Keberhasilan dalam mendesain sebuah rancangan, juga ditentukan oleh keberhasilan seorang arsitek dalam mendesain dan menata bagian-bagian dalam bangunan yang direncanakan. sesuai dengan kebutuhan, dan untuk siapa bangunan ini diciptakan. Selain desain, analisa-analisa juga berperan penting dalam perancangan seperti analisa ruang,dan analisa site. Semua data yang didapat dari analisa tersebut akan berperan penting untuk mencapai tingkat kenyamanan dan kebutuhan yang ingin dicapai, agar setiap pengunjung yang datang diharapkan dapat menikmati setiap sudut dari bangunan yang kita rancang. Berikut akan dijelaskan lebih rinci dalam proses analisa ruang dan site bangunan.
4. 1. Analisa Ruang
Dari pemrograman ruang berdasarkan kebutuhan yang telah dilakukan di bab 2 sebelumnya, telah ditemukan ruang-ruang dengan perbedaan fungsi, kebutuhan, aktivitas yang terjadi di dalamnya, dan juga perbedaan pengguna yang direncanakan hadir dalam perancangan proyek. Dari beragam jenis ruang-ruang yang ada tersebut, perlu dilakukan sebuah pengorganisasian ruang agar ruang-ruang tersebut dapat hadir dengan perancangan yang lebih terarah, teratur, terencana dan tidak abstrak penempatannya sehingga secara pasti untuk mempermudah pengguna dalam menggunakan ruang-ruang tersebut nantinya.
Ruang-ruang yang hadir dalam perencanaan berdasarkan pemrograman kebutuhan ruang yang telah dilakukan (masih bersifat ruang secara umum, ruang skala besar), adalah sebagai berikut :
1. Fasilitas Utama
Fasilitas utama yang ada di Pusat Seni Fotografi di Surabaya ini terdiri dari Gallery sebagai ruang pamer karya para seniman foto dan studio fotografi serta laboratorium fotografi. Fasilitas ini diperuntukkan bagi para fotografer
untuk memajang karya dan para menikmat foto yang ingin menggunakan jasa fotografer.
a. Fasilitas pameran
- Gallery sebagai ruang pamer karya b. Fasilitas pendidikan - Kursus fotografi c. Fasilitas profesional - Studio fotografi - Laboratorium fotografi 2. Fasilitas Penunjang
Beberapa ruang dalam fasilitas penunjang ini merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi umum dan sebagai aarea perdagangan peralatan dan perlengkapan fotografi tetapi juga ada beberapa ruang yang privasi dan dikhususkan untuk pengelola gedung Pusat Seni Fotografi di Surabaya tersebut.
- Lobby
- Ruang Resepsionis - Hall
- Ruang Pimpinan dan Administrasi - Musholla
- Cafe
- Ruang Workshop
- Toko yang menjual perlengkapan dan kebutuhan fotografi
3. Fasilitas Servis
Beberapa ruang dalam fasilitas servis ini merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi karyawan yang membantu dalam hal peralatan maupun infrastruktur gedung Pusat Sinematografi tersebut.
- Gudang Peralatan - Dapur
- Ruang Mesin
- Ruang Istirahat dan loker (karyawan + satpam) - Toilet
4. Fasilitas Outdoor Area
Fasilitas outdoor ini ditempatkan di sekitar luar bangunan atau gedung Pusat Seni Fotografi di Surabaya tersebut dan diperuntukkan bagi umum dan juga sebagai menambah estetika.
- Parkir - Taman
Program Ruang merupakan pengelompokkan ruang – ruang yang ada didalam obyek perancangan. Dimana pengelompokkan ruang – ruang ini terbagi atas beberapa kelompok ruang yang terdiri dari beberapa ruang didalam obyek perancangan. Pengelompokkan ruang tersebut seperti terlihat pada tabel dibawah.
No. Kelompok
Ruang Fasilitas Nama Ruang
1. Area Pengelola Ruang
Pengelola
- Ruang Pimpinan - Ruang Administrasi - Ruang Karyawan - Ruang Resepsionis - Ruang Satpam (security) 2. Area Utama Fasilitas Utama - Gallery sebagai ruang pamer
karya.
- Kursus fotografi
- Laboratorium Foto h/p dan Warna
- Ruang Studio Fotografi - Kamar Gelap
3. Area Penunjang Fasilitas Penunjang
- Lobby
- Ruang Resepsionis - Hall
- Ruang Pimpinan dan Administrasi
- Musholla - Cafe
- Ruang Workshop - Toko yang menjual
perlengkapan dan kebutuhan fotografi
4. Area Servis Fasilitas Servis - Gudang Peralatan - Dapur
- Ruang Mesin - Toilet
5. Area Outdoor Fasilitas Outdoor
- Parkir - Taman
Tabel 4. 1. Program Ruang (Sumber : Analisis penulis, 2011)
4. 1. 1. Organisasi Ruang
Merupakan pembagian kebutuhan ruang didalam obyek perancangan yang membentuk sebuah alur antara ruang yang satu dengan ruang yang lain. Dimana nantinya didalam pengorganisasian ruang ini dapat terlihat hubungan antara ruang yang satu dengan yang lain.
Bagan 4. 1. Organisasi Ruang Secara Makro Sumber : Analisis penulis, 2011 - R. Fasilitas
penunjang - R. Fasilitas Perdagangan
Ruang Fasilitas Utama
- Ruang Fasilitas kursus - R. Fasilitas Umum
Ruang Fasilitas servis Entrance
Organisasi ruang secara makro :
Konsep organisasi ruang secara makro menggunakan konsep terpusat dimana ada ruang yang dominan dan terdapat ruang-ruang sekunder yang dikelompokkan, hal ini diharapkan untuk mempermudah pencapaian pada ruang yang dominan dan mempermudah pencarian ruang.
Organisasi ruang secara mikro :
Konsep organisasi ruang secara mikro menggunakan konsep secara linier dimana ruang berurutan dan berulang-ulang, ini ditujukan untuk mempermudah pencapaian antara satu ruang dengan ruang yang lainnya.
Struktur organisasi dalam skala mikro a. Fasilitas Utama.
Bagan 4. 2. Organisasi Ruang Fasilitas Utama Sumber : Analisis penulis, 2011
Entrance
Lobby
Out Door Area
Gallery
Kursus fotografi Toilet
Kamar Gelap
b. Fasilitas Penunjang.
Bagan 4. 3. Organisasi Ruang Fasilitas Penunjang Sumber : Analisis penulis, 2011
d. Ruang Luar
Bagan 4. 4. Organisasi Ruang Area Outdoor Sumber : Analisis penulis, 2011
Parkir Main Entrance Taman Studio Foto Outdoor Ruang Serkuriti Mushola Parkir Entrance Lobby Ruang Workshop Toko perlengkapan fotografi Ruang Pengelola Ruang Pimpinan dan Direktur
Cafe Out Door Area
Toilet
e. Fasilitas Servis
Bagan 4. 4. Organisasi Ruang Fasilitas Servis Sumber : Analisis penulis, 2011
4. 1. 2. Hubungan Ruang dan Sirkulasi
Sirkulasi manusia
Merupakan jenis sirkulasi yang digunakan untuk manusia berjalan kaki. Untuk menjaga agar kendaraan bermotor tidak memasuki daerah yang digunakan sebagai area pejalan kaki. Ada beberapa solusi untuk menjaga hal tersebut, diantaranya :
a. Dengan cara memberikan perbedaan tekstur pada pedestrian dan jalan untuk kandaraan bermotor.
b. Dengan cara memberikan perbedaan ktinggian atau level tanah pejalan kaki dengan pengguna kendaraan bermotor antara 10-15 cm.
Toilet
Gudang Peralatan Pantri
Parkir / Outdoor Area
Ruang Karyawan
Ruang Mesin AC Ruang Genset Ruang Gardu dan
Sirkulasi pengunjung
Bagan 4. 6. Sirkulasi Pengunjung Sumber : Analisis penulis, 2009
4. 1. 3. Diagram Abstraksi
Filosofi arsitektur Tradisional menjadi pertimbangan dalam membuat pola sirkulasi, dan konsep rumah Jawa yang menjadi acuan dalam menentukan pola sirkulasi. Konfigurasi hubungan ruang atau bagian- bagian rumah Jawa yang membentuk tatanan tiga bagian linier belakang, menjadi pendekatan dari konsep sirkulasi.
Dimana bagian depan adalah Pendopo, ditengah peringgitan, dan yang paling belakang dan terdalam adalah dalem. Maka konsep sirkulasi antar ruang menggunakan pola linier. Sirkulasi linier : sirkulasi yang menunjukkan satu arah dan menggambarkan gerakan perkembangan dan pertumbuhan ( Francis D.K. Ching ). Sirkulasi linier mengarahkan perjalanan dari keterkaitan masing-masing ruang. Parkir Main Entrance Lobby Gallery Outdoor Area Cafe Toilet R. workshop Toko Perlengkapan Fotografi
Gambar 4. 1. Diagram Abstrak
Gambar 4. 1. Diagram Abstrak Sumber : Analisis penulis, 2011
4. 2. Analisa Site
4. 2. 1 Analisa Aksesbilitas
Dapat dilihat bahwa jalur dari arah Jl. Basuki Rachmad cukup lebar dan berada pada pusat kota, sehingga arus kendaraan yang melalui daerah site dapat dengan mudah untuk mencapai site yang akan digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk merancang sebuah jalur aksesibilitas atau pencapaian adalah :
a. Sirkulasi kendaraan
Sirkulasi kendaraan pada daerah Basuki Rachmat tidaklah terlalu macet, hanya bila terjadi macet pada saat-saat tertentu saja dikarenakan padatnya kendaraan-kendaraan umum yang menunggu atau menurunkan penumpang tepat di depan Tunjungan Plaza. Karena jalan Basuki Rahmat cukup lebarnya dangan ukuran lebar jalan 19,20 m tersebut dapat mengurangi kemacetan yang diakibatkan padatnya kendaraan umum maupun pribadi.
Gambar 4. 2. Analisa Site Aksesbilitas Sumber : Analisis penulis, 2011
b. Enterance
Main Entrance yang baik untuk sirkulasi kendaraan keluar ataupun masuk pada pada site tersebut dapat ditemukan pada bagian Barat dengan analisa pada bagian tersebut dekat dengan sirkulasi kendaraan yang searah sirkulasi kendaraan yang akan masuk ataupun keluar dari site tersebut. Sehingga tidak menggangu sirkulasi kendaraan umum yang lalu - lalang pada Jl. Basuki Rahmat terhadap sirkulasi kendaraan yang yang keluar – masuk site tersebut.
Gambar 4. 3. Analisa Main Entrance Sumber : Analisis penulis, 2009
LOKASI SITE
Main Entrance
Pada sisi ini dapat dikatakan sangat baik karena memiliki view
yang besar
Main Entrance Sirkulasi kendaraan yang cukup lebar dapat mengurangi kemacetan Akses keluar masuk pada area permukiman
c. View bangunan
View yang tertangkap pada bangunan yaitu pada bagian daerah Tunjungan Plaza dan McDonald, karena 2 bangunan tersebut merupakan ikon hiburan dari Jl. Basuki Rahmat dan juga pada 2 tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya orang-orang dan merupakan tempat pusat hiburan. Dan dengan menaruh view pada bagian ini, diharapkan dapat menangkap view-view tersebut untuk dijadikan view keluar pada bangunan maupun view yang ditangkap oleh orang-orang pada lingkungan sekitar tersebut
4. 2. 2. Analisa iklim
Keadaan klimatologi rencana tidak berbeda dengan keadaan klimatologi Kota Surabaya pada umumnya. Dimana tekanan udara maksimum 1014,8 mbs dan minimum 1002,4 mbs. Temperatur maksimum 31,3 dan minimum 26,2 kelembaban udara maksimum 100 % dan minimum 30 %. Rata-rata curah hujan pertahun 117,67 mm ( sumber : RTRK UD. Tunjungan ).
Site yang terletak pada kawasan micro climate Surabaya memiliki kondisi
iklim tropis lembab, sehingga bangunan di anjurkan untuk menggunakan desain bangunan tropis, yang diutamakan pada desain atap. Letak site di sebelah barat memiliki orientasi mengahadap ke jalan utama Basuki Rahmat. Bangunan yang menghadap ke arah barat dan timur tentunya menyerap lebih panas daripada bagian bangunan yang menghadap utara dan selatan.
Gambar 4. 4. Orientasi Matahari 1 Sumber : Analisis penulis, 2011
Sinar matahari disiasati dengan penggunanan second skin pada bagian yang terkena sinar matahari secara langsung dan frontal. Sehinga dapat menggurangi radiasi panas matahari.
Gambar 4. 5. Orientasi Matahari 2 Sumber : Analisis penulis, 2009
4. 2. 3. Analisa Lingkungan Sekitar.
Pada site ini memiliki dua view yang biasa digunakan, yakni dari arah jalan Basuki Rahmat dan Jalan Taman Apsari. Karena hanya jalan ini yang berbatasan dengan site tersebut.
Dengan melihat batas-batas sekitar site, untuk area antara bangunan dan jalan dapat digunakan sebagai ”view penangkap” terhadap jalan raya terutama pada bagian McDonald dan Tunjungan Plaza. Kemudian area yang berbatasan dengan permukiman penduduk dapat digunakan sebagai foyer yang menjadi ruang perantara antara kompleks Pusat Seni Fotografi di Surabaya dengan perumahan penduduk ataupun dapat digunakan sebagai ruang-ruang penunjang.
U
SITE
Gambar 4. 6. Gambar Keadaan Lingkungan Sumber : Analisis penulis, 2011
a. Kebisingan
Kebisingan pada lingkungan site termasuk dalam kondisi ramai dan padat, karena intensitas lalu lintas kendaraan padat tetapi dimensi jalan cukup lebar sehingga jarang terjadi kemacetan. Bila ada kemacetan itupun dipengaruhi oleh adanya banyak kendaraan umum, seperti halnya Bus, Bemo, dan Taksi yang akan menepi untuk mengambil penumpang pada depan bangunan Tunjungan Plaza.
Gambar 4. 7. Kondisi Jalan Basuki Rachmad
Jl. Basuki Rahmat McDonald
Tunjungan Plaza
b. Bangunan Sekitar Site.
Pada sekitar site terdapat beberapa bangunan seperti perkantoran dan pertokoan (Mall) seperti Tunjungan Plasa yang sampai saat ini menjadi ikon yang kuat, beberapa Shoroom mobil seperti Shoroom Honda, Shoroom Nissan, Shoroom Toyota yang merupakan merk mobil kelas dunia, ada juga Fastfood Mcdonals yang sangat famliar di kancah anak muda karena di tempat tersebut merupakan tempat kongkow yang nyaman dan cocok untuk anak muda. Dimana pada bangunan perkantoran dan pertokoan tersebut sama-sama menggunakan gaya modern, hal tersebut ditujukan untuk menarik pengunjung dan saling memberikan eksisitensi pada lingkungan sekitar site dan mengingat pada kawasan tersebut merupakan Unit Kawasan Jasa dan Perdagangan di Surabaya. Dan juga pertokoan dan perkantoran merupakan bangunan yang terlihat dominan pada kawasan tersebut.
4. 3. Analisa Bentuk dan Tampilan 4. 3. 1. Bentuk Geometri Dasar (Tipologi)
Bentukan dasar dari bagunan Pusat Seni Fotografi di Surabaya ini adalah lingkaran dan persegi panjang. Penggunaan bentukan lingkaran ini dikarenakan fleksibilitas dan konsep ide bentuk bangunan diambil dari metafora bentukan lensa yang berbentuk lingkaran.
Gambar 4. 8. Ide Bentuk 1
U
Gallery Toko Fotografi Main Lobby Studio Fotografi EntranceDalam konsep fasad ini terdapat beberapa bentukan yang diaplikasikan pada bangunan Pusat Seni Fotografi di Surabaya. Bentukan tabung, lempeng, garis-garis vertikal.
Bentukan tabung yang mengambil ide bentuk lensa kamera SLR dan bentukan bagian belakan dari bangunan Pusat Seni Fotografi ini berbentuk tabung.
Gambar 4. 9. Ide Bentuk 2