• Tidak ada hasil yang ditemukan

LICHENES / LIKENES

Dalam dokumen KAJIAN BIOlogi jamur (Halaman 22-33)

Likenes adalah simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau

Basidiomycotina. Likenes tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim.

Contoh :

• Usnea dasypoga • Parmelia acetabularis

Berbagai macam jamur mempunyai ciri-ciri seperti spora seksual dan struktur tubuh buah dengan tahap-tahap seksual dalam daur hidupnya. Oleh karena itu, berdasarkan pada cara dan ciri reproduksinya, jamur dikelompokkan dalam empat kelas, yaitu :

Zygomycota Ascomycota Basidiomycota Deuteromycota

1. Zygomycota

Nama Zygomycota berasal dari jenis perbanyakan diri seksual, terutama pada pembentukan zigospora. Zigospora terjadi karena peleburan dua gametangium yang menghubungkan kedua hifa induk seperti jembatan penghubung.

Sekitar 600 spesies jamur telah diidentifikasi masuk ke dalam divisio Zygomycota. Sebagian besar mereka merupakan organisme darat yang hidup di tanah atau pada tumbuhan dan hewan yang membusuk. Ada di antaranya yang membentuk mikorhiza, yaitu asosiasi saling menguntungkan antara jamur-jamur dari divisio ini dengan tumbuhan tinggi.

Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah: a. Biasa hidup sebagai saprofit

b. Miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh.

c. Dinding sel terdiri atas kitin, tidak memiliki zoospore sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang tersebar kemana-mana.

d. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang telah pecah. Beberapa hifa akan tumbuh dan ujungnya membentuk sporangium. Sporangium berisi spora, spora yang terhambur inilah yang akan tumbuh menjadi miselium baru.

e. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan hifa, yaitu hifa jntan dan hifa betina. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan isi selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi selnya. Perkembangbiakan ini dilakukan dengan

gametangium yang sama bentuknya(hifa jantan dan hifa betina) yang mengandung banyak inti . selanjutnya gametangium mengadakan kopulasi.

Beberapa contoh jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah sebagai berikut :

a. Murcor mucedo, hidup sebagai saprofit pada sisa tumbuhan dan hewan, misalnya kotoran hewan dan roti busuk. Dari miselium pada substratnya muncul benang-benang tegak dengan sporangium pada ujungnya. Sporangium ini dapat menunjukakan gerak fototrofi, yaitu gerak tumbuh membengkoknya sporangium kea rah datangnya cahaya. Sporangium berisi spora, jika sporangium sudah matang akan pecah sehingga spora akan tersebar keluar. Spora akan tumbuh menjadi miselium baru. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan gametangium.

b. Mucor javanicus, berperan dalam pembuatan tapai karena jamur ini terdapat pada ragi tapai. Jamur ini termasuk makhluk hidup yang mempunyai daya untuk mengubah tepung menjadi gula.

c. Rhizopus sp., yang terdapat pada ragi tempe ini mempunyai daya untuk memecah putih telur dan lemak. Oleh karena itu ia berperan dalam pembuatan temped an oncom putih. Jamur tempe mempunyai hifa yang bergun untuk menyerap makanan dari kacang kedelai. Dalam waktu dua sampai tiga hari, kumpulan hifa tersebut akan membungkus kedelai yang kemudian disebut tempe. Selain pada tempe, jamur ini juga dapat tumbuh ditempat-tempat yang lembab.

2. Ascomycota

Lebih dari 600.000 spesies Ascomycota telah dideskripsikan. Tubuh jamur ini tersusun atas miselium dengan hifa bersepta. Pada umumnya jamur dari divisio ini hidup pada habitat air bersifat sebagai saproba atau patogen pada tumbuhan. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (lumut kerak).

a. Dapat menghasilkan askospora (spora askus) yang merupakan spora hasil reproduksi seksual. Sedangkan, reproduksi aseksual terjadi dengan membentuk konidium. Konodium dapat berupa kumpulan spora tunggal atau berantai. Konidium merupakan hifa khusus yang terdapat pada bagian ujung hifa penyokong yang disebut konidiofor.

b. Ada yang uniseluler dan ada pula yang multiseluler.

c. Dari cara hidupnya ada yang saprofit, parasit, bahkan dapar bersimbiosis.

Di antara Ascomycota ada yang bersel tunggal, bersel banyak membentuk miselium dan ada pula yang membentuk tubuh buah. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

a ) Bersel satu

Saccharomyces cerevisiae, dikenal sebagai ragi atau yeast. b ) Bersel banyak membentuk miselium

1) Aspergillus oryzae, untuk melunakkan adonan roti. 2) A. wentii, bermanfaat dalam pembuatan kecap.

3) Penicillium notatum, P.chrysogeum menghasilkan antibiotik penisilin.

4) Neurospora crassa, diperoleh dari oncom merah atau tongkol jagung rebus, digunakan untuk penelitian sitogenetika.

c ) Membentuk tubuh buah

Xylaria dan Nectaria, tubuh buah besar, hidup saprofit pada kayu yang membusuk.

Dari berbagai pengamatan secara teliti terhadap jamur tidak semua dapat diketahui cara reproduksi seksualnya. Jamur-jamur yang seperti ini untuk sementara digolongkan ke dalam Deuteromycota (Fungi Imperfecti = Jamur tidak sempurna). Jika suatu saat diketahui fase seksualnya, maka jamur itu digolongkan sesuai dengan alat perkembangbiakan seksualnya. Contohnya jamur Monilia sithophila (jamur oncom),

setelah diketahui fase seksualnya membentuk askospora, maka digolongkan ke dalam Divisio Ascomycoya dan diberi nama Neurospora sithophila

Genus Saccharomyces

Ciri-ciri genus saccharomyces, yaitu : Tidak memiliki hifa seperti jamur yang lain. Tubuhnya terdiri atas sel bulat atau oval.

3. Saccharomyces dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual.

Spesies yang terkenal dari genus Saccharomyces ini adalah jenis Saccharomyces cerevisiae. Sel-sel Saccharomyces cerevisiae dapat bertunas sehingga membentuk rantai sel yang menyerupai hifa atau hifa semu.

Perkembangbiakan aseksual Saccharomyces cerevisiae diawali dengan menonjolnya dinding sel ke luar membentuk tunas kecil. Tonjolan membesar dan sitoplasma mengalir ke dalamnya sehingga sel menyempit pada bagian dasarnya. Selanjutnya nukleus dalam sel induk membelah secara mitosis dan satu anak inti bergerak ke dalam tunas tadi. Sel anak kemudian memisahkan diri dari induknya atau membentuk tunas lagi hingga membentuk koloni. Dalam keadaan optimum satu sel dapat membentuk koloni dengan 20 kuncup.

Perkembangbiakan seksual terjadi jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan. Pada prosesnya, sel Saccharomyces cerevisiae berfungsi sebagai askus. Nukleusnya yang diploid (2n) membelah secara meiosis, membentuk empat sel haploid (n). Inti-inti haploid tersebut akan dilindungi oleh dinding sel sehingga mem-bentuk askospora haploid (n). Dengan perlindungan ini askospora lebih tahan terhadap lingkungan buruk. Selanjutnya, empat askospora akan tumbuh dan menekan dinding askus hingga pecah, akhirnya spora menyebar. Jika spora jatuh pada tempat yang sesuai, sel-sel baru akan tumbuh membentuk tunas, sebagaimana terjadi pada fase aseksual. Dengan demikian Saccharomyces cerevisiae mengalami fase diploid (2n) dan fase haploid (n) dalam daur hidupnya.

3. Basidiomycota

Ciri-ciri jamur basidiomicota, yaitu :

a. Alat reproduksi generatifnya berupa basidium sebagai badan penghasil spora. b. Kebanyakan anggota spesies berukuran makroskopik.

c. Umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya pada batang pohon yang mati.

d. Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat.

e. Reproduksi terjadi secara aseksual maupun seksual . reproduksi aseksual adalah dengan membentuk spora konidia, tetapi jarang terjadi. Reproduksi seksual terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksual (spora generatif) yaiti spora basidium (basidiopora).

Contoh spesies:

• Volvariella volvacea : jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan

• Auricularia polytricha : jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibididayakan.

• Exobasidium vexans : parasit pada pohon teh, penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight.

• Amanita muscaria dan Amanita phalloides: jamur beracun, habitat di daerah subtropics

• Ustilago maydis : jamur api, parasit pada jagung.

• Puccinia graminis : jamur karat, parasit pada gandum

4. Deuteromycota

Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara reproduksi seksualnya.

Adapun ciri-ciri dan sifat deuteromycota yaitu : a. Tubuhnya mikroskopis

b. Hifanya bersekat-sekat

c. Bersifat saprofit pada sisa-sisa makanan atau sampah, dan juga bersifat parsit d. Reproduksi dilakukan secara seksual saja.

Beberapa contoh jamur deuteromycota :

 Candida albicans, bentuk tubuh seperti ragi dan hidup sebagai parasit.  Epidermophyton floocosum, menyebabkan penyakit kaki atlet (tinea pedis)

 Helminthosporium aryzae, hidup sebagai parasit dapat merusak kecambah dan buah serta menimbulkan noda-noda berwarna hitam pada daun inangnya.  Microsporum dan Trichophyton, menyebabkan penyakit kurap.

 Sclerothium rolfsie, menyebabkan penyakit busuk pada tanaman budidaya.

Tabel klasifikasi jamur

Kelas Bentuk / sifat

Phycomycetes Ascomycetes Basidiomycetes Deuteromycetes

Jamur pembentuk sporangium atau jamur alga karena bentuk dan sifatnya banyak menyerupai alga.

Jamur pembentuk askus atau jamur yang menyerupai kantung. Jamur pembentuk basidium

Jamur imperfek yaitu kelompok jamur yang cara-cara perkembangbiakan seksualnya belum diketahui.

BAB III EVALUASI

1. Jamur tidak memiliki kormus, tetapi hanya memiliki .... a. talus b. daun c. akar d. batang e. cabang jawaban: A

2. Salah satu ciri utama kelompok fungi, adalah bahwa tubuhnya tersusun dari hifa, kecuali pada anggota divisi ...

A . Ascomycotina B . Basidiomycotina

C . Deuteromycotina D . Zigomycotina E . Oomycotina Kunci : A

3. Kumpulan benang-benang halus pada jamur disebut .... a. sporangium b. askospora c. miselium d. basidiospora e. spora Kunci : C

4. Jamur yang ada di darat dapat menghasilkan spora yang terbentuk dari sel-sel khusus yang disebut ....

a. sorus d. askus

b. hifa e. basidium

c. miselium Kunci : B

5. Jamur dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk .... a. konidium b. sporangium c. gemma d. sorus e. hifa Kunci : B

6. Spora yang dapat bergerak di dalam air dengan menggunakan flagel disebut .... a. oospora

b. sporangium

c. gemma d. zoospora

Kunci : E

7. Salah satu contoh jamur Zygomycota adalah .... a. jamur tempe b. jamur ragi c. jamur merang d. jamur kuping e. jamur tapai Kunci : A

8. Dinding sel pada jamur Zygomycota mengandung zat .... a. sitokitin b. kitin c. selulosa Kunci : B d. tanduk e. fiositin

9. Di bawah ini yang bukan merupakan perkembangbiakan jamur secara aseksual adalah .... a. fragmentasi b. pembentukan konidia c. Pertunasan d. pembentukan spora e. peleburan sel Kunci : A

10. Perbedaan yang paling menonjol antara Zygomycota dan Oomycota adalah …. a. pencernaan makanannya

b. reproduksi aseksualnya c. reproduksi seksualnya

d. struktur hifanya e. jawaban c dan d benar kunci : E

11. Jamur yang bersifat makroskopik biasanya termasuk dalam divisi jamur .... a. Ascomycota b. Basidiomycota c. Deuteromycota d. Zygomycota e. Myxomicota Kunci: B

12. Di bawah ini yang bukan merupakan jamur dari divisi Basidiomycota adalah .... a. jamur beracun b. jamur tiram c. jamur tempe Kunci : E d. jamur pinisilin e. jamur kuping

13. Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri jamur Basidiomycota adalah .... a. hifa bersekat melintang

b. reproduksi seksual menghasilkan basidium

c. reproduksi aseksual dengan konidia

d. merupakan jamur makroskopik e. jamur ganoderma

Kunci : D

14. Penyakit kaki atlet disebabkan oleh jamur dari divisi .... a. Deuteromycota b. Basidiomycota c. Ascomycota d. Zygomycota e. Phicomycota Kunci : A

a. bebas atau mandiri d. parasit

b. saprofit e. autotrof

c. Bersimbiosis Kunci : B

Dalam dokumen KAJIAN BIOlogi jamur (Halaman 22-33)

Dokumen terkait