• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Mnemonic

3. Macam-macam Teknik Mnemonic

Teknik mnemonic telah lazim digunakan dan memiliki berbagai bentuk dalam

penggunaannya. Teknik mnemonic dapat dikembangkan dari salah satu prinsip

atau kombinasi dengan beberapa maupun keseluruhan dari prinsip-prinsip yang

ada. Markowitz dan Jensen (2002) mengembangkan beberapa teknik yaitu metode

loci, akronim, akrostik, rima, kata kunci, asosiasi, dan citra visual. Berbagai

macam teknik mnemonic lain diungkapkan oleh Buzan (2003) berdasarkan prinsip

asosiasi, imajinasi dan lokasi (organisasi) yaitu sinestesia/sensualitas, gerakan,

commit to user

asosiasi, seksualitas, humor, imajinasi, nomor, simbolisme, warna, susunan

dan/atau urutan, bayangan positif, berlebih-lebihan. Berikut merupakan

penjelasan dari bentuk-bentuk teknik tersebut.

a. Teknik Mnemonic Markowitz dan Jensen

1) Metode Loci

Metode loci adalah metode pemicu ingatan agar dapat mengingat

serangkaian informasi melalui kata kunci di dalam lokasi (Suwito, 2005).

Seseorang dapat mengasosiasikan setiap masalah yang akan disampaikan

dengan serangkaian lokasi yang akrab dalam urutan tertentu. Pada umumnya

penggunaan metode tersebut melibatkan tempat-tempat sebagai ingatan visual

kemudian mengingat segala sesuatu yang ada di tempat tersebut untuk

dihubungkan setiap bagiannya menjadi satu kesatuan yang utuh. Segala

sesuatu dari tempat tersebut berisi tentang segala hal yang ingin diingat/hafal.

Oleh karena itu, penggunaan metode ini mengharuskan seseorang memiliki

kekuatan imajinasi yang kuat untuk menggambarkan segala sesuatu yang

ingin diingat tersebut.

2) Akronim

Akronim merupakan penggunaan setiap huruf pertama dari suatu

kelompok kata (kalimat) menjadi suatu kata baru. Pada umumnya penggunaan

akronim bermanfaat ketika mengingat kata-kata menjadi urutan yang khusus

dan bermakna. Beberapa contoh penggunaan akronim yaitu :

commit to user

LASER = Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation

ABRI = Angkatan Bersenjata Republik Indonesia

PRAMUKA = Praja Muda Karana

3) Akrostik

Akrostik merupakan penggunaan setiap huruf pertama dari suatu

kelompok kata dan suku kata-suku kata lainnya sehingga menjadi suatu

kalimat. Contoh akrostik :

 Warna–warna pelangi :

Me Ji Ku Hi Bi Ni U = Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu

4) Rima dan lagu

Teknik rima dan lagu terdiri dari ritem, pengulangan, melodi, dan rima.

Rima dalam teknik mnemonic merupakan penggunaan kata-kata yang

memiliki suku kata yang sama. Rima dalam hal ini dapat ditambahkan dengan

pengulangan kata-kata tersebut sehingga kata-kata tersebut memberikan

gambaran dengan tambahan iringan lagu sehingga kata-kata yang akan dihafal

lebih hidup dan memberikan bekas pada ingatan. Contoh teknik rima dan lagu

yaitu :

commit to user

5) Kata kunci

Teknik kata kunci digunakan untuk mengingat kata inti dari informasi

yang akan diingat. Contoh penggunaan teknik tersebut misalnya mengingat

informasi tentang tugas Dewan Keamanan PBB yang terdiri dari:

1. Menyelesaikan perselisihan-perselisihan internasional.

2. Menjaga negara-negara anggota terhadap serangan negara-ne gara lainnya.

3. Pengurangan senjata.

4. Membela dan melindungi Persatuan Bangsa-Bangsa.

Untuk menngingat informasi tersebut cukup menggunakan kata kunci dari

masing-masing item diatas, yaitu perselisihan, serangan, senjata, pembelaan.

b. Teknik Mnemonic Buzan

Selain teknik memonic yang disebutkan Markowitz & Jensen (2002),

terdapat 12 teknik mnemonic yang diungkapkan oleh Buzan (2003) yaitu

sinestesia/sensualitas, gerakan, asosiasi, seksualitas, humor, imajinasi, nomor,

simbolisme, warna, susunan dan/atau urutan, bayangan positif, dan

berlebih-lebihan. Teknik-teknik tersebut merupakan penerapan dari prinsip asosiasi,

imajinasi, dan organisasi berdasarkan lokasi. Berikut merupakan penjelasan

dari teknik-teknik tersebut.

1) Sinestesia/Sensualitas.

Sinestesia merujuk pada campuran yang dirasakan oleh indera. Sinestesia

bertujuan untuk mengembangkan memori jangka panjang melalui kepekaan

alat indera yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan,

perabaan, dan kinestesia atau kesadaran posisi dan gerakan dalam ruang.

commit to user

Untuk mengingat suatu informasi dengan sinestesia, maka seseorang

mengimajinasikan dan merasakan informasi tersebut mulai dari bentuk,

warna, rasa, bau, dan sesuatu yang dapat dirasakan oleh indera manusia.

2) Gerakan.

Gerakan merupakan teknik yang didasarkan prinsip asosiasi dan imajinasi

dalam bentuk gerakan. Gerakan menambah jangkauan

kemungkinan-kemungkinan yang luas bagi otak untuk “mengaitkan” informasi sehingga

seseorang lebih mudah mengingat. Contoh teknik gerakan yaitu ketika

mempelajari sistem pencernaan manusia, seseorang membayangkan alur

gerakan makanan yang sedang dicerna.

3) Asosiasi.

Teknik Asosiasi merupakan penerapan prinsip asosiasi secara tunggal

yaitu menghubungkan hal baru dengan sesuatu yang stabil dalam lingkungan

mental seseorang. Contohnya asosiasi kata “I, You, They, We” dalam Bahasa

Inggris dengan “ayu dewi” dalam Bahasa Indonesia

4) Seksualitas.

Seksualitas merupakan penerapan prinsip pemaknaan, asosiasi dan

imajinasi mnemonic. Teknik tersebut dilakukan dengan mengaitkan dan

mengimajinasikan informasi baru dengan hal-hal yang berhubungan dengan

seksual. Hal tersebut dapat dilakukan karena secara alami seksualitas

merupakan hal yang menarik bagi manusia. Contoh ingatan tentang

seksualitas yaitu cerita mengenai seorang murid yang menyapa gurunya

commit to user

dengan sapaan “pagi pak”, kemudian dijawab guru dengan “pagi nak”.

Jawaban guru tersebut dapat diingat murid dalam jangka waktu yang lama

dikarenakan murid tersebut memaknainya kata “pagi nak” secara seksualitas

karena terdengar sama dengan kata “vagina” yang merupakan alat seksual

pada wanita.

5) Humor.

Humor menerapkan prinsip pemaknaan dengan cara membuat kesan yang

lucu pada informasi. Seperti halnya seksual, humor merupakan salah satu hal

yang secara alamiah membuat seseorang tertarik dan mudah memaknainya.

Suatu hal yang semakin aneh, tidak masuk akal, lucu dan tidak nyata,

membuat gambaran tersebut akan semakin mudah diingat.

6) Imajinasi.

Teknik dengan prinsip imajinasi secara tunggal juga dapat diterapkan

dalam mengingat. Imajinasi sangat baik untuk diterapkan dalam teknik

pegembangan memori, karena tidak ada batasan dalam imajinasi. Berbeda

dengan pengetahuan yang sifatnya terbatas, imajinasi melampaui realitas yang

sebenarnya.

7) Nomor.

Teknik penomoran merupakan salah satu teknik yang menerapkan prinsip

organisasi dan asosiasi. Teknik tersebut dilakukan dangan memberikan

asosiasi penomoran pada informasi yang hendak dihafal. Penomoran tersebut

commit to user

dapat menambah spesifikasi dan efisiensi dalam mengingat karena terkategori

berdasarkan susunan dan urutan.

8) Simbolisme.

Teknik simbolisme adalah penerapan prinsip asosiasi yang dilakukan

dengan memberikan simbol-simbol unik pada hal yang dihafal. Penggantian

bayangan yang biasa atau membosankan dengan yang lebih bermakna dapat

meningkatkan kemungkinan untuk mengingat.

9) Warna.

Teknik mnemonic dengan prinsip pemaknaan dan imajinasi dapat

diterapkan dalam bentuk warna. Penggunaan warna-wana memungkinkan

seseorang untuk lebih mudah memaknai informasi. Warna dapat

membangkitkan daya imajinasi dan membuat informasi yang hendak diingat

lebih menarik dan tidak monoton.

10) Susunan dan/atau urutan.

Susunan merupakan salah satu teknik yang berorientasi pada prinsip

organisasi mnemonic. Penggunaan susunan dan/atau urutan memungkinkan

referensi yang lebih dekat dan meningkatkan kemampuan otak untuk

“mengakses informasi secara acak” dengan lebih baik.

11) Bayangan positif.

Bayangan positif merupakan salah satu pengembangan dari prinsip

imajinasi ditambah dengan kesan yang positif. Bayangan yang positif dan

menyenangkan lebih mudah diingat karena kecenderungan otak ingin kembali

commit to user

ke bayangan tersebut, sedangkan bayangan yang negatif dapat diblokir oleh

otak karena menemukan prospek bahwa kembali pada bayangan tersebut tidak

menyenangkan.

12) Melebih-lebihkan

Melebih-lebihkan merupakan mnemonic dangan prinsip imajinasi yaitu

dengan pembayangan dan pemaknaan sesuatu secara berlebihan. Otak

manusia cenderung lebih mudah mengingat hal-hal yang berlebihan baik

bentuk, ukuran, maupun suara pada dasarnya akan lebih mudah diingat

daripada sesuatu yang normal atau biasa saja. Kata-kata yang bermakna

berlebihan misalnya “dramatis, spektakuler, sensanional, dan ironis”. Contoh

ingatan tentang hal yang berlebihan yaitu ingatan seseorang pada

pertandingan final Liga Champions tahun 1999. Orang tersebut masih ingat

karena pertandingan tersebut dianggap dramatis dan spektakuler oleh dirinya.

Pada dasarnya bentuk-bentuk teknik yang telah diuraikan di atas merupakan

pengembangan dari prinsip-prinsip teknik mnemonic yang dapat dipilih untuk

membantu mempermudah dalam mengingat. Selain teknik-teknik yang telah

diuraikan di atas, teknik mnemonic dapat dikembangkan dengan cara yang

berbeda sehingga didapat teknik yang paling mudah dan sesuai untuk digunakan.

Catatan bagi pengembangan teknik mnemonic yaitu konsisten dengan

prinsip-prinsip dalam teknik mnemonic yaitu pemaknaan, imajinasi, asosiasi, organisasi,

dan pengulangan.

commit to user

Dokumen terkait