KAJIAN PUSTAKA
4. Lingkungan Belajar dan Sistern Pengelolaan
Lingkungan belajar untuk pembelajaran kooperatif dicirikan oleh proses demokrasi dan peran aktif peserta didik dalam menentukan apa yang harus dipelajari dan bagairnana mempelajarinya. Jika pembelajaran kooperatif ingin menjadi sukses, materi pembelajaran yang lengkap harus tersedia di berbagai sumber belajar.
Selain unggul dalam membantu peserta didik dan memiliki konsep-konsep sulit, model ini sangat berguna untuk membantu peserta didik menumbuhkan kemampuan kerjasama, berpikir kritis, dan kemampuan membantu teman serta tercapainya tugas yang diberikan kepada kelompok itu. Setiap anggota kelompok harus saling berhubungan, saling memenuhi dan bantu-membantu.
20
2.4 Model Pembelajaran Snowball Throwing
Metode pembelajaran sangat penting dan berpengaruh sekali terhadap hasil belajar siswa, terutama pada mata pelajaran IPS. Dalam hal ini metode pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak hanya terpaku pada satu metode pembelajaran saja, akan tetapi harus bervariasi yang disesuaikan dengan konsep yang diajarkan dan sesuai dengan kebutuhan siswa, terutama pada guru mata pelajaran IPS. Guru IPS harus memilih dan menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran.
Model pebelajaran Snowball Thowing merupakan metode yang dapat digunakan untuk memberikan konsep pemahaman materi yang sulit kepada siswa serta dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi tersebut. Pada model pembelajaran Snowball Throwing siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru, kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.
Snowball secara etimologi berarti bola salju, sedangkan Throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara keseluruhan dapat diartikan melempar bola salju. Dalam pembelajaran Snowball Throwing, bola salju merupakan kertas yang berisi pertanyaan yang dibuat oleh siswa kemudian dilempar kepada temannya sendiri untuk dijawab. Snowball Throwing merupakan salah satu model pembelajaran aktif (active learning) yang dalam pelaksanaannya banyak
21
melibatkan siswa. Peran guru disini hanya sebagai pemberi arahan awal mengenai topik pembelajaran dan selanjutnya penertiban terhadap jalannya proses pembelajaran. Snowball Throwing sebagai salah satu dari model pembelajaran aktif (active learning) pada hakikatnya mengarahkan atensi siswa terhadap materi yang dipelajarinya. Namun sebagaimana model pembelajaran lainnya, dalam penerapannya pun ada faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain kondisi siswa, waktu yang tersedia, materi yang diajarkan dan tujuan pembelajaran.
Model Pembelajaran Snowball Throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Pesan dalam hal ini adalah berupa pertanyaan –
pertanyaan yang telah dibuat oleh siswa. Lemparan pertanyaan tidak menggunakan tongkat seperti model pembelajaran Talking Stik akan tetapi menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas lalu dilempar kepada siswa lain. Siswa yang mendapat bola kertas lalu membuka dan menjawab pertanyaannya.
Berdasarkan pendapat dari para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing adalah pembelajaran secara berkelompok, setiap kelompok beranggotakan beberapa siswa dimana setiap siswa membuat pertanyaan yang kemudian dilemparkan kepada kelompok yang lainnya untuk dijawab. Ketika menjawab pertanyaan yang diperoleh harus dijawab oleh masing
– masing individu dengan cara berdiri dari tempat duduknya atau maju ke depan kelas.
22
2.5 Langkah-langkah Model Pembelajaran Snowball Throwing
Langkah–langkah model pembelajaran Snowball Throwing adalah sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan pengantar materi yang akan disajikan, dan KD yang ingin dicapai.
2. Guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. 4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk
menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok .
5. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit.
6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Ketika menjawab pertanyaan tersebut siswa diminta untuk berdiri dari tempat duduknya atau maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang mereka dapatkan.
7. Evaluasi. 8. Penutup.
23
Metode snowball throwing memiliki kelebihan dan kekurangan/kelemahan. Kelebihan model pembelajaran snowball throwing yaitu :
1. Melatih kesiapan siswa
2. Saling memberikan pengetahuan.
Adapun kekurangan model pembelajaran snowball throwing yaitu : 1. Pengetahuan tidak luas hanya berkisar pada pengetahuan siswa. 2. Tidak efektif.
2.6 Kerangka Berpikir
Siswa dengan aktivitas dan hasil belajar yang rendah menjadi masalah dan harus segera dicari solusi/diperbaiki. Pemecahan ini dilakukan dengan menerapkan metode/model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran aktif yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran Snowball Throwing. Penerapan metode ini dalam pembelajaran IPS melibatkan siswa untuk dapat berperan aktif dengan bimbingan guru, agar kemampuan siswa dalam memahami konsep dapat terarah lebih baik.
24
Kerangka berpikir penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Proses KBM
Meningkat Gambar 1. Kerangka berpikir
2.7 Hipotesis
1. Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas belajar mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 2 Negararatu Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2014/2015.
2. Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 2 Negararatu Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2014/2015.
Model pembelajaran Snowball Throwing Siswa dengan aktivitas
dan hasil belajar yang rendah Aktivitas belajar siswa Hasil belajar siswa
25
BAB III