• Tidak ada hasil yang ditemukan

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Pihak ketiga:

Piutang dari potongan pembelian 1.110.233 757.448

Piutang karyawan 149.709 138.102

Piutang dari transaksi impor 137.787 18.308

Klaim asuransi 25.562 15.729

Lain-lain 155.736 79.239

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Pihak ketiga lainnya:

Uang muka operasional kepada:

PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) 34.267.327 34.267.327

PT Wastra Indah 15.761.121 15.761.121

PT Texmaco Perkasa Engineering Tbk 5.681.562 5.648.030

PT Wahana Perkasa Auto Jaya 5.579.991 5.579.991

PT Sumatex Subur 3.192.784 3.192.784

PT Texmaco Taman Synthetics 3.011.273 3.011.273

PT Bina Prima Perdana 410.400 416.701

PT Jaya Perkasa Engineering 311.355 316.135

PT Perkasa Heavindo Engineering 194.587 194.587

PT Raja Busana Mahameru 136.945 136.945

PT Supermitory Utama Tbk 93.407 93.407

PT Saritex Jaya Swasti 54.504 54.504

PT Devrindo Widya 25.434 25.434

PT Perkasa Indobaja 15.816 15.816

PT Perkasa Indosteel 13.327 13.327

PT Wahana Jaya Perkasa 11.102 11.102

PT Bina Peranan Busana 2.336 2.336

PT Citra Indah Textile 985 985

Jumlah 68.764.255 68.741.805

Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (67.637.756) (67.637.756)

Bersih 1.126.499 1.104.049

Jumlah 2.705.526 2.112.875

Piutang lain-lain dari karyawan merupakan pinjaman yang diberikan kepada karyawan. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan pembayarannya dilakukan berdasarkan skedul pembayaran yang telah ditentukan.

Piutang lain-lain dari perusahaan-perusahaan diatas merupakan pinjaman dan uang muka untuk tujuan modal kerja. Pinjaman dan uang muka ini tidak dikenakan bunga dan tidak ditetapkan jangka waktu pembayarannya. Sampai saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut diatas belum dapat membayar utangnya kepada Perusahaan dan Entitas Anak karena masih mengalami kesulitan keuangan. Beberapa perusahaan-perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi dan masih berada dalam program restrukturisasi utang dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sampai bulan Maret 2018, proses restrukturisasi utang tersebut belum selesai.

Pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan kepada PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) merupakan kelebihan pembayaran atas jumlah yang tertera di dalam tagihan, yang dianggap sebagai piutang lain-lain kepada PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) sehubungan dengan adanya perjanjian antara PT Wismakarya Prasetya dengan Perusahaan pada tanggal 16 Nopember 2006, dan modal kerja yang diberikan kepada PT Wismakarya Prasetya di masa lalu untuk pembayaran kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) / PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan perpajakan. Perusahaan telah mengajukan klaim kepada kurator untuk nilai pokok sebesar Rp 279.593.977.457 dan bunga sebesar Rp 206.051.448.529. Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian, hal ini masih didiskusikan dengan kurator.

Sesuai dengan pernyataan didalam PSAK yang berkaitan dengan “Penurunan Nilai Piutang” dan mengingat adanya fakta bahwa PT Wismakarya Prasetya telah dinyatakan pailit dan proses likuidasi telah dimulai, maka per tanggal 31 Desember 2017, Perusahaan telah membuat penyisihan penurunan nilai atas piutang. Namun, hal itu terus diusahakan dengan kurator untuk penyelesaian piutang PT Wismakarya Prasetya yang telah jatuh tempo.

Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang lain-lain kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.

Mutasi penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut:

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Saldo awal 67.637.756 67.637.756

Perubahan selama tahun berjalan:

Penambahan penyisihan – –

Pengurangan penyisihan – –

Saldo akhir 67.637.756 67.637.756

Rincian piutang lain-lain menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Dolar Amerika Serikat 34.965.450 35.233.151

Rupiah

(Rp 486.657.456.992 pada tahun 2018 dan

Rp 467.642.819.040 pada tahun 2017) 35.377.832 34.517.480

Jumlah 70.343.282 69.750.631

Seluruh jumlah piutang lain-lain telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap status dari piutang lain-lain secara individual, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai dari piutang lain-lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang lain-lain tersebut.

Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas piutang lain-lain sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 48.

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Akun ini terdiri dari: Deposito Berjangka:

Pihak ketiga:

Deutsche Bank, Jakarta 145.391 147.623

Bank garansi / SBLC 4.881.655 5.381.655

Uang Jaminan: Pihak ketiga:

Uang jaminan atas listrik 469.432 432.352

Uang jaminan atas sewa 52.811 53.647

Lain-lain 23.984 19.878

546.227 505.877

Jumlah 5.573.273 6.035.155

a. Deposito Berjangka

 Pada tahun 2018, deposito berjangka pada Deutsche Bank, Jakarta sebesar Rp 2.000.000 (setara dengan US$145.391) merupakan deposito berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku bunga sebesar 3,42% setahun, dan jatuh tempo pada tanggal 5 Oktober 2018.

 Pada tahun 2017, deposito berjangka pada Deutsche Bank, Jakarta sebesar Rp 2.000.000 (setara dengan US$ 147.623) merupakan deposito berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku bunga sebesar 3,42% setahun, dan jatuh tempo pada tanggal 5 Oktober 2018..

b. Bank Garansi / SBLC

Perusahaan dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk telah menandatangani perjanjian No. 011700.PK/HK.02/USH/2014 untuk menyediakan gas kepada Perusahaan. Disamping itu seperti yang diungkapkan didalam perjanjian, Perusahaan juga harus membayar penalti sebesar Rp 22.500.000.000 dalam 45 bulan. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 20 Oktober 2015, kedua belah pihak setuju untuk mengubah ketentuan mengenai batas maksimum pemakaian gas untuk periode bulan 1 November 2015 sampai dengan 31 Desember 2018.

b. Bank Garansi / SBLC (Lanjutan)

Perusahaan telah menyediakan bank garansi (SBLC) untuk memasok gas yang kira-kira setara dengan dua (2) bulan dari nilai konsumsi gas. Untuk itu, Perusahaan menerbitkan SBLC melalui Deutsche Bank, Jakarta sebesar US$ 3.550.976ditambah Rp 9.900.000.000(setara dengan US$ 4.281.711) pada tahun 2017 danUS$ 3.550.976ditambah Rp 9.900.000.000(setara dengan US$ 4.287.802) pada tahun 2016, yang merupakan konsumsi selama dua (2) bulan. SBLC ini sudah jatuh tempo dan Perusahaan sedang melakukan negosiasi dengan PT Perusahaan Gas Negara untuk penerbitan SBLC. Perusahaan telah mengadakan kontrak dengan PT Pertagas (Persero) untuk pasokan gas. Sesuai dengan kontrak, Perusahaan telah menerbitkan SBLC senilai US$ 1.534.000 melalui Deutsche Bank, Jakarta mewakili 63 hari nilai konsumsi gas.

Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat aset keuangan lancar lainnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.

Rincian aset keuangan lancar lainnya menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Dolar Amerika Serikat 4.884.617 5.450.493

Rupiah

(Rp 9.473.151.936 pada tahun 2018 dan

Rp 7.920.998.946 pada tahun 2017) 688.656 584.662

Jumlah 5.573.273 6.035.155

Tidak terdapat aset keuangan lancar lainnya kepada pihak yang berelasi.

Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas aset keuangan lancar lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 48.

9. PERSEDIAAN

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Barang jadi 15.504.586 20.073.127

Barang dalam proses 3.578.895 4.150.302

Bahan baku 9.840.991 10.304.519

Bahan pembantu 26.495.258 20.028.613

Jumlah 55.419.730 54.556.561

Dikurangi : Penyisihan penurunan nilai – bersih (138.220) (138.220)

Mutasi atas penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:

31 Mar 2018 31 Des 2017

US$ US$

Saldo awal 138.220 164.050

Mutasi selama periode berjalan:

Penambahan – –

Pengurangan – (25.830

Saldo akhir 138.220 138.220

Berdasarkan hasil penelaahan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa penyisihanpenurunan nilai atas persediaan sudah memadai. Jumlah reversal atas penyisihan penurunan nilai untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 adalah sebesar US$ 25.830, dan dicatat sebagai bagian dari Beban Pokok Penjualan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian(Catatan 36).Jumlah reversal atas penyisihan penurunan nilai untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2016 adalah sebesar US$ 41.365.

Pada tanggal 31 Desember 2017, persediaan dilindungi oleh kebijakan dari polis asuransi (throughput) PT FPG Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2016, persediaan dilindungi oleh kebijakan dari polis asuransi (throughput) PT Asuransi Indrapura terhadap kerugian yang disebabkan oleh kerugian kebakaran dan risiko-risiko kerugian lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ 76.500.000 dan US$ 76.500.000. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi cukup memadai untuk menutup kerugian-kerugian yang mungkin timbul.

Persediaan sejumlahUS$ 60.200.000 pada tahun 2017 dan 2016digunakan sebagai jaminan atas utang bank Perusahaan yang diperolehnya dari Damiano Investments B.V., Belanda (Catatan 18).

Dokumen terkait