Berikut adalah pembayaran sewa pembiayaan minimum masa yang akan datang (future minimum lease payment) berdasarkan perjanjian sewa antara Grup dengan PT Dipo Star Finance dan PT BCA Finance:
The following are the future minimum lease payments based on the lease agreements between the Group and PT Dipo Star Finance and PT BCA Finance:
2019 2019
Pembayaran yang jatuh tempo
pada tahun: Payments due in:
2020 427.248.331 2.673.273.325 2020 2021 1.461.064.414 1.938.597.715 2021 2022 843.720.406 891.882.335 2022 2023 38.060.086 65.560.086 2023 Jumlah pembayaran sewa
pembiayaan minimum 2.770.093.237 5.569.313.461 Total minimum lease liabilities Bunga (318.289.689) (749.331.583) Interest
Nilai sekarang pembayaran sewa Present value of minimum lease pembiayaan minimum 2.451.803.548 4.819.981.878 liabilities
Dikurangi: Bagian yang akan jatuh
tempo dalam satu tahun 427.248.446 2.317.893.476 Less: Current portion Bagian utang jangka panjang
yang akan jatuh tempo lebih
dari satu tahun 2.024.555.102 2.502.088.402 Long-term portion
PT Dipo Star Finance PT Dipo Star Finance
Perusahaan melakukan kerja sama pembiayaan kepemilikan kendaraan untuk operasional dengan PT Dipo Star Finance selama 3 tahun dan dijamin
dengan aset yang disewa
(Catatan 15).
Beban bunga sewa pembiayaan pada sembilan bulan yang berakhir 30 September 2020 dan 30 September 2019 masing-masing sebesar Rp 94.442.193 dan nihil.
The Company has lease liabilities to PT Dipo Star Finance for acquisition of motor vehicles for operations with terms of 3 years which are collateralized with the related leased assets (Note 15).
The lease interest expense for the nine month ended September 30, 2020 and September 30, 2019 amounted to Rp 94,442,193 and nil, respectively.
PT BCA Finance PT BCA Finance
Perusahaan melakukan kerja sama pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor untuk karyawan dengan PT BCA Finance selama 4 tahun dan dijamin dengan aset yang disewa (Catatan 15).
The Company has lease liabilities to PT BCA Finance for acquisition of motor vehicles for employee with terms of 4 years which are collateralized with the related leased assets (Note 15).
Beban bunga sewa pembiayaan pada 30 September 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp 223.847.496 dan Rp 191.665.843.
The lease interest expense as of September 30, 2020 and 2019 amounted to Rp 223,847,496 and Rp 191,665,843, respectively.
22. Setoran Jaminan 22. Security Deposits
Akun ini merupakan uang jaminan yang diterima dari pihak ketiga atas sewa lahan, jasa pelayanan, dan telepon.
These represent deposits received from third parties for rental, service charge, and telephone.
23. Pengukuran Nilai Wajar 23. Fair Value Measurement
Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas tertentu Grup:
The following table provides the fair value measurement of the Group’s certain assets and liabilities:
Input signifikan yang tidak Input signifikan dapat
Harga kuotasian yang dapat diobservasi
dalam pasar aktif/ diobservasi (Level 3)/
(Level 1)/ (Level 2)/ Significant Quoted prices Significant unobservable Nilai Tercatat/ in active markets observable inputs inputs Carrying Values (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar Assets measured at fair value
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi Financial assets at FVPL
Investasi jangka pendek - kontrak Short-term investments - fund management
pengelolaan dana - - - - contract
Aset yang nilai wajarnya disajikan: Assets for which fair values are disclosed:
Aset tetap yang dicatat pada biaya
perolehan Property and equipment carried at cost
Tanah dan bangunan 552.695.665.314 - 663.204.406.000 - Land and buildings
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan Liabilities for which fair values are disclosed:
Pinjaman dan utang dengan bunga Interest-bearing loans and borrowings:
Sewa pembiayaan (bagian jangka Lease liabilities (including current
pendek dan bagian jangka panjang) 2.451.803.548 - 2.451.803.548 - and noncurrent portion)
Fair value measurement using:
30 September/September 30, 2020
Input signifikan yang tidak Input signifikan dapat
Harga kuotasian yang dapat diobservasi
dalam pasar aktif/ diobservasi (Level 3)/
(Level 1)/ (Level 2)/ Significant
Quoted prices Significant unobservable
Nilai Tercatat/ in active markets observable inputs inputs
Carrying Values (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar Assets measured at fair value
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi Financial assets at FVPL
Investasi jangka pendek - kontrak Short-term investments - fund management
pengelolaan dana 52.854.000.000 52.854.000.000 - - contract
Aset yang nilai wajarnya disajikan: Assets for which fair values are disclosed:
Aset tetap yang dicatat pada biaya
perolehan Property and equipment carried at cost
Tanah dan bangunan 552.695.665.314 - 663.204.406.000 - Land and buildings
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan Liabilities for which fair values are disclosed:
Pinjaman dan utang dengan bunga Interest-bearing loans and borrowings:
Sewa pembiayaan (bagian jangka Lease liabilities (including current
pendek dan bagian jangka panjang) 4.819.981.878 - 4.819.981.878 - and noncurrent portion)
Fair value measurement using:
31 Desember/December 31, 2019
Pengukuran nilai wajar menggunakan:/
Nilai wajar instrumen keuangan yang
diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek atau perantara efek, badan penyedia jasa penentuan harga kelompok industri atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki oleh Grup adalah harga penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hirarki Level 1. Nilai wajar investasi pada efek ekuitas, surat utang jangka menengah dan unit reksa dana diukur berdasarkan kuotasi harga pasar terakhir yang dipublikasikan pada tanggal 30 September 2020 dan 31 Desember 2019.
The fair value of financial instruments traded in active markets is based on quoted market prices at the reporting date. A market is regarded as active if quoted prices are readily and regularly available from an exchange, dealer or broker, industry group pricing service, or regulatory agency, and those prices represent actual and regularly occurring market transaction on an arm’s lengths basis. The quoted market price used for financial assets held by the Group is the current bid price. These instruments are included in Level 1. The fair value of investment in equity securities, medium term notes and mutual funds is measured based on quoted market price published as of September 30, 2020 and December 31, 2019.
Nilai wajar aset dan liabilitas yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka aset dan liabilitas tersebut termasuk dalam hirarki Level 2.
The fair value of assets and liabilities that are not traded in an active market is determined by using valuation techniques. These valuation techniques maximize the use of observable market data where it is available and rely as little as possible on entity’s specific estimates. If all significant inputs required to fair value an asset or liability are observable, the asset or liability is included in Level 2.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka
If one or more of the significant inputs is not based on observable market data, the asset or liability is included in Level 3.
aset atau liabilitas tersebut termasuk dalam hirarki Level 3.
Teknik penilaian spesifik yang digunakan untuk menentukan nilai wajar aset dan liabilitas Level 2 dan Level 3 meliputi analisa arus kas diskonto dan metode pasar pembanding.
Specific valuation techniques used to determine fair value of assets and liabilities in Level 2 and Level 3 include discounted cash flow analysis and comparable market method.
24. Modal Saham 24. Capital Stock
Susunan kepemilikan saham Perusahaan
berdasarkan catatan yang dibuat oleh
PT Ficomindo Buana Registrar, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
The share ownership in the Company based on the record of PT Ficomindo Buana Registrar, share’s registrar, follows:
Jumlah Persentase Jumlah Modal Saham Kepemilikan Disetor Number of Percentage of Total Paid-up
Shares Ownership Capital Stock
%
UOB Kay Hian Pte Ltd 397.474.805 29,79 39.747.480.500 UOB Kay Hian Pte Ltd PT Graha Surya Kirana 341.250.000 25,57 34.125.000.000 PT Graha Surya Kirana PT Artha Graha Network 308.850.000 13,15 30.885.000.000 PT Artha Graha Network PT Electronic City Indonesia, Tbk 166.336.195 12,47 16.633.619.500 PT Electronic City Indonesia, Tbk Lenny Susilawaty Jamadi (Direktur) 550.000 0,04 55.000.000 Lenny Susilawaty Jamadi (Director) Lyvia Mariana (Komisaris) 32.500 0,00 3.250.000 Lyvia Mariana (Komisaris)
Josephine Sukmadewi K (Komisaris Independen) 17.500 0,00 1.750.000 Josephine Sukmadewi K (Independent Komisaris) Wiradi (Komisaris) 15.000 0,00 1.500.000 Wiradi (Komisaris)
Dedy Djafarli (Direktur) 1.000 0,00 100.000 Dedy Djafarli (Director) Widi Satya Chitra (Direktur) 1.200 0,00 120.000 Widi Satya Chitra (Director) Roland Hutapea (Direktur) 100 0,00 10.000 Roland Hutapea (Director) Masyarakat lainnya (kepemilikan
masing-masing dibawah 5%) 119.804.700 18,99 11.980.470.000 Public (below 5% each)
Jumlah 1.334.333.000 100,00 133.433.300.000 Total
30 September/September 30, 2020
Nama Pemegang Saham Name of Stockholder
Jumlah Persentase Jumlah Modal Saham Kepemilikan Disetor Number of Percentage of Total Paid-up
Shares Ownership Capital Stock
%
PT Graha Surya Kirana 341.250.000 25,57 34.125.000.000 PT Graha Surya Kirana PT Artha Graha Network 335.536.000 25,15 33.553.600.000 PT Artha Graha Network PT Graha Berkat Kirana 183.750.000 13,77 18.375.000.000 PT Graha Berkat Kirana Ridwan Pribadi 166.250.000 12,46 16.625.000.000 Ridwan Pribadi
DB Singapore DCS A/C NT Asian DB Singapore DCS A/C NT Asian
Discovery 77.392.100 5,80 7.739.210.000 Discovery
Josephine Sukmadewi K (Komisaris) 725.300 0,05 72.530.000 Josephine Sukmadewi K (Komisaris) Wiradi (Direktur) 615.000 0,05 61.500.000 Wiradi (Director)
Ingrid Pribadi (Direktur Utama) 325.000 0,02 32.500.000 Ingrid Pribadi (President Director) Lyvia Mariana (Direktur) 432.500 0,03 43.250.000 Lyvia Mariana (Director) Dedy Djafarli (Direktur) 259.000 0,02 25.900.000 Dedy Djafarli (Director) Roland Hutapea (Direktur) 263.500 0,02 26.350.000 Roland Hutapea (Director)
Anita Angeliana (Direktur Independen) 75.000 0,01 7.500.000 Anita Angeliana (Independent Director) Masyarakat lainnya (kepemilikan
masing-masing dibawah 5%) 227.459.600 17,05 22.745.960.000 Public (below 5% each)
Jumlah 1.334.333.000 100,00 133.433.300.000 Total
31 Desember/December 31, 2019
Jumlah Saham/ Number of
Shares
Saldo pada tanggal 31 Desember 2012 setelah Balance as of December 31, 2012 after perubahan nilai nominal menjadi Rp 100 per change in par value Rp 100 per share lembar saham pada tanggal 25 Oktober 2012 1.000.000.000 on October 25, 2012
Penerbitan saham pada tahun 2013 334.333.000 Issuance of shares in 2013
Saldo pada tanggal 30 September 2020 dan 2019 1.334.333.000 Balance as of September 30, 2020 and 2019
Pada tanggal 30 September 2020 dan 31 Desember 2019, Grup telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Indonesia. Seluruh saham yang diterbitkan oleh Perusahaan telah disetor penuh.
As of September 30, 2020 and December 31, 2019, all of the Group’s shares are listed in the Indonesia Stock Exchange. All shares issued by the Company were fully paid.
Pada tahun 2020, Perusahaan membeli kembali 119.451.195 saham biasa yang diterbitkannya melalu pembelian di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 1 April 2020 dan 27 Mei 2020, yang mewakili 0,89% dari modal disetor (Catatan 1). Pada tahun 2016, Perusahaan membeli kembali 10.075.900 saham biasa yang diterbitkannya melalu pembelian di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 September 2016, 22 September 2016, dan 23 September 2016 yang mewakili 0,76% dari modal disetor (Catatan 1). Pada tahun 2015, Perusahaan membeli kembali 36.809.100 saham biasa yang diterbitkannya melalui pembelian di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Oktober 2015, 6 Oktober 2015, dan 20 Oktober 2015 yang mewakili 2,76% dari modal disetor (Catatan 1).
Jumlah keseluruhan yang dibayar untuk
perolehan saham tersebut masing-masing adalah
Rp. 66.072.485.646, tahun 2020, Rp
6.059.964.224 tahun 2016 dan Rp
43.760.893.092 tahun 2015 atau sejumlah Rp 115.893.342.962. Saham tersebut dibukukan sebagai “Saham treasuri”. Perusahaan memiliki hak untuk menerbitkan kembali saham-saham tersebut di kemudian hari.
In 2020, the Company repurchased 119.451.195 shares of its own ordinary shares through purchase from the Indonesia Stock Exchange on April 01st, 2020 and May 27th, 2020 representing 0.89% of the paid-up capital (Note 1). The Company repurchased 10,075,900 shares of its own ordinary shares through purchase from the Indonesia Stock Exchange on September 9, 2016 ; September 22, 2016, and September 23, 2016 representing 0.76% of the paid-up capital (Note 1). In 2015, The Company repurchased 36,809,100 shares of its own ordinary shares through purchases from the Indonesia Stock Exchange on October 5, 2015, October 6, 2015, and October 20, 2015 representing 2.76% of paid-up capital (Note 1). The total amount paid to acquire the shares were Rp. 66.072.485.646 in 2020, Rp 6,059,964,224 in 2016 and Rp 43,760,893,092 in 2015 or totaling to Rp 115.893.342.962. The shares are held as “Treasury shares”. The Company has the right to re-issue these shares at a later date.
Pembelian kembali saham ini mengacu kepada Peraturan OJK No. 2/POJK.04/2013 yang memungkinkan pembelian kembali saham paling banyak 20% dari modal disetor dalam hal terjadi kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, setelah menyampaikan keterbukaan informasi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia.
This share repurchase referred to OJK Rule
No. 2/POJK.04/2013 which allows share
repurchase at a maximum of 20% of paid-up capital when there is a significant fluctuative market condition, after submitting information to OJK and the Indonesia Stock Exchange for transparency.
Manajemen Permodalan Capital Management
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup
adalah untuk memastikan bahwa Grup
mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.
The primary objective of the Group’s capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value. The Group is not required to meet any capital requirements.
Grup mengelola struktur modal dan membuat
penyesuaian terhadap struktur modal
sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio utang terhadap modal), yakni membagi utang bersih terhadap jumlah modal.
The Group manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. The Group monitors its capital using gearing ratios, by dividing net debt by total capital.