• Tidak ada hasil yang ditemukan

LOKASI SITE

Dalam dokumen PUSAT SENI FOTOGRAFI DI SURABAYA. (Halaman 44-53)

LOKASI SITE

LOKASI SITE

LOKASI

SITE

LOKASI

 Batas sebelah barat berbatasan langsung dengan jalan basuki rachmat, di depan site tedapat dealer mobil nissan dan toserba glael

 Batas sebelah timur berbatasan dengan makam joko dolog.  Batas sebelah utara berbatasan langsung dengan Taman Absari  Batas sebelah selatan berbatasan dengan dealer mobil Honda.

Gambar 3. 4. Batas-batas bangunan 2

LOKASI

Batas Barat Batas Timur

Batas Selatan Batas Utara

 Luas lokasi bangunan : + 2 hektar  Peraturan Bangunan.

Kota Surabaya Pusat dalam perencanaan penggunaan lahan merupakan kawasan terbangun, dilihat dari kondisi eksistingnya diwilayah ini penggunaan lahannya merupakan pola pusat lipat ganda seperti terdapat pada kawasan perdagangan dan jasa di sekitar jalan Basuki Rachmad. Dalam wilayah ini terdiri dari beberapa penggunaan lahan, yaitu untuk perumahan, ruang terbuka hijau, fasilitas perdagangan dan jasa, perkantoran, pendidikan, kesehatan. Peraturan bangunan pada lokasi sesuai dengan rujukan RDTRK kota Surabaya, antara lain :

1. KDB : 50 % dan > 50%

2. KLB : 100%

3. GSB untuk bangunan perumahan : + 5 m 4. GSB untuk bangunan perdagangan : + 10 m

5. Damija (m) : 25 meter

(Sumber :Tata Kota Surabaya, Mei 2003).

 Klasifikasi dan kondisi ruas jalan utama pada kawasan perencanaan (jalan Basuki Rahmat) yaitu antara lain sebagai berikut :

Kondisi / Jenis Perkerasan : baik dan beraspal. Lebar Jalan (m) : 19,20 m.

Lebar Trotoar (m) : 2,75 + 0,50 m. Lebar Saluran Tepi : 1,00 + 1,00 m.

(Sumber :Tata Kota Surabaya, Mei 2003).

Data tapak yang ada pada kawasan perencanaan tepatnya di sekitar site Basuki Rachmat antara lain sebagai berikut :

1. Suhu harian : suhu minimum 27,2 º C dan suhu

maksimum 28,8 º C

3. Tekanan udara : 1007,5 Mbs – 1012,2 Mbs

4. Curah hujan : 172 mm / tahun. (Sumber :Tata Kota Surabaya, Mei 2003).

 Kondisi Site.

Dalam suatu perencanaan dan perancangan sebuah bangunan khususnya ditujukan pada Pusat Seni Fotografi ini haruslah menganalisa dan melihat kondisi site yang akan digunakan sebagai site proyek tersebut, sehingga sebelum proses pembangunan nanti, bangunan yang akan dirancang dapat menyesuaikan dengan keadaan di sekitar site Basuki Rachmat. Kondisi site tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Topografi :

Sebagai kawasan perencanaan merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian tanah bervariasi ( ketinggian maksimum + 5 meter dan ketinggian minimum + 4,3 meter dari titik I Tanjung Perak yang mempunyai ketinggian + 3, 6075 meter terhadap Air Rendah Purnama / ARP. ( Sumber : Tata Kota Surabaya, Mei 2003 ).

1. Hidrografi :

Kedalaman air tanah pada kawasan perencanaan adalah 2,0 sampai dengan 3,0m ( Sumber : Tata Kota Surabaya, Mei 2003 ).

2. Geologi tanah :

Menurut data kemampuan tanah dan jenis tanah dari peta data pokok Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya tahun 1992, kondisi tanah pada kawasan adalah :

Lereng : Mempunyai kemiringan 0 – 2 %

Kedalaman efektif tanah : Lebih dari 90 cm

Tekstur tanah : Halus

Drainase : Tidak pernah tergenang

Erosi : Tidak ada erosi

Faktor pembatas : Air tanah asin

Gambar 3. 5. Data Lokasi

Data Lokasi :

 Lokasi : Jl. Basuki Rahmat

 Kelurahan : Embong Kaliasin

 Kecamatan : Genteng

 Kotamadya : Surabaya

 Propinsi : Jawa Timur

(Sumber : hasil pengamatan Tata Kota Surabaya 2000-2005).

3. 3. 1. Aksesbilitas.

Aktifitas di ruas sepanjang jalan Basuki Rahmat ini dipengaruhi oleh 3 faktor, diantaranya sebagai berikut :

1. Kepadatan / kemacetan lalu lintas biasanya terjadi pada pagi hari dan sore hari pada jam-jam masuk dan pulang kerja.

2. Kepadatan dan kemacetan dikarenakan dimensi jalan tidak sesuai lagi dengan jumlah kendaraan yang melewatinya, disamping itu juga disebabkan karena jalan Basuki Rahmat merupakan simbol pertemuan arus lalu lintas yang datang dari kawasan Surabaya Barat menuju Timur.

3. Kepadatan / kemacetan tersebut juga disebabkan karena tingginya aktifitas keluar – masuk di Tunjungan Plasa.

Selain itu arus pencapaian cukup mudah, dikarenakan adanya jalan yang lebar dan jarang terjadi kemacetan. Pencapaian dari dalam kota menuju lokasi site dapat dilalui dari beberapa alternatif jalur, antara lain :

- Alternatif jalur 1 :

Jl. Panglima Sudirman – Jl. Basuki Rahmat (dari arah daerah Bambu Runcing) Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Basuki Rahmat (dari arah daerah BRI Tower ).

- Alternatif jalur 2 :

Jl. Tunjungan – Jl. Pemuda – Jl. Taman Apsari – Jl. Basuki Rahmat.

3. 3. 2. Potensi Lingkungan / Site.

Potensi bangunan disekitar site tidak terlepas dari keadaan di sekitar site yaitu:

- Kawasan merupakan daerah perumahan yang mayoritas merupakan masyarakat golongan menengah atas.

- Fasilitas lainnya yaitu kawasan ini merupakan daerah perkantoran, perdagangan bahkan fasilitas hiburan umum yang berupa seperti bank swasta, show room, ruko, restoran siap saji, dan Mall.

Pada kawasan ini juga terdapat peninggalan cagar budaya sejarah ”Joko Dolog” yaitu tepatnya di belakang kawasan tersebut, tetapi sayangnya keberadaan fasilitas kebudayaan masih kurang optimal, fasilitasnya hanya sebatas Gapura dan pagar / tembok pembatas itupun juga digunakan PKL (pedagang kaki lima) untuk menjajakan panganannya.

Desain dari perencanaan Pusat Seni Fotografi ini dapat mendukung kawasan karena dari segi fungsi bangunan dapat memberikan nilai lebih bagi kawasan tersebut. Dengan adanya bangunan Mall dan banyaknya bangunan perdagangan seperti halnya Show Room Toyota seperti pada kawasan ini dan juga secara tidak langung dapat memberikan ”landmark” tersendiri pada kawasan Basuki Rahmat ini (Unit Kawasan Jasa dan Perdagangan), dapat diharapkan dapat menarik pengunjung dalam jumlah yang besar. Dengan demikian eksistensi bangunan

Pusat Sinematografi tersebut terhadap ”sequence” bangunan sekitar dapat memberikan ciri khas tersendiri dan dapat memberikan eksisting lingkungan yang bagus terhadap lingkungan sekitar site.

3. 3. 3. Infrastruktur Kota.

Infrastruktur kota merupakan hal terpenting dalam menunjang suatu kota agar menjadi struktur kota yang teratur. Infrastruktur kota yang ada di wilayah lokasi obyek perancangan meliputi :

- Jaringan Listrik.

Kebutuhan fasilitas listrik pada kawasan perencanaan di suplai oleh PLN wilayah XII Cabang Surabaya Selatan. Jaringan listrik yang ada pada wilayah perencanaan ini yaitu Saluran Udara Tegangan Tinggi ( SUTT ) yang melintasi kelurahan Embong Kaliasin dan kelurahan Genteng ke arah selatan. Saluran Udara Menengah ( SUTM ) 20 KV terdapat di jalan Urip Sumoharjo sampai jalan Basuki Rahmat dan Saluran Udara Tegangan Rendah terdistribusi merata pada jalan lingkungan yang melewati kawasan permukiman.

- Jaringan Air Bersih.

Pelayanan air bersih untuk wilyah distrik ini dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) dengan jaringan yang telah menjangkau wilayah ini. Seluruh kawasan perencanan mendapat pelayanan air bersih dari PDAM, dilayani melalui jaringan pipa primer berdiameter > 600 mm dan pipa sekunder berdiameter < 600 mm yang melewati Jalan Urip Sumoharjo – Jalan Basuki Rahmat.

- Jaringan Telepon.

Jaringan telepon di wilayah perencanaan sudah menjangkau seluruh kawasan ini. Pola jaringan telepon mengikuti pola jaringan jalan yang ada di wilayah ini. Pelayanan telepon tidak hanya melalui sambungan langsung ke rumah atau tempat usaha, tetapi juga dengan telepon umum dan wartel yang

dimaksudkan agar dapat menjangkau masyarakat luas. Pengembangan pelayanan telekomunikasi telepon diutamakan terutama untuk kegiatan pemerintahan, perdagangan, jasa dan kegiatan lain dengan intensitas tinggi.

- Pembuangan Sampah.

Wilayah perencanaan untuk saat ini sudah memiliki sistem pengelolaan dan pembuangan sampah, namun sebagian sampah yang dihasilkan dari rumah tangga masih dibuang pada tempat sampah yang ada dan selanjutnya dibuang ke TPS dan TPA. Sedangkan sampah non perumahan, pembuangannya dilakukan oleh Dinas Kebersihan menuju ke TPA.

- Jaringan Gas.

Pada kawasan perencanaan terdapat jaringan gas yang dipasok dari Pagerungan Madura melalui stasiun gas Porong. Kebutuhan gas untuk rumah tangga pada kawasan perencanaan dipenuhi melalui pelayanan gas dengan sistem tebung, meskipun jaringan pipa gas sudah tertanam di dalam kawasan perencanaan.

- Drainase.

Jaringan saluran drainase yang berada di kawasan perencanaan ini kebanyakan peninggalan Belanda, air flushing untuk kawasan tersebut berasal dari Kali Mas lewat pintu air disamping jembatan Jalan Sonokembang. Kondisi eksisting saluran drainase pada kawaan perencanaan berdasarkan 4 hal yang mempengaruhi kondisi eksisting drainase tersebut, yaitu sebagai berikut:

1. Sistem dan klasifikasi : Tersier.

2. Nama saluran : Pinggir Jalan Basuki Rahmat.

3. Arah aliran : Selatan - Utara, muara ke saluran Embong Sawo Barat

4. Kondisi : Plengsengan, terawat, lebar saluran 0,8 m.

- Limbah.

Limbah yang dihasilkan pada unit distrik wilayah ini merupakan limbah domestik. Air buangan yang berasal dari dapur dan kamar mandi umumnya disalurkan langsung dan kemudian dibuang bersama air hujan menuju saluran pematusan. Sedangkan buangan dari WC dibuang di septic tank, kemudian diserapkan dalam tanah melalui sumur resapan. Penanganan limbah pada daerah Basuki Rachmat telah melalui instalasi pengelolaan limbah yang dimiliki oleh pengembang infrastruktur kota. (sumber Tata Kota Surabaya, Mei 2003).

- Penanggulangan Kebakaran.

Sarana dan prasarana yang disediakan dalam rangka antisipasi bagi penanggulangan kebakaran adalah berupa pos pemadam kebakaran, hidran umum, dan tabung kebakaran. Sarana dan prasarana ini sangat diperlukan, mengingat wilayah perencanaan merupakan kawasan pengembangan perumahan. Satu pos pemadam kebakaran minimum menyediakan 2 unit mobil kebakaran atau dengan perbandingan 1 unit mobil kebakaran untuk melayani 10.000 jiwa penduduk. (sumber Tata Kota Surabaya, Mei 2003).

BAB IV

Dalam dokumen PUSAT SENI FOTOGRAFI DI SURABAYA. (Halaman 44-53)

Dokumen terkait