BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.2. Keluarga Berencana
2.2.7. Macam-Macam Metode Kontrasepsi
Dalam menggunakan kontrasepsi, keluarga pada umumnya mempunyai perencanaan atau tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu menunda/mencegah kehamilan, menjarangkan kehamilan, serta menghentikan/mengakhiri kehamilan atau kesuburan. Ada dua pembagian cara
kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana dan cara kontrasepsi modern (metode efektif) (Hartanto, 2010):
2.2.7.1. Kontrasepsi Sederhana
Kontrasepsi sederhana terbagi atas kontrasepsi tanpa alat dan kontrasepsi dengan alat. Kontrasepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan senggama terputus (coitus interruptus) dan KB alamiah (metode kalender, metode suhu badan basal, metode lendir serviks, metode simpto-termal). Sedangkan kontrasepsi dengan alat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, diafragma atau cup, cream, jelli atau tablet berbusa (vaginal tablet).
1. Metode Kalender (Ogino-Knaus)
Menentukan waktu opulasi dari data haid yang dicatat selama 6-12 bulan terakhir. Tehnik metode kalender, seorang wanita menentukan masa suburnya dengan: 1) mengurangi 18 hari dari siklus haid terpendek, untuk menentukan awal dari masa suburnya, 2) mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir masa suburnya. Efektivitas: angka kegagalan 15-47 kehamilan pada 100 wanita per tahun.
2. Metode Suhu Badan Basal
Adalah peninggian suhu badan basal 0,2-0,5°C pada waktu ovulasi, karena peninggian kadar hormon progesteron. Tehniknya: mengukur suhu tubuh dengan menggunakan thermometer, pengukuran dilakukan pada saat klien benar-benar istirahat. Efektivitas, angka kegagalan 0,3-6,6 kehamilan pada 100 wanita per tahun.
3. Metode Lendir Serviks (Billings)
Adalah perubahan siklus lendir serviks yang terjadi karena perubahan kadar estrogen. Tehnik metode lendir serviks, dimulai pada hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut sampai dengan hari ke-empat setelah gejala puncak (peak symptom). Efektivitas, angka kegagalan 0,4-39,7 kehamilan pada 100 wanita per tahun.
4. Metode Sympto-Termal
Adalah kombinasi antara bermacam metode KB alamiah untuk menentukan masa subur ovulasi. Efektivitas, angka kegagalan 4,9-34,4 kehamilan pada 100 wanita per tahun. Keuntungan kontrasepsi KB alamiah, adalah: 1) aman, 2) murah/tanpa biaya, 3) dapat diterima oleh banyak golongan agama, 4) sangat berguna baik untuk merencanakan maupun menghindari terjadinya kehamilan, 5) tanggung-jawab berdua sehingga menambah komunikasi dan kerja sama. Sedangkan kerugiannya adalah: 1) kurang begitu efektif dibandingkan metode-metode kontrasepsi lain, 2) perlu instruksi dan konseling sebelum memakai metode ini, 3) memerlukan catatan siklus haid yang cukup, 4) dapat menghambat spontanitas seksual, stres psikologis dan kesulitan-kesulitan dalam perkawinan, 5) bila siklus haid tidak teratur dapat mempersulit, 6) bila terjadi kehamilan, ada risiko bahwa ovum/spermatozoa-nya sudah “terlalu tua”.
5. Sanggama Terputus (Coitus Interruptus)
Adalah suatu metode kontrasepsi di mana sanggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intra-vaginal. Ejakulasi terjadi jauh dari genitalia eksterna wanita.
Keuntungan: 1) tidak memerlukan alat/murah, 2) tidak menggunakan zat-zat kimiawi, 3) selalu tersedia setiap saat, 4) tidak mempunyai efek samping. Kerugian metode ini: angka kegagalan cukup tinggi (16-23 kehamilan per 100 wanita per tahun), kenikmatan seksual berkurang bagi suami-isteri sehingga dapat memengaruhi kehidupan perkawinan.
6. Metode Barier pada Pria (Kondom)
Adalah alat yang menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genitalia interna wanita. Keuntungan metode ini adalah: mencegah kehamilan, memberi perlindungan terhadap penyakit akibat hubungan seks, dapat diandalkan, relatif murah, tidak memerlukan pemeriksaan medis dan pria ikut secara aktif dalam program KB. Kerugian KB Kondom adalah angka kegagalan relatif tinggi, perlu menghentikan sementara aktivitas dan spontanitas hubungan seks guna memasang kondom, perlu dipakai secara konsisten, hati-hati dan terus menerus pada setiap senggama. Baik untuk pasangan yang ingin menunda kehamilan atau ingin menjarangkan anak, jarang bersenggama, pasangan yang takut menularkan dan tertular penyakit kelamin, dan wanita yang kemungkinan sudah hamil.
7. Metode Barier pada Wanita (Barier Intra Vagina)
Adalah alat yang menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genitalia interna wanita dan immobilisasi/mematikan spermatozoa oleh spermisidnya. Keuntungan metode ini, yaitu untuk mencegah kehamilan dan mengurangi insidens penyakit akibat hubungan seks. Sedangkan kerugian metode ini adalah angka kegagalan relatif tinggi, aktivitas dan spontanitas hubungan seks harus dihentikan
sementara untuk memasang alatnya, perlu dipakai secara konsisten, hati-hati dan terus menerus pada setiap senggama.
8. Spermisid Vaginal
Adalah zat-zat kimia yang kerjanya melumpuhkan spermatozoa di dalam vagina sebelum spermatozoa bergerak ke dalam traktus genitalia interna. Keuntungan spermisid vaginal: aman, sebagai kontrasepsi pengganti bagi wanita dengan kontraindikasi pemakaian KB Pil, KB IUD dan lalin-lain. Tidak memerlukan supervisi medik. Kerugian metode adalah angka kegagalan relatif tinggi karena pemakaian yang tidak konsisten, harus digunakan sebelum senggama, harus diberikan berulang-kali untuk senggama yang berturut-turut dan dapat menimbulka iritasi. 2.2.7.2. Cara Kontrasepsi Modern/Metode Efektif
Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi hormonal (KB pil, KB suntik dan KB implant), KB IUD dan kontrasepsi mantap. Berdasarkan lama efektivitasnya, kontrasepsi dapat dibagi menjadi: 1) MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), yang termasuk dalam kategori ini adalah jenis KB susuk/implant, IUD, MOP, dan MOW; 2) Non MKJP (Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), yang termasuk dalam kategori ini adalah KB kondom, KB pil, KB suntik, dan metode-metode lain selain metode yang termasuk dalam MKJP (Andrews, 2009):
1. KB Pil
Adalah tablet yang mengandung hormon estrogen dan progesteron sintetik disebut Pil Kombinasi dan yang hanya mengandung progesteron sintetik saja disebut Mini Pil atau Pil Progestin. Cara kerja KB pil: menekan ovulasi, mengubah motilitas
tuba sehingga transportasi sperma terganggu, mengganggu pertumbuhan endometrium sehingga menyulitkan proses implantasi dan memperkental lendir serviks (mencegah penetrasi sperma). Efektivitas teoritis untuk KB pil sebesar 99,7 % sedangkan efektivitas praktisnya sebesar 90-96 %. Artinya KB pil cukup efektif jika tidak lupa meminum pil secara teratur.
Keuntungan KB pil adalah mudah penggunaannya dan mudah didapat, mengurangi kehilangan darah (akibat haid) dan nyeri haid, mengurangi risiko terjadinya kehamilan ektopik dan kista ovarium, mengurangi risiko terjadinya kanker ovarium dan rahim, pemulihan kesuburan hampir 100%. Baik untuk wanita yang masih ingin punya anak, punya jadwal harian yang rutin. KB pil harus diminum setiap hari, membutuhkan motivasi yang tinggi maka ia cocok untuk mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi misalnya masyarakat kota dan kurang sesuai untuk masyarakat desa.
2. KB Suntik
Kontrasepsi suntik adalah hormon yang diberikan secara suntikan/injeksi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Adapun jenis suntikan hormon ini ada yang terdiri atas satu hormon (Depo Provera, Depo Progestin, Depo Geston dan Noristerat), dan terdiri atas dua hormon (Cyclofem dan Mesygna). KB Suntikan sesuai untuk wanita pada semua usia reproduksi yang menginginkan kontrasepsi yang efektif, reversibel, dan belum bersedia untuk sterilisasi. Depo provera disuntikkan setiap 3 bulan sedangkan Noristerat setiap 2 bulan. Wanita yang mendapat KB suntik
tidak mengalami ovulasi. Efektivitas KB suntik: dalam teori 99,75%, dalam praktek 95-97%.
Keuntungannya: merupakan metode yang telah dikenal oleh masyarakat, dapat dipakai dalam waktu yang lama dan tidak memengaruhi produksi air susu ibu. Baik untuk wanita yang calon Akseptor yang tinggal di daerah terpencil, lebih suka disuntik daripada makan pil, menginginkan metode yang efektif dan bisa dikembalikan lagi, mungkin tidak ingin punya anak lagi dan tidak khawatir untuk tidak mendapat haid.
3. KB Implant (Subdermal)
Adalah 2 atau 6 kapsul kecil yang terbuat dari silikon berisi hormon levonorgestrel yang ditanam di bawah kulit, secara tetap melepaskan hormon tersebut dalam dosis kecil ke dalam darah. Bekerja dengan cara mencegah ovulasi, merubah lendir serviks menjadi kental dan sedikit sehingga menghambat pergerakan spermatozoa, dan mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi. Efektivitas dalam teori 99,7%, dalam praktek 97-99%.
Keuntungan KB implant yaitu sekali pasang untuk 5 tahun, tidak memengaruhi produksi ASI, tidak memengaruhi tekanan darah, pemeriksaan panggul tidak diperlukan sebelum pemakaian. Baik untuk wanita yang ingin metode praktis, mungkin tidak ingin punya anak lagi, tinggal di daerah terpencil dan tidak khawatir jika tidak dapat haid.
4. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau spiral, atau dalam bahasa Inggrisnya Intra Uterine Devices (IUD) adalah alat yang dibuat dari polietilen dengan atau tanpa metal/steroid yang ditempatkan di dalam rahim. AKDR mencegah kehamilan dengan cara: 1) mencegah terjadinya implantasi yang merupakan cara kerja utamanya, 2) mengubah cairan dalam uterus dan tuba falopii sehingga menghalangi pertemuan antara sperma dan ovum serta mencegah terjadinya pembuahan, 3) menyebabkan reaksi tubuh terhadap benda asing, dengan peningkatan kadar leukositosis dan fagositosis. Pemasangan biasanya pada akhir periode haid, ketika sebagian serviks lebih dilatasi sehingga mempermudah pemasangannya. AKDR juga dapat dipasang kapan pun hingga hari ke-19 jika siklus haid 28 hari, yang terutama berguna untuk insersi pasca koitus.
Jenis IUD di masa lampau dibuat dalam berbagai bentuk dan bahan yang berbeda-beda. Dewasa ini IUD yang tersedia di seluruh dunia hanya 3 tipe: 1) Inert, dibuat dari plastik (Lippes Loop) atau baja antikarat (The Chinese ring) mengandung tembaga, termasuk di sini TCu 380A, TCu 200C, Multiload (MLCu 250 dan 375) dan Nova T; 2) Mengandung hormon steroid seperti progestasert yang mengandung progesterone dan Levanova yang mengandung levonorgestrel; 3) IUD sangat efektif, tipe Multiload dapat dipakai sampai 4 tahun; Nova T dan Copper T 200 (CuT-200) dapat dipakai 3-5 tahun; Cu T 380 A dapat untuk 10 tahun. Kegagalan rata-rata 0,8 kehamilan per 100 pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian.
Copper T 380 A
IUD Copper T 380 A bentuknya mirip huruf “T”. Bentuk ini terbukti sangat efektif, aman, dan mudah beradaptasi. Dua faktor yang memperbesar hasil guna Copper T 380 A adalah: tidak ada IUD lain yang mempunyai luas permukaan tembaga seperti IUD Copper T 380A (380 mm2), tembaga di kedua lengan IUD ini menjamin tembaga akan dibebaskan di bagian tertinggi fundus uteri. Cara kerja IUD antara lain yaitu: untuk menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii, memengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai cavum uteri, mencegah sperma dan ovum bertemu dengan membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi, memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.
Keuntungan KB IUD adalah 1) aman dan segera dapat bekerja secara efektif, dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus, tidak perlu kontrasepsi tambahan, 2) tidak ada interaksi terhadap obat (tidak memengaruhi kualitas dan volume ASI, 3) daya kerja lama (10 tahun proteksi dari CuT-380 A dan tidak perlu diganti), 4) setelah dipasang, wanita tidak perlu mengingat apa pun sebagai bentuk kontrasepsi, 5) tidak memengaruhi hubungan seksual, 6) dapat digunakan sampai menapouse (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir).
Sedangkan kelemahan dari penggunaan KB IUD yaitu efek samping yang umum terjadi, seperti: menoragi dan dismenore, sedikit meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik, meningkatkan risiko terjadinya infeksi panggul,
ekspulsi IUD, perforasi uterus, malposisi IUD, dan kehamilan yang diakibatkan oleh ekspulsi, perforasi, atau malposisi IUD.
Pemasangan IUD tidak dianjurkan pada pasien yang dengan kontraindikasi absolut seperti: kehamilan ektopik sebelumnya pada ibu nulipara, abnormalitas uterus (uterus blkor-nuatum), infeksi panggul atau vagina: setelah diatasi IUD dapat dipasang, kehamilan, perdarahan saluran genitalia yang tidak terdiagnosis: jika penyebab telah didiagnosis dan diatasi IUD dapat dipasang, alergi terhadap komponen yang terkandung di dalam IUD, penggantian katup jantung karena peningkatan risiko infeksi, dan penderita HIV/AIDS karena penurunan sistem kekebalan tubuh dan peningkatan risiko infeksi akibat pemasangan IUD. Sedangkan kontraindikasi relatif terjadi pada pasien dengan riwayat infeksi panggul, fibroid atau endometriosis, ibu nulipara, diabetes, dismenore dan/atau menoragi, dan pengobatan dengan menggunakan penisilamin dapat mengurangi keefektifan tembaga.
Baik untuk wanita yang menginginkan kontrasepsi dengan tingkat efektifitas yang tinggi dan jangka panjang, tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkan anak, memberikan ASI, berada dalam masa postpartum dan tidak memberikan ASI, berada dalam masa pasca aborsi, mempunyai resiko rendah terhadap penyakit menular seksual (PMS), tidak dapat mengingat untuk minum sebutir pil setiap hari, lebih menyukai untuk tidak menggunakan metode hormonal atau yang memang tidak boleh menggunakannya, yang benar-benar membutuhkan alat kontrasepsi darurat.
Waktu penggunaan IUD sebaiknya dilakukan pada saat setiap waktu dalam siklus haid, yang dapat dipastikan klien tidak hamil. Hari pertama sampai ke-7 siklus
haid, segera setelah melahirkan, selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu pasca persalinan, setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenorea laktasi (MAL). Setelah terjadinya keguguran (segera atau dalam waktu 7 hari) apabila tidak ada gejala infeksi. Selama 1 sampai 5 hari setelah senggama yang tidak dilindungi. Waktu kontrol IUD 1 bulan pasca pemasangan, 3 bulan kemudian, setiap 6 bulan berikutnya, bila terlambat haid 1 minggu, jika ada perdarahan banyak atau keluhan istimewa lainnya.
Persyaratan pemakaian, adalah: usia reproduktif, telah mendapat persetujuan dari suami, pernah melahirkan dan mempunyai anak, telah cukup jumlah anaknya dan belum memutuskan untuk sterilisasi, tidak ingin hamil paling tidak untuk 2 tahun, dianjurkan sebagai pengganti KB pil bagi Akseptor KB yang berumur diatas 30 tahun, menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang, ibu menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi, setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya, setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi, risiko rendah dari Infeksi Menular Seksual (IMS), tidak menghendaki metode hormonal, tidak ada kontraindikasi.
Yang tidak boleh menggunakan IUD, yaitu diketahui atau dicurigai adanya kehamilan, infeksi panggul (pelvis) yang terus menerus, lecet (erosi) atau peradangan di leher rahim, diketahui atau dicurigai adanya kanker rahim, perdarahan yang tidak normal yang belum diketahui penyebabnya, perdarahan haid yang hebat, alergi terhadap logam, kelainan rahim (misalnya rahim kecil, endometriosis,
polipendometrium) dan kelainan jaringan perut yang menyulitkan pemasangan, pernah mempunyai riwayat kehamilan di luar kandungan.
Kontrasepsi IUD dapat dikeluarkan bila ibu menginginkannya, bila ibu ingin hamil, bila terdapat efek samping yang menetap atau masalah kesehatan lainnya, pada akhir masa efektif dari AKDR. Misalnya TCu 380A harus dikeluarkan sesudah 10 tahun terpasang. Untuk mengeluarkan/mencabut AKDR ibu harus kembali ke klinik. Kesuburan atau fertilitas normal segera kembali sesudah AKDR dicabut. Jika ibu tidak ingin hamil, maka AKDR yang baru dapat segera dipasang.
5. Kontrasepsi Mantap (Kontap)
Adalah pemotongan/pengikatan kedua saluran telur wanita (Tubektomi) atau kedua saluran sperma laki-laki (vasektomi) dengan efektivitas 99,9%. Keuntungan kontrasepsi Kontap adalah paling efektif, mengakhiri kesuburan selamanya (keberhasilan pembalikan tidak bisa dijamin). Rekanalisasi dengan microsurgery sedang dikembangkan, tidak perlu perawatan khusus. Baik untuk pasangan yang sudah yakin tidak ingin punya anak lagi, jika hamil akan membahayakan jiwanya dan ingin metode yang tidak menggagu.
2.2.8. Perilaku Masyarakat dalam Ber KB