya kebutuhan ruang wisata belanja.
Marc Gobe, penulis buku pemasaran dalam salah satu buku terlarisnya, Emotional Branding mengungkapkan munculnya kecenderungan perdagangan eceran (retail) yang
mampu menjadi sebuah kekuatan promosi. Mengalahkan kekuatan dari media periklanan sendiri. Retailing has become advertising. Hal ini diperoleh lewat kekuatan ritel-ritel yang tak semata karena menawarkan harga produk yang murah. Melainkan lebih karena kecerdikan retailer menciptakan kesan nyaman kepada konsumen saat menghadapi produk dalam sebuah pusat perbelanjaan.
Penataan produk adalah suatu cara pengaturan barang dagangan yang diterapkan perusahaan dengan semenarik mungkin untuk memikat pelanggan. Untuk dapat memvisualisasikan penataan produk yang menarik perlu perencanaan yang optimal. Selain itu, untuk memperoleh hasil yang baik memerlukan desainer penataan produk yang profesional, sumber daya manusia yang menguasai tetang display, memahami jenis produk, mutu, dan spesfikasi barang yang akan ditata, megetahui segmentasi pasar yang akan dijadikan sasaran, serta kode etik dalam penjualan.
a. Pengertian Penataan Produk/Penataan Barang Dagangan.
Menata produk dikenal dengan banyak istilah diantaranya yaitu : display, visual merchandising, merchandise presentation dan lain sebagainya. Sedangkan pengertian display dapat dilihat sebagai berikut:
1) Ngadiman (2008 : 329) menyatakan bahwa Display: tata letak barang dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan agar terkesan menarik dan mengarahkan konsumen untuk melihat, mendorong, dan memutuskan untuk membeli.
2) Kegiatan menata / menyusun barang dagangan dengan menggunakan media / alat (Fixture) dan kaidah – kaidah tertentu, agar barang dagangan dapat di komunikasikan / di informasikan dengan jelas dan menarik kepada konsumen
3) Suatu cara penataan produk terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan tujuan untuk menarik minat konsumen.
4) William J.Shultz, menyatakan “Display consist of simulating customers attention and
interest in a product or a store, and desire to buy the product or patronize the store, through direct visual appeal”. Display adalah suatu cara mendorong perhatian dan
minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung (direct visual appeal ). Salah satu cara memikat pelanggan adalah dengan cara membiarkan calon pembeli untuk melihat, meraba, memegang, mencicipi, mengendarai, mencoba dan sebagainya agar dia mengetahui fungsi barang tersebut.
5) Menurut Buchari Alma (2004:189) adalah sebagai berikut “ Display ialah keinginan membeli sesuatu yang tidak didorong oleh seseorang, tapi didorong oleh penglihatan ataupun oleh perasaan lainnya.”
Pelaksanaan display yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan dalam self sevice, hal ini dapat dilihat di setiap para penjual, baik penjual asongan, warung kecil, toko, bahkan mega mall. Adapun tujuan pendisplay adalah sebagai berikut:
1) Antetion dan interest customer, yaitu untuk menarik perhatian para pembeli dengan cara menggunaka lampu warna warni, pernak pernik, cat dinding yang bervariasi warnanya bila perlu diberikan hiasan, plang toko yang besar dan sebagainya.
2) Desiser dan action customer, yaitu untuk menimbulkan keinginan-keinginan Calon pembeli sehingga tertarik untuk memiliki barang yang di pamerkan/pajang,dengan cara menghias tempat barang dagang, memberikan label harga yang besar bila discon, bahkan menghias barang daganga dengan hiasan yang menarik dan melengkapinya dengan pelengkap lainnya dan sebagainya.
b. Penataan Produk (Display) dapat dibagi dalam beberapa bagian
Penataan produk (display) dapat dapat dibagi dalam beberapa bagian diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Window Display
Window display adalah pemajangan barang dagangan di etalase atau jendela kegiatan usaha atau mmajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol, dan sebagainya dibagian depan toko yang disebut etalase.
Window display adalah untuk menarik minat konsumen sekaligus menjaga keamanan barang dagangan.window display hanya memperlihatkan barang dagangan yang ditawarkan saja, tanpa dapat disentuh oleh konsumen, sehingga pengamanan menjadi lebih mudah. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia dipersilahkan untuk masuk lebih memperjelas pengamatannya.
Tujuan display
a) Untuk menarik perhatian pelanggan b) Menemancing minat pelanggan
c) Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika untuk membeli) d) Menimbulkan daya tarik
e) Menyatakan berkualitas dengan harga terjangkau
2) Interior Display
Yaitu memajangkan barang-barang dagangan, gambar-gambar, kartu harga, simbol-sibol, boneka, yang unik, menarik, lucu, antik yang dipajang di dalam etalase, gondola, meja, rak di dalam toko. Barang-barang yang dipajang dengan interior display adalah barang-barang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Interior display terbagi atas beberapa bagian yatiu:
a) Open display, yaitu barang dipajang pada tempat terbuka sehingga pembeli mudah untuk melihat dan mengamati, memilih barang dagangan tersebut tanpa bantuan petugas penjual (pramuniaga), misalnya self display, island display (barang-barang diletakkan diatas lantai dan ditata dengan baik sehingga menyerupai pulau-pulau).
Kebaikan dari open interior display antara lain; Barang dagangan dapat dijual dengan cepat
Pemilik toko dengan mudah mengadakan perubahan susunan pajangan bilamana sewaktu waktu diperlukan.
Alat alat yang dipakai untuk memamerkan barang sederhana.
Barang yang dipajangkan biasanya : Barang barang yang lama lakunya
Barang barang yang ingin cepat habis terjual Barang barang yang dibeli atas dorongan kata hati
b) Closed display, yaitu barang dipajang di dalam lemari kaca, etalase kaca, atau sebagainya sehingga pembeli haya bisa melihat saja tampa memegang dan untuk memegang atau mencobanya harus dengan bantuan karyawan. Hal ini bertujuan untuk menjaga barang agar tidak kotor, lebih menarik, atau mungkin barangnya mahal dan menghindari dari pencurian.
Gambar 1. 3 - Contoh Closed Display
1) Architectural display, yaitu memperlihatkan barang-barang dalam penggunaannya, misalnya di ruang tamu, di kamar tidur, di dapur dengan perlengkapannya. Cara
Architectural display ini dapat memperbesar daya tarik calon pembeli terhadap
barang karena barang-barang dipertunjukkan secara realistis.
Gambar 1. 4 - Contoh Architectural Display 3) Eksterior Display
Yaitu pemajangan barang dengan penataan di luar toko, misal pada saat obral atau promosi. Eksterior display diartikan pemajangan barang dagangan di tempat tertentu di luar kegiatan usaha yang biasa digunakan. Pemajangan sistem ini banyak digunakan untuk promosi barang, pengenalan produk baru, penjualan istimewa
seperti cuci gudang, discount dan sejenisnya. Untuk pemasaran secara tetap pemajangan sistem ini kurang optimal karena kelemahan faktor pengamanan, cuaca, pengiriman barang dan sebagainya. Intinya, eksterior display hanya tepat dipergunakan untuk kondisi penjualan tertentu.
Gambar 1. 5 - Contoh Eksterior Display
Fungsi dari eksterior display ini adalah:
Memperkenalkan peroduk baru, secar ekonomis dan cepat Membantu produsen menyalurkan barang dengan cepat Membantu mengkoordinasi advertising dan merchandising,
Menyebabkan adanya kontinuitas skema dan tema warna dari pembungkus dan Membangun hubungan baik dengan masyarakat/konsumen, misalnya pada acara
parade atau hari-hari nasional dan lain sebagainya
Selain itu perlu diperhatikan juga beberapa hal dalam display, yaitu:
Setore design dan decoration, yaitu tanda-tanda yang dapat mempermudah pelanggan dalam penyimpanan barang biasanya tanda-tanda ini di simpan di atas meja digantung di dalam toko dan digunakan pada moment-momet tertentu atau pada toko besar.
Dealer display, penataan yang dilaksanakan dengan cara mholesaler, yang terdiri atas simbol-simbol dan petunjuk penggunaan yang tertera pada produk, sehingga memberi peringatan pada petugas penjaga agar jagan memberikan petunjuk diluar keteranggan yang tertera pada produk.
4) Solari Display
Solari display yaitu menempatkan barang dagangan di bagian Depaertement Store
sebagai daya tarik bagi konsumen setelah masuk kedalam toko, misalnya pakaian yang digunakan oleh boneka model (menequin). Baik dengan open interior display, maupun dengan closed interior display, barang dagangan itu perlu diatur, ditata, disusun sedemikian rupa, agar para konsumen atau para pelanggan dapat tertarik dan berminat mau membelinya.
Banyak cara yang dilakukan para pengusaha untuk memikat, merangsang agar barang dagangannya banyak diminati, disenangi para konsumen dan para pelanggan. Salah satu cara untuk memajukan barang dagangannya, diantaranya dengan ikut serta menyelenggarakan pameran. Pameran (exhibition) adalah salah satu cara promosi barang dagangan dengan melalui pameran khusus.
Gambar 1. 6 - Contoh Eksterior Display
1.3
Rangkuman
Display (penataan produk) merupakan salah satu aktivitas terpenting dalam keseharian operasional pengelolaan sebuah toko output yang dihasilkan dari aktivitas yang satu ini berpengaruh langsung pada tingkat keberhasilan penjualan di dalam toko, terlebih bagi toko-toko ritel modern yang memiliki format layanan mandiri (swalayan) seperti mini market, supermarket maupun hypermarket. Penataan produk adalah suatu cara pengaturan barang dagangan yang diterapkan perusahaan dengan semenarik mungkin untuk memikat pelanggan. Untuk dapat memvisualisasikan penataan produk yang menarik perlu perencanaan yang optimal.
Adapun tujuan pendisplayan adalah sebagai berikut:
1. Antetion dan interest customer, yaitu untuk menarik perhatian para pembeli dengan cara menggunaka lampu warna warni, pernak pernik, cat dinding yang bervariasi warnanya bila perlu diberikan hiasan, plang toko yang besar dan sebagainya.
2. Desiser dan action customer, yaitu untuk menimbulkan keinginan-keinginan Calon pembeli sehingga tertarik untuk memiliki barang yang di pamerkan/pajang,dengan cara menghias tempat barang dagang, memberikan label harga yang besar bila discon, bahkan menghias barang daganga dengan hiasan yang menarik dan melengkapinya dengan pelengkap lainnya dan sebagainya.
Display dapat dibagi dalam beberapa bagian diantaranya yaitu:
1. Window display, yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-sibol, boneka, yang unik, menarik, lucu, antik dan sedang digandrungi oleh masyarakat di dalam etalase, di depan toko. Tujuan window dispay adalah sebagai berikut:
Untuk menarik perhatian pelanggan Memancing minat pelanggan
Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika untuk membeli) Menimbulkan daya tarik
Menyatakan berkualitas dengan harga terjangkau
2. Interior display, yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-sibol, boneka, yang unik, menarik, lucu, antik dan sedang digandrungi oleh masyarakat di dalam etalase, gondola, meja, rak di dalam took. Interior display dibagi atas 3 bagian :
Open display Closed display Architectural display
3. Eksterior display, yaitu pemajangan barang dengan penataan di luar toko, misal pada saat obral atau promosi. Fungsi dari display adalah :
Memperkenalkan produk baru, secara ekonomis dan cepat Membantu produsen menyalurkan barang dengan cepat
Membantu mengkoordinasi advertising dan merchandising
Menyebabkan adanya kontinuitas skema dan tema warna dari pembungkus
Membangun hubungan baik dengan masyarakat/ konsumen, misalnya pada acara parade atau hari-hari nasional dan lain sebagainya
1.4
Tugas
a. Carilah pengertian penataan produk dari sumber-sumber informasi yang lain (buku, internet, kliping, majalah, pelaku usaha dll)
b. Dikerjakan masing-masing siswa
c. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 1 minggu d. Hasilnya dilaporkan secara tertulis
e. Dipresentasikan di depan kelas
Pergilah ke sebuah Mall atau toko, amatilah Penataan Produk pada toko itu, lalu carilah informasi tentang pengertian penataan produk kepada karyawan atau pemilik toko pada kegiatan bisnis ritel tradisional, moderen di Mall yang terdapat disekitar tempat tinggal :
a. Dikerjakan secara kelompok
b. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 1 minggu c. Buatlah laporan Hasil kerja kelompok secara tertulis
d. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan kelompok lain ikut menanggapi untuk menyempurnakan
e. Guru dan siswa menyimpulkan bersama
Tugas 1
1.5
Uji Kompetensi/ Ulangan
a. Jelaskan pengertian penataan produk berdasarkan apa yang kamu ketahui! b. Jelaskan pengertian penataan produk menurut Ngadiman (2008 : 329) ! c. Jelaskan pengertian penataan produk menurut William J.Shultz !
d. Jelaskan pengertian penataan produk Menurut Buchari Alma (2004:189)! e. Jelaskan pengertian dan tujuan Window display !
f. Jelaskan pengertian dan bagian Interior display ! g. Jelaskan pengertian dan tujuan Eksterior display !
1.6
Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan
a. Pengertian Penataan produk adalah suatu cara pengaturan barang dagangan yang diterapkan perusahaan dengan semenarik mungkin untuk memikat pelanggan. b. Pengertian Penataan Produk menurut Ngadiman (2008 : 329) adalah tata letak
barang dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan agar terkesan menarik dan mengarahkan konsumen untuk melihat, mendorong, dan memutuskan untuk membeli.
c. Pengertian Penataan Produk menurut William J. Shultz (2008 : 329) menyatakan “Display consist of simulating customers attention and interest in a product or a store,
and desire to buy the product or patronize the store, through direct visual appeal”. Display adalah suatu cara mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko
atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung (direct visual appeal).
d. Pengertian Penataan Produk Menurut Buchari Alma (2004:189) adalah keinginan membeli sesuatu yang tidak didorong oleh seseorang, tapi didorong oleh penglihatan ataupun oleh perasaan lainnya.”
e. Pengertian Window display, yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-sibol, boneka, yang unik, menarik, lucu, antik dan sedang digandrungi oleh masyarakat di dalam etalase, di depan toko.
Tujuan Window display adalah :
Untuk menarik perhatian pelanggan Menemancing minat pelanggan
Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika untuk membeli) Menimbulkan daya tarik
Menyatakan berkualitas dengan harga terjangkau
Pengertian transaksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebagai berikut: “Persetujuan jual beli dalam perdagangan antara pihak pembeli dan penjual”.
f. Pengertian Interior Display yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-sibol, boneka, yang unik, menarik, lucu, antik dan sedang digandrungi oleh masyarakat di dalam etalase, gondola, meja, rak di dalam toko. Open display, yaitu barang dipajang pada tempat terbuka sehingga pembeli
mudah untuk memilih barang dagangan tersebut, misalnya barang ditata di atas meja dan barang-barang diletakan di atasnya.
Closed display, yaitu barang dipajang di dalam lemari kaca, etalase kaca, atau
sebagainya sehingga pembeli haya bisa melihat saja tampa memegang dan untuk memegang atau mencobanya harus dengan bantuan karyawan. Hal ini bertujuan untuk menjaga barang agar tidak kotor, lebih menarik, atau mungkin barangnya mahal dan menghindari dari pencurian.
Architectural display, yaitu memperlihatkan barang-barang sekaligus dengan
penggunaan, penempatan bahkan fungsi barang tersebut, contoh cara penggunaan tv, dvd, hp dan sebagainya.
g. Pengertian Eksterior Display yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-sibol, boneka, yang unik, menarik, lucu, antik dan sedang digandrungi oleh masyarakat di dalam etalase, gondola, meja, rak di dalam toko. Interior display terbagi atas beberapa bagian yatiu:
Open display, yaitu barang dipajang pada tempat terbuka sehingga pembeli
mudah untuk memilih barang dagangan tersebut, misalnya barang ditata di atas meja dan barang-barang diletakan di atasnya.
Closed display, yaitu barang dipajang di dalam lemari kaca, etalase kaca, atau
sebagainya sehingga pembeli haya bisa melihat saja tampa memegang dan untuk memegang atau mencobanya harus dengan bantuan karyawan. Hal ini bertujuan untuk menjaga barang agar tidak kotor, lebih menarik, atau mungkin barangnya mahal dan menghindari dari pencurian.
Architectural display, yaitu memperlihatkan barang-barang sekaligus dengan
penggunaan, penempatan bahkan fungsi barang tersebut, contoh cara penggunaan TV, DVD, Hp dan sebagainya.
1.7
Lembar Kerja Siswa
Buatlah kelompok yang beranggotakan 3 sampai 4 orang
Berkunjunglah ke perusahaan bisnis ritel tradisional dan moderen yang ada di sekitar lingkungan kalian
Carilah informasi tentang penataan produk menurut perusahaan bisnis ritel tersebut
Mata Pelajaran : ……… Materi pokok : ……… Kelas : ……… Semester : ……… Hari/ Tanggal : ……… Nama Kelompok 1. ……… 2. ……… 3. ……… 4. ……… 5. ……… Nama Perusahaan ………... ………... ………... ………... Jenis Perusahaan ………... ………... ………... ………... Alamat Perusahaan ………... ………... ………... ………... Hasil Kunjungan ………... ………... ………... ………...
Kegiatan Belajar 2 : Ruang Lingkup Penataan Produk
2.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai materi pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu : a. Mengkelompokan Produk
b. Menjelaskan Tingkatan Produk c. Mengklasifikasi Produk
d. Memahami Image Toko
e. Memahami Gambaran Suasana Toko (Atmosfer Toko) f. Mendesain Toko/Gerai
g. Menjelaskan Eksterior
h. Menjelaskan Atmosfer/Ambience i. Membuat Layout Toko
j. Menjelaskan Komunikasikan visual k. Menyajikan Merchandise
2.2. Uraian Materi
Jika iklan bertujuan memberitahu, menarik, memikat atau mendorong kosumen untuk datang ke gerai untuk membeli barang, maka suasan atau atmosfer dalam gerai berperan penting memikat pembeli, membuat nyaman mereka dalam memilih barang belanjaan, dan memngingakan mereka produk apa yang perlu dimiliki baik untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan rumah tangga. Suasana yang dimaksd adalah dalam arti atmosfer atau ambience yang tercipta dari gabunga unsur unsur design toko/gerai, perencanaan toko, komunikasi visual, dan merchandising.
a. Kelompok Produk
Menurut Philip Kotler Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi
keinginan atau kebutuhan. Ini meliputi benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan. Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa gagasan pokok dari definisi tersebut ialah bahwa konsumen membeli tidak hanya sekadar atribut fisik, karena pada sasarannya mereka membayar untuk sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan. Barang adalah atribut dan secara fisik dapat diraba dalam bentuk nyata.
Barang-barang tersebut dikelompokkan menjadi dua, antara lain :
1). Kelompok barang berdasarkan kepuasan segera dan kesejahteraan konsumen jangka panjang.
a). Solutari product (barang yang bermanfaat) Solutary product yaitu barang-barang yang mempunyai daya tarik sangat rendah tetapi dapat memberikan manfaat yang sangat tinggi kepada konsumen dalam jangka panjang, misalnya detergen dengan fosfat rendah.
b). Deficient product (barang yang kurang sempurna) Deficient product yaitu barang-barang yang tidak mempunyai daya tarik tinggi tetapi tetap mempunyai manfaat untuk konsumen. Misalnya, obat obatan yang rasanya pahit tetapi manjur mengobati penyakit.
c). Pressing product (barang yang sifatnya menyenangkan) Pressing product yaitu barang-barang yang segera memberikan kepuasan kepada si pembeli tetapi dapat berakibat sangat buruk bagi pemakai barang tersebut. Misalnya, rokok, minuman keras dan sebagainya.
d). Desirable product (barang yang sangat diperlukan)
Desirable product yaitu barang yang dapat memberikan kepuasan dengan segera dan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya, makanan dan minuman.
2). Kelompok barang menurut tujuan pemakaian
a). Barang konsumsi Barang konsumsi merupakan barang-barang yang dapat dibeli untuk konsumsi. Barang konsumsi dibedakan menjadi empat golongan, yaitu : i. Convenience goods (barang kebutuhan sehari-hari) antara lain
dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
Barang pokok Barang pokok merupakan barang yang dibeli secara tetap, contoh : beras, sabun, pasta gigi.
Barang impulsive Barang impulsive yaitu barang yang dibeli tanpa perencanaan, contoh : permen, cokelat dan es.
Barang darurat Barang pokok yaitu barang yang dibeli atas dorongan kebutuhan, contoh : paying dimusim hujan.
ii. Shopping goods (barang belanjaan) Merupakan barang yang pembeliannya perlu dipertimbangkan, harga relative mahal, perbandingan mutu dan lain-lain, misalnya mobil, motor, peralatan rumah tangga.
iii. Speciality goods (barang khusus) Merupakan barang dengan ciri khas yang mampu menarik konsumen dalam berbelanja, misalnya mobil mewah. iv. Unshought goods (barang yang tidak dicari)
Merupakan barang-barang yang tidak diketahui atau diketahui konsumen, namun secara normal tidak berpikir untuk membelinya, misalnya asuransi jiwa, tanah kuburan.
b). Barang industri merupakan barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industri. Konsumen atau pembeli dari barang-barang ini adalah perusahaan, lembaga, organisasi. Barang industri dapat digolongkan sebagai berikut ;
ii. Bahan dan suku cadang, barang-barang yang seluruhnya masuk dalam produk jadi. Misalnya, barang hasil pertanian.
iii. Barang modal, barang-barang yang sebagian masuk ke hasil barang jadi akhir. Barang ini meliputi :
Instalasi yaitu alat produksi utama dalam sebuah pabrik atau perusahaan yang dapat digunakan untuk jangka panjang, misalnya computer, mesin bor.
Peralatan ekstra(tambahan) yaitu alat-alat yang dipakai untuk membantu instalasi, misalnya perkakas tangan.
iv. Pembekalan dan pelayanan, merupakan padanan dari barang-barang kemudahan di bidang industri karena barang-barang tersebut pada umumnya dibeli dengan usaha minimal dengan dasar pembelian kembali. Misalnya, batu bara, tinta printer dan sebagainya.
c). Barang-barang di supermarket
Barang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu barang supermarket, barang fresh, barang fashion. Barang supermarket meliputi :
Departemen nonfood (meliputi barang selain makanan, misal skin care) Departemen household (perlengkapan rumah tangga)
Departemen toys (sarana atau tempat atau barang-barang yang disediakan khusus untuk anak-anak)
Departemen stasionary ( meliputi semua peralatan tulis dan kantor) d). Jenis, Sifat dan Spesifikasi barang.
Jenis barang ditentukan berdasarkan pembagian departemen. Sifat barang ditentukan berdasarkan perbedaan sifat atau karakter antara barang yang satu dengan yang lainnya pada departemen yang sama, misalnya perbedaan sifat drinks atau biscuits yaitu bersifat minuman dan makanan yang sama ada pada departemen food. Spesifikasi barang supermarket adalah perbedaan kualitas dan kuantitas, jenis barang dengan merek yang berbeda dalam satu sifat dan satu departemen, misalnya fruit tea dan fresh tea
Produk dapat pula dikelompokkan berdasarkan sifat dan manfaatnya. Namun demikian, tentu saja pengelompokkan tidak akan terlepas dari orientasi terhadap jenis produknya. Sebagai contoh berikut ini diketengahkan penyusunan produk pada suatu toko obat/apotik. Pertama-tama, dikelompokkan berdasarkan jenis produknya, apakah sebagai obat-obatan atau vitamin; Selanjutnya, dikelompokkan apakah jenis produk itu sifatnya cair (liquid), tablet atau bubuk kapsul; Kemudian, dikelompokkan berdasarkan manfaatnya, apakah sebagai obat batuk, obat sakit kepala, obat ashma dan sebagainya. Menggolongkan Barang-Barang Pengaturan barang perlu disusun dan ditata dengan sebaik-baiknya, serta serapi-rapinya. Kegiatan-kegiatan di dalam mengatur barang dagangan dapat dilakukan dengan menata barang, antara lain:
Pengelompokan berdasarkan penggunaannya barang, Pengelompokan berdasarkan merek barang yang sama Pengelompokan berdasarkan ukuran barang,
Pengelompokan barang-barang kebutuhan konsumen.
Pengelompokan dan pengklasifi kasian produk
Tujuan utama dari pengelompokan dan pengklasifikasian produk (barang) adalah untuk memudahkan pengelolaannya. Bagi pihak produsen atau penjual, pengklasifikasian barang akan memudahkan dalam hal:
b) Penataan di ruang pajang,
c) Pengambilan dari gudang atau tempat pemajangan, d) Pengawasan dan pemeliharaan.
b. Tingkatan Produk
Tingkatan dari produk adalah sebagai berikut : 1) Produk Inti (Core Product)
Produk inti terdiri dari manfaat inti untuk pemecahan masalah yang dicari konsumen ketika mereka membeli produk atau jasa
2) Produk Aktual (Actual Product)
Seorang perencana produk harus menciptakan produk aktual (actual product) disekitar produk inti. Karakteristik dari produk aktual diantaranya, tingkat kualitas, nama merek, kemasan yang dikombinasikan dengan cermat untuk menyampaikan manfaat inti.
3) Produk Tambahan
Produk tambahan harus diwujudkan dengan menawarkan jasa pelayanan tambahan untuk memuaskan konsumen, misalnya dengan menanggapi dengan baik claim dari konsumen dan melayani konsumen lewat telepon jika konsumen mempunyai masalah atau pertanyaan.
c. Klasifikasi Produk
Menurut Kotler (2000:45l), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok : 1) Berdasarkan wujudnya
Produk berdasarkan wujudnya dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok utama, yaitu:
Barang. Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
Jasa. Jasa merupakan aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya.
2) Berdasarkan daya tahan
Produk berdasarkan aspek daya tahan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu
Barang tidak tahan lama (nondurable goods). Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng, dan sebagainya.
Barang tahan lama (durable goods). Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya: lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.
Produk juga dapat diklasifikasikan berdasarkan konsumennya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini Fandy Tjiptono (1999:98-101) mengklasifikasikan produk menjadi:
i. Barang Konsumen
Barang Konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir (individu atau rumah tangga), dan bukan untuk kepentingan bisnis, barang konsumen dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu:
Convenience Goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki
frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera dan memerlukan usaha yang minimum dalam perbandingan dan pembelianya.
Shooping Goods adalah barang yang proses pemilihan dan pembelianya,
dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria pembanding meliputi harga, kualitas, dan model masing-masing. Contohnya: alat rumah tangga, pakaian, dan kosmetik.
Speciality goods adalah barang yang memiliki karakteristik atau identifikasi
merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang ini terdiri atas
barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, seperti mobil jaguar dan pakaian desain terkenal.
Unsought goods adalah barang yang tidak diketahui oleh onsumen atau
kalaupun sudah diketahui oleh konsumen, konsumen belum tentu tertarik untuk membelinya. Contohnya: batu nisan, ensiklopedi, dan tanah pekuburan.
ii. Barang industri
Barang industri adalah barang yang di konsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen bisnis). Barang industri digunakan untuk keperluan selain di konsumsi langsung yaitu: untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali. Barang industri dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:
Material and part, merupakan barang yang seluruhnya atau sepenuhnya
masuk ke dalam produk jadi. Kelompok ini dibagi menjadi dua kelas yaitu bahan baku serta bahan jadi dan suku cadang.
Capital Items, merupakan barang tahan lama (long Lasting) yang memberi
kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi.
Supplies and service, merupakan barang yang tidak tahan lama serta jasa
yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola keseluruhan produk jadi.
d. Image Toko
Seperti penataan produk, sebuah toko juga memiliki kepribadian. Beberapa toko bahkan memiliki citra yang jelas di dalam benak konsumen. Dengan kata lain, image (cita) sebuah toko adalah kepribadian sebuah toko. Kepribadian atau image toko menggambarkan apa yang dilihat dan dirasakan oleh konsumen terhadap toko tertentu. Bagi konsumen kepribadian itu juga memiliki suatu gambaran yang utuh bagi pemilik toko. Oleh sebab itu, pemilik toko harus mampu mengetahui dan merancang apa yang diinginkan, dilihat dan dirasakan oleh konsumen terhadap toko tertentu
Menciptakan sebuah image yang baik bagi konsumen adalah pekerjaan yang tidak mudah. Image adalah suatu bayangan atau gambaran yang ada dalam benak seseorang yang timbul karena emosi dan reaksi terhadap lingkungan di sekitarnya. Image sebuah toko terhadap konsumen dapat diciptakan dengan cara :
Menyajikan produk yang lengkap, bermutu, dan berkualitas Menetapkan harga dengan wajar
Tata ruang toko yan nyaman
Customer service (pelayanan pramugari yang sopan dan terlatih)
e. Gambaran Suasana Toko (Atmosfer Toko)
Kata atmosphere (atmosfer) berasal dari bahasa Inggris yang berarti suasana. Secara umum pengertian atmosfer toko adalah gambaran suasana keseluruhan dari sebuah toko yang diciptakan oleh elemen fisik (eksterior, interior, layout, display) dan elemen psikologis (kenyamanan, pelayanan, kebersihan, ketersediaan barang, kreativitas, promosi, teknologi).
Atmosfer toko yang menarik akan mendorong konsumen untuk berbelanja. Atmosfer toko juga akan mempengaruhi:
1) Konsumen untuk datang kembali dan keceriaan konsumen untuk berbelanja terjadi 2) Waktu untuk cuci mata dan mempertimbangkan penawaran yang diberikan.
3) Kecenderungan konsumen untuk membelanjakan uang lebih dari yang sudah direncanakan.
Suasana atau atmosfer dalam gerai merupakan salah satu dari unsur dalam retail marketing mix. Gerai kecil yang tertata rapi dan menarik akan lebih mengundang pembeli dibandingkan gerai yang diatur biasa saja. Sementara, gerai yang diatur biasa saja tapi rapi bersih lebih menarik daripada agerai yang tidak diatur sama sekali dan tampak kotor.
Gambar 1. 7 - Atmosfer Toko Rapih dan Menarik
Gerai besar atau gerai milik perusahaan eceran dan skala besar pada pusat perbelanjaan menghadapi tantangan yang sama dengan gersai kecil, yaitu bagaimana memikat calon pembeli dan bagaimana cara menata secara menarik agar bisa menyaingi gerai gerai besar atau pisat perbelanjaan pesaung. (Pusat perbelanjaan semestinya melayani suatu trading area atau area catchment. Tetapi di Jakarta, khususnya, konsep ini kurang berlaku). Tetapi, berbeda dengan gerai kecil, gerai besar harus menangani persoalan dalam skala yang besar, seperti penataan barang dalm jumlah besar, penataan interior, penataan cahaya, dan lain lain. Tantangan gerai besar adalah bagaiman mengelola suasana (atmosfer) dalam toko sedemikian rupa sehingga tujuan meningkatkan kunjungan pelanggan tercapai, penjualan bertambah, dan citra positif terbangun.
Untuk itu, perlu diketahui hal-hal apa saja yang dapat menunjang terbentuknya suasana dalam gerai besar yang sesuai dengan harapan konsumen. Ada dua macam perilaku berbelanja yang menjadi titik perhatian peritel dalam rangka menyiapkan suasan dalam gerai yang sesuai.
Pertama adalah kelompok orang yang berorientasi “belanja adalah belanja”. Kelompok ini lebih mementingkan aspek fungsional. Meskipun demikian, syarat minimal gerai yang mereka pilih adalah yang tertata baik, bersih, dan berpendingin udara. Tetapi soal daya tarik visual dan fasilitas tambahan bukanlah hal yang penting bagi mereka.
Sedangkan bagi kelompok kedua, yaitu orang orang yang berorientasi “rekreasi”, faktor ambience, visual merchandising, dan fasilitas fasilitas yang lengkap menjadi aspek penentu dalam keputusan mereka mengunjungi suatu pusat perbelanjaan. Dikaitkan denan perilaku konsumen indonesia, mereka kebanyakan saat ini berorientasi rekreasi. Sehingga menjadi semacam keharusan bagi semua peritel dan pemilik pusat perbelanjaan untuk mendandani tempat belanja mereka semenarik mungkin.
Orientasi belanja adalah belanja dan lebih
menguntungkan
Faktor penting dalam gerai : Barang yang diperlukan tersedia
Harga menarik
Cepat proses pembayaran (antrian
Dari diagram berikut ini terlihat bahwa suasana dalam gerai diciptakan untuk melayani target market (yaitu, kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pemasaran) guna menyentuh emosi mereka dan memberi pengalaman berbelanja yang berujung pada tercapainya sasaran segera (penjualan) dan sasaran jangka panjang berupa citra positif dan rekomendasi untuk teman dan keluarga.
Gambar 1. 8 - Diagram Suasana Gerai Tujuan Mencapai Hasil Segera/Hasil Jangka Panjang
Mesti diagram diatas menunjukan kotak perispan suasan dalam gerai mendahului kotak target market, langkah awal dalam pemasaran adalah memahami dan memilih target market. Fungsi penciptaan “suasana dalam gerai” dilakuakn setelah peritel memiliki konsep yang jelas siapa saja di masyarakat yang menjadi sasaran dari program pemasarannya.
Suasana dalm gerai menggambarkan moment of truth, yaitu situasi langsung yang dirasakan konsumen saat berbelanja. Jika setting dari suasana itu optimal maka peritel
Orientasi rekreasi lebih dipengarusi oleh suasana lingkungan tempat belanja
Faktor penting dalam gerai :
Daya tarik ambience (suasana internal Visual merchandising
Fasilitas dalam gerai
Barang dan jasa tersedia dan terpenuhi
Suasana dalam gerai Desain Toko/Gerai -Desain interior -Ambience Perencanan toko -Alokasi ruang -Rencana gang -Layout Komunikasi visual -Identitasi ritel -Grafis Pengajian merchandise Untuk Melayani Target Market Sosio-ekonomi Contoh: -Umur -Pengeluaran -Jenis kelamin Life-style Contoh: -Waktu Sempit -Trendy Ekspektasi/harap an Contoh: -Belanja saja -Pengalaman Agar Menyentuh Emosi dan Pengalaman (memengkan dan mempertahankan mind share dan heart share) Emosi Contoh : -Senang -Antusias -Bangga -Parsimonious Pengalaman Contoh : Nyaman mendapatkan Informasi memperoleh teman Sehingga menciptakan hasil Konsumen lebih menikmati
Nyaman berlama lama Berbelanja lebih banyak Hasil janka panjang Kesan positif yang
terbentuk
(modern, fashionable, status, handal, lengkap, dll) Kunjungan ulang Frekuensi kunjungan naik Merekomendasikan gerai
(untuk memperoleh dan memperthankan market share)
(dengan gerai yang dikunjungi konsumen) akan dpaat menentuh emosi konsumen dan memberi pengalaman berbelanja. Emosi dan pengalaman yang positif memberi peritel peluang mendapatkan pangsa pasar di benak masyarakat (disebut sebagai mind share) dan memenangkan hati mereka (diebut heart share).
Dari situ, langkah selanjutnya adalah hasil konkret berupa belanja konsumen. Rupiah yang dibelanjakan memberi peritel kesempatan memperoleh pangsa pasar atau market share. Market share adalah persentasi dari penjualan yang diraih peritel dibandingkan total penjualan yang terjadi oleh semua peritel diwilayah yang sama.
f. Desain Toko/Gerai
Toko merupakan bangunan tetap untuk menjual barang kebutuhan sehari-hari. Luas bangunannya lebih besar daripada warung. Pengelolaan usahanya pun dilakukan secara lebih rapi. Saat ini toko ada yang mengkhususkan diri untuk menjual barang tertentu. Misalnya Toko Roti menjual roti, roti kalaeng, snck, permen. Toko pakaian menjual pakaian untuk anak-anak dan dewasa. Toko elektronik menjual barang elektronik, seperti televisi, radio, dan kipas angin. Sementara itu, macam-macam perabotan seperti lemari, meja, kursi, dan tempat tidur dapat ditemui di toko mebel.
Gambar 1. 9 - Toko/Gerai Khusus Makan
Desain toko (store design) merupakan stategi penting untuk menciptkan suasan yang akan membuat pelangga merasa betah berada dalam suatu toko/gerai. Desain toko saat ini
lebuh banyak bersifat consumer-led, yakni penataan yang dikembangkan sesuai dnegan keinginan, kebutuhan, dan selera konsumen. Sudah tentu pertimbangan akhir tetap ditangan pimpinan perusahaan ritel atau manajer toko yang mendapat wewenang. Pada intinya, desain toko bertujuan memenuhi syarat fungsional sambil menyediakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan sehingga mendukung terjadinya transaksi.
Desain toko mencakup desain di lingkungan toko, yaitu mencakup desain eksterior, lay out, dan ambience. Desain eksterior mencakup wajah gerai atau sore front, marquee, pintu masuk, dan jalan masuk. Layout atau tata letak berkaitan erta dengan alokasi ruang guna penempatan produk yang dijual. Amibience adalah suasana dalam toko yang menciptakan perasaan tertentu dalam diri pelanggan yang ditimbulkan dari penggunaan unsur unsur desian interior, pengaturan cahaya, tata suara, sistem pengaturan udara, dan pelayanan. Desain toko yang tepat akan membantu tercapainya sasaran komunikasi visual.
g. Eksterior
Desain ekternal merupaka wajah dari sbeuah gerai. Ada beberapa unsur sehubungan dengan desain eksternal yaitu :
Store front
Desain eksternal yang menunjuakn ciri khas dari perusahaan, baik berupa gaya, struktur maupun bahan. Gerai kecil berupa minimarket mempunyai bentu yang mirip saru sama lain dalam hal perwajahan, yaitu penggunaan kaca sepanjang lebar toko dengan lis plang (kayu atau logam) dibagian atas memanjang juga selebar toko dengan lebar sekitar 50 cm. Yang membeakan adalah warna dan nama. Gerai besar sekelas hypermart mempunyai wajah yang membedakan dengan kontras antara satu peritel dengan peritel lainnya. Bentuk bangunan dikombinasikan dengan warna dan nama gerai yang dibuat dengan khas sesuai karakter perusahaan masing masing dapat segera terasa perbedaanya.
Marquee
simbol baik yang hanya berupa tulisan beserta gambar maupun yang diwujudkan ke bentuk 3 dimensi. Contohnya adalah lambang Mcdonald’s berupa huruf “M” yang khas disertai nama lengkapnya “Mcdonald’s” yang dibuat atas lembaran plastik, serat kayu, kaca, atau bahan daar lainnya. Huruf dan nama juga dicetak pada kertas pembungkus. Lambang “M” juga diwujudkan dalam 3 dimensi yang diletakkan didepan restoran
tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada gerai lain seperti Carrefour dan Hero yang mendapatkan marquee mereka di atap gedung.
Pintu masuk
Gerai kecil hanya memiliki satu pintu masuk. Tetapi gerai menengah dan besar memiliki sedikitnya dua pintu, yaitu pintu utama dan pintu akses dari lahan parkir. Ini banyak ditemui pad gerai yang menyediakan batang kebutuhan harian seperti gerai toko besar (hypermarket). Sebagian gerai besar dapat memutuskan untuk memiliki lebih dari 2 pintu masuk sesuai kebutuhan. Gerai yang berlokasi di gedung bertingkat dan memiliki ruang gerai dibeberapa lantai mempunyai pintu masuk sebanyak lantai dimana mereka berada.
Jalan masuk
Jalan masuk bisa dibuat lebar, sedang atau sempit. Itu bergantung dari kebijakan yang dinut peritel. Kebijakan yang menganut “ingin menyenangkan dan melayani” akan mengatur lebar jalan masuk yang mebuta dua orang bisa berjalan beriringan masuk sambil berpapasan dengan dua orang dari arah berlawanan yang juga berjalan beriringan. Sebaliknya, jika kebijakannya adalah “melakukan efisiensi” lebar jalan akan diatur cukup untuk 2 orang berjalan berpapasan secara pas-pasan. Jalan masuk yang lebar banyak dipakai oleh gerai kelas atas sementara jalan masuk yang sempit banyak dipakai gerai kelas menengah dan atas.
h. Atmosfer/Amibience
Penataan interior amat meengaruhi konsumen secara visual, sensual, dan mental sekaligus. Semakin bagus dan menarik penataan interior suatu gerai msemakin tinggi daya tarik pada panca indra pelanggan yaitu penglihatan, pendengaran, aroma, rasa, sentuhan. Konsep tentang ide/citra, membuat semakin senang pelanggan berada pada gerai itu.
Tetapi penataa yang canggih memerelukan penanganan ahli dan memerlukan bahan baku yang tidak murah. Karena itu, penataan yang canggih biasa terjadi pada gerai yang mampu menghasilkan banyak penjualan dan keuntungan. Ini terjadi pada gerai menengah dan besar dan gerai khusus seperti gerai kosmetik. Gerai kosmetik yang khusus menjual barang kecantikan (kosmetik) yang mengkombinasikan semua unsur yang dapat memikat konsumen dalam hal visual, sensual, dan mental, yaitu berupa cahaya, musik,