• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Letak, Luas dan Batas Tapak

Agrowisata Wanda Strawberry terletak dalam kawasan Desa Wisata Lembang, tepatnya di Kampung Manoko, RT.01/RW.03, Desa Cikahuripan, Kecamatan lembang, Kabupaten Bandung Barat. Menurut Kemenparekraf (2012) dalam Solihin et al. (2021), desa wisata merupakan sebuah kawasan pedesaan yang memiliki karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata.

Desa Wisata Lembang memiliki karakteristik sebagai daerah wisata pertanian. Salah satu tempat wisata pertanian di daerah ini ialah Agrowisata Wanda Strawberry yang memiliki luas agrowisata sekitar 100 tumbak atau setara dengan 1.400 𝑚2. Batas tapak Agrowisata Wanda Strawberry yang berada di Desa Cikahuripan ini adalah :

Sebelah Utara : Kabupaten Subang Sebelah Selatan : Desa Gudang Kahuripan Sebelah Barat : Desa Sukajaya

Sebelah Timur : Desa Jayagiri 2. Objek dan Atraksi Agrowisata

Menurut Yoeti (1997) dalam Halida (2006), suatu daerah tujuan harus memiliki objek atau atraksi yang dapat dijual kepada wisatawan, daerah tujuan harus memiliki: 1). Something to see sebagai sesuatu yang dapat dilihat, 2).

Something to do sebagai sesuatu yang dapat dilakukan, serta 3). Something to buy sebagai sesuatu yang dapat dibeli. Rincian objek dan atraksi agrowisata dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Objek dan Atraksi Agrowisata .

Ruang Atraksi Utama

Komoditi Objek/Aktivitas Wisata Something to

see

Something to do Something to buy Inti/Display Stroberi Kebun stroberi Petik stroberi

dan edukasi budidaya stroberi

Produk segar (buah stroberi)

Pengolahan Produk olahan stroberi

Sarana pengolahan

Pengamatan, praktek

pengemasan dan pengolahan

Oleh-oleh berupa stroberi beku dan hasil olahan stroberi (Jus dan Ice Cream)

26

Setelah melakukan pengamatan di lapang dan kesimpulan didapat dari hasil wawancara dengan pihak perusahaan, agrowisata sudah memiliki objek dan atraksi wisata yaitu agrowisata petik stroberi. Selain itu juga wilayah sekitar agrowisata memiliki keindahan alam dan iklim yang sejuk menjadi nilai tambah tersendiri dalam konsep pengembangan. Gambar 5 memperlihatkan objek dan atraksi agrowisata yang terdapat di dalam agrowisata. Objek wisata pada agrowisata merupakan tanaman stroberi yang ditanam secara organik, dengan menggunakan media tanam campuran antara tanah, sekam bakar dan kotoran ayam. Hal tersebut dilakukan demi menghasilkan buah stroberi dengan rasa yang khas serta aman untuk dikonsumsi oleh pengunjung.

Gambar 5 Objek dan Atraksi Agrowisata

Pada saat ini Agrowisata Wanda Strawberry yang ada dikelola oleh perusahaan masih hanya dilengkapi dengan tempat duduk untuk pengunjung berisirahat. Untuk aktivitas atraksi yang ada adalah memetik stroberi, berbelanja hasil olahan dan beristirahat. Adapun hasil olahan yang sudah diupayakan diantaranya adalah buah stroberi beku, jus dan ice cream stroberi. Kemudian belum adanya fasilitas yang memadai seperti musholla, gazebo dan tempat makan menjadi kendala tersendiri. Rincian potensi dan kendala serta solusi pengembangan dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9 Atraksi, Potensi, Kendala dan Solusi Pengembangan

Objek dan Atraksi Wisata

Potensi dan Kendala Solusi

Sub-zona inti Aktivitas wisata masih terbatas Fasilitas kurang dan tidak mendukung konsep agrowisata Produk buah tidak selalu tersedia Lokasi kurang luas

Efisiensi ruang dan perluasan Penyediaan fasilitas yang mendukung konsep agrowisata Mengembangkan aktivitas agrowisata yang lebih menarik dan bervariasi

27

Sub-zona pengolahan Tersedianya bahan baku dan alat untuk pengolahan produk pertanian

Memanfaatkan potensi untuk menghasilkan produk yang lebih beragam dan berkualitas Menyajikan proses pengolahan sebagai bagian dari atraksi agrowisata dalam kawasan

Atraksi pada pengolahan merupakan salah satu pengembangan yang direncanakan oleh pihak Agrowisata Wanda Strawberry. Dalam waktu dekat akan dibangun suatu pusat pengolahan produk olahan buah stroberi. Pada saat ini persiapan pengembangan atraksi pengolahan sudah sampai pada tahap persiapan dengan dilakukannya perapihan pada letak yang akan dibangun sebagai tempat pengolahan.

Atraksi pengolahan diharapkan dapat mendukung aktivitas wisata pasif.

Hasil pengolahan produk dapat dijual sebagai oleh-oleh, sehingga dapat memudahkan wisatawan jika ingin membeli produk untuk oleh-oleh. Wisatawan juga dapat melihat dan terlibat langsung dalam aktivitas pengolahan stroberi, mulai dari persiapan bahan baku hingga menjadi produk yang siap untuk dikonsumsi.

Rincian pengembangan pada aktivitas agrowisata dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10 Pengembangan Aktivitas Agrowisata

No Zona Atraksi Tujuan Zonasi Aktivitas

1. Sub-zona inti Mengenal tanaman buah strawberry

Kebun buah - Pengamatan buah stroberi

- Menikmati buah stroberi segar - Jalan santai,

menikmati pemandangan, istirahat 2. Sub-zona

pengolahan

Mengamati dan mempelajari proses dan aktivitas pengolahan produk sampai menikmati hasil

- Ruang pengolahan, - Ruang

penyambutan dan pelayanan agrowisata

- Pengamatan proses pengolahan

- Belajar rangkaian proses pengolahan mulai datangnya bahan baku sampai hasil

- Menikmati hasil olahan dari buah stroberi

28 3. Aksesibilitas

Agrowisata Wanda Strawberry terletak di wilayah wisata Lembang yang merupakan salah satu wilayah destinasi wisata yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Terdapat dua jalur menuju lokasi agrowisata, yaitu jalur dari arah Desa Parompong dan jalur dari arah Alun-Alun Lembang, kedua jalur tergolong kedalam jenis jalan desa.

Menurut Harris dan Dines (1988) dalam Susanto (2007), terdapat tiga jenis jalan, yaitu jalan provinsi, jalan desa dan jalan setapak. Jalan provinsi merupakan jalan beraspal dengan lebar 5-6 meter dalam kondisi yang baik (kelas III), sedangkan jalan desa sebagian besar masih makadam dengan lebar jalan 3-4 meter.

Kondisi jalan yang sesuai untuk wisata disesuaikan dengan kebutuhan yaitu memiliki lebar jalan 5,5 - 6,5 m, sedangkan untuk kegiatan produksi minimum 7,5 m. Mengacu pada standar diatas maka kedua jalur menuju agrowisata belum memenuhi syarat sebagai jalur wisata maupun jalur produksi, karena sebagian besar jalur sirkulasi primer terdiri atas jalan desa. Peta lokasi dan akses menuju agrowisata dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6 Lokasi dan Akses menuju Agrowisata

29

Agrowisata Wanda Strawberry memiliki satu akses masuk yang berupa jalan desa. Akses tersebut merupakan akses utama dan satu-satunya untuk menuju agrowisata yang ditandai dengan banner yang berada di jalur masuk agrowisata.

Terdapat kesulitan untuk mencapai akses masuk ini, karena kedua jalur menuju akses masuk agrowisata merupakan turunan dan tanjakan yang cukup curam sehingga cukup sulit untuk dilalui kendaraan bermotor. Gambaran jalur akses masuk agrowisata dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 7 Jalur Akses menuju Agrowisata

Akses menuju agrowisata menyatu antara jalur masyarakat dan jalur wisatawan, hal tersebut cukup menyulitkan bagi wisatawan yang datang dengan menggunakan kendaran roda empat, karena jalur masuk yang kecil dan hanya dapat dilalui oleh satu kendaraan roda empat. Berikut rincian potensi dan kendala serta solusi pengembangan pada jalan agrowisata dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11 Kondisi Jalan, Potensi, dan Solusi Pengembangan

Kondisi Jalan Potensi dan Kendala Solusi

Akses masuk dan jalur wisatawan

- Terdapat satu akses menuju ke dalam agrowisata - Akses masuk agrowisata

rusak dan sempit

Membuat perbaikan dan pelebaran akses masuk agrowisata

Badan jalan Tidak terdapat bahu jalan untuk pejalan kaki

Menyediakan bahu jalan untuk pejalan kaki Pohon pelindung jalan Tidak ada pohon pelindung

jalan

Menanam pohon pada tepi jalan untuk menahan silau dan cahaya matahari, dan kontrol terhadap bad view Fasillitas jalan Tidak ada rambu pengarah Mengantisipasi dengan

memberikan rambu pengarah

30 4. Fasilitas Agrowisata

Keberadaan fasilitas wisata yang memadai akan memberikan kemudahan dan kenyamanan pada wisatawan. Terdapat beberapa fasilitas yang ada pada agrowisata saat ini diantaranya area bersantai, area parkir, rumah produksi olahan stroberi, rumah pekerja, dan wc / toilet. Gambaran fasilitas agrowisata disajikan pada Gambar 8.

Area Bersantai Area Bersantai

Area Parkir Rumah Produksi Olahan Stroberi

Rumah Pekerja WC / Toilet

Gambar 8 Fasilitas Agrowisata pada saat ini

Fasilitas pada agrowisata pada saat ini terbilang cukup baik untuk menunjang kebutuhan dari wisatawan. Namun dari fasilitas yang ada masih belum lengkap untuk memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, karena belum adanya fasilitas untuk berbelanja dan beribadah.

31

Upaya peningkatan fasilitas diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Proses perencanaan lanskap yang dilakukan sejalan dengan pengembangan fasilitas yang disesuaikan dengan aktivitas yang dikembangkan pada masing-masing zona agrowisata, yaitu zona agrowisata dan non agrowisata (Gunn 1997).

Pengembangan yang dilakukan pada agrowisata wanda strawberry hanya dilakukan pada zona agrowisata karena perusahaan tidak memiliki zona non agrowisata yang disebabkan oleh lahan yang terbatas. Pengembangan pada fasilitas untuk mendukung aktivitas agrowisata aktif dan pasif. Fasilitas untuk aktivitas agrowisata aktif menekankan dari segi fungsi, sedangkan untuk aktivitas agrowisata pasif penekanan pada segi kenyamanan dan estetika. Pengembangan fasilitas pada zona agrowisata disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12 Analisis Fasilitas Wisata Kawasan Agrowisata

Ruang Aktivitas Fasilitas

Zona Agrowisata Zona Atraksi Agrowisata

Sub Zona Atraksi Inti - Mengikuti proses budidaya tanaman strawberry mulai pembibitan, panen dan pasca panen, menikmati hasil panen Jalan santai, menikmati pemandangan dan suasana tapak, photo hunting, memetik strawberry

- Jalan santai, menikmati pemandangan dan suasana tapak, photo hunting, memetik strawberry

Kebun strawberry*,

pembibitan*, jalan setapak*, dan tempat duduk *.

Sub Zona Pengolahan Mengamati proses pengolahan aneka produk stroberi dan berbelanja produk olahan

Kafe sebagai tempat pengolahan produk stroberi Zona Penunjang Agrowisata

Zona Pelayanan - Beristirahat

- Berbelanja olahan buah strawberry

- Beribadah

Lobby agrowisata, area parkir*, tempat duduk*, musholla, gazebo, kafe, homestay, dan tempat sampah Zona Penerimaan Berjalan dan berkendara Gapura, trotoar, jalan*

Zona Penghubung - Menikmati pemandangan - Berfoto – foto

- Beristirahat

Wifi area dan selfie area

Keterangan : *Aktivitas dan fasilitas yang telah tersedia

32 5. Informasi Agrowisata

Menurut Hapsari (2008) informasi awal tentang keberadaan suatu kawasan dapat dilihat dari adanya banner penanda agrowisata pada jalur masuk agrowisata.

Penyampaian informasi di dalam agrowisata akan dibuat sederhana dan simpel, dimana luas lahan yang terbatas tidak memerlukan penggunaan media informasi khusus seperti informasi pada leaflet. Untuk itu penggunaan peta pada lobby agrowisata dinilai sudah cukup membantu wisatawan dalam memahami lokasi atraksi dan fasilitas pada agrowisata. Bentuk informasi pada fasilitas dan lokasinya dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13 Fasilitas Wisata Agrowisata

Bentuk Informasi Fasillitas Lokasi

Informasi Agrowisata Banner penanda agrowisata Jalan masuk agrowisata

Pusat Informasi Peta agrowisata Lobby agrowisata

Papan Petunjuk - -

Pada Tabel 13 fasilitas wisata agrowisata terlihat bahwa informasi agrowisata dapat dilihat dari banner penanda agrowisata yang berlokasi di jalan masuk menuju agrowisata, kemudian untuk pusat informasi dapat dilihat pada peta agrowisata yang terdapat di lobby agrowisata. Sedangkan papan petunjuk dinilai tidak diperlukan pada agrowisata karena lahan agrowisataa yang cukup terbatas, oleh karena itu hal tersebut ditiadakan.

Dokumen terkait