• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 INFORMASI INDIKATOR KINERJA UTAMA (MANUAL IKU) LEVEL 2

2. Level Kapabilitas Itjen (IACM)

4 Nilai Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi

Birokrasi Itjen (Nilai)

32

5 Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Itjen KKP 83 (A) (Nilai) 6 Indeks Profesionalitas ASN (Indeks) 78

(Indeks) 7 Unit Kerja Itjen yang Menerapkan Sistem

Manajemen Pengetahuan yang Terstandar

86%

8 Persentase Implementasi Sistem Informasi Pengawasan Lingkup Itjen KKP

84%

9 Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Inspektorat Jenderal (Nilai)

89

10 Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Itjen KKP 86 11 Penyelesaian Program Penyusunan Peraturan

Perundang-undangan (%)

100

12 Persentase Jumlah Rekomendasi Hasil

Pengawasan yang Dimanfaatkan Untuk Perbaikan Kinerja Lingkup Itjen

70%

13 Tingkat Kepatuhan Pengadaan Barang/Jasa lingkup Itjen KKP

75%

14 Tingkat Kepatuhan Pengelolaan BMN lingkup Itjen KKP

75%

15 Indeks Persepsi Pegawai KKP Terhadap Kinerja Pengawasan Itjen (Indeks)

4,10

16 Persentase Pengelolaan Data Hasil Pengawasan Secara Tertib dan Handal

100%

17 Persentase Publikasi Informasi dan Kinerja Pengawasan Intern KKP Secara Aktual

90%

18 Persentase Pembayaran Gaji dan Tunjangan Kinerja Pegawai Itjen secara Tepat Waktu

100%

19 Persentase Pemenuhan Layanan Perkantoran lingkup Itjen

100%

20 Persentase Pemenuhan Fasilitas Perkantoran Sesuai Kebutuhan Tahunan Itjen KKP

100%

BAB 3

MANAJEMEN KINERJA

A. Pengukuran Kinerja

Pengukuran Kinerja adalah proses penilaian secara sistematis dan berkesinambungan atas keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi, misi dan strategi instansi pemerintah. Proses ini dimaksudkan untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran. Selanjutnya dilakukan pula analisis akuntabilitas kinerja yang menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dengan program dan kebijakan dalam rangka mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Strategis.

Pengukuran kinerja di lingkungan instansi pemerintah dilakukan sesuai dengan peran, tugas dan fungsi masing-masing, sehingga lebih mengandalkan pada pengukuran keberhasilan instansi pemerintah yang dilakukan secara berjenjang dari tingkatan unit kerja sampai pada tingkatan tertinggi organisasi instansi.

Dalam melaksanakan pengukuran kinerja, maka harus ada ukuran keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi yang disebut indikator kinerja (Key Performance Indicator/KPI). Diantara indikator-indikator kinerja terdapat indikator kinerja yang merupakan ukuran keberhasilan tujuan dan sasaran strategis organisasi (unit kerja mandiri) yang disebut Indikator Kinerja Utama (IKU), sedangkan ukuran keberhasilan yang akan dicapai dari program dan kegiatan yang telah direncanakan atau sasaran yang akan dicapai disebut Indikator Kinerja Program/Kegiatan (IKP/K).

Pengukuran kinerja lingkup Itjen KKP dilaksanakan secara periodik setiap triwulan pada minggu pertama bulan April, Juli dan Oktober. Sedangkan pada triwulan ke IV dilaksanakan pada akhir Minggu ke-4 bulan Desember s.d. Minggu Pertama Januari tahun berikutnya. Proses pengukuran kinerja dilaksanakan oleh petugas pengelola kinerja lingkup Itjen yang terdiri dari pimpinan beserta staf/operator masing-masing unit kerja lingkup Itjen yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Inspektur Jenderal.

Pengukuran kinerja diawali dengan proses pengumpulan data kinerja oleh petugas pengelola kinerja masing-masing unit kerja lingkup Itjen untuk selanjutnya diolah dan dilakukan pengukuran melalui aplikasi manajemen kinerja kinerjaku.kkp.go.id. Hasil pengukuran selanjutnya dianalisis dan dievaluasi untuk kemudian disajikan dalam Laporan Kinerja. Berikut disajikan beberapa prinsip dalam pengukuran kinerja yaitu:

a. Pengukuran kinerja dilakukan secara periodik.

b. Pengukuran kinerja dilakukan dari level bawah ke atas.

c. Pencapaian kinerja atasan merupakan akumulasi pencapaian kinerja bawahannya.

d. Data yang dimasukkan sebagai pencapaian kinerja harus diverifikasi oleh petugas pengelola kinerja sebagai data mutakhir yang diambil dari sumber data yang tepat.

B. Pengumpulan Data Kinerja

Sistem pengumpulan data kinerja dibangun sejalan dengan kebutuhan informasi kinerja secara berkala bulanan dan triwulanan untuk memudahkan sebuah unit kerja dalam memonitor perkembangan kinerja pada tahun berjalan. Proses pengumpulan data kinerja Level 2 dikumpulkan oleh masing petugas pengelola kinerja masing-masing unit Eselon II lingkup Itjen setidaknya hingga tanggal 8 bulan berikutnya setelah periode triwulan berakhir (minggu pertama bulan April, Juli dan Oktober). Selanjutnya, data tersebut diolah dan disampaikan saat rapat pengukuran kinerja triwulanan lingkup Itjen yang selambatnya dilaksanakan pada tanggal 10 bulan berikutnya setelah periode triwulan berakhir. Untuk pengukuran kinerja triwulan IV, proses pengumpulan data kinerja dilakukan pada minggu keempat bulan Desember sebelum dilakukan pengukuran. Adapun penyampaian data kinerja Level 2 melalui aplikasi pengelolaan kinerja KKP dilakukan selambatnya tanggal 12 setelah periode triwulan berakhir. Dalam hal ini, pengumpulan data kinerja mengacu kepada dokumen Perjanjian Kinerja dan cara pengukurannya. Secara lebih jelas periode waktu pengumpulan data dan pengukuran kinerja dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 8. Rencana Waktu Pengumpulan Data dan Pengukuran Kinerja Level 2

Periode kinerja Waktu (selambatnya)

Pengumpulan Data Kinerja Pengukuran Kinerja

Triwulan I Tanggal 5 April Tanggal 7 April

Triwulan II Tanggal 5 Juli Tanggal 7 Juli

Triwulan III Tanggal 5 Oktober Tanggal 7 Oktober

Triwulan IV Minggu ke-4 Desember Minggu Pertama Januari C. Analisa Data Kinerja

Analisis adalah merupakan proses untuk mengurai suatu kondisi sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Analisis merupakan kebalikan dari sintesis, yaitu proses untuk menyatukan kondisi, idea, atau obyek menjadi sesuatu yang baru secara

keseluruhan. Oleh karena itu analisis kinerja paling tidak dilakukan dengan cara melakukan analisis adanya beda kinerja (performance gap analysis), yaitu melihat beda (gap) antara yang sudah direncanakan dengan realisasi atau kenyataannya. Jika terdapat gap yang besar, maka perlu diteliti sebab terjadinya hal tersebut berikut berbagai informasi kendala dan hambatan, termasuk usulan tindakan apa yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

D. Pelaporan Kinerja

Sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan program/kegiatan, masing-masing unit kerja lingkup Itjen menyajikan perkembangan capaian kinerja dari hasil pengukuran dan analisa yang telah dilakukan kedalam Laporan Kinerja sekurang-kurangnya setiap triwulan (LKj interim), kemudian diserahkan kepada Inspektur Jenderal KKP melalui Sekretaris Itjen KKP selambat-lambatnya pada minggu ke-3 setelah berakhirnya triwulan tersebut. Laporan dari masing-masing unit kerja lingkup Itjen selanjutnya menjadi bahan Laporan Kinerja Interim Inspektur Jenderal yang koordinasi penyusunannya dilakukan oleh Bagian Program serta disampaikan kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal c.q.

Biro Perencanaan selambat-lambatnya pada minggu ketiga setelah berakhirnya triwulan yang bersangkutan.

Untuk Laporan Kinerja Tahunan, disusun baik oleh Level 1 maupun Level 2. Bahan laporan untuk LKJ Level 1 diambil dari hasil pengukuran kinerja s.d. triwulan IV semua unit kerja dibawahnya kemudian disusun dan disampaikan selambat-lambatnya 1 bulan setelah berakhirnya tahun anggaran kepada Menteri KP melalui Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan.

Didalam proses pencapaian kinerja, laporan kinerja beperan sebagai peringatan dini dan pengendalian bagi pimpinan unit kerja didalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar pelaksanaan program/kegiatan selaras dengan target kinerja yang telah ditetapkan. Laporan kinerja menyajikan perkembangan dan hasil evaluasi atas capaian kinerja dan realisasi rencana aksi pencapaian IKU berikut kendala yang dihadapi serta solusi yang dapat dilakukan untuk perbaikan kinerja pada periode berikutnya.

E. Perbaikan Data Kinerja

Dalam hal perlunya dilakukan perbaikan data kinerja dalam Laporan Kinerja Interim (Triwulanan) yang telah diterbitkan, perbaikan data dapat dilakukan pada Laporan Kinerja Interim periode selanjutnya dengan memberikan keterangan perbaikan pada laporan. Sedangkan untuk perbaikan data kinerja pada Laporan Kinerja akhir atau Tahunan dapat dilakukan dengan melakukan revisi laporan dimaksud. Setiap perubahan data kinerja harus dikoordinasikan dengan Bagian Program.

BAB 4

INFORMASI INDIKATOR KINERJA UTAMA (MANUAL IKU)

LEVEL 2 INSPEKTORAT TAHUN 2022

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai informasi indikator kinerja terkait dengan definisi, ukuran, waktu pengukuran, dan cara perhitungan dari masing-masing indikator kinerja lingkup Itjen KKP Tahun 2022. Hal ini sebagai panduan dalam mengukur kinerja dari setiap indikator kinerja dari level 2 (Inspektorat). Berikut disajikan informasi indikator kinerja (Manual IKU) Inspektorat lingkup Itjen KKP Tahun 2022.

1. Batas Tertinggi Nilai Temuan LHP BPK atas Laporan Keuangan Mitra Inspektorat

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 1 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Mitra Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Batas Tertinggi Nilai Temuan LHP BPK Atas Laporan Keuangan Mitra Inspektorat DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Jumlah nilai temuan keuangan (nilai Tuntutan Ganti Rugi) dari hasil pemeriksaan BPK terhadap Laporan Keuangan Unit Eselon I (mitra) Tahun 2021 dibandingkan dengan realisasi anggaran Unit Eselon I tahun 2021 (mitra).

• UKURAN

Nilai temuan keuangan BPK atas LK Unit Eselon I mitra Inspektorat Tahun 2021 ≤ 1%

dari total realisasi anggaran Unit Eselon I Tahun mitra Inspektorat 2021.

• CARA PENGUKURAN

Capaian Batas Tertinggi Nilai Temuan LHP BPK atas LK Unit Eselon I (mitra):

Jumlah nilai temuan BPK pada LK Unit Eselon I (Mitra) Tahun 2021

--- x 100%

Jumlah realisasi anggaran Unit Eselon I (Mitra) Tahun 2021

Adapun, capaian kinerja Inspektorat atas indikator kinerja ini diperoleh berdasarkan

Cara menghitung capaian IKU dengan Polarisasi Minimize atau capaian lebih kecil lebih baik adalah sebagai berikut:

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan III)

SATUAN PENGUKURAN : Persentase

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I - V

SUMBER DATA : Inspektorat I - V dan Kelompok PHP

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( ) Maximize ( X ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

2. Tingkat Maturitas SPIP Mitra Inspektorat

[1 + (1 - realisasi/target)] x 100%  

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 2 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Mitra Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Tingkat Maturitas SPIP Inspektorat Mitra DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Tingkat maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah tingkat kematangan/kesempurnaan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah dalam mencapai tujuan pengendalian intern sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

• UKURAN

Tingkat Maturitas SPI Unit Eselon I (mitra kerja) lingkup KKP pada Tahun 2022 adalah level 3 dengan nilai minimal 3.

• CARA PENGUKURAN

Tingkat Maturitas SPI mitra kerja diperoleh dari hasil hasil evaluasi BPKP Tahun 2022.

Dalam hal BPKP tidak melakukan evaluasi terhadap maturitas SPI KKP, maka data capaian IKU ini dapat diambil dari hasil pengukuran mandiri tim internal KKP (Inspektorat Jenderal) dengan menggunakan pedoman dari BPKP.

Formula penilaian tingkat maturitas SPIP unit Eselon I:

Tingkat Maturitas SPIP (TMS) unit Eselon I:

(1,5 x Nilai LP) + (1 x Nilai PR) + (1,25 x KP) + (0,5 x Nilai IK) + (0,75 x P) Keterangan :

Nilai LP = Nilai Unsur Lingkungan Pengendalian Nilai PR = Nilai Unsur Penilaian Risiko

Nilai KP = Nilai Unsur Kegiatan Pengendalian Nilai IK = Nilai Unsur Informasi dan Komunikasi Nilai P = Nilai Unsur Pemantauan.

Untuk mengukur capaian Inspektorat digunakan formula sebagai berikut:

Nilai Evaluasi Maturitas Mitra A + Nilai Evaluasi Maturitas Mitra B

i2

• WAKTU PENGUKURAN

Tahunan (Triwulan IV)

SATUAN PENGUKURAN : Level

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I - V

SUMBER DATA : Inspektorat I - V

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( X ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

3. Unit Kerja Mitra Inspektorat Berpredikat Menuju WBK (jumlah akumulasi)

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 3 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Mitra Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Unit Kerja Mitra Inspektorat Berpredikat Menuju WBK (jumlah akumulasi)

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi yang selanjutnya disingkat Menuju WBK adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja/kawasan yang memenuhi sebagian besar komponen penilaian yang meliputi manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja sesuai dengan PERMEN PAN dan RB Nomor 90 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Zona Integritas menuju WBK adalah sebutan atau predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi standar kualitas pembangunan Zona Integritas berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Tim Penilai Internal (TPI) atau Tim Penilai Nasional (TPN).

• UKURAN

Unit kerja yang diusulkan/ditetapkan sebagai Zona Integritas menuju WBK berdasarkan hasil penilaian TPI atau TPN dengan mengacu pada PERMEN PAN dan RB Nomor 90 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Pada Tahun 2022, target yang ditetapkan untuk unit kerja lingkup KKP yang berhasil meraih predikat sebagai Zona Integritas menuju WBK sebanyak 72 unit kerja yang dihitung secara kumulatif dari capaian tahun-tahun sebelumnya atau penambahan pada tahun 2022 sebanyak 8 unit kerja..

• CARA PENGUKURAN

Unit kerja yang diusulkan/ditetapkan sebagai Zona Integritas menuju WBK berdasarkan hasil penilaian TPI atau TPN dengan mengacu pada PERMEN PAN dan RB Nomor 90 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Pada Tahun 2022, target yang ditetapkan untuk unit kerja lingkup KKP yang berhasil meraih predikat sebagai Zona Integritas menuju WBK sebanyak 72 unit kerja yang dihitung secara kumulatif dari capaian tahun-tahun sebelumnya atau penambahan pada tahun 2022 sebanyak 8 unit kerja.

• CARA PENGUKURAN

Pencapaian jumlah unit kerja berpredikat menuju WBK pada tahun 2022 diperoleh dari hasil penilaian Tim Penilai Internal KKP (Inspektorat V) atau Tim Penilai Nasional (Kementerian PAN dan RB) pada Tahun 2022 yang selanjutnya ditetapkan dalam SK Menteri KP dan/atau Piagam Penghargaan yang ditandatangani Menteri KP.

Penghitungan capaian pada level 1 dilakukan melalui pola penghitungan berikut.

Capaian kinerja dihitung berdasarkan pencapaian jumlah unit kerja berstatus WBK lingkup KKP secara kumulatif sebelum tahun 2022 dan tambahan capaian pada tahun 2022 berdasarkan penilaian TPI dan/atau TPN. Cara penghitungan dapat dilihat pada formula berikut:

Capaian Unit Kerja Menuju WBK = X + Y Keterangan:

WBK = Jumlah Total Unit Kerja Berpredikat Menuju WBK X = Jumlah Unit Kerja Berstatus WBK s.d. tahun 2021

Y = Jumlah Unit Kerja Berstatus WBK Hasil Penilaian tahun 2022

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan IV)

SATUAN PENGUKURAN : Unit Kerja

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I - V

SUMBER DATA : Inspektorat I - V

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

4. Nilai Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Mitra Inspektorat

MANUAL IKU LEVEL 2 : IKU. 4 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Mitra Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi

Birokrasi Mitra Inspektorat

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Merupakan ukuran atas tingkat kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan KKP.

• UKURAN

Nilai PMPRB mitra Inspektorat lingkup KKP Tahun 2022 dengan target nilai 32.

• CARA PENGUKURAN

Pengukuran capaian IKU ini dilakukan berdasarkan hasil Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) pada Aspek Pemenuhan dan Aspek Reform dalam komponen Pengungkit RB yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal.

Capaian kinerja pengawasan implementasi RB oleh Inspektorat Inspektorat diperoleh berdasarkan nilai rata-rata PMPRB dua mitra kerja.

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan III)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I - V

SUMBER DATA : Inspektorat I - V

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( X ) Adopsi langsung ( ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

5. Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Mitra Inspektorat

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 5 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Mitra Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai Penilaian mandiri SAKIP Mitra Inspektorat DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Merupakan ukuran atas tingkat kualitas akuntabilitas kinerja di lingkungan KKP.

• UKURAN

Nilai penilaian mandiri Sistem Akuntabilitas Kinerja KKP Tahun 2022 dengan target nilai 83 (A).

• CARA PENGUKURAN

Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja unit Eselon I diperoleh dari hasil penilaian mandiri yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal.

Capaian kinerja pengawasan SAKIP oleh Inspektorat diperoleh berdasarkan nilai rata-rata SAKIP dua mitra kerja.

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan III)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I - V

SUMBER DATA : Inspektorat I-V

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

6. Tingkat Efektivitas Pengawasan terhadap Pelaksanaan Kegiatan Prioritas/Strategis Lingkup Mitra Inspektorat

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 6 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Pengawasan Intern yang handal pada Mitra Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Tingkat Efektivitas Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Kegiatan Prioritas/Strategis Lingkup Mitra Inspektorat

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Suatu ukuran atas kesesuaian antara rencana (kebutuhan) dan realisasi kegiatan prioritas/strategis dalam bentuk bantuan dari KKP kepada masyarakat kelautan dan perikanan dan/atau kegiatan yang bersifat strategis berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Kriteria kegiatan prioritas/strategis antara lain:

a. memiliki dampak langsung dan besar kepada masyarakat;

b. memiliki anggaran besar;

c. mendukung secara langsung pencapaian agenda pembangunan nasional;

d. mendukung pencapaian prioritas nasional;

e. merupakan arahan direktif presiden; dan f. pertimbangan lainnya

• UKURAN

Tingkat efektivitas pelaksanaan kegiatan prioritas lingkup mitra diukur dari tingkat pemenuhan indikator-indikator yang ditetapkan dengan bobot tertentu sebagai parameter efektivitas kegiatan prioritas yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya (T-1). Pada tahun 2022, target tingkat efektivitas pelaksanaan program prioritas ditetapkan minimal sebesar 80% atas pengawasan terhadap kegiatan bantuan pemerintah.

• CARA PENGUKURAN

Capaian IKU ini diukur dari nilai rata-rata Tingkat Efektivitas Pengawasan Pelaksanaan Kegiatan Prioritas/Strategis Inspektorat I - IV pada Tahun 2021 berdasarkan hasil penilaian internal yang dilaksanakan pada Tahun 2022.

Capaian kinerja pengawasan SAKIP oleh Inspektorat diperoleh berdasarkan nilai rata-rata SAKIP dua mitra kerja.

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan IV)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I-IV

SUMBER DATA : Inspektorat Jenderal dan Unit Eselon I Mitra

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

7. Tingkat Efektifitas Pengawasan terhadap Pengelolaan BMN Lingkup Mitra Inspektorat

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 7 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Pengawasan Intern yang handal pada Mitra Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Tingkat Efektifitas Pengawasan Terhadap

Pengelolaan BMN Lingkup Mitra Inpektorat

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Suatu ukuran yang menggambarkan efektivitas kualitas kinerja pengawasan intern KKP dalam mengawal dan memastikan pengelolaan BMN lingkup KKP dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

• UKURAN

Pada tahun 2022, tingkat Efektivitas Pengawasan Pengelolaan BMN lingkup Mitra Inspekotat ditargetkan 80%. Nilai tersebut diperoleh dari hasil penilaian terhadap kualitas perencanaan dan pelaksanaan pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat serta outcome yang dihasilkan berupa tingkat kepatuhan pengelolaan BMN unit eselon I/mitra. Penilaian terhadap Tingkat Efektivitas Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan BMN pada masing-masing Inspektorat menggunakan ukuran sebagai berikut:

1. Penilaian

Kinerja Inspektorat dalam mengawal pelaksanaan pengelolaan BMN lingkup mitra diukur dengan beberapa indikator sebagai berikut:

a. Kualitas Perencanaan Pengawasan (bobot 20%);

1) Ketersediaan peta risiko prioritas pengawasan BMN Unit Eselon I Lingkup KKP Tahun 2022 (bobot 10%);

2) Ketersediaan kegiatan pendampingan (consulting) dan kegiatan penjaminan mutu (quality assurance) atas pengelolaan BMN Unit Eselon I/Mitra pada PKPT Tahun 2022 (bobot 10%).

b. Kualitas Pelaksanaan Pengawasan (bobot 40%)

1) Tingkat kepatuhan pelaksanaan PKPT kegiatan pengawasan pengelolaan BMN pada Unit Eselon I/Mitra Tahun 2022 (bobot 15%);

2) Pemenuhan kendali mutu pelaksanaan pengawasan kegiatan pengawasan pengelolaan BMN pada Unit Eselon I/Mitra Tahun 2022 (bobot 15%);

3) Persentase tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan pengelolaan BMN pada Unit Eselon I/Mitra periode TW I s/d TW III Tahun 2022 yang telah tuntas (bobot 10%).

c. Tingkat kepatuhan pengelolaan BMN unit eselon I/mitra (bobot 40%) diukur melalui pemenuhan beberapa indikator berikut:

1) Tingkat Pemanfaatan Rencana Kebutuhan BMN (RKBMN) Tahun 2022 (5%).

2) Tersedianya usulan penetapan status penggunaan BMN untuk pengadaan belanja modal hingga Triwulan I tahun 2022 baik ke pengguna barang dan pengelola barang (10%).

3) Tingkat penyelesaian inventarisasi dan penilaian kembali (revaluasi asset) (10%).

4) Pemanfaatan BMN hasil pengadaan belanja modal tahun 2021 didukung Berita Acara Serah Terima (BAST)/Berita Acara Pemakaian (10%)

5) Penyusunan Laporan BMN (Semesteran dan Tahunan) secara tepat waktu (5%).

• CARA PENGUKURAN

Pengukuran dilakukan oleh Tim Inspektorat Jenderal melalui metode:

a. Desk Evaluation, yaitu penelaahan dokumen yang terdiri dari peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berbagai dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan.

b. Inquiring (permintaan keterangan), yaitu melakukan permintaan keterangan kepada pihak yang relevan dengan kegiatan untuk meyakinkan bukti-bukti pengukuran yang telah diperoleh.

c. Penilaian efektivitas (Scoring), yaitu melakukan penilaian terhadap hasil pengukuran berdasarkan nilai Tingkat Efektivitas Pengawasan (TEP) Pengelolaan BMN pada unit kerja mitra Inspektorat dihitung dari jumlah (a) Nilai kualitas perencanaan pengawasan; (b) Nilai kualitas pelaksanaan pengawasan, dan (c) Nilai tingkat kepatuhan pengelolaan BMN unit eselon I. Penilaian efektivitas dilakukan dengan rumusan:

Nilai % TEP Mitra = Nilai a + Nilai b + Nilai c

Tingkat Efektivitas Pengawasan Pengelolaan BMN pada masing-masing Inspektorat diukur dengan formula berikut:

Nilai % TEP Mitra 1 + Nilai % TEP Mitra 2 2

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan IV)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( X ) Lag Output ( ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I - V

SUMBER DATA : Unit Eselon I dan Biro Keuangan

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( X ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

8. Tingkat Efektifitas Pengawasan Pengadaan Barang/Jasa Lingkup Mitra Inspektorat

8. Tingkat Efektifitas Pengawasan Pengadaan Barang/Jasa Lingkup Mitra Inspektorat