• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. BAHAN DAN METODE

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

12. Leucobryum javense (Bridel). Mitten

12. Leucobryum javense(Bridel). Mitten.

Famili Leucobryaceae. Lumut ini merupakan jenis Leucobryum yang berukuran sangat besar, mencapai 50 mm atau lebih. Batang keras, tegak atau menggantung tergantung kondisi tempat tumbuh dengan tinggi 6-8 cm. Daun tersusun lepas, berwarna hijau keputih-putihan dengan permukaan daun berwarna metalik dan halus. Bentuk daun lanset dan melengkung seperti arit, panjang 15 mm, tepi rata dan halus, jika dalam keadaan basah daun akan mekar dan sangat melengkung jika kering.

Spesimen : LM 21, 20 Maret 2010

Distribusi : Daerah tropis Asia, dari Sri Lanka dan India hingga S.China dan Malesia.

Habitat : Tanah

 

Gambar 16. Leucobryum javense(Bridel). Mitten. 13. Leucobryum juniperoides(Bridel) C. Muller

Famili Leucobryaceae, tumbuhan berukuran sedang, dengan batang tingginya hingga 4 cm, yang tumbuh dalam kumpulan-kumpulan padat. Daun-daun tersusut erat, dasar berpelepah yang tidak tegak, yang relatif kaku, panjangnya 4-6 mm; anggota-anggota semakin runcing ke ujung, mulus pada sisi abaxial. pada bagian bawah daun lebar, lunak, terdiri dari 8-12 rangkaian persegi-empat berdinding tipis tidak menebal dan tidak berlubang-lubang mencolok.

Spesimen : LM 22, 20 Maret 2010

Distribusi : Eropa, daerah beriklim sedang dan tropis di Asia; di Malesia dari Semenanjung Malaysia dan Filipina hingga Jawa

 

Gambar 17. Leucobryum juniperoides(Bridel) C. Muller 14. Leucobryum sanctum(Nees ex Swagrishen) Hampe

Famili Leucobryaceae, bervariasi sifatnya, pendek dan membentuk bantalan atau tatakan dalam situasi terbuka tetapi umumnya lemah, sangat memanjang dan terurai di habitat lembab atau ternaungi dan panjang batang 8 cm atau lebih panjangnya. Daun tidak tersusun bertingkat, biasanya bertekstur lunak, panjangnya 5-7 mm, pelepah agak persegi empat yang biasanya mendadak sempit hingga runcing. Lamina hyalin sempit di atas daun tengah, yang terdiri dari 2-3 deretan yang berdinding-tipis yang semakin lebar di bawah dan biasanya melebar di dasar daun.

Spesimen : LM 3, 19 Maret 2010

 

Malesia Habitat : Tanah

Gambar 18. Leucobryum sanctum(Nees ex Swagrishen) Hampe 15. Leucobryum sumatranumBrothherus ex Fleischer

Famili Leucobryaceae, kuat, pucat dan seperti sutera, daun lebih sempit dan lebih mengkilap. Daun-daun tersusun erat, biasanya melengkung dengan jelas, panjangnya berkisar 15 mm, licin, terutama bila kering; bentuk lancet, ujung runcing, lembaran daun lebar pada bahu daun, dengan lebar kira-kira 12 sel, mempunyai dinding yang sangat menebal, berlubang-lubang. kapsul jarang dengan seta kemerah-merahan yang panjangnya 2,5 cm.

 

Distribusi : Endemik di Malesia, dengan daerah kemunculan utamanya di Semenanjung Malaysia tetapi juga dicatat dari Sumatera dan Kalimantan

Habitat : Tanah, terutama di humus mentah dan tanah mineral asam lembab di hutan.

Gambar 19. Leucobryum sumatranumBrothherus ex Fleischer 16. Macrothomnium javenseFleischer

Famili Hylocomiaceae, mempunyai ukuran dan warna bervariasi, dari hijau kekuning-kuningan sampai jingga kecoklatan, ramping atau tebal, batang utama merayap biasanya melekat pada substrat dengan menggunakan rhizoidnya. Daunnya berukuran kecil, cabang pendek atau panjang. Daun-daun pada cabang bervariasi namun sering tersusun nyata dalam bentuk garis lurus atau berbentuk spiral yang

 

bertingkat pendek. Jika dalam keadaan kering daun akan mengkerut. Sporofit dari lumut ini kadang berambut berwarna kuning kecoklatan

Spesimen : LM 27, 20 Maret 2010

Distribusi : Sumatera, Jawa, Papua Nugini, Tahiti. Habitat : Epifit pada kulit kayu (batang pohon)

Gambar 20. Macrothomnium javenseFleischer 17. Pogonatum cirratum(Swartz) Bridel.

Famili Polytrichaceae, memiliki daun berwarna hijau gelap berbentuk lurus lanset dan sangat mudah diamati dengan mata telanjang. Jika kering daunnya akan menjadi sangat berliuk-liuk sedangkan jika basah daunnya akan menyebar. Tulang daun tebal. Batang lumut ini tegak dank eras, tingginya hingga 50 mm, berwarna coklat dan ditutupi oleh daun pada hampir setengah batangnya. Kapsul lumut ini mempunyai kaliptra berambut dengan panjang seta hingga 30 mm

Spesimen : LM 20, 20 Maret 2010

Distribusi : Asia Tenggara termasuk Indonesia (Sumatera Utara) Habitat : Kulit kayu (batang pohon)

 

Gambar 21. Pogonatum cirratum(Swartz) Bridel. 18. Pyrrhobryum spiniformeHedwig

Famili Rhizogoniaceae, berwarna hijau pudar hingga coklat kemerah-merahan, biasanya berumbai-umbai lunak dengan batang yang tak bercabang dengan tinggi hingga 6 cm. Daun lebar, sempit di dasar dan sedikit melengkung ke atas, sangat bervariasi panjangnya, bentuk lancet, sempit di tengah dan atas dan runcing tajam di ujung, dengan panjang hingga 7 mm dan lebar kurang dari 0,8 mm, tepi menebal tetapi tanpa sel-sel batas, apex semakin runcing perlahan-lahan. Seta sangat panjang hingga mencapai 4-6 cm atau lebih, berwarna coklat dan halus. Kapsul horizontal, melengkung dan cembung dengan panjang 3-4 mm dan lebar 1 mm.

Spesimen : LM 1, 20 Maret 2010 Distribusi : Pantropis dan subtropis Habitat : Daun

 

Gambar 22. Pyrrhobryum spiniformeHedwig 19. Sphagnum cuspidatumEnhart ex G. F. Hoffmann

Famili Sphagnaceae, tanaman ini berdaun hijau pucat hingga putih, kadang-kadang ditimpali warna kuning atau coklat, terutama pada cabang-cabang perigonial. Cabang-cabang bersifat monomorfik, pendek atau memanjang hingga panjangnya lebih dari 20 mm. Cabang berdaun, setidaknya di cabang bagian atas, sangat sempit, Batang berdaun dengan bentuk oval-trianguler sampai tingkat yang bervariasi.

Spesimen : LM 2, 20 Maret 2010

Distribusi : Malesia, dicatat dari Malaya, Kalimantan dan Papua Nugini; jarang di Sumatra dan tampaknya tidak ada di Jawa

Habitat : Kulit kayu (batang pohon)

 

Gambar 23. Sphagnum cuspidatumEnhart ex G. F. Hoffmann 20. Thuidium cymbifolium (Dozy & Molkenboer)

Famili Thuidiaceae, batang keras, panjang dan menjalar, menghasilkan percabangan pada dua sisinya dengan panjang 10 mm, mempunyai paraphyllia pada batangnya tapi tidak pada cabang. Daun hijau pucat, lembut dan berbulu. Batang daun lebar dan berbentuk bulat telur dengan tepi yang bergerigi, tulang daun menempati 2/3 panjang daun, percabangan daun mempunyai bentuk yang sama. Yang membedakan lumut ini dengan jenis Thuidium yang lain yaitu bentuk daun dari jenis lumut ini tidak mempunyai garis panjang yang keluar dari ujung daunnya.

Spesimen : LM 6, 20 Maret 2010

Distribusi : Sumatera, Jawa, Papua Nugini Habitat : Epifit pada kulit kayu (batang pohon)

 

Gambar 24. Thuidium cymbifolium (Dozy & Molkenboer) 21. Thuidium meyenianum(Hampe) Dozy & Molkenboer

Famili Thuidiaceae, lembut dan liat dengan warna hijau muda. Batang sangat teratur. Daun tersebar, ujung meruncing-panjang dari dasar, panjang kira-kira 0,5 mm. Daun cabang lebih kecil, ovate, tumpul, melengkung ke dalam bila kering, cekung, kapsul miring, bentuk oval-silindris, melengkung, dan panjangnya 1 mm. Spesimen : LM 27, 20 Maret 2010

Distribusi : Himalaya, Sri Lanka, Annam, Sumatera, Jawa, Papua Nugini, Kepulauan Solomon

 

 

Dokumen terkait