• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

7. Pengelola Agrowisata

Pada agrowisata Wanda Srtawberry ini pengelolaan dilaksanakan oleh perusahaan yang berbentuk CV, dimana pada agrowisata saat ini beranggotakan 3 orang. Owner agrowisata merupakan Bapak Wawang Yugiantara yang merangkap dibidang pemasaran, kemudian founder merupakan Muhammad Roy Y. yang merangkap dibidang produksi, serta Yanwar Hadi P. sebagai pekerja kebun.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak perusahaan mengenai pengembangan pada pengelola agrowisata. Menghasilkan struktur organisasi pengelola agrowisata dapat dilihat pada Gambar 10.

Gambar 10 Pengembangan Struktur Organisasi Agrowisata

Pengembangan pada agrowisata akan menambah dua divisi yaitu divisi keuangan dan divisi pengolahan. Akan tetapi penambahan pada tenaga kerja hanya terjadi pada divisi pengolahan, karena pada divisi keuangan akan dipegang oleh pemilik perusahaan.

Div. Kebun Div. Keuangan Div. Pengolahan Pemasaran

Produksi

34

Analisis Pasar Agrowisata

Analisis pasar dimaksudkan untuk mengetahui jangkauan dan karakteristik agrowisata yang akan dikembangkan, dengan berdasarkan pada data yang diperoleh dari pengunjung yang datang pada saat penelitian berlangsung. Adapun data yang dianalisis merupakan gabungan dari data kuesioner dengan penilaian skala likert dan data hasil wawancara secara langsung di lapangan.

Menurut Umar (2003) bukti fisik mewakili keputusan kunci mengenai pengembangan desain dan layout bangunan. Bila pelayanan pada fasilitas yang dibutuhkan konsumen di tempat wisata telah tersedia maka tingkat kepuasan konsumen akan meningkat.

Analisis pasar berkaitan langusung dengan taktik bauran pemasaran bukti fisik (physical evidence), dimana perusahaan dapat mempertimbangkan pengembangan fasilitas pada agrowisata yang menyangkut pada unsur bangunan serta pelayanan pada pengunjung. Salah satu pertimbangan pada pengembangan agrowisata didapatkan dari data kuesioner yang dikaji untuk menentukan pengembangan pada fasilitas dan pelayanan agrowisata yang dibutuhkan oleh wisatawan. Karakteristik pengunjung yang menjadi responden berdasarkan Lampiran 5 adalah sebagai berikut:

Tabel 14 Karakteristik Pengunjung Agrowisata

No. Variabel Kategori Jumlah Persentase (%)

1. Umur 20 - 30 25 83,3

31 - 40 3 10,0

41 - 50 2 6,7

2. Jenis kelamin Laki-laki 12 40

Perempuan 18 60

3. Asal Bandung 14 50,0

JABODETABEK 7 25,0

Ciwidey 3 10,7

Subang 2 7,1

Cikarang 1 3,6

Majalengka 1 3,6

Sumber : Data yang diolah, 2022

Tabel 14 menunjukkan bahwa agrowisata sekarang ini telah dikenal oleh masyarakat diluar wilayah Kota Bandung. Sebagian besar pengunjung mengetahui keberadaan agrowisata ini dengan cara mencari lokasi agrowisata melalui google.

35

Pengembangan pada bidang wisata digerakkan oleh permintaan dan penawaran. Dimana yang satu mempengaruhi yang lain, pada pengembangan semestinya diusahakan untuk mendapatkan keseimbangan antara keduanya.

Permintaan berasal dari kelompok orang yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk bepergian, sedangkan penawaran berupa pengembangan fisik dan program untuk daerah tujuan wisata (Gunn 1997). Hubungan antara keduanya dapat dilihat pada Gambar 11.

Gambar 11 Permintaan dan Penawaran Wisata Sumber: Gunn (1997)

Dalam pengembangan agrowisata wanda strawberry, penawaran yang dilakukan ialah dengan melakukan penambahan pada atraksi maupun fasilitas agrowisata yang sesuai taktik bauran pemasaran bukti fisik serta perkembangan trend wisata saat ini, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang datang. Sedangkan pada permintaan sendiri dilakukan dengan cara mengembangkan produk maupun jasa yang ada pada agrowisata.

Untuk mengetahui pengembangan fasilitas agrowisata yang diinginkan oleh pengunjung, maka dilakukan penyebaran kuesioner kepada pengunjung yang datang. Kuesioner yang disebar berisi beberapa pengembangan pada fasilitas agrowisata (Lampiran 3). Berdasarkan hasil data kuesioner, pengembangan pada beberapa fasilitas sangat penting (Tabel 15). Adapun pengembangan fasilitas yang akan dilakukan oleh perusahaan menyesuaikan dengan kebutuhan pengunjung, namun disesuaikan dengan dana dan lahan yang dimiliki oleh perusahaan.

DEMAND

People in origins with Interest in and with the ability to travel

SUPPLY Physical and program development for tourist in

destination area

36 Tabel 15 Kepentingan Pengembangan Fasilitas

No. Jenis Pengembangan Kepentingan

Pengembangan

Prioritas Pengembangan

1. Luas jalan masuk agrowisata Sangat penting 9

2. Luas lahan parkir Sangat penting 10

3. Tempat bersantai (Gazebo & Tempat duduk) Sangat penting 2

4. Tempat beribadah (Musholla) Sangat penting 1

5. Tempat bermalam (Homestay) Sangat penting 5

6. Kantin / Kafe Sangat penting 8

7. Tempat sampah Sangat penting 7

8. Toilet / WC Sangat penting 3

9. Selfie area Sangat penting 5

10. Wifi area Sangat penting 4

Sumber : Data yang diolah, 2022

Dapat dilihat pada Tabel 15, kepentingan pengembangan fasilitas berdasarkan persentase pada hasil olah data kuesioner (Lampiran 6) disesuaikan dengan penafsiran menggunakan batasan-batasan maka dihasilkan semua pengembangan fasilitas dinilai sangat penting, sedangkan urutan prioritas pengembangan pada berbagai fasilitas dilakukan berdasarkan total skor pada hasil olah data kuesioner (Lampiran 6).

Menurut perusahaan, pengembangan pada beberapa fasilitas yang diinginkan pengunjung dinilai tidak perlu untuk dilakukan. Karena pengengembangan pada fasilitas luas jalan masuk, selfie area, dan wifi area akan sulit untuk dilakukan. Karena jalan masuk agrowisata merupakan jalur masyarakat yang sulit untuk diperluas karena berbatasan dengan pekarangan rumah warga, lalu pengembangan pada selfie area dinilai tidak perlu karena pengunjung dapat melakukan selfie dimana saja sesuai dengan keinginan, sedangkan pada wifi area, pihak perusahaan tidak melakukan pengembangan karena alasan keterbatasan biaya pada pengembangan.

37

Perencanaan Lanskap bagi Pengembangan Agrowisata

Konsep Perencanaan Lanskap dan Pengembangan Konsep Agrowisata Perencanaan lanskap agrowisata dimaksudkan untuk mengoptimalkan luas lahan yang terdapat pada tapak untuk pengembangan agrowisata. Konsep dasar pengembangan agrowisata yaitu menciptakan fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan wisatatawan.

Dalam praktek pengembangan agrowisata ini juga dapat menjadi sarana informasi mengenai tata cara berbudidaya tanaman stroberi serta dapat membantu pemasaran dan meningkatan pendapatan agrowisata melalui perencanaan lanskap tata ruang pada Agrowisata Wanda Strawberry.

Pengembangan Konsep Konsep Ruang

Konsep ruang dikembangkan berdasarkan pada potensi pertanian kawasan, dengan berpegang pada metode pengembangan daerah tujuan wisata berdasarkan Gunn (1997). Selain itu juga mempertimbangkan kebutuhan ruang wisata serta faktor yang mendukung wisata secara keseluruhan.

Gambar 12 Model Zona Tujuan Wisata dengan Lima Elemen Kunci Sumber: Gunn (1997)

Pegembangan agrowisata wanda strawberry hanya pada satu zona, yaitu zona agrowisata. Untuk model zona tujuan wisata dapat dilihat pada gambar diatas yang akan dikembangkan sebagai zona agrowisata. Untuk pembagian ruang selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 13.

Circullation Gateway Community Linkage Attraction

38

Gambar 13 Konsep Ruang Kawasan Agrowisata 1. Zona Agrowisata

a. Zona Atraksi (Attraction Complexes)

Merupakan penjabaran dari zona atraksi pada model zona tujuan wisata dan merupakan area inti yang menjadi pusat aktivitas agrowisata. Di dalamnya dilakukan pengembangan pada tata letak tanaman stroberi. Selain itu juga dikembangkan ruang atraksi dimana wisatawan dapat turut langsung melakukan aktivitas pertanian seperti mempelajari cara berbudidaya tanaman stroberi.

Kompleks atraksi ini terdiri dari lahan stroberi yang didalamnya terdapat atraksi petik stroberi, pembibitan stroberi, dan budidaya stroberi. Atraksi petik stroberi dilakukan sendiri oleh pengunjung, lalu pembibitan dan budidaya dapat dilakukan bersama dengan pekerja kebun agrowisata wanda strawberry.

39 2. Zona Penunjang Agrowisata a. Zona Penerimaan

Merupakan ruang yang dipersiapkan sebagai welcome area yang menandai kawasan agrowisata. Aktivitas yang ada yaitu pengenalan agrowisata wanda stroberi. Untuk fungsi utama dari ruang penerimaan sendiri ialah menciptakan image dan identitas bagi wisatawan yang datang. Selain itu juga merupakan sarana informasi.

b. Zona Pelayanan (Service Community)

Merupakan ruang yang berisi aktivitas pemenuhan kebutuhan dari wisatawan. Zona ini berfungsi memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan atas kenyamanan, kemudahan dan kelengkapan dalam menikmati aktivitas agrowisata. Di dalamnya terdapat fasilitas umum dan penyedia jasa. Keberadaannya dipusatkan titik masuk kawasan agrowisata. Zona pelayanan sendiri berada pada area yang mudah untuk dijangkau wistawan, dan merupakan pusat pelayanan terpadu di dalam agrowisata.

c. Zona Penghubung (Linkage Corridors)

Merupakan ruang yang berisi aktivitas agrowisata pasif. Dapat juga disebut sebagai zona transisi yang menghubungkan antar sub-zona atraksi, antar sub-zona penunjang, dan antara sub-zona atraksi dengan sub-zona penunjang. Di dalam zona transisi ini dilakukan pengoptimallan pada potensi visual agrowisata untuk menciptakan first impression yang baik bagi wistawan, serta sebagai penunjang terhadap aktivitas agrowisata pasif yang direncanakan di dalam agrowisata.

Ruang transisi menghantarkan wisatawan sebelum memasuki kompleks atraksi. Pada area ini umumnya membuka dan memperkenalkan wisatawan terhadap kompleks atraksi yang di dalamnya terdapat area bersantai dan view point.

Konsep Sirkulasi

Menurut Laurie (1986), kelangsungan arah tiap sirkulasi merupakan suatu persoalan fungsi dan ekonomi. Dengan demikian dapat dipahami bahwa suatu jalur sirkulasi harus dibangun dengan memperhatikan fungsi dan efisiensi sehingga menguntungkan bagi penggunanya.

40

Konsep sirkulasi pada agrowisata wanda strawberry ini akan memanfaatkan jalur yang sudah ada akan tetapi dilakukan pengembangan demi kenyamanan wisatawan. Aktivitas agrowisata lebih menekankan pada keberlangsungan wisata tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Pada sirkulasi dalam agrowisata terdapat jalur wisatawan. Konsep jalur untuk wisatawan adalah menghubungkan antara sub-sub zona atraksi yang ada sehingga dapat memudahkan wisatawan untuk menikmati keseluruhan atraksi agrowisata yang ada. Jalur wisatawan terbagi atas jalur primer dan sekunder yang dibedakan berdasarkan intensitas pada penggunaan dan kepentingan.

Jalur primer merupakan jalur dengan intensitas penggunaan yang paling tinggi dan mengakomodasi kepentingan pada mobilitas antar sub-zona atraksi dan antar sub-zona penunjang dalam zona agrowisata wanda strawberry. Jalur ini mengambil pola loop atau memutar. Sedangkan jalur sekunder merupakan jalur dengan intensitas penggunaan sedang dan mengakomodasi kepentingan pada mobilitas antara zona atraksi dengan zona penunjang agrowisata wanda strawberry.

Gambar 14 Konsep Sirkulasi Wisata

Legenda

Zona Agrowisata Jalur Primer Sub-Zona Atraksi Jalur Sekunder Sub-Zona Penunjang

41 Konsep Aktivitas dan Fasilitas

Pengembangan pada jenis aktivitas agrowisata dipisahkan berdasarkan tingkat keikutsertaan wisatawan dalam aktivitas pertanian. Jenis aktivitas agrowisata yang dikembangkan dibagi menjadi aktivitas agrowisata aktif dan aktivitas agrowisata pasif, seperti terlihat pada Gambar 15.

Gambar 15 Konsep Atraksi a. Aktivitas Agrowisata Aktif

Merupakan aktivitas agrowisata yang menuntut partisipasi aktif dari wisatawan untuk terlibat langsung dalam kegiatan dan proses budidaya pertanian, atau menginterpretasi kegiatan budidaya dengan bantuan interpreter untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman melalui pengalaman dan penyampaian langsung.

b. Aktivitas Agrowisata Pasif

Merupakan aktivitas agrowisata yang menekankan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreatif, untuk mengimbangi adanya aktivitas agrowisata aktif dan memenuhi kebutuhan wisatawan. Keterlibatan wisatawan dengan aktivitas pertanian minimum dalam aktivitas agrowisata pasif. Nilai edukasi didapatkan melalui pemahaman dan pengamatan sendiri oleh wisatawan.

Konsep fasilitas yang dikembangkan adalah konsep fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas agrowisata. Secara umum fasilitas yang akan dikembangkan terbagi atas fasilitas agrowisata aktif, fasilitas agrowisata pasif, dan fasilitas penunjang.

42

Perencanaan Lanskap dan Pengembangan Rencana Agrowisata Rencana Aktivitas dan Fasilitas

Fasilitas yang direncanakan dapat dilihat pada layout yang dibuat berdasarkan Tabel 14 dapat dilihat pada Gambar 16, sedangkan pengembangan fasilitas yang akan dilakukan oleh perusahaan dapat dilihat pada Gambar 17.

Terdapat beberapa perbedaan pengembangan fasilitas yang dilakukan oleh perusahaan dengan yang diinginkan oleh pengunjung, akan tetapi pengembangan tetap mempertimbangkan pada hasil kuesioner yang diinginkan oleh pengunjung.

Gambar 16 Peta Layout Agrowisata berdasarkan Kuesioner

Gambar 17 Peta Layout Agrowisata yang akan dikembangkan oleh Perusahaan

43

Peta layout agrowisata yang dikembangkan oleh perusahaan merupakan konsep yang dapat diwujudkan dalam bentuk block plan agrowisata (Gambar 18).

Kemudian dilakukan penandaan pada block plan untuk memperlihatkan gambar dari pengembangan fasilitas agrowisata yang dilakukan oleh perusahaan Tabel 16.

Gambar 18 Block Plan Agrowisata Wanda Strawberry Tabel 16 Keterangan Fasilitas Agrowisata

No. Gambar Fasilitas Keterangan

1. Lahan Parkir

2. Area Bersantai

3. Homestay

4. Gazebo

44

5. Kafe dan Musolla

6. Toilet / WC

7. Area Bersantai

8. Tempat Sampah

Aktifitas agrowisata yang dikembangkan dibagi menjadi aktivitas agrowisata aktif dan aktivitas agrowisata pasif, dengan rincian aktivitas sebagai berikut:

a. Aktivitas Agrowisata Aktif

Pada pengembangan agrowisata aktivitas aktif dapat dilakukan pada lahan stroberi. Pengunjung dapat melakukan aktivitas memetik buah stroberi sekaligus belajar langsung dengan pekerja kebun tentang cara budidaya stroberi, mulai dari pembibitan sampai dengan pemanenan buah stroberi.

b. Aktivitas Agrowisata Pasif

Pengembangan aktivitas pasif agrowisata dengan cara menambahkan fasilitas pada agrowisata dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang.

45 Rencana Ruang

Perencanaan zonasi ruang pada kawasan bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan kebutuhan wisata dalam meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.

Rencana ruang terdiri atas zona agrowisata dengan pembagian ruang selengkapnya adalah sebagai berikut:

Dokumen terkait