BAB III METODE PENELITIAN
H. Metode Analisis Data
H. Metode Analisis Data a. Uji Validasi
Uji validasi adalah uji statistik yang digunakan untuk menetukan seberapa valid suatu item pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Hasil penelitian yang valid apabila terdapat kesamaan antara data terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dalam kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang di ukur oleh kuesioner tersebut.
b. Uji Realibilitas
Realibilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan kontruk-kontruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel yang disusun dalam suatu bentuk kuosioner.
c. Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear adalah analisis hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Penelitian ini menggunakan dua variabel independen dalam satu model regresi, maka disebut analisis regresi linier berganda. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui
43
besarnya pengaruh variabel bebas (atraksi wisata, citra destinasi, dan daya tarik wisata) terhadap variabel terikat (minat berkunjung).
Persamaan pada analisis regresi linier berganda adalah sebagai berikut :
Y = a + b1X1+ b2X2+b3X3 Keterangan:
Y = variabel terikat (variabel yang diduga) X1,X2,X3 = variabel bebas I,II dan III
A = konstanta
b1,b2 dan b3= koefisien regresi (Misbahuddin dan Hasan, 2013).
d. Uji Hipotesis
1. Uji Statistik F (Simultan)
Uji statistik F digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel bebas X1, X2, X3 (atraksi wisata, citra destinasi dan daya tarik wisata) secara bersama-sama dengan menerangkan variasi variabel terikat Y (minat berkunjung). Uji F dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikan F pada Output uji ANOVA, jika nilai signifikan F < 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
2. Uji Statistik t (Parsial)
Uji statistik t digunakan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terkait.
Jika nilai nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel maka dapat dinyakan bahwa variabel bebas secara individual berpengaruh posit terhadap variabel terikat.
Jika niali signifikan t <0,05 maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas secara individual berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
45
1. Analisis Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) pada intinya bertujuan untuk mengukur besarnya kontribusi variasi variable bebas terhadap variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi antara nol dan satu. Nilai R2 mempunyai interval antara 0 sampai 1(0 ≤ R2 ≤ 1).1 Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksikan variasi variabel dependen.2 Berikut tabel pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi.3
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0.00-0.199 Sangat Rendah
0.20-0.399 Rendah
0.40-0.599 Sedang
0.60-0.799 Kuat
0.80-1.000 Sangat Kuat
1Iman Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, Edisi 3, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), h. 97.
2Iman Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, h. 98.
3Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Methods), (Bandung:
Alfabeta, 2014), h. 242.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum dan Objek Penelitian
1. Gambaran Umum Kecamatan Malangke Barat
Kecamatan Malangke Barat secara geografis terletak pada 20 41’ 8” – 20 55’
36” lintang selatan dan 1200 14’ 50” – 1200 24’ 6” bujur timur dengan batasnya sebelah selatan yakni Teluk Bone, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Malangke, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Luwu, sedangkan sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Baebunta (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).
Luas wilayah sekitar 214,05 Km2, pemerintah Kecamatan Malangke Barat membawahi 13 desa, dimana semuanya sudah berstatus desa definitif. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Teluk Bone menjadikan kecamatan ini mempunyai 4 (empat) desa pantai, yaitu Pombakka, Waelawi, Pengkajoang, dan Pao (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).
Sampai dengan tahun 2019, tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Malangke Barat masih tergolong rendah. Dengan luas wilayah 214,05 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 24.369 orang, maka tingkat kepadatan penduduk di kecamatan ini hanya sebesar 114 orang per km2. Dengan kata lain setiap km luas wilayah di Kecamatan Malangke Barat secara rata-rata hanya didiami oleh 114 orang (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).
47
Pada tahun yang sama, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 12.208 orang dan perempuan sebanyak 12.161 orang. Dengan demikian maka rasio jenis kelamin adalah sebesar 100, yang artinya dari setiap 100 penduduk perempuan terdapat 100 penduduk laki-laki (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).
Di bidang pendidikan, jumlah taman kanak-kanak sebanyak 23 unit, sekolah dasar dan sederajatnya sebanyak 24 unit, SLTP dan sederajatnya sebanyak 12 unit, dan SLTA sederajatnya sebanyak 3 unit. Jumlah total murid tercatat sebanyak 6.329 murid, terdiri dari 826 murid taman kanak-kanak, 2.904 murid sekolah dasar, 1.675 murid SLTP, dan 924 murid SLTA. Sementara jumlah total guru sebanyak 459 guru.
Terdiri dari 160 guru tetap dan 310 guru honorer. Jika dilihat dari jenjang pendidikan jumlah guru jenjang taman kanak-kanak sebanyak 81 guru, sekolah dasar sebanyak 227 guru, SLTP sebanyak 82 guru, dan SLTA sebanyak 80 guru (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).
2. Logo Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Gambar 4.1
Logo Kecamatan Malangke Barat Kab Luwu Utara
Sumber: Malbar.luwuutarakab.go.id
Adapun makna yang terkandung dalam logo Kecamatan Malangke Barat, Kabupate Luwu, adalah sebabagi berikut: (Malbar.luwuutarakab.go.id, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020).
a. Bintang menggambarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Masyarakat Luwu Utara yang religius.
b. Payung Maejae adalah Simbol kekuasaan tertinggi Raja Luwu yang melambangkan kemakmuran kemanunggalan ( Masedi Siri ).
c. Padi dan Kapas adalah Simbol kesejahteraan bagi masyarakat Luwu Utara yang cukup sandang dan pangan.
d. Besi Pekkae adalah Simbol kekuasaan Raja Luwu Utara, maknanya adalah kesejahteraan egalitarian antara seluru komponen masyarakat Luwu Utara.
49
e. Pohon Sagu adalah Simbol Kerukunan, Kekokohan, Ketegaran, Masyarakat Luwu Utara.
f. Wadah Gambar adalah Simbol dasar Negara, wadah dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
g. Pita adalah Simbol Pengikat Persaudaraan.
h. Payung dan Besi adalah Menggambarkan masyarakat Luwu Utara yang bermasyarakat dan Pekkae berbudaya.
Adapun arti warna dalam logo tersebut adalah sebagai berikut:
a. warna hijau berarti kesuburan Luwu Utara.
b. Warna kuning berarti kebersihan, kesuksesan dan keunggulan.
c. Warna coklat berarti kesiagaan masyarakat Luwu Utara untuk membangun fisik, mental dan spritual.
d. Warna merah berarti keberanian, kerelaan berkorban demi kemajuan Luwu Utara.
e. Warna putih berarti kebenaran, kesungguhan, kemurnian, dan kesucian rasa dan citra masyarakat Luwu Utara.
f. Warna hitam berarti keperkasaan raga dan jiwa dalam menghadapi tantangan globalisasi dari dalam dan luar.
3. Visi dan Misi Kecamatan Malangke Barat
a. Visi
Malangke Barat kecamatan sagu dengan pelayanan yang ramah, cepat dan responsif.
b. Misi
1) Proses administrasi perkantoran yang lebih baik 2) Meningkatkan koordinasi antar SKPD
3) Membangun sinergitas pemberdayaan masyarakat dalam tata kelola lingkungan yang bersih, nyaman, sehat dan indah.
4. Wisata Warung Terapuang (Water) Amassang Kec Malangke Barat
Kecamatan Malangke Barat dikenal sebagai kecamatan yang berada di daerah pesisir dan dialiri sungai besar yaitu sungai Rongkong. Hal inilah yang membuat daerah tersebut dijadikan sebagai destinasi wisata dan dijadikan sebagai spot-spot wisata kuliner oleh masyarakat setempat. Malangka Barat juga kaya akan potensi perikanannya, terutama jenis ikan bandeng dan udang sehingga setiap wisatawan yang berkunjung ke Malangka Barat akan selalu mencari jenis ikan tersebut.
Salah satu wisata kuliner yang ada di Kecamatan Malangke Barat adalah warung terapung (water) Amassangan yang terletak di Desa Pao. Dimana destinasi wisata tersebut merupakan destinasi wisata kuliner yang menyajikan makanan khas Malangke Barat dengan sensasi yang berbeda. Warung terapung (water) Amassangan ini merupakan hasil karya dan kreativitas warga setempat yang berada di sekitar
51
sungai tersebut. Dimana konsep yang dibangun adalah konsep sederhana dengan tiga venue rumah terapung yang diberi jembatan kecil untuk akses pengunjung menyeberang.
Warung terapung (Water) Amassangan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya karena menawarkan suasana alam di Malangka Barat, baik untuk kalangan muda mudi, anak-anak maupun orang tua. Berbagai macam wisata kuliner disajikan ditempat tersebut seperti ikan bakar, kapurung, pocco, dange, dan lain-lainnya.
B. Gambaran Penelitian 1. Karakteristik Responden
Dalam penelitian ini dilakukan penyebaran kuesioner kepada 100 responden pada pengunjung wisata warung terapung (water) Amassangan Kecamatan Malangke Barat . Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden yang diperoleh dari data diri yang terdapat pada bagian data identitas responden yang meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan pekerjaan.
Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka akan disajikan tabel mengenai data responden berikut ini:
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Adapun klasifikasi responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 Laki-laki 50 50%
2 Perempuan 50 50%
Jumlah 100 100%
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020
Berdasarkan tabel 4.1 menjelaskan bahwa responden dalam penelitian ini seimbang antara laki-laki dan perempuan yaitu laki-laki sebanyak 50 responden, dan perempuan sebanyak 50 responden.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Adapun klasifikasi responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020
Berdasarkan tabel 4.2 menjelaskan bahwa reponden dalam penelitian ini di dominasi oleh responden yang berusia 21-30 tahun sebanyak 49 orang.
Responden yang berusia 18-20 tahun sebanyak 45 orang. Sedangkan sisanya berusia 31-40 tahun sebanyak 6 orang.
53
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Adapun klasifikasi responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir No Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase
1 SMA 79 79%
2 Diploma 2 2%
4 S1 19 19%
3 S2 0 0
Jumlah 100 100%
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020
Berdasarkan tabel 4.3 menjelaskan bahwa pendidikan terakhir responden dalam penelitian ini didominasi oleh tamatan SMA sebanyak 79 orang (79%).
Responden dari tamatan S1 sebanyak 19 orang (19%). Sedangkan sisanya merupakan responden dari tamatan Diploma sebanyak 2 orang (2%).
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Adapun klasifikasi responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan No Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase
1 Pegawai Negeri 7 7%
2 Wirausaha 2 2%
3 Palajar/ Mahasiswa 53 53%
4 Lainnya 38 38%
Jumlah 100 100%
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020
Berdasarkan tabel 4.4 menjelaskan bahwa responden dalam penelitian ini di dominasi oleh pelajar/ mahasiswa sebanyak 53 orang (53%). Responden yang bekerja sebagai pegawai negeri sebanyak 7 orang (7%). Responden yang bekerja sebagai wirausaha sebanyak 2 orang (2%). Sedangkan responden sisanya sebanyak 38 orang (38%) jenis pekerjaannya tidak disebutkan.
2. Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100 responden pada pengunjung wisata terapung (water) Amassangan melalui penyebaran kuesioner, untuk mendapatkan kecenderungan jawaban terhadap masing-masing variabel akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana pada lampiran.
a. Deskripsi Variabel Atraksi Wisata
Tanggapan responden dalam penelitian ini terhadap variabel atraksi wisata dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.5
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Pada tabel 4.5 menjelaskan bahwa dari 4 item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti, pada item pertanyaan X1.1 jawaban responden di
55
dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 48 jawaban. Pada item pertanyaan X1.2 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 50 jawaban. Pada item pertanyaan X1.3 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 39 jawaban. Dan pada item pertanyaan X1.4 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5 sebanyak 34 jawaban.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada variabel atraksi wisata dalam penelitian ini rata-rata jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7.
b. Deskripsi Variabel Citra Destinasi
Tanggapan responden terhadap variabel citra destinasi dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Pada tabel 4.6 menjelaskan bahwa dari 6 item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti, pada item pertanyaan X2.1 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 34 jawaban. Pada item pertanyaan X2.2 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5 sebanyak 33 jawaban. Pada item pertanyaan X2.3 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 32 jawaban. Pada item pertanyaan X2.4 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 51 jawaban. Pada item pertanyaan X2.5 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 45 jawaban. Dan pada item pertanyaan X2.6 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 36 jawaban.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada variabel citra destinasi dalam penelitian ini rata-rata jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7.
c. Deskripsi Variabel Daya Tarik Wisata
Tanggapan responden terhadap variabel daya tarik wisata dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.7
Variabel Daya Tarik Wisata
No Pertanyaan Skor
Jumlah Mean 1 2 3 4 5 6 7
1 X3.1 0 0 0 0 19 22 59 100 6,40
57
2 X3.2 0 0 1 4 29 29 37 100 5,97
3 X3.3 0 0 1 2 31 37 29 100 5,91
4 X3.4 0 0 0 0 33 31 36 100 6,03
5 X3.5 0 0 0 0 22 25 53 100 6,31
6 X3.6 0 0 1 2 32 28 37 100 5,98
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Pada tabel 4.7 menjelaskan bahwa dari 6 item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti, pada item pertanyaan X3.1 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 59 jawaban. Pada item pertanyaan X3.2 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 37 jawaban. Pada item pertanyaan X3.3 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 6 sebanyak 37 jawaban. Pada item pertanyaan X3.4 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 36 jawaban. Pada item pertanyaan X3.5 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 53 jawaban. Dan pada item pertanyaan X3.6 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 37 jawaban.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada variabel daya tarik wisata dalam penelitian ini rata-rata jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7.
d. Deskripsi Variabel Minat berkunjung
Tanggapan responden terhadap variabel minat berkunjung dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.8
Variabel Minat berkunjung
No Pertanyaan Skor
Jumlah Mean 1 2 3 4 5 6 7
1 Y.1 0 0 0 3 36 35 26 100 5,84
2 Y.2 0 0 0 3 40 29 28 100 5,82
3 Y.3 1 0 0 2 32 19 46 100 6,05
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Pada tabel 4.8 menjelaskan bahwa dari 3 item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti, pada item pertanyaan Y.1 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5 sebanyak 36 jawaban. Pada item pertanyaan Y.2 jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5 sebanyak 40 jawaban. Dan pada item pertanyaan Y.3 jawaban responden di dominasi oleh jawaban sangat setuju dengan rentang skor 7 sebanyak 46 jawaban.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada variabel minat berkunjung dalam penelitian ini rata-rata jawaban responden di dominasi oleh jawaban setuju dengan rentang skor 5.
59
C. Analisis Dan Olah Statistik
1. Uji Validitas Dan Reliabilitas
Uji validitas dan reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 22, statistic for windows. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang.
a. Uji Validitas
Adapun hasil dari uji validitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas
No Variabel Item r-Hitung r-Tabel Keterangan 1 Atraksi
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Dari tabel 4.9 menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan memiliki corrected-total correlation (r-hitung) > r-tabel pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dan n = 100. Artinya seluruh item dalam penelitian ini dinyatakan valid karena lebih besar dari nilai r-tabel sebesar 0,168 maka seluruh item dalam pertanyaan kuesioner ini dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya.
b. Uji Reliabilitas
Adapun hasil dari uji validitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Cronbach Alpha Keterangan
1 Atraksi wisata 0,775 Reliabel
2 Citra destinasi 0,882 Reliabel
3 Daya tarik wisata 0,886 Reliabel
4 Minat berkunjung 0,840 Reliabel
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Dari tabel 4.10 menunjukkan bahwa semua variabel dinyatakan reliable karena telah melewati batas koefisien reliabilitas yaitu cronbach alpha semua variabel > 0,60, sehingga untuk selanjutnya setiap item pada masing-masing konsep variabel layak digunakan sebagai alat ukur.
2. Uji Asumsi Klasik
61
a. Uji Normalitas
Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji kolmogorov-Smirnov. Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11
Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std.
Asymp. Sig. (2-tailed) .123c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Berdasarkan pengujian normalitas menggunakan uji kolmogorov Smirnov hasil statistik non-parametrik menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,123 > 0,05 yang berarti data dalam penelitian ini terdistribusi normal.
b. Uji Mulitikolinearitas
Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10.
Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 4.12
Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF
1 X1 .500 2.001
X2 .223 4.489
X3 .215 4.657
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Berdasarkan tabel 4.12 menunjukkan bahwa nilai tolerance dari ketiga variabel > 0,10 dan VIF dari ketiga variabel < 10. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terjadi multikolinieritas pada ketiga variabel bebas dalam penelitian ini. Berdasarkan syarat uji asumsi klasik regresi linear, bahwa model regresi linear yang baik adalah yang terbebas dari adanya multikolinieritas. Dengan demikian, berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan maka model dalam penelitian ini terbebas dari adanya multikolinieritas.
c. Uji Heteroskedastisitas
63
Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas.
Pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan uji glejser.
Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 4.13
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Berdasarkan tabel 4.13 menunjukkan bahwa nilai signifikansi semua variabel > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas pada model tersebut dan telah memenuhi uji heteroskedastisitas.
d. Uji Autokorelasi
Model regresi yang baik adalah yang tidak terdapat autokorelasi.
Pengujian autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji Durbin-Watson (DW). Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:
a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2 b. Dependent Variable: Y
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Berdasarkan tabel 4.14 menunjukkan bahwa nilai DW sebesar 1,941 dengan tingkat signifikansi 0,05. Jumlah sampel (n) = 100, jumlah variabel independen (k = 3), nilai dL (batas bawah) = 1,613, nilai dU (batas atas) = 1,736.
Oleh karena itu, nilai dU < DW < 4-dU atau 1,736 < 1,941 < 2,263. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terdapat autokorelasi.
3. Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Model persamaan regresi yang baik adalah yang memenuhi persyaratan uji asumsi klasik. Dari analisis sebelumnya membuktikan bahwa penelitian ini sudah dianggap baik.
65
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk memprediksi seberapa jauh perubahan nilai variabel terikat minat berkunjung, bila nilai variabel bebas atraksi wisata, citra destinasi dan daya tarik wisata naik turun. Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 4.15
Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Berdasarkan tabel diatas maka persamaan regresi linear berganda dapat dirumuskan sebagai berikut:
𝒀 = 𝟏, 𝟒𝟎𝟒 + 𝟎, 𝟏𝟔𝟎 𝑿𝟏 + 𝟎, 𝟐𝟏𝟓 𝑿𝟐 + 𝟎, 𝟏𝟗𝟓 𝑿𝟑
Hasil dari analisis tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Nilai konstanta diatas sebesar 1,404, angka tersebut menunjukkan bahwa jika X1 (atraksi wisata), X2 (citra destinasi), dan X3 (daya tarik wisata) konstan (tidak mengalami perubahan), maka minat berkunjung adalah sebesar 1,404.
2) X1 (atraksi wisata) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,160. Hal ini berarti bahwa jika terjadi kenaikan atraksi wisata sebesar 1% maka minat berkunjung juga akan mengalami kenaikan sebesar variabel pengalinya 0,160 dengan asumsi variabel independen yang lain dianggap konstan.
3) X2 (citra destinasi) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,215. Hal ini berarti bahwa jika terjadi kenaikan citra destinasi sebesar 1% maka minat berkunjung juga akan mengalami kenaikan sebesar variabel pengalinya 0,215 dengan asumsi variabel independen yang lain dianggap konstan.
4) X3 (daya tarik wisata) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,195. Hal ini berarti bahwa jika terjadi kenaikan daya tarik wisaya sebesar 1% maka minat berkunjung juga akan mengalami kenaikan sebesar variabel pengalinya 0,195 dengan asumsi variabel independen yang lain dianggap konstan.
b. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Nilai R2 mempunyai interval antara 0 sampai 1 (0 ≤ R2 ≤ 1). Semakin besar R2 mendekati 1, maka semakin baik hasil untuk model regresi tersebut dan semakin mendekati 0, maka variabel independen secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel dependen. Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:
67
Tabel 4.16
Hasil Uji Koefisien Determinasi (𝑹𝟐) Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .767a .588 .575 1.590
a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Berdasarkan tabel 4.16 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi yang dinyatakan dengan R Square sebesar 0,588 atau 58,8%. Artinya bahwa minat berkunjung dapat dijelaskan oleh variasi atraksi wisata, citra destinasi dan daya tarik wisata sebesar 58,8%, sedangkan sisanya sebesar 41,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.
c. Uji Parsial (Uji-t)
Uji parsial (uji-t) digunakan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menjelaskan variabel dependen.
Adapun hasil yang telah diolah oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Sumber: Data Primer Yang Diolah (Output SPSS 22), 2020.
Berdasarkan tabel 4.17 menunjukkan bahwa variabel atraksi wisata memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,160 bernilai positif dan memiliki nilai t-hitung sebesar 1,793 > t-tabel 1,660 serta memiliki nilai signifikansi sebesar 0,03 < 0,05 yang artinya variabel atraksi wisata memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat berkunjung. Hal tersebut berarti bahwa:
H1: Atraksi Wisata Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Minat Berkunjung Pada Wisata Warung Terapung (Water) Amassangan Kecamatan Malangke Barat.
Variabel citra destinasi memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,215 bernilai positif dan memiliki nilai t-hitung sebesar 2,902 > t-tabel 1,660 serta memiliki nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 yang artinya variabel citra
69
destinasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat berkunjung. Hal tersebut berarti bahwa:
H2: Citra Destinasi Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Minat Berkunjung Pada Wisata Warung Terapung (Water) Amassangan.
Variabel daya tarik wisata memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,195
Variabel daya tarik wisata memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,195