• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pendahuluan

5.2 Saran

1. Sebaiknya penderita lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitarnya terutama di lingkungan tempat tinggal. Apabila masyarakat terserang batuk yang disertai dengan dahak yang berdarah, segera periksa ke puskesmas terdekat agar penyakit tersebut dapat diobati sebelum mencapai ke BTA (+).

2. Penularan penyakit TB ini tidak dapat ditanggulangi dengan baik karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang penyakit yang di sebabkan oleh kuman Tuberkulosis (TB).

DAFTAR RUJUKAN

1. Aditama, T. 2002. Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis Terbaru. (online) (http://www.tbindonesia.or.id) diakses 18 November 2015).

2. Ahmadi, Umar Fahmi. 2005. Menejemen Penyakit Berbasis Wilayah. Penerbit Buku Kompas. Jakarta.

3. Anonim. 1999.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.829/MenKes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. Departemen Kesehatan RI. Jakarta

4. Apriani, W. 2001. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Tb paru di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2000. Tesis. Program Pascasarja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Depok

5. Ardi. M., Linda. A. 2010. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Organisasi Dengan Minat Berorganisasi Pada SISWA Fakultas Psikologi UNI SUSKA. Jurnal Psikologi 2010.

6. Atmosukarto, Sri Soewati. 2000. Pengaruh Lingkungan Pemukiman dalam Penyebaran Tuberkulosis. Media Litbang Kesehatan, Vol 9. Jakarta

7. Azwar A. 1995.Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Mutiara. Jakarta 8. Azwar, A. 1999.Pengantar Epidemiologi. Binarupa Aksara. Jakarta

9. Badan Litbang Kesehatan. 2005. Survei Prevalensi Tuberkulosis di Indonesia 2004. Badan Litbang Kesehatan. Jakarta

10. Balaji, V., Daley P., Azad, A.A., Sudarsanam, T., Michael, J., Sarojini, Sahni, Diana, R., George, C.P., Abraham, I., Thomas, K., Ganesh, A., John K R., & Mathai D. 2010. Risk Factors for MDR and XDR-TB in a Tertiary Referral Hospital in India. PLoS ONE, 5(3).

11. Behrman, R. E., Kliegman, R. M., dan Jenson, H.B. 2003. Nelson Texbook of Pediatrics. Edisi-16. W.B. Saunders Company. Phildelphia

12. Caminero, J.A. 2010.Multidrug-resistant Tuber-culosis: Epidemiology, Risk Factors, and Case Finding. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 14(4) 382–390.

13. Departemen Kesehatan RI. 1989. Pengawasan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Jakarta

14. Departemen Kesehatan RI. 1994. Pengawasan Kualitas Kesehatan Lingkungan dan Pemukiman, Dirjen P2M & PLP. Jakarta

15. Departemen Kesehatan RI. 2001. Departemen Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Departemen Kesehatan RI. Jakarta

16. Departemen Kesehatan RI. 2005. Upaya Pencegahan TB Paru Di Indonesia.

17. Departemen Kesehatan RI. 2006. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberculosis. tersedia: www.depkes.go.id

18. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pointers Menkes Menyambut Hari TBC Sedunia 2007. www.depkes.go.id

19. Departemen Pekerjaan Umum. 1986. Pedoman Tehnik Pembangunan Perumahan Sederhana Tidak Bersusun. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum, No. 20/kprs/1986. Jakarta

20. Fatimah. 2008. Faktor Kesehatan Lingkungan Rumah yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru di Kabupaten Cilapcap (Kecamatan : Sidareja, Cipari, Kedungreja, Patimuan, Gandrungmangu, Bantarsari). Tesis : Universitas Diponegoro Semarang

21. Firdiana P, Widya H.C. 2008. Hubungan antara Luas Ventilasi dan Pencahayaan Rumah dengan Terjadinya Tuber Culosis Paru Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu. Kecamatan Tembalang Semarang Tahun 2007. Jurnal Kemas, 3(2):89-101

22. Gklinis. 2004. Pengobatan Tuberculosis Paru Masih Menjadi Masalah. Jakarta

23. Global tuberculosis Institute. A history of Tubeculosis Treatment. New Jersey Medical School. tersedia : http:globaltb.njms.rutgerse.edu

24. Gould dan Brooker. 2003.Mikrobiologi Terapan. EGC. Jakarta 25. Hidayati, T. 2000.Tuberculosis. FKUI. Jakarta

26. Karyadi, E., West, E.C., Schultink, W., Nelwan, H.R., Gross, R., dan Amin, Z. 2003. A double-blind, placebo-controlled study of vitamin A and Zinc Supplementation in persons with tuberculosis in Indonesia. Effects on clinical response and nutritional status (online) (http://www.ajcn.org) diakses pada November 2015

27. Keman, Soedjajadi. 2005. Kesehatan Perumahan dan Lingkungan Pemukiman. Jurnal Kesehatan Lingkungan , Vol. 2, No. 1, Juli 2005

28. Lyanda, April. 2012. RAPID TB TEST. Jurnal Tuberkulosis Indonesia, Vol.8 29. Miller F. J. W. 1982. Tuberculosis in Children Evolution, Epidemiology

Treatment, Prevention, Churchil Livingstone. Edinburgh LondonMelbourne and New York

30. Misnadiarly, Simanjuntak, Ch Pudjarwoto. 1990. Pengaruh Faktor Gizi danPemberian BCG terhadap Timbulnya Penyakit tuberkulosis Paru. Cermin Dunia Kedokteran

31. Misnadiarly, Simanjuntak, Ch Pudjarwoto. 1990. Pengaruh Faktor Gizi dan Pemberian BCG terhadap Timbulnya Penyakit tuberkulosis Paru. Cermin Dunia Kedokteran

32. Needham DM, Godfrey-Faussett P., Foster SD. 1998. Barriers to tuberculosis control in urbanZambia: the economic impact and burden onpatients prior to diagnosis. Int J Tuberc Lung Dis; 2:811-17.

33. Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-prinsip Dasar. Rineka Cipta. Jakarta

34. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2002. Tuberkulosis : Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. PDPI, 1 - 29.

35. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2006. Tuberkulosis (Pedoman diagnosis dan Penatalaksanaan) di Indonesia. PDPI; 2006; tersedia : http://www.klikpdpi.com/konsensus/tb/tb.html

36. Prasetyowati, I., dan Chatarina. U. W. 2009. Hubungan Antara Pencahayaan Rumah, Kepadatan Penghuni dan Kelembaban, dan Risiko Terjadinya Infeksi TB Anak SD di Kabupaten Jember. Jurnal Kedokteran Indonesia VOL. 1/NO. 1/JANUARI/2009.

37. Sanropie, Djasio, dkk. 1989. Pengawasan Penyehatan Pemukiman untuk Institusi Pendidikan Sanitasi Lingkungan. Pusdiknakes Depkes RI. Jakarta 38. Smith P.G. dan Moss A. R. 1994. Epidemiology of Tuberculosis

Patoghenesis, Protection and control.ASM Press. Washington DC

39. Soemirat. Juli. 2000. Epidemiologi Lingkungan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta

40. Soesanto, S.S, Agustina Lubis, Kusnindar Atmosukarto. 2000. Hubungan Kondisi Perumahan dengan Penularan Penyakit ISPA dan TB Paru.Media Litbang Kesehatan. Volume X Nomor 2 tahun 2000; 27-31.

41. Stanford S., John P., Herbert MS. 1994. Dasar Biologis dan Klinis Penyakit Infeksi, Edisi 4. Terjemahan Samik W. Gajah MadaUniversity Press. Yogyakarta

42. Subaeti, T. 2005.Faktor Risiko Tb paru Pada Petugas Mikroskopis Di Kabupaten Kebumen. (online) (http://www.fkm.undip.ac.id) diakses pada November 2015

43. Sugiharto. 2004.Hubungan Kepadatan Hunian Rumah dengan Kejadian Penyakit Tb paru di Puskesmas Jenggot. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang

44. WHO. 2003.Tuberculosis. WHO. Genewa

45. Wiasa, I,W. 2009.Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Tb paru di Kabupaten Tabanan. Tesis. Universitas Airlangga. Surabaya

46. World Health Organization. 2009. A history of Tuberculosis Control in Indonesia. WHO 2009. tersedia: http:whq.doc.WHO.int

INDEKS A Analitik : 26 B Bakteri : 7,12,19,20,21,22 Basil : 1,3,4,5,6,10,11,19 Batuk :5,6,7,10,12,24,28,29,31 Bersin : 5,6,7,10,29 BTA : 1, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 13, 14, 15, 18, 29, 31 C Cahaya : 1, 6, 15, 18, 19, 21, 23 D Deskriptif : 26 Droplet : 1, 6, 7, 10, 29 E Eksperimen : 26, 27 Ekstra : 7, 8, 9, 12 F Faktor : 1, 7, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27 G Gejala : 12, 13, 29 H Host : 15, 16, 17 Hunian : 15, 18, 23, 24 I Imunitas : 11 Infeksi : 1, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 18, 20, 23, 24, 29, 31 K Kasus : 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 25 Kekebalan : 10, 11, 16, 17, 20, 28, 31 Kelembaban :1, 15, 19, 20, 21, 22, 23, 29, 31 Kelenjar : 5, 8, 9, 10, 11 Kepadatan : 5, 17, 18, 19, 23, 24 Kesehatan :1, 4, 5, 13, 17, 18, 19, 24, 25, 26, 31 Klasifikasi : 7, 8, 9 Kronik : 5, 10, 12 Kuman :4, 5, 6, 7, 8, 10, 12, 15, 16, 17, 20, 21, 23, 27, 28, 29, 30, 31 L Laboratorium : 26, 27 Lingkungan 1, 5, 15, 16, 17, 20, 22, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 31 M Menular : 1, 3, 4, 5, 6, 7, 12, 13, 16, 18, 26, 28, 29, 31 N

Negatif : 6, 7, 9, 13 O Organ : 5, 8, 9 , 12, 13, 29, 31 Otak :5, 7, 8, 11 P Paru : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 31 Penderita : 1, 2, 4, 6, 7, 13, 14, 16, 17, 18, 20, 23, 24, 27, 28, 29 Penularan 1, 6, 10, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 26, 27, 29, 31 Pernafasan : 1,6, 11, 18, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 29 Positif : 1, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 13, 27, 29 R Rontgen : 3, 13, 14 S Spesimen : 8, 9, 13 Suhu T Tuberkulin : 3, 11 Tuberkulosis : 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 31 Tulang : 3, 5, 7, 8, 9, 11 U Udara : 5, 6, 7, 10, 12, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 29, 30, 31 V Ventilasi : 1,15, 18, 19, 20, 21, 23, 29

Soal-soal Pertanyaan

1. Penyakit tuberkulosis disebabkan oleh kuman…. a. Mycobacterium Bovis

b. Mycobacterium Sativa

c. Mycobacterium Tuberculosis d. Mycobacterium Africanum e. Mycobakterium Hindianus 2. Arti dari ‘Droplet’ adalah….

a. Percikan dahak b. Percikan liur c. Percikan darah d. Percikan debu e. Percikan api

3. Berikut ini yang termasuk ‘Host’ dalam faktor penularan TB, kecuali…. a. Status Gizi

b. Umur

c. Jenis Kelamin d. Kekebalan e. Ventilasi

4. Apa kepanjangan dari BTA ? a. Basil Tahan Air

b. Basil Tahan Asam c. Basil Tahan Api d. Baja Tahan Api e. Baja Tahan Asam

5. Berikut adalah gejala-gejala penyakit TB, kecuali…. a. Batuk berdahak selama 3 (tiga) minggu atau lebih b. Bintik-bintik merah di kulit

c. Dahak bercampur darah

d. Sesak nafas dan rasa nyeri di dada

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar Informasi dan Persetujuan menjadi Responden Penelitian 39

Lampiran 2 Lembar Pernyataan dan Persetujuan menjadi Responden

Penelitian.………. 40

Lampiran 3 Lembar Kuesioner Penelitian ……….……..…... 41

Lampiran 1. Lembar Informasi dan Persetujuan menjadi Responden Penelitian

PROGRAM STUDTI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Kepada Yth. Bapak Responden

di-Tempat,

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan kegiatan penelitian yang akan kami lakukan tentang “Hubungan Kualitas Lingkungan Terhadap Penularan Tuberkuloasis (TB) di Desa Pasayangan Martapura Kabupaten Banjar”, maka kami peneliti mohon kesediaan Bapak untuk menjadi responden dalam kegiatan penelitian ini.

Bapak diminta kesediannya untuk memberikan keterangan sesuai dengan yang Bapak ketahui pada saat di minta informasi melalui kuesioner. Identitas bapak tidak akan disebutkan dalam hasil penelitian, dan informasi yang Bapak berikan akan di jaga kerahasiaannya.

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas kesediaan Bapak saya ucapkan terimakasih.

Peneliti

Nursela Istiqomah Dina Puspita Sari Linda Sinaga

Lampiran 2. Lembar Pernyataan dan Persetujuan menjadi Responden Penelitian

PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya penelitian tentang “Hubungan Kualitas Lingkungan Terhadap Penularan Tuberkuloasis (TB) di Desa Pasayangan Martapura Kabupaten Banjar”, untuk memenuhi persyaratan penyusunan laporan pada program studi Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat, yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan penulaaran TB yang diakibatkan oleh kualitas lingkungan dan dari kebiasaan berinteraksi dengan penderita TB.

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :

Umur/Tanggal lahir :

Alamat :

Menyatakan bahwa untuk keperluan tersebut saya BERSEDIA / TIDAK BERSEDIA menjadi responden dalam penelitian ini, dan akan memberikan keterangan yang seluas-luasnya dengan yang saya ketahui.

Yang Membuat Pernyataan

Lampiran 3. Lembar Kuesioner Penelitian

KUESIONER

PENYAKIT MENULAR TUBERKULOSIS (TB) TERHADAP MASYARAKAT 1. Anda tinggal di kelurahan mana?

2. Apakah kelurahan yang anda tempati penduduknya padat? ∑ YA

TIDAK TIDAK TAHU

3. Apakah anda memiliki ventilasi rumah yang memadai? YA

TIDAK TIDAK TAHU

4. Apakah rumah yang anda tempati mendapatkan sinar matahari yang cukup? YA

TIDAK TIDAK TAHU

5. Apakah anda orang yang selalu menjaga kebersihan rumah ? YA

TIDAK

KADANG-KADANG

6. Apakah anda tau tentang penyakit TB sebelumnya? YA

TIDAK

7. Apakah anda pernah mengalami batuk sampai berdarah? YA

8. Saat anda tau ada masyarakat yang terserang batuk, apakah anda sering berinteraksi dengan orang tersebut?

YA TIDAK

KADANG-KADANG

9. Saat anda tau anda terserang TB, apakah anda sering memakai pelindung diri seperti masker saat berinteraksi dengan orang lain?

YA TIDAK

KADANG-KADANG

10. Berapa banyak orang menurut anda yang tertular TB di kelurahan anda tempati?

∑ SEDIKIT ∑ SEDANG ∑ BANYAK

Dalam dokumen HUBUNGAN KUALITAS LINGKUNGAN tua TERHADAP (Halaman 40-54)

Dokumen terkait