• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentase Tingkat Kepatuhan Terhadap Pelaksanaan PKPT

BAB 4 INFORMASI INDIKATOR KINERJA UTAMA (MANUAL IKU)

12. Persentase Tingkat Kepatuhan Terhadap Pelaksanaan PKPT

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 12 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Pengawasan Intern yang handal pada Mitra Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Persentase Tingkat Kepatuhan Terhadap Pelaksanaan PKPT Lingkup Inspektorat DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Jumlah pelaksanaan penugasan pengawasan lingkup Inspektorat yang mengacu kepada Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2022

• UKURAN

Jumlah pelaksanaan pengawasan lingkup Inspektorat yang sesuai dengan PKPT Tahun 2022 dengan target kesesuaian sebesar 80%.

• CARA PENGUKURAN

Jumlah Realisasi Kegiatan Pengawasan lingkup Inspektorat yang sesuai dengan PKPT

--- x 100%

Jumlah Kegiatan Pengawasan Inspektorat dalam PKPT

• WAKTU PENGUKURAN

Semesteran (Triwulan II dan IV)

SATUAN PENGUKURAN : Persentase

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( X ) Kuantitas/Output ( ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( X ) Lead Process ( ) Lag Output ( ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I - V

SUMBER DATA : Inspektorat I - V

STATUS DATA : ( X ) Raw data

( ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( X ) Rata-rata ( ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( X ) Semesteran ( ) Tahunan

13. Tingkat Kepatuhan Terhadap Pengelolaan Kinerja lingkup Inspektorat

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 13 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Dukungan Manajemen Pengawasan yang Handal

lingkup Inspektorat

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Tingkat Kepatuhan Terhadap Penganggaran dan Pengelolaan Kinerja Lingkup Inspektorat

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Tingkat kepatuhan terhadap pengelolaan kinerja di lingkungan Inspektorat yang berjalan secara tertib dan sesuai aturan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat.

• UKURAN

Terselenggaranya aktivitas pengelolaan kinerja di lingkungan Inspektorat secara tertib dengan target 100%.

• CARA PENGUKURAN

Tingkat kepatuhan terhadap pengelolaan kinerja lingkup Inspektorat diukur dari ketertiban (kesesuaian format dan waktu pelaporan) dalam pemenuhan beberapa hal berikut:

1. Pengisian aplikasi e-monev Bappenas (Bulanan) dengan bobot 100% (A).

2. Pengisian data capaian kinerja pada aplikasi pengelolaan kinerja KKP (Triwulan) dengan bobot 100% (B).

3. Penyampaian Data Laporan Kinerja Interim (Triwulanan) dengan bobot 100% (C).

4. Penyampaian Data Capaian Kinerja Tahunan kepada Sekretaris Itjen (Tahunan) dengan bobot 100% (D).

5. Penyampaian Laporan Ikhtisar Hasil Pengawasan (Tahunan) dengan bobot 100%

(E).

Pengukuran IKU Tingkat Kepatuhan Terhadap Pengelolaan Kinerja Inspektorat adalah rata-rata realisasi A,B,C,D,E dengan formulasi :

A + B + C + D + F

5

       

Pengukuran Dokumen :

Triwulan I, II, III Triwulan IV

1. Pengisian aplikasi e-monev Bappenas.

2. Pengisian data capaian kinerja pada aplikasi pengelolaan kinerja KKP.

3. Penyampaian Data Laporan Kinerja Interim.

1. Pengisian aplikasi e-monev Bappenas.

2. Pengisian data capaian kinerja pada aplikasi pengelolaan kinerja KKP.

3. Penyampaian Data Laporan Kinerja

4. Penyampaian Data Capaian Kinerja Tahunan kepada Sekretaris Itjen.

5. Penyampaian Laporan Ikhtisar Hasil Pengawasan.

• WAKTU PENGUKURAN DAN TARGET Triwulanan

SATUAN PENGUKURAN : Persentase

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( X ) Kuantitas/Output ( ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( X ) Lead Process ( ) Lag Output ( ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Sub Koordinator TU Inspektorat I-V

SUMBER DATA : Sub Koordinator TU Inspektorat I-V

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( ) Dipersempit ( X ) Komponen Pembentuk ( X ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( X ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan

A + B Rata-rata: --- 2

14. Terkelolanya Anggaran Secara Tertib dan Akuntabel Lingkup Inspektorat

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 14 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Terselenggaranya Dukungan Internal

Pengawasan yang Handal lingkup Inspektorat INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Terkelolanya anggaran kegiatan secara tertib dan

akuntabel lingkup Inspektorat DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Ukuran kinerja atas pengelolaan anggaran kegiatan yang dilaksanakan secara tertib dan akuntabel.

• UKURAN

Terkelolanya Anggaran Secara Tertib dan Akuntabel Lingkup Inspektorat ditargetkan pada Tahun 2022 sebesar 100%.

• CARA PENGUKURAN

Pengukuran IKU Terkelolanya Anggaran Secara Tertib dan Akuntabel Lingkup Inspektorat merupakan ukuran kinerja atas pengelolaan anggaran kegiatan yang dilaksanakan secara tertib dan akuntabel berdasarkan terselenggaranya pengelolaan anggaran secara tertib dan akuntabel atas pemenuhan Rencana Kegiatan dan Anggaran bulanan dan Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Anggaran secara tepat waktu dengan kriteria sebagai berikut:

1. Pengelolaan Rencana Kegiatan dan Anggaran (A):

Rencana Kegiatan dan Anggaran bulanan yang disampaikan kepada Bagian Keuangan selambatnya pada minggu pertama bulan berjalan (bobot 100%)

2. Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Anggaran (B):

Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Anggaran bulanan yang disusun selambatnya pada minggu ke dua bulan selanjutnya setelah pelaksanaan anggaran (bobot 100%).

Capaian IKU ini dapat diukur dari rata-rata realisasi A dan B.

• WAKTU PENGUKURAN Triwulanan

SATUAN PENGUKURAN : Persentase

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( X ) Kuantitas/Output ( ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( X ) Lead Process ( ) Lag Output ( ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Sub Bagian TU Inspektorat I-V

SUMBER DATA : Sub Bagian TU Inspektorat I-V

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( X ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( X ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan

15. Nilai Integritas KKP

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 15

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Mitra Inspektorat INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai Integritas KKP

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Survei Penilaian Integritas (SPI) KKP yang merupakan survei untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya pencegahan korupsi yang dilakukan KKP. Hasil pemetaan dapat dijadikan dasar untuk menyusun rekomendasi peningkatan upaya pencegahan korupsi dengan rencana aksi yang sesuai karakteristik KKP dan berdasarkan hasil pemetaan empiris.

• UKURAN

Hasil survei penilaian integritas lingkup KKP dengan target nilai 75 pada Tahun 2022.

• CARA PENGUKURAN

Nilai integritas KKP diperoleh berdasarkan hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pegawai (internal) dan stakeholders (eksternal) KKP dengan indikator-indikator yang terukur dalam hal pengelolaan anggaran, pemetaan risiko korupsi, dan efektifitas pencegahan korupsi. Dalam hal KPK tidak melakukan survei, maka capaian IKU ini dapat mengacu pada hasil penilaian mandiri (internal KKP) atau menggunakan nilai tahun sebelumnya.

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( X ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( X ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat V

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( X ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( X ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

16. Persentase Jumlah Rekomendasi Pengawasan Tujuan Tertentu yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja KKP

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 16 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Pengawasan Intern yang handal pada Mitra Inspektorat V

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Persentase Jumlah Rekomendasi Pengawasan Tujuan Tertentu yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja KKP

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Jumlah rekomendasi hasil pengawasan Itjen dengan Tujuan Tertentu yang telah ditindaklanjuti secara tuntas (status tindak lanjut adalah TUNTAS) oleh seluruh unit Eselon I lingkup KKP sampai dengan waktu pengukuran.

• UKURAN

Rekomendasi hasil Audit Tujuan Tertentu Itjen yang sudah ditindaklanjuti secara tuntas (status tindak lanjut adalah TUNTAS) sebanyak 70% dari seluruh rekomendasi yang pernah diberikan dan tercatat oleh Itjen KKP.

• CARA PENGUKURAN

Jumlah rekomendasi hasil

pengawasan yang dimanfaatkan Σ Nt

untuk perbaikan = ---x 100%

kinerja Σ N

Σ Nt = jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti secara tuntas oleh mitra Inspektorat

Σ N = jumlah rekomendasi yang diberikan kepada mitra Inspektorat

• TARGET DAN WAKTU PENGUKURAN

TW I TW II TW III TW IV KET

70% 70% 70% 70% Nilai Akhir

• WAKTU PENGUKURAN Triwulanan

SATUAN PENGUKURAN : Persentase

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( X ) Kuantitas/Output ( ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( X ) Lag Output ( ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Inspektorat I - V dan Bagian PHP

SUMBER DATA : Inspektorat I - V dan Bagian PHP

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( X ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( X ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan

Jumlah Pengaduan Masyarakat yang Ditindaklanjuti

--- x 100%

Jumlah Pengaduan Masyarakat yang Diterima KKP

17. Persentase Pengaduan Masyarakat yang Ditindaklanjuti Lingkup KKP

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 17 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Pengawasan Intern yang handal pada Mitra Inspektorat V

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Persentase Pengaduan Masyarakat yang : Ditindaklanjuti Lingkup KKP

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti merupakan sebuah indikator yang menggambarkan kinerja penanganan pengaduan masyarakat yang diterima oleh tim pengelola pengaduan KKP (Inspektroat V).

• UKURAN

Tingkat tindak lanjut pengaduan masyarakat yang diterima oleh tim pengelola pengaduan KKP (Inspektorat V) pada tahun 2022 dengan target 100% pengaduan ditindaklanjuti.

Pengaduan dapat berasal dari pegawai dan/atau masyarakat atas tindakan yang dilakukan oleh pegawai di lingkungan KKP dan/atau masyarakat yang berkaitan dengan dugaan: a. penyalahgunaan wewenang; b. pelanggaran disiplin Pegawai; c. hambatan dalam pelayanan kepada masyarakat; dan/atau d. tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme.

• CARA PENGUKURAN

• WAKTU PENGUKURAN Triwulanan

SATUAN PENGUKURAN : Persentase

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( X ) Kuantitas/Output ( ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( X ) Lead Process ( ) Lag Output ( ) Lag Outcome

SUMBER DATA : Inspektorat V

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Adopsi langsung ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( X ) Adopsi langsung ( ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( X ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( X ) Triwulanan

( ) Semesteran ( ) Tahunan

BAB 5

INFORMASI INDIKATOR KINERJA UTAMA (MANUAL IKU)

LEVEL 2 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2022

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai informasi indikator kinerja terkait dengan definisi, ukuran, waktu pengukuran, dan cara perhitungan dari masing-masing indikator kinerja lingkup Itjen KKP Tahun 2022. Hal ini sebagai panduan dalam mengukur kinerja dari setiap indikator kinerja dari level 2 (Sekretariat Inspektorat Jenderal). Berikut disajikan informasi indikator kinerja (manual IKU) Inspektorat lingkup Itjen KKP Tahun 2022.

1. Batas Tertinggi Nilai Temuan LHP BPK atas Laporan Keuangan Itjen KKP

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 1 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Inspektorat Jenderal KKP INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Batas Tertinggi Nilai Temuan LHP BPK atas

Laporan Keuangan Itjen KKP DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Jumlah nilai temuan keuangan (nilai Tuntutan Ganti Rugi) dari hasil pemeriksaan BPK terhadap Laporan Keuangan Unit Itjen Tahun 2021 dibandingkan dengan realisasi anggaran Itjen tahun 2021.

• UKURAN

Nilai temuan keuangan BPK atas LK Itjen KKP Tahun 2021 ≤1% dari total realisasi anggaran Itjen KKP Tahun 2021.

• CARA PENGUKURAN

Jumlah nilai temuan keuangan oleh BPK Tahun 2021 pada LK Itjen KKP

--- x 100%

Jumlah realisasi anggaran Itjen KKP Tahun 2021

Cara menghitung capaian IKU dengan Polarisasi Minimize atau capaian lebih kecil lebih baik adalah sebagai berikut:

[1 + (1 - realisasi/target)] x 100%  

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan III)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( x ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Kelompok Keuangan dan Umum

SUMBER DATA : Kelompok Keuangan dan Umum

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Adopsi langsung ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( ) Maximize ( X ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

2. Level Kapabilitas Itjen (IACM)

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 2 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Inspektorat Jenderal KKP INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Level Kapabilitas Itjen (IACM)

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Merupakan gambaran kondisi tata kelola organisasi dan langkah-langkah yang dilakukan oleh APIP untuk mengembangkan pengawasan intern yang efektif dan profesional. Tingkat kapabilitas organisasi APIP dalam pendekatan Internal Audit Capability Model (IACM) terbagi menjadi 6 tingkatan sebagai berikut:

Level 1 (Initial) APIP belum dapat memberikan jaminan atas proses tata kelola sesuai peraturan dan mencegah korupsi

Level 2

(Infrastructure)

APIP mampu memberikan keyakinan yang memadai dan proses sesuai dengan peraturan serta mampu mendeteksi terjadinya korupsi

Level 3 (Integrated) APIP mampu menilai efisiensi, efektivitas, ekomis suatu kegiatan dan mampu memberikan konsultasi pada tata kelola manajemen risiko dan pengendalian intern

Level 4 (Managed) APIP mampu memberikan assurance secara keseluruhan atas tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern Level 5 (Otimizing) APIP menjadi agen perubahan organisasi

• UKURAN

Tingkat kapabilitas Itjen (APIP) dinilai berdasarkan pemenuhan indikator dari enam Internal Audit Capability Model (IACM) yang terdiri dari: 1) Peran dan Layanan Audit Intern; 2) Pengelolaan SDM; 3) Praktik Profesional; 4) Akuntabilitas dan Manajemen Kinerja; 5) Budaya dan Hubungan Organisasi; 6) Struktur Tata Kelola. Pada tahun 2022, tingkat kapabilitas Itjen KKP ditargetkan mencapai nilai 3 (Level 3).

• CARA PENGUKURAN

Hasil evaluasi BPKP atas kapabilitas pengawasan Itjen KKP Tahun 2022 dengan metode IACM. Apabila BPKP tidak melakukan penilaian kapabilitas Itjen KKP, maka dilakukan penilaian mandiri oleh Inspektorat V selaku pengawas intern Itjen KKP yang dapat menggambarkan tingkat kapabilitas pengawasan intern yang dilakukan Itjen KKP dengan mengacu pada pedoman evaluasi kapabilitas APIP.

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan IV)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( X ) Lead Output ( ) Lead Process ( X ) Lag Output ( ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Sekretariat Itjen (Kelompok Program)

SUMBER DATA : BPKP atau Itjen KKP

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( X ) Adopsi langsung ( ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan

( ) Semesteran ( X ) Tahunan

3. Tingkat Maturitas SPIP Itjen KKP

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 3 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Inspektorat Jenderal KKP INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Level Maturitas SPIP Itjen KKP

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Tingkat maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah tingkat kematangan/kesempurnaan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah dalam mencapai tujuan pengendalian intern sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

• UKURAN

Tingkat Maturitas SPIP Itjen KKP Tahun 2022 adalah Nilai 3 (Level 3).

• CARA PENGUKURAN

Berdasarkan hasil evaluasi tingkat maturitas SPIP KKP oleh BPKP Tahun 2022. Dalam hal BPKP tidak melakukan evaluasi tingkat maturitas SPIP, maka data capaian dapat diambil dari hasil pengukuran mandiri tim internal KKP (Inspektorat Jenderal KKP) dengan menggunakan pedoman dari BPKP.

Mekanisme Penilaian Maturitas SPIP Level KKP (Formulasi):

Tingkat Maturitas SPIP (TMS):

(1,5 x Nilai LP) + (1 x Nilai PR) + (1,25 x KP) + (0,5 x Nilai IK) + (0,75 x P) Keterangan :

Nilai LP = Nilai Unsur Lingkungan Pengendalian Nilai PR = Nilai Unsur Penilaian Risiko

Nilai KP = Nilai Unsur Kegiatan Pengendalian Nilai IK = Nilai Unsur Informasi dan Komunikasi Nilai P = Nilai Unsur Pemantauan.

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan IV)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : kelompok Keuangan dan Umum

SUMBER DATA : kelompok Keuangan dan Umum

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Adopsi langsung ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

4. Nilai Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Itjen (Nilai)

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 4 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Itjen

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) Itjen

DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Merupakan ukuran evaluasi implementasi Reformasi Birokrasi (RB) di lingkungan Itjen KKP.

• UKURAN

Nilai Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Itjen Tahun 2022 dengan target nilai 32.

• CARA PENGUKURAN

Capaian IKU ini diukur berdasarkan hasil Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) KKP yang dilakukan oleh Tim Penilaian Mandiri (internal) KKP yang telah diverifikasi oleh Inspektorat Jenderal.

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan III)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( X ) Lead Output ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Kelompok SDM Aparatur, Hukum, dan Organisasi SUMBER DATA : Inspektorat V dan Kelompok SDM AHO

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Adopsi langsung ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

5. Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Itjen KKP (Nilai)

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 5 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Inspektorat Jenderal KKP INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Itjen KKP (Nilai) DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Suatu ukuran atas tingkat kualitas akuntabilitas di lingkungan Itjen.

• UKURAN

Nilai SAKIP Itjen Tahun 2022 dengan target nilai 83 (kategori A).

• CARA PENGUKURAN

Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Itjen KKP diperoleh dari hasil evaluasi yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal.

• WAKTU PENGUKURAN Tahunan (Triwulan IV)

SATUAN PENGUKURAN : Nilai

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( ) Kuantitas/Output ( X ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( ) Lag Output ( X ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Bagian Program

SUMBER DATA : Inspektorat V dan Bagian Program

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( X ) Adopsi langsung ( ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 6 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Inspektorat Jenderal KKP INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Indeks Profesionalitas ASN Lingkup Itjen DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

1. Profesionalitas adalah kualitas para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk melakukan tugas-tugasnya.

2. Indeks Profesionalitas ASN adalah ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN berdasarkan kesesuaian kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melaksanakan tugas jabatan (Permen PAN dan RB No. 38 Tahun 2018).

3. Nilai Indeks Profesionalitas ASN merupakan gambaran kualitas profesionalitas ASN KKP yang diukur setiap tahun oleh Biro SDMA, Sekretariat Jenderal dengan mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB No. 38 Tahun 2018 tentang Peraturan Indeks Profesionalitas Aparatir Sipil Negara.

• UKURAN

Nilai Indeks Profesionalitas ASN merupakan gambaran kualitas profesionalitas ASN KKP yang diukur setiap tahun oleh Biro SDMA, Sekretariat Jenderal dengan target indeks Tahun 2022 sebesar 78.

• CARA PENGUKURAN

1. Nilai diukur setiap tahun dengan menggunakan 4 (empat) dimensi, meliputi : a. Kualifikasi;

b. Kompetensi;

c. Kinerja; dan d. Disiplin.

2. Kualifikasi diukur dari indikator riwayat pendidikan formal terakhir yang telah dicapai, meliputi :

a. Pendidikan S-3 (Strata-Tiga);

b. Pendidikan S-2 (Strata-Dua);

c. Pendidikan S-1 (Strata-Satu) /D-4 (Diploma-Empat);

d. Pendidikan D-3 (Diploma-Tiga);

e. Pendidikan D-1 (Diploma-Satu) /D-1 (Diploma-Satu)/ SLTA Sederajat; dan f. Pendidikan di bawah SLTA.

Formula pengukuran:

Nilai Nama Kualifikasi *) Perhitungan Nilai

Kualifikasi Nilai

3. Kompetensi diukur dari indikator riwayat pengembangan kompetensi yang telah dilaksanakan yang meliputi: Diklat Kepemimpinan, Diklat Fungsional; Diklat Teknis;

dan Seminar/Workshop/Konferensi/Setara, dengan formula sebagai berikut:

Nilai Nama Kompetensi **) Perhitungan Nilai

Kompetensi Nilai Bobot 40%

Diklat Struktural

1 Pernah Ikut Diklat Pim pada levelnya 1/1 x 100% 100 40 0 Tidak Pernah Ikut Diklat Pim pada

levelnya

0/1 x 100% 0 0

Diklat Fungsional

1 Pernah Ikut Diklat Pim pada levelnya 1/1 x 100% 100 40 0 Tidak Pernah Ikut Diklat Pim pada

levelnya 0/1 x 100% 0 0

Diklat 20 JP

1 Pernah Ikut Diklat Pim pada levelnya 1/1 x 100% 100 40 0 Tidak Pernah Ikut Diklat Pim pada

levelnya 0/1 x 100% 0 0

Seminar

1 Pernah Ikut Diklat Pim pada levelnya 1/1 x 100% 100 40 0 Tidak Pernah Ikut Diklat Pim pada

levelnya 0/1 x 100% 0 0

Total Mengikuti Kompetensi 400/4 = 100 160/4 = 40

 

4. Kinerja diukur dari indikator penilaian prestasi kerja PNS, yang meliputi: a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP); dan b. Perilaku kerja, dengan formula sebagai berikut:

No Keterangan Nilai SKP ***) Nilai SKP Nilai

5. Disiplin diukur dari indikator riwayat penjatuhan hukuman disiplin yang pernah dialami yang meliputi: a. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin; dan b. Pernah dijatuhi hukuman disiplin (ringan, sedang, berat), dengan formula sebagai berikut:    

  6. Sumber data pengukuran Indeks Profesionalitas ASN dapat diperoleh dari beberapa

sumber yang tervalidasi meliputi:

a. Kualifikasi dihitung dari kondisi pendidikan terkini dari pegawai dengan ketentuan sesuai SK Pangkat Terakhir atau SK Pencantuman Gelar yang sudah diupdate pada aplikasi SIMPEG Online KKP.

b. Kompetensi diolah datanya dari aplikasi SIMPEG Online KKP dengan ketentuan sebagai berikut:

• Diklatpim, sesuai dengan level terakhirnya, misalkan Pejabat Eselon IV Tidak Pernah melaksanakan Diklatpim Tingkat IV maka pegawai tersebut nilainya 0;

• Diklat Fungsional, Diklat 20 JP dan Seminar dihitung sejak 5 tahun terakhir, apabila dalam kurun waktu tersebut Pernah melaksanakan diklat dan seminar maka nilai kompetensi pegawai tersebut yaitu 1;

c. Kinerja diolah datanya dari aplikasi Penilaian Prestasi Kerja Online KKP dan di kolaborasikan dengan database kepegawaian (SIMPEG Online KKP);

d. Disiplin diolah datanya dari aplikasi SIMPEG Online KKP dengan ketentuan diambil yang tidak pernah/pernah dijatuhi hukuman disiplin dan diupdate pada aplikasi SIMPEG

7. Bobot penilaian dimensi Indeks Profesionalitas ASN terdiri atas : a. Kualifikasi memiliki bobot 25 % (dua puluh lima persen);

b. Kompetensi memiliki bobot 40 % (empat puluh persen);

c. Kinerja memiliki bobot 30 % (empat puluh persen); dan d. Disiplin memiliki bobot 5 % (lima persen).

8. Berdasarkan bobot penilaian dimensi Indeks Profesonalitas ASN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, dilakukan perhitungan dengan rumus matematis sebagai berikut:

   

9. Capaian Indeks Profesionalitas ASN KKP diperoleh dari rata-rata nilai Indeks Profesionalitas unit kerja Level 1 KKP dengan rumus sebagai berikut:

 

IP, IP, IP…., Ip = Nilai Indeks Profesionalisme unit Kerja Eselon I KKP

 

10. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Profesionalitas ASN, dilakukan pengkategorian tingkat Profesionalitas ASN sebagai berikut:

a. Nilai 91 - 100 berkategori Sangat Tinggi (Sangat Profesional);

b. Nilai 81 - 90 berkategori Tinggi (Cenderung Profesional);

c. Nilai 71 - 80 berkategori Sedang (Rentan Tidak Profesional);

d. Nilai 61 - 70 berkategori Rendah (Cenderung tidak profesional);

e. Nilai 0 - 60 berkategori Sangat Rendah (sangat tidak profesional).

• WAKTU PENGUKURAN Semesteran

SATUAN PENGUKURAN : Indeks

JENIS ASPEK TARGET PADA SKP : ( X ) Kuantitas/Output ( ) Kualitas/Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya

TINGKAT VALIDITAS IKU : ( ) Lead Input ( ) Lead Process ( X ) Lag Output ( ) Lag Outcome UNIT/PENANGGUNG JAWAB IKU : Bagian SDM Aparatur, Hukum, Organisasi SUMBER DATA : Biro SDM Aparatur dan Bagian SDM Aparatur,

Hukum, Organisasi

STATUS DATA : ( ) Raw data

( X ) Hasil perhitungan raw data

JENIS PERHITUNGAN DATA : ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( X ) Nilai Posisi Akhir

METODE CASCADING : ( ) Adopsi langsung ( X ) Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk ( ) Tidak diturunkan

POLARISASI : ( X ) Maximize ( ) Minimize

( ) Stabilize

PERIODE PELAPORAN : ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran ( X ) Tahunan

7. Unit Kerja Itjen yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Terstandar

MANUAL IKU LEVEL 2 : IK. 7 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN

PERIKANAN

SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Inspektorat Jenderal KKP INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Unit Kerja Itjen yang Menerapkan Sistem

Manajemen Pengetahuan yang Terstandar DESKRIPSI IKU

• DEFINISI

Sistem Manajemen Pengetahuan adalah suatu rangkaian kegiatan yang memanfaatkan teknologi informasi yang digunakan oleh suatu instansi/organisasi untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari.

• UKURAN

Unit Kerja lingkup Itjen KKP yang tergabung dan mendistribusikan informasi melalui Sistem Informasi Manajemen Pengetahuan terpilih yaitu aplikasi Bitrix24 dibanding total unit kerja yang ada dengan target Tahun 2022 sebesar 86% berdasarkan beberapa variabel pengukuran yang ditetapkan.

• CARA PENGUKURAN

Capaian hasil Manajemen Pengetahuan yang Terstandar level 1 diperoleh berdasarkan hasil penghitungan PUSDATIN KKP selaku koordinator aplikasi Manajemen Pengetahuan KKP dengan komponen dan bobot yang menjadi dasar

Capaian hasil Manajemen Pengetahuan yang Terstandar level 1 diperoleh berdasarkan hasil penghitungan PUSDATIN KKP selaku koordinator aplikasi Manajemen Pengetahuan KKP dengan komponen dan bobot yang menjadi dasar