• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lempar Lembing Langkah Jingkat ( Hop Step )

Bab 12 Permainan dan Olahraga Atletik

B. Lempar Lembing Langkah Jingkat ( Hop Step )

Lempar lembing merupakan nomor lempar yang dilombakan dalam cabang olahraga atletik. Perlombaan lempar lembing dilakukan di lapangan terbuka dengan menggunakan lembing, yang mempunyai ketentuan sebagai berikut:

a. Lembing Untuk putra: 1) Berat 800 gram. 2) Panjang 260 – 270 m.

3) Panjang lilitan untuk pegangan 15 – 16 cm. Untuk putri:

1) Berat 600 gram. 2) Panjang 220 – 230 m.

3) Panjang lilitan untuk pegangan 15 – 16 cm.

b. Lapangan

Lapangan lempar lembing adalah sebagai berikut. 1) Lebar : 4 meter

2) Panjang awalan : 30-37 meter 3) Besar sudut lemparan : 40o

Gambar 12.7 Lapangan.

Gambar 12.6 Lembing Ilustrasi: Susanto

2.

Teknik Dasar Lempar Lembing

Teknik dasar lempar lembing yang harus dikuasai sebagai berikut. a. Cara memegang lembing

Ada tiga macam cara memegang lembing, sebagai berikut.

1) Pegangan cara Amerika

Cara ini adalah antara jari telunjuk dan ibu jari berada tepat di belakang lilitan tali pegangan lembing.

2) Pegangan cara Finlandia

Cara ini adalah antara jari tengah dan ibu jari berada tepat di belakang lilitan tali pegangan lembing, sedangkan letak jari telunjuk lurus ke belakang di bawah lembing.

3) Pegangan cara menjepit (tang)

Telunjuk dan jari tengah menjepit lembing tepat di belakang pegangan (balutan).

b. Cara membawa lembing Ada dua macam cara, yaitu:

1) Lembing dibawa setinggi telinga, mata lembing mengarah ke bawah.

Gambar 12.9 Pegangan cara Finlandia.

Gambar 12.10 Pegangan cara menjepit tang.

Gambar 12.8 Pegangan cara Amerika. Ilustrasi: Susanto

Ilustrasi: Susanto

Ilustrasi: Susanto

Gambar 12.11 Cara membawa lembing.

2) Lembing dibawa setinggi telinga, mata lembing mengarah ke atas.

c. Sikap badan pada saat akan melempar lembing

Sikap badan merupakan dasar pokok untuk melempar lembing dengan baik dan benar.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut. 1) Berdiri tegak menyamping ke arah lemparan

dan kedua kaki di buka lebar.

2) Kaki kiri lurus ke depan lemas, kaki kanan di belakang dengan lutut ditekuk ke depan dan serong ke belakang, berat badan berada pada kaki kanan, dan pandangan ke depan ke arah sasaran.

3) Lembing dipegang dengan tangan kanan lurus ke belakang dengan mata lembing

serong ke atas dan berada di dekat sudut mata. Siku tangan kiri dibengkokkan dan berada di depan untuk menjaga keseimbangan. d. Cara melempar lembing

1) Pada saat lembing akan dilempar, tangan yang memegang lembing diputar ke dalam bersamaan dengan siku dibengkokkan, lembing dibawa ke atas kepala dan pinggul dilentingkan ke depan. Semua gerakan ini dilakukan serentak dan cepat (tidak terputus-putus).

2) Saat lembing berada di atas kepala, lembing diluruskan kemudian dilepaskan dengan dorongan ibu jari dan jari tengah yang memegang lembing, gerakan tangan seperti mencambuk.

3) Saat lembing dilempar, kaki kanan ditolakkan pada tanah.

Gambar 12.14 Cara melempar lembing. Ilustrasi: Susanto Gambar 12.12 Cara membawa lembing setinggi

telinga.

Ilustrasi: Susanto

Gambar 12.13 Sikap badan saat melempar lembing.

e. Sikap badan setelah melempar (gerakan lanjutan / followthrough) Gerakan ini selain untuk membantu

kekuatan lemparan, juga sangat penting untuk membantu keseimbangan agar badan tidak jatuh. Sikap badan yang harus diperhatikan setelah melempar adalah sebagai berikut.

1) Sikap badan menghadap ke arah lembing, kaki kanan yang dipakai untuk menolak jatuh di tanah menggantikan tempat kaki kiri.

2) Kaki kiri tergantung lemas sambil menjaga keseimbangan tubuh. Pergan-

tian kaki tersebut selain membantu dan menambah daya kekuatan melempar, juga untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tidak jatuh ke depan.

3.

Latihan Lempar Lembing tanpa Awalan dan dengan Awalan

a. Gerakan melempar tanpa awalan Dari sikap berdiri, melatih ge- rakan lengan terakhir dengan meng- hujamkan lembing ke tanah. Mulai dengan lembing berada di atas bahu kanan dan lempar/tancapkan di ta- nah sejauh 5 – 8 meter di depan pelem- par dengan tarikan dari bahu kemu- dian lengan diluruskan.

b. Gerakan melempar dengan satu langkah

Dari sikap berdiri dengan kaki rapat, melangkah ke depan dengan kaki kiri, putarlah bahu ke kanan untuk menarik lembing lewat atas bahu kanan. c. Gerakan melempar dengan dua langkah

Dari sikap berdiri dengan lembing di belakang, langkahkan kaki kanan ke depan kemudian gerakkan kaki kiri dengan cepat untuk membentuk langkah lempar yang panjang de-ngan kecondongan badan

ke belakang, lemparkan lembing lewat atas bahu dengan kaki kiri yang tertahan.

Gambar 12.15 Gerakan lanjutan (follow through).

Ilustrasi: Susanto

Gambar 12.16 Gerakan tanpa awalan.

Ilustrasi: Susanto

Gambar 12.17 Gerakan melempar dengan satu

langkah.

Ilustrasi: Susanto

Gambar 12.18 Gerakan melempar dengan dua langkah

d. Gerakan mengkoordinasikan lima langkah terakhir dan melempar

Dimulai dengan gerakan berjalan pelan kemudian mencoba lari kecil atau

jogging, akhirnya melakukan lari awalan dilanjutkan dengan melempar.

Gambar 12.19 Gerakan mengkoordinasikan lima langkah terakhir dan melempar.

4.

Lempar Lembing Gaya Langkah Jingkat (Hop Step)

Cara melakukannya sebagai berikut.

a. Berdiri menghadap arah lemparan, lembing dipegang dan diangkat setinggi telinga dengan siku tertekuk, mata lembing serong ke atas.

b. Lakukan awalan lari dengan cepat ke arah lemparan, pada saat kaki kanan sampai pada tanda yang telah ditentukan, tangan kanan meluruskan lembing ke belakang bawah, kemudian pada saat kaki kiri melangkah dan mendarat, mulai dari kaki kanan melakukan jingkat dengan langkah lebar sambil menarik badan ke samping. Gerakan jingkat ini dilakukan lebih kurang 2-4 langkah. Selanjutnya dengan didahului tekukan siku, tangan kanan mendorong lembing ke depan serong ke atas lewat di atas bahu, kepala sampai lengan kanan lurus untuk siap melempar lembing sambil diikuti badan condong ke depan dan berat badan berada pada kaki kiri.

c. Langkahkan kaki kanan ke depan dan kaki kiri ditarik ke belakang badan, sikap kaki kiri tergantung rileks di belakang badan.

Gambar 12.20 Lempar lembing gaya jingkat.

Ilustrasi: Susanto

5.

Peraturan Perlombaan

a. Lembing harus dipegang pada tempat pegangan.

b. Pelempar harus melakukan lemparan dari lintasan lapangan lempar lembing yang disediakan.

c. Lemparan yang sah, mata lembing harus menancap atau menggores tanah di sektor lemparan.

d. Lemparan tidak sah bila sewaktu melempar menyentuh lengkung lemparan atau garis 1,5 meter samping atau menyentuh tanah di depan lengkung lemparan. e. Pemenang adalah peserta yang dapat melemparkan paling jauh dengan

lemparan yang sah.

f. Setelah melakukan lemparan, peserta harus keluar melalui belakang garis batas lemparan.

C. Lempar Cakram Awalan Menyamping