BAB III METODE PENELITIAN
3.3 Variabel Penelitan
3.3.2. Loyalitas Karyawan (Y2)
Loyalitas karyawan adalah suatu sikap mental dari karyawan yang ditunjukkan dengan sikap setianya terhadap perusahaan walaupun
perusahaannya dalam keadaan baik maupun dalam keadaan buruk (Hermawan & Riana, 2014). Jadi loyalitas karyawan adalah suatu sikap karyawan yang menunjukkan sebuah kesetiaan terhadap perusahaan dalam keadaan apapun. Teori yang mendasari loyalitas karyawan adalah teori Al-
Wala’. Terdapat empat indikator yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur loyalitas karyawan. Indikator yang pertama adalah ketaatan yang menunjukkan tiga implementasi dari teori Al-Wala’, ketaatan diwujudkan dengan semangat dan rajin bekerja dan mematuhi peraturan yang ada. Taat bekerja juga merupakan ibadah yang berarti mengimplementasikan teori Al-
Wala’ yang pertama. Taat bekerja maka mewujudkan kepatuhan terhadap entitas bank syariah sesuai implementasi yang kedua. Implementasi yang ketiga yaitu taat bekerja berarti memenuhi apa yang dibutuhkan oleh stakeholder. Indikator bertangungg jawab, pengabdian dan kejujuran juga sesuai implementasi teori Al-Wala’. Berikut disajikan tabel indikator dan item pertanyaan dalam penelitian ini.
Tabel 3.3
Item Pertanyaan Kuesioner Variabel Loyalitas Karyawan (Y2)
Indikator Pengukuran Pertanyaan
Ketaatan Saya selalu semangat dan rajin dalam bekerja
Saya selalu mematuhi peraturan yang ada dalam perusahaan
Bertanggung jawab Saya selalu menjunjung tinggi tanggung jawab dalam setiap tugas saya
Pengabdian Saya akan bersedia lembur ketika perusahaan meminta saya untuk menyelesaikan pekerjaan
Kejujuran Saya selalu berusaha jujur dalam melakukan pekerjaan saya
Item pertanyaan dari variabel loyalitas karyawan dapat dilihat pada Tabel 3.3.Variabel loyalitas karyawan diukur self assessment dengan skala Likert menggunakan empat alternatif (sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju) antara 1 sampai 4.Skor terendah (1) dari jawaban responden menunjukkan rendahnya loyalitas karyawan yang ada, sebaliknya skor tinggi (4) menunjukkan tingginya karyawan yang ada.
3.3.3 Kepercayaan (X1)
Penelitian tentang pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas telah banyak dilakukan. Hasilnya bahwa kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. Definisi kepercayaan adalah keyakinan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang dengan bank syariah (Lestari, 2015). Kepercayaan dalam penelitian ini didasarkan teori Reasoned Action. Terdapat tiga indikator untuk mengukur kepercayaan yaitu keandalan, kepedulian, dan kredibilitas. Ketiga indikator ini menujukkan sikap positif dari seorang nasabah dan karyawan terhadap bank syariah. Sikap positif ini yang mendorong nasabah dan karyawan untuk berperilaku loyal yang sesuai dengan teori Reasoned Action. Ketiga indikator ini dipilih agar kepercayaan ini dapat digunakan sebagai faktor untuk loyalitas nasabah dan karyawan. Berikut disajikan indikator dan item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 3.4
Item Pertanyaan Kuesioner Variabel Kepercayaan (Nasabah) (X1)
Indikator Pengukuran Pertanyaan
Keandalan Menurut saya perbankan syariah merupakan bank yang dapat diandalkan.
Bank syariah dapat menjadi solusi tepat bagi saya dalam melakukan transaksi.
Kepedulian Bank syariah peduli terhadap permasalahan yang terjadi pada nasabahnya.
Bank syarah selalu mengutamakan kepentingan nasabah
Kredibilitas Menurut saya perbankan syariah mempunyai reputasi yang baik di mata masyarakat.
Sumber : (Widodo, 2015)
Tabel 3.5
Item Pertanyaan Kuesioner Variabel Kepercayaan (Karyawan) (X1)
Indikator Pengukuran Pertanyaan
Keandalan Menurut saya perusahaan dapat dipercaya dan dapat diandalkan
Kepedulian Perusahaan mampu menangani masalah yang berkaitan dengan karyawannya
Perusahaan selalu memberikan penghargaan pada karyawan yang berprestasi
Kredibilitas Menurut saya perusahaan mempunyai reputasi yang baik dan saya bangga menjadi bagian dari perusahaan Sumber : (Widodo, 2015)
Item pertanyaan dari variabel kepercayaan dapat dilihat pada Tabel 3.4 untuk nasabah Tabel 3.5 untuk karyawan.Variabel kepercayaan diukur self assessment dengan skala Likert menggunakan empat alternatif (sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju) antara 1 sampai 4.Skor terendah (1) dari jawaban responden menunjukkan rendahnya kepercayaan yang ada, sebaliknya skor tinggi (4) menunjukkan tingginya kepercayaan yang ada.
3.3.4 Komitmen (X2)
Pengertian Komitmen di bab sebelumnya telah dijelaskan yaitu kekuatan hubungan yang terjalin antar pihak yang berhubungan untuk menjalin hubungan yang bernilai dalam jangka waktu yang lama (Tambingon, 2012). Penelitian mengenai komitmen berpengaruh terhadap loyalitas telah dilakukan hasilnya bahwa komitmen berpengaruh positif terhadap loyalitas.
Adapun indikator yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah adopsi indikator dari penelitian sebelumnya. Indikator untuk mengukur komitmen tersebut adalah komitmen afektif, komitmen berkelanjutan dan komitmen normatif. Pemilihan indikator disesuaikan agar variabel komitmen dapat digunakan dalam pengujian loyalitas nasabah maupun karyawan. Teori yang mendasari komitmen dalam penelitian ini adalah teori atribusi. Teori ini mengasumsikan bahwa seseorang individu berperilaku atas kombinasi faktor internal dan eksternal. Komitmen mempunyai tiga indikator yang keseluruhannya mencerminkan faktor internal dalam diri nasabah dan karyawan. Salah satu indikatornya yaitu komitmen afektif yang menyatakan adanya rasa bangga menjadi nasabah atau karyawan dari bank syariah. Rasa bangga merupakan faktor dalam diri nasabah dan karyawan yang mempengaruhi dalam berperilaku. Ketiga indikator dipilih karena dapat mengukur komitmen yang berpengaruh terhadap loyalitas nasabah maupun karyawan. Berikut adalah tabel indikator beserta item pertanyaan.
Tabel 3.6
Item Pertanyaan Kuesioner Variabel Komitmen (Nasabah) (X2)
Indikator Pengukuran Pertanyaan
Komitmen Afektif Saya merasa bangga menjadi nasabah dari bank syariah
Komitmen berkelanjutan
Saya akan tetap menjadi nasabah perbankan syariah untuk memenuhi kebutuhan dan juga ibadah
Saya merasa loyalitas itu penting, karena itu saya merasa berkewajiban secara moral untuk tetap menjadi nasabah bank syariah
Komitmen normatif Saya merasa bersalah apabila meninggalkan kerja sama dengan bank syariah untuk berpindah ke bank selain syariah
Sumber : (Lubis, 2010)
Tabel 3.7
Item Pertanyaan Kuesioner Variabel Komitmen (Karyawan) (X2)
Indikator Pengukuran Pertanyaan
Komitmen afektif Saya merasa bangga menjadi karyawan dari bank syariah
Komitmen berkelanjutan
Saya akan tetap bekerja di bank syariah untuk memnuhi kebutuhan dan juga sebagai ibadah
Saya merasa loyalitas itu penting karena itu saya merasa berkewajiban secara moral untuk tetap bekerja di bank syariah
Komitmen normatif Saya merasa bersalah apabila meninggalkan bank syariah untuk bekerja di selain bank syariah
Sumber : (Lubis, 2010)
Item pertanyaan dari variabel komitmen dapat dilihat pada Tabel 3.6 untuk nasabah Tabel 3.7 untuk karyawan.Variabel komitmen diukur self assessment dengan skala Likert menggunakan empat alternatif (sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju) antara 1 sampai 4. Skor terendah (1) dari jawaban responden menunjukkan rendahnya komitmen yang ada, sebaliknya skor tinggi (4) menunjukkan tingginya komitmen yang ada.
3.3.5 Komunikasi (X3)
Komunikasi dapat dikatakan sebagai pertukaran informasi antara pihak satu dengan pihak yang lainnya dimana didalamnya bisa menjelaskan keluhan keluhan yang dirasakan (Tambingon, 2012). Variabel komunikasi ini sesuai dengan teori atribusi dimana komunikasi sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku seseorang. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yang masing-masing ditunjukkan dengan item pertanyaan kuesioner. Item pertanyaan kuesioner tersebut mencerminkan bahwa bank diposisikan sebagai pemberi informasi kepada nasabah dan karyawan yang selanjutnya akan berdampak terhadap nasabah dan karyawan dalam berperilaku. Indikator dalam penelitian ini dipilih agar dapat mengukur komunikasi yang berpengaruh terhadap loyalitas nasabah dan karyawan. Berikut disajikan indikator dan item pertanyaan.
Tabel 3.8
Item Pertanyaan Kuesioner Variabel Komunikasi (Nasabah) (X3)
Indikator Pengukuran Pertanyaan
Ketepatan waktu dalam memberikan informasi
Bank syariah memberikan informasi dengan tepat waktu dan dapat dipercaya
Kecepatan dan daya tanggap dalam menanggapi keluhan
Bank syariah memberikan layanan yang cepat terhadap nasabah
Bank syariah selalu siap dalam merespon keluhan nasabah
Informasi yang diberikan akurat
Bank syariah selalu memberikan informasi yang akurat terhadap nasabah
Tabel 3.9
Item Pertanyaan Kuesioner Variabel Komunikasi (Karyawan) (X3)
Indikator Pengukuran Pertanyaan
Ketepatan waktu dalam memberikan informasi
Perusahaan selalu memberikan informasi yang tepat terhadap karyawan
Kecepatan dan daya tanggap dalam menanggapi keluhan
Informasi yang diberikan cepat tersampaikan dan berdampak positif bagi karyawan
Perusahaan dapat menangani dengan cepat setiap ada keluhan baik dari karyawan maupun pelanggan Informasi yang
diberikan akurat
Perusahaan selalu memberikan informasi yang akurat Sumber : (Yakin, 2013)
Item pertanyaan dari variabel komunikasi dapat dilihat pada Tabel 3.9 untuk nasabah Tabel 3.10 untuk karyawan.Variabel komunikasi diukur self assessment dengan skala Likert menggunakan empat alternatif (sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju) antara 1 sampai 4.Skor terendah (1) dari jawaban responden menunjukkan rendahnya komunikasi yang ada, sebaliknya skor tinggi (4) menunjukkan tingginya komunikasi yang ada.