BAB II TINJAUAN TEORITIS
F. Macam- macam Metode Menghafal Alquran
Salah satu hal yang dapat membantu menguatkan hafalan ini adalah terus mengulang-ulang apa yang telah dihafal setiap kali dia memiliki waktu luang.23
Alquran, yaitu metode. Ada beberapa metode yang lazim dipakai oleh penghafal Alquran, yaitu :
a. Metode wahdah26
Wahdah yaitu menghafal satu persatu terhadap ayat-ayat yang hendak dihafalnya. Untuk mencapai hafalan awal, setiap ayat bisa dibaca sebanyak sepuluh kali, atau dua puluh kali atau lebih sehingga proses ini mampu membentuk pola dalam bayangannya.
b. Metode kitabah
Kitabah artinya menulis. Metode ini memberikan alternatif lain daripada metode yang pertama. Pada metode ini penulis terlebih dahulu menulis ayat-ayat yang akan dihafalnya pada secarik kertas yang telah disediakan untuknya.
Kemudian ayat-ayat tersebut dibacanya hingga lancar dan benar bacaannya, lalu dihafalkannya.
c. Metode sima’i
Sima’i artinya mendengar. Yang dimaksud dengan metode ini ialah mendengarkan sesuatu bacaan untuk dihafalkannya. Metode ini akan sangat efektif
bagi penghafal yang punya daya ingat ekstra, terutama bagi penghafal tunanetra, atau anak-anak yang masih dibawah umur yang belum mengenal tulis baca Alquran.
26 W. Ahsin Al-Hafizh, Bimbingan Praktis Menghafal AlQur’an (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h. 63.
d. Metode gabungan
Metode ini merupakan metode gabungan antara metode pertama dan metode kedua, yakni metode wahdah dan metode kitabah. Hanya saja kitabah (menulis) disini lebih memiliki fungsional sebagai uji coba terhadap ayat-ayat yang telah dihafalnya.
e. Metode jama’i
Yang dimaksud dengan metode ini, ialah cara menghafal yang dilakukan secara kolektif, yakni ayat-ayat yang dihafal dibaca secara kolektif, atau bersama-sama, dipimpin oleh seorang instruktur. Pertama, instruktur membacakan satu ayat atau beberapa ayat dan siswa menirukan secara bersama-sama. Kedua, instruktur membimbingnya dengan mengulang kembali ayat-ayat tersebut dan siswa mengikutinya.
f. Metode Talaqqi
Metode talaqqi atau metode audio adalah metode menghafal Alquran dengan cara mendengarkan, baik dari bacaan gurunya maupun melalui media.
Menurut KH. Ahsin Sakho, metode ini sangat efektif bagi para penghafal yang memiliki daya ingat ekstra, terutama tunanetra dan anak-anak di bawah umur yang belum mengenal baca tulis.27
Termasuk pengaruh media, saat ini sangat membantu anak-anak dalam menghafal Alquran. Dengan seringnya bacaan Alquran diperdengarkan, anak akan dapat mudah menghafal dan melatih sehingga lisan terbiasa dan lentur dalam mengucapkan huruf-huruf Alquran.
27 Masagus H.A.Fauzan Yayan,SQ,Quantum Tahfidz, (Jakarta: Penerbit Erlangga,2015), hal.82
Ada dua bentuk metode audio/talaqqi’, yaitu pertama, biasanya dilakukan cara guru membacakan Alquran dengan hafalan atau melihat mushaf, kemudian murid mendengarkan bacaan tersebut di majelis atau di luar majelis, dan bisa juga mendengar bacaan teman yang menghafal Alquran.
Dalam hal seperti ini, guru dituntut berperan aktif, sabar, dan teliti dalam membaca dan membimbing mereka, karena ia akan membacakan satu persatu ayat untuk dihafalkan, baru kemudian dilanjutkan ayat-ayat berikutnya sampai selesai.
Kedua, merekam terlebih dahulu ayat yang akan dihafal ke dalam media perekam dan semacamnya sesuai kebutuhan dan kemampuannya, kemudian diputar untuk didengarkan sambil mengikuti perlahan-lahan, setelah itu diulang lagi seterusnya sampai ayat-ayat tersebut betul-betul hafal di luar kepala.
g. Metode Takrir
Takrir artinya pengulangan, yaitu metode mengulang kalimatnya, waqafnya, dan lain-lain. Hafalan yang sudah pernah disetorkan kepada guru diulang-ulang terus dengan dilakukan secara sendiri atau meminta orang lain untuk mendengarkan mengoreksi hafalannya.
h. Metode Tartil
Yaitu metode menghafal dengan pegucapan yang baik sesuai dengan pengaturan tajwid mengenai peraturan hurufnya, kalimatnya, berhentinya, dan lainnya.
i. Metode Gerakan dan Isyarat
Teknik menghafal cepat menggunakan gerakan dapat diterapkan luas.
Teknik ini sangat membantu terutama untuk menghafal suatu ungkapan yang harus sama persis, tepat, tanpa ada kesalahan kata demi kata. Umumnya sangat bermanfaat untuk menghafal ungkapan-ungkapan dalam bahasa asing.
Teknik ini pada dasarnya banyak yang sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu ketika mengerjakan shalat. Ketika seseorang shalat, ia membaca ayat-ayat Alquran seperti Al-Fatihah dan surah/ayat tertentu dengan tepat tanpa kesalahan sedikit pun. Anak-anak biasanya sudah hafal bacaan Alquran untuk shalat ini di usia balita yang kalau ditulis kira-kira 10 halaman.
Balita ini dapat menghafal dengan cara melakukan gerakan shalat sambal mengucapkan bacaan. Tetapi kalau ia disuruh menghafalkan bacaan ini tanpa melakukan gerakn shalat, biasanya mereka tidak akan berhasil. Jadi, gerakan benar-benar membantu dalam proses menghafal cepat.28
j. Metode One Day One Ayat
Metode ini tidak hanya menghafalkan satu ayat satu hari, namun lebih dari itu. Artinya, kandungannya, dan yang terpenting adalah mengamalkannya.
Dengan demikian kerja otak semakin bertambah dalam hitungan detik dan menit, karena diperkaya dengan wawasan dan pengalaman yang ada selama ini dengan informasi dari Alquran yang dihafal. One day One ayat lebih cocok dilakukan dengan bimbingan seorang ustadzah. Pertama, ustadzah membacakan secara berulang-ulang satu ayat yang dihafal dengan dipotong-potong. Kemudian, ustadz mempersilahkan santri untuk membaca ayat tersebut. Setelah hafal, ustadz
28 Ibid, hal 92
menjelaskan artinya perkata, sambil menanyakan ke santri jika mereka sudah tahu arti pada kata-kata tertentu. Setelah tahu artinya, ustadzah mengulangi kembali ayat dan terjemah yang sudah dihafal itu.
Metode one day one ayat juga efektif dengan memperdengarkan santri satu ayat yang akan dihafal melalui media-media elektronik, seperti MP3, MP4, atau Alquran Digital. Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti secara perlahan lahan bacaan tersebut berulang-ulang hingga hafal. Setelah hafal baiknya diperdengarkan dengan orang lain, teman, atau guru. Dapat juga dilakukan dengan cara langsung membaca satu ayat tersebut secara tartil dan berulang-ulang serta tidak tergesa-gesa.29
k. Metode Tabarak
Metode tabarak, merupakan metode mudah menghafal Alquran yang dikembangkan oleh Syeikh Kamil El Laboudy – seorang pakar tahfiz Qur’an internasional dan motivator asal Mesir. Melalui pelatihan ini, para peserta dilatih cara mengajarkan hafalan bagi anak-anak di bawah umur lima tahun walaupun mereka belum biasa membaca Alquran.
Langkah metode menghafal Alquran ala Tabarak sebelum menghafal diantaranya:
1) Niat ikhlas mencari ridha Allah, 2) Berdoa pada waktu mustajab, 3) Menentukan jadwal harian,
4) Menyiapkan kotak hadiah yang dibungkus.
29 Ibid, hal 98
Ketika menghafal diantaranya:
Menyediakan tempat yang cocok, Mendengarkan murrotal para Syeikh, Memulai hafalan dari surat An-Naba’30
Jadi, Metode Tabarak cocok untuk anak balita yang mempunyai pikiran yang jernih dan pemahaman yang masih fitrah. Oleh karena itu, menghafal Alquran pada anak usia balita sangat dianjurkan dalam islam.
G. Kaidah-Kaidah Penting untuk Menghafal Alquran