• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

C. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Wisata Warung Terapung (Water) Amassangan yang berada di Desa Pao, Kota Masamba, Kecamatan Malange Barat, Kabupaten Luwu Utara. Adapun target penelitian kurang lebih tiga bulan yaitu dimulai pada bulan Mei - Juli 2020.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung Wisata Warung terapung (Water) Amassangan Kecamatan Malangke Barat berjumlah 17.175 pengunjung sesuai pada table 1.1.

37

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik probability sampling atau simple random yakni peneliti membuat kriteria-kriteria tertentu siapa saja yang dapat dijadikan sebagai responden penelitian. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin, dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 100. Peneliti telah menentukan pengunjung Wisata Warung Terapung (Water) Amassangan Kecamatan Malange Barat yang akan menjadi responden dengan karakteristik tertentu. Responden adalah pengunjung domestik yang dianggap mewakili karakteristik pengunjung yang telah ditentukan oleh penenliti.

Adapun beberapa kriteria-kriteria karakteristik responden yang telah ditentukan peneliti untu dapat mengisi kuisioner adalah sebagai berikut:

1. Telah berumur 17 tahun atau sudah memiliki identitas seperti SIM, KTP, dan lain-lain.

2. Merupakan pengunjung Wisata Warug Terapung (Water) Amassangan Kecamatan Malangke Barat.

Untuk menentukan jumlah sampel yang akan diambil, peneliti tersebut menggunakan Rumua Slovin:

n= 𝑁

1+𝑁(𝑒)2

n= Ukuran sampel N= Ukuran populasi

e= Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir misalnya 10%.

Dalam penelitian ini, jumlah populasinya adalah 17.175 pengunjung.

Sehingga sampel yang didapatkan dengan menggunakan rumus slovin dengan derajat tingkat kesalahan 10% adalah:

n= 17.175

1+17.175(0,1)2

= 17.175

172,75

= 100

Sampel yang didapatkan dengan menggunakan rumus slovin adalah sebanyak 100 sampel.

E. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif.

Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik/angka.

2. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini digolongkan menjadi dua bagian yaitu:

39

a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original. Dalam hal ini data yang dimaksudkan adalah data yang bersumber dari hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner, serta tanggapan tertulis responden terhadap pengaruh atraksi wisata, citra destinasi dan daya tarik wisata terhadap minat berkunjung pada Wisata Warung Terapung (Water) Amassangan.

b. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada (Sekarang 2019). Dalam penelitian ini data sekunder berasal dari jurnal, artikel, buku-buku yang relevan dan sumber lainnya yang berkaitan dengan variabel-variabel yang diteliti yang dalam hal ini pengaruh atraksi wisata, citra destinasi dan daya tarik wisata terhadap minat berkunjung pada Wisata Water Amassangan.

F. Metode Pengumpulan Data 1. Kuisioner

Kuisioner adalah Pengumpulan data yang dilakukan secara langsung, pengumpulan ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner yang dibagikan kepada responden yang dianggap memenuhi kriteria penelitian. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Pengumpulan data yang dilakukan secara langsung, pengumpulan ini dilakukan dengan cara membagikan kousenior yang dibagikan kepada responden yang dianggap memenuhi kriteria penelitian. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

Di dalam penelitian ini, sesuai dengan pemaparan diatas, peneliti mengumpulkan data dengan cara membagikan kuisioner atau angket tertutup, responden hanya memilih jawaban yang sudah disediakan.

2. Angket

Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden. Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis dan digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang Wisata Warung terapung (Water) Amassangan Kecamatan Malangke Barat yang ia ketahui. Adapun tujuan penyebaran angket adalah untuk mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan responden tanpa merasa khawatir bila responden memberi jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan. Disamping itu, responden mengetahui informasi tertentu tertentu yang akan diminta.

G. Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan skala semantic differential dimana apabila responden menjawab 1-4 maka responden dikatakan cenderung tidak setuju atau cenderung tidak baik, 5-7 maka responden menjawab

41

cenderung setuju atau cenderung baik. Sugiyono (2015) mengatakan skala pengukuran yang berbentuk semantic differential dikembangkan oleh Osgood. Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda tersusun dalam satu garis, dan jawaban yang “sangat positifnya” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatifnya” terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.

No Variabel Indikator Skala

1 Atraksi Wisata 1. Keindahan hutan mangrove 2. Keunikan

H. Metode Analisis Data a. Uji Validasi

Uji validasi adalah uji statistik yang digunakan untuk menetukan seberapa valid suatu item pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Hasil penelitian yang valid apabila terdapat kesamaan antara data terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dalam kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang di ukur oleh kuesioner tersebut.

b. Uji Realibilitas

Realibilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan kontruk-kontruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel yang disusun dalam suatu bentuk kuosioner.

c. Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear adalah analisis hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Penelitian ini menggunakan dua variabel independen dalam satu model regresi, maka disebut analisis regresi linier berganda. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui

43

besarnya pengaruh variabel bebas (atraksi wisata, citra destinasi, dan daya tarik wisata) terhadap variabel terikat (minat berkunjung).

Persamaan pada analisis regresi linier berganda adalah sebagai berikut :

Y = a + b1X1+ b2X2+b3X3 Keterangan:

Y = variabel terikat (variabel yang diduga) X1,X2,X3 = variabel bebas I,II dan III

A = konstanta

b1,b2 dan b3= koefisien regresi (Misbahuddin dan Hasan, 2013).

d. Uji Hipotesis

1. Uji Statistik F (Simultan)

Uji statistik F digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel bebas X1, X2, X3 (atraksi wisata, citra destinasi dan daya tarik wisata) secara bersama-sama dengan menerangkan variasi variabel terikat Y (minat berkunjung). Uji F dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikan F pada Output uji ANOVA, jika nilai signifikan F < 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

2. Uji Statistik t (Parsial)

Uji statistik t digunakan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terkait.

Jika nilai nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel maka dapat dinyakan bahwa variabel bebas secara individual berpengaruh posit terhadap variabel terikat.

Jika niali signifikan t <0,05 maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas secara individual berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

45

1. Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya bertujuan untuk mengukur besarnya kontribusi variasi variable bebas terhadap variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi antara nol dan satu. Nilai R2 mempunyai interval antara 0 sampai 1(0 ≤ R2 ≤ 1).1 Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksikan variasi variabel dependen.2 Berikut tabel pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi.3

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0.00-0.199 Sangat Rendah

0.20-0.399 Rendah

0.40-0.599 Sedang

0.60-0.799 Kuat

0.80-1.000 Sangat Kuat

1Iman Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, Edisi 3, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), h. 97.

2Iman Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, h. 98.

3Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Methods), (Bandung:

Alfabeta, 2014), h. 242.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum dan Objek Penelitian

1. Gambaran Umum Kecamatan Malangke Barat

Kecamatan Malangke Barat secara geografis terletak pada 20 41’ 8” – 20 55’

36” lintang selatan dan 1200 14’ 50” – 1200 24’ 6” bujur timur dengan batasnya sebelah selatan yakni Teluk Bone, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Malangke, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Luwu, sedangkan sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Baebunta (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).

Luas wilayah sekitar 214,05 Km2, pemerintah Kecamatan Malangke Barat membawahi 13 desa, dimana semuanya sudah berstatus desa definitif. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Teluk Bone menjadikan kecamatan ini mempunyai 4 (empat) desa pantai, yaitu Pombakka, Waelawi, Pengkajoang, dan Pao (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).

Sampai dengan tahun 2019, tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Malangke Barat masih tergolong rendah. Dengan luas wilayah 214,05 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 24.369 orang, maka tingkat kepadatan penduduk di kecamatan ini hanya sebesar 114 orang per km2. Dengan kata lain setiap km luas wilayah di Kecamatan Malangke Barat secara rata-rata hanya didiami oleh 114 orang (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).

47

Pada tahun yang sama, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 12.208 orang dan perempuan sebanyak 12.161 orang. Dengan demikian maka rasio jenis kelamin adalah sebesar 100, yang artinya dari setiap 100 penduduk perempuan terdapat 100 penduduk laki-laki (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).

Di bidang pendidikan, jumlah taman kanak-kanak sebanyak 23 unit, sekolah dasar dan sederajatnya sebanyak 24 unit, SLTP dan sederajatnya sebanyak 12 unit, dan SLTA sederajatnya sebanyak 3 unit. Jumlah total murid tercatat sebanyak 6.329 murid, terdiri dari 826 murid taman kanak-kanak, 2.904 murid sekolah dasar, 1.675 murid SLTP, dan 924 murid SLTA. Sementara jumlah total guru sebanyak 459 guru.

Terdiri dari 160 guru tetap dan 310 guru honorer. Jika dilihat dari jenjang pendidikan jumlah guru jenjang taman kanak-kanak sebanyak 81 guru, sekolah dasar sebanyak 227 guru, SLTP sebanyak 82 guru, dan SLTA sebanyak 80 guru (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).

2. Logo Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Gambar 4.1

Logo Kecamatan Malangke Barat Kab Luwu Utara

Sumber: Malbar.luwuutarakab.go.id

Adapun makna yang terkandung dalam logo Kecamatan Malangke Barat, Kabupate Luwu, adalah sebabagi berikut: (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).

a. Bintang menggambarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Masyarakat Luwu Utara yang religius.

b. Payung Maejae adalah Simbol kekuasaan tertinggi Raja Luwu yang melambangkan kemakmuran kemanunggalan ( Masedi Siri ).

c. Padi dan Kapas adalah Simbol kesejahteraan bagi masyarakat Luwu Utara yang cukup sandang dan pangan.

d. Besi Pekkae adalah Simbol kekuasaan Raja Luwu Utara, maknanya adalah kesejahteraan egalitarian antara seluru komponen masyarakat Luwu Utara.

49

e. Pohon Sagu adalah Simbol Kerukunan, Kekokohan, Ketegaran, Masyarakat Luwu Utara.

f. Wadah Gambar adalah Simbol dasar Negara, wadah dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

g. Pita adalah Simbol Pengikat Persaudaraan.

h. Payung dan Besi adalah Menggambarkan masyarakat Luwu Utara yang bermasyarakat dan Pekkae berbudaya.

Adapun arti warna dalam logo tersebut adalah sebagai berikut:

a. warna hijau berarti kesuburan Luwu Utara.

b. Warna kuning berarti kebersihan, kesuksesan dan keunggulan.

c. Warna coklat berarti kesiagaan masyarakat Luwu Utara untuk membangun fisik, mental dan spritual.

d. Warna merah berarti keberanian, kerelaan berkorban demi kemajuan Luwu Utara.

e. Warna putih berarti kebenaran, kesungguhan, kemurnian, dan kesucian rasa dan citra masyarakat Luwu Utara.

f. Warna hitam berarti keperkasaan raga dan jiwa dalam menghadapi tantangan globalisasi dari dalam dan luar.

3. Visi dan Misi Kecamatan Malangke Barat

a. Visi

Malangke Barat kecamatan sagu dengan pelayanan yang ramah, cepat dan responsif.

b. Misi

1) Proses administrasi perkantoran yang lebih baik 2) Meningkatkan koordinasi antar SKPD

3) Membangun sinergitas pemberdayaan masyarakat dalam tata kelola lingkungan yang bersih, nyaman, sehat dan indah.

4. Wisata Warung Terapuang (Water) Amassang Kec Malangke Barat

Kecamatan Malangke Barat dikenal sebagai kecamatan yang berada di daerah pesisir dan dialiri sungai besar yaitu sungai Rongkong. Hal inilah yang membuat daerah tersebut dijadikan sebagai destinasi wisata dan dijadikan sebagai spot-spot wisata kuliner oleh masyarakat setempat. Malangka Barat juga kaya akan potensi perikanannya, terutama jenis ikan bandeng dan udang sehingga setiap wisatawan yang berkunjung ke Malangka Barat akan selalu mencari jenis ikan tersebut.

Salah satu wisata kuliner yang ada di Kecamatan Malangke Barat adalah warung terapung (water) Amassangan yang terletak di Desa Pao. Dimana destinasi wisata tersebut merupakan destinasi wisata kuliner yang menyajikan makanan khas Malangke Barat dengan sensasi yang berbeda. Warung terapung (water) Amassangan ini merupakan hasil karya dan kreativitas warga setempat yang berada di sekitar

51

sungai tersebut. Dimana konsep yang dibangun adalah konsep sederhana dengan tiga venue rumah terapung yang diberi jembatan kecil untuk akses pengunjung menyeberang.

Warung terapung (Water) Amassangan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya karena menawarkan suasana alam di Malangka Barat, baik untuk kalangan muda mudi, anak-anak maupun orang tua. Berbagai macam wisata kuliner disajikan ditempat tersebut seperti ikan bakar, kapurung, pocco, dange, dan lain-lainnya.

B. Gambaran Penelitian 1. Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini dilakukan penyebaran kuesioner kepada 100 responden pada pengunjung wisata warung terapung (water) Amassangan Kecamatan Malangke Barat . Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden yang diperoleh dari data diri yang terdapat pada bagian data identitas responden yang meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan pekerjaan.

Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka akan disajikan tabel mengenai data responden berikut ini:

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Adapun klasifikasi responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1 Laki-laki 50 50%

2 Perempuan 50 50%

Jumlah 100 100%

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020

Berdasarkan tabel 4.1 menjelaskan bahwa responden dalam penelitian ini seimbang antara laki-laki dan perempuan yaitu laki-laki sebanyak 50 responden, dan perempuan sebanyak 50 responden.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Adapun klasifikasi responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020

Berdasarkan tabel 4.2 menjelaskan bahwa reponden dalam penelitian ini di dominasi oleh responden yang berusia 21-30 tahun sebanyak 49 orang.

Responden yang berusia 18-20 tahun sebanyak 45 orang. Sedangkan sisanya berusia 31-40 tahun sebanyak 6 orang.

53

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Adapun klasifikasi responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir No Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase

1 SMA 79 79%

2 Diploma 2 2%

4 S1 19 19%

3 S2 0 0

Jumlah 100 100%

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020

Berdasarkan tabel 4.3 menjelaskan bahwa pendidikan terakhir responden dalam penelitian ini didominasi oleh tamatan SMA sebanyak 79 orang (79%).

Responden dari tamatan S1 sebanyak 19 orang (19%). Sedangkan sisanya merupakan responden dari tamatan Diploma sebanyak 2 orang (2%).

d. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Adapun klasifikasi responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan No Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase

1 Pegawai Negeri 7 7%

2 Wirausaha 2 2%

3 Palajar/ Mahasiswa 53 53%

4 Lainnya 38 38%

Jumlah 100 100%

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020

Berdasarkan tabel 4.4 menjelaskan bahwa responden dalam penelitian ini di dominasi oleh pelajar/ mahasiswa sebanyak 53 orang (53%). Responden yang bekerja sebagai pegawai negeri sebanyak 7 orang (7%). Responden yang bekerja sebagai wirausaha sebanyak 2 orang (2%). Sedangkan responden sisanya sebanyak 38 orang (38%) jenis pekerjaannya tidak disebutkan.

2. Deskripsi Data Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100 responden pada pengunjung wisata terapung (water) Amassangan melalui penyebaran kuesioner, untuk mendapatkan kecenderungan jawaban terhadap masing-masing variabel akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana pada lampiran.

a. Deskripsi Variabel Atraksi Wisata

Tanggapan responden dalam penelitian ini terhadap variabel atraksi wisata dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.5

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Pada tabel 4.5 menjelaskan bahwa dari 4 item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti, pada item pertanyaan X1.1 jawaban responden di

55

dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 48 jawaban. Pada item pertanyaan X1.2 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 50 jawaban. Pada item pertanyaan X1.3 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 39 jawaban. Dan pada item pertanyaan X1.4 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5 sebanyak 34 jawaban.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada variabel atraksi wisata dalam penelitian ini rata-rata jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7.

b. Deskripsi Variabel Citra Destinasi

Tanggapan responden terhadap variabel citra destinasi dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Pada tabel 4.6 menjelaskan bahwa dari 6 item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti, pada item pertanyaan X2.1 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 34 jawaban. Pada item pertanyaan X2.2 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5 sebanyak 33 jawaban. Pada item pertanyaan X2.3 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 32 jawaban. Pada item pertanyaan X2.4 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 51 jawaban. Pada item pertanyaan X2.5 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 45 jawaban. Dan pada item pertanyaan X2.6 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 36 jawaban.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada variabel citra destinasi dalam penelitian ini rata-rata jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7.

c. Deskripsi Variabel Daya Tarik Wisata

Tanggapan responden terhadap variabel daya tarik wisata dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.7

Variabel Daya Tarik Wisata

No Pertanyaan Skor

Jumlah Mean 1 2 3 4 5 6 7

1 X3.1 0 0 0 0 19 22 59 100 6,40

57

2 X3.2 0 0 1 4 29 29 37 100 5,97

3 X3.3 0 0 1 2 31 37 29 100 5,91

4 X3.4 0 0 0 0 33 31 36 100 6,03

5 X3.5 0 0 0 0 22 25 53 100 6,31

6 X3.6 0 0 1 2 32 28 37 100 5,98

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Pada tabel 4.7 menjelaskan bahwa dari 6 item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti, pada item pertanyaan X3.1 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 59 jawaban. Pada item pertanyaan X3.2 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 37 jawaban. Pada item pertanyaan X3.3 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 6 sebanyak 37 jawaban. Pada item pertanyaan X3.4 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 36 jawaban. Pada item pertanyaan X3.5 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 53 jawaban. Dan pada item pertanyaan X3.6 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 37 jawaban.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada variabel daya tarik wisata dalam penelitian ini rata-rata jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7.

d. Deskripsi Variabel Minat berkunjung

Tanggapan responden terhadap variabel minat berkunjung dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.8

Variabel Minat berkunjung

No Pertanyaan Skor

Jumlah Mean 1 2 3 4 5 6 7

1 Y.1 0 0 0 3 36 35 26 100 5,84

2 Y.2 0 0 0 3 40 29 28 100 5,82

3 Y.3 1 0 0 2 32 19 46 100 6,05

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Pada tabel 4.8 menjelaskan bahwa dari 3 item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti, pada item pertanyaan Y.1 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5 sebanyak 36 jawaban. Pada item pertanyaan Y.2 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5 sebanyak 40 jawaban. Dan pada item pertanyaan Y.3 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 46 jawaban.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada variabel minat berkunjung dalam penelitian ini rata-rata jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5.

59

C. Analisis Dan Olah Statistik

1. Uji Validitas Dan Reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 22, statistic for windows. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang.

a. Uji Validitas

Adapun hasil dari uji validitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas

No Variabel Item r-Hitung r-Tabel Keterangan 1 Atraksi

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Dari tabel 4.9 menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan memiliki corrected-total correlation (r-hitung) > r-tabel pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dan n = 100. Artinya seluruh item dalam penelitian ini dinyatakan valid karena lebih besar dari nilai r-tabel sebesar 0,168 maka seluruh item dalam pertanyaan kuesioner ini dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya.

b. Uji Reliabilitas

Adapun hasil dari uji validitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel Cronbach Alpha Keterangan

1 Atraksi wisata 0,775 Reliabel

2 Citra destinasi 0,882 Reliabel

3 Daya tarik wisata 0,886 Reliabel

4 Minat berkunjung 0,840 Reliabel

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Dari tabel 4.10 menunjukkan bahwa semua variabel dinyatakan reliable karena telah melewati batas koefisien reliabilitas yaitu cronbach alpha semua variabel > 0,60, sehingga untuk selanjutnya setiap item pada masing-masing konsep variabel layak digunakan sebagai alat ukur.

2. Uji Asumsi Klasik

61

a. Uji Normalitas

Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji kolmogorov-Smirnov. Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:

Tabel 4.11

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std.

Asymp. Sig. (2-tailed) .123c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Berdasarkan pengujian normalitas menggunakan uji kolmogorov Smirnov hasil statistik non-parametrik menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,123 > 0,05 yang berarti data dalam penelitian ini terdistribusi normal.

b. Uji Mulitikolinearitas

Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10.

Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:

Tabel 4.12

Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF

1 X1 .500 2.001

X2 .223 4.489

X3 .215 4.657

a. Dependent Variable: Y

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.

Dokumen terkait