• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

A. Tinjauan Teoritik

2. Lingkungan Fisik Keluarga

a. Pengertian lingkungan fisik

Definisi lingkungan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:526), lingkungan adalah bulatan yang melingkari atau melingkungi, dapat diartikan sebagai kawasan atau daerah yang termasuk didalamnya. Sedangkan fisik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:242), adalah jasmani atau badan, atau dapat diartikan sesuatu yang nyata dan dapat dilihat. Berdasarkan pengertian tersebut maka lingkungan fisik adalah kawasan atau daerah untuk melakukan sesuatu (kegiatan belajar-mengajar) yang dapat dilihat atau nyata. Yang termasuk dalam lingkungan fisik internal/keluarga adalah kondisi fisik keluarga dan lingkungan fisik eksternal/sekolah adalah kondisi sekolah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Faktor lingkungan fisik keluarga

Lingkungan fisik keluarga yang dimaksud adalah lingkungan fisik yang behubungan langsung secara fisik dengan para siswa di dalam keluarga. Hal ini meliputi: ruang belajar, meja dan kursi belajar, penerangan, ventilasi, peralatan sekolah, media massa, dan buku bacaan. Dibawah ini akan dijelaskan hal mengenai lingkungan fisik keluarga tersebut menurut Thamrin Nasution dan Nurhalijah Nasution (1995): (1) ruang belajar, yaitu ruangan yang dapat digunakan untuk belajar siswa, dimana sebaiknya ruang belajar jauh dari kebisingan berbagai aktifitas di rumah. Akan lebih baik jika ruang belajar disediakan tersendiri oleh orangtua anaknya dalam kegiatan belajar, agar dengan ruang belajar sendiri anak dapat berkonsentrasi dalam belajar, (2) meja dan kursi belajar, merupakan sarana belajar yang diperlukan anak. Dengan adanya meja belajar sendiri, maka anak akan lebih nyaman dalam belajar. Kenyamanan belajar anak akan mempengaruhi konsentrasi belajar anak, (3) penerangan, merupakan sarana penting yang dapat mendukung belajar anak. Sumber penerangan yang baik adalah lampu meja pijar (bukan neon) yang cukup terang (40-60 watt), dan posisi lampu sebaiknya diletakkan di sisi kiri atas (kalau dapat dari arah belakang) anak, sehingga bayangan tangan yang menulis tidak menghalangi pandangan dan anak dapat merasa nyaman dalam belajar. Dengan penerangan yang cukup, maka anak dapat belajar lebih lama, karena dengan lampu yang terang maka

16

mata anak akan lebih jelas dalam membaca buku dan mata anak tidak terganggu, (4) ventilasi, dengan adanya ventilasi, maka sirkulasi udara dalam ruangan belajar tidak lembab dan siswa dapat merasa nyaman dalam belajar, (5) peralatan sekolah, merupakan kebutuhan pokok yang harus dimiliki siswa dalam kegiatan belajar. Peralatan sekolah ini bisa berwujud buku pelajaran, buku tulis, pulpen, pensil, karet penghapus. Siswa yang memiliki peralatan sekolah yang lengkap akan cenderung dapat berkonsentrasi dalam belajarnya karena alat-alat yang dimilikinya dapat menunjang belajarnya, (6) media massa, merupakan salah satu alat untuk menambah pengetahuan anak, terutama pengetahuan umum selain dari mata pelajaran yang di dapat dari sekolah. Yang dimaksud media massa yaitu seperti surat kabar dan majalah, sedangkan media elektronik adalah televisi dan radio, (7) buku bacaan, orangtua hendaknya perlu menyadari bahwa anak-anak perlu disediakan buku-buku yang dapat menunjang kegiatan belajarnya. Hal ini dikarenakan anak juga memerlukan suatu selingan dalam belajar, karena anak merasa bosan apabila ia hanya mempelajari buku pelajaran saja. Oleh sebab itu orang tua jangan merasa enggan mengeluarkan uang untuk membelikan buku bacaan ringan kepada anaknya, karena hal ini akan menambah semangat anak dalam belajar. c. Faktor lingkungan fisik sekolah

Lingkungan fisik sekolah yang dimaksud adalah lingkungan fisik yang behubungan langsung secara fisik dengan para siswa di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

sekolah. Hal ini meliputi: penerangan (cahaya), suhu udara, warna, suara, fasilitas kesehatan, lantai dan gedung. Dibawah ini akan dijelaskan hal mengenai lingkungan fisik sekolah tersebut (The Liang Gie, 1984:160): (1) Penerangan (cahaya), merupakan faktor yang penting karena hampir tiap kegiatan di sekolah itu merupakan pekerjaan melihat, seperti membaca dan menulis yang membutuhkan penerangan yang baik. Cahaya penerangan yang cukup dan memancar dengan tepat akan menambah efisiensi belajar siswa. Pada umumnya, sekolah-sekolah di Indonesia mengandalkan penerangan cahaya matahari. Dalam merangsang pencahayaan tata ruang kelas, hendaknya cahaya jatuh diatas meja siswa dari arah kiri meja, sebaiknya jangan diatur/disusun menghadap jendela karena akan menyebabkan kesilauan pada siswa. (2) Suhu udara/ventilasi, yang paling penting adalah suhu udara dan banyaknya uap air yang terkandung dalam udara tersebut. Tubuh manusia secara terus menerus akan mengeluarkan panas agar dapat hidup untuk dapat memancarkan panas, diperlukan udara yang mempunyai suhu yang relatif rendah daripada suhu badan manusia. Udara di Indonesia terlampau panas dan lembab sehingga orang tidak dapat memancarkan panas dari tubuhnya dengan baik. Udara yang panas membuat orang mudah mengantuk, cepat lelah dan kurang bersemangat, (3) Warna, bersama dengan cahaya, warna merupakan faktor yang tidak kalah penting untuk memperbesar efisiensi. Warna secara khusus akan mempengaruhi jiwa para peserta didik. Dengan

18

memakai warna yang tepat pada dinding ruangan, akan memberikan kegembiraan dan ketegangan belajar siswa terpelihara, (4) suara, suara gaduh seringkali mengurangi efisiensi belajar siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, hendaknya dalam meletakkan alat-alat yang dapat menimbulkan suara gaduh perlu diperhatikan dengan baik. Usaha yang dapat dijalankan untuk menguasai hal ini dapat dilaksanakan dengan memasang penyerap suara pada dinding ataun langit-langit, (5) fasilitas kesehatan, kamar kecil, toilet dan sebangsanya harus disediakan untuk para siswa, guru, karyawan serta dipeliharanya kebersihan. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kamar kecil tidak bau, jaraknya jangan terlalu jauh/dekat dengan ruang kelas, (6) lantai dan tangga, lantai harus dijaga agar tidak mudah tergelincir, tangga diberi pegangan untuk tangan dan bagian-bagian terbuka diberi pagar, (7) sarana dan prasarana, meja, kursi dan alat-alat yang mendukung proses pembelajaran harus diesediakan untuk keperluan belajar, (8) gedung, bangunan menjadi sangat penting bagi pelaksanaan proses pembelajaran. Jadi bangunan yang kurang memadai akan dapat menjadi ancaman bagi para siswa, guru, dan karyawan.

3. Prestasi Belajar

a. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar merupakan salah satu ukuran bagi keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan sesuatu. Menurut Suryabrata (1984:3), Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari sesuatu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

keterampilan yang telah dikembangkan dan dicapai oleh siswa pada suatu mata pelajaran. Lazimnya prestasi belajar ditunjukkan dari nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar dalam wujud angka-angka tersebut diperoleh dari hasil pengukuran berdasarkan ulangan, ujian, dan tugas-tugas. Menurut pengalaman, tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah dinyatakan dalam nilai rapor. Jadi, prestasi belajar merupakan hasil dari kegiatan belajar yang berupa nilai tes/angka dan tercantum dalam rapor yang merupakan perumusan terakhir yang diberikan guru mengenai kemajuan atau prestasi siswa selama masa tertentu.

Sedangkan menurut Poerwadarminta (1976:766), prestasi belajar adalah suatu hasil yang dicapai, dilakukan, dan kerjakan. Sementara menurut Nawawi (1981:100), prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu.

Dari pendapat para ahli di atas, pengertian prestasi belajar merupakan suatu kemampuan siswa dalam menguasai pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap yang diwujudkan dengan hasil belajar berupa nilai dari kuis, ujian, dan tugas-tugas yang diberikan.

20

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

Setiap aktifitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik yang cenderung mendorong maupun yang menghambat. Demikian juga dialami belajar, faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah sebagai berikut (Ahmadi, 1998:72):

a. Faktor Internal

Internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor ini dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu: (1) Intelegensi, berperan penting bagi prestasi belajar siswa, dalam arti sempit intelegensi adalah kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah yang didalamnya berpikir perasaan, (2) Minat, adalah kecenderungan yang mantap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu. Siswa yang kurang berminat dalam pelajaran tertentu akan menghambat dalam belajar, (3) Keadaan fisik dan psikis, keadaan fisik menunjukkan pada tahap pertumbuhan, kesehatan jasmani, keadaan alat-alat indera dan lain sebagainya. Keadaan psikis menunjuk pada keadaan stabilitas/labilitas mental siswa, karena fisik dan psikis yang sehat sangat berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar dan sebaliknya.

b. Faktor eksternal

Eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor ini dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu: (1) Lingkungan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

lingkungan keluarga turut mempengaruhi kemajuan hasil kerja, bahkan mungkin dapat dikatakan menjadi faktor yang sangat penting. Karena sebagian besar pada waktu belajar dilaksanakan di rumah, keluarga kurang mendukung situasi belajar. Seperti kericuhan keluarga, kurang perhatian orangtua, kurang perlengkapan belajar akan mempengaruhi berhasil tidaknya belajar. Lingkungan sekolah yang kondusif akan mendukung proses kegiatan belajar mengajar, karena sekolah menjadi wahan yang sangat dominan bagi pengaruh dan pembentukan sikap, perilaku, dan prestasi seorang siswa, (2) Guru, sebagai tenaga berpendidikan memiliki tugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, membimbing, melatih, mengelola, meneliti dan mengembangkan serta memberikan pelajaran teknik karena itu setiap tugas guru harus memiliki wewenang dan kemampuan profesional, kepribadian dan kemasyarakatan, (3) Sumber-Sumber Belajar, Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan dalam proses belajar adalah tersedianya sumber belajar yang memadai. Sumber belajar itu dapat berupa media/alat bantu belajar serta bahan baku penunjang. Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam melakukan perbuatan belajar. Maka pelajaran akan lebih menarik, menjadi konkret, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga serta hasil yang lebih bermakna.

22

B. Kerangka Berpikir

1. Pengaruh disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa SMA Santa Maria kelas XI

Hasil belajar atau prestasi belajar siswa baik itu memperoleh hasil yang memuaskan atau kurang memuaskan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: disiplin belajar siswa, lingkungan fisik keluarga dan lingkungan fisik sekolah. Maman Rachman (1999:168), menyatakan disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya.

Sesuatu hal yang dapat dikatakan ketika seorang siswa melanggar disiplin baik di dalam keluarga maupun di sekolah, maka pertumbuhan, pemahaman, dan prestasi belajarnya akan terhambat. Terhambatnya prestasi belajarnya tersebut disebabkan karena seorang siswa tidak terbiasa dengan tata tertib, peraturan, serta norma yang berlaku di dalam keluarga maupun di sekolah. Sebaliknya jika seorang siswa yang berusaha menata dirinya terbiasa dengan hidup tertib, teratur, menaati peraturan dan norma yang berlaku disekolah, seperti: a) disiplin siswa dalam masuk sekolah, b) disiplin siswa dalam mengerjakan tugas, c) disiplin siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah, dan 4) disiplin siswa dalam mentaati tata tertib di sekolah (Slameto, 1997:27). maupun di rumah, seperti: a) tepat waktu dalam belajar, b) disiplin dalam mengerjakan tugas sekolah di rumah, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c) belajar secara teratur (Wijaya, 1996:18-19), potensi dan prestasinya akan bertumbuh dan berkembang optimal. maka disiplin yang diterapkan dengan baik di sekolah maupun di rumah akan menjadi faktor dominan dalam mempengaruhi dan mengembangkan prestasi belajar siswa.

2. Pengaruh lingkungan fisik keluarga terhadap prestasi belajar siswa SMA Santa Maria kelas XI

Pengaruh pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan seseorang adalah pengaruh keluarga. Keluarga sebagai lingkungan belajar pertama mempunyai peranan dan pengaruh yang besar dalam menuntun perkembangan anak untuk menjadi manusia dewasa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:526), lingkungan diartikan sebagai bulatan yang melingkari atau melingkungi, dapat diartikan sebagai kawasan atau daerah yang termasuk di dalamnya. Kemudian fisik diartikan sebagai jasmani atau badan, atau dapat diartikan sesuatu yang nyata dan dapat dilihat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:242). Berdasarkan pengertian tersebut maka lingkungan fisik dapat diartikan sebagai kawasan atau daerah untuk melakukan sesuatu (kegiatan belajar-mengajar) yang dapat dilihat atau nyata. Lingkungan fisik keluarga yang dimaksud adalah lingkungan fisik yang behubungan langsung secara fisik dengan para siswa di dalam keluarga, hal ini meliputi (Nurhalijah Nasution, 1995): ruang belajar, meja dan kursi belajar, penerangan, ventilasi, peralatan sekolah, media massa, dan buku bacaan. Kondisi lingkungan fisik keluarga yang baik cenderung memberi stimulus dan

24

respons yang baik dari anak sehingga prestasinya belajar siswa menjadi baik. Sebaliknya, jika lingkungan fisik keluarga tidak baik, kecenderungan besar akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan prestasi belajar siswa.

3. Pengaruh lingkungan fisik sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMA Santa Maria kelas XI.

Lingkungan sekolah juga mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Keluarga tidak bisa hanya mendidik anak di lingkungan keluarga saja. Karena anak membutuhkan wadah untuk mengembangkan potensinya yaitu sekolah. Dengan adanya sekolah, siswa akan lebih luas pengetahuannya. Walaupun tidak bisa lepas dari dukungan keluarga. Sekolah dapat menciptakan suasana kondusif bagi proses pendidikan asalkan manajemen sekolah dikembangkan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa lingkungan adalah bulatan yang melingkari atau melingkungi, dapat diartikan sebagai kawasan atau daerah yang termasuk di dalamnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:526) dan fisik diartikan sebagai jasmani atau badan, atau dapat diartikan sesuatu yang nyata dan dapat dilihat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:242). Maka lingkungan fisik dapat diartikan sebagai kawasan atau daerah untuk melakukan sesuatu (kegiatan belajar-mengajar) yang dapat dilihat atau nyata. Lingkungan fisik sekolah yang dimaksud adalah lingkungan fisik yang behubungan langsung secara fisik dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

para siswa di dalam sekolah, hal ini meliputi (The Liang Gie, 1984:160): penerangan (cahaya), suhu udara, warna, suara, fasilitas kesehatan, lantai dan gedung. Oleh karena itu, lingkungan fisik sekolah yang baik akan mendukung perkembangan dan pertumbuhan prestasi belajar siswa, sebaliknya jika lingkungan fisik sekolah kurang baik akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan prestasi belajar siswa.

4. Pengaruh disiplin belajar, lingkungan fisik keluarga dan lingkungan fisik sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMA Santa Maria kelas XI

Disiplin merupakan suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban baik di dalam keluarga maupun di sekolah. Seperti yang dikemukakan oleh The Liang Gie (1982:82) bahwa dalam usaha apapun juga keteraturan dan disiplin akan tetap merupakan kunci untuk memperoleh hasil yang baik sehingga disiplin belajar pada siswa di keluarga, meliputi: tepat waktu dalam belajar, disiplin dalam mengerjakan tugas sekolah di rumah, dan belajar secara teratur, maupun disiplin belajar pada siswa di sekolah, meliputi: disiplin siswa dalam masuk sekolah, disiplin siswa dalam mengerjakan tugas, disiplin siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah, dan disiplin siswa dalam mentaati tata tertib di sekolah sangat diperlukan tingkat konsistensi dan kebiasaan yang teratur dalam kegiatan proses belajar

26

mengajar karena kedisiplinan yang diterapkan di keluarga maupun di sekolah menjadi faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.

Kemudian diperkuat juga dengan pengaruh lingkungan fisik keluarga yang berhubungan langsung secara fisik dengan siswa di keluarga, seperti (Nurhalijah Nasution, 1995): ruang belajar, meja dan kursi belajar, penerangan, ventilasi, peralatan sekolah, media massa, dan buku bacaan. Maupun pengaruh lingkungan fisik sekolah yang berhubungan langsung secara fisik dengan siswa di sekolah, seperti (The Liang Gie, 1984:160): penerangan (cahaya), suhu udara, warna, suara, fasilitas kesehatan, lantai dan gedung. Maka disiplin belajar, lingkungan fisik keluarga, dan lingkungan fisik sekolah menjadi faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan prestasi belajar siswa

C. Model Penelitian

Keterangan:

Dokumen terkait