• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada tanggal 20 Juni 2000, Menteri Tenaga Kerja menerbitkan Keputusan No. Kep-150/Men/2000 mengenai aturan besarnya kompensasi disertai ketentuan yang mendasari pemberian kompensasi tersebut, yang mengharuskan entitas untuk membayar uang jasa dan kompensasi sehubungan dengan pengunduran diri karyawan atas dasar jumlah tahun masa kerja dan gaji, apabila pengunduran diri memenuhi ketentuan yang diatur dalam Keputusan tersebut.

Kemudian pada bulan April 2003, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 menggantikan Keputusan No. KEP-150/Men/2000.

Perusahaan mempunyai perencanaan imbalan pasti yang melindungi seluruh karyawan tetap yang mempunyai syarat. Saldo imbalan pasca kerja jangka panjang pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017sebesar US$ 13.908.649, dihitung oleh aktuaris independen secara tahunan, seperti yang terdapat pada laporan aktuaris tertanggal 26 Februari2018.

Jumlah yang diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Nilai kini liabilitas imbalan pasti 13.908.649 13.908.649

Nilai wajar aset program − −

Liabilitas bersih 13.908.649 13.908.649

Mutasi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Saldo Awal 11.154.807 11.154.807

Biaya jasa kini 1.037.346 1.037.346

Biaya jasa lalu

Biaya bunga 886.405 886.405

Kerugian (keuntungan) aktuarial dari penyesuaian pengalaman 546.137 546.137 ) Kerugian aktuarial dari perubahan asumsi keuangan 1.142.193 1.142.193

Pembayaran manfaat (766.025) (766.025 )

(Laba) rugi selisih kurs (92.214 ) (92.214

Saldo akhir 13.908.649 13.908.649

Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, seluruh liabilitas imbalan pasti tidak didanai sehingga tidak terdapat nilai wajar dari aset yang direncanakan.

Jumlah yang diakui di dalam laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut:

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Biaya jasa kini 1.037.346 1.037.346

Biaya bunga 886.405 886.405

Biaya jasa lalu

Jumlah (Catatan 39) 1.923.751 1.923.751

Mutasi liabilitas bersih di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Saldo awal 11.154.807 11.154.807

Kerugian (keuntungan) aktuarial dari penyesuaian pengalaman 546.137 546.137) Kerugian aktuarial dari perubahan asumsi keuangan 1.142.193 1.142.193

Pembayaran manfaat (766.025) (766.025)

Beban tahun berjalan 1.923.751 1.923.751

Foreign exchange (gain) loss (92.214) (92.214

Saldo akhir 13.908.649 13.908.649

Perhitungan aktuaria tersebut di atas telah dihitung oleh aktuaris PT Sienco Aktuarindo Utama dengan menggunakan asumsi sebagai berikut:

Tingkat diskonto : 7% setahun pada tahun 2017 dan 8,30% setahun pada tahun 2016 Tingkat kenaikan gaji : 8% setahun pada tahun 2017 dan 2016

Tingkat mortalita : Tabel Mortalitas di Indonesia tahun 2011

Usia pensiun normal : 10% pada usia 20 tahun dan menurun sampai dengan usia 55 tahun Tingkat kemungkinan

pengunduran diri : 1% dari tingkat mortalita Metode pendanaan : Projected Unit Credit

Asumsi yang berhubungan dengan pengalaman mortalitas masa depan ditentukan berdasarkan saran aktuaris menurut statistik yang telah diterbitkan dan pengalaman setiap wilayah. Di Indonesia, asumsi mortalitas yang digunakan adalah berdasarkan Tabel Mortalitas di Indonesia tahun 2011 (“TMI 2011”). Manajemen telah menelaah asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut telah memadai dan juga berpendapat bahwa provisi atas uang jasa telah memadai untuk menutup liabilitas yang ditentukan oleh UU Ketenagakerjaan No. 13/2003.

Durasi rata-rata tertimbang dari kewajiban manfaat untuk Perusahaan per tanggal 31 Desember 2017 adalah 15 tahun.

Perkiraan jumlah manfaat imbalan kerja yang akan jatuh tempo sesuai dengan rata-rata durasi tertimbang adalah sebagai berikut:

2 0 1 7

Kurang dari satu tahun 506.721

Satu sampai dengan dua tahun 850.924

Dua sampai dengan lima tahun 2.882.050

Lima sampai dengan sepuluh tahun 4.544.049

Lebih dari sepuluh tahun 5.124.905

Jumlah 13.908.649

Sensitivitas nilai kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini terhadap perubahan asumsi utama sebesar1% adalah sebagai berikut:

Deskripsi

Tingkat Diskonto Tingkat Diskonto

8% 9%

US$ % US$ %

31 Desember 2017: 15.155.065 8,96% 12.823.893 -7,80%

Nilai kini kewajiban pasti 1.163.899 12,20% 932.429 -10,11% Biaya jasa kini

Deskripsi

Tingkat Diskonto Tingkat Diskonto

7,30% 9,30%

US$ % US$ %

31 Desember 2016:

Nilai kini kewajiban pasti 12.128.777 8,73% 10.301.810 -7,65%

Biaya jasa kini 804.407 11,88% 647.510 -9,94%

Informasi historis atas nilai kini liabilitas imbalan pasti dan penyesuaian pengalaman pada liabilitas program adalah sebagai berikut:

2017 2016 2 0 1 5 2 0 1 4 2 0 1 3

US$ US$ US$ US$ US$

Nilai kini kewajiban imbalan pasti 13.908.649 11.154.807 9.759.801 12.125.149 9.975.563

Nilai wajar aset program

Defisit program 13.908.649 11.154.807 9.759.801 12.125.149 9.975.563

Penyesuaian pengalaman pada liabilitas

program 546.137 (209.991) (1.256.157) 615.393 2.301.812

a. Pajak Dibayar Di Muka

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Lebih bayar atas pajak penghasilan badan

2015  

2016 1.292.336 1.292.336

2017 4.943.196 2.903.110

Pajak pertambahan nilai 5.977.786 6.539.043

Jumlah 12.213.318 10.734.489

b. Utang Pajak

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Pajak penghasilan pasal 21 109.767 110.847

Pajak penghasilan pasal 23 29.907 38.288

Pajak penghasilan pasal 26  36.308

Pajak penghasilan pasal 4 (2) 4.404 235

Jumlah 144.079 185.678

c. Pajak Penghasilan Badan

Rekonsiliasi antara rugi sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal yang dihitung oleh Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017adalah sebagai berikut:

2 0 1 8 2 0 1 7

US$ US$

Laba (Rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi

dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 3.966.318 (983.840 )

Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan  

Rugi sebelum pajak penghasilan menurut

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

Rekonsiliasi antara rugi sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal yang dihitung oleh Perusahaan induk untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut: (Lanjutan)

2 0 1 8 2 0 1 7

US$ US$

Penyesuaian fiskal terdiri dari: Beda tetap:

Beban yang tidak diperkenankan (penghasilan kena pajak final):

Pajak penghasilan pasal 21 374.630 1.304.246

Beban pajak 35.410 157.908

Perjamuan dan representasi 19.046 125.341

Sumbangan 37.738 189.934

Penghasilan bunga (1.876) (8.557)

Laba bersih atas selisih kurs − 464.489

464.948 2.233.361 Beda waktu:

Beban penyusutan aset tetap (3.666.546) (14.652.505)

Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang − 1.065.511

Aset tidak berwujud 1.569 6.271)

Amortisasi pendapatan ditangguhkan 3.141 12.563

Amortisasi beban tangguhan (25.449) (101.794)

(3.687.284 ) (13.669.954 ) Taksiran laba (rugi) fiskal tahun berjalan sebelum

kompensasi kerugian tahun sebelumnya 8.156.815 (12.420.433 Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (408.742.818 ) (401.025.267 ) Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (400.586.003) (413.445.700)

Taksiran pajak penghasilan badan − −

Pajak dibayar dimuka:

Pajak penghasilan pasal 22 (5.066.253 ) (2.903.110 )

Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan (5.066.253 ) (2.903.110 ) Penyesuaian atas pajak penghasilan badan (5.066.253 ) (7.236 ) Perusahaan telah melaporkan kelebihan pajak penghasilan badan tahun 2016 pada SPT pajak penghasilan badan tahun 2016 sebesar Rp 28.688.919.000, dan SPT pajak penghasilan badan tersebut telah dilaporkan kepada kantor pajak pada bulan Juni 2017, setelah penerbitan laporan audit. Pemeriksaan pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan kelebihan pembayaran pajak penghasilan ini masih berlangsung.

Perusahaan menerima dan mencatat pengembalian atas kelebihan pajak penghasilan badan tahun 2015 sebesar US$ 2.901.194 pada bulan Juni 2017. Sebagai konsekuensinya. selisih antara taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan tahun 2015 sebesar US$ 7.236 dicatat sebagai bagian dari beban pajak penghasilan kini pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

Rekonsiliasi jumlah estimasi rugi fiskal antara jumlah yang diperhitungkan berdasarkan mata uang fungsional/penyajian dengan mata uang untuk tujuan perpajakan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut:

31 Desember 2018 Mata uang

Pelaporan Pajak Kurs

Mata uang Pelaporan Pajak

Mata uang fungsional

Rp Rp US$ US$

Laba (Rugi) sbelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif

konsolidasian lain (134.097.454.308 ) 3.966.318 3.966.318 Laba Entitas Anak sebelum

pajak penghasilan

Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan

penghasilan komprehensif lain

Perusahaan (134.097.454.308 ) 3.966.318 3.966.318

Penyesuaian fiskal terdiri dari: Beda tetap:

Beban yang tidak

diperkenankan(penghasilan kena pajak final):

Pajak penghasilan pasal 21 5.103.208.177 13622 374.630 374.630

Beban pajak 487.059.873 13755 35.410 35.410

Perjamuan dan representasi 258.628.190 13579 19.046 19.046

Sumbangan 513.614.500 13610 37.738 37.738

Penghasilan bunga (25.486.469 ) 13587 (1.876) (1.876)

Laba bersih atas selisih kurs − −

6.337.024.271 464.948 464.948

Beda waktu:

Beban penyusutan aset tetap (29.746.184.487 ) 8.113 (3.666.546) (3.666.546) Liabilitas imbalan pasca kerja

jangka panjang − − − −

Amortisasi pendapatan

ditangguhkan 30.487.428 9.707 3.141 3.141

Aset tidak berwujud 18.111.216 11.540 1.569 1.569

Amortisasi beban tangguhan (57.076.643 ) 2.243 (25.449) (25.449) (29.754.662.486 ) (3.687.284) (3.687.284) Taksiran rugi fiskal Perusahaan

sebelum kompensasi

kerugian tahun sebelumnya 110.679.816.093 13.569 8.156.815 8.156.815 Akumulasi rugi fiskal tahun

Sebelumnya (5.059.808.737.579 ) 12.355 (408.742.818) (408.742.818) Jumlah taksiran akumulasi

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

31 Desember 2017 Mata uang

Pelaporan Pajak Kurs

Mata uang Pelaporan Pajak

Mata uang fungsional

Rp Rp US$ US$

Taksiran pajak penghasilan badan

Pajak dibayar dimuka:

pajak penghasilan pasal 22 (81.474.151.108) 16.082 (5.066.253) (5.066.253) Taksiran lebih bayar pajak

Penghasilan badan (81.474.151.108) (5.066.253) (5.066.253) Penyesuaian atas pajak penghasilan

badan (81.474.151.108) (5.066.253) (5.066.253)

31 Desember 2017 Mata uang

Pelaporan Pajak Kurs

Mata uang Pelaporan Pajak

Mata uang fungsional

Rp Rp US$ US$

Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain

Konsolidasian (106.188.500.378 ) (983.840 ) (983.840)

Laba Entitas Anak sebelum

pajak penghasilan

Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan

penghasilan komprehensif lain Perusahaan

(106.188.500.378 ) (983.840 ) (983.840 ) Penyesuaian fiskal terdiri dari:

Beda tetap: Beban yang tidak

Diperkenankan(penghasilan kena pajak final):

Pajak penghasilan pasal 21 17.452.858.243 13.382 1.304.246 1.304.246

Beban pajak 2.103.369.429 13.320 157.908 157.908

Perjamuan dan representasi 1.678.722.391 13.393 125.341 125.341

Sumbangan 2.538.185.900 13.364 189.934 189.934

Penghasilan bunga (114.596.600 ) 13.392 (8.557) (8.557)

Rugi bersih atas selisih kurs 464.489 464.489

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

31 Desember 2016 Mata uang

Pelaporan Pajak Kurs

Mata uang Pelaporan Pajak Mata uang fungsional Rp Rp US$ US$ Beda waktu:

Beban penyusutan aset tetap (101.653.837.598 ) 6.938 (14.652.505) (14.652.505) Liabilitas imbalan pasca kerja

jangka panjang 15.684.876.610 14.721 1.065.511 1.065.511 Amortisasi pendapatan ditangguhkan 121.949.710 9.707 12.563 12.563

Aset tidak berwujud 72.444.868 11.552 6.271 6.271)

Amortisasi beban tangguhan (228.306.571 ) 2.243 (101.794) (101.794) (86.002.872.981 ) (13.669.954 ) (13.669.954) Taksiran laba fiskal Perusahaan

sebelum kompensasi

kerugian tahun sebelumnya (168.532.833.996 ) 13.569 (12.420.434 ) (12.420.434 Akumulasi rugi fiskal tahun

Sebelumnya (4.955.089.294.203 ) 12.356 (401.025.267 ) (401.025.267) Jumlah taksiran akumulasi

rugi fiskal (5.123.622.128.199) (413.445.701) (413.445.701)

Taksiran pajak penghasilan badan

Pajak dibayar dimuka:

Pajak penghasilan pasal 22 (38.831.696.422) 13.376 (2.903.110 ) (2.903.110 ) Taksiran lebih bayar pajak

penghasilan badan (38.831.696.422) (2.903.110 ) (2.903.110 ) Penyesuaian pajak penghasilan badan (15.248.459) (7.236 ) (7.236 )

Estimasi laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 yang dilaporkan pada SPT pajak penghasilan badan tahun 2016 adalah sebesar Rp 319.671.944.640 dan SPT tersebut telah dilaporkan kepada kantor pajak pada bulan Juni 2017.

Dalam laporan keuangan konsolidasian ini jumlah rugi fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 sebesar US$ 413.445.701didasarkan atas perhitungan sementara karena Perusahaan belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan 2017.

d. Aset (liabilitas) Pajak Tangguhan

Perhitungan jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan dengan tarif pajak maksimal sebesar 25% pada tahun 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut:

2 0 1 8

Pada tanggal 31 Desember 2017

Dikreditkan (dibebankan) pada laporan laba

rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Dikreditkan (dibebankan) pada ekuitas Pada tanggal 31 Desember 2017

US$ US$ US$ US$

Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan:

Akumulasi rugi fiskal 103.361.425 3.214.924 100.146.501

Penyisihan Penilaian (103.361.425) (3.214.924) (100.146.501) Beban Penyusutan Aset Tetap (4.262.172) (916.636) (5.178.809) Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

Jangka Panjang 3.477.162 3.477.162

Aset Tidak Berwujud (25.262) 392 (24.870)

Amortisasi Pendapatan Ditangguhkan (46.850) 785 (46.065)

Amortisasi Beban Tangguhan 662.870 (6.362) 656.508

Jumlah aset (liabilitas) pajak tangguhan (194.252 (921.821) (1.116.073 ) 2 0 1 7

Pada tanggal 31 Desember 2016

Dikreditkan (dibebankan) pada laporan laba

rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Dikreditkan (dibebankan) pada ekuitas Pada tanggal 31 Desember 2017

US$ US$ US$ US$

Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan:

Akumulasi rugi fiskal 24.421.729 78.939.696 103.361.425

Penyisihan Penilaian (24.421.729) (78.939.696) (103.361.425) Beban Penyusutan Aset Tetap (599.046) (3.663.126) (4.262.172) Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

Jangka Panjang 2.788.701 266.378 422.083 3.477.162

Aset Tidak Berwujud (26.830) 1.568 (25.262)

Amortisasi Pendapatan Ditangguhkan (49.991) 3.141 (46.850)

Amortisasi Beban Tangguhan 688.319 (25.449) 662.870

d. Aset (liabilitas) Pajak Tangguhan (Lanjutan)

Pengakuan aset pajak penghasilan yang ditangguhkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah berdasarkan perkiraan dari manajemen akan hasil di masa mendatang termasuk perkiraan atas tingkat produksi dan harga komoditi atas produk Perusahaan dan Entitas Anak.waktu dan sifat penyelesaian atas liabilitas pajak tangguhan serta strategi perencanaan pajak. Berdasarkan perkiraan tersebut. manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat merealisasikan aset pajak tangguhannya yang timbul dari rugi fiskal kumulatif. Oleh karena itu. manajemen membentuk penyisihan penilaian yang masing-masing sebesar US$ 103.361.425 dan US$ 24.421.729yang dicadangkan pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016.

Dasar rincian atas pengakuan dari aset pajak tangguhan ditelaah secara regular oleh manajemen.

 Rekonsiliasi antara jumlah beban dan jumlah yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak efektif terhadap rugi sebelum pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

2 0 1 8 2 0 1 7

US$ US$

Laba (Rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan

komprehensif lain konsolidasian 3.966.318 (1.288.120 )

Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan

Rugi sebelum pajak penghasilan menurut

laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain

Perusahaan 3.966.318 (1.288.120 )

Keuntungan pajak pada tarif 25% (991.579 ) (322.030 )

Rugi (laba) pajak pada tarif 25% (2.039.204) 3.105.108 Penyesuaian atas pajak penghasilan badan tahun 2014

Penyesuaian atas pajak penghasilan badan tahun 2015 7.236 Pengaruh pajak atas beban yang tidak

diperkenankan (penghasilan kena pajak final): 3.952.604 634.410

Jumlah beban pajak 921.821 3.424.724

e. BebanPajak

2 0 1 8 2 0 1 7

US$ US$

Beban pajak penghasilan kini:

Perusahaan (7.236 )

Entitas Anak

(7.236 )

Beban pajak tangguhan - bersih:

Perusahaan (921.821 ) (3.417.488 )

Entitas Anak

(921.821 ) (3.417.488 )

f. Surat Ketetapan Pajak a. Perusahaan induk

 Pada tanggal 27 Pebruari 2017. Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak No. S-161/PJ.05/2017 sebagai kelanjutan dari pemeriksaan bukti permulaan salah satu pelanggan Perusahaan. Dengan adanya Pemeriksaan Bukti Permulaan. maka pemeriksaan yang terkait dengan permohonan restitusi PPN untuk periode Juli 2015 sampai dengan April 2016 sementara tertunda. Selanjutnya. sampai pada tanggal laporan audit. hasilnya belum ditentukan.

 Pada tanggal 14 Desember 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Desember 2014. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00124/207/14/092/16. Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 28.299.736.

 Pada tanggal 14 Desember 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Januari 2015. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00038/207/15/092/16. Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak maupun kelebihan pajak.

 Pada tanggal 14 Desember 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Februari 2015. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00039/207/15/092/16. Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak maupun kelebihan pajak.

 Pada tanggal 14 Desember 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Maret 2015. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00040/207/15/092/16. Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak maupun kelebihan pajak.

 Pada tanggal 14 Desember 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan April 2015. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00041/207/15/092/16. Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak maupun kelebihan pajak.

 Pada tanggal 3 Oktober 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Mei 2015. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00129/407/15/092/16. Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 10.058.236.238. Atas kelebihan bayar pajak pertambahan nilai tersebut telah diterima pada bulan Oktober 2016.

f. Surat Ketetapan Pajak(Lanjutan) a. Perusahaan induk(Lanjutan)

 Pada tanggal 14 Desember 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Juni 2015. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00143/207/15/092/16. Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 15.044.633.904. Atas kelebihan bayar pajak pertambahan nilai tersebut telah diterima pada bulan Januari 2017.

 Pada tanggal 31 Mei 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan untuk tahun 2014. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00067/406/14/092/16. Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 64.420.363.000. Atas kelebihan bayar pajak pertambahan nilai tersebut telah diterima pada bulan Juni 2016.

 Pada tanggal 14 Mei 2009. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 26 untuk tahun 2007. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 012/204/07/092/09. Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 20.622.616.789. Utang pajak tersebut sebesarRp 19.748.829.575 telah dikompensasikan pada tanggal 28 Mei 2009 dengan lebih bayar pajak penghasilan tahun 2007. dan sisanya sebesar Rp 873.787.214 telah dibayarkan secara tunai pada tanggal 11 Juni 2009. Kemudian. berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan Pajak Indonesia No. PUT.39097/PP/M.11/13/2012 tanggal 26 Juli 2012. utang pajak untuk tahun 2007 adalah sebesar Rp 78.391.606. Dengan demikian. Perusahaan menerima lebih bayar tersebut sebesar Rp 20.544.225.183 pada bulan Agustus 2012. Berdasarkan keputusan Pengadilan Pajak No. 978/PK/PJK/2014 tanggal 12 Maret 2015. permohonan ini ditolak oleh Mahkamah Agung. Selanjutnya. pada tanggal 14 November 2016. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua menerbitkan SKPPIB (Surat Keputusan Pajak Pemberian Imbalan Bunga) untuk Pajak Penghasilan Pasal 26 bulan Januari sampai Desember 2017. Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak. Perusahaan menerima pendapatan bunga untuk Pajak penghasilan Pasal 26 sebesar Rp 9.861.228.088. Atas pendapatan imbalan bunga ini. telah diterima pada Januari 2017. Pada tanggal 30 September 2010. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib

Pajak mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak No. 00015/204/06/092/10 atas pajak penghasilan pasal 26. Berdasarkan surat tersebut. Perusahaan mempunyai kelebihan pembayaran sebesar Rp 8.844.864.229. Perusahaan juga menerima bunga sebesar Rp 4.245.534.829 atas keseluruhan bunga sebesar Rp 13.090.399.058. yang diterima pada tanggal 24 Nopember 2010. Direktorat Jenderal Pajak telah mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan pengadilan. Jika permohonan diterima dan disetujui. Perusahaan harus mengembalikan jumlah tersebut bersama dengan bunga yang masih harus dibayar. Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini.hasilnya belum ditentukan.

f. Surat Ketetapan Pajak(Lanjutan) a. Perusahaan induk(Lanjutan)

 Pada tanggal 21 April 2010. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 26 masa pajak Januari sampai dengan Desember 2008. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00014/204/08/092/10. Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 5.280.764.328 dan sanksi administratif sebesar Rp 1.689.844.585. Direktorat Jenderal Pajak telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) pada tanggal 8 Januari 2015 atas putusan pengadilan pajak No. Put.55433/PP/M.XIA/13/2014. Pada tanggal 12 April 2017 Mahkamah Agung Republik Indonesia menerbitkan surat keputusan No. 426/B/PK/PJK/2017 penolakan atas peninjauan kembali dari perusahaan.

 Pada tanggal 30 November 2017 pengadilan pajak telah mengabulkan permohonan banding atas keputusan Diren Pajak terkait PPH pasal 26 untuk periode Januari sampai dengan Desember 2013 sejumlah Rp 24.669.705.912, atas putusan tersebut DJP mengajukan PK ke Mahkamah Agung dan perusahaan telah menyampaikan kontra memori PK pada tanggal 27 Maret 2018 dan diterima oleh sekretarian pengadilan pajak tanggal 29 Maret 2018 yang hingga saat ini belum ada keputusan.

g. Administrasi

Pajak Penghasilan Badan untuk tahun 2016 sedang dalam proses pemeriksaan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini. hasilnya belum ditentukan.

 Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan dan Entitas Anak menghitung menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terhutang secara individu. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terhutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya jangka waktu tersebut adalah sepuluh (10) tahun sejak saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013 sedangkan untuk tahun 2008 dan seterusnya. jangka waktunya adalah lima (5) tahun sejak saat terutangnya pajak.  Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa Perusahaan dan Entitas Anak telah

patuh terhadap peraturan perpajakan yang ada. 28. MODAL SAHAM

Berdasarkan akta notaris Januar Tirtaamidjaja. S.H.. No. 22 tanggal 15 Pebruari 1984. modal dasar Perusahaan adalah sebesar Rp 15.000.000.000 yang terdiri dari 600 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 25.000.000 per lembar. Modal ditempatkan sebesar Rp 7.500.000.000 (setara dengan US$ 6.710.179) atau sebanyak 300 lembar saham.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani. S.H.. No. 100 tanggal 27 Desember 2002. para pemegang saham Perusahaan menyetujui rencana perubahan Modal Dasar dari semula Rp 8.500.000.000.000 menjadi Rp 16.000.000.000.000 dan Modal Ditempatkan dan Disetor dari semula Rp 2.196.960.000.000 menjadi Rp 4.174.224.000.000.

Berdasarkan akta notaris Aulia Taufani. SH. No. 12 tanggal 4 Juli 2006 tentang perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dan Rapat Luar Biasa Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani. S.H.. No. 111 tanggal 21 Juni 2006. para pemegang saham telah menyetujui beberapa hal sebagai berikut: • Modal dasar Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000. modal ditempatkan dan disetor penuh

sebesar Rp 4.174.224.000.000.

• Alokasi 83.484.480.000 lembar saham baru (seri C) dengan nilai nominal Rp 2 per saham berdasarkan konversi utang menjadi modal. Saham baru sebesar 43.144.238.750 lembar untuk kreditur tidak terjamin dan pemberi fasilitas modal kerja baru sedangkan sisanya sebanyak 40.340.241.250 lembar saham untuk kreditur terjamin.

• Membukukan agio saham hasil konversi saham menjadi modal sebesar Rp 5.574.513.535.500 (setara dengan US$ 618.017.022).

Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia berdasarkan keputusannya No. C-25038.HT.01.04.TH.2006 tanggal 28 Agustus 2006 dan telah didaftarkan di Departemen Industri dan Perdagangan No. 233/BH-1/IX/2006 tanggal 1 September 2006.

Pada tanggal 31 Desember 2006. modal dasar Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 terdiri dari 247.145.100.800 lembar saham dengan pengelompokkan sebagai berikut:

• 17.000.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 500 per saham. • 146.660.620.800 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 50 per saham. • 83.484.480.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp 2 per saham.

Dan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 2.283.248.477.500 yang terdiri dari 4.393.920.000 lembar saham seri A dan 43.144.238.750 lembar saham seri C.

Pada bulan Pebruari 2008. Perusahaan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan reverse stock yang dilakukan dengan rasio 20 berbanding 1. Dan menurut akta notaris Sutjipto. S.H.. No. 91 tanggal 21 Pebruari 2008 tentang Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. modal saham Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 terbagi atas 12.357.255.040 lembar saham dengan pengelompokan sebagai berikut:

 850.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 10.000 per saham.  7.333.031.040 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham.  4.174.224.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp 40 per saham.

Modal ditempatkan dan disetor penuh seluruhnya sebesar Rp 4.174.224.000.000 (26%) terbagi atas:  219.696.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000 per saham atau seluruhnya

sebesar Rp 2.196.960.000.000.

 1.890.975.522 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 1.890.975.522.000.

 2.157.211.950 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 86.288.478.000.

Dan susunan pemegang saham pada tanggal 21 Pebruari 2008 menurut akta notaris adalah sebagai berikut:

Jumlah lembar Persentase Jumlah

Pemegang Saham Saham Kepemilikan Rp US$

%

Saham seri A 219.696.000 5.15 2.196.960.000.000 625.598.841

Saham seri B 1.890.975.522 44.30 1.890.975.522.000 209.642.519

Saham seri C 2.157.211.950 50.55 86.288.478.000 9.566.350

Jumlah 4.267.883.472 100.00 4.174.224.000.000 844.807.710

Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan keputusannya No. AHU-10588.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 3 Maret 2008. Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris Sutjipto. S.H.. notaris di Jakarta. No. 91 tanggal 24 Maret 2009. Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme / MESOP) Tahap 1. Saham yang dikeluarkan adalah sebanyak 5% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor (sebanyak 118.845.397 lembar saham seri

Dokumen terkait