• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE TAHUN"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

RENCANA STRATEGIS

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

TAHUN 2017-2022

(3)

VISI DAN MISI STAIN MAJENE

Visi STAIN Majene :

M Sebagai pusat kajian dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman dan kebudayaan yang unggul dan malaqbiq di kawasan Timur Indonesia tahun 2040.

Misi STAIN Majene :

1. Membuka akses pelayanan pendidikan Islam yang merata 2. Menyelenggarakan Kajian Islam Sumber

3. Menyelenggarakan dan mengembangkan kajian bahasa asing yang berbasis IT.

4. Melestarikan kearifan local (local wisdom) yang malaqbiq melalui a. kegiatan penelitian 5. Melaksanakan pengabdian masyarakat melalui program kemitraan (partnership) dengan

(4)

3

.

KATA PENGANTAR KETUA STAIN MAJENE

Sebagai perguruan tinggi, STAIN Majene harus memiliki rencana strategis untuk mencapai suatu tujuan dengan program-program yang terukur dan rencana strategis untuk mewujudkannya. Rencana-rencana tersebut harus realistis sehingga sehingga merealisasikannya tidak terlau sulit bagi lembaga yang membuat rencana tersebut. Renstra STAIN Majene untuk rencana awal tersebut diharapkan mampu mengantar STAIN Majene sebagai lembaga pendidikan yang diperhitungkan di Kawasan Timur Indonesia sebgai pusat pendidikan dengan masa perencanaan 2017-2040.

Renstra STAIN tersebut tersebut dijiwai oleh semangat membangun daerah sebagai provinsi termuda dan sangat jauh dari provinsi induk sebelumnya untuk membanguan kehadiran lembaga pendidikan tinggi tersebut pada umumnya dengan mengedapankan semangat membangun dan mengejar ketertingalana dari daerah lain. STAIN Majene sebagai salah satu jawaban atas ketertinggalan daerah tersebut dan untuk mewujudkan penyelenggaraan PendidikanTinggi Agama Islam (PTAI) yang berkualitas, kompetitif, berperan aktif dalam melakukan sosial. Tuntutan tuntutan kompetensi lulusan di era globalisasi saat ini semakin ketat seiring dengan semakin tingginya harapan masyarakat untuk melahirkan SDM yang semakin kompetitif.

Untuk menjawab kondisi di atas, maka STAIN Majene mencanangkan visi sesuai tuntutan zaman, yaitu: Sebagai pusat kajian dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman dan kebudayaan yang unggul dan malaqbiq di kawasan Timur Indonesia tahun 2040 Renstra tersebut ini akan memberikan gambaran bagi STAIJN Majene untuk dapat merespon setiap kebutuhan stakeholders dengan lebih mengedepankan kualitas pelayanan yang prima, lulusan yang kompetitif. Keyakinan kami bahwa semua masyarakat Sulbar khususnya dan Indonesia pada umumnya menerima kehadiran STAIN Majene di tengah-tengah mereka dan merasakan secara positive mamfaat baik dari segi mamfaat ke dalam maupun eksternal secara social maupun akademik, , Renstra ini pun diharapkan menjadi Road Map bagi STAIN Majene menuju persiapan konversi dari status STAIN menjadi IAIN di masa mendatang.

Dengan kerjasama, komitmen yang kuat, dan tanggungjawab dari semua unsur di STAIN Majene mulai dari pimpinan, Dosen, staft, dan mahasiswa untuk mewujudkan amanah dari masyarakat kampus dan masyarakat pada umumnya, maka Insya Allah STAIN Majene bisa menjawab harapan masyarakat serta mengatasinya, semoga Allah SWT meridlai usaha kita. Amin.

Atas selesainya draft Rencana Strategis STAIN Majene tahun 2017-2022, maka kami mengucapkan banyak terimah kepada semua pihak yang memberikan bantuan baik materil maupun non materil semoga usaha ini menjadi amal jariyah untuk semua amin.

(5)

DAFTAR ISI

Visi dan Misi STAIN Majene ... 1

Kata Pengantar ... 2

Daftar Isi ... 3

BAB I. PENDAHULUAN ... 5

BAB II. SEJARAH DAN POSISI STRATEGIK STAIN MAJENE ... 13

BAB III. EVALUASI DIRI STAIN MAJENE ... 18

BAB IV. ANALISIS SWOT ... 29

BAB V. VISI DAN MISI STAIN ... 40

BAB VI. PERUMUSAN STRATEGI ... 42

BAB VII. PENUTUP ... 45

(6)

BAB I PENDAHULUAN

Dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia dengan berbagai dinamika yang terjadi dari berbagai aspek, pembangunan fisik, sumber daya manusia telah mengalami berbagai macam perkembangan meskipun di sana sini masih sangat banyak kekurangan. Dalam bidang pendidikan pun terjadi arah pengembangan yang cukup signifikan. Tahun 2003 yang merupakan masa reformasi menjadi catatan penting bagi perubahan sistem pembangunan dan pengembangan pendidikan nasional di Indonesia hal ini sesuai dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, undang-undang ini merupakan arah kebijakan pemerintah dalam pembangunan sumber daya mausia. Tindak lanjut dari undang-undang tersebut pemerintahpun kemudian mengeluarkan peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tahun 2012. Terbitnya regulasi tersebut menjadi angin segar bagi kalangan dunia pendidikan demi pengembangan pendidikan termasuk pendidikan tinggi dan dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dengan hal ini semakin merkokoh posisi perguruan sebagai salah satu komponen penting bagi pengembangan pendidikan nasional selain lembaga pendidikan di bawahnya. Sekolah Tinggi Islan Negeri Majene sebagai lembaga pendidikan baru, yang diresmikan oleh Menteri Agama Pendiriannya pada tanggal 12 Nopember 2016 merupakan salah lembaga pendidikan tinggi yang tentunya menjadi bagian penting dari pengimplementasi dari undang-undang tahun 2003 dan 2012 Sebagai lembaga pendidikan terbaru STAIN Majene harus memacu diri untuk memenuhi standar minimal dalam pengelolaan dan pelayanan sebuah lembaga pendidikan. Dan dalam Renstra inilah akan digambarkan arah kebijakan pengembangan STAIN Majene ke depan paling tidak untuk lima tahun tahun akan datang sebagai target jangka pendek. Berbagai macam rencana kebijakan, ketentuan, dan rambu- rambu pada regulasi tentang pendidikan akan sangat mempengaruhi arah pengembangan perguruan tinggi di Indonesia pada umumnya dan STAIN Majene pada khususnya. Poin- poin inti pengembangan STAIN Majene Tahun 2017-2042 menggambarkan arah pengembangan jangka panjang STAIN Majene, sebagai lembaga baru ada beberapa prioritas tahapan dan sasaran pengembangan yang dituangkan dalam bentuk Kebijakan Umum arah pengembangan STAIN Majene untuk jangka waktu lima tahunan.

Untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di STAIN Majene diperlukan adanya suatu panduan yang memuat berbagai macam kebijakan dan capaian yang

(7)

sasaranya terukur keberhasilan yang tertuang dalam bentuk Rencana Strategis (Renstra), STAIN Majene yang berlandaskan pada kondisi real (sapras dan sumber daya manusia), kebenaran ilmiah, potensi yang dimiliki, penalaran, kejujuran, integritas, keadilan, asas manfaat yang akan dicapai , kebajikan, tanggungjawab, keterjangkauan, dan kemampuan yang dimiliki oleh STAIN Majene harus menjadi bahan pertimbangan dalam setiap merumuskan kebijakan.

Kondisi real STAIN Majene saat ini dari aspek sumber daya manusia masih sangat terbatas, sarana dan pra sarana demikian pula adanya dan sarana pendukung lainnya, masih dalam kondisi yang sangat terbatas, meskipun demikian sivitas akademika STAIN Majene tetap bertekat untuk bekerja keras demi mewujudkan STAIN Majene yang unggul dan

malaqbiq agar dapat sejajar dengan perguruan tinggi lain yang telah lama berdiri.

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene sedang berada pada posisi yang masih sangat terbatas, meskipun demikian semangat STAIN Majene untuk segera mengejar ketertinggalan sangat besar dan salah satu target STAIN Majene adalah bercita-cita agar bisa segera beralih dari status STAIN menjadi IAIN dengan membenahi seluruh persyaratan yang harus dipenuhi untuk peralihan tersebut, maskipun syaratnya cukup berat dan STAIN Majene menyadari tidaklah gampang untuk memenuhinya.

Untuk memenuhi hasrat tersebut STAIN Majene harus mengambil langkah-langkah strategis untuk merealisasikan usaha alih status dari STAIN Majene menjadi IAIN. Pembenahan dari aspek sumber daya manusia, baik tenaga pendidikan mauppun tenaga kependidikan, jumlah mahasiswa, dan sapras harus menjadi prioritas untuk segera dipenuhi agar harapan tersebut dapat segera terealisasi. Demikian pula STAIN Majene sebagai perguruan tinggi keagamaan yang berlevel provinsi harus menjadi pelopor dalam mengembangkan ilmu keagamaan, berkontribusi dalam pembangunan nasional dengan tetap menjaga kearifan lokal masyarakat setempat yang tidak bertentangan dengan nilai- nilai agama sesuai amanah Menteri Agama pada saat peresmian pendirian STAIN Majene, juga harus berperan aktif dalam memecahkan berbagai permasaahan global dan lokal dan STAIN Majene telah membuktikan hal tersbut. Kebijakan Umum juga cita-cita STAIN Majene kelak menjadi pusat rujukan atau destinasi pengembangan kajian ilmu-ilmu sumber dan kebahasaan dan pusat kajian sosial-budaya Islam Sulawesi Barat yang heterogen.

Renstra STAIN Majene disusun mengacu pada Kebijakan Umum STAIN Majene, dengan mencermati tantangan global sesuai dengan sasaran jangka panjang pendek dan jangka panjang STAIN Majene menjadi perguruan tinggi keagamaan terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan berdasarkan kajian sumber dan kebahasaan. Sekaitan

(8)

dengan hal tersebut maka, capaian Renstra STAIN Majene Tahun 2018-2023, Renstra STAIN Majene Tahun 2018-2023 akan dikonsentrasikan kepada beberapa kajian antara lian:

(1) Sejarah STAIN Majene pada awal berdirinya 2016 sampai sekarang

(2) Analisis permaslahan yang dihadapi STAIN Majene sejak berdirinya sampai sekarang (3)Kajian permasalahan stakeholders dan kearifan lokal yang dihadapai STAIN Majene. (4)Visi, Misi, peran, tugas pokok, fungsi dan tujuan, target capaian STAIN Majene. (5)Pemenuhan kebutuhan mendasar dari sumber daya manusia baik tenaga pendidik

maupun tenaga kependidikan.

(6) Analisis SWOT tentang Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman yang dihadapi STAIN Majene.

(7) Isu-isu strategis, tujuan dan sasaran Strategis yang hendak diraih STAIN Majene untuk masa lima tahun mendatang (2018-2023).

A. Landasan Hukum

Renstra STAIN Majene tahun 2017-20… ini disusun mengacu kepada peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4018) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah

(9)

Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4194);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 4864);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan

Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5016);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5423); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang

(10)

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533);

13. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 24);

14. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);

15. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 168);

16. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri;

17. Keputusan Menteri Agama Nomor 407 Tahun 2000 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian dalam dan/atau dari Jabatan pada Perguruan Tinggi Agama Negeri di Lingkungan Departemen Agama;

18. Keputusan Menteri Agama Nomor 520 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyusunan Statuta pada Perguruan Tinggi Agama; 19. Keputusan Menteri Agama Nomor 492 Tahun 2003 tentang

Pendelegasian Wewenang Pemberian Kuasa Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan/atau dari Jabatan di Lingkungan Departemen Agama;

20. Keputusan Menteri Agama Nomor 156 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan Program Diploma, dan Sarjana pada Perguruan Tinggi Agama Islam;

21. Keputusan Menteri Agama Nomor 353 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Agama Islam;

(11)

22. Keputusan Menteri Agama Nomor 387 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukaan Program Studi pada Perguruan Tinggi Agama Islam;

23. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 348);

24. Peraturan Menteri Agama Nomor 38 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 753);

25. Peraturan Menteri Agama Nomor 65 Tahun 2013 tentang Pelayanan Publik di Kementerian Agama;

26. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 253);

27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 788);

28. Peraturan Menteri Agama Nomor 55 Tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Perguruan Tinggi Keagamaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1958);

29. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 87 Tahun 2014 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1290); 30. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 154 Tahun

2014 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1687);

(12)

31. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 26 Tahun 2015 tentang Registrasi Pendidik pada Perguruan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1372);

32. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1952); 33. Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015 tentang

Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1699);

34. Peraturan Menteri Agama Nomor 74 Tahun 2015 tentang Penerimaaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1808);

35. Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2016 tentang Ijazah, Transkrip Akademik, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah Perguruan Tinggi Keagamaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 231);

36. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Dosen Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil Perguruan Tinggi Keagamaan dan Dosen Tetap Perguruan Tinggi Keagamaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 76);

B. Harapan ke Depan

Dalam rangka menghadapi persaingan global yang semakin ketat dan penuh persaingan dan harapan Kementerian Agama untuk menjadi Indonesia sebagai destinasi kajian Islam STAIN, maka Majene memiliki harapan anara lain sebagai berikut:

(a) Terpenuhinya standar pelayan seluruh aspek pendukung pelayan di STAIN Majene mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan sarana pendukung alih status (b) STAIN Majene segera berbenah diri untuk alih status dari STAIN Majene menjadi

(13)

(c) Terlaksananya visi, misi, tujuan, tugas pokok, dan fungsi STAIN Majene yang unggul

dan malaqbiq

(d) Menjadikan STAIN Majene sebagai pusat rujukan studi Islam sumber dan kebahasaan serta pusat kajian sosial-budaya Islam masyarakat Sulbar yang heterogen

(e) Menjadikan STAIN Majene menjadi kampus memiliki distingsi yang khas dari kampus-kampus yang lain

(f) Menjadikan STAIN Majene berperan aktif dalam pemecahan berbagai permasalahan umat baik nasional maupun lokal.

(g) Menjadikan STAIN Majene sebagai kampus ingklusif terhadap berbagai macam permaslahan dengan kondisi masyarakat yang heterogen

(h) Menjadikan STAIN Majene sebagai kampus pmecah permaslahan umat untuk memenuhi harapan stakeholders.

(14)

BAB II

SEJARAH DAN POSISI STRATEGIK STAIN MAJENE

A. Sejarah

Menyusul terbentuknya provinsi Sulawesi Barat yang merupakan pemekaran dari Provinsi Sulawesi selatan pada tahun 2004 sekaligus sebagai provinsi ke-33 Di tanah air, maka para tokoh yang berasalah dari Sulawesi Barat yang berkiprah di Sulawesi Selatan khususnya terkhusus lagi yang ada di IAIN pada saat itu, muncul keinginan para tokoh tersebut untuk mendirikan lembaga pendidikan keagamaan di Sulawesi Barat. Inisiasi tersebut dipelopri oleh tokoh Mandar yang ada di Makassar antara lain Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, MA, Prof. Dr. H. Abd Rahman Halim, M.Ag, Prof. Dr. KH. M. Danial Djalaluddin, LC, M.Ag, Dr. H. Arifuddin Ismail, Dr.H.M.Nafis Djuwaeni, MA, Dr.H. Mukhlis Latif, M.Si, inisiasi ini didukung oleh tokoh-tokoh muda Mandar yang ada di Makassar. Cita-cita mulia ini juga didukung oleh Gubernur Sulawesi Barat Bapak Drs. H. M. Anwar Adnan Shaleh pada pertemuan tokoh-tokoh di atas pada tahun 2007, pada dialog tersebut tidaklah berjalan dengan mulus, tetapi masih ada kendala. Tahun 2009 atas inisiasi Ka Kanwil Kemenag Drs. H. Sahabuddin Kasim bersama Kabag TU Drs. H. Mukhlis Latif, M.Si setelah berkoordinasi dengan Prof Dr. H.Ahmad M. Sewang, MA untuk menghadirkan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Muhammad Ali dan kepala Biro ORTALA Kemenag RI Drs Sahman Sitompul bersama jajarannya untuk melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulbar di Mamuju. Pada pertemuan tersebut disepakati alih status STAIS Al Mardiyah menjadi STAIN Majene, persetujuan tersebut ditindak lanjuti dengan terbentuknya tim penggagas melalui SK Gubernur Sulbar yang terbit tahun 2009. Upaya alih status dari STAIS Al Mardiyah ke STAIN mengalami cukup tantangan dan kendala karena mempersuaratkan banyak dokumen adminidtrasi untuk alih status menjadi STAIN.

Tahun 2014 ada usulan baru dari Kemenag Pusat untuk memperbaiki data dan usulan dari pihak tim dari alih status menjadi pendirian IAIN Majene, keinginan Kemenag pusat tersebut ditindak lanjuti dengan perubahan SK tim penggagas menjadi tim pendiri. Berdasar pada ususlan tersebut, maka dibuatlah SK tim pendiri

Koordinator : Prof. Dr. H. Ahmad M Sewang, MA

Penanggung Jawab : H. Kalma Katta (Bupati Majene periode ……. Ketua Tim : . H. Mukhlis Latif

Wakil Ketua Tim : H.M. Nafis Djuwaeni, Sekretaris : Anwar Sadat

(15)

Wakil Sekretaris : Muh. Said

Anggota : Abd Gafur

Anggota : Muliadi

Anggota : Suddin Bani

Anggota : H. Sofyan Mubarak

Tim tersebut bertugas untuk melakukan komunikasi secara intensif dengan pihak pengambil kibijakan di pusat baik terhadap Kemenag maupun Mempan. Atas inisiatif Bapak Mukhlis Latif menemui Bapak Kalma Katta agar meminta kepada Gubernur Sulbar H. Anwar Adnan Shaleh untuk memfasilitasi pertemuan silaturrahim dengan wakil Presiden RI H. M. Yusuf Kalla

Tim pendiri diterima oleh Wapres di Istina Wapres tahun 2015, ketika itu Wapres langsung menelpon Mempan Yudi Krisnandi agar pendirian STAIN Majene segera direalisasikan. Proses selanjutnya adalah Mempan melakukan kunjungan kerja ke Mamuju khusus untuk membicarakan tentang rencana pendirian STAIN Majene.

Pasca Mapan Yudi Krisnanda kembali dari Mamuju SK pendirian dari Menteri Agama R.I. terbit dengan nomor : 38 Tahun 2016, langkah selanjutnya tim pendiri bersama pihak Kemenag didampingi oleh Dr. Muhammad Zain sebagai perwakilan tim pendiri dari Kemenag RI umtuk melakukan pembahasan berkaitan dengan SK Mempan yang ditindak lanjuti dengan Keputusan Manteri Agama (KMA), bersama bagian ORTALA dan Hukum Kemenag RI bersama tim melakukan pembahasan ORTAKER dan draft KMA pendirian STAIN .

Dengan melalui perjalanan panjang yang cukup melelahkan dan setelah terjadi tiga kali pergantian kepemimpinan nasional dan kabinet pemerintahan, maka turwujudlah cita-cita tersebut dengan SK Menetri Agama tanggal 31 Oktober 2016 M bertepatan dengan 28 Zul Qa’dah 1437 H.dengan dasar Peraturan Menteri Agama RI Nomor 38 Tahun 2016 tentang Pendirian STAIN Majene yang peresmian dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di Majene tepatnya tanggal 12 Nopember 2016. STAIN Majene berdiri secara resmi dan diresmikan oleh Menteri Agama dan langsung melantik Dr. H. M. Nafis Dj, MA sebagai Ketua, Yang menarik dari perisriwa tersebut bahwa STAIN Majene pada saat itu belum memiliki kampus sama sekali (sapras dan sumber daya mausia) kecuali sebuah lokasi yang masi kosong sama sekali bangunannya. Namun dengan kegigihan ketua terlantik dan dengan kerja keras yang luar biasa hanya dalam jangka tidak cukup setahun tepatnya tahun ajaran 2017 STAIN Majene sudah memiliki mahasiswa lebih 200 orang mahasiswa dan dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan meskipun masih terbatas. Dan hanya dalam tempo kurang lebih setahun STAIN Majene sudah memiliki Dosen tetap yang sebagian besar berkualifikasi

(16)

Doktor ditambah tenaga kependidikan. Meskipun nama STAIN Majene diambil dari nama sebuah tempat dari salah satu ibukota kabupaten di Sulbar, tetapi levelnya adalah provinsi. Pendirian STAIN Majene disemangati oleh keinginan mengangkat derajat tingkat pendidikan di daerah tersebut yang merupakan provinsi termuda saat ini, karena sebelumnya sangat tertinggal jauh provinsi lain.

Secara georafis Majene adalah wilayah yang disepakti para pejuang pendirian provinsi Sulbar sebagai pusat pendidikan, sehingga semua perguruan tinggi negeri berada di Kabupaten Majene di samping Majene adalah afdeling tertua dalam sejarah di daerah Mandar pada saat itu, yang sekarang manjadi wilayah provinsi Sulbar. Sebelum STAIN Majene berdiri sebagai PT negeri, sebelumnya sudah ada universitas Sulawesi Barat yang disingkat Unsulbar. Kalau membaca sejarah berdirinya beberapa perguruan tinggi agama khususnya, sebagian besar merupakan koversi atau kelas jauh dari perguruan tinggi lain. Namun STAIN Majene tidaklah demikian, sehingga pada saat diresmikan oleh Menteri Agama tidak satupun tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada, hanya karena kegigihan dan kerja keras ketua terlantik, maka STAI Majene hanya dalam tempo kurang lebih setahun PT ini telah memiliki tenaga pendidik yang rata-rata berkualifikasi Doktor dan diperkuat tenaga kependidikan, sebagian besar adalah mutasi dari instansi lain dan jatah penerimaan aparatur sipil negara.

Pada awal pendiriannya STAIN Majene membuka tiga jurusan, yang dapat dirinci sebagai berikut:

1. Jurusan Tarbiyah dan Keguruan

a. Program Studi Pendidikan Agama Islam b. Program Studi Tadris Bahasa Inggris 2. Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam

a. Program Studi Hukum Keluarga Islam b. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah 3. Jurusan Ushuluddin, Adab dan Dakwah

a. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir b. Bahasa dan Sastra Arab

c. Komunikasi dan Penyiaran Islam

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, seperti juga perguruan tinggi lain STAIN Majene memiliki tiga fungsi yang utama yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan dan pengajaran dilaksanakn di kampus sebagai proses pengembangan keilmuan melalui tatap muka

(17)

antara tenaga pendidik dengan mahasiswa yang dilaksanakan pada tempat dan kurun waktu yang telah diatur sesuai kalender akademik. Sedangkan penelitian merupakan proses pengembangan teori yang dilakukan baik dosen maupun mahasiswa baik perseorangan maupun kolaboratif (bersama-sama). Adapun pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sebagai stakeholders sekaligus untuk meingimplementasikan teori kepada masyarakat agar masyarakat merasa bagian sekaligus ada rasa memiliki terhadap perguruan tinggi sehingga perguruan tinggi bukannlah menara gading yang berdiri sendiri yang seakan terpisah dengan dunia luar.

B. Posisi Strategik STAIN Majene

Mengacu pada Tri Dharma Perguruan tersebut, maka STAIN Majene secara umum memiliki tanggung jawab, yaitu:

(a) Peran dan tanggung jawab keilmuan, yakni STAIN Majene harus bertanggung jawab dengan komitmen yang kuat untuk mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat khususnya ilmu-ilmu keagamaan dan pembentukan karakter masyarakat meliputi pengetahuan dan keterampilan

(b) Tanggung jawab dan peran dakwah islamiyah, yaitu STAIN Majene harus mempunyai misi

dan target penyebaran dan penguatan kualitas akidah dan ibadah,serta pengamalan bagi umat Islam sehingga mereka benar-benar memiliki kepribadian muslim yang kaffah

STAIN Majene memiliki posisi strategis karena satu-satunya perguruan tinggi negeri Islam di Provinsi Sulawesi Barat dan sangat jauh dari Provinsi induk, selain dari Sulbar memiliki tradisi kajian Islam yang kuat. Di daerah tersebut terdapat beberapa pesantren baik salafi maupun modern. Pada pesantren tradisional masih sangat kuat dengan tradisi kajian kitab kuning sekaligus merupakan aset besar resouces STAIN Majene untuk menampung alumninya. Salah satu langkah sebagai bagian dari proses dan peran serta tanggung jawab, maka STAIN Majene menyusun takeline dengan visi unggul dan malaqbiq visi dan keunggulan ilmu kajian ilmu Islam dasar dan kebahasaan, pola dasar pikir inilah yang dijadikan sivitas akademika lebih saling menghargai, bekerjasama, berkarakter, santun dan menjunjung tinggi nilai-nilai malaqbiq. Nilai-nilai Islam yang mendasar ditambah kearifan lokal yang malaqbiq tidak sebatas teori tetatpi, dimplementsikan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan nyata sehingga nantinya akhirnya menjadi kebiasaan hidup yang melekat pada sivitas akademika STAI Majene. Unggul dan malaqbiq ditandai dengan penguasaan mahasiswa STAIN Majene terhadap ilmu-ilmu keislaman dasar tercapai ditambah dengan penguasaan Bahasa asing baik Arab maupun Inggris. Dan Information technology (IT). Harapan ini bukan sekedar hayalan, tetapi didukung oleh sumber daya manusia STAIN Majene yang cukup mumpuni ; pertama

(18)

imput STAIN Majene berasal dari beberapa pesantren tradisional yangterbiasa dengan kitab kuning yang ada di sekitar wilayah tersebut, kedua tenaga pendidik yang beberapa di antaranya alumni Luar negeri khususya Timur Tengah, sedangkan malaqbiq sebagai kearifan lokal atau local wisdom dalam arti luas cerdas, sopan santun. beretika, berkarakter,yang secara filosofis bersedia meneriama kemajuan yang baik, namun tidak berarti meninggalkan kearifan lokal yang baik yang dalam Bahasa lain almuhafadzatuh ala alqadimih ashshaleh wal akhzuh bil jadid al ashlah. Dengan demikian STAIN Majene berusaha untuk adaftif terhadap perkembangan zaman dan senantiasa menjaga kearifan lokal yang baik. Apa yang dikemukakan di atas merupakan peluang besar STAIN Majene ke depan dan untuk meraih peluang tersebut dibutuhkan langkah strategis.

Seperti juga perguruan tinggi lain STAIN Majene juga memiliki semboyan dalam memberi semangat bekerja sivitas akademika, yaitu “Unggul” dan “ Malaqbiq”. Semboyan ini merupakan obor pemberi semangat bagi seluruh keluarga besar STAIN Majene dalam bekerja sesuai tupoksi masing-masing. Unggul lebih ditujukan pada kualitas mahasiswa atau mutu lulusan dan pelayanan baik dalam internal kampus maupun terhadap masyarakat luas sebagai stakeholders, sedangkan malaqbiq istilah kearifan lokal masyarakat Mandar yang mayoritas mendiami wilayah ini yang secara filosofis bisa bermakna; cerdas, berkarakter, sopan santun, menjaga etika, patuh pada peraturan, saling menghargai, punya kepedulian sosial, sopan berpakian dan lain sebagainya. Kapan dan dimanapun sivitas STAIN Majenen harus selalu memberi mamfaat kenyaman bagi masyarakat luas dan pengaruh positive terhadap lingkungannya terutama masyarakat luas sebagai stakeholder. STAIN Majene harus bersinergi dengan semua unsur baik pemerintah maupun suasta dan masyarakat luas untuk sama-sama membangun Sulawesi Barat khususnya dan Indonesia pada bahkan dunia sekalipun. STAIN Majene akan memberdayakan semua potensi daerah yang dimiliki untuk mensejahterkan rakyat baik lahir maupun bathin.

(19)

BAB III

EVALUASI DIRI STAIN MAJENE A. Umum

Dalam rangka memastikan terwujudnya visi dan misi STAIN Majene 2040, maka target pencapaian untuk meraih cita-cita ideal tersebut dengan durasi waktu yang cukup panjang, dirasa perlu untuk menyusun tahapan-tahapan pencapaian yang akan disusun sesuai tingkat dan sesuai skala prioritas. Sebagai lembaga pendidikan yang masih sangat muda, maka membutuhkan penguatan dalam banyak aspek unuk mendukung rencana-rencana tersebut, baik sumber daya tenaga pengajar, tenaga kependidikan, sarana dan pra sarana, kerjasama yang kuat dengan lembaga lain, seperti pemerintah pusat, provinsi dan daerah TK II. Dengan dasar tersebut, maka dirumuskanlah “Rencana Strategis” (RENSTRA) yang merupakan “Rencana Pengembangan selama durasi waktu 2017-2022”, Dalam masa yang cukup panjang tersebut dibutuhkan komitmen yang kuat dari semua komponen untuk memburu ketertinggalan dari lembaga pendidikan lain dengan asumsi bahwa STAIN Majene masih sangat muda, tetapi dengan sumber daya manusia yang dimilik yang datang dari berbagai perguruan yang sebagian sudah matang, maka diharapkan pengelaman mereka dapat diaplikasikan di STAIN Majene. Dengan kekuatan tersebut kami memiliki keyakinan yang kuat bahwa STAIN Majene bisa merealisasikan Renstra yang disusun secara bersama dengan dukungan dari pihak lain.

Untuk optimalisasi dengan apaya pencapaian target Visi STAIN Majene 2040, maka akan dibagi ke dalam beberapa periode. Periode I perencanaan penguatan dari aspek sarana dan prasarana di samping juga diupayakan secara bertahap penguatan dari aspek sumber daya manusia. Setiap kekuatan dan kelemahan dikaji secara cermat dan teliti, sesuai fungsi perguruan tinggi untuk memenuhi tercapainya tri dharma perguruan tinggi dan tupoksi kelembagaan STAIN Majene, sehingga setiap kelemahan yang ditemukan dapat ditransftinggi ormasi menjadi sebagi kekuatan, dan setiap tantangan yang timbul dapat diformolasi menjadi suatu peluang untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah dicanangkan. Karena itu, dalam periode perencanaan pengembangan tahap I ini, diawali dengan komunikasi secara intensif dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian agama, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, dan pemerintah TK II bahkan dengan lembaga suasta baik dalam maupun luar

(20)

negeri. Penyusunan rumusan isu strategis, dan indikator-indikator sasaran yang ingin dicapai, yang disertai dengan rumusan evaluasi diri secara komprehensif dan akuntabel. Bedasar pada analisis rumusan sasaran pencapaian, dan rumusan evaluasi diri yang objektif serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, maka munculah suatu rencana pengembangan yang tepat dan strategis yang disusun secara sistematis dan akurat dan terukur, sehingga perencanaan tersebut memberikan optimisme untuk dapat mengantarkan STAIN Majene mencapai sasaran- sasaran yang telah dicanangkan. Rencana pengembangan sesuai tugas pokok pendidikan tinggi yaitu : tri dharma perguruan tinggi meliputi: 1) Pendidikan, 2) Penelitian, 3) Pengabdian Kepada Masyarakat.

B. Good University Governance

Menjadi sebuah perguruan tinggi yang baik dan kerkualitas adalah cita-cita dan harapan semua perguruan tinggi. STAIN Majene meskipun baru berumur setahun, tetapi tetap memiliki cita-cita untuk menjadi sebuah perguruan tinggi yang menjadi destinasi bagi pembelajar khususnya agama Islam dan bermamfaat bagi masyarakat luas atau dalam bahasa akademiknya dapat mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam terminologi modern perguruan tinggi

Good University Governance (GUG) merupakan turunan dari konsep Good Corporate Governance merupakan tantangan sekaligus peluang bagi STAIN Majene untuk

mewujudkannya. Sebab boleh jadi dalam perkembangannya STAIN Majene akan menjadi perguruan tinggi yang mandiri seperti perguruan tinggi lain yang telah maju. Konsep GUG sangat berperan untuk mempertahankan eksisistensi dan untuk kinerja dan penciptaan sistem

check and balances, demi efektivitas kinerja STAIN Majene. Untuk berjalan dengan baik

sebuah organisasi teramsuk STAIN Majene ,maka, menerapkan bebrapa prinsip-prinsip untuk mengontrol pergerakan setiap aftifitas agar berjalan pada kuridor yang benar, diantara prinsip- prinsip tersebut antara lain : a. Transparency (keterbukaan informasi), dalam hal ini STAIN Majene dalam penyelenggaran semua proses administrasi harus dilakukan secara terbutka meliputi bidang keuangan, sistem dan prosedur penerimaan mahasiswa baru, sistem dan prosedur akuntabilitas , pelaporan keuangan, administrasi akademik, rekrutmen dosen dan karyawan, pemilihan pejabat struktural, pemilihan anggota senat, dan informasi-informasi penting lainnya kepada pemangku kepentingan secara memadai, akurat, efesien, dan tepat waktu; untuk kemahsiswaan pemilihan pengurus lembaga kemahasiswaan, beasiswa, penentuan mahasiswa teladan, lomba-lomba dan lain sebagainya.

b. Accountability (akuntabilitas), STAIN Majene sebagai kampus baru dengan sarana yang masih sangt terbatas harus merencanakan atau memprogramkan untuk menyiapakan semua

(21)

sarana pendukung kegiatan baik hard maupun soft, demikan uraian tugas dari pimpinan setiap pejabat dan pegawai tentang tanggung jawab masing-masing; setiap pejabat struktural, anggota senat, dosen dan karyawan. Termasuk juga kriteria proses pengukuran kinerja, pengawasan dan pelaporan. Harus ada audit internal yang tugasnya antara lain: Melakukan penilaian, analisis, dan interpretasi dari aktivitas suatu organisasi secara independen agar semua proses administrasi berjalan sesuai regulasi yang ada, agar terhindar dari penyalagunaan wewenang.

c. Responsibility (pertanggungjawaban), prinsip ini memberikan kepada setiap individu bertanggungjawab atas tugasnya masing-masing, langkahnya sesuai dengan job description menurut tupoksi yang telah ditetapkan. Termasuk para dosen harus menaati etika dan norma kedosenan para pegawai senantiasa etika dan tatakrama dalam melayani kegiatan administrasi dengan prinsip cepat dan tepat.

d. Independency (kemandirian), seluruh Pimpinan STAIN Majene dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing harus mandiri tanpa tekanan dan benturan kepentingan yang berpeluang untuk munculnya kepentingan pribadi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara independen sesuai tupoksi dan tanggung ajwab masing-masing, bebas dari segala bentuk tekanan dari pihak lain, sehingga dapat dipastikan bahwa keputusan itu buat untuk kepentingan institusi semata.. e. Fairness (kesetaraan dan kewajaran), perlakuan yang adil dan berimbang kepada para

pemangku kepentingan yang terkait (equitable treatment), dalam hal ini para mahasiswa, dosen, karyawan, dan masyarakat.

f. Integrity (integritas), seluruh sivitas akademika STAIN Majene harus menjaga integritas dalam melakukan pelayan, penuh dedikasi, pengabdian dan tanpa pamri, dengan tetap menjaga kualitas pelayanan baik secara internal maupun eksternal sesuai dengan slogan Kemenag R.I Ikhlas beramal.

g. Commitment (komitmen), STAIN Majene sebagai lembaga pendidikan keagamaan berkomitmen untuk menuntaskan tugas sesuai tupoksi masing-masing dan berkomitmen untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan tinggi.

C. Akreditasi Prodi dan Lembaga a. Akreditasi Program Studi

Program Studi (Prodi) adalah unsur pelaksana akademik yang paling teknis mengelola proses adminitasi dan pembelajaran sebuah perguruan tinggi pada satu kelompok bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga tertentu. Dan pengembangan akreditasi

(22)

sebuah program studi mengacu kepada: Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61, Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Pasal 47), Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional (Pasal 86, 87 dan 88), Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Dan sebuah prodi dalam melakukan aktifitas administrasi dan proses akademik harus mengacu kepada pedoman akreditasi perguruan tinggi.

Akreditasi program Studi yang ada di lingkungan STAIN Majene, dari 7 program studi belum pernah dilakukan, namun demikian sebagai penyelengara pendidikan tinggi STAIN Majene harus mempersiapkan diri dari awal untuk memenuhi standar akreditasi sehingga pada saatnya nanti hal-hal yang berkaitan dengan boring akreditasi tidak terlalu sulit. Dan hal ini bisa dicapai apabila semua unsur merapatkan barisan untuk berkomitmen kuat bekerja secara profesional, kolaboratif, transparan, mempersiapkan hal-hal yang mendukung penyelenggaraan administrasi.

b. Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT)

STAIN Majene sebagai perguruan tinggi yang baru tahun pertama menerima mahasiswa dan menyelenggarakan semua proses baik adminitrasi, pembelajaran dan yang lainya sesuai aturan belum pernah dilakukan visitasi terhadap institusi tersebut. Maka sesuai dengan Permenristek Dikti No. 38 Tahun 2016, bhwa setiap perguruan tinggi yang belum pernah dilakukan visitasi atau berlum diakreditasi oleh BAN PT, maka lembaga tersebut otomatis mendapatkan akreditasi C. Namun demikian, sebagai penyelengara pendidikan memilki tanggung jawab moral dan adminitrasi untuk mempersiapkan sekaligus mengawal dan mengantar perguruan tinggi tersebut untuk meraih prestasi dalam berbagai bidang terutama nilai akreditasinya. Dengan modal pengalaman para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di perguruan tempat mengabdi sebelumnya. Maka STAIN Majene dengan potensi tersebut memilki keyakinan yang kuat bahwa dengan aset tersebut STAIN Majene dapat mengejar ketertinggalan dan Insya pada waktunya bisa sejajar dengan perguruan tinggi lain yang sudah lebih duluan. Kami sangat sadar bahwa akreditasi adalah instrument evaluasi bagi perguruan tinggi untuk mengukur tingkat keberhasilan yang dicapai, sehingga tentunya STAIN Majene akan berupaya seoptimal mungkin untuk memenuhi standar sebuah perguruan tinggi.

(23)

STAIN Majene sangat menyadari bahwa kebijakan tentang penyusunan dan pengembangan kurikulum tapi belum lengkap dan belum memenuhi standar sementara kami masih memakai kurikulum yang merupakan hasil adaptasi. Namun demikian, dalam waktu dekat STAIN Majene memprogramkan untuk segera melakukan workshop kurikulum sesuai standar yang telah ditetapkan berdasarkan regalasi. Dan tentunya akan disesuaikan dengan visi misi STAIN Majene dan dinamika perkembangan global.

3. Proses Pembelajaran

a. Pengembangan Mutu Pembelajaran

- Segera akan dibentuk konsorsium untuk menangani sistem pembelajaran dan

pengembangannya di STAIN Majene yang diharapkan nantinya akan mendesain sistem pembelajaran yang mengikuti perkembangan pembelajaran mutakhir dan sesuai dengan karakter local. Lembaga ini diharapkan berperan untuk mengkaji sekaligus mengembangkan sistem dan mutu pembelajaran yang dapat mendorong mahasiswa lebih kreatif, inovatif, berkespresi, berksperimen, berpikir kritis yang positif, dan mandiri yang senantiasa mengacu kepada nilai-nilai islami untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.

- Segera diupayakan terbentuknya sistem pengendalian mutu pembelajaran yang ditetapkan

institusi termasuk proses monitoring, evaluasi, dan pemanfaatannya dan hal-hal lain untuk menjaga jaminan mutu PT yang malaqbiq

- Sedapat mungkin bisa dirumuskan tentang kebijakan penetapan konsep pendidikan,

pengajaran, dan strategi pembelajaran serta pengembangan karakter mahasiswa yang

malaqbiq

- Akan diupayakan untuk pengembangan metode pembelajaran yang mempergunakan

pendekatan PAKEM yang lebih kepada pembelajaran yang menyenangkan dan bersifat

student-centered dari semua program studi.

- Sedapat mungkin diupayakan untuk mendatangkan tenaga ahli/pakar sebagai pembicara

dalam kegiatan seminar, workshop/pelatihan, dari luar PT sendiri demi peningkatan mutu akademik bagi sivitas akademika STAIN Majene yang malaqbiq

b. Suasana Akademik

- Dirasa perlu untuk segera menyususn p a ndu a n ak ad e mik ya ng berkaitan dengan

kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan, serta konsistensi pelaksanaannya dengan tetap mengacu lahirnya mahasiswa dan alumni yang malaqbiq

- Perlu diadakan pengembangan suasana akademik yang kondusif dan menyenangkan serta

(24)

- Perlu diupayakan pengadaan dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan, penelusuran

bakat dan minat, pusat kegiatan olah raga, seni dan penggalian serta pengembangan kearifan budaya lokal yang akan melahirkan mahasiswa malaqbiq

c. Profil Kompetensi Lulusan Kelulusan Mahasiswa

- Karena STAIN adalah lembaga pendidikan yang baru dibuka tahun ini, semua

mahasiswa masih berada di posisi semester pertama.

- Untuk masa studi mahasiswa, akan dibuat regulasi yang mengatur penyelesaian studi

antara 3,5 tahun sampai dengan tujuh tahun dan berlaku bagi semua prodi.

- Estimasi nilai rata-rata mahasiswa adalah 3,0 dengan asumsi nilai terendah 2,75 sebagai

standar nilai minimal. Untuk keperluan tersebut, akan dibuatkan instrumen untuk mengukur ketercapaiannya.

- untuk sistem evaluasi kelulusan yang tepat waktu dan memenuhi kompetensi, akan dibuatkan sistem termasuk kebijakan dan strategi, instrumen, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjutnya.

- Akan dirumuskan pula tentang partisipasi alumni nantinya ketika sudah ada di lapangan

dalam rangka mendukung pengembangan PT sebagai bantuan baik materil maupun non materil untuk memastikan tetap eksisnya perguruan tinggi

Prestasi Mahasiswa

- Dengan sumber daya manusia STAIN disertai komitmen yang kuat dan dukungan semua pihak dan kerjasama yang dengan mahasiswa, maka Insya Allah prestasi mahasiswa STAIN Majene yang akan datang dapat menyamai mahasiswa di perguruan tinggi lain. Hal tersebut memungkinkan, karena dalam pengamatan pertama kami, pada saat kegiatan PBAK pertama sudah kelihatan bibit mahasiswa yang bisa dikembangkan baik bakat akademiknya maupun skill lainnya.

- Seperti dicantumkan dalam visi misi, STAIN Majene diharapkan mencetak mahasiswa yang malaqbiq dan salah satu penekanan kami nantinya adalah penguatan mahasiswa dalam studi ilmu sumber dan penguatan pada spek kebahasaan yaitu bahasa Arab dan Inggris sebagai pencirian STAIN Majene pada institusi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang akademik dan non-akademik.

3. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ketersediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

(25)

- Pada tahap awal ini sumber daya tenaga pendidik STAIN Majene dari sepuluh tenaga

pengajar sementara delapan di antaranya sudah bergelar doktor dan sisa dua yang masih dalam proses penyelesaian doktor dan tahun ini STAIN Majene mendapatkan jatah 10 orang tenaga pengangkatan tenaga pengajar baru, Dan mudah-mudahan pada tahun-tahun mendatang senanatiasa mendapatkan jatah pengangkatan calon dosen baru.

- Semua program studi belum memiliki dosen tetap dengan syarat minimal (enam orang/

prodi)

- Perbandingan ketersediaan dosen dengan mahasiswa 1 banding 28 orang

mahasiswa.

- Ketersediaan tenaga kependidikan belum memenuhi aspek kebutuhan.

- Sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja pendidik dan tenaga

kependidikan akan dibuatkan regulasinya untuk selanjutnya digunakan.

4. Standar Sarana dan Prasarana

a. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

- STAIN Majene sebagai lembaga pendidikan yang dibuka tahun ini dengan belum memilki sarana dan prasarana yang mamadai untuk semester pertama tahin ini proses kegiatan administrasi dan pelayan amahasiswa masih meminjam gedung Badan Amil Zakat Kabupaten Majene, sedangkan untuk kegiatan perkuliahan masih meminjam gedung sekolah dasar. Namun Insya pada pada semester ke dua tahun mudah-mudahan STAIN Majene sudah memamfaatkan gedung baru yang saat ini sedang dalam proses lelang proyek. Dan Insya Allah tahun depan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sudah menjanjikan dana SBSN sekitar 45 milyar semoga terealisasi. Amin. - Ketersediaan koleksi perpustakaan, aksesibilitas yang meliputi buku teks, jurnal

internasional, jurnal nasional terakreditasi, dan prosiding belum terwujud.

- Belum tersedianya data tentang angka efisiensi serta ketersediaan akses dan pendayagunaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran - Sarana dan prasarana penunjang berupa ruang serba guna, tempat olah raga, ruang

himpunan mahasiswa, poliklinik, ruang ibadah/doa, green area, fasilitas difable dan ruang bimbingan dan konseling, ruang dosen, laboran belum tersedia

(26)

- Perlu diupayakan pengadaan sistem informasi dan fasilitas TIK yang digunakan dalam proses pembelajaran dalam bentuk hardware, software, e-learning, dan online

journal/library, dengan pemanfaatan yang jelas.

- Perlu pengadaan sistem informasi untuk pengelolaan administrasi akademik dan non- akademik yang mencakup hardware dan software.

- Sumber belajar elektronik (e-library) belum tersedia, sehingga perlu diupayakan pengadaannya, dengan mempertimbangkan kecukupan kapasitas internet dengan rasio

bandwidth per mahasiswa yang memadai.

- Perlu dibangun sistem informasi akademik yang menjamin aksesibilitas data dalam informasi.

- Untuk pengembangan lebih lanjut, perlu disiapkan blue print pengembangan,

pengelolaan, pemanfaatan, dan pengamanan sistem informasi yang lengkap.

5. Standar Pengelolaan a. Tata Pamong

Belum ada kelengkapan dokumen dan kejelasan tata organisasi yang memungkinkan implementasi secara konsisten.

b. Kepemimpinan

- Perlu pengembangan karakteristik kepemimpinan yang efektif - Perlu kejelasan sistem pengelolaan fungsional dan operasional PT.

c. Sistem Pengelolaan

- Belum ada analisis jabatan, deskripsi tugas, program peningkatan kompetensi manajerial.

- Perlu diseminasi hasil kinerja PT sebagai akuntabilitas publik, serta keberkalaannya.

d. Seleksi mahasiswa baru

- Perlu pengembangan sistem penerimaan mahasiswa baru yang menerapkan prinsip- prinsip ekuitas.

- Perlu pengembangan sistem penerimaan mahasiswa baru yang menerapkan prinsip pemerataan wilayah asal mahasiswa.

(27)

- Perlu pengembangan tata kelola sistem penerimaan mahasiswa baru yang mencakup kebijakan, kriteria, prosedur, instrumen, sistem pengambilan keputusan dan konsistensi pelaksanaannya.

- Perlu pengembangan kelengkapan sistem penerimaan mahasiswa baru yang memberikan peluang dan menerima mahasiswa yang memiliki potensi akademik namun kurang mampu secara ekonomi dan/atau berkebutuhan khusus.

- Perlu data jumlah mahasiswa yang diterima dengan jumlah mahasiswa yang ikut seleksi,

- Perlu data rasio jumlah mahasiswa yang mendaftar ulang dibandingkan jumlah mahasiswa yang lulus seleksi.

e. Kualitas Layanan kepada Mahasiswa

- Perlu instrumen pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan. - Belum ada hasil pelaksanaan survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kegiatan

kemahasiswaan, dan tindak lanjutnya.

- Belum ada layanan kepada mahasiswa dalam bidang bimbingan dan konseling, minat dan bakat, pembinaan soft skills, beasiswa, dan kesehatan.

- Belum ada program layanan bimbingan karir bagi mahasiswa.

f. Pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu

- Belum ada sistem penjaminan mutu internal dengan kriteria dan instrumen penilaian serta pemakaiannya untuk mengukur kinerja setiap unit kerja, serta diseminasi hasilnya.

- Belum ada penerapan sistem penjaminan mutu dan pelaksanaannya.

- Belum ada sistem audit mutu internal yang lengkap dengan kriteria dan instrumen penilaian serta pemakaiannya untuk mengukur kinerja PT,

- Belum ada auditor.

7. Pembiayaan

a. Belum adanya kejelasan dan kelengkapan dokumen kebijakan pengelolaan dana b. Belum ada sumber biaya yang diperoleh dari hibah, unit usaha, hasil kerjasama

akademik, masyarakat dan sebagainya.

c. Belum ada pedoman pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai dengan peraturan

(28)

d. Belum ada sistem monitoring dan evaluasi pendanaan internal.

e. Perlu ada kejelasan kebijakan dan mekanisme pembiayaan mahasiswa.

8. Standar Penilaian

a. Evaluasi Hasil Belajar

- Perlu diupayakan kejelasan sistem evaluasi hasil belajar yang sesuai dengan ranah kompetensi lulusan yang ditetapkan.

- Perlu diupayakan kejelasan sistem evaluasi hasil belajar yang sesuai dengan model pengukuran yang tepat.

- Perlu diupayakan kesesuaian butir-butir soal dengan luaran pembelajaran yang ditetapkan dalam pembelajaran dan silabus.

- Perlu diupayakan intensitas review soal ujian baik UTS (Ujian Tengah Semester) maupun UAS (Ujian Akhir Semester) oleh komisi ujian/pejabat yang bertanggung jawab.

- Pada lambat tahun 2020 perlu dirumuskan mekanisme dan pedoman ujian Tugas Akhir/Skripsi bagi mahasiswa, mengingat pada saat itu diasumsikan sudah banyak mahasiswa angkatan pertama (yang masuk pada tahun pertama) yang berada dalam proses penyelesaian akhir .

- Perlu diupayakan penyusunan/pengadaan mekanisme/pedoman perbaikan nilai.

b. Capaian Penelitian

- Belum ada kejelasan dan kelengkapan pedoman pengelolaan penelitian berdasarkan

petunjuk teknis dari Kementerian Agama RI

- Belum ada dosen yang menjalankan penelitian pada tingkat local maupun nasional dan internasional.

- Belum ada dana penelitian/funding yang diperoleh baik dari institusi lokal maupun nasional dan internasional.

- Belum ada jurnal STAIN Majene, sehingga diupayakan untuk mewujudkannya dengan mengacu kepada ketentuan penggunaan OJS (Online Journal System) - Belum ada buku yang dihasilkan oleh dosen

(29)

- Belum ada prototipe/ karya seni/ model dan modul pembelajaran/ teknologi tepat guna yang diterapkan.

- Belum ada dosen yang berperan sebagai invited speaker.

- Belum ada dosen yang berperan sebagai penyaji dalam pertemuan ilmiah baik di tingkat local, maupun di tingkat nasional.

- Sudah ada beberapa dosen yang berperan sebagai peserta pada pertemuan ilmiah di tingkat nasional.

- Belum ada dosen yang memperoleh penghargaan ilmiah baik pada taraf regional maupun nasional dan internasional.

c. Capaian Pengabdian kepada Masyarakat

- Belum ada kebijakan dasar pengabdian kepada masyarakat.

- Belum ada pedoman pengelolaan pengabdian kepada masyarakat khusus untuk dosen. - Perlu diupayakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian dan

berbasis pesantren/madrasah.

- Belum ada pengabdian masyarakat dalam bentuk pemberdayaan.

- Kedepannya perlu diupayakan ketersediaan data autentik tentang dosen yang menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

- Perlu diupayakan pemberian penghargaan di bidang pengabdian kepada masyarakat kepada dosen atau kelompok dosen.

d. Standar Kerjasama

- Belum ada kebijakan, pengelolaan, dan monev oleh STAIN Majene dalam

kegiatan kerjasama.

- Belum ada data autentik tentang jumlah kerjasama/MoU.

- Belum ada data autentik yang terkait dengan persentase dosen yang menjadi anggota organisasi profesi atau organisasi keilmuan.

- Belum ada dosen yang mengikuti aktivitas pertukaran dalam kegiatan Tri Dharma keluar negeri.

- Tidak ada pertukaran mahasiswa dalam kegiatan Tri Dharma.

- Belum ada akses ke perpustakaan dengan pihak luar melalui skema kerjasama. - Belum ada mahasiswa internasional dari total mahasiswa yang ada di STAIN Majene

(30)

BAB IV ANALISIS SWOT

A. Lingkungan Internal a. Kekuatan

1) Secara kelembagaan, STAIN Majene merupakan satu-satunya perguruan tinggi Negeri Agama Islam di Provinsi Sulawesi Barat. Perguruan tinggi di Provinsi Sulawesi Barat, baik negeri maupun swasta, secara kuantitatif saat ini mengalami perkembangan pesat. Tercatat bahwa di Provinsi Sulawesi Barat saat ini terdapat 1 (satu) PTKIN, yakni STAIN Majene, tiga perguruan tinggi agama swasta dan 16 perguruan tinggi umum, yang terdiri atas 3 (tiga) universitas, 14 sekolah tinggi, dan 2 (dua) akademi. Perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Sulawesi Barat (Negeri), Universitas Al-Asy’ariah Mandar, Universitas Tomakaka, STSIP Bina Generasi Polewali Mandar, STIKES Majene, STIP Tanratupattanabali Mamuju, STT Mamasa, STIE Muhammadiyah Mamuju, STIE Yapman Majene, STISIP Tanratupattanabali Mamuju, STAI DDI Majene, STAI DDI Polewali, STIKES Andidni Persada Mamuju, STIKES Marendeng Majene, STIKES St. Fatimah Mamuju, STAI Al- Azhar Mamuju, AKPER Fatima Mamuju, dan AMIK Tomakaka Mamuju. Meski ada beberapa perguruan tinggi umum negeri maupun swasta di Provinsi Sulawesi Barat, hal ini sekaligus menjadi kekuatan bagi STAIN Majene yang hanya satu-satunya perguruan tinggi agama yang dapat memenuhi harapan masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang Agama dan Keagamaan. Hal itu menjadi salah satu alasan kuat masyarakat memasukkan anak-anak mereka untuk mengenyam pendidikan tinggi. Beberapa alasan yang biasanya mereka ajukan, bahwa kuliah di PTKIN dan di STAIN Majene secara khusus lebih murah karena biayanya sudah disediakan negara, penyelenggaraannya relatif tertib karena sistem yang digunakan berlaku secara nasional, pengembangan kelembagaan relatif stabil karena sudah diatur dalam UU, PP dan lain-lain yang jelas dan tegas.

2) Sebagian besar dosen dan karyawan STAIN Majene di bawah usia 50 tahun. Dari jumlah dosen tetap sebanyak 8 orang, 6 orang (75%) diantaranya berusia di bawah 50 tahun. Sementara itu, tenaga pegawai/karyawan yang berjumlah 6 orang seluruhnya

(31)

(100%) berusia di bawah 50 tahun. Ini merupakan satu kekuatan yang dimiliki STAIN Majene yang mungkin tidak dimiliki perguruan tinggi lainnya. Usiadosen/karyawan di bawah 50 tahun dinilai memiliki semangat, tenaga, dan pikiran yang prima dan produktif.

3) Biaya pendidikan terjangkau oleh masyarakat. SPP STAIN Majene dikenal sebagai SPP termurah di antara IAIN/STAIN se-Indonesia. Faktor ini yang kemudian diharpkan menjadi salah satu alasan STAIN Majene diminati masyarakat. 4) Peran sosial-keagamaan sivitas akademika di masyarakat cukup tinggi. Peran-peran

sosial-keagamaan yang dilakoni sivitas akademika STAIN Majene di masyarakat cukup beragam, antara lain: tokoh pemuda, khatib, penceramah, pengurus ormas, pengelola lembaga pendidikan (sekolah/madrasah/pesantren), pengurus masjid dan musholla, dan lain-lain. Hampir dipastikan tidak ada anggota sivitas akademika STAIN Majene yang tidak memiliki peran apapun di masyarakat, betapapun kecil. Hal ini dikarenakan masyarakat memiliki persepsi dan kepercayaan yang kuat terhadap dosen/karyawan/mahasiswa STAIN Majene.

5) Sebanyak 7 orang dosen dari 8 dosen telah tersertifikasi. Ini artinya, sebanyak 87% dosen tetap STAIN Majene telah memenuhi kompetensi pendidik sesuai denganUU yang berlaku.Implikasi sertifikasi, antara lain:

a. Dosen yang sudah tersertifikasi memiliki beban mengajar minimal 12 SKS, maksimal 16 SKS. Ini artinya, mereka memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

b. Dosen yang sudah tersertifikasi diwajibkan melakukan penelitian dan pengabdian sebagai unsur yang sama pentingdengan pengajaran/pendidikan. Jika tidak melakukan penelitian dan pengabdian, maka sertifikasi pendidikan yang bersangkutan bisa dicabut.

c. Dosen yang sudah tersertifikasi mendapat tambahan tunjangan (setara dengan 1 kali gaji pokok). Ini artinya, dosen tidak perlu lagi mencari tambahan penghasilan di luar tugas pokoknya.

6) Komitmen pimpinan terhadap pengembangan STAIN Majene cukup tinggi. Kepemimpinan periode awal STAIN (2017-2022) ditandai dengan terpilihnya dosen yang memiliki komitmen tinggi atas berkembangnya STAIN Majene ke arah yang diharapkan. Kepemimpinan STAIN ini terpilih secara demokratis di atas landasan kebersamaan dan semangat kuat dalam mewujudkan cita-cita bersama. Komitmen kuat

(32)

pimpinan atas pengembangan STAIN ini terwujud dalam kerja-kerja konkret, seperti penataan sistem manajemen, pengembangan areal kampus, transparansi, dan lain-lain. 7) Tersedianya beasiswa bagi mahasiswa berprestasi atau kurang mampu. Ada dua jenis

beasiswa yang disediakan STAIN Majene, yaitu beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, dan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Kehadiran kedua beasiswa ini sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar dan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, utamanya di STAIN Majene..

b. Kelemahan

1) Tujuh Program Studi yang dikelola oleh STIAN Majene, sebagai prodi baru secara otomatis hanya terakreditasi C, sementara akreditasi program studi merupakan sebuah instrumen penilaian yang sangat penting bagi sebuah perguruan tinggi, tidak terkecuali bagi STAIN Majene.

2) Input (mahasiswa) STAIN Majene belum memenuhi standar yang ditetapkan. Pada penerimaan tahun pertama (Tahun 2017) tercatat bahwa jumlah mahasiswa STAIN masih jauh dari jumlah yang diharapkan, yaitu hanya berjumlah 247 orang.

3) Rasio SDM (dosen dan pegawai) dan mahasiswa tidak ideal. Jumlah dosen STAIN Majene sebanyak 8 dosen tetap (PNS) sementara Dosen Tidak Tetap (Non-PNS) belum ada. Secara rinci, jumlah tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini

Tabel 4.1

Jumlah Dosen Tetap Tahun 2017

No Golongan Jumlah 1. III/a 0 2. III/b 0 3. III/c 2 4. III/d 0 5. IV/a 3 6. IV/b 3 7. IV/c 0 8. IV/d 0 9. IV/e 0

(33)

Adapun jumlah pegawai STAIN Majene sebanyak 6 orang, baik tetap maupun tidak tetap, dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 4.2

Jumlah Pegawai Tetap Tahun 2017

No Golongan TINGKAT PENDIDIKAN Jumlah SD SMP SMA S1 S2 S3 L P L P L P L P L P L P 1. II/a - - - 0 2. II/b - - - 0 3. II/c - - - 0 4. II/d - - - 0 5. III/a - - - 1 - - - 1 6. III/b - - - 2 - - - 2 7. III/c - - - 1 - 2 8. III/d - - - 1 - - - 1 9. IV/a - - - 1 - 1

Jika dibuat rerata perbandingan antara dosen (sebanyak 8 oarng) dan mahasiswa (sebanyak 247), maka ditemukan angka 1:31. Namun demikian, jika dilihat lebih jauh, rasio perbandingan tersebut belum ideal.

4) Meskipun sebagian besar dosen (63 %) berkualifikasi doktor, namun samasekali belum ada yang menjabat guru besar. STAIN Majene saat ini memiliki 5 (lima) orang dosen bergelar doktor, dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 4.3

Jumlah Doktor Tahun 2017

No Jurusan Jumlah Doktor

1. Tarbiyah dan Keguruan 2 orang

2. Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam 3 orang

3. Ushuluddin, Adab, dan Dakwah 3 orang

(34)

5) Pendanaan masih bergantung pada DIPA. Sumber pendanaan STAIN Majene masih bergantung pada dana dari pemerintah (bersumber dari pajak dan non-pajak termasuk SPP), berupa dana DIPA. Adapun jumlah dana DIPA yang diterima STAIN Majene pada tahun 2017 adalah Rp. 9.126.164.000. STAIN Majene belum menerima bantuan dari pemerintahan daerah baik Kabupaten Majene maupun Provinsi Sulawesi Barat. 6) Sarana dan prasarana sama sekali belum representatif, bahkan hampir tidak tersedia.

Selain beberapa barang mobiler, sarana dan prasarana yang dimiliki STAIN Majene belum tersedia. Sampai saat ini, STAIN Majene masih meminjam Gedung Badan Amil Zakat milik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene untuk digunakan sebagai kantor, tempat penyelenggaraan kegiatan akademik yang bersifat administratif. Untuk penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, STAIN Majene juga masih meminjam Gedung SDN Nomor 006 Kabupaten Majene sebagai Gedung Perkuliahan. Tercatat 10 ruang kelas yang diijinkan untuk digunakan hanya dari Pukul 13.00 sampai dengan Pukul 17.00 WITA, sehingga menyulitkan bagi dosen dan mahasiswa untuk menghindari waktu Shalat Ashar masuk dalam jam tatap muka.

7) Belum tersedianya fasilitas TI dan akses ke jaringan internet dan multimedia pembelajaran, seperti proyektor dan komputer.

8) Sumber pembelajaran seperti buku-buku perpustakaan, baik digital maupun non-digital juga belum tersedia, sehingga kemungkinan besar mahasiswa akan mengalami kesulitan dalam memperkaya wawasan sekaitan dengan materi pembelajaran yang disajikan oleh dosen.

9) Lemahnya pemanfaatan peluang-peluang kerjasama dengan pihak ketiga. STAIN Majene telah menjalin kerjasama dengan instansi yang ada di Kabupaten Majene khususnya dan di Propinsi Sulawesi Barat umumnya, misalnya dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Barat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi-organisasi keagamaan. Namun demikian, kerjasama-kerjasama tersebut dirasakan masih bersifat sporadis, tidak sistematis sesuai dengan rencana induk pengembangan STAIN Majene. Padahal, lembaga/instansi yang sudah diajak kerjasama tersebut bisa meningkatkan kualitas STAIN Majene jika dikelola dengan baik dan sistematis dengan indikator yang bisa diukur sesuai dengan kebutuhan kerjasama. Bahkan, STAIN Majene sebenarnya bisa menjalin kerjasama yang lebih luas dan kokoh lagi dengan lembaga/instansi yang relevan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

(35)

B. Lingkungan Eksternal c. Peluang

1) Otonomi Daerah

Kebijakan otonomi daerah memberi peluang bagi STAIN Majene untuk berpartisipasi dan terlibat dalam program-program pembangunan daerah. Peran aktif kampus dalam pembangunan daerah dapat melalui jalur pendidikan, penelitian dan pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. STAIN Majene dapat berperan dalam program-program seperti pemberdayaan masyarakat nelayan, petani, buruh, dan penanggulangan kemiskinan, narkoba, dan lain sebagainya. Kebijakan desentralisasi juga memberi peluang bagi STAIN Majene untuk mengelola kampus secara mandiri, melakukan kerjasama peningkatan mutu pendidikan dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat baik tingkat lokal, nasional maupun internasional.

2) Anggaran 20% untuk Pendidikan

Kebijakan pemerintah yang menyediakan anggaran pendidikan sebesar 20% dari Anggran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membuka peluang bagi STAIN Majene untuk semakin meningkatkan dan memperbaiki kualitas pendidikan. Salah satu indikator keberpihakan dan keseriusan pemerintah untuk memberi layanan pendidikan bermutu dan terjangkau adalah dengan menggulirkan kebijakan anggaran pendidikan yang memadai. Peluang ini perlu dimanfaatkan oleh STAIN Majene untuk mengelola perguruan tinggi, yang dapat melahirkan lulusan yang kompetitif, melahirkan teori-teori baru, dan secara nyata dapat terlibat dalam proses perubahan sosial.

3) Kualifikasi guru harus memiliki ijazah strata satu (S1). Kebijakan pemerintah ini berdampak pada keharusan bagi guru yang belum memiliki gelar sarjana untuk melanjutkan studi lebih lanjut. Banyak guru agama Islam di Kabupaten Majene khususnya dan Provinsi Sulawesi Barat umunya yang belum memenuhi persyaratan tersebut. Kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan oleh STAIN Majene untuk menawarkan berbagai program studi sesuai kebutuhan stakeholders.

4) Perluasan Kewenangan Pengadilan Agama (PA). Kewenangan Pengadilan Agama (PA) yang bukan hanya menangani persoalan hukum keluarga, melainkan juga persoalan ekonomi Islam. Kewenangan yang diperluas ini merupakan kesempatan

Gambar

Tabel Indikator Pencapaian Sasaran Menjadi pusat kajian dan pengembangan ilmu-  ilmu keislaman, dan kebudayaan yang unggul, dan malaqbiq di Kawasan Timur  Indonesia pada Tahun 2040

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022-2026 sebagai upaya menjelaskan Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan

Sistematika Penulisan Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Gedebage Kota Bandung disusun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang

Dari identifikasi permasalahan pelayanan maka dirumuskanlah isu-isu strategis Renstra Tahun 2019-2024 yaitu Peningkatan upaya implementasi manajemen kinerja dengan

Rencana Strategi IAIN Curup RENCANA STRATEGI (RENSTRA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup 2020 2045 Rencana Strategi IAIN Curup KATA PENGANTAR REKTOR Rencana Strategis (RENSTRA)

Maksud dari penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Argomulyo adalah menyediakan dokumen perencanaan Kecamatan Argomulyo untuk kurun waktu Tahun 2017 – 2022

Tujuan dengan durasi waktu lima tahun adalah tujuan yang tertera dalam rencana strategis (Renstra) UGM. Renstra disusun setiap lima tahun sekali oleh Rektor UGM

Sejalan dengan visi dan misi Universitas Syiah Kuala dalam menjalankan pengembangan dan pembangunan berkelanjutan maka inti dari fokus rencana strategis (Renstra)

RENSTRA Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Buleleng Tahun 2017 – 2022 merupakan rencana pembangunan 5 (lima) tahun yang memuat