BAB 4. METODOLOGI PENELITIAN
3. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di ruang rawat inap anak 3B Rumah Sakit Martha
penelitian tersebut merupakan tempat peneliti kerja. Di samping itu, penelitian akan lebih mudah mendapatkan informasi yang berhubungan dengan penelitian. Rumah Sakit itu juga memenuhi responden yang dibutuhkan penelitian dan belum pernah dilakukan penelitian.
4. Waktu Penelitian
Penelitian akan dilakukan mulai dari 12 Nopember-12 Desember 2009
5. Pertimbangan Etik Penelitian
Penelitian ini dilakukan setelah proposal disetujui oleh institusi pendidikan,
kemudian proposal penelitian juga harus disetujui dan memperoleh izin pengumpulan data yang didapat dari direktur rumah sakit martha friska Medan. Dalam penelitian ini peneliti juga melakukan pertimbangan etik yaitu peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu serta menjelaskan tentang tujuan, manfaat dan prosedur pelaksanaan penelitian. Apabila calon responden tidak bersedia, maka calon responden berhak untuk menolak. Penelitian ini tidak menimbulkan resiko fisik maupun psikis. Data-data yang diperoleh dari responden juga hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan kerahasian informasi yang diberikan kepada penelitian dan kerahasiaan informasi yang diberikan kepada penelitian yang dijamin oleh peneliti (Nursalam, 2001).
6. Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan bagian dari penelitian yang terdiri dari dua kuesioner yaitu kuesioner data demografi dan kuesioner persepsi. Untuk memperoleh informasi dari responden, peneliti menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner. Kuesioner ini dapat dibagi 2 bagian, yaitu pembagian pertama tentang Kuesioner data demografi yang berisi : usia orang tua yang memenuhi anak usia 3-6 tahun, usia anak, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, suku agama, penghasilan. Sedangkan bagian yang kedua berisi pernyataan tentang persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak masa prasekolah ( 3-6 Tahun) dengan menggunakan skala Likert dengan cara menetapkan bobot jawaban, terhadap tiap-tiap item (Marlis,1995). Kuesioner yang dibuat terdiri dari 20 pernyataan dengan menggunakan skala Likert yaitu Kuesioner komunikasi Verbal terdiri dari 7 pernyataan (nomor 1-7 dengan nomor 1, 2, 3, 4, 5, pernyataan positif dan nomor 6 ,7, pernyataan negatif ), 7 pernyataan komunikasi nonverbal (nomor 8 -14 dengan nomor 8,9,10,11 pernyataan negatif dan nomor, 12, 13, 14, pernyataan positif ), 4 pernyataan komunikasi Abstrak (nomor 15-20 dengan nomor 15, 16, 17, 18, pernyataan positif dan nomor 19, 20 pernyataan negatif ). Bagian kedua ini berbentuk pernyataan dengan menggunakan skala Likert dan pilihan jawaban dengan rentang skala 1-3 yaitu baik (skore 3), cukup (skore 2), kurang (skore 1) total skore 1-80 . Bedasarkan rumus statistik menurut Sudjana (1992) adalah :
Rentang P =
Dimana P merupakan panjang kelas dengan nilai tinggi dikurang nilai terendah sehingga didapat nilai rentang kelas dan banyak kelas adalah 3 kelas. Dari hasil perhitungan, maka rentang persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah menurut (Nursalam, 2005) untuk kategori : Baik (41-60), Cukup (21-40), Kurang (1-20).
7. Uji validitas
Uji validitas adalah suatu instrumen akan dikatakan valid bila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Untuk mengevaluasi keadekuatan validitas kuesioner persepsi orang tua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak masa prasekolah peneliti menggunakan tehnik content validity yang membuktikan instrumen lebih sahih yang akan dilakukan oleh orang yang ahli di bidang komunikasi teraupeutik dari Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yaitu Ibu Jenny M Purba, SKp, MNS dengan content validity index (cvi) adalah
8. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Saryono, 2008). Uji Reliabilitas ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak masa prasekolah (3-6 tahun) di Rumah Sakit Martha Friska Medan. Dengan jumlah kuesioner 20 dan jumlah sampel
reabilitas 10 orang di ruang rawat inap 3C di Martha Friska pada saat 28 Oktober 2009 sampai 10 november 2009. Uji formula cronbach alpha harus > 0,7 agar dianggap realibel maka kuesioner ini layak digunakan (polit, 1995). Hasil uji reliabilitas diperoleh hasil 0,772.
9. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan langka-langkah
sebagai berikut :
a. Setelah mendapat rekomendasi dari bagian pendidikan Fakultas keperawatan Universitas Sumatera Utara, kemudian mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada direktur Rumah sakit Martha Friska Medan.
b. Melaksanakan penelitian setelah mendapat izin dari direktur Rumah Sakit Martha Friska Medan.
c. Menjelaskan tujuan penelitian kepada responden dan meminta kesediaannya untuk menjadi responden penelitian.
d. Bila responden bersedia untuk menjadi responden penelitian, kemudian peneliti mengajukan surat persetujuan responden untuk ditandatangani.Bila responden tidak bersedia menandatangani, responden dapat memberi persetujuan secara lisan.
e. Menjelaskan cara pengisian kuesioner pada responden dan megingatkan responden untuk mengisi kuesioner secara teliti dan cermat serta tidak ada pernyataan yang tidak dijawab.
f. Mengingatkan responden untuk mengisi kuesioner sesuai dengan apa yang dilhat dan dilakukan oleh responden dan harus diisi diri sendiri dan peneliti tetap mendamping responden selama pengisian kuesioner.
g. Setelah diisi, peneliti mengumpulkan kuesioner kembali dan memeriksa kelengkapan dari kuesioner tersebut. Jadi seluruh data terkumpul lebih dari 2 minggu mulai dari 28 oktober 2009 sampai dengan 10 november 2009 pada orangtua anak yang dirawat inap di ruang 3C Rumah sakit Martha Friska Medan.
10. Analisa Data
Analisa data dilakukan setelah semua data terkumpul dan melalui beberapa tahap dimulai dengan editing untuk memeriksa kelengkapan identitas dan data responden serta memastikan bahwa semua jawaban telah diisi, kemudian data yang sesuai diberikan kode (Coding) untuk memudahkan peneliti dalam tabulasi dan analisa data. Selanjutnya memasukkan (entry) data ke dalam komputer dan dilakukan pengolahan data dengan menggunakan teknik komputerisasi dengan menggunakan deskriptif statistik.
Pengolahan data demografi meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, suku, agama, penghasilan, dilakukan secara statistik deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk melihat data demografi dan persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah.
BAB 5
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian
Pada bab ini diuraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan mengenai Persepsi Orangtua Terhadap kemampuan Perawat dalam melakukan Komunikasi efektif pada Anak Usia Prasekolah di Ruang 3B Rumah Sakit Martha Friska Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 November 2009 sampai dengan 16 Desember 2009 di Rumah Sakit Marta Friska Medan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yaitu orangtua dari anak yang dirawat. Penyajian hasil analisa data penelitian ini meliputi data demografi dan persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Martha Friska Medan.
1.1 Data demografi
Dalam penelitian ini seluruh responden adalah Orangtua pasien yang menjaga pasien saat dirawat di Rumah Sakit Martha Friska Medan. Deskripsi krakteristik mencakup usia orangtua, Pendidikan orangtua, Pekerjaan orangtua, Agama, Suku, Penghasilan, dapat dilihat pada tabel 5.1.1
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usia anak mayoritas kelompok usia 6 tahun yaitu sebanyak 10 orang (33.3%), Usia Orangtua mayoritas kelompok usia 18-40 tahun yaitu sebanyak 26 orang (86.7%). Pendidikan responden mayoritas tingkat pendidikan SMU yaitu 25 orang (83.3%), sementara
berdasarkan Agama mayoritas responden beragama islam yaitu 20 orang (66.7 %), Suku mayoritas responden suku Batak dan Jawa (36.7%). Sedangkan pekerjaan responden mayoritas Pegawai Swasta yaitu 15 orang (50.0%), sedangkan penghasilan kepala keluarga berada pada interval Rp 1.200.000 – Rp 1.500.000 yaitu 11 0rang (36,7%). Untuk lebih kelengkapannya dapat dilihat pada tabel.1.1
Tabel 1.1 Distribusi frekuensi karakteristik data demografi berdasarkan persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah di RSMF Medan (N=30)
NO Karateristik Frekuensi Persentase
(%) 1 Usia Anak 3 tahun 4 tahun 5 tahun 6 tahun Total 9 8 3 10 30 30.0% 26.7% 10.0% 33.3% 100 2 Usia Orangtua 18-40 tahun 40-60 tah Total 26 4 30 86.7 13.3 100 3 Pendidikan orangtua SD SLTP SMU AKADEMI Total 1 2 25 2 30 3.3 6.7 83.3 6.7 100 4 Pekerjaan Orangtua
Ibu rumah tangga Pegawai Swasta Lain-lain ,(Petani) Total 13 15 2 30 43.3 50.0 6.7 100 5 Agama Islam Khatolik Protestan 20 1 9 66.7 3.3 30.0
6 Penghasilan Rp 900.000-1.200.000 Rp 1.200.000-1.500.000 Rp 1.500.000-2.000.000 Rp >2000.000 Total 9 11 8 2 30 30.0 36.7 26.7 6.7 100
1.2. Persepsi Orangtua terhadap perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak prasekolah.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Martha Friska Medan dilihat dari jawaban responden terhadap kuesioner yang terdiri komunikasi verbal, non verbal, dan abstrak.
Berdasarkan jawaban yang yang diberikan responden , diperoleh bahwa kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi pada anak usia prasekolah dipersepsikan bagus oleh responden. Bila dilihat untuk setiap komponen komunikasi perawat diperoleh bahwa seluruh komponen lebih banyak ditanggapi baik.
Dari jawaban responden tentang persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah dibedakan menjadi 3 kategori yaitu kategori baik, cukup, dan kurang baik
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat bahwa 73, 3 % adalah memiliki persepsi baik, dan yang memiliki persepsi cukup 26,7% dan 0% yang memiliki kurang baik. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
Tabel 1.2 Distribusi frekuensi dan persentase persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah (n = 30)
No Persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia praekolah
Frekuensi Persentase
1 Baik 22 73.3 %
2 Cukup 8 26.7 %
3 Kurang Baik 0 0 %
Total 30 100
Hasil pada tabel menunujukkan bahwa persepsi untuk keseluruhan komponen kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi pada anak termasuk kategori baik.
Tabel 1.3 Distribusi frekuensi dan persentase responden tentang komunikasi perawat (n=30)
No Sub Variabel Kategori Persepsi
Baik Cukup Kurang
f % f % F %
1 Komunikasi verbal 22 73,3 8 23,7 0 0 2 Komunikasi non verbal 22 73,3 8 23,7 0 0 3 Komunikasi abstrak 22 73,3 8 23,7 0 0
2. Pembahasan
Desain dekriptif digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi orangtua terhadap komunikasi perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil yang telah di peroleh, pembahasan dilakukan untuk menjawab pertanyaan peneliti tentang persepsi orangtua terhadap komunikasi perawat terhadap anak usia prasekolah.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa kategori persepsi orangtua terhadap komunikasi perawat terhadap kemampuan perawat dalam melakukan
komunikasi pada anak usia prasekolah adalah baik terbukti 22 orang (73,3%) dapat melakukan komunikasi verbal, komunikasi non verbal dan komunikasi abstrak pada anak saat melakukan asuhan keperawatan, sedangkan sebanyak 8 orang (26.7%) persepsi orangtua perawat dapat melakukan komunikasi efektif adalah cukup.
Dalam penelitian ini mayoritas 22 orang (73.3%) perawat menggunakan komunikasi efektif baik itu komunikasi verbal, atau non verbal serta komunikasi abstrak dalam melakukan asuhan keperawatan.Dalam asuhan keperawatan perawat harus dapat berinteraksi dengan pasien, Namun penjelasan suatu tindakan asuhan keperawatan dengan istilah kedokteran tidak baik haruslah bahasa yang dapat dimengerti oleh anak sehingga anak dapat mengerti.
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mengandung pengiriman dan penerimaan informasi yang paling cermat. Pengertian pesan yang mendalam oleh kedua belah pihak perawat dan pasien dan pengambilan tindakan yang tepat terhadap penyelesaian pertukaran informasi (Moekitat, 1993). Syarat komunikasi yang baik menurut Purwanto (1994) adalah: menggunakan bahasa yang baik agar artinya jelas, lengkap agar pesan yang disampaikan dipahami kemungkinan secara menyeluruh, atur arus informasi sehingga antara pengiriman dan penerimaan, ada umpan balik seimbang, dengarkan secara aktif, tahan emosi.
Dari hasil penelitian dapat dilihat 26 perawat (86.7%) tidak memberi pujian pada anak yang dapat melakukan tindakan keperawatan. Pada masa prasekolah, anak masih bersifat egosentris. Mereka memandang sesuatu hanya dalam hubungannya dengan diri mereka dan dari sudut pandang mereka sehingga
komunikasi yang dilakukan hendaknya difokuskan pada diri mereka. Misalnya anda dapat membicarakan aktivitas bermainnya, kemampuan makan mereka, dan sebagainya. Pada masa ini, anak ingin ditanyai tentang hal-hal yang telah didapat mereka lakukan dan memberi pujian (Hurlcock, 1980).
Dalam penelitian ini mayoritas 25 perawat (83.3%) perawat berkomunikasi dengan anak tampa ada kontak mata, 24 perawat (80.0%) perawat tidak berhadapan dengan anak saat melakukan komunikasi, 26 perawat (86.7%) perawat melipat tangan saat melakukan komunikasi pada anak, 20 perawat (66.7%) perawat bersikap melipat kaki pada saat melakukan komunikasi pada anak.
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh, gerakan , ekpresi wajah, postur tubuh, dan reaksi. Selain kata yang diucapkan, pesan juga disampaikan secara nonverbal atau paralanguage. Anak yang masih kecil sangat mampu memahami paralanguage sebelum mereka memahami makna kata-kata. Sebagian orang tidak berupaya secara sadar untuk mengontrol paralanguage mereka maka ini merupakan petunjuk yang sangat berharga terhadap perasaan dan perhatian seseorang (Wong, 2008). Seorang perawat yang merawat menangani pasien anak harus memiliki kemampuan melakukan pendekatan dan komunikasi kepada anak karena hal ini yang membedakannya dengan asuhan keperawatan yang dilakukan pada Pasien dewasa. Pasien dewasa mudah untuk diajak bekerja sama dalam pelayanan keperawatan yang dijalankan, sedangkan anak-anak, sesuai dengan karakteristik perkembangannya, sering kali sulit diajak bekerja sama dalam asuhan
keperawatan, terutama anak prasekolah. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku dan ucapan yang ditunjukkan perawat dapat menimbulkan trauma pada anak ( Supartini, 2004).
Untuk itu penting sekali perawat menggunakan pendekatan yang tepat melalui komunikasi yang dijalankannya pada anak sesuai dengan tahapan usia anak misalnya Pendekatan pada orangtua terlebih dahulu, baru mulai kontak dengan anak. Banyak faktor penyebab ketidakpuasan pasien di rumah sakit salah satunya adalah faktor komunikasi antara perawat dengan dokter. Tingkat kepuasan pasien sangat tergantung pada bagaimana faktor tersebut diatas dapat memenuhi harapan–harapan. Sebagai contoh faktor komunikasi verbal dan nonverbal perawat dalam komunikasi teraupeutik apabila dilaksanakan tidak sesuai dengan spirit dalam komunikasi tersebut maka yang dihasilkan adalah respon ketidakpuasan dari pasien. Seorang pasien yang tidak puas pada gilirannya akan menghasilkan sikap/perilaku tidak patuh prosedur medis misalnya menolak pasang infus, menolak minum obat, menolak untuk dikompres panas/dingin, dan lain–lain, akhirnya pasien akan meninggalkan rumah sakit dan mencari jasa pelayanan bermutu di tempat lain .
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini peneliti akan menguraikan hasil penelitian dalam bentuk kesimpulan dan saran.
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif terhadap anak usia prasekolah terdapat 22 responden (73.3%) mengatakan perawat memiliki kemampuan dalam melakukan komunikasi efektif pada anak adalah baik sedangkan 8 responden (26.7%) mengatakan terdapat perawat memiliki kemampuan dalam melakukan komunikasi efektif adalah cukup. Komunikasi verbal, non verbal, dan abstrak mayoritas dapat dilakukan perawat 3B, namun perlu ditingkatkan karena tingkat kepuasan dari pasien dapat didukung dari komunikasi perawat.
Kepuasan atau ketidakpuasan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian (disconfirmasi) yang dipersepsikan antara harapan awal dan kinerja aktual yang dirasakan. Seorang perawat yang merawat menangani pasien anak harus memiliki kemampuan melakukan pendekatan dan komunikasi kepada anak karena hal ini yang membedakannya dengan asuhan keperawatan yang dilakukan pada Pasien dewasa. Pasien dewasa mudah untuk diajak bekerja sama dalam pelayanan keperawatan yang dijalankan, sedangkan anak-anak, sesuai
dengan karakteristik perkembangannya, sering kali sulit diajak bekerja sama dalam asuhan keperawatan, terutama anak prasekolah.
2. Saran – saran
a. Saran terhadap penelitian selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan ataupun tambahan bagi penelitian selanjutnya dengan topik dan hendaknya di ruang lingkup yang sama dengan penelitian ini. Peneliti juga menyarankan agar pada penelitian selanjutnya hendaknya menggunakan metode observasi lagsung tentang kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi pada anak usia pra sekolah dan menambah jumlah responden .
b. Saran pendidikan keperawatan
Agar dapat menambah informasi dan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai persepsi orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada anak usia prasekolah dalam komunikasi verbal, non verbal sertka komunikasi abstrak dalam melakukan asuhan keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian,Suatu pendekatan praktek, Jakarta: PT. Rineka Cipta
…………, (1998).Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktek. Jakarta. Penerbit Rineka Cipta
Arwani (2004). Komunikasi Dalam Keperawatan. Jakarta: EGC
Damandiri. (2009). Pengertian Orangtua.Diambil pada tanggal 22 juni2009 dari
Departement Kesehatan Repoblik Indonesia. (1992). Undang – Undang Repoblik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Jakarta
Effendy. (1998). Dasar-dasar Kesehatan Masyarakat. Cetakan Pertama. Jakarta: EGC
Hurlock (2002). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga. ...(1998). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga
Hidayat (2005), Pengantar ilmu keperawatan Anak. Salemba Medika Karyoso (1994). Pengantar komunikasi Bagi Siswa perawat. Jakarta: EGC
Mardalis (1995). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Edisi III. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Nursalam (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Notoatmodjo, S (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-prinsio Dasar. Jakarta :Rineka Cipta
...(2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Potter & Perry (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: konsep, proses & praktek. Edisi 4. Vol 1. Jakarta: EGC
Polit. D. F., Hungler. B. P. (1995). Nursing Research Principle and Method. Fifth Edision. Philadephia: J. B. Lippott Company.
Rahmad (2004). Psikologi Komunikasi: Edisi Revisi. PT Remaja Rosdakarya: Bandung
Sudjana. (1992). Metode Statistika. Edisi ke 5. Bandung: Tarsito. Suliswati. (2005). Konsep Dasar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC Suryani (2006). Komunikasi Teraupeutik: Teori & praktek. Jakarta: EGC Supartini (2004). Buku Ajar: Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC Sunaryo (2004). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC
Tamsuri (2006).Buku Saku: Komunikasi Dalam Keperawatan. Jakarta: EGC Walgito (2004). Pengantar Psikologi Umum. Jogjakarta: Andi Yogyakarta.
Wong. D. L., Hockenberrry. M. E (2009). Editor: Komara. E. Y. Buku Ajar keperawatan Pediatrik. Edisi VI. Jakarta: EGC
Lampiran 1
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Nama saya Rusmauli Lumban Gaol, saya adalah Mahasiswa jalur B Fakultas Keperawatan Sumatera Utara. Saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang Persepsi Orangtua terhadap kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi efektif pada Anak usia Prasekolah di Ruang anak 3B Rumah Sakit Martha Friska Medan.
Orangtua diharapkan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, dimana jawaban yang diberikan tidak akan mempengaruhi Orangtua jika orangtua bersedia, maka saya akan memberikan lembar kuesioner untuk diisi.
Partisipasi Orangtua dalam penelitian ini bersifat sukarela, peneliti akan menjamin identitas dan kerahasiaan jawaban dari orangtua berikan. Orangtua bebas menanyakan tentang penelitian ini.
Terima kasih atas perhatian dan kesediaan para orangtua sekalian dalam penelitian ini.
Medan, November 2009
Peneliti, Responden
Lampiran 2
PERSEPSI ORANGTUA TERHADAP KEMAMPUAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN KOMUNIKASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DIRUANG 3B RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA
MEDAN
Kode : Tanggal : A. DATA DEMOGRAFI
Petunjuk Pengisian :
a. Semua pertanyaan harus diberi jawaban
b. Istilah pertanyaan dengan memberi tanda chek list ()
c. Setiap pertanyaan dijawab dengan satu jawaban yang sesuai menurut anda d. Bila ada yang kurang dapat dimengerti dapat ditanyakan kepada peneliti. 1 Usia Anak : …….Tahun
2.Usia Orang Tua : 18 - 40 tahun 40 - 60 tahun
> 60 tahun 3.Pendidikan Orangtua : SD
SLTP SMU
Akademi /Perguruan Tinggi 4. Pekerjaan Orangtua : Ibu Rumah tangga
Pegawai Negeri Sipil Pegawai Swasta Lain-lain, sebutkan……… 5. Agama : Islam Khatolik Protestan Budha Hindu 6. Suku : Batak Melayu Jawa Aceh Lain-lain,sebutkan……… 7. Penghasilan : 900.000 - 1.200.000 1.200.000 - 1.500.000 1.500.000 - 2.000.000
5 KUESIONER PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP KOMUNIKASI PERAWAT PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Lampiran 2
a. semua pertanyaan harus anda beri jawaban Petunjuk Pengisian :
b. Isilah pertanyaan dengan memberi tanda chek list () pada jawaban c. Bila ada yang kurang dipahami, dapat ditanyakan kepada peneliti
Keterangan B : Baik C : Cukup K : Kurang No PERNYATAAN B C K 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 Komunikasi Verbal
Perawat selalu berinteraksi dengan anak saat melakukan tindakan keperawatan
Perawat menggunakan istilah kedokteran saat memberikan penjelasan tentang penyakit
Perawat selalu menjadi pendengar yang baik pada saat anak menceritakan keluhan tentang penyakitnya
Komunikasi perawat mudah dipahami dan dimengerti oleh anak Perawat terlebih dahulu menjelaskan tujuan tindakan/sebelum melakukan tindakan dengan bahasa yang jelas dan dimengerti oleh anak dan keluarga
Perawat menggunakan intonasi tinggi pada saat berbicara dengan anak
Perawat tidak memberikan pujian pada anak, pada saat anak dapat malakukan asuhan keperawatan
8 9 10 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Komunikasi nonverbal
Perawat tidak mempertahankan kontak mata dengan anak pada saat berkomunikasi
Perawat tidak berhadapan dengan anak pada saat berkomunikasi pada anak
Perawat melipat tangan saat berbicara dengan anak
Perawat bersikap melipat kaki pada saat berbicara pada anak Perawat bersikap membungkuk kearah anak saat berkomunikasi Perawat bersikap terbuka pada anak dengan tidak melipat kaki dan tangan pada saat melakukan komunikasi pada anak
Perawat bersikap hormat dengan menggunakan senyuman pada saat melakukan komunikasi pada anak
Komunikasi Abstrak
Perawat menggunakan gambar/ foto untuk menjelaskan kepada anak tentang tindakan keperawatan yang akan dilakukan .
Perawat menunujukkan gambar – gambar alat medis kepada anak saat melakukan asuhan keperawatan
Perawat melakukan asuhan keperawatan kepada anak sambil bermain
Pesan yang disampaikan oleh perawat selalu dapat dipahami dan diterima oleh anak
Perawat melakukan asuhan keperawatan kepada anak dengan menggunakan pakaian bersih dan seragam
Perawat tidak memberikan kesempatan pada anak untuk menyentuh alat medis
Reliability
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 10 33.3 Exclude
d(a) 20 66.7
Total 30 100.0
a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .772 .772 20
Tabel oleh data karateristik demografi usia anak Frequenc y Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 3 tahun 9 30.0 30.0 30.0 4 tahun 8 26.7 26.7 56.7 5 tahun 3 10.0 10.0 66.7 6 tahun 10 33.3 33.3 100.0 Total 30 100.0 100.0 usia orangtua Frequenc y Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 18-40 tahun 26 86.7 86.7 86.7 40-60 tahun 4 13.3 13.3 100.0
pendidikan orangtua Frequenc y Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SD 1 3.3 3.3 3.3 SLTP 2 6.7 6.7 10.0 SMU 25 83.3 83.3 93.3 Akademi/pergurua n Tinggi 2 6.7 6.7 100.0 Total 30 100.0 100.0 pekerjaan orangtua Frequenc y Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ibu rumah
tangga 13 43.3 43.3 43.3 Pegawai Swasta 15 50.0 50.0 93.3 lain- lain,sebutkan 2 6.7 6.7 100.0 Total 30 100.0 100.0 agama Frequenc y Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Islam 20 66.7 66.7 66.7 Khatolik 1 3.3 3.3 70.0 Protesta n 9 30.0 30.0 100.0 Total 30 100.0 100.0 suku Frequenc