Hak atas keaDilan yang setara A. Pentingnya Hak atas Keadilan yang Setara
B. Lingkup Hak-Hak dan Kebebasan Politik
Hak-hakpolitikbiasanyadidefinisikansebagihakdankesempatan untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan urusan publik, baik secara langsung ataupun melalui wakil yang dipilih secara bebas. hak ini, misalnya, menyangkut hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan parlemen atau pemilihan lainnya, serta hak atas akses yang setara kepada layanan-layanan publik. Kebebasan politik mencakup hak-hak demokratis utama, seperti kebebasan berbicara, berpendapat, memperoleh informasi, berorganisasi, berkumpul, dan penerbitan di media massa. hak-hak politik biasanya dibatasi hanya untuk warga negara, sedangkan kebebasan politik adalah hak asasi manusia umum yang dimiliki secara setara oleh semua manusia, terlepas dari status kewarganegaraan atau status lainnya.
hak untuk mencari dan menerima informasi menimbulkan kewajiban bagi pemerintah untuk menyediakan semua informasi yang relevan berkaitan dengan aktivitas dan layanan-layanan pemerintahan serta wakil-wakil mereka yang dipilih secara bebas. hak ini termasuk informasi mengenai layanan pemerintahan yang sangat penting, misalnya akses kepada pendidikan, layanan kesehatan, lowongan pekerjaan, jaminan sosial, administrasi pengadilan, dan proses pengambilan keputusan politik. dari sisi prosedural, pemerintah memiliki k ewajiban khusus kepada mayarakat untuk menyediakan semua informasi yang relevan tentang tahap-tahap persiapan, implementasi, dan pemantauan
pembangunan. partisipasi yang berarti dalam p embangunan hanya bisa dimungkinkan jika terdapat kampanye informasi yang secara khusus ditujukan untuk mereka.
hak atas kebebasan berpendapat menjamin hak setiap individu, kelompok, dan wakilnya untuk menyatakan dan mengeluarkan opini, ide-ide, atau informasi apa saja, berkaitan dengan pembangunan dan hal-hal lainnya, baik secara lisan, tulisan atau cetakan, dalam bentuk karya seni, atau melalui media-media lainnya. hak atas kebebasan berkumpul memberikan kepada semua orang untuk menyatakan pendapat secara kolektif melalui demonstrasi dan bentuk-bentuk pertemuan umum
lainnya untuk menarik perhatian pemerintah, media massa atau
masyarakat yang lebih luas. paling akhir, semua orang memiliki hak untuk berorganisasi dengan orang lain, t ermasuk hak untuk membentuk atau bergabung dengan serikat-serikat buruh, untuk perlindungan yang lebih efektif bagi kepentingan mereka. dalam hal ini, setiap orang bisa memutuskan untuk membentuk organisasi- organisasi, asosiasi- asosiasi, partai politik atau yayasan, atau bergabung dengan institusi yang sudah ada, untuk membuat suara kolektif mereka terdengar, baik dalam proses
penyusunan, implementasi dan pemantauan pembangunan serta
hal-hal lainnya.
hak lainnya yang tercakup adalah hak untuk mengambil bagian dalam kehidupan budaya, dengan cara menghormati keragaman budaya dan berperan sebagai suatu perlindungan terhadap pengucilan secara s osial. budaya harus dipahami sebagai suatu cara bersama untuk
menjalani kehidupan dari sekelompok orang, termasuk gabungan
pengetahuan dan pemahaman, kemampuan dan nilai-nilai, yang oleh mereka dianggap unik dan berarti. negara memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah masyarakat dan kelompok-kelompok termarjinalisasi lainnya agar tidak mengalami pengucilan secara sosial, serta untuk memungkinkan mereka berpartisipasi dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat mereka.
Meskipun pelaksanaan kebebasan politik memiliki beberapa kewajibandantanggungjawabyangmenyertainya―yangkarenanya
mungkin mendapatkan beberapa pembatasan tertentu― tetapi pembatasan-pembatasan tersebut harus ditetapkan oleh hukum dan harus merupakan kebutuhan untuk mencapai tujuan-tujuan publik,
seperti keamanan sosial, ketertiban, kesehatan dan moral sosial,
serta untuk perlindungan atas hak dan kebebasan pihak lain. Muatan dari ide-ide, opini, dan informasi yang disampaikan oleh masyarakat
_ untuk memperbaiki keadaan mereka dan untuk berpartisipasi
dalam pembangunan biasanya jarang menimbulkan pembatasan
yang berdasar hukum dari pemerintah. Jika bentuk penyampaian pendapat, misalnya dengan berdemonstrasi, mungkin memberikan justifikasi untuk adanya pembatasan tertentu dengan alasan ketertiban atau pencegahan kejahatan, pemerintah harus membuktikan
bahwa pembatasan-pembatasan semacam itu diperlukan dalam
suatu masyarakat yang demokratis dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan publik. hal ini berarti bahwa segala pembatasan harus proporsional dan non-diskriminatif.
Untuk beberapa ketentuan dalam instrumen hak asasi manusia internasional mengenai hak-hak dan kebebasan politik, lihat kotak pada bagian 2.6 mengenai Partisipasi.
Target Indikator Utama
1
Untuk menjamin partisipasi penuh dan setara masyarakat dalam pelaksanaan urusan publik, melalui pemilihan par-lemen, regional dan lokal, referendum, serta proses pengambilan keputusan serupa l ainnya.
Proporsi masyarakat dan mampu yang memilih.
Proporsi masyarakat yang dipilih menjadi anggota lembaga publik pada skala lokal, regional, dan nasional.
Proporsi masyarakat yang diangkat menjadi pejabat publik.
2
Untuk menjamin pemenuhan yang setara bagi masyarakat dari hak atas kebebasan berorganisasi.
Proporsi masyarakat yang menjadi anggota organisasi yang dibentuk sendiri.
Jumlah organisasi-organisasi, serikat, partai politik, yayasan dan media massa yang dibentuk untuk melindungi kepentingan bersama.
3
Untuk menjamin pemenuhan yang setara bagi masyarakat dari hak atas kebebasan berkumpul.
Jumlah pertemuan-pertemuan publik, demonstrasi dan pemogokan yang diorganisir.
4 Pemenuhan yang setara bagi masyarakat dari hak atas informasi.
Jumlah aktivitas informasi publik yang diorganisir oleh Pemerintah yang secara langsung ditujukan kepada masyarakat
Jumlah program media massa untuk informasi yang secara langsung ditujukan kepada masyarakat.
Sirkulasi media cetak yang mudah diakses dan ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Bagian anggaran dari pembelanjaan publik untuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
C. Target dan Indikator Utama No.
5
Partisipasi penuh masyarakat cangan, implementasi, dan peman-tauan pembangunan.
Proporsi masyarakat yang mengetahui adanya strategi pembangunan yang telah dirancang pemerintah. Proporsi masyakarat yang berpartisipasi dalam pertemuan informasi publik tentang strategi pembangunan.
Proporsi masyarakat yang berpartisipasi dalam perancangan strategi pembangunan.
Proporsi masyarakat yang
berpartisipasi dalam implementasi strategi pembangunan.
Proporsi masyarakat yang berpartisipasi dalam pemantauan dan akuntabilitas strategi pembangunan.
D. Aspek-Aspek Utama untuk Merealisasikan Hak-Hak dan Kebebasan