• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN V Perangkat

LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II

Satuan Pendidikan : SD Sumberwatu

Hari / tanggal : Selasa, 1 September 2015 Kelas / Semester : III / I

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) A. Indikator Pembelajaran

Kognitif :

- Menyebutkan nama tokoh dalam cerita - Menyebutkan sifat tokoh dalam cerita Afektif :

- Menunjukan minat dalam pembelajaran Psikomotorik :

Proses

- Bekerja sama dengan siswa yang lain Produk

- Memberikan tanggapan dan alasan tentang tokoh dalam cerita

B. Petunjuk Kegiatan

1. Bacalah pertanyaan sebelum mengerjakan! 2. Jawablah dengan jelas dan tepat!

C. Kegiatan Belajar 1

Sebutkan nama dan sifat tokoh yang ada dalam setiap cerita!

Cerita Pertama Cerita Kedua

Cerita Ketiga Cerita Keempat

Cerita Kelima

Nama Tokoh Sifat Tokoh Nama Tokoh Sifat Tokoh

Nama Tokoh Sifat Tokoh

D. Kegiatan Belajar 2

Bagaimana perasaanmu selama mengerjakan soal? Gambarkan ekspresimu pada lingkaran di bawah ini!

Jika Bingung Jika Senang Jika Sedih

REFLEKSI

Apa saja yang telah kamu pelajari?

_______________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ _______________________________________________________________________ _________

168

"Pergilah dari sini, serangga pengganggu!" kata seekor Singa dengan marah pada seekor Lebah yang terbang berputar-putar di sekeliling kepalanya. Tetapi Lebah itu tidak memperdulikan kemarahan sang Singa.

"Apakah kamu pikir saya takut kepada kamu yang disebut sebagai Raja Hutan?" kata sang Lebah dengan mencemoh.

Sang Lebah lalu terbang mendekat ke Singa lalu menyengatnya di hidung. Singa yang marah lalu mencakar dengan keras ke arah sang Lebah tetapi Lebah yang kecil tersebut tidak dapat dilukai oleh sang Singa. Sang Lebah lalu menyengatnya berulang-ulang sehingga sang Singa mengaum keras dengan marah. Akhirnya sang Singa yang sekarang penuh dengan luka-luka kecil bekas sengatan merasa capai, menghentikan perkelahian dan menyerah kalah.

Sang Lebah lalu terbang menjauh untuk memberitakan kemenangannya ke seluruh dunia, tetapi sialnya, dia terbang menuju ke sebuah jaringan laba-laba dan terperangkap disana. Akhirnya, sang Lebah yang telah berhasil mengalahkan singa si Raja

Seorang pemburu yang tidak terlalu berani, sedang mencari jejak seekor singa. Dia lalu bertemu dengan seorang penebang kayu di dalam hutan dan dia pun bertanya kepada

penebang itu jika saja ia melihat adanya tanda-tanda jejak sang Singa atau tahu di mana singa tersebut bersarang.

"Saya tahu," kata penebang kayu itu, "sekaligus saya bisa menunjukkan dan memperlihatkan kamu dimana Singa itu berada sekarang."

Sang Pemburu berubah menjadi sangat pucat hingga giginya berbunyi karena gemetaran akibat rasa takut. Ia pun menjawab, "Tidak, terima kasih, saya tidak meminta semua itu, saya hanya mencari jejak kakinya, dan bukan singanya."

Seekor tikus yang lapar, menemukan sebuah keranjang yang penuh dengan jagung. Ia lalu berusaha untuk masuk ke keranjang tersebut melalui satu celah yang sangat sempit yang menutupi mulut keranjang. Jagung tersebut begitu menggiurkan sehingga sang Tikus memaksa dirinya untuk masuk ke dalam keranjang. Akhirnya dengan susah payah, sang Tikus berhasil masuk dan langsung makan dengan rakusnya hingga perutnya menjadi sangat kenyang, dan bahkan membuat badannya tiga kali lebih besar dibandingkan sebelum masuk ke dalam keranjang tadi.

Akhirnya sang tikus merasa puas dan menarik dirinya yang berat untuk keluar dari keranjang, tetapi hal yang bisa ia lakukan, hanyalah mengeluarkan kepalanya dari celah sempit itu. Di sanalah ia mengerang-ngerang dan mengeluh karena tidak bisa keluar.

Saat itulah seekor musang lewat, dan ketika sang Musang melihat tikus tersebut, ia langsung mengerti kejadian yang dialami oleh sang Tikus.

"Teman," kata sang Musang, "Saya mengerti semua kejadian yang menimpa kamu. Kamu benar-benar kekenyangan sampai tidak bisa keluar. Itulah hukuman bagi kamu. Kamu akan tetap tinggal di sana sampai badanmu sekurus sebelum kamu masuk tadi - apabila kamu ingin keluar."

Seekor singa, seekor keledai dan seekor rubah, berburu bersama-sama dan berhasil menangkap banyak hewan hutan. Sang Keledai pun di minta untuk membagi hewan

tangkapan tersebut, dan sang Keledai membaginya dengan sangat adil, membaginya menjadi tiga bagian yang sama banyak.

Sang rubah sangat puas dengan cara pembagian itu, tetapi sang Singa menjadi sangat marah, dan dengan sekali mengayunkan cakarnya yang besar kepada keledai, sang keledai pun mati dan ikut menambah tumpukan mangsa.

Lalu sang Singa berbalik ke arah rubah.

"Sekarang, kamu yang membaginya," katanya dengan marah.

Sang Rubah tidak membuang waktunya lagi untuk berbicara. Dengan cepat ia menumpuk hewan tangkapan tersebut menjadi satu tumpukan besar. Lalu dari sana, ia mengambil

sebagian kecil untuk dirinya sendiri, itupun bagian yang tidak berarti seperti tanduk dan tapak kaki dari kambing gunung, termasuk ekor dari sapi.

Sang Singa yang amarahnya telah mereda, tersenyum dan bertanya kepada sang Rubah. "Siapa yang mengajari kamu untuk membagi tumpukan ini dengan adil?"

"Saya mendapatkan pelajaran membagi dari sang Keledai," balas sang Rubah sambil menjauh.

Seekor anak kambing yang sangat lincah telah ditinggalkan oleh penggembalanya di atas atap jerami kandang untuk menghindari anak kambing itu dari bahaya. Anak kambing itu mencari rumput di pinggir atap, dan saat itu dia melihat seekor serigala dan memandang serigala itu dengan raut muka yang penuh dengan ejekan dan dengan perasaan yang penuh kemenangan, dia mulai mengejek serigala tersebut, walaupun pada saat itu dia tidak ingin mengejek sang Serigala, tetapi karena dia merasa serigala tersebut tidak akan dapat naik ke atas atap dan menangkapnya, timbullah keberaniannya untuk mengejek.

Serigala itupun menatap anak kambing itu dari bawah, "Saya mendengarmu," kata sang Serigala, "dan saya tidak mendendam pada apa yang kamu katakan atau kamu lakukan ketika kamu diatas sana, karena itu adalah atap yang berbicara dan bukan kamu."

173

LAMPIRAN VI

Dokumen terkait