• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lingkungan Internal a. Kekuatan

BAB IV ANALISIS SWOT

A. Lingkungan Internal a. Kekuatan

1) Secara kelembagaan, STAIN Majene merupakan satu-satunya perguruan tinggi Negeri Agama Islam di Provinsi Sulawesi Barat. Perguruan tinggi di Provinsi Sulawesi Barat, baik negeri maupun swasta, secara kuantitatif saat ini mengalami perkembangan pesat. Tercatat bahwa di Provinsi Sulawesi Barat saat ini terdapat 1 (satu) PTKIN, yakni STAIN Majene, tiga perguruan tinggi agama swasta dan 16 perguruan tinggi umum, yang terdiri atas 3 (tiga) universitas, 14 sekolah tinggi, dan 2 (dua) akademi. Perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Sulawesi Barat (Negeri), Universitas Al-Asy’ariah Mandar, Universitas Tomakaka, STSIP Bina Generasi Polewali Mandar, STIKES Majene, STIP Tanratupattanabali Mamuju, STT Mamasa, STIE Muhammadiyah Mamuju, STIE Yapman Majene, STISIP Tanratupattanabali Mamuju, STAI DDI Majene, STAI DDI Polewali, STIKES Andidni Persada Mamuju, STIKES Marendeng Majene, STIKES St. Fatimah Mamuju, STAI Al- Azhar Mamuju, AKPER Fatima Mamuju, dan AMIK Tomakaka Mamuju. Meski ada beberapa perguruan tinggi umum negeri maupun swasta di Provinsi Sulawesi Barat, hal ini sekaligus menjadi kekuatan bagi STAIN Majene yang hanya satu-satunya perguruan tinggi agama yang dapat memenuhi harapan masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang Agama dan Keagamaan. Hal itu menjadi salah satu alasan kuat masyarakat memasukkan anak-anak mereka untuk mengenyam pendidikan tinggi. Beberapa alasan yang biasanya mereka ajukan, bahwa kuliah di PTKIN dan di STAIN Majene secara khusus lebih murah karena biayanya sudah disediakan negara, penyelenggaraannya relatif tertib karena sistem yang digunakan berlaku secara nasional, pengembangan kelembagaan relatif stabil karena sudah diatur dalam UU, PP dan lain-lain yang jelas dan tegas.

2) Sebagian besar dosen dan karyawan STAIN Majene di bawah usia 50 tahun. Dari jumlah dosen tetap sebanyak 8 orang, 6 orang (75%) diantaranya berusia di bawah 50 tahun. Sementara itu, tenaga pegawai/karyawan yang berjumlah 6 orang seluruhnya

(100%) berusia di bawah 50 tahun. Ini merupakan satu kekuatan yang dimiliki STAIN Majene yang mungkin tidak dimiliki perguruan tinggi lainnya. Usiadosen/karyawan di bawah 50 tahun dinilai memiliki semangat, tenaga, dan pikiran yang prima dan produktif.

3) Biaya pendidikan terjangkau oleh masyarakat. SPP STAIN Majene dikenal sebagai SPP termurah di antara IAIN/STAIN se-Indonesia. Faktor ini yang kemudian diharpkan menjadi salah satu alasan STAIN Majene diminati masyarakat. 4) Peran sosial-keagamaan sivitas akademika di masyarakat cukup tinggi. Peran-peran

sosial-keagamaan yang dilakoni sivitas akademika STAIN Majene di masyarakat cukup beragam, antara lain: tokoh pemuda, khatib, penceramah, pengurus ormas, pengelola lembaga pendidikan (sekolah/madrasah/pesantren), pengurus masjid dan musholla, dan lain-lain. Hampir dipastikan tidak ada anggota sivitas akademika STAIN Majene yang tidak memiliki peran apapun di masyarakat, betapapun kecil. Hal ini dikarenakan masyarakat memiliki persepsi dan kepercayaan yang kuat terhadap dosen/karyawan/mahasiswa STAIN Majene.

5) Sebanyak 7 orang dosen dari 8 dosen telah tersertifikasi. Ini artinya, sebanyak 87% dosen tetap STAIN Majene telah memenuhi kompetensi pendidik sesuai denganUU yang berlaku.Implikasi sertifikasi, antara lain:

a. Dosen yang sudah tersertifikasi memiliki beban mengajar minimal 12 SKS, maksimal 16 SKS. Ini artinya, mereka memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

b. Dosen yang sudah tersertifikasi diwajibkan melakukan penelitian dan pengabdian sebagai unsur yang sama pentingdengan pengajaran/pendidikan. Jika tidak melakukan penelitian dan pengabdian, maka sertifikasi pendidikan yang bersangkutan bisa dicabut.

c. Dosen yang sudah tersertifikasi mendapat tambahan tunjangan (setara dengan 1 kali gaji pokok). Ini artinya, dosen tidak perlu lagi mencari tambahan penghasilan di luar tugas pokoknya.

6) Komitmen pimpinan terhadap pengembangan STAIN Majene cukup tinggi. Kepemimpinan periode awal STAIN (2017-2022) ditandai dengan terpilihnya dosen yang memiliki komitmen tinggi atas berkembangnya STAIN Majene ke arah yang diharapkan. Kepemimpinan STAIN ini terpilih secara demokratis di atas landasan kebersamaan dan semangat kuat dalam mewujudkan cita-cita bersama. Komitmen kuat

pimpinan atas pengembangan STAIN ini terwujud dalam kerja-kerja konkret, seperti penataan sistem manajemen, pengembangan areal kampus, transparansi, dan lain-lain. 7) Tersedianya beasiswa bagi mahasiswa berprestasi atau kurang mampu. Ada dua jenis

beasiswa yang disediakan STAIN Majene, yaitu beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, dan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Kehadiran kedua beasiswa ini sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar dan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, utamanya di STAIN Majene..

b. Kelemahan

1) Tujuh Program Studi yang dikelola oleh STIAN Majene, sebagai prodi baru secara otomatis hanya terakreditasi C, sementara akreditasi program studi merupakan sebuah instrumen penilaian yang sangat penting bagi sebuah perguruan tinggi, tidak terkecuali bagi STAIN Majene.

2) Input (mahasiswa) STAIN Majene belum memenuhi standar yang ditetapkan. Pada penerimaan tahun pertama (Tahun 2017) tercatat bahwa jumlah mahasiswa STAIN masih jauh dari jumlah yang diharapkan, yaitu hanya berjumlah 247 orang.

3) Rasio SDM (dosen dan pegawai) dan mahasiswa tidak ideal. Jumlah dosen STAIN Majene sebanyak 8 dosen tetap (PNS) sementara Dosen Tidak Tetap (Non-PNS) belum ada. Secara rinci, jumlah tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini

Tabel 4.1

Jumlah Dosen Tetap Tahun 2017

No Golongan Jumlah 1. III/a 0 2. III/b 0 3. III/c 2 4. III/d 0 5. IV/a 3 6. IV/b 3 7. IV/c 0 8. IV/d 0 9. IV/e 0

Adapun jumlah pegawai STAIN Majene sebanyak 6 orang, baik tetap maupun tidak tetap, dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 4.2

Jumlah Pegawai Tetap Tahun 2017

No Golongan TINGKAT PENDIDIKAN Jumlah SD SMP SMA S1 S2 S3 L P L P L P L P L P L P 1. II/a - - - - - - - - - - - - 0 2. II/b - - - - - - - - - - - - 0 3. II/c - - - - - - - - - - - - 0 4. II/d - - - - - - - - - - - - 0 5. III/a - - - - - - 1 - - - - - 1 6. III/b - - - - - - 2 - - - - - 2 7. III/c - - - - - - - - - - 1 - 2 8. III/d - - - - - - - - 1 - - - 1 9. IV/a - - - - - - - - - - 1 - 1

Jika dibuat rerata perbandingan antara dosen (sebanyak 8 oarng) dan mahasiswa (sebanyak 247), maka ditemukan angka 1:31. Namun demikian, jika dilihat lebih jauh, rasio perbandingan tersebut belum ideal.

4) Meskipun sebagian besar dosen (63 %) berkualifikasi doktor, namun samasekali belum ada yang menjabat guru besar. STAIN Majene saat ini memiliki 5 (lima) orang dosen bergelar doktor, dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 4.3

Jumlah Doktor Tahun 2017

No Jurusan Jumlah Doktor

1. Tarbiyah dan Keguruan 2 orang

2. Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam 3 orang

3. Ushuluddin, Adab, dan Dakwah 3 orang

5) Pendanaan masih bergantung pada DIPA. Sumber pendanaan STAIN Majene masih bergantung pada dana dari pemerintah (bersumber dari pajak dan non-pajak termasuk SPP), berupa dana DIPA. Adapun jumlah dana DIPA yang diterima STAIN Majene pada tahun 2017 adalah Rp. 9.126.164.000. STAIN Majene belum menerima bantuan dari pemerintahan daerah baik Kabupaten Majene maupun Provinsi Sulawesi Barat. 6) Sarana dan prasarana sama sekali belum representatif, bahkan hampir tidak tersedia.

Selain beberapa barang mobiler, sarana dan prasarana yang dimiliki STAIN Majene belum tersedia. Sampai saat ini, STAIN Majene masih meminjam Gedung Badan Amil Zakat milik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene untuk digunakan sebagai kantor, tempat penyelenggaraan kegiatan akademik yang bersifat administratif. Untuk penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, STAIN Majene juga masih meminjam Gedung SDN Nomor 006 Kabupaten Majene sebagai Gedung Perkuliahan. Tercatat 10 ruang kelas yang diijinkan untuk digunakan hanya dari Pukul 13.00 sampai dengan Pukul 17.00 WITA, sehingga menyulitkan bagi dosen dan mahasiswa untuk menghindari waktu Shalat Ashar masuk dalam jam tatap muka.

7) Belum tersedianya fasilitas TI dan akses ke jaringan internet dan multimedia pembelajaran, seperti proyektor dan komputer.

8) Sumber pembelajaran seperti buku-buku perpustakaan, baik digital maupun non-digital juga belum tersedia, sehingga kemungkinan besar mahasiswa akan mengalami kesulitan dalam memperkaya wawasan sekaitan dengan materi pembelajaran yang disajikan oleh dosen.

9) Lemahnya pemanfaatan peluang-peluang kerjasama dengan pihak ketiga. STAIN Majene telah menjalin kerjasama dengan instansi yang ada di Kabupaten Majene khususnya dan di Propinsi Sulawesi Barat umumnya, misalnya dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Barat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi-organisasi keagamaan. Namun demikian, kerjasama-kerjasama tersebut dirasakan masih bersifat sporadis, tidak sistematis sesuai dengan rencana induk pengembangan STAIN Majene. Padahal, lembaga/instansi yang sudah diajak kerjasama tersebut bisa meningkatkan kualitas STAIN Majene jika dikelola dengan baik dan sistematis dengan indikator yang bisa diukur sesuai dengan kebutuhan kerjasama. Bahkan, STAIN Majene sebenarnya bisa menjalin kerjasama yang lebih luas dan kokoh lagi dengan lembaga/instansi yang relevan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

B. Lingkungan Eksternal

Dokumen terkait