BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Kolesterol
2.4.3 Lipoprotein Pembawa Kolesterol
Lipid plasma yang utama adalah kolesterol, trigliserida, fofolipid, dan
asam lemak bebas yang tidak larut dalam cairan plasma. Agar lipid plasma dapat
diangkut dalam sirkulasi, maka susunan molekul lipid tersebut perlu di
modifikasi, yaitu dalam bentuk lipoprotein yang bersifat larut dalam air. Zat-zat
lipoprotein ini bertugas mengangkut lipid dari tempat sintesisnya menuju tempat
penggunaanya (Silalahi, 2000).
Setiap lipoprotein terdiri atas kolesterol (bebas atau ester), trigliserida,
fosfolipid, dan apoliprotein. Apoprotein sangat penting karena menstabilkan
struktur lipoprotein. Sejumlah apoprotein berfungsi sebagai ligan dalam interaksi
lipoprotein – reseptor atau sebagai kofaktor dalam proses enzimatik yang
mengatur proses metabolisme lipoprotein. Lipoprotein berbentuk sferik dan
mempunyai inti trigliserida dan kolesterol ester yang sangat tidak larut air,
dikelilingi oleh fosfolipid dan sedikit kolesterol bebas, apolipoprotein ditemukan
pada permukaan lipoprotein (Adam, dkk., 2004). Struktur lipoprotein dapat dilihat
pada Gambar 2.3.
18
Lipoprotein berbeda dalam ukuran, densitas, komposisi lemak dan komposisi apolipoprotein. Dengan menggunakan ultrasentrifugasi, pada manusia dapat dibedakan lima jenis lipoprotein yaitu kilomikron, very low density lipoprotein (VLDL), intermediate-density lipoprotein (IDL), low density lipoprotein (LDL), dan high density lipoprotein (HDL) (Suyatna, 2007).
Beberapa jenis liporotein berdasarkan komposisi lipid yang menyusunnya
dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.1 karakteristik lipoprotein plasma
Golongan lipoprotein
Densitas g/ml Kandungan lipid utama Perbandingan Tg/Kol Apoprotein utama Lokasi sintesis Kilomikron dan remnant <1,006 Trigliserida dankolesterol dari makanan 10:1 B-48, E, A-1, A-IV, C-1, C II, C-III Usus VLDL <1,006 Trigliserida endogen dan hepatik 5:1 B-100,E, C-1, C-II, C-III Hati
IDL 1,006-1,019 Ester kolesterol dan trigliserida endogen 1:1 B-100, E, C-II, CIII Hasil katabolisme VLDL LDL 1,019-1,063 Ester kolesterol Tidak
Signifikan B-100 Hasil katabolisme VLDL HDL 1,063-1,21 Fosfolipid, ester kolest erol Tidak Signifikan A-I, A-II, E, I, II, C-III Usus, plasma, hati
Lp (a) 1,05-1,09 Ester kolesterol Tidak Signifikan
B-100, apo (a) Hati
(Mahlei dan Bersot, 2008) a. Kilomikron/chylomicron
Kilomikron dibentuk di dinding usus dari trigliserida dan kolesterol yang berasal dari makanan. Lipoprotein dengan berat molekul terbesar ini lebih dari 80% komponennya terdiri dari trigliserida dan kurang dari 5% kolesterol ester. Kilomikron membawa trigliserida dari makanan ke jaringan lemak dan otot rangka, juga membawa kolesterol dari makanan ke hati. Trigliserida dari
19
kilomikron akan mengalami hidrolisis oleh lipoprotein lipase (LPL), sehingga diameter lipoprotein ini mengecil disebut kilomikron remnan.
b. Lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL, very low density lipoprotein) Lipoprotein ini terdiri dari 60% trigliserida (endogen) dan 10-15%
kolesterol. VLDL disekresi oleh hati untuk mengangkut trigliserida ke jaringan
perifer. Trigliserida VLDL dihidrolisis oleh lipoprotein lipase menghasilkan asam
lemak bebas untuk disimpan dalam jaringan adiposa dan bahan oksidasi di
jantung dan otot skelet. Sebagian VLDL remnant/sisa akan diubah menjadi LDL,
sehingga dapat terjadi peningkatan kadar LDL serum mengikuti penurunan
trigliserida.
c. Lipoprotein densitas sedang (IDL, intermediate density lipoprotein)
IDL ini kurang mengandung trigliserida (30%), lebih banyak kolesterol
(20%) dan relatif lebih banyak mengandung apoprotein B dan E. IDL adalah zat
perantara yang terjadi sewaktu VLDL dikatabolisme menjadi LDL, tidak terdapat
dalam kadar yang besar kecuali bila terjadi hambatan konversi lebih lanjut.
d. Lipoprotein densitas rendah (LDL, low density lipoprotein)
LDL merupakan lipoprotein pengangkut kolesterol terbesar pada manusia
(70% total). Partikel LDL mengandung trigliserida sebanyak 10% dan kolesterol
50%. Jalur utama katabolisme LDL berlangsung lewat receptor-mediated
endocytosis di hati dan sel lain. Ester kolesterol dari inti LDL dihidrolisis menghasilkan kolesterol bebas untuk sintesis sel membran dan hormon steroid.
20
lewat enzim HMG Co-A reduktase. Produksi enzim ini dan reseptor LDL diatur
lewat transkripsi genetik berdasarkan tinggi rendahnya kadar kolesterol dalam sel
(Suyatna, 2007).
e. Lipoprotein densitas tinggi (HDL, high density lipoprotein)
HDL merupakan molekul lipoprotein paling kecil dengan diameter 5-12 nm. HDL dibagi menjadi HDL2 (densitas 1,063 - 1,125 g/ml) dan HDL3 (1,125
-1,21 g/ml). HDL mengandung 50% protein, 30% fosfolipid, dan 20% kolesterol. HDL terikat pada Apo AI, AII, C, dan Apo E. HDL berperan sebagai lipoprotein protektif yang menurunkan resiko PJK (Mahley dan Bersot, 2008).
f. Apoliprotein
Apoliprotein (apo) adalah komponen protein penting dari pelbagai
lipoprotein, di samping fraksi lipida tersebut di atas. Apo ini berfungsi sebagai
ligand (label, etiket) bagi pengikatan pada reseptor LDL. Ada lima jenis, yakni
apo-A, B, C, D, dan E, dengan subkelasnya. Selain fraksi-fraksi lipida, juga apo-B
dan apo-AI (protein dalam masing-masing VLDL/LDL dan HDL) ternyata
bersifat aterogen kuat dan merupakan indikator risiko pula pada penyakit jantung
pembuluh (Tan dan Rahrdja, 2008).
Terdapat tiga jalur dalam metabolisme lipoprotein. Ketiga jalur tersebut
antara lain sebagai berikut:
a. Jalur metabolisme eksogen
Trigliserida dan kolesterol dari makanan dalam usus dikemas sebagai
21
via duktus torasikus. Di dalam jaringan lemak, trigliserida dalam kilomikron
mengalami hidrolisis oleh lipoprotein lipase yang terdapat pada permukaan sel
endotel. Akan terbentuk asam lemak dan kilomikron remnan. Asam lemak bebas
akan menembus endotel dan masuk dalam jaringan lemak atau sel otot untuk
dirubah menjadi trigliserida kembali (cadangan) atau dioksidasi (energi)
(Suyatna, 2007).
b. Jalur metabolisme endogen
Trigliserida dan kolesterol di hati akan disekresi ke dalam sirkulasi sebagai
lipoprotein VLDL. Dalam sirkulasi, VLDL akan mengalami hidrolisis oleh enzim
lipoprotein lipase dan akan berubah menjadi intermediate density lipoprotein
(IDL) yang juga akan mengalami hidrolisis menjadi LDL. LDL adalah lipoprotein
yang paling banyak mengandung kolesterol. Sebagian LDL akan dibawa ke hati,
kelenjar adrenal, testis, dan ovarium yang mempunyai reseptor untuk LDL.
Sebagian lainnya akan mengalami oksidasi dan ditangkap oleh sel makrofag
(Adam, 2009).
c. Jalur reverse cholesterol transport
HDL dilepaskan sebagai partikel kecil miskin kolesterol mengandung
apolipoprotein A, C dan E disebut HDL nascent. HDL nascent yang berasal dari
usus halus dan hati mengandung apolipoprotein A1. HDL nascent mengambil
kolesterol bebas yang tersimpan di makrofag. Setelah mengambil kolesterol