• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Berikut ini merupakan hasil wawancara dengan beberapa informan dan hasil observasi langsung dilapangan yang telah diperoleh oleh peneliti, maka dalam penyajian data dan analisis data ini akan dipaparkan secara terperinci tentang objek yang akan diteliti dan hal tersebut mengacu pada fokus penelitian yang telah ditentukan. Adapun data yang akan diperoleh pada penelitian ini akan dipaparkan sebagaimana dibawah ini.

Dalam rangka penerapan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di MIMA Condro Kaliwates Jember, tentunya diawali dengan perencanaan serta proses pembelajaran secara baik dan

sempurna, sesuai dengan keadaan peserta didik. Serta perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta didik serta hasil belajar peserta didik .

Untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di MIMA Condro Kaliwates Jember, akan dipaparkan penyajian data sebagai berikut:

1. Perencanaan Metode Pembelajaran Card Sort Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist di MIMA Condro Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2016/2017

Dalam suatu lembaga pendidikan agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan, maka perlu adanya rencana pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan keadaan peserta didik. Sebagaimana pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember dengan menggunakan metode pembelajaran Card Sort.

Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan yang baik dan terarah agar tujuan tersebut dapat tercapai.

Berkaitan dengan perencanaan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember, peneliti melakukan observasi pada tanggal 9 Mei 2017, peneliti sudah mengamati secara langsung pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran Al-Qur’an Hadist dengan materi Hukum bacaan Waqaf dan Washal sudah mencatumkan langkah-langkah yang harus

dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran Card Sort. Data observasi tersebut dapat dilihat pada Lampiran.

Data tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Condro Kaliwates Jember, yaitu Bapak Poniman, S.Pd. terkait dengan pembuatan perencanaan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist sebagai berikut:

“Perencanaan itu adalah suatu upaya untuk menentukan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. setiap akan dimulainya tahun pelajaran baru semua guru MIMA Condro wajib mengumpulkan perangkat pembelajaran, supaya proses pembelajaran dapat terarah, mislanya membuat silabus, program tahunan (Prota), program semester (Promes), dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan kurikulum yaitu kurikulum 2013. Karena untuk pelajaran agama disini sudah menerapkan kurikulum 2013, dan tanpa perencanaan yang matang jangan harap proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efesien. Sedangkan terkait dengan metode pembelajaran yang akan digunakan tergantung pada materi dan kondisi siswa itu sendiri. Jika guru kesulitan dalam menyampaikan materi atau kebingungan dalam memilih metode biasanya guru-guru MIMA Condro musyawarah dengan guru yang lainnya, bahkan guru-guru disini wajib mengikuti pelatihan guru yang diadakan oleh MGMP atau pelatihan dari DEPAG, karena adanya sertivikasi yang mengharuskan guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan sehingga para guru dapat menerapkannya dikelas.”67

Pendapat tersebut senada dengan pendapat Bapak Syafi’i selaku guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember sebagai berikut:

“Sebelum proses pembelajaran berlangsung saya terlebih dahulu menyiapkan RPP yang berpedoman dengan silabus, metode yang

67Poniman, Wawancara, Jember 6 Mei 2017.

akan saya gunakan, alat peraga atau medianya, instrumen soal atau pertanyaan yang akan ditanyakan kepada siswa dan instrumen penilaian. RPP itu saya buat sendiri dengan acuan silabus, karena komponen-komponen didalam silabus sudah ada: identitas mata pelajaran, kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), indikator, materi, alokasi waktu, metode pembelajaran, teknik penilaian, sumber belajar. Nah nanti di RPP lebih rinci lagi, yang dilihat dari silabus tentunya kita juga harus melihat dari kondisi siswanya juga.

Komponen di RPP ada: identitas mata pelajaran, alokasi waktu, KI, KD, indikator, materi pelajaran, metode pelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, penilaian.”

“Sedangkan dalam pemilihan metode pembelajaran saya melihat dari materi pelajaran dalam hal ini adalah materi tentang hukum bacaan waqaf dan washal, dan kondisi siswanya. Khususnya pada kelas VBMIMA Condro Kaliwates Jember saya sering menerapkan metode Card Sort karena melihat kondisi siswa lebih banyak yang cepat bosan bila hanya menggunakan ceramah atau tanya jawab saja, apalagi bila harus mengulang pelajaran yang telah berlalu dengan menggunakan metode pelajaran Card Sort mempermudah saya dalam menyampaikan materi dan siswapun mengerti dan paham dengan materi tersebut. Sebelum pembelajaran dimulai dengan menggunakan metode pembelajaran Card Sort selain menyiapkan RPP saya juga menyiapkan medianya berupa kartu indeks yang sesuai dengan materi, misalnya kartu indeks yang berkaitan dengan hukum bacaan waqaf dan washal. Dan agar lebih menarik perhatian siswa saya menggunakan kertas yang berwarna-warni atau dengan model tulisan yang menarik dan bagus.”68

Begitu juga yang disampaikan oleh M. Yusuf Nasrullah, selaku siswa kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember, tentang perencanaan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist adalah sebagai berikut:

“Pada mata pelajaran Al-Qur’an Bapak Syafi’i menyiapkan kartu-kartu, kartu-kartu itu terdapat tulisan yang berkaitan dengan materi yang akan di ajarkan.”69

68Syafi’i, Wawancara, Jember 4 Mei 2017.

69M. Yusuf Nasrullah, Wawancara, Jember 10 Mei 2017.

Ungkapan itu juga diperkuat oleh Qurrotul Ainiyah, selaku siswa kelas VBMIMA Condro Kaliwates Jember adalah sebagai berikut:

“Biasanya kalau mau mengulang pelajaran Al-Qur’an Hadist yang lalu Bapak Syafi’i membawa kartu-kartu yang bagus, terkadang warna kartunya warna-warni, terkadang juga kartunya putih semua tetapi tulisannya bagus, indah.”70

Data-data tersebut diperkuat oleh hasil dokumentasi pada tanggal 9 Mei 2017, yang mana perencanaan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist ini sangat terarah, dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terdapat langkah-langkah yang harus dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung. Dapat dilihat pada Lampiran 4. Sedangkan untuk medianya yaitu berupa kartu indeks yang dapat membuat peserta didik semangat dalam belajar dan tidak merasakan bosan dapat dilihat pada lampiran 5.

Berdasarkan data-data di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas VB MIMA Condro guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang beracuan pada silabus sesuai dengan peraturan kurikulum 2013, membuat instrumen penilaian dan untuk medianya guru Al-Qur’an Hadist menyiapkan kartu indeks yang nanti pada saat pelaksanaan pembelajaran akan di bagikan kepada peserta didik, sehingga peserta didik akan semangat dalam belajar.

70Qurrotul Ainiyah, Wawancara, Jember 10 Mei 2017.

2. Pelaksanaan Metode Pembelajaran Card Sort Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist di MIMA Condro Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2016/2017.

Berkaitan dengan pelaksanaan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember ini, peneliti melakukan observasi pada tanggal 9 Mei 2017 dalam hal ini peneliti bertindak sebagai observasi non-partisipan atau partisipasi pasif, peneliti sudah mengamati secara langsung pada proses pelaksanaan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas VBMIMA Condro Kaliwates Jember, yaitu:

a. Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal dilakukan guru selama 10 menit. Langkah pertama, Bapak Syafi’i mengucapkan salam, siswa menjawab salam secara kompak dan guru memeriksa kehadiran siswa. Langkah kedua Bapak Syafi’i menyampaikan apersepsi dengan cara melakukan tanya jawab tentang materi yang sebelumnya dan materi yang akan dipelajari yaitu bab Waqaf dan Washal, siswa-siswi bersama-sama saling bersutan menjawab. Langkah ketiga, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, sedangkan aktivitas yang dilakukan siswa adalah membuka LKS (lembar kerja siswa) dan memperhatikan penjelasan guru, tetapi ada beberapa siswa yang bicara sendiri tidak memperhatikan guru.

b. Kegiatan Inti

Kegiatan ini dilakukan selama 50 menit. Langkah pertama, Bapak Syafi’i sedikit menjelaskan lingkup materi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah disampaikan, tetapi ada beberapa siswa yang bicara sendiri, main-main, bahkan ada siswa yang tidur dikelas. Setelah itu Bapak Syafi’i menjelaskan langkah-langkah metode pembelajaran card sort. Langkah pertama yang dilakukan Bapak Syafi’i adalah membagi kartu yang telah berisi informasi tentang tanda-tanda waqaf dan washal, nama-nama waqaf dan washal, dan arti dari tanda-tanda waqaf wahsal kepada siswa, saat siswa mendapatkan kartu tersebut siswa terlihat senang sekali dan kelas menjadi ramai namun tetap serius, apabila siswa yang telah belajar di sebelumnya akan semangat karena siswa telah faham dengan materi waqaf dan washal, langkah kedua Bapak Syafi’i memberi pertanyaan dan siswa yang memegang jawaban tersebut harus berdiri dan menunjukkan kartu indeksnya setelah itu siswa yang memiliki kategori yang sama dengan temannya di minta untuk berdiri. Langkah ketiga, setelah siswa merasa mememiliki kartu dengan kategori yang sama, Bapak Syafi’i meminta siswa untuk mempresentasikan kartunya, pada saat siswa mempresentasikan kartunya terlihat siswa sangat antusias sekali dalam pembelajaran, tetapi ada juga yang terlihat cemas karena takut presentasinya jelek. Langkah ke empat, Bapak Syafi’i meminta teman yang lainnya bertanya atau

mengomentari presentasi temannya, ketika Aini presentasi Nasrul mengometari apa yang telah dipresentasikan oleh Aini, pada saat bertanya atau mengometari terlihat siswa sangat aktif dalam pembelajaran, ada yang tertawa karena temannya salah dan ada yang saling mengadu argumen, namun siswa tetap terlihat senang dan menikmati proses pembelajaran. Dan langkah ke lima, Bapak Syafi’i memberikan penguatan atas presentasi setiap siswa.

c. Kegiatan Akhir

Kegiatan penutup dilakukan selama 10 menit. Langkah pertama yaitu tanya jawab terhadap materi yang belum dipahami. Dan langkah kedua memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya.71 Lampiran 5

Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi dalam pelaksanaan metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist ini Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan metode pembelajaran card sort juga didukung dengan metode yang lain, seperti metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Karena metode pembelajaran card sort akan lebih sempurna jika di dukung oleh metode yang lain,

untuk itu menjadi seorang guru haruslah pandai untuk mengatur kelas, merubah pembelajaran yang membosankan menjadi pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran. Di

71Observasi, Jember 9 Mei 2017

dalam kelas peran guru sangatlah penting untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Bapak Poniman, S.Pd, selaku Kepala Madrasah MIMA Condro Kaliwates Jember, yaitu:

“Guru memiliki banyak peran yang harus di lakukan, bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik untuk mencapai keberhasilan dalam mengantarkan siswa untuk mencapai tujuannya. Segala upaya harus dilakukan oleh guru agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efesien.”72

Pendapat tersebut juga di perkuat oleh Bapak Syafi’i, selaku guru Al-Qur’an Hadist, yaitu:

“Guru bukan hanya berperan sebagai pengajar saja, tetapi guru juga harus berperan sebagai teman dan orang tua di sekolah, guru harus tahu apa yang dibutuhkan oleh siswanya. Guru harus melakukan segala cara agar menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar siswa semangat dalam belajar.”73

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa guru seharusnya dapat mengantarkan siswa mencapai kemampuanya dan dapat mengembangkannya. Untuk itu guru harus menjadi fasilitator yang handal, yang mampu membangun motivasi belajar siswa sehingga siswa semangat dalam belajar. Dalam pelaksanaannya metode pembelajaran card sort ini dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh M. Yusuf Nasrullah selaku siswa kelas VBMIMA Condro Kaliwates Jember, yaitu:

“saya sangat senang sekali dengan diterapkannya metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist karena biasanya pelajaran Al-Qur’an Hadist menggunakan metode

72Poniman, Wawancara, Jember 6 Mei 2017

73Syafi’i, Wawancara, Jember 4 Mei 2017.

ceramah saja sehingga saya merasa bosan dan jenuh, dengan adanya metode card sort ini membuat saya senang belajar karena jika saya tidak belajar saya tidak akan tau tentang kartu yang saya pegang, dan akan kesulitan jika presentasi. Dengan adanya metode card sort juga saya mudah memahami dan mengingat tentang tanda-tanda waqaf dan washal, dan hukum bacaan waqaf dan washal.”74

Pendapat tersebut juga diperkuat oleh Qurrotul Ainiyah, selaku siswa kelas VBMIMA Condro Kaliwates Jember, yaitu:

“Saya senang jika belajar dengan menggunakan metode pembelajaran card sort, karena sebenarnya saya salah satu siswa yang pemalu jika harus presentasi di depan teman-teman, tetapi karena kita belajarnya sambil bermain kartu saya merasa bebas untuk presentasi, dan saya juga lebih faham dan mengerti dengan materi hukum bacaan waqaf dan washal dari pada hanya mendengarkan penjelasan Bapak guru yang membuat saya ngantuk.”75

Peran guru dalam pembelajaran aktif adalah sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan siswa, akan tetapi masih banyak guru ketika mengajar masih menggunakan metode ceramah saja, dimana metode tersebut sangat tidak disukai sebab dapat menyebabkan siswa jenuh bahkan mengantuk di kelas.

Untuk memudahkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar maka metode pembelajaran card sort ini sangat mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang kondusif, efektif dan menyenangkan. Disini guru hanya berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa agar belajar secara aktif dan melalui pengalaman

74M. Yusuf Nasrullah, Wawancara, Jember 10 Mei 2017.

75Qurrotul Ainiyah, Wawancara, Jember 10 Mei 2017.

langsung, sehingga materi yang dipelajarinya benar-benar membekas dalam ingatan.

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang peneliti lakukan dalam pelaksanaan metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist ini berdasarkan langkah-langkah pembelajaran, akan tetapi di kelas VBMIMA Condro Kaliwates Jember ini dijabarkan menjadi 5 langkah, yaitu: (1) Guru memberikan kepada siswa kartu indeks yang berisi materi yang akan di bahas, (2) Guru mengumunkan kategori yang harus di temukan oleh siswa, (3) siswa yang memiliki kartu yang terkait dengan kategori yang di umumkan guru berdiri dan menunjukkan kartunya kepada teman-teman yang lainnya, (4) siswa tersebut mempresentasikan kartu yang dimiliki kepada teman-teman yang lainnya, dan teman-temannya yang menilai serta menanggapi. (5) yang terakhir, ketika setiap kategori ditampilkan, guru menyampaikan poin-poin pelajaran yang menurutnya penting.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist terdapat beberapa tahapan yang dimulai dari pembagian kartu indeks kepada siswa, guru mengumumkan kategori yang harus ditemukan, siswa yang memiliki kartu tersebut menunjukkan kepada teman-temannya, siswa tersebut mempresentasikan tentang kartu yang dimilikinya dan siswa yang lain menanggapi, dan yang terakhir guru menyampaikan poin-poin pelajaran yang menurutnya penting. Dengan diterapkannya metode

pembelajaran card sort yang di dukung dengan metode bervariasi seperti ceramah, tanya jawab dan diskusi pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist ini siswa kelas VBMIMA Condro Kaliwates Jember lebih semangat dalam belajar dan mudah memahami materi yang telah diberikan.

3. Evaluasi Metode Pembelajaran Card Sort Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist di MIMA Condro Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2016/2017.

Dalam setiap pembelajaran tentunya ada evaluasi untuk mengukur siswa benar-benar memahami materi atau tidak, dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang mana pada tujuan pembelajaran kali ini untuk memahami hukum bacaan waqaf dan washal. Pada tanggal 9 Mei 2017 peneliti sudah mengamati secara langsung pada evaluasi metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist kelas VB

MIMA Condro Kaliwates Jember yaitu menggunakan dua jenis evaluasi yaitu, evaluasi proses dan evaluasi hasil. Dalam evaluasi proses yang dinilai adalah sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan untuk evaluasi hasil adalah dari nilai ulangan siswa. Data-data tersebut dapat dilihat pada Lampiran 6.

Berkaitan dengan evaluasi metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di Kelas VB MIMA Condro kaliwates Jember, peneliti juga melakukan wawancara dengan Bapak Poniman, selaku Kepala MIMA Condro Kaliwates Jember dan hasilnya sebagai berikut:

“Evaluasi yang biasanya dilakukan disini ada dua yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil, evaluasi proses biasanya pada saat pembelajaran itu berlangsung, sedangkan evaluasi hasil bisa dilihat pada penilaian saat ulangan atau ujian semester. Dari situ kita bisa lihat sejauhmana keberhasilan suatu pembelajaran.”76

Peneliti selanjutnya melakukan wawancara dengan Bapak Syafi’i selaku guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember terkait dengan evaluasi metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember, sebagai berikut:

“Saya melakukan evaluasi pada saat proses pembelajaran berlangsung, yaitu dilihat dari sikap siswanya, di antaranya:

(a) Guru sudah dapat menilai dari awal siswa mendapatkan kartu, jika siswa gaduh atau bingung dari kartu yang ia pegang dan juga saat presentasi tidak bisa maka nilainya kurang bagus.

(b) Guru meminta siswa untuk mempresentasikan kartunya jika sesuai dengan kategori.

(c) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang presentasinya paling bagus dan terlihat sangat aktif dikelas.

Selain itu juga memberikan soal-soal yang harus dikerjakan atau ulangan harian, untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan suatu pembelajaran,”77

Begitu juga yang disampaikan oleh M. Yusuf Narullah salah satu siswa kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember, tentang evaluasi metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember adalah sebagai berikut:

“Bapak Syafi’i menyuruh presentasi, apabila presentasinya bagus dan benar maka Bapak Syafi’i bertepuk tangan dan mengucapkan bagus. Bapak Syafi’i juga memberikan soal yang ditulis, dan nanti akan di nilai, saya mengerjakannya sangat mudah karena tadikan sudah belajar.”78

76Poniman, Wawancara, Jember 6 Mei 2017

77Syafi’i, Wawancara, Jember 4 Mei 2017.

78M. Yusuf Nasrullah, Wawancara, Jember 10 Mei 2017.

Ungkapan tersebut juga tidak jauh berbeda dengan pendapat Qurrotul Ainiyah, yang merupakan siswa kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember, tentang evaluasi metode pembelajaran card sort adalah sebagai berikut:

“Setelah kami selesai bermain kartu, kami juga disuruh menjawab soal yang Bapak Syafi’i berikan yang nantinya akan dinilai oleh beliau. Terkadang jika waktunya habis soal itu dibuat tugas rumah.”79

Data tersebut diperkuat dengan hasil dokumentasi pada tanggal 13 Mei 2017, peneliti sudah mengamati secara langsung pada evaluasi metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist kelas VB

MIMA Condro Kaliwates Jember bahwa pada evaluasinya menggunakan dua jenis evaluasi yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil. Dalam evaluasi proses yang dinilai adalah sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan untuk evaluasi hasil dinilai dari jawaban siswa menjawab soal atau ulangan harian. Dapat dilihat pada Lampiran 6.

Berdasarkan observasi peneliti dari data penilaian, maka nilai siswa kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember di atas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM), nilai KKM di kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember yaitu 75. Dari 26 siswa yang mendapat nilai 90-100 ada 6 siswa, yang mendapat nilai 80-89 ada 12 siswa dan yang mendapat nilai 75-79 ada 8 siswa. Maka hampir semua siswa kelas VB MIMA Condro Kaliwates Jember tuntas dalam belajar dengan menggunakan metode pembelajaran

79Qurrotul Ainiyah, Wawancara, Jember 10 Mei 2017.

card sort yang di dukung juga dengan metode bervariasi seperti: ceramah,

tanya jawab dan diskusi. Selain itu juga dilihat dari sikap siswa selama proses pembelajaran terdapat 92,4% siswa yang percaya diri, 100% siswa yang aktif di dalam kelas, dan 96, 3% siswa yang menjawab dengan tepat waktu. Maka dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan metode pembelajaran card sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist siswa terlihat lebih semangat dalam belajar.

Berdasarkan paparan data dapat disimpulkan bahwa evaluasi yang digunakan ada dua jenis evaluasi yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.

Evaluasi proses yaitu penilaian disaat proses pembelajaran berlangsung yang dilihat dari sikap siswa saat menjawab pertanyaan dan saat presentasi.

Sedangkan untuk evaluasi hasilnya yaitu dari siswa menjawab soal yang telah di berikannya atau dari ulangan harian, tugas, dan lain-lain. Dengan di gunakannya metode pembelajaran card sort siswa kelas VBMIMA Condro Kaliwates Jember semangat dalam belajar dan rata-rata di atas nilai KKM.

C. Pembahasan Temuan

Pada bagian ini akan dibahas temuan-temuan penelitian tentang penerapan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di Kelas VB Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Kaliwates Condro Jember yang mencakup beberapa hal, yaitu: dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pada tahap evaluasi.

Untuk mengetahui data tentang penerapan metode pembelajaran Card Sort pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di Kelas VB Madrasah Ibtidaiyah

Ma’arif Kaliwates Condro Jember, peneliti memperoleh data tersebut dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Data yang peroleh oleh peneliti berupa argumentasi dan dokumentasi.

Adapun data yang dalam bentuk argumentasi yaitu informasi yang diperoleh dari kepala sekolah, guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadist, dan beberapa siswa kelas VB. Sedangkan untuk dokumentasi peneliti peroleh data kegiatan pembelajaran berupa foto yang didokumentasikan oleh peneliti pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

1. Perencanaan Metode Pembelajaran Card Sort Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist di MIMA Condro Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2016/2017

Perencanaan pembelajaran merupakan awal dari suatu kegiatan yang berlangsung dalam kegiatan belajar mengajar, karena tanpa adanya perencanaan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dengan maksimal.

Berdasarkan dengan perencanaan, William H. Newman berpendapat sebagai berikut:

“perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan.

Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-mtode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.”80

Perencanaan dalam kegiatan pembelajaran merupakan suatu upaya untuk menentukan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan untuk

80Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Strandar Kompetensi Guru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), 15-16

Dokumen terkait