BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
Lampiran 4. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa Dalam-
(c) Lembar penilaian kemampuan kelompok dalam bekerjasama. (Lampiran 18).
(d) Lembar penilaian kemampuan siswa mengerjakan kuis individu yang dilakukan pada setiap akhir siklus untuk melihat seberapa besar peningkatan yang dialami tiap siswa selama pelaksanaan pembelajaran koopertif tipe STAD. (Lampiran 17).
b. Tindakan
Pada tahap ini, penerapan pembelajaran kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) sesuai dengan rencana tindakan yang telah dibuat pada saat perencanaan. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1) Guru memberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran dan garis besar materi yang akan dipelajari dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas.
2) Peneliti mengumpulkan data nilai siswa sebelum diterapkan metode STAD dengan tujuan untuk mengukur pemahaman siswa pada awal penelitian.
3) Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok heterogen beranggotakan empat orang dan membagikan lembar kerja untuk masing-masing kelompok. Siswa dalam kelompok mengerjakan lembar kerja, sementara peneliti berkeliling memantau kegiatan tersebut.
4) Guru dan siswa mendiskusikan dan mengoreksi hasil kerja kelompok secara bersama.
5) Guru memberi soal kuis dan siswa mengerjakan secara individu. c. Observasi
Tahap ini dilaksanakan bersamaan waktunya dengan tahap tindakan. Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan atas hasil atau dampak pelaksanaan tindakan. Pengamatan dilakukan dengan bantuan instrumen observasi dan dilengkapi perekaman dengan
d. Refleksi
Pada tahap ini, dilaksanakan analisis, pemaknaan, dan penyimpulan hasil observasi terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran. Ada dua macam refleksi yang dilakukan.
1) Refleksi segera setelah suatu pertemuan berakhir digunakan untuk mengidentfikasi kekurangan-kekurangan dalam permasalahan dan pemecahannya untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya (penyesuaian rencana pembelajaran dan / atau instrumen yang perlu disempurnakan).
2) Refleksi pada akhir siklus pertama, digunakan untuk mengetahui apakah target yang telah ditetapkan sesuai indikator keberhasilan tindakan telah tercapai.
2. Siklus kedua
Tahap-tahap dan kegiatan-kegiatan pada siklus kedua pada dasarnya sama dengan siklus pertama, hanya saja tindakan yang dilakukan berbeda. Tindakan pada siklus kedua ini ditentukan berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan siklus pertama. Disamping itu, pelaksanaan siklus kedua ini juga dilaksanakan selama dua kali pertemuan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpuan data dalam penelitian ini adalah tes, kuisioner, observasi, dan wawancara.
b. Kuisioner digunakan untuk memperoleh data tentang motivasi belajar siswa.
c. Observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang partisipasi dan motivasi belajar siswa dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) dan implementasi STAD.
d. Wawancara untuk mendapatkan data tentang metode pembelajaran, proses pembelajaran, hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran serta prestasi belajar siswa.
F. Instrumen Penelitian
Beberapa instrumen yang diperlukan dalam penelitian ini adalah : 1. Format daftar nilai siswa kelas X. (Lampiran 10).
2. Rencana pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student team Achievement Division (STAD).
Dalam RPP ini guru menetapkan langkah apa saja yang akan dilakukan guru dalam pembelajaran, serta kegiatan-kegiatan apa saja yangn harus dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan yang direncanakan. (Lampiran 5).
3. Lembar observasi siswa
Untuk lembar observasi siswa terdiri dari lembar partisipasi siswa saat berdiskusi. (Lampiran 4).
4. Lembar kuesioner (untuk mengukur motivasi belajar siswa). (Lampiran 7).
5. Lembar soal Post Test (untuk mengukur pemahaman siswa setelah implementasi tindakan). (Lampiran 8)
6. Lembar refleksi guru mitra. (Lampiran 15). 7. Lembar refleksi siswa. (Lampiran 16). 8. Lembar skor kelompok. (Lampiran 18).
G. Teknik Pengujian Instrumen
Teknik pengujian instrumen yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Pengujian Validitas Kuisioner
Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Menurut Sugiyono (2008:455) data yang valid adalah “data yang tidak berbeda” antara data yang dilaporkan dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian. Dalam penelitian ini yang akan diuji adalah butir-butir pertanyaan.
Untuk menguji validitas kuisioner dalam penelitian ini digunakan rumus korelasi product moment dari Karl Person (Arikunto, 2006:170), dengan rumus sebagai berikut :
rxy
=∑ ∑ ∑
∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi variabel x dengan variabel y
xy = Jumlah hasil perkalian antara variabel x dengan variabel y x = Jumlah nilai setiap item
y = Jumlah nilai konstan
N = Jumlah subjek penelitian
Kuisioner sebagai alat ukur perlu diuji validitasnya untuk menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Semakin tinggi validitas suatu alat ukur semakin tepat pula alat pengukur mengenai sasarannya, sebaliknya semakin rendah validitas alat ukur semakin jauh pula alat pengukur mengenai sasarannya. Adapun kriteria validitasnya adalah sebagai berikut:
Jika dengan taraf signifikan ( , 5 maka butir- butir pertanyaan dinyatakan valid dan jika dengan taraf signifikan ( , 5 maka butir-butir pertanyaan dikatakan tidak valid.
Uji validitas ini menggunakan komputer program SPSS versi 16.0. Apabila diperoleh hasil untuk setiap butir lebih besar dari dengan N = 20 dengan taraf signifikan 5% yang menunjukkan sebesar 0,444, maka butir-butir soal yang telah disusun ke dalam instrumen dinyatakan valid sehingga pengambilan keputusan data penelitian dapat dilakukan. Berikut ini adalah tabel hasil pengujian validitas kuisioner yang akan digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 3.1
Hasil Pengujian Validitas Kuisioner
No Keterangan 1 0.489 0,44 VALID 2 0.593 0,44 VALID 3 0.500 0,44 VALID 4 0.543 0,44 VALID 5 0.485 0,44 VALID 6 0.566 0,44 VALID 7 0.469 0,44 VALID 8 0.541 0,44 VALID 9 0.608 0,44 VALID 10 0.757 0,44 VALID 11 0.552 0,44 VALID 12 0.519 0,44 VALID 13 0.525 0,44 VALID 14 0.473 0,44 VALID 15 0.470 0,44 VALID 16 0.689 0,44 VALID 17 0.615 0,44 VALID 18 0.622 0,44 VALID 19 0.557 0,44 VALID 20 0.738 0,44 VALID
Dari tabel diatas maka 20 item pertanyaan dapat dinyatakan valid, karena masing-masing pertanyaan lebih besar dari , sehingga 20 pertanyaan tersebut layak digunakan untuk penelitian. 2. Pengujian Reliabilitas
Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama maka akan diperoleh hasil yang relatif sama (Azwar, 2000:3). Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan formula Alpha Cronbach.
∑
Keterangan :
Koefisien reliabilitas alpha k = Jumlah item
= Varians responden untuk item J
= Jumlah varian skor total
Besar r dapat dihitung dengan uji statistik Alpha Cronbach. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan Alpha Cronbach lebih besar dari 0.60 (Ghozali, 2002:133).
Taraf signifikan yang digunakan adalah 5%, jika maka instrumen yang digunakan dapat dinyatakan reliabel (dapat dipercaya). Sama halnya dengan uji validitas, uji reliabilitas ini juga menggunakan komputer program SPSS versi 16.0. Berikut ini adalah hasil pengujian reliabilitas instrumen yang telah dilakukan.
Tabel 3.2
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Cronbach's Alpha N of Items
0.912 20
Dari tabel diatas maka instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat dinyatakan reliabel (dapat dipercaya) karena
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Analisis Deskriptif
Data hasil observasi dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan pemaparan (deskripsi) data / informasi tentang suatu gejala yang diamati dalam proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan tingkat keberhasilan dari metode kooperatif tipe STAD sebagaimana adanya dalam bentuk paparan naratif maupun tabel.
2. Analisis Komparatif
Analisis komparatif dilakukan untuk melihat perkembangan peningkatan motivasi dan pemahaman belajar siswa dari waktu ke waktu khususnya pada masa pra penelitian, siklus pertama dan siklus kedua. Dari berbagai tahapan tersebut kemudian dibandingkan bagaimana perubahan tingkat motivasi dan hasil belajar siswa. Untuk mengukur tingkat perkembangan pemahaman belajar siswa dalam penelitian tindakan ini menggunakan post test, sedangkan untuk motivasi belajar siswa diukur dengan menggunakan kuisioner.
a. Motivasi
Motivasi dalam belajar dapat diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan
memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki siswa dapat tercapai.
Variable ini diukur menggunakan 6 indikator yang meliputi kemauan untuk belajar, kemauan mengerjakan tugas, keinginan berprestasi, menerima tantangan, tidak mudah putus asa, dan keterlibatan. Adapun indikator yang akan diukur tampak dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3.3
Indikator Motivasi Belajar
No Indikator Hal yang Diukur
1 Kemauan untuk
belajar
Siswa belajar tanpa disuruh orang tua
Siswa tertarik untuk mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan guru
Siswa tidak pernah mempersiapkan materi pelajaran untuk hari berikutnya
2 Kemauan mengerjakan tugas
Siswa selalu mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik mungkin
Tugas dari guru adalah penting sehingga siswa harus mengerjakannya
Siswa menyalin pekerjaan teman
Siswa mengerjakan tugas dengan tidak serius
3 Keinginan berprestasi
Siswa belajar dengan tekun setiap hari untuk meningkatkan prestasi
Nilai teman yang lebih bagus dari saya mendorong saya untuk berprestasi lebih baik lagi
Siswa puas dengan nilai yang di dapat selama ini sehingga tidak perlu belajar lagi
4 Menerima tantangan
Siswa tertarik mengerjakan soal yang sulit
Siswa lebih suka ulangan dengan model “open book”
(membuka buku)
5 Tidak mudah putus asa
Siswa baru akan berhenti belajar apabila siswa sudah merasa lelah
Siswa baru akan meminta bantuan teman apabila merasa sudah tidak bisa mengerjakannya sendiri Siswa kecewa jika mendapat nilai jelek sehingga
malas belajar
6 Keterlibatan Siswa selalu bertanya ketika tidak bisa memahami
pelajaran yang diberikan guru
Siswa selalu berperan aktif pada saat pelajaran berlangsung
Siswa sering mengganggu teman pada saat pelajaran berlangsung
Siswa malas bergabung dengan kelompok pada saat guru menyuruh membentuk kelompok
Target keberhasilan motivasi yaitu 70% siswa memiliki tingkat motivasi tinggi. Untuk melihat kategori tingkat maotivasi digunakan PAP II. Adapun kriteria patokan motivasi belajar berdasarkan PAP II tampak pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.4
Kriteria Motivasi Belajar
Kelas Kriteria Motivasi Belajar 85 — 100 Motivasi Sangat Tinggi
73 — 84 Motivasi Tinggi
65—72 Motivasi Cukup
57 — 64 Motivasi Rendah 20 — 56 Motivasi Sangat Rendah
Jadi, apabila target keberhasilan motivasi adalah 70% anak dari jumlah keseluruhan siswa memiliki tingkat motivasi tinggi, maka hasil kuesioner dari 13 siswa harus berada pada rentangan 73- 84. Adapun indikator di dalam kuesioner motivasi tampak dalam kisi-kisi kuesioner di bawah ini:
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner
Variabel Indikator Nomor ItemPositif Nomor ItemNegatif
Motivasi Kemauan belajar 1, 2 3 Kemauan mengerjakan t 4, 5 6, 7 Keinginan berprestasi 8, 9 10 Menerima tantangan 11, 12 13 Tidak mudah putus asa 14, 15 16
Keterlibatan 17, 18 19, 20
Variabel motivasi belajar ini diukur dengan menggunakan 5 kategori dimana untuk pernyataan positif (mendukung) jawaban memiliki skor dengan kategori: sangat setuju = 5, setuju = 4, ragu- ragu =3, tidak setuju = 2, sangat tidak setuju = 1. Sebaliknya, untuk pernyataan negative tidak mendukung) jawaban memiliki skor dengan kategori: sangat setuju = 1, setuju = 2, ragu-ragu = 3, tidak setuju = 4, sangat tidak setuju = 5.
b. Pemahaman belajar siswa
Untuk mengukur pemahaman belajar siswa dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari guru dan post test. Dari perbandingan nilai tersebut dilihat apakah ada peningkatan pemahaman secara signifikan dari siswa. Dalam hal ini
target keberhasilan yang diinginkan yaitu 70% siswa mampu mampu mencapai nilai ketuntasan yang telah ditentukan oleh SMK PAHAR Menjalin.
43
BAB IV
GAMBARAN UMUM SEKOLAH
A. Sejarah SMK PAHAR Menjalin
1. SMK PAHAR berdiri pada tahun pelajaran 2003/2004 berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, No. 420/365/TUM/2003, tanggal 2 Juni 2003 dan di selenggarakan oleh yayasan PAHAR Menjalin. Semulanya menggunakan gedung SDN 05 Menjalin.
2. Pada tahun 2005 menempati gedung sendiri di Jalan raya No. 27 Menjalin, dan merupakan sekolah swasta pertama yang sudah mempunyai gedung sendiri di kecamatan menjalin.
B. Visi, Misi, dan Tujuan SMK PAHAR Menjalin 1. Visi SMK PAHAR Menjalin
Cerdas, Cermat, Terampil, Taqwa. 2. Misi SMK PAHAR Menjalin
a. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.
b. Mengembangkan semangat dan motivasi warga sekolah (guru, pegawai dan siswa)
c. Mendorong dan membantu setiap siswa mengenai potensi dan bakat yang dimiliki sehingga dapat dikembangkan secara maksimal baik di sekolah maupun di masyarakat.
d. Mengembangkan kesadaran akan penghayatan terhadap ajaran agama masing-masing serta adat istiadat yang dapat menjadi sumber kearifan dan kebijakan.
3. Tujuan SMK PAHAR Menjalin a. Tujuan Umum
1) Mengembangkan sistem pembelajaran dan keterampilan kerja praktik
2) Meningkatkan budaya kerja yang sesuai dengan dunia kerja 3) Memberikan bekal sikap mental, perilaku luhur, dan
kepribadian yang kuat
4) Menumbuhkan semangat bersaing dan berkompetisi
5) Meningkatkan hubungan yang baik dengan DU/DI dan instansi lain
6) Memperbaiki ruang kelas, laboratorium, dan perpusatakaan yang memadai
7) Mengadakan media, alat praktik, dan buku sumber yang lengkap
b. Tujuan Program Keahlian Akuntansi
Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam kompetisi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang akuntansi.
c. Tujuan Program Keahlian Administrasi Perkantoran
Mendidik dan melatih siswa untuk menjadi tenaga administrator muda di bidang administrasi perkantoran.
d. Tujuan Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Menyiapkan peserta didik agar mampu menguasai IPTEK secara khusus dalam bidang komputer dan jaringan.
C. Sistem Pendidikan SMK PAHAR Menjalin
SMK PAHAR dengan moto “ Ad Sacientia Vitam Sapientia “ memberikan bekal dan keterampilan praktis kepada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan yang selaras dengan GBPP dan kebutuhan jasmani. Penyelenggaraan pendidikan formal adalah salah satu entrypoint (jalan masuk) bagaimana sumberdaya manusia berkualitas dapat di bangun, dan dalam pelaksanaannya bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi seluruh komponen masyarakat hendaknya terlibat dan dilibatkan kedalam upaya ini. Dengan demikian tercipta sistem yang sinergis yang dapat menciptakan dunia pendidikan yang lebih baik, dalam kerangka membangun, menciptakan SDM-SDM yang berkualitas dan profesional. Tujuan pendidikan tingkat satuan Pendidikan di SMK PAHAR Menjalin mengacu pada tujuan umum Pendidikan yaitu: Tujuan Pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Konsekuensi dari tujuan tersebut sekolah harus memberikan bekal keilmuan untuk studi lebih lanjut dan mempersiapkan lulusan menjadi tenaga kerja yang handal dan sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Industri/Kerja (DU/DI/DK), maka SMK PAHAR Menjalin melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), yaitu pendidikan yang dilaksanakan di dua tempat yaitu di sekolah dan di dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja. Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di Dunia Usaha/Industri/Kerja.
Sekolah menjadwalkan Praktik Industri setiap tahunnya pada bulan Februaril sampai dengan bulan Mei tahun yang bersangkutan dengan total waktu 4 bulan, kecuali apabila DU/DI/DK yang menghendaki jadwal tersendiri. Sedangkan siswa yang mengikuti Praktik Industri adalah siswa kelas XI program keahlian Administrasi Perkantoran dan Akuntansi.
D. Kurikulum SMK PAHAR Menjalin
Kurikulum merupakan seperangkat rencana kegiatan dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Kurikulum dimaksudkan untuk memperlancar proses kegiatan belajar mengajar dan membina pengembangan
program studi untuk mempersiapakan lulusan yang cakap dan terampil sesuai dengan tuntutan kurikulum.
SMK PAHAR Menjalin menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan pengembangan kurikulum 2004 (KBK) dan merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dikembangkan di masing-masing satuan Pendidikan dan Komite Sekolah, yang berisi: Tujuan Satuan Pendidikan, Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Kalender Pendidikan, dan Silabus. Berikut hal-hal yang berkaitan dengan KTSP: 1. Struktur Program sesuai dengan Standar Isi, yang meliputi:
a. Kelompok mata pelajaran Agama dan akhlak mulia
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan teknologi d. Kelompok mata pelajaran estetika
e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan f. Muatan lokal
g. Pengembangan diri (diarahkan ke bimbingan karier dan pengembangan kreativitas)
2. Standar ketuntasan belajar
a. Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam satu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ketuntasan ideal untuk masing-masing indikator 75%
b. SMK PAHAR Menjalin menggunakan kentutasan belajar minimal untuk kelompok mata pelajaran normatif dan adaptif 6,50 dan untuk kelompok mata pelajaran produktif 7,50
3. Standar kelulusan
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan teknologi, kelompok mata pelajaran estetika, kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
c. Lulus ujian sekolah d. Lulus ujian nasional
49
E. Organisasi sekolah SMK PAHAR Menjalin
STRUKTUR ORGANISASI
KOMITESEKOLAH KEPALA SEKOLAH
TATA USAHA
BENDAHARA
BIDANG KEAHLIAN BISNIS DAN MANAJEMEN BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI
KEP.PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI
KEP.PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
KEP.PROGRAMKEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
WAKA BIDANG KURIKULUM WAKA BIDANG SARANA WAKA BIDANG KESISWAAN
DEWAN GURU
1. Tugas Kepala Sekolah, Guru, dan Karyawan adalah sebagai berikut: a. Kepala Sekolah
Kepala sekolah berfungsi dan bertugas sebagai educator, manajer, administrasi dan supervisor, leader inovator dan motivator.
1) Kepala sekolah sebagai educator
Kepala sekolah sebagai educator bertugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.
2) Kepala sekolah sebagai manajer Mempunyai tugas : a) Menyusun perencanaan b) Mengorganisasikan kegiatan c) Mengarahkan kegiatan d) Mengkoordinasikan kegiatan e) Melaksanakan pengawasan
f) Melakukan evalusai terhadap kegiatan g) Menentukan kebijaksanaan
h) Mengadakan rapat i) Mengambil keputusan
j) Mengatur proses belajar mengajar
k) Mengatur administrasi, ketatausahaan, siswa, ketenagaan, sarana prasarana, dan keuangan RAPBS
m)Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait.
3) Kepala sekolah sebagai administrator Berfungsi menyelenggarakan administrasi : a) Perencanaan b) Pengorganisasian c) Pengarahan d) Pengkoordinasian e) Pengawasan f) Kurikulum g) Kesiswaan h) Ketatausahaan i) Ketenagaan j) Kantor k) Keuangan l) Perpustakaan m)Laboratorium n) Ruang keterampilan/kesenian o) Bimbingan konseling p) UKS q) OSIS r) Serba guna s) Media
t) Gudang u) 9 K
4) Kepala sekolah sebagai supervisor
Bertugas menyelenggarakan supervisi mengenai: a) Proses belajar mengajar (PBM)
b) Kegiatan bimbingan dan konseling c) Kegiatan ekstrakurikuler
d) Kegiatan ketatausahaan
e) Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait f) Sarana dan prasarana
g) Kegiatan OSIS h) Kegiatan 7 K
5) Kepala sekolah sebagai pemimpin/leader
a) Dapat dipercaya, jujur dan bertanggungjawab b) Memahami kondisi guru, karyawan dan siswa c) Memiliki visi dan memahami misi sekolah
d) Mengambil keputusan urusan intern dan ekstern sekolah e) Membuat, mencari dan memilih gagasan baru
6) Kepala sekolah sebagai inovator Melakukan pembaruan dibidang: a) KBM
b) BK
d) Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan
e) Melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya di KOMITE sekolah dan masyarakat.
7) Kepala sekolah sebagai motivator
a) Mengatur ruang kantor yang konduktif untuk bekerja b) Mengatur ruang kantor yang konduktif untuk KBM/BK c) Mengatur ruang laboratorium yang konduktif untuk praktek d) Mengatur ruang perpustakaan yang konduktif untuk belajar e) Mengatur halaman/lingkungan sekolah yang sejuk dan teratur f) Menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis sesama guru dan
karyawan
g) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis antar sekolah dan lingkungan
h) Menerangkan prinsip penghargaan dan hukuman dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah dapat mendelegasikan kepada wakil kepala sekolah.
b. Wakil kepala sekolah
Wakil kepala sekolah membantu kepala sekolah dalam kegiatan- kegiatan sebagai berikut:
1) Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program
2) Pengorganisasian 3) Pengarahan
4) Ketenangan 5) Pengkoordinasian 6) Pengawasan 7) Penilaian
8) Identifikasi dan pengumpulan data 9) Penyusunan laporan
c. Guru
Guru bertanggungjawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi:
1) Membuat perangkat pengajaran 2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran
3) Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar 4) Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
5) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan 6) Mengisi daftar nilai siswa
7) Membuat alat pelajaran/alat peraga
8) Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni
9) Melakukan kegitan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum 10)Melaksanakan tugas tertentu disekolah
11)Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggungjawabnya
13)Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran 14)Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum
15)Mengumpulkan dan menghitung harga kredit untuk kenaikan pangkatnya.
d. Wali kelas
Wali kelas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1) Pengelolaan kelas
2) Penyelenggaraan administrasi kelas
3) Menyusun pembuatan statistik bulanan siswa 4) Pengisian daftar nilai siswa
5) Membuat catatan khusus tentang siswa 6) Pencatatan mutasi siswa
7) Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar 8) Pembagain buku laporan penilaian hasil belajar e. Guru bimbingan dan konseling
Membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1) Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan konseling
2) Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar
3) Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiata belajar.
4) Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tetntang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai
5) Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling 6) Menyusun statistik hasil penilaian bimbingan dan konseling 7) Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
8) Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling
9) Menyusun laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling f. Pustakawan sekolah
Pustakawan sekolah membantu kepala sekolah dalam kegiatan sebagai berikut :
1) Perencanaan pengadaan buku-buku / bahan pustaka / media elektronika
2) Pengurusan pelayanan perpustakaan 3) Perencanaan pengembangan perpustakaan
4) Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku / bahan pustaka / media elektronika
5) Inventarisasi dan pengadministrasian buku-buka dan bahan pustaka / media elektronika
6) Melakukan layanan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan lainnya
g. Laboratorium
Pengelola laboratorium membantu kepala sekolah dalam kegiatan sebagai berikut :
1) Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium 2) Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium