• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Lingkungan kerja

Berdasarkan hasil penelitian diketahui persentase skor rata-rata karyawan mengenai variabel lingkungan kerja dapat dilihat pada tabel 4.4.

Tabel 4.4 Deskripsi Persentase Lingkungan Kerja

No Indikator Skor 1 2 3 4 1 Pewarnaan 0 7 20 68 2 Kebersihan 2 8 22 63 3 Penerangan 0 7 21 67 4 Keamanan 0 0 0 95

6 Kenyamanan 0 12 27 56 Rata-Rata Skor Variabel Lingkungan

Kerja

0 7 18 70

Sumber : Data Primer yang diolah, 2010

Berdasarkan tabel 4.4 di ketahui bahwa lingkungan kerja karyawan sangat kondusif. Hal ini dapat diketahui dari tingginya skor jawaban responden mengenai pewarnaan, kebersihan, penerangan, keamanan, dirkulasi udara dan kenyamanan.

4.5. Pembahasan

Kepemimpinan merupakan faktor yang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan maupun kemunduran suatu perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Besarnya pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Prima Yudha Salatiga adalah sebesar 28,30%, menunjukkan kurang optimalnya kemampuan pimpinan pada PT. Prima Yudha Salatiga dalam melakukan pendekatan, memahami sifat-sifat karyawan, adanya ketegasan, serta lemahnya pimpinan dalam memberikan petunjuk dan mengoreksi kesalahan karyawan. Pimpinan PT. Prima Yudha Salatiga cenderung berkonsentrasi pada pekerjaannya dan pencapaian tujuan perusahaan saja tanpa banyak melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan dan kebijaksanaan perusahaan. Pimpinan PT. Prima Yudha Salatiga hanya melakukan pendekatan sewajarnya terhadap karyawan dan berakibat pada kurangnya kemampuan pimpinan dalam mengetahui sifat-sifat karyawan. Pimpinan PT. Prima Yudha Salatiga kurang menunjukkan ketegasannya dalam menerapkan aturan-aturan yang ada, sehingga karyawan

55

terkadang lalai dalam melaksanakan tugas. Selain itu, pimpinan PT. Prima Yudha Salatiga kurang berinisiatif dalam pemecahan masalah mengenai alat-alat produksi yang sering mengganggu kelancaran dalam bekerja dan memberikan petunjuk serta solusi kepada karyawan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal. Menurut pendapat Manullang dan Marihot Manullang ( 2001:165 ) Bila pemimpin disenangi, disegani, mendapat dukungan, kerja sama, mempunyai hubungan baik dengan kelompok, pimpinan yang bersangkutan dapat mengurangi ketergantungannya kepada kewenangan formal. Keadaan ini akan memberikan kontrol dan pengaruh yang besar kepada pimpinan. Sebaliknya, bila pimpinan itu tidak disenangi atau tidak dipercayai, maka pimpinan tidak akan dapat memimpin secara formal dan mungkin harus menggantungkan diri kepada kewenangan guna penyelesaian segala tugas.

Selain faktor kepemimpinan, motivasi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Besarnya pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan PT. Prima Yudha Salatiga yaitu sebesar 16,08%, menunjukkan kurangnya pemenuhan kebutuhan penghargaan terhadap karyawan. Penghargaan dalam bidang pekerjaan pada PT. Prima Yudha Salatiga hanya dalam bentuk bonus gaji yang diterima apabila karyawan melakukan kerja lembur dan pengangkatan jabatan apabila karyawan telah bekerja lebih dari 5 tahun dan menunjukkan kinerja terbaiknya untuk perusahaan. Rendahnya gaji yang diterima oleh karyawan juga menjadikan motivasi karyawan kurang maksimal dalam melaksanakan pekerjaan. Kebutuhan penghargaan karyawan dalam bidang pekerjaan tidak selalu dalam bentuk financial tetapi juga non-financial. Karyawan

menyatakan bahwa perusahaan kurang memperhatikan kebutuhan dan keinginan karyawan terhadap penghargaan kepada karyawanya baik dalam bentuk financial

atau non-financial, sehingga karyawan kurang bersemangat dalam bekerja karena pemberian bonus dan penghargaan yang diberikan perusahaan kurang sesuai dengan yang diharapkan oleh karyawan. Menurut pendapat Hasibuan ( 2003:143 ) dengan motivasi yang tepat, para karyawan akan terdorong berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya karena meyakini bahwa dengan keberhasilan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya, kepentingan-kepentingan pribadi para anggota organisasi tersebut akan terpelihara pula.

Selain kepemimpinan dan motivasi, lingkungan kerja juga berpengaruh terhadap kinerja karyawan.. Besarnya pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Prima Yudha Salatiga yaitu sebesar 18,56%, menunjukkan lingkungan kerja pada PT. Prima Yudha Salatiga ditinjau dari pewarnaan, kebersihan, penerangan, keamanan dan pertukaran udara dalam keadaan sedang. Karyawan PT. Prima Yudha Salatiga menyatakan bahwa perusahaan kurang memperhatikan lingkungan kerja perusahaan yang meliputi keadaan pewarnaan, kebersihan, penerangan, keamanan dan pertukaran udara. Perusahaan hanya melakukan pewarnaan dinding sewajarnya dan tidak memperhatikan bahwa pewarnaan dinding yang sesuai dapat meningkatkan semangat kerja karyawan. Kebersihan lingkungan kerja dilakukan pada saat pergantian shift pagi, sehingga karyawan yang mendapat bagian shift malam sedikit terganggu dengan kebersihan lingkungan kerjanya. Sedangkan untuk penerangan, keamanan dan sirkulasi udara pada PT. Prima Yudha Salatiga dalam intensitas sedang. Karyawan menyatakan

57

bahwa perusahaan memperhatikan masalah penerangan, keamanan dan sirkulasi udara. Tetapi karyawan menyatakan akan lebih merasa nyaman apabila intensitas penerangan, keamanan dan sirkulasi udara lebih ditingkatkan. Akan tetapi ditinjau dari segi suara, karyawan merasa kurang nyaman. Intensitas kebisingan pada PT. Prima Yudha Salatiga perlu di redam. Karyawan merasa kebisingan yang dihasilkan oleh mesin produksi yang mencapai alat pendengaran sangat mengganggu. Suara yang dihasilkan oleh mesin produksi langsung mencapai alat pendengaran tanpa melalui peredam suara terlebih dahulu, sehingga karyawan sulit berkomunikasi dengan karyawan lain dan merasa tidak nyaman dalam melaksanakan pekerjaanya. Menurut pendapat Sedarmayanti (2001:21) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja yang terdapat di sekitar tempat kerja dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

58

BAB V PENUTUP

5.1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:

1. Ada pengaruh yang signifikansi secara simultan variabel kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja. Besarnya pengaruh secara simultan variabel kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja adalah 87,8%.

2. Ada pengaruh yang signifikansi variabel kepemimpinan terhadap kinerja. Besarnya pengaruh kompensasi terhadap kinerja secara parsial sebesar 28,30%.

3. Ada pengaruh yang signifikansi variabel lingkungan kerja terhadap kinerja. Besarnya signifikansi pengaruh variabel hubungan kerja terhadap kinerja. Besarnya pengaruh rekan kerja terhadap kepuasan karyawan sebesar 18,56%.

4. Ada pengaruh yang signifikansi variabel motivasi terhadap kinerja. Besarnya pengaruh motivasi secara parsial terhadap kinerja sebesar 16,08%

59

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat peneliti sampaikan adalah: 1. Diharapkan pimpinan PT. Prima Yudha Salatiga lebih mengadakan

pendekatan kepada karyawannya, memaksimalkan kemampuannya dalam memberikan petunjuk dan mengkoreksi kesalahan karyawannya dengan melakukan pendekatan, memahami sifat-sifat karyawan, menerima keluhan dan saran karyawan, serta melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan dan kebijaksanaan perusahaan. Tujuannya agar pimpinan dapat lebih dekat dengan karyawan serta mampu mengetahui sifat dan kesalahan karyawan, untuk kemudian mengambil keputusan serta memberikan petunjuk kepada karyawan.

2. Rendahnya motivasi kerja karyawan disebabkan karena karyawan merasa bahwa upah dan penghargaan yang mereka terima termasuk dalam kategori rendah. Untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan hendaknya perusahaan memperbaiki kebijakan yang berkaitan dengan upah karyawan sehingga karyawan merasa bahwa upah yang mereka terima seimbang dengan pengorbanan yang diberikan kepada perusahaan dengan memberikan bonus, penghargaan, promisi jabatan bagi karyawan yang berprestasi dan bekerja dengan baik, sehingga karyawan lebih semangat dalam bekerja agar hasil kerja meningkat sehingga bonus dan penghargaan yang diterima sesuai dengan apa yang dikerjakan.

3. Lingkungan kerja berpengaruh paling tinggi terhadap kinerja karyawan. Hal ini harus disikapi secara positif oleh perusahaan dengan semakin

meningkatkan kondusifitas kerja di tempat kerja. Kondusifitas tersebut dapat diwujudkan dengan perbaikan fasilitas yang kurang baik seperti tingkat kebisingan yang dapat di redam dengan memberikan alat penyumbat telinga yang berfungsi untuk menurunkan intensitas kebisingan yang mencapai alat pendengaran dan memaksimalkan fasilitas yang dirasa cukup seperti merenovasi pewarnaan dinding, meningkatkan intensitas kebersihan lingkungan, penerangan, keamanan dan pertukaran udara, sehingga meningkatkan semangat kerja karyawan dan akhirnya kinerja karyawan meningkat.

4. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini hanya mengukur variabel kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja yang hanya berpengaruh terhadap kinerja karyawan, untuk itu diharapkan pada penelitian yang akan datang dapat meneliti variabel-variabel lain seperti keselamatan dan kesehatan kerja yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas karyawan.

61

Dokumen terkait