BAB III M ETODE PENELITIAN
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi p enelitian adalah Resimen Taruna M iliter M agelan g y ang ber lokasi
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
di Jalan, Gatot Soebroto M agelang 56123 Jawa Tengah. 2. Waktu Penelitian
Penelitian in i diren canakan b erlan gsun g selama kur an g leb ih dua bulan, y aitu dari bulan Juni samp ai Agustus 2016.
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memp eroleh data dan infor masi y ang akurat dan objektif mak a dilakukan teknik p engump ulan data sebagai berikut :
1. Data Primer
Data p rimer y aitu data yang diperoleh lan gsung d ilapan gan melalu i sumber, dimana biasany a dilakukan dalam dua cara y akni :
a. Observasi (Pengamatan), yaitu p enulis men gadakan p engamatan secara lan gsung terhadap objek yang diteliti yaitu kinerja anggota Resimen Taruna Akademi M iliter Magelang.
b. Interview (Wawancara), y aitu teknik p engump ulan data dengan
melakuk an seran gkaian tany a jawab terhadap beberapa sumber y ang dian ggap relevan den gan d ata y ang in gin dip eroleh. Wawancara dilakukan kep ada Tenaga Pend idik (Gadik) dan anggota Resiman Taruna Akademi Militer Magelang sejumlah 7 orang.
2. Data Sekunder
Kep ustakaan y aitu dengan men cari d ata y ang dip eroleh melalui studi p ustaka
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
dengan mencar i dan memb aca literatur, buku-buku bacaan dan tulisan ilmiah y ang berkaitan dan relevan dengan objek p enelitian y ang hendak diteliti.
E. Metode Analisa Data
M etode analisa data untuk mengetahui k inerja ditinjau d ari disip lin dan motivasi kerja anggota Resimen Taruna Akademi Militer Magelan g serta up ay a y ang akan dikemban gkan dalam men in gkatkan An ggota Resimen Taruna Akademi Militer Magelan g men ggunakan ad alah metode M iles dan Huberman. M iles dan Huberman (2007), men gemukakan b ahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlan gsun g secara terus menerus samp ai tuntas, sehingga datany a jenuh. Ukuran kejenuhan data ditandai d en gan tidak dip erolehny a lagi data atau informasi baru. Aktivitas dalam analisis melip uti reduksi data (data reduction), p eny ajian data (da ta displa y) serta penarikan kesimp ulan dan v erifik asi (conclusion drawing / verification).
Analisis data kualitatif model Miles dan Huberman terdap at 3 (tiga) tahap : 1. Tahap Reduksi Data
Sejumlah langkah analisis selama pengu mp ulan data menurut Miles dan Huberman adalah :
a. M eringkaskan data kontak lan gsung d en gan or ang, k ejadian d an situasi di lokasi penelitian. Pad a lan gk ah p ertama ini termasuk p ula memilih dan meringkas dokumen yang relevan.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
b. Pengkodean.
Pengkodean hendakny a memp erhatikan setidak-tidaknya emp at hal : 1) Digunakan simbul atau ringkasan.
2) Kode dibangun dalam suatu struktur tertentu. 3) Kode dibangun dengan tingkat rinci tertentu
4) Keseluruhanny a dibangun dalam suatu sistem y ang integratif. c. Dalam analisis selama p engu mpulan data adalah p embuatan catatan
obyektif. Peneliti p erlu men catat sekaligus men gk lasifik asikan dan mengedit jawaban atau situasi sebagaimana ad any a, faktual atau obyektif-deskrip tif.
d. M embuat catatan reflektif.
M enuliskan ap a yang teran gan d an terfikir oleh p eneliti dalam san gkut p aut dengan catatan oby ektif tersebut diatas. Harus dipisahkan antara catatan obyektif dan catatan reflektif.
e. M embuat catatan marginal.
M iles dan Huberman memisahkan komentar p eneliti men gen ai subtansi dan metodologiny a. Komentar subtansial merupakan catatan marginal. f. Peny imp anan data.
Untuk meny imp an data setidak-tidakny a ada tiga hal y ang p erlu diperhatikan : 1) Pemberian label
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Plagiat
2) M emp uny ai format y ang uniform dan normalisasi tertentu 3) M enggunakan angka indeks dengan sistem terorganisasi baik. g. Analisis data selama p engump ulan data merup akan p embuatan memo.
M emo y ang dimaksud Miles dan Huberman adalah teoritisasi ide atau konseptualisasi ide, dimu lai d en gan pen gemban gan p endapat atau p orp osisi.
h. Analisis antarlokasi.
Ada kemungk inan bahwa studi dilakukan p ada lebih dari satu lokasi atau dilakukan oleh lebih satu staf p eneliti. Pertemuan antar p eneliti untuk menuliskan kemb ali catatan deskrip tif, catatan reflektif, catatan marginal dan memo masing- masin g lok asi atau masin g-masin g p eneliti menjadi y ang konform satu dengan lainny a, p erlu dilakukan.
i. Pembuatan ringkasan sementara antar lokasi.
Isiny a lebih bersifat matriks tentang ada tidakny a data yang dicari p ada setiap lokasi.
M encermati p enjelasan di atas, seorang p eneliti dituntut memiliki kemamp uan berfik ir sensitif den gan kecerdasan, keluasan serta kedalaman wawasan y ang tertinggi. Berd asarkan kemampuan tersebut p eneliti dap at melakuk an aktivitas reduksi data secara mandiri untuk mendap atkan data y ang mampu menjawab pertany aan p enelitian. Bagi p eneliti pemula, p roses reduksi data dap at dilakukan den gan mendiskusikan p ada teman atau oran g lain y an g
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
dip andang ahli. M elalui d iskusi tersebut diharap kan wawasan p eneliti akan berkemban g, data hasil reduksi lebih b ermakn a dalam menjawab p ertany aan p enelitian.
2. Tahap Peny ajian Data/ Analisis Data Setelah Pengump ulan Data
Pada tahap ini p eneliti bany ak terlibat dalam kegiatan p eny ajian atau p enamp ilan (display) dari data y ang dikump ulkan dan dianalisis sebelumny a, men gin gat bahwa p eneliti kualitatif banyak meny usun teks naratif. Disp lay adalah format y an g meny ajikan informasi secara tematik kep ada pembaca. M iles dan Huberman (2007) memp erkenalkan dua macam format, yaitu : diagram konteks (context chart) dan matriks.
Penelitian kualitatif biasany a difokuskan p ada kata-kata, tindakan- tindakan orang y ang terjadi pada konteks tertentu. Konteks tersebut dap at dilihat sebagai asp ek relev an segera dar i situasi y an g bersan gkutan, maup un sebagai asp ek relevan dari sistem sosial dimana seseoran g berfun gsi (ruan g kelas, sekolah, dep artemen, keluar ga, agen, masy arakat lokal), sebagai ilustrasi dap at dibaca M iles dan Huberman (2007).
Peny ajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisirk an, tersusun dalam p ola hubungan, sehin gga makin mudah dip ahami dan mer encan akan kerja p enelitian selanjutnya. Pada langkah in i peneliti berusaha menyusun data y ang y ang relev an sehin gga men jadi informasi yang dapat disimp ulkan dan memilik i makna tertentu. Prosesny a dap at dilakukan dengan cara menamp ilkan data,
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
membuat hubun gan antar feno mena untuk memaknai ap a yang seben arnya terjadi dan apa y ang p erlu ditindaklanjuti untuk mencap i tujuan p enelitian. Peny ajian data y ang baik merup akan satu lan gk ah penting menu ju tercap ainy a analisis ku alitatif y ang valid dan handal.
M iles and Hubermen (2007) menyatakan : ”the most frequent form of display data for qualitative research data in the post has been narrative text”/y ang p aling ser in g digunakan untuk menyajikan data dalam p enelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Miles dan Huberman membantu p ara p eneliti kualitatif dengan model- model p enyajian data y ang analo g d en gan model-model p eny ajian data kuantitatif statis, dengan men ggun akan tabel, graf iks, matriks d an semacamny a; bukan diisi dengan angka- an gka melainkan den gan kata atau phase
verbal.
Selanjutny a disarankan d alam melakukan disp lay data, selain d engan teks y ang naratif juga dapat berup a : bagan, hubungan antar kategori, diagram alur (flow chart), pictogram, dan sejenisny a. Kesimp ulan y ang dikemukak an ini masih bersifat sementara dan ak an berubah b ila d itemukan bukti-bukti kuat y ang mendukung tahap p engump ulan data berikutny a.
Peny ajian data (display ) dalam penelitian ini dip ap arkan/deskrip sikan analisis lin gkun gan internal untuk menemukan kekuatan dan kelemah an. Kemudian analisis lingkun gan eksternal untuk menemukan p eluang dan ancaman.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
3. Tahap Penarikan Kesimp ulan dan Verifikasi
Lan gkah selanjutny a adalah tahap p enarikan k esimp ulan berd asarkan temu an dan melakukan verif ikasi d ata. Sep erti y ang dijelaskan di atas bahwa k esimp ulan awal y ang dik emukak an masih bersifat sementara dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti buat yang mendukung tahap p engump ulan data berikutny a. Proses untuk mendapatkan bukti-bukti inilah y ang disebut sebagai v erifik asi data. Ap abila kesimp ulan y ang d ikemuk akan p ada tahap awal didukung oleh bukti-bukti y ang kuat dalam arti konsisten dengan kondisi y ang ditemukan saat p eneliti kembali ke lap angan maka kesimp ulan y ang dip eroleh merup akan kesimpulan yang kredibel.
Lan gkah v erifik asi y ang d ilakuk an p eneliti seb aiknya masih tetap terbuka untuk menerima masukan data, walaup un data tersebut adalah data y ang tergolon g tidak bermakna. Namun demikian p eneliti p ada tahap ini sebaiknya telah memutuskan antara data yang memp unyai makna dengan data y ang tidak dip erlukan atau tidak bermakna. Data y ang dap at dip roses dalam analisis leb ih lanjut sep erti absah, berbobot, dan kuat sedang data lain yang tidak menunjan g, lemah, dan meny imp ang jauh dari kebiasaan h arus dip isahkan. Den gan men gkonfirmasi makna setiap data yang diperoleh den gan men ggun akan satu cara atau lebih, diharap kan p eneliti memperoleh informasi y ang dap at digunak an untuk mendukun g tercap ainy a tujuan penelitian. Pen arikan kesimp ulan p enelitian kualitatif diharap kan merupakan temuan baru y ang belum p ernah ada. Temuan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
tersebut dap at berupa deskripsi atau gambar an suatu objek y ang sebelumny a remang-remang atau gelap menjad i jelas setelah diteliti. Temuan tersebut berup a hubungan kausal atau interaktif, bisa juga berup a hip otesis atau teori.
Analisis data kualitatif model M iles dan Huberman d ap at digamb arkan sebagai berikut :
Gambar 3.1 model M iles dan Huberman Sumber M iles dan Huberman (2007)
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
BAB IV
HAS IL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Deskripsi Data
1. Gambaran Umum Lokasi
Akademi M iliter (Akmil) ad alah seko lah p endidikan TNI Angkatan Darat di Kota M agelan g, Jawa Tengah, Indonesia. Akademi M iliter mencetak Perwira TNI Angkatan Darat. Secara or ganisasi, Akad emi M iliter berada di dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat, yang dipimp in oleh Gubernur Akademi M iliter y ang saat ini dijabat oleh M ay jen TNI Hartomo, S.IP. Wakil Gubernur Akademi M iliter y ang saat ini dijabat oleh Brigjen TNI Wisnoe Prasetya Budi, S.IP, MM
M ako Akademi M iliter berada di Jl. Gatot Subroto, M agelang, Jawa Tengah. a. Kurikulum
Pendidikan Akmil ditempuh dalam 4 tahun. Dengan r incian Pend idikan Dasar Kep rajuritan Chandradimuk a yan g dilaksanak an bersama Taruna AAL dan AAU selama 1 tahun, tingkat I s/d tingkat IV selama 4 tahun. Taruna/Taruni Akmil berh ak meny andang predikat sebagai Sarjana Terap an Pertahanan ( S.ST.Han). Calon Taruna Akmil merup akan lulusan SMA atau M A (IPA dan IPS untuk Taruna, IPA dan IPS untuk Taruni). Akmil merupakan pendidikan ikatan dinas y ang dibiay ai oleh negara.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Plagiat
b. Sejarah
Sejarah Akad emi M iliter (Akmil) bermula dar i did irikanny a Milita ire Academie (M A) Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, atas perintah Kep ala Staf Umum Tentara Keamanan R aky at, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. Pada tahun 1950, M A Yogy akarta setelah meluluskan dua an gkatan, karena alasan tehnis, ditutup untuk sementara dan Taruna angk atan ketiga meny elesaik an pendidikanny a di KM A Breda, Nederland. Pada kurun waktu y ang sama diberbagai temp at lain (M alang, Mojoagun g, Jomban g, Salatiga, Tangeran g, Palembang, Bukit Tinggi, Brastagi, Prapat) didirikan Seko lah Perwira Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD / ABRI p ada waktu itu.
Pada tanggal 1 Januari 1951 di Bandun g didirikan SPGI AD (Sekolah Perwira Genie Angk atan Darat), dan p ada tanggal 23 Sep tember 1956 berubah menjad i ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Sementara itu p ula pada tanggal 13 Januari 1951 didirik an p ula P3AD (Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat) di Bandung. M engin gat pada saat itu b any ak sekolah p erwira TNI AD, maka muncu l gagasan dar i p imp inan TNI AD untuk mendirikan suatu Akademi Militer, gagasan ini p ertama k ali dimunculkan pada sidan g p arlemen oleh Menteri Pertahanan p ada tahun 1952. Setelah melalui berbagai proses, maka p ada tanggal 11 November 1957 pukul 11.00 Presiden RI Ir. Soekarno selaku Panglima Tertinggi An gkatan Peran g RI, meresmikan p embukaan kembali Akademi M iliter Nasional y ang berkedudukan di M agelan g. Akademi M iliter ini merup akan kelanjutan dari M A Yogy akarta dan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Taruna masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai Taruna AM N angkatan k e-4. Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional M agelan g di integrasikan den gan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional dan berkedudukan di Magelang. M engin gat p ada saat itu masing-masin g an gk atan (AD, AL, AU dan Polri) memiliki Akad emi, maka p ada tan ggal 16 Desember 1965 seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Rep ublik Indonesia (AKABRI). Sesuai dengan tuntutan tugas, maka p ada tanggal 29 Januari 1967 Akabri di M agelan g diresmik an menjadi Akabr i Udarat, y ang melip uti dua Akabri bagian di bawah satu pimp inan, y aitu Akabri Bagian Umum dan Akabri b agian Dar at. Akabri Bagian Umum mendidik Taruna TK-I selama satu tahun, termasuk Pend idikan Dasar Kep rajuritan Chandr adimuk a, sedangkan Akabri bagian Darat mend idik Taruna Akabri B agian Dar at mulai TK-II samp ai dengan TK-IV. Pada tanggal 29 September 1979 Akabri Udarat berubah namanya menjadi Akabri Bagian Darat. Dalam r an gka reorgan isasi di lin gkun gan ABRI, maka pada tanggal 14 Juni 1984 Akabri Bagian Darat berubah namany a menjadi Akmil (Akademi M iliter).
Pada tanggal 1 Ap ril 1999 secara r esmi Polr i terp isah dari tiga an gk atan lainny a, dan ABRI berubah men jadi TNI. Sejak itu p ula Akademi Kep olisian terp isah dari AKABRI. Kemudian AKABRI berubah namany a menjad i Akademi TNI y ang terdiri dari AKM IL, AAL, AAU. Berdasarkan Perp ang Nomor :Perp ang/ 28/ V/ 2008 tanggal 12 M ei 2008 Pendidikan Dasar Kep rajuritan Chandradimuk a
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
dan Integr atif Akademi TNI pola 12 bulan langsung dibawah M ako Akademi TNI. Kemudian AKMIL meny elenggarakan p endidikan khusus Taruna Angk atan Darat tingkat II, III dan IV.
Sejarah Akad emi M iliter (Akmil) bermu la d ari didirik anny a Militaire Academie (M A) Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, atas perintah Kep ala Staf Umum Tentara Keamanan R aky at, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. Pada tahun 1950, M A Yogy akarta setelah meluluskan dua angkatan, karena alasan tehnis, ditutup untuk sementara dan Taruna angk atan ketiga meny elesaik an pendidikanny a di KMA Breda, Nederland. Pada kurun waktu y ang sama diberbagai temp at lain (M alang, M ojoangung, Salatiga, Tanger ang, Palemb an g, Bukit Tinggi, Br astagi, Prap at) didirikan Sekolah Perwira Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD / ABRI p ada waktu itu.
Pada tanggal 1 Januari 1951 d i Bandun g did irikan SPGi AD (Sekolah Perwira Genie An gkatan Darat), dan p ada tanggal 23 September 1956 berub ah menjad i ATEKAD (Akademi Teknik Angk atan Darat). Sementara itu p ula p ada tanggal 13 Januari 1951 didir ikan p ula P3AD (Pusat Pendidikan Perwira An gkatan Darat) di Bandun g. Mengin gat p ada saat itu bany ak sekolah p erwira TNI AD, maka muncu l gagasan dari p imp inan TNI AD untuk mendirikan suatu Akademi Militer, gagasan ini p ertama kali dimun culkan p ada sidan g parlemen oleh Menteri Pertahanan p ada tahun 1952. Setelah melalui berb agai p roses, maka p ada tanggal 11 Nop ember 1957 p ukul 11.00 Presiden RI Ir Soekarno selaku Panglima Tertinggi
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Angkatan Perang RI, meresmik an p embukaan kembali Akademi Militer Nasional yang berkedudukan d i M agelan g. Akademi Militer ini merup akan kelanjutan dar i MA Yogy akarta dan Taruna masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai Taruna AM N angkatan ke-4.
Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional M agelan g di integrasik an dengan ATEKAD Bandung d en gan nama Akademi Militer Nasional d an berkedudukan di M agelang.
Mengingat p ada saat itu masing-masin g an gkatan (AD, AL, AU dan Polri) memiliki Akademi, maka p ada tanggal 16 Desember 1965 seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Rep ublik Indonesia (AKABRI). Sesuai den gan tuntutan tugas, maka p ada tanggal 29 Januari 1967 Akabri di Magelang diresmikan menjad i Akabri Udarat, y ang melip uti dua Akabri bagian di bawah satu pimp inan, y aitu Akabri Bagian Umu m dan Akabr i bagian Darat. Akabri Bagian Umum mendid ik Taruna TK-I selama satu tahun, termasuk Pendidik an Dasar Kep rajuritan Chandradimuk a, sedangkan Akabr i bagian Dar at mendidik Tarun a Akabri Bagian Darat mulai TK-II samp ai dengan TK-IV. Pada tanggal 29 Sep tember 1979 Akabri Udara berubah namanya menjadi Akabri Bagian Darat.
Dalam ran gk a reor gan isasi di lin gkun gan ABRI, maka p ada tan ggal 14 Juni 1984 Akabri Bagian Darat berubah namany a menjadi Akmil (Akademi M iliter).
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Pada tanggal 1 Ap ril 1999 secar a resmi Polri terp isah dari tiga an gkatan lainnya, dan ABRI berub ah men jadi TNI. Sejak itu p ula Akademi Kep olisian terp isah dari AKABRI. Kemudian AKABRI berubah namany a men jadi Akademi TNI yang terdiri dari AKM IL, AAL, AAU.
Berdasarkan Perp an g Nomor : Perp ang/ 28/ V/ 2008 tan ggal 12 Mei 2008 Pendidikan Dasar Kep rajuritan Chandrad imuka dan Integratif Akad emi TNI p ola 12 bulan lan gsun g dibawah Mako Akademi TNI. Kemudian AKM IL meny elen ggarak an pendidikan khusus Taruna Angkatan Darat tingkat II, III dan IV.
c. Lambang
Gambar 4.1 Lambang AKMIL Sumber : Profil AKM IL M agelang Penjelasan :
1) Bintang bersudut lima di atas Kadga (Pony ard) melamban gk an bahwa Taruna harus berjiwa PancasiIa sebagai alat p emersatu bangsa, memp unyai nilai keluhuran y ang sejati.
2) Kadga (Pony ard) melambangkan sifat seorang Taruna yang :
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
a) Berjiwa kesatria y an g selalu siap sedia men ghadap i p ersoalan dan memiliki keluhuran Perwira sebagai Bhay angkari Negara.
b) Berdisip lin murni dan kuat dalam arti seluas-Iuasny a sesuai den gan sump ah, janji d an kode k ehormatan y an g ak an dip egan g teguh samp al ajal.
c) Jujur dan rela berkorban meno lon g sesama den gan meny amp ingkan
keuntungan pribadi.
d) Wasp ada sebagai Perwir a dalam sik ap bertahan y ang aktif, y ang
dilambangkan oleh Kadga terhunus menghadap ke bawah.
3) Buku terbuka melamban gkan Taruna sebagai or an g y ang Tekun men ggali ilmu untuk memp eroleh keahlian dan berp en getahuan luas serta berkemamp uan mengorganisasi. Mengambil keputusan selaIu berdasarkan p erhitungan y an g masak, bijaksana dan p ositif.
4) Bunga teratai melambangkan Taruna sebagai tokoh y ang :
a) Berjiwa sosial dan keraky atan tanp a memand ang p angkat, kedudukan tetapi tumbuh bersatu dengan raky at untuk menciptakan ketentraman dan kesejahteraan.
b) M amp u berdiri sendiri tanpa menggantungkan kepada siap ap un. 5) Sebulir p adi dengan tujuh butir padi dan tiga seloka berarti :
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
a) Bulir den gan tujuh butir p adi bermakna kesetiaan p rajurit kep ada Sap ta M arga sebagai dasar kearah cita-cita kemak muran dan keadilan dalam Negara y ang merdeka dan berdaulat.
b) Tiga seloka melamban gk an tiga unsur niat, tekad dan p atrap sebagai kebulatan tekad dalam tindakan atau men gambil kep utusan sehingga tidak p ernah ragu-ragu atau meny esal kemudian.
6) Setangkai melati dengan lima kuncup dan tiga seloka berarti :
a) Tangkai melati dengan lima kuncup melamban gkan Taruna y ang akan mekar sesuai d en gan cita-cita d an menyalurkan cita-cita itu den gan kesetiaan kep ada Pancasila d an sesuai den gan lima p asal Su mp ah Prajurit.
b)Tiga seloka melamban gk an tiga unsur y aitu Purwo, M ady o dan Wasono y ang men jiwai Tarun a sebagai calon p emimp in, organ isator, ahli strategi y ang ulun g dan matang serta dalam setiap tindakan selalu p enuh den gan p erhitungan, baik sebelum dan sesudah p ekerjaan selesai.
7) M otto “Adhitakary a M ahatvavirya Nagarabhakti” berarti :
a) Adhitakary a. M engkiaskan seman gat belajar y ang tin ggi untuk men gejar p engetahuan berdasark an keinsy afan atau berp engetahuan dan p andai, rajin dan giat serta berilmu dan beramal.
b) M ahatvavirya. Bersifat kep erwiraan, bersusila dan ber ani serta
mengkiaskan Taruna y ang bercita-cita luhur.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
c) Nagar abhakti. B erjiwa patriot, menjunjun g Negar a den gan gelora “Pro Patria” dan men gk iaskan Perwira d en gan sifat-sifat y ang luhur sebagai Bhay angkari Negara.
8) Tata Warna
a) Hijau:Kemakmuran dan kesuburan
b) Kuning:Kejay aan dan keagungan c) Putih:Kesucian dan kejujuran
2. Kinerja Ditinjau Dari Disiplin Dan Motivasi Kerja Anggota Resimen Taruna