BAB III METODE PENELITIAN
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Pintupohan Kecamatan Pintupohan Meranti Kabupaten Toba samosir. Pemilihan Lokasi penelitian ini didasarkan atas pertimbangan bahwa telah diketahuinya beberapa siswa yang telah melakukan hubungan seksual pranikah, sekolah tersebut juga berada pada wilayah desa terpencil dan sekolah ini belum pernah ada penelitian yang berhubungan dengan perilaku seksual pra nikah.
3.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di SMAN 1 Pintupohan dari Januari 2010 sampai dengan Agustus 2011.Dimulai dari survei awal, pengumpulan data sampai penulisan laporan.
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan kelas XI di SMAN 1 Pintupohan berjumlah 118 siswa.Siswa kelas XII tidak ikut dalam populasi
karena pada saat pembagian angket kuesioner siswa kelas XII telah selesai ujian nasional .
3.3.2 Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari seluruh siswa kelas X dan kelas XI di SMAN 1 Pintupohan. Untuk menghitung jumlah sampel dengan rumus yang dikembangkan oleh Snedecor dan Cochran (Eko Budiarto, SKM, 2004)
Dimana,
n = besarnya sampel
p = proporsi kejadian yang terjadi pada populasi = =0,05
q = 1 – p
Zα= simpangan rata-rata distribusi normal standar pada derajat kemaknaan α 0,05 = 1,96
d = kesalahan sampling yang masih dapat ditoleransi (Kesalahan 5%).
Setelah sampel diketahui sebanyak 73 responden maka pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Pengambilan sampel secara acak sederhana dengan cara mengundi nomor setiap anggota populasi. Dari nomor 1 sampai nomor 118 akan diundi sampai terpenuhinya 73 responden. Pengambilan sampel secara acak sederhana mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel.
3.4. Cara Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan diambil dari data primer dan data sekunder
a. Data Primer diperoleh melalui angket dengan menggunakan kuesioner yang telah disusun sebelumnya berdasarkan tujuan penelitian yang telah disiapkan. b. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari SMAN 1 Pintupohan ( Profil
SMAN 1 Pintupohan)
3.5. Defenisi Operasional
Variabel penelitian yang akan diteliti adalah sebagai berikut :
1. Pengetahuan siswa adalah segala sesuatu yang diketahui siswa tentang pengertian seksual, pengertian hubungan seksual, pengertian seksual pranikah, faktor yang menyebabkan seksual pra nikah dan pengaruh buruk akibat seksual pranikah,
2. Sikap siswa adalah respon /penilaian siswa terhadap segala sesuatu yang diketahui tentang seksual pra nikah.
3. Tindakan seksual pranikah adalah suatu perbuatan nyata yang telah dilakukan siswa dalam hal seksual pranikah. Seksual pranikah meliputi menonton film porno, membuka situs porno, masturbasi/onani, berpelukan, ciuman bibir.
3.6. Aspek Pengukuran 1. Pengetahuan siswa
Pengetahuan responden diukur melalui 10 pertanyaan, responden yang menjawab benar akan diberi skor 3, yang mendekati benar diberi skor 2, sedangkan yang menjawab tidak tahu diberi skor 1, sehinggga skor tertinggi yang dapat dicapai oleh responden adalah 30.
Penentuan Interval nilai yang termasuk ke dalam kategori baik, sedang, kurang adalah Range = nilai tertinggi – nilai terendah =30-10 =20
Interval = Range / Jumlah Kategori = 20/3 = 6,7=7 Dari perhitungan di dapat interval 7.
Skor penilaian pengetahuan : Baik, jika nilai jawaban 24-30 Sedang, jika nilai jawaban 17-23 Kurang baik, jika nilai jawaban 10-16
2. Sikap siswa
Sikap diukur melalui 10 pertanyaan dengan menggunakan skala Likert yang terdiri dari 5 kategori yaitu SS ( Sangat Setuju), S (Setuju), N (Netral), TS (Tidak Setuju) dan STS (Sangat Tidak Setuju) Sugiyono, 2007.
a. Untuk pernyataan negatif (pernyataan no. 1, 2, 3, 4, 5,6) SS : Sangat Setuju, skornya 1
S : Setuju, skornya 2 N : Netral, skornya 3 TS : Tidak setuju, skornya 4
STS : Sangat Tidak Setuju, skornya 5
b. Untuk pernyataan positif (pernyataan no. 7, 8, 9, 10) SS : Sangat Setuju, skornya 5
S : Setuju, skornya 4 N : Netral, skornya 3 TS : Tidak setuju, skornya 2
STS : Sangat Tidak Setuju, skornya 1
Penentuan interval nilai yaitu Range = nilai tertinggi –nilai terendah = 50 – 10 = 40 Interval = Range / Jumlah Kategori yaitu 40 / 3 = 13,33. Jadi didapat interval 13 Skor Penilaian sikap : Baik, jika nilai jawaban 37-50
Sedang , Jika nilai jawaban 23-36
Kurang baik, Jika nilai jawaban 10-22
3. Tindakan seksual pranikah
Tindakan seksual siswa diukur melalui kepernahan melakukan tindakan tindakan yang masuk kategori perilaku menyimpang seksual melalui pengajuan terhadap 10 tindakan .Tindakan seksual dibedakan ke dalam dua kategori:
Ya : Jika siswa pernah melakukan minimal 1 di antara 10 tindakan seksual yang diajukan.
Tidak : Jika siswa sama sekali tidak pernah melakukan terhadap 10 tindakan seksual yang diajukan
3.7. Pengolahan dan analisis data 3.7.1. Pengolahan data
Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Editing
Data yang dikumpulkan kemudian diperiksa. Bila terdapat kesalahan dalam pengumpulan data, data diperbaiki (editing) dengan cara memeriksa kembali jawaban yang kurang.
b. Coding
Teknik ini dilakukan dengan memberi tanda atau klasifikasi pada masing-masing jawaban dengan kode berupa angka.
c. Tabulating
Untuk mempermudah pengolahan data serta pengambilan kesimpulan, data
dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi dan dianalisis dengan
menggunakan tabulasi silang.
3.7.2. Analisa Data
Data yang telah diolah akan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi (tabulasi silang).
3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum penyebaran kuesioner pada sampel penelitian, butir-butir pertanyaan pada kuesioner harus diuji. Validitas dan Reliabilitas sebagai alat ukur, maka terlebih dahulu diuji pada 30 siswa SMA Negeri 1 Porsea Kabupaten Toba Samosir.
Uji validitas menunjukkan sejauh mana skor atau nilai ataupun usuran yang ingin diukur. Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara masing-masing item
pertanyaan dengan skor total variabel dengan nilai item corrected correlation pada analisis reliability statistics. Jika nilai item correted correlation > rtabel(0,361), maka
nilainya dinyatakan valid.
Uji reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana status alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Uji reliabilitas digunakan untuk melihat sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama. Dalam penelitian ini tehnik untuk menghitung indeks realibilitas yaitu dengan
menggunakan metode Cronbach’s Alpha, yaitu menganalisis realibilitas alat ukur dari satu kali pengukuran dengan ketentuan jika nilai r Cronbach’s Alpha > rtabel(0,361), maka
dinyatakan reliabel.
Setelah dilakukan pengujian ternyata didapat hasil bahwa nilai Cronbach’Alpha untuk pengetahuan sebesar 0,690, untuk sikap sebesar 0,787 dan untuk tindakan sebesar 0,756. Keseluruhan ítem-item pertanyaan sebagai pengukur pengetahuan, sikap dan tindakan masing-masing menunjukkan nilai alfa cronbach diatas 0,65. Nilai ini setelah dibandingkan dengan nilai kritik tabel korelasi (r) dengan d.f : 28 (30 kasus-2) dan tingkat kepercayaan 5 % sebesar 0,361.Ini menunjukkan hasil yang lebih besar. Dengan demikin maka tiap pertanyaan dari pengetahuan, sikap dan tindakan dalam penelitian ini cukup valid dan reliabel untuk digunakan. Hasil output pengolahan melalui paket program statistik “ uji skala : reliability analysis” dalam lampiran.