• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Penelitian Sebelumnya dan Pengembangan Hipotesis Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anggaran

1. Lingkungan Dinamis dan Partisipasi Anggaran

Lingkungan dinamis diistilahkan sebagai volatility oleh Kren (1992) yaitu perubahan alamiah yang terjadi dan tidak dapat dengan mudah diantisipasi, sementara manajer hanya mampu membuat probabilitas dampak faktor lingkungan dan hubungannya. Dalam anggaran, volatility diharapkan berhubungan positif terhadap tingkat partisipasi anggaran (Kren, 1992). Simons (1987) mengatakan ketika volatility meningkat maka berbagai proses informasi tidak berguna dalam pengambilan keputusan yang dibuat oleh hirarki level tinggi dalam organisasi. Hopwood (1976) dan Govindarajan (1986) mengungkapkan bahwa partisipasi anggaran akan meningkat pada organisasi yang memiliki volatility tinggi, karena adanya tuntutan untuk merespon anggaran dengan segera pada setiap kali terjadi perubahan lingkungan yang dinamis.

Lingkungan yang dinamis menjadikan manajer berada di bawah tekanan untuk melakukan partisipasi dalam memperoleh informasi untuk mengantisipasi

commit to user

kejadian yang tidak terduga (Brownell dan Hirst, 1986). Shields dan Shields (1998) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa lingkungan dinamis mempengaruhi partisipasi anggaran. Wing et al. (2010) menyimpulkan bahwa lingkungan dinamis mempengaruhi partisipasi anggaran. Apabila lingkungan dinamis yang tercermin dalam ketidakpastian lingkungan tinggi dan sentralisasi tinggi, maka sangat dimungkinkan terjadi ketidaksesuaian informasi. Organisasi yang besar membutuhkan desentralisasi karena top manajemen tidak dapat menyaring informasi dan pengambilan keputusan yang overload, sehingga sentralisasi sangat tidak sesuai dengan organisasi yang besar.

Lingkungan yang berkembang sekian tahun dan secara umum menyatakan bahwa pengambilan keputusan sangat tergantung pada kondisi lingkungan, yang artinya organisasi butuh menyamakan kebutuhan internal terhadap lingkungan eksternal untuk dapat beradaptasi dengan baik, atau dengan kata lain yang mampu merubah organisasi adalah lingkungan eksternal (Scoot, 2002). Kondisi lingkungan yang semakin dinamis, akan memerlukan lebih banyak kemampuan dalam kepekaan mengadaptasi perubahan dan informasi yang selalu dinamis. Hal tersebut juga akan semakin meningkatkan kebutuhan terhadap partisipasi dalam penyusunan anggaran dengan pertimbangan lingkungan yang tidak stabil.

Gambaran singkat penelitian terdahulu yang menyimpulkan bahwa Lingkungan Dinamis (LD) berpengaruh terhadap Partisipasi Anggaran (PA) dan berbagai penelitian sebelumnya yang menggunakan partisipasi anggaran sebagai salah satu variabel penelitiannya, dapat diilustrasikan sebagai berikut:

commit to user Sumber: Berbagai jurnal diolah

Gambar 2.5 Lingkungan Dinamis terhadap Partisipasi Anggaran Teori anggaran menjelaskan bahwa pembuatan anggaran dalam bentuk partisipasi yang diharapkan memberikan dampak positif bagi organisasi karena manajer yang berpartisipasi mengetahui secara pasti kebutuhan dan kondisi divisinya sehingga pembuatan anggaran menjadi lebih tepat dan akurat (Breaux et al., 2011). Penelitian terdahulu banyak dilakukan untuk mencari faktor apa saja yang berhubungan dengan partisipasi anggaran dan hasilnya diharapkan dapat memaksimalkan upaya partisipasi anggaran. Berbagai upaya penelitian dilakukan untuk memaksimalkan wujud partisipasi anggaran dalam organisasi.

Alt dan Lassen (2003) menjelaskan model transparansi anggaran bahwa semakin rendah tingkat transparansi, semakin tinggi produksi utang dan tingkat defisit. Selain itu Amoroso (2008) juga menjelaskan bahwa perbedaan tingkat

Lingkungan

commit to user

asimetri informasi yang merupakan salah bentuk transparansi akan memunculkan banyak kebohongan informasi dan berhubungan dengan hasil yang cenderung meningkatkan kesejahteraan tetapi semu.

Partisipasi anggaran menjadi hal penting dalam proses penyusunan anggaran karena PA dapat digunakan sebagai prediktor perilaku individu yang berhubungan dengan anggaran (Dunbar, 1971). Milani (1975) mendefinisikan partisipasi adalah konsep yang digunakan untuk menggambarkan keterlibatan bawahan untuk diijinkan memilih tindakannya yang diukur menggunakan enam pertanyaan tentang apakah seseorang terlibat dalam partisipasi atau tidak, yaitu:

a. Porsi keterlibatan seseorang dalam anggaran,

b. Alasan yang tersedia oleh supervisi ketika anggaran direvisi, c. Frekuensi keterlibatan diskusi dalam anggaran,

d. Keterlibatan bawahan dalam menentukan anggaran final,

e. Pentingnya bawahan memberikan kontribusi dalam anggaran, dan

f. Frekuensi diskusi anggaran dengan atasan dalam proses pembuatan anggaran.

Davis (1966) menegaskan bahwa partisipan dalam anggaran menyetujui anggaran melalui pengadopsian kalkulasi perhitungan. Proses kualitatif dalam anggaran mengindikasikan bahwa model kuantitatif mengalami berbagai perkembangan, antara lain pengambil keputusan dalam proses anggaran memikirkan bagian-bagian dalam persentase. Sikap dan perhitungan partisipan dalam anggaran yang tampak stabil dari tahun ke tahun menandakan bahwa anggaran dibuat hanya berdasarkan stabilitas. Kebijakan dalam proses

commit to user

penganggaran terdiri dari gambaran serangkaian strategi yang digunakan oleh partisipan dalam anggaran untuk mencapai tujuan masing-masing.

Mapping beberapa hasil penelitian terdahulu dilakukan oleh Brown et al.

(2009) dengan hasil bahwa teori agensi dapat digunakan untuk memprediksi perilaku dalam anggaran. Dalam penelitian disimpulkan bahwa variabel struktur insentif dan informasi berpengaruh positif terhadap partisipasi anggaran. Semakin tinggi struktur insentif dan informasi yang tersedia semakin meningkatkan partisipasi anggaran. Motivasi digunakan dalam penelitian Wing et al. (2010) sebagai variabel yang memediasi hubungan antara variabel komitmen organisasi dan lingkungan dinamis terhadap partisipasi anggaran dan kinerja. Motivasi yang terdiri dari motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik berpengaruh sebagai variabel mediasi antara komitmen organisasi dan lingkungan dinamis terhadap partisipasi anggaran dan kinerja. Lingkungan dinamis dalam penelitian tersebut berhubungan dengan partisipasi anggaran tetapi negative. Hal ini berarti ketika responden menerima bahwa lingkungannya dinamis, maka tingkat keterlibatannya dalam partisipasi anggaran semakin rendah. Hal tersebut dapat dikarenakan responden memiliki pengetahuan atau informasi yang minimal ketika lingkungan itu dinamis sehingga responden memilih tidak terlibat dalam partisipasi anggaran.

Penelitian yang dilakukan Hartman dan Maas (2010) tidak secara spesifik menggunakan variabel partisipasi anggaran, tetapi mereka menggunakan kesenjangan anggaran, yaitu apakah manajer, ketika diberikan wewenang atau berpartisipasi dalam anggaran, melakukan kesenjangan atau tidak membuat anggaran pada kondisi yang sesungguhnya. Kesenjangan anggaran yang

commit to user

digunakan dalam penelitian tersebut secara tidak langsung menjelaskan bahwa telah terjadi partisipasi dalam proses sistem anggaran, dan faktor yang mempengaruhi terjadinya kesenjangan adalah keterlibatan dalam manajemen, tekanan sosial, dan machiavellianism. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi machiavellianism, akan semakin memberikan tekanan bagi manajer unit bisnis untuk membuat kesenjangan anggaran ketika manajer terlibat dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya semakin rendah machiavellism, maka semakin berkurang tekanan untuk melakukan kesenjangan anggaran ketika manajer terlibat dalam pengambilan keputusan.

Penelitian Hobson et al. (2011) sama dengan penelitian Hartman dan Maas (2010) yaitu tidak secara spesifik menggunakan variabel partisipasi anggaran tetapi menggunakan kesenjangan anggaran. Penelitian ini menemukan bahwa pay scheme dan nilai personal mempengaruhi kesenjangan anggaran, penelitian ini menggunakan pendekatan moral sebagai variabel yang mempengaruhi kesenjangan anggaran. Dalam penelitian tersebut, partisipan yang membuat anggaran pada kondisi under a slack inducing pay scheme akan relatif membuat kesenjangan anggaran makin tinggi, sementara partisipan pada kondisi a truth-inducing pay scheme tidak demikian.

Rankin et al. (2008) menggunakan variabel kejujuran dan otoritas atasan apakah menjadi faktor yang mempengaruhi bawahan dalam membuat suatu anggaran. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kejujuran berpengaruh terhadap penyusunan anggaran, dan pengaruh tersebut adalah positif yang artinya semakin tinggi level kejujuran seorang manajer akan semakin meningkatkan peran

commit to user

partisipasi anggaran. Sementara otoritas atasan berpengaruh terhadap partisipasi dalam penyusunan anggaran, dan pengaruh tersebut adalah negatif yang artinya semakin tinggi otoritas atasan semakin memperkecil partisipasi anggaran yang dilakukan oleh bawahan, hal ini sangat logis karena otoritas memberikan batasan dalam partisipasi anggaran.

Penelitian terdahulu menggunakan berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi anggaran, antara lain Douglas dan Wier (2005) menggunakan dampak budaya dalam sistem anggaran. Penelitian tersebut mencoba membandingkan partisipasi anggaran yang terjadi oleh para manager US dan China, apakah faktor budaya yang terdiri dari (i) Strong vs Weak Uncertainty Avoidance, (ii) Individualism vs Collectivism, (iii) High vs Low Power Distance, dan (iv) Masculinity vs Femininity, serta nilai etika mempengaruhi partisipasi dalam sistem anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut mempengaruhi partisipasi dalam sistem anggaran yang dilakukan manager US dan pengaruh tersebut adalah positif.

Penyusunan anggaran terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga akan lebih baik melalui tahapan partisipasi dari level bawah yang lebih tahu kondisi dan kegiatan yang akan dilakukan. Partisipasi anggaran adalah tingkat keterlibatan manajer dalam menentukan anggaran mereka (Kren, 1992).

Partisipasi anggaran merupakan proses mengevaluasi kinerja berdasarkan target anggaran yang telah dibuat sebelumnya (Greenberg et al., 1994). Partisipasi anggaran merupakan hal yang penting karena PA mencerminkan efisiensi dalam proses, pelaksanaan, ketercapaian, dan evaluasi suatu perencanaan.

commit to user

Berbagai penelitian sebelumnya mendiskusikan bahwa partisipasi anggaran dipengaruhi oleh banyak faktor, dan dinamika suatu lingkungan atau perubahan akan semakin meningkatkan kebutuhan akan partisipasi dalam anggaran. Hal tersebut dikarenakan pihak bawahan lebih mengetahui dengan segera informasi terkini sebagai konsekuensi lingkungan yang dinamis dan memiliki kebutuhan yang mendesak untuk segera melakukan revisi atau perbaikan dalam pembuatan anggaran sehingga dibutuhkan peningkatan terhadap partisipasi anggaran.

Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis penelitian ini sebagai berikut:

H1: Terdapat pengaruh positif lingkungan dinamis terhadap partisipasi anggaran.

Dokumen terkait