BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR
A. Pelayanan Pembelajaran
3. Macam-macam Pelayanan Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik, menunjukkan adanya aktivitas akademik. Pelayanan proses pembelajaran modern tidak baku pada proses pembelajaran di kelas, yang terbatas oleh ruang dan waktu, seluruh ruang di lingkungan sekolah dapat dijadikan tempat untuk pelayanan proses pembelajaran, karena peningkatan kemampuan yang diinginkan peserta didik bukan hanya pada aspek kognitif.
Proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kurikulum. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kurikulum erat kaitannya dengan proses pembelajaran yang sama-sama bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam dunia pendidikan formal, kegiatan
11
Nina Rahmayanty,Manajemen Pelayanan Prima, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), h.8-12
kurikulum disebut juga kegiatan kurikuler, yang terdiri dari: intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan peserta didik di sekolah atau mahasiswa di kampus yang sesuai atau sejalan dengan komponen kurikulum.12 Kegiatan intrakurikuler biasanya mempunyai jatah waktu sesuai dengan program, kegiatan ini bersifat wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di sekolah, dan menjadi tanggung jawab guru mata pelajaran. contoh kegiatannya adalah proses pembelajaran di kelas. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan intrakurikuler ini adalah:
a. Materi pelajaran yang akan diberikan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b. Guru mata pelajaran harus menyiapkan dengan baik apa-apa saja yang diperlukan dalam menyampaian materi agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.
c. Bahan ajar, metode, hingga pada cara evaluasi harus disesuaikan dengan materi yang disampaikan.
d. Dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Kegiatan kokurikuler adalah rangkaian kegiatan kesiswaan yang berlangsung di sekolah.13 Kegiatan ini erat kaitannya dengan pemerkayaan peserta didik, lain halnya seperti kegiatan intrakurikuler, kegiatan kokurikuler tidak mempunyai jatah waktu atau bisa dikatakan di luar jam pelajaran, contoh kegiatannya seperti pemberian tugas atau pekerjaan rumah yang dimaksudkan agar peserta didik lebih memahami dan mendalami apa yang telah diajarkan dalam kegiatan intrakurikuler. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan ini, yaitu:
a. Pemberian tugas kokurikuler harus sesuai dan jelas dengan pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang sedang diajarkan.
b. Guru hendaknya tahu mengenai tingkat kesulitannya bagi peserta didik sehingga tugas yang diberikan kepada peserta
12
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,Op. cit, Cet Ke- III, h. 440
13Ibid
didik itu sesuai dengan kemampuannya dan tidak memberatkan baik pada fisiknya maupun psikisnya.
c. Penilaian tugas kokurikuler, hendaknya jelas dan adil sesuai dengan hasil masing-masing kemampuan peserta didiknya. d. Dalam fungsi memberikan tugas kokurikuler, selain untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik, kegiatan kokurikuler juga dijadikan tambahan dalam pemberian nilai pada rapot. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah atau madrasah.14 Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan pada seni, olah raga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan peserta didik, contoh kegiatannya seperti: futsal, pramuka, band, pecinta alam, dan lain sebagainya. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, sebaiknya sekolah memperhatikan hal-hal, diantaranya:
a. Kegiatan ini hendaknya bisa bermanfaat bagi peserta didik, baik buat masa kini maupun masa yang akan datang.
b. Tidak membebani bagi peserta didik.
c. Dalam pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan yang utama, yakni kegiatan intrakurikuler.
Terdapat karakteristik esensial pada masing-masing jenis kegiatan kurikuler, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.15
14
Rusman,Manajemen Kurikulum, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2009), h. 20
Tabel 2.1
Jenis kegiatan kurikuler
Aspek Intrakurikuler Ekstrakurikuler Kokurikuler Tujuan dan fungsi Memberikan pengalaman (kognitif, afektif, psikomotorik) sesuai dengan tujuan kurikuler yang telah ditetapkan pada setiap mata pelajaran. Memberikan pengalaman yang sesuai dengan hobi, minat, bakat, dan kemampuan peserta didik Memberikan kesempatan melaksanakan remedial atau pengayaan dalam rangka memaksimalkan kemampuan peserta didik berdasarkan kemampuannya. Isi/materi Ditetapkan dalam silabus setiap mata pelajaran Disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah Mengacu pada ketercapaian maksimal (mastery learning) dalam GBPP setiap mata pelajaran
Kegiatan Dalam jam pelajaran
Di luar jam pelajaran
Di luar jam pelajaran
Program Terprogram Terprogram Terprogram
Evaluasi Ulangan harian, ulangan umum (akhir program) Evaluasi perkembangan, evaluasi perbuatan Evaluasi hasil remedial/evaluasi hasil pengayaan Subjek didik Peserta kelas regular (wajib semua peserta didik) Peserta kelas khusus (berdasarkan pilihan) Peserta berdasarkan analisis hasil evaluasi untuk kelompok remedialatau pengayaan
Dari berbagai uraian tentang pelayanan dan pembelajaran, maka yang dimaksud dengan pelayanan proses pembelajaran adalah suatu
kegiatan yang bersifat tidak berwujud, dan diberikan dari pihak sekolah kepada pihak peserta didik dengan menggunakan fasilitas yang ada sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan harapan dari peserta didik untuk meningkatkan kemapuan yang dimiliki dengan menggunakan kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler. Kegiatan-kegiatan tersebut pada intinya adalah bertujuan untuk meningkatkan potensi yang dimiliki peserta didik, hanya saja terdapat perbedaan pada aspek antara lain (1) sifat kegiatan; (2) waktu pelaksanaan; (3) sasaran dan tujuan program; (4) teknis pelaksanaan dan; (5) evaluasi dan kriteria keberhasilan.
Bila dilihat dari sifat kegiatan, kegitan intrakurikuler merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap peserta didik. Kegiatan intrakurikuler bersifat mengikat. Program kurikuler berisi berbagai kemampuan dasar dan kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik di suatu tingkat sekolah (lembaga pendidikan). Oleh karenanya maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh pencapaian peserta didik pada tujuan kegiatan kurikuler ini.
Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang sangat erat sekali dan menunjang serta membantu kegiatan intrakurikuler biasanya dilaksanakan di luar jadwal intrakurikuler dengan maksud agar peserta didik lebih memahami dan memperdalam materi yang ada di intrakurikuler, biasanya kegiatan ini berupa penugasan atau pekerjaan rumah ataupun tindakan lainnya yang berhubungan dengan materi intrakurikuler yang harus diselesaikan oleh peserta didik. Sehingga kegiatan ini memiliki sifat yang wajib untuk diikuti oleh peserta didik.
Sebaliknya, kegiatan ektrakurikuler lebih bersifat sebagai kegiatan penunjang untuk mencapai program kegiatan kurikuler serta untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Sebagai kegiatan penunjang, maka kegiatan ekstrakurikuler sifatnya lebih luwes dan tidak terlalu mengikat. Keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan
ekstrakurikuler yang diprogramkan lebih bergantung pada bakat, minat, dan kebutuhan peserta didik itu sendiri.
Apabila ditinjau dari waktu pelaksanaan, Kegiatan intrakurikuler memiliki waktu pasti dan tetap, dilaksanakan sekolah secara terus-menerus setiap hari sesuai dengan kalender akademik. Untuk kegiatan kokurikuler dilakukan di luar jadwal kegiatan proses belajar mengajar. Sedangkan waktu pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sangat bergantung pada sekolah yang bersangkutan, lebih bersifat fleksibel dan dinamis.
Dilihat dari unsur sasaran dan tujuan, sebagai kegiatan inti persekolahan yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler berhubungan dengan kegiatan untuk menumbuhkan kemampuan akademik peserta didik, sementara kegiatan ekstrakurikuler lebih menumbuhkan pengembangan aspek-aspek lain seperti pengembangan minat, bakat, kepribadian, dan kemampuan sebagai makhluk sosial, juga tentu saja sebagai pembantu pencapaian tujuan kegiatan kurikuler.
Demikian pula pada teknis pelaksanaan, terdapat perbedaan pada kegiatan-kegiatan tersebut. Teknis pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, sebagai kegiatan inti persekolahan, sangatlah ketat dan teratur, dengan struktur program yang pasti sesuai kalender akademik, kegiatan kurikuler berada di bawah tanggung jawab guru bidang studi atau guru kelas. Walaupun kegiatan kokurikuler memiliki kesamaan tanggung jawab yaitu di bawah guru bidang studi, tetapi kegiatan kokurikuler tidak masuk dalam struktur program yang pasti sesuai kalender akademik. Sementara itu kegiatan ekstrakurikuler, penanggung jawabnya dapat guru kelas, guru bidang studi yang mungkin lebih bersifat kerjasama, sesuai dengan keahlian para guru tersebut untuk bidang-bidang tertentu. Bahkan tak jarang sekolah mempekerjakan tenaga dari luar untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler, di mana
tenaga luar tersebut memiliki keahlian-keahlian khusus yang diprogramkan pada kegiatan ekstrakurikuler.
Perbedaan yang terakhir ada pada evaluasi dan kriteria keberhasilan, pada aspek ini, kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler memiliki kesamaan. Keberhasilan kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler ditentukan oleh keberhasilan peserta didik dalam menguasai kompetensi yang sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan oleh sekolah, untuk melihat keberhasilan kegiatan tersebut dan cara mengevaluasinya ditentukan dengan menggunakan tes. Pada kegiatan ekstrakurikuler, kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan dalam kegiatan itu. Analisis dan evaluasi keberhasilan dilakukan secara kualitatif.
B. Kepuasan Terhadap Pelayanan Pembelajaran