• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEUANGAN - BERSIH

33. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA

Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, Bank wajib memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya pada saat pemutusan hubungan kerja atau pada saat karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pasca-kerja ini diberikan berdasarkan masa kerja dan kompensasi karyawan pada saat pemutusan hubungan kerja atau selesainya masa kerja. Imbalan pasca-kerja ini merupakan program imbalan pasti.

Bank memiliki program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang memenuhi kriteria yang ditetapkan Bank. Program pensiun iuran pasti ini dikelola dan diadministrasikan Dana Pensiun BCA yang didirikan oleh Bank sebagai wadah untuk mengelola aset, memberikan penghasilan investasi dan membayar imbalan pasca-kerja kepada karyawan Bank. Dana Pensiun BCA telah disahkan

pendiriannya oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. KEP-020/KM.17/1995 tanggal 25 Januari 1995. Iuran untuk dana pensiun dihitung berdasarkan

persentase tertentu dari gaji pokok karyawan dimana jumlah yang ditanggung oleh karyawan dan Bank masing-masing sebesar 3% (tiga persen) dan 5% (lima persen). Akumulasi iuran Bank kepada dana pensiun tersebut sebesar 3% (tiga persen) dapat diperhitungkan sebagai pengurang dari liabilitas imbalan pasca-kerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan.

Selama tahun berakhir 31 Desember 2016 dan 2015 Bank telah menyisihkan dana yang akan dipakai untuk mendukung pemenuhan liabilitas imbalan pasca-kerja karyawan masing-masing sebesar Rp 1.403.200 dan Rp 1.300.000. Dana yang disisihkan tersebut ditempatkan pada beberapa perusahaan asuransi dalam bentuk program saving plan dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”) dalam bentuk Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (“PPUKP”) selama tahun berakhir 31 Desember 2016 dan dalam bentuk bentuk program saving plan selama tahun berakhir 31 Desember 2015, yang memenuhi kriteria untuk dicatat sebagai aset program.

Program pensiun imbalan pasti ini memberikan eksposur risiko aktuarial kepada Bank, seperti risiko investasi, risiko tingkat suku bunga dan risiko inflasi.

Imbalan pasca-kerja yang diberikan oleh Bank mencakup pensiun, kompensasi jangka panjang lainnya berupa penghargaan masa kerja, dan imbalan kesehatan kerja. Liabilitas imbalan pasca-kerja pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 dihitung oleh aktuaris independen Bank, yaitu PT Towers Watson Purbajaga (Biro Pusat Aktuaria), dengan menggunakan metode projected-unit-credit. Asumsi-asumsi utama yang digunakan oleh aktuaris independen adalah sebagai berikut:

31 Desember

2016 2015

Asumsi ekonomi:

Tingkat diskonto per tahun 8,00% 8,75%

Tingkat kenaikan penghasilan dasar per tahun 9,00% 10,00%

Tingkat tren biaya kesehatan 10,00% 10,00%

Tingkat diskonto digunakan dalam menentukan nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja pada tanggal penilaian. Secara umum, tingkat diskonto mengacu pada imbal hasil atas obligasi pemerintah berkualitas tinggi yang diperdagangkan di pasar modal aktif pada tanggal pelaporan.

Asumsi kenaikan penghasilan dasar di masa depan memproyeksikan liabilitas imbalan pasca-kerja mulai dari tanggal penilaian sampai dengan usia pensiun normal. Tingkat kenaikan penghasilan dasar pada umumnya ditentukan dengan menerapkan penyesuaian inflasi untuk skala pembayaran dan dengan memperhitungkan masa kerja.

Liabilitas imbalan pasca-kerja Bank untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016 dan 2015 telah sesuai dengan laporan aktuaris independen masing-masing tertanggal 24 Januari 2017 dan 28 Januari 2016.

a. Liabilitas imbalan pasca-kerja

Liabilitas imbalan pasca-kerja Bank pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

31 Desember Program pensiun imbalan

pasti dan kompensasi jangka

panjang lainnya Imbalan kesehatan pasca-kerja

2016 2015 2016 2015

Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 9.056.905) 8.454.073) 254.195) 235.958)

Nilai wajar aset program (3.218.848) (1.886.693) -) -)

Liabilitas imbalan pasca-kerja bersih - Bank 5.838.057) 6.567.380) 254.195) 235.958)

Liabilitas imbalan pasca-kerja Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 yang tercatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian masing-masing sebesar Rp 77.894 dan Rp 51.507.

b. Perubahan liabilitas imbalan pasca-kerja

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember Program pensiun imbalan

pasti dan kompensasi jangka

panjang lainnya Imbalan kesehatan pasca-kerja

2016 2015 2016 2015

Perubahan liabilitas imbalan pasti Liabilitas imbalan pasti, awal tahun

-Bank 6.567.380) 6.456.881) 235.958) 211.003)

Termasuk dalam laba rugi

Beban jasa kini 466.602) 473.947) 13.121) 13.417)

Beban bunga 569.137) 516.550) 20.366) 16.880)

Beban pesangon 14.907) 39.843) -) -)

Termasuk dalam penghasilan komprehensif lainnya Keuntungan (kerugian) aktuarial

yang timbul atas:

Perubahan asumsi keuangan (224.904) (442.626) 15.051) 16.581)

Penyesuaian pengalaman 6.803) 865.028) (23.948) (15.214)

Imbal hasil atas aset program di

luar pendapatan bunga (69.840) 70.863) -) -)

Lainnya

Penempatan dana pada perusahaan

asuransi (aset program) (1.403.200) (1.300.000) -) -)

Imbalan pasca-kerja yang

dibayarkan langsung oleh Bank (88.828) (113.106) (6.353) (6.709)

Liabilitas imbalan pasti, akhir tahun

-Bank 5.838.057) 6.567.380) 254.195) 235.958)

Beban imbalan pasca-kerja Entitas Anak tahun yang berakhir 31 Desember 2016 dan 2015 yang tercatat dalam laba rugi masing-masing sebesar Rp 31.242 dan Rp 19.794, sedangkan pembayaran imbalan pasca-kerja selama tahun yang berakhir 31 Desember 2016 dan 2015 di Entitas Anak masing-masing sebesar Rp 12.235 dan Rp 7.289.

c. Perubahan nilai wajar aset program untuk program pasca-kerja

31 Desember 2016 31 Desember 2015

Nilai wajar aset program, awal tahun - Bank 1.886.693) 805.074)

Penempatan dana pada perusahaan asuransi 1.403.200) 1.300.000)

Imbal hasil atas aset program di luar pendapatan bunga 69.840) (70.863)

Pendapatan bunga dari aset program 155.407) 64.406)

Pembayaran imbalan pasca-kerja (296.292) (211.924)

Nilai wajar aset program, akhir tahun - Bank 3.218.848) 1.886.693)

d. Informasi historis - Bank:

31 Desember

2016 2015 2014 2013 2012

Program pensiun imbalan pasti dan kompensasi jangka panjang lainnya

Nilai kini liabilitas imbalan

pasca-kerja 9.056.905) 8.454.073) 7.261.955) 5.545.079) 5.476.672)

Nilai wajar aset program (3.218.848) (1.886.693) (805.074) -) -)

Defisit 5.838.057) 6.567.380) 6.456.881) 5.545.079) 5.476.672)

Penyesuaian yang timbul pada

liabilitas program 6.803) 865.028) 201.031) (307.635) (309.942)

Penyesuaian yang timbul pada aset

program (69.840) 70.863) (5.074) -) -)

Imbalan kesehatan pasca-kerja Nilai kini liabilitas imbalan

pasca-kerja 254.195) 235.958) 211.003) 138.092) 174.521)

Penyesuaian yang timbul pada

liabilitas program (23.948) (15.214) (34.239) 15.348) (17.279)

e. Analisis sensitivitas

Perubahan 1 (satu) poin persentase asumsi aktuarial akan memiliki pengaruh sebagai berikut: 31 Desember 2016

Program pensiun imbalan

pasti Kompensasi jangka panjang lainnya Imbalan kesehatan pasca-kerja

Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan

Tingkat diskonto

(1% pergerakan) (401.128) 447.875) (195.969) 219.509) (19.766) 22.419)

Tingkat penghasilan dasar

(1% pergerakan) 504.442) (458.945) 213.427) (194.153) -) -)

Tingkat biaya kesehatan

(1% pergerakan) -) -) -) -) 21.761) (19.583)

f. Iuran yang diharapkan masuk ke program pensiun iuran pasti pada tahun 2017 adalah sebesar

Rp 204.341.

g. Durasi rata-rata tertimbang dari kewajiban imbalan pasti Bank adalah masing-masing 7,42 tahun dan 8 tahun pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.

Biro Jasa Kustodian Bank memperoleh izin untuk menyediakan jasa kustodian dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam, sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan atau “OJK”) berdasarkan Surat Keputusan No.KEP-148/PM/1991 tanggal 13 Nopember 1991.

Jasa-jasa yang diberikan oleh Biro Jasa Kustodian meliputi jasa penyimpanan, penyelesaian dan penanganan transaksi, penagihan pendapatan, proxy, corporate action, pengelolaan kas, pencatatan/ pelaporan investasi, dan tax reclamation.

Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, aset yang diadministrasikan oleh Biro Jasa Kustodian terdiri dari saham, obligasi, deposito berjangka, sertifikat deposito, surat berharga pasar modal, dan pasar uang lainnya, masing-masing sejumlah Rp 47.702.192 dan Rp 27.073.511.

Dokumen terkait