• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan

Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Independet Sample T Test, menunjukkan bahwa nilai T hitung adalah 5,344 lebih besar dari T Tabel untuk df 30 pada taraf signifikansi 5 % yaitu 1,697, sehingga Hipotesis diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berbeda secara signifikan. Perolehan nilai posttest masing-masing subjek

commit to user

pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 12.

Perolehan Nilai Posttest Subjek Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Grafik tersebut memperlihatkan bahwa secara umum perolehan nilai posttest subjek pada kelompok eksperimen lebih besar dari subjek pada kelompok kontrol. Berdasarkan analisis deskriptif dapat diketahui rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen sebesar 67,81, sedangkan kelompok kontrol 34,69. Agung Santoso (2009) mengungkapkan bahwa untuk mengetahui keefektifan dari perlakuan perlu dilihat nilai rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Perlakuan memberi pengaruh yang ditunjukkan dengan beda rata-rata antara dua kelompok tidak sama dengan nol. Perbedaan nilai rata-rata pada dua kelompok subjek yang sebelumnya homogen atau setara menunjukkan keefektifan pemberian perlakuan. Perlakuan dikatakan efektif apabila rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 R en ta n g N ila i Subjek

commit to user

besar secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan nilai rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebesar 33,12. Angka tersebut memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.

Perolehan nilai posttest subjek menunjukkan tingkat memori jangka panjangnya. Tingkat memori jangka panjang subjek berdasarkan hasil kategorisasi dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 13.

Komposisi Tingkat Memori Jangka Panjang Subjek Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Berdasarkan grafik tersebut dapat terlihat bahwa secara umum subjek pada kelompok eksperimen memiliki kategori memori jangka panjang yang lebih tinggi dari pada subjek pada kelompok kontrol. Rata-rata empirik kelompok eksperimen yaitu 67,81 berada pada kategori memori jangka panjang tinggi, sedangkan rata-rata empirik kelompok kontrol sebesar 34,69 berada pada kategori memori jangka

0% 12.50% 31.25% 31.25% 25% 25% 43.75% 31.25% 0% 0% 0% 10% 20% 30% 40% 50%

Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

P r o se n ta se Kategori

commit to user

panjang rendah. Berdasarkan analisis statistik secara keseluruhan apat dikatakan bahwa subjek pada kelompok eksperimen memiliki memori jangka panjang untuk menyimpan materi pelajaran lebih tinggi dibandingkan subjek pada kelompok kontrol. Perbedaan hasil tes yang dilakukan pada dua kelompok yang setara menunjukkan keefektifan pemberian perlakuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa teknik mnemonic efektif untuk meningkatkan memori jangka panjang dalam pembelajaran biologi pada siswa kelas VIII SMP Al-Islam 1 Surakarta, artinya kemampuan siswa dalam mengingat mata pelajaran biologi dapat ditingkatkan dengan belajar menggunakan teknik mnemonic. Oleh karena itu teknik mnemonic dapat diimplementasikan sebagai alternatif untuk mempelajari mata pelajaran hafalan khususnya biologi agar kemampuan siswa dalam mengingat pelajaran meningkat sehingga prestasi belajar dapat ditingkatkan.

Pembelajaran biologi dengan teknik mnemonic dapat dikatakan mampu membantu subjek untuk lebih mudah mempelajari materi hafalan dalam pelajaran biologi. Secara teoretik pembelajaran menggunakan teknik mnemonic dapat meningkatkan memori jangka panjang, karena pembelajaran dengan teknik

mnemonic menghadirkan situasi pembelajaran yang sesuai dengan prinsip

penyandian memori jangka panjang yaitu asosiasi, organisasi, imajinasi, pengulangan, dan pemaknaan. Asosiasi pada teknik mnemonic berupa asosiasi cerita maupun akronim dari materi yang dapat digunakan sebagai pengait dan pemicu ingatan. Petak-petak loci menghasilkan organisasi pada informasi sehingga subjek mengetahui pembagian kategori pada materi dan membuat materi lebih sederhana. Mnemonic dapat menghadirkan imajinasi dengan cara

commit to user

membayangkan kembali letak materi pada petak loci yang hendak diingat. Pembelajaran dengan teknik mnemonic juga menggunakan pengulangan-pengulangan untuk memperkuat informasi di dalam ingatan, dan penyajian materi dengan teknik mnemonic dapat memberikan kesan, sehingga subjek dapat memaknai materi dengan lebih baik.

Selain data yang diperoleh dari hasil posttest, penelitian ini menggunakan data observasi sebagai pendukung penelitian. Observasi dilakukan pada dua kelompok subjek saat melakukan proses belajar dan mengerjakan soal posttest. Hasil observasi yang dilakukan pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa subjek terlihat antusias dan bersikap kooperatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran biologi dengan teknik mnemonic. Secara umum subjek pada kelompok eksperimen mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan mau mengikuti seluruh instruksi yang diberikan oleh fasilitator. Hasil observasi yang dilakukan pada kelompok kontrol memperlihatkan bahwa terdapat subjek yang terlihat mengantuk dan berdiskusi dengan temannya saat mempelajari materi biologi. Secara umum suasana belajar subjek pada kelompok kontrol cukup terkendali dan berjalan sesuai prosedur. Hasil observasi yang dilakukan saat pengambilan data

posttest menunjukkan bahwa kedua kelompok subjek mengerjakan soal dengan

tertib, hal tersebut dikarenakan pengawasan pada posttest diperketat agar tidak ada subjek yang melakukan kecurangan saat mengerjakan soal posttest.

Untuk mengevaluasi pemahaman siswa pada modul, cara penyampaian materi oleh fasilitator, serta manfaat yang dirasakan subjek setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan teknik mnemonic, maka dilakukan evaluasi proses.

commit to user

Berdasarkan hasil evaluasi dapat diketahui bahwa secara umum penyajian materi dalam modul pembelajaran dapat dipahami oleh subjek. Berdasarkan aspek teknis penyampaian materi, fasilitator dinilai cukup komunikatif dalam menyampaikan materi, sedangkan dari sistematika pengajaran, secara umum subjek menganggap proses pembelajaran berjalan secara runtut. Manfaat yang didapatkan subjek setelah mengikuti pembelajaran diantarannya lebih mengetahui materi pada pokok bahsan sistem saraf manusia dan lebih bersemangat untuk belajar. Komentar dan saran yang diberikan subjek terkait kegiatan pembelajaran biologi diantaranya yaitu masalah cara penyampaian materi dan waktu menghafal yang dianggap terlalu cepat, sehingga diharapkan agar fasilitator tidak terlalu cepat dalam memnyampaikan materi dan waktu yang diberikan untuk mengingat materi lebih diperpanjang.

Hasil observasi dan evaluasi proses menunjukkan bahwa secara umum proses eksperimen telah terkontrol dengan cukup baik. Walaupun demikian terdapat beberapa kendala yang peneliti dapatkan selama proses penelitian. Kendala-kendala tersebut diantaranya yaitu sulitnya membuat asosiasi yang tepat pada modul pembelajaran, karena terbatasnya kosakata yang dapat dibentuk dari materi. Kendala kedua yaitu terbatasnya jumlah subjek yang memenuhi kriteria, sehingga tidak dapat dilakukan uji coba alat ukur. Kendala ketiga yaitu berkurangnya subjek, karena harus mewakili sekolah untuk mengikuti berbagai kegiatan. Kendala terakhir yaitu sulitnya menyesuaikan jadwal penelitian dengan jadwal kegiatan belajar sekolah agar jalannya penelitian tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar siswa. Konsekuensi dari penyesuaian jadwal belajar

commit to user

sekolah yaitu terbatasnya waktu dalam sesi pembelajaran serta perlakuan hanya dapat diberikan satu kali. Terbenturnya waktu penelitian dengan jadwal belajar juga membuat pemberian materi dan pengambilan data posttest antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol tidak dapat dilakukan secara bersamaan.

commit to user

113 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa teknik mnemonic efektif untuk meningkatkan memori jangka panjang dalam pembelajaran biologi pada siswa kelas VIII SMP Al-Islam 1 Surakarta. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan analisis statistik yang menunjukkan bahwa :

1. Uji hipotesis menggunakan Independent Samples T Test menunjukkan terdapat perbedaan nilai rata-rata kelompok yang signifikan pada tes rekognisi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang merupakan dua kelompok setara berdasarkan hasil screening pada leger rata-rata nilai uji kompotensi biologi.

2. Terdapat perbedaan kategori memori jangka panjang antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdasarkan hasil tes rekognisi. Subjek pada kelompok eksperimen berada pada kategori memori jangka panjang tinggi, sedangkan subjek pada kelompok kontrol berada pada kategori memori jangka panjang rendah.

commit to user

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :

1. Kepada Subjek (Siswa Kelas VIII SMP Al-Islam 1 Surakarta)

Siswa dapat menggunakan teknik mnemonic untuk meningkatkan memori jangka panjang dalam mempelajari mata pelajaran yang menuntut banyak hafalan, seperti biologi, geografi, atau sejarah.

2. Kepada Guru

Guru dapat mengadaptasi penggunaan teknik mnemonic untuk diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga proses belajar dapat berjalan lebih efektif dan siswa lebih antusias mempelajari mata pelajaran hafalan.

3. Kepada Kepala Sekolah

Kepala sekolah diharapkan mensosialisasikan penggunaan metode pembelajaran dengan teknik mnemonic kepada guru, agar materi pada mata pelajaran hafalan lebih mudah dipelajari oleh siswa dan tercipta proses pembelajaran yang menyenangkan.

4. Kepada Dinas Pendidikan sebagai Instansi Terkait

Dinas pendidikan dapat mengadaptasi pembelajaran dengan teknik

mnemonic untuk diterapkan dalam kurikulum pendidikan.

5. Kepada Peneliti Selanjutnya

a. Peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan penggunaan teknik

prinsip-commit to user

prinsip teknik mnemonic, agar tercipta teknik yang lebih bervariasi dan sesuai perkembangan jaman.

b. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menerapkan penggunaan teknik

mnemonic pada mata pelajaran lain sehingga tercipta lebih banyak

altenatif untuk mempermudah proses pembelajaran.

c. Peneliti selanjutnya diharapkan tidak hanya melakukan satu kali pembelajaran, tetapi lebih banyak sesi agar penggunaan teknik

Dokumen terkait