METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian
F. Limitasi Penelitian
Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan terhadap berbagai faktor yang bisa mempengaruhi hasil penelitian. Berikut ini adalah upaya yang dilakukan guna meminimalisir ancaman tersebut:
1. Metode Penelitian
Menurut McMillan dan Schumacher (2001, hlm. 347), ada beberapa ancaman terhadap nonequivalent pretest and posttest control group design.
Tabel 3.6.
Ancaman Terhadap Nonequivalent Pretest and Posttest Control Group Design
No. Threat Keefektifan
1 History ? 2 Selection - 3 Statisical Regression ? 4 Pretesting + 5 Instrumentation ? 6 Subject Attrition ? 7 Maturation - 8 Diffusion of Treatment ? 9 Experimenter Effects ?
59
Muhammad Zulfikar 2015
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN PEMODELAN
TERHADAP SELF-EFFICACY SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI.
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
No. Threat Keefektifan
10 Treatment Replication ? 11 Subject Effects ? 12 Statistical Conclusion ?
Keterangan: (+) = dapat dikontrol; (?) = berpeluang memberikan ancaman
Pada Tabel 3.6. terlihat bahwa ancaman pada validitas internal pada desain ini yang dapat dikontrol yaitu pretesting. Validitas internal yang berpeluang memberikan ancaman adalah history, statistical regression, instrumentation, subject attrition, diffusion of treatment, experimenter effects, treatment replication, subject effects, dan statistical conclusion. Sedangkan ancaman yang dikontrol lemah dalam penelitian ini adalah selection dan maturation. Oleh karena itu ada beberapa langkah-langkah yang diambil untuk meminimalisir ancaman-ancaman tersebut yaitu:
a. History
Penelitian ini melibatkan tiga kelompok sampel. Namun sampel dalam penelitian ini berasal di satu sekolah yakni MTsN Watampone. Oleh karena itu, ancaman pengaruh history pada sampel penelitian bisa diminimalisir.
b. Statistical Regression
Pemilihan sampel pada sekolah yang dijadikan tempat penelitian juga didasarkan pada observasi awal yang mengasumsikan bahwa secara umum skor
self-efficacy siswa di sekolah tersebut rendah. Sehingga kecendrungan siswa untuk memiliki skor self-efficacy yang tinggi tidak terjadi.
c. Instrumentation
Sebelum pengisian skala, siswa terlebih dahulu diberi penjelasan mengenai tata cara pengisian skala yang jelas serta penjelasan tentang dampak pengisian skala yang tidak akan mempengaruhi nilai pelajaran pendidikan jasmani sehingga siswa akan mengisi skala sesuai dengan apa yang dirasakannya secara jujur. Skala yang digunakan pada saat pretest juga sama dengan yang digunakan pada saat
posttest.
60
Muhammad Zulfikar 2015
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN PEMODELAN
TERHADAP SELF-EFFICACY SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI.
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sampel dalam penelitian ini berjumlah yang sama dari awal penelitian hingga akhir penelitian. Tidak ada siswa yang mengundurkan diri pada saat penelitian berlangsung.
e. Diffusion of Treatment
Perlakuan kepada ketiga kelompok penelitian diberikan pada waktu yang berbeda-beda sesuai dengan jadwal jam pelajaran pada sekolah tempat penelitian berlangsung sehingga kemungkinan biasnya hasil penelitian yang disebabkan oleh pengamatan siswa pada satu kelompok pada kelompok yang lain bisa diminimalisir.
f. Experimenter Effects
Perlakuan model pembelajaran pada ketiga kelompok penelitian dilakukan oleh penulis yang bertindak sebagai guru sehingga perbedaan respon ketiga kelompok penelitian bisa diminimalisir.
g. Treatment Replication
Pemberian perlakuan dilakukan dalam satu kelas dan satu waktu dengan kata lain kelas tidak dipecah ke dalam beberapa kelompok sehingga penulis tidak memberikan treatment model pembelajaran dalam beberapa sesi. Hal ini untuk menghindari ancaman treatment replication yang bisa berdampak pada hasil penelitian.
h. Subject Effect
Untuk mengurangi dampak subjektifitas subjek penelitian pada proses dan hasil penelitian, penulis tidak menyampaikan informasi tentang penelitian kepada siswa sehingga hal ini bisa menghindari biasnya hasil penelitian yang disebabkan oleh perbedaan perilaku siswa pada ketiga kelompok penelitian.
i. Statistical Conclusion
Teknik analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis dalam penelitian ini sesuai prosedur statistik yang dilandasi beberapa literatur. Selain itu masukan-masukan tentang analisis data juga diperolah dari konsultasi dosen pembimbing.
61
Muhammad Zulfikar 2015
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN PEMODELAN
TERHADAP SELF-EFFICACY SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI.
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pemilihan sampel penelitian yang merupakan kelas utuh dan tidak memecah kelas atau membagi ke dalam kelompok kecil memungkinkan penelitian berjalan secara natural sesuai dengan kondisi siswa pada saat sebelum adanya penelitian sehingga siswa tidak perlu lagi melakukan adaptasi dengan kelas atau kelompok penelitian.
k. Maturation
Sampel yang dipilih memiliki umur yang relatif sama dan pelaksanaan penelitian tidak memakan waktu yang lama sehingga perubahan kedewasaan sampel diasumsikan tidak akan mempengaruhi hasil penelitian.
2. Faktor-faktor lainnnya
Banyak faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi self-efficacy karena self-efficacy meruapakan aspek psikologi. Oleh karena itu peneliti akan mengontrol faktor yang memungkinkan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah agar perubahan self-efficacy siswa dalam peneltian ini sebisa mungkin hanya berasal dari perlakuan yang diberikan yakni model pembelajaran dan pemodelan. Faktor yang bisa dikontrol dalam penelitian ini adalah pemberian feedback. Setiap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberikan feedback yang sama yaitu
feedback positif pada setiap pembelajarannya sehingga perbedaan pengaruh
feedback terhadap self-efficacy siswa pada ketiga kelompok bisa diminimalisir. Namun karena keterbatasan penulis, maka ada beberapa faktor yang tidak dapat dikontrol pada penelitian ini yaitu: kondisi fisiologis dan emosiona siswa. Kondisi fisiologis dan emosional dapat juga mempengaruhi self-efficacy. Penulis menyadari bahwa banyak faktor yang tidak dapat dikontrol dalam penelitian ini, sehingga memberikan ancaman terhadap hasil penelitian ini. Sehingga untuk menghindari biasnya hasil penelitian, diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengontrol faktor-faktor tersebut.
Muhammad Zulfikar 2015
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN PEMODELAN
TERHADAP SELF-EFFICACY SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI.
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
79
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI