METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Metode Penelitian
3. Lingkungan Kerja
Variabel lingkungan kerja yang diteliti dalam penelitian ini mengandung pengertian sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Lingkungan kerja diukur dengan menggunakan indikator dari Nitisemito (2000) yang meliputi: fasilitas, pencahayaan, suhu udara, tata ruang, dan hubungan antar pegawai.
4. Kinerja
Variabel Kinerja yang diteliti dalam penelitian ini mengandung pengertian hasil pencapaian dari usaha yang telah dilakukan yang dapat diukur dengan indikator-indikator tertentu (Mas’ud, 2004) Yang meliputi: komitmen hadir tepat waktu, pemanfaatan waktu kerja tepat waktu, kesediaan diri untuk bekerja diluar waktu normal, waktu penyelesaian pekerjaan, ketelitian dalam bekerja, dan tangung jawab atas tugas yang diberikan.
Tabel 4.3 Definisi Operasional Variabel Penelitian
No Variabel Definisi Operasional Atribut Skala Sumber
1 Kompensasi (X1)
Kompensasi finansial Gaji, serta berbagai macam bentuk tunjangan misalnya pensiun, asuransi kesehatan
Likert Simamora (2004)
47 Kompensasi non
finansial
Status, pengakuan sebagai ahli di bidangnya, penghargaan atas prestasi, promosi, rekreasi kerjanya, dan hubungan dengan rekan kerja.
Gaji , Rekan Kerja , Atasan, Pekerjaan , Lingkungan kerja
Likert Handoko (2000)
3 Lingkungan Kerja (X3)
Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada
Fasilitas, Pencahayaan, suhu udara, tata ruang, Hubungan antar pegawai
Likert Nitisemito (2000)
4 Kinerja (Y) Kinerja adalah hasil pencapaian dari usaha 4. Waktu penyelesaian
pekerjaan
5. Ketelitian dalam bekerja 6. Tangung jawab atas tugas
yang diberikan
Likert Mas’ud (2004)
4.7 Uji Instrumen Penelitian 4.7.1 Uji Validitas
Uji validitas adalah uji statistik yang digunakan untuk menentukan seberapa valid suatu butir pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Analisis validitas yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson Product Moment yang diolah menggunakan SPSS 17. Uji validitas dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan skor butir (X) dengan skor total (Y) menggunakan rumus :
∑ ∑ ∑ [ ∑ ∑ ][ ∑ ∑ ]
48 Keterangan :
: Koefisien korelasi product moment N : Jumlah sampel
x : Skor butir y : Skor total
Untuk mengetahui item pertanyaan mana yang tidak memiliki validitas yang memadai, maka harus dilakukan pengujian terhadap koefisien korelasi product moment. Validitas suatu butir pertanyaan diukur dengan cara menghitung angka koefisien korelasi antara skor butir dengan skor totalnya. Pertanyaan dalam kuesioner dikatakan valid jika rhitung > rtabel.. Dengan demikian pertanyaan bersangkutan dapat dinyatakan valid (Sinulingga, 2014).
4.7.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah uji statistic yang digunakan untuk menentukan reliabilitas butir dari pertanyaan dalam kehandalannya mengukur variabel. Uji reliabilitas menggunkan Uji Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut :
[ ] * (∑ )+
Keterangan :
= Koefisien realibilitas Alpha Cronbach k = Banyaknya butir tes yang diuji
= Varian berlahan ; j = 1,2, … k
= Varian skor tes
Tingkat reliabilitas dapat dimaknai :
Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna
49 ρ x1y
ρ x3y ρ x2x3
Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi
Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat
Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah
Sekaran (2006) menyatakan, jika angka koefisien >= 0.60 maka kelompok item – item pertanyaan dapat dianggap reliabel, penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS 17.
4.8 Analisis Data
Pada penelitian ini menggunakan metoda Analisis jalur (Path analysis) yang merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda, untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel (model causal) yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori (Ghazali, 2005).
Path analysis memberikan secara eksplisit hubungan kausalitas antar variabel berdasarkan pada teori. Tujuan dari analisis jalur adalah untuk menerangkan akibat langsung dan tidak langsung dari beberapa variabel sebagai variabel penyebab, terhadap beberapa variabel lainnya sebagai variabel akibat (Ghazali, 2005).
50 Analisis data dengan analisis jalur pada penelitian ini menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS. Menurut Sarwono (2012), tahapan dalam analisis jalur adalah sebagai berikut : 1. Membuat model diagram jalur didasarkan hubungan antar variabel yang sedang diteliti.
Diagram jalur untuk hubungan faktor internal dan stimulus pemasaran dapat digambarkan seperti pada Gambar 4.1.
2. Membuat persamaan struktural.
Diagram jalur di atas mempunyai tiga persamaan struktural. Persamaan strukturalnya dapat dilihat seperti di bawah ini :
X2 = ρ x1x2 + ρ x2x3 + Є1 ( Sebagai persamaan sub struktur 1) Y = ρ x1y + ρ x2y + ρ x3y + Є2 ( Sebagai persamaan sub struktur 2) 3. Membuat desain variabel, memasukkan data dan menganalisanya dalam SPSS 4. Melakukan penghitungan untuk sub-struktur 1
5. Penafsiran hasil penghitungan dengan menggunakan SPSS.
6. Penghitungan untuk sub-struktur 2 a. Menghitung dengan SPSS
b. Melakukan Interpretasi Hasil Perhitungan untuk sub-struktur 2.
c. Menghitung Pengaruh Langsung (Direct Effect)
d. Menghitung Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effect) e. Menghitung Pengaruh Total (Total Effect)
f. Membuat kesimpulan untuk hasil analisis sub-struktur 1, dan 2
51 BAB V
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
5.1. Sejarah Singkat Perusahaan
Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Medan, Ditjen Binalattas Kemenakertrans secara berkelanjutan melakukan perubahan peningkatan kapsitas dan kapabilitas untuk melakukan peningkatan standar pelayanan kerja bagi angkatan kerja Indonesia agar mampu mengisi permintaan pasar global dan menciptakan lapangan kerja secara profesional dan mandiri. Dalam hal ini BBLKI Medan mengembangkan program pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan berbasis masyarakat, pelayanan konseling dan pemberdayaan lembaga pelatihan, pelatihan pemagangan, peningkatan kerjasama dengan pihak ketiga, program Kios 3 in 1, pelayanan tempat uji kompetensi (TUK) dan promosi peningkatan fungsi BBLKI menuju Badan Layanan Umum (BLU).
5.2. Tugas Pokok dan Fungsi
BBLKI Medan menyediakan 5 jenis program pelayanan yang terdiri dari pelayanan pelatihan, Uji Kompetensi, produksi, konsultansi dan jasa sewa sarana dan fasilitas. Untuk program pelatihan terdapat lima jenis program yaitu program pelatihan Teknisi ahli, Pelatihan Instruktur (Upgrading), kerjasama pelatihan dengan instansi Pemerintah, swasta/perusahaan dan perorangan dan juga program pelatihan pemagangan.
Tugas dan fungsi BBLKI Medan pada umumnya adalah untuk melaksanakan program pelatihan tenaga kerja, uji coba program pelatihan, uji kompetensi sertifikasi, konsultasi dan kerjasama serta pemberdayaan lembaga pelatihan dibidang industri, dan Fungsi:
52 1. Menyusun rencana, program dan anggaran dan pelaporan.
2. Melaksanakan pelatihan tenaga kerja, uji coba program pelatihan dan uji kompetensi kerja.
3. Melaksanakan evaluasi program pelatihan kerja, uji kompetensi, kerjasama kelembagaan dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga.
5.3. Visi dan Misi
Menyiapkan dan melatih Tenaga Kerja Indonesia agar memiliki kompetensi dan berdayasaing di pasar kerja global. Sedangkan misi BBLKI Medan antara lain adalah :
Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas BBLKI Medan
Mengembangkan SDM (Instruktur dan Tenaga Pelatihan) masyarakat bagi angkatan kerja dan masyarakat Indonesia.
Memelihara, meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana pelatihan
Membangun dan mengembangkan jejaring kerja dengan berbagai stakeholder.
Motto BBLKI medan tercantum pada website BBLKI yang berisi dengan ”Cerdas Dalam Produktifitas”.
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi RI Nomor:
16/MEN/VII/2007 tanggal 9 Juli 2007, BBLKI Medan mempunyai wilayah kerja meliputi:
Propinsi Sumatra Utara, Propinsi Sumatera Selatan, Propinsi Sumatera Barat, Propinsi Riau, Propisi Jambi, Propinsi Bangka Belitung, Propinsi Kepulauan Riau, Propinsi Bengkulu.
53 5.4. Struktur Organisasi
Organisasi BBLKI berbentuk organisasi fungsional dengan struktur sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 5.1
Gambar 5.1. Struktur Organisasi BBLKI Medan
54 BAB VI
ANALISIS DAN PEMBAHASAN