• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Penelitian Sebelumnya dan Pengembangan Hipotesis Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anggaran

3. Proses Informasi dan Partisipasi Anggaran

Dalam proses informasi dikatakan bahwa ketika individu melakukan suatu pertimbangan atau pengambilan keputusan, maka individu melibatkan berbagai hal yang kompleks dan perubahan lingkungan sekitarnya, termasuk dalam konteks partisipasi anggaran (Lord dan Maher, 1990). Chong dan Johnson (2007) mengatakan bahwa ketidakpastian tugas karena akan mengadopsi perubahan yang terjadi pada lingkungan pada akhirnya menuntut keterlibatan dalam bentuk partisipasi anggaran. Ketidakpastian tugas berhubungan dengan partisipasi anggaran. Ketika ketidakpastian tugas meningkat maka pada saat itulah partisipasi anggaran diperlukan untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak pasti.

Ketidakpastian tugas yang terdiri dari TE dan TA merupakan anteseden dalam partisipasi anggaran (Chong dan Johnson, 2007). Chong dan Johnson (2007) mendefinisikan TE sebagai frekuensi kejadian yang tidak terduga atau tidak diharapkan dalam suatu proses konversi. TE yang tinggi menjadikan bawahan sulit memprediksi masalah yang dihadapinya dan diharapkan ada

commit to user

partisipasi anggaran yang tinggi agar kesulitan memprediksi dapat minimal (Perrow, 1967; Withey et al., 1983, Chong dan Jonhson, 2007). TE digunakan oleh Chong dan Johnson (2007) untuk menjelaskan pengaruhnya terhadap partisipasi anggaran dan hasilnya menunjukkan bahwa variabel task exceptions merupakan variabel yang mempengaruhi partisipasi anggaran. Task exceptions berpengaruh positif terhadap partisipasi anggaran, yang artinya semakin tinggi kejadian yang tidak terduga akan semakin meningkatkan partisipasi anggaran.

Peningkatan TE juga memicu adanya kebutuhan akan partisipasi dalam anggaran sebagai bentuk konsekuensi kejadian yang tidak terprediksi dalam anggaran sehingga memerlukan partisipasi yang tinggi. TE yang tinggi menjadikan bawahan sulit memprediksi masalah yang dihadapinya dan diharapkan dengan adanya partisipasi anggaran yang tinggi maka kesulitan memprediksi dapat minimal (Perrow, 1967; Withey et al., 1983, Chong dan Jonhson, 2007).

AT didefinisikan beberapa kegiatan atau kerja yang dapat dikurangi menjadi langkah-langkah teknis yang terprogram (Brownell dan Dunk, 1991). Lingkungan yang dinamis memerlukan upaya analisis tugas agar ketidakpastian semakin teratasi dan meningkatkan keterlibatan karyawan dalam berbagai hal berikutnya, termasuk partisipasi dalam anggaran. Tricker (1970) mempertimbangkan pengendalian manajemen dimulai dari lingkungan dan tergantung berbagai faktor yang lainnya, antara lain struktur organisasi, gaya manajemen, situasi internal, dan lingkungan. Manajer membutuhkan informasi yang berhubungan dengan ketidakpastian tugas pada unitnya, semakin meningkat ketidakpastian maka kebutuhan akan informasi juga meningkat, semakin besar ketidakpastian dalam

commit to user

organisasi, maka semakin besar kebutuhan akan partisipasi anggaran (Tushman dan Nadler, 1978). Tugas yang dianalisis dengan baik akan meningkatkan partisipasi anggaran dikarena situasi yang mendukung dan upaya menganalisis tersebut menjadikan bawahan termotivasi terhadap kebutuhan partisipasi dalam anggaran.

Doll dan Torkzadeh (1991), McKeen et al. (1994), Choe (1996) menguji apakah kompleksitas tugas berhubungan terhadap partisipasi dan kepuasan pemakai, serta seberapa besar hubungan tersebut dan menyimpulkan bahwa hubungan antara kompleksitas dan partisipasi pemakai konsisten positif.

Kompleksitas menunjukkan bagaimana suatu sistem informasi sangat beragam dan kompleks atau dengan kata lain tidak sederhana. Hal tersebut membutuhkan partisipasi dari pemakai untuk mencapai kesuksesan sistem dalam pengembangan sistem informasi. Tugas dalam anggaran yang kompleks menjadikan karyawan tidak dapat dengan mudah melaksanakannya sehingga diperlukan partisipasi anggaran yang dapat membantu menurunkan kompleksitasnya. Hal tersebut menjadikan semakin tinggi kompleksitas maka semakin tinggi juga partisipasi anggaran diperlukan.

Gambaran singkat penelitian terdahulu tentang pengaruh proses informasi terhadap partisipasi anggaran dapat dilihat pada gambar berikut:

commit to user Sumber: Berbagai jurnal diolah

Gambar 2.7 Proses Informasi dan Partisipasi Anggaran

Mia (1987) dalam penelitiannya menyatakan bahwa partisipasi karyawan untuk mendapatkan dan memproses informasi yang diperolehnya tentang pekerjaannya akan menjadikan pemahaman yang lebih jelas dan menurunkan level ketidakpastian tugasnya. Pertukaran informasi yang ada dalam organisasi akan menjadikan ketidakpastian tugas berkurang, bahkan partisipasi anggaran akan muncul ketika ada ketidakpastian tugas (Shields dan Shields, 1998), sehingga keberadaan ketidakpastian tugas akan meningkatkan partisipasi dalam anggaran.

commit to user

Teknologi informasi yang menjadi dukungan dalam proses informasi menjadikan partisipasi dalam anggaran semakin meningkat dan terdukung dengan lebih maksimal. Keberadaan teknologi infromasi yang menjadi kebutuhan dalam proses informasi dapat mengurangi inefisiensi dan kesenjangan dalam berbagai hal (Gattiker, 2007) termasuk partisipasi anggaran. Penelitian Gattiker (2007) juga menyimpulkan bahwa proses informasi diperlukan untuk mengurangi berbagai hal, antara lain meminimalkan inefisiensi atau terjadinya slack (kesenjangan) anggaran. Teknologi informasi dapat meningkatkan peningkatan daya serap informasi (Song et al., 2005) dan meningkatkan efisiensi dalam partisipasi anggaran. Galbraith (1973, 1977) menyatakan bahwa mekanisme proses informasi dapat mengurangi kebutuhan akan informasi dan meningkatkan kapasitas yang mendukung mekanisme utama dalam informasi, dan teknologi informasi merupakan salah satu bentuk dukungan sarana prasarana.

Organisasi dengan proses informasi yang strategik akan memproses suatu informasi sebagai suatu kesatuan aktivitas antara individu dan organisasi (Corner et al., 1994). Informasi yang berhubungan dengan input yang dibutuhkan oleh pengguna akan memberikan pemahaman yang sesuai target, demikian halnya dengan partisipasi anggaran. Wilson (1997) menyimpulkan bahwa hambatan dalam SI adalah dalam pengembangan sistem karena harus memikirkan manfaat sistem dalam jangka panjang bagi organisasi. Luftman dan Brier (1999) menyatakan bahwa SI melibatkan banyak pihak disekitarnya termasuk individu pelaku sistem yang terlibat dan komitmen dengan tugasnya. Salah satu hal yang menjadi hambatan adalah kurangnya perencanaan dan pengembangan di awal

commit to user

yang menjadikan SI tidak visioner ke depan dan mendukung pengambilan keputusan.

Venkatraman (1996) menguraikan bahwa IS memberikan pengetahuan bagi pengguna yang akan mempengaruhi tindakan organisasi yang menghasilkan keputusan bisnis, antara lain adalah partisipasi anggaran. Pertukaran informasi yang ada dalam organisasi akan menjadikan ketidakpastian tugas berkurang, bahkan partisipasi anggaran akan muncul ketika adanya ketidakpastian tugas (Shields dan Shields, 1998), sehingga keberadaan SI akan meningkatkan partisipasi dalam anggaran.

Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis penelitian ini sebagai berikut:

H3a: Terdapat pengaruh positif task exceptions terhadap partisipasi anggaran.

H3b: Terdapat pengaruh positif analisis tugas terhadap partisipasi anggaran.

H3c: Terdapat pengaruh positif teknologi informasi terhadap partisipasi anggaran.

H3d: Terdapat pengaruh positif sistem informasi terhadap partisipasi anggaran.

4. Proses Informasi memediasi Lingkungan Dinamis dan Partisipasi

Dokumen terkait