Macam-macam hukuman („uqubah) dapat dikategorikan menjadi beberapa hal tergantung dari sudut pandang, diantaranya :21
21 http://eprints.walisongo.ac.id/1864/3/092211001_Bab2.pdf
36
Dari segi hubungan diantara hukuman-hukuman tersebut. Dalam hal ini ada empat kategori, yaitu :22
1. Hukuman Pokok („Uqubah Ashliyah)
Adalah hukuman asal yang telah ditetapkan untuk suatu jarimah karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran, dan menyimpang dari jalan yang lurus. misalnya hukuman potong tangan untuk pencurian dll.
2. Hukuman Pengganti („Uqubah Badaliyah)
Adalah hukuman yang menggantikan hukuman pokok jika hukuman pokok tidak dapat dilaksanakan karena suatu sebab yang diakui sah oleh hakim karena adanya saksi atau ma‟fu, seperti hukuman diyat sebagai pengganti hukuman qishash.
3. Hukuman Tambahan („Uqubah Taba‟iyah)
Adalah hukuman yang mengikuti hukuman pokok tanpa memerlukan keputusan tersendiri dari pengadilan, seperti larangan pembunuh memperoleh harta warisan orang yang dibunuhmya (apabila yang dibunuh adalah anggota keluarga), sebagai tambahan dari hukuman qishash.
4. Hukuman Pelengkap („Uqubah Takmiliyah)
Adalah hukuman yang mengikuti hukuman pokok dengan syarat ada keputusan tersendiri dari hakim. Contohnya, penggantungan tangan pencuri yang telah dipotong dilehernya.
22 http://eprints.walisongo.ac.id/1864/3/092211001_Bab2.pdf
37
Dari segi kekuasaan hakim dalam menentukanya. Dalam hal ini hukuman dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :23
1. Hukuman yang Mempunyai Satu Batas
Yaitu hukuman yang hakim tidak boleh menambah ataupun menguranginya meskipun bisa ditambah ataupun dikurangi. Contoh:
hukuman celaan dan nasihat.
2. Hukuman yang Mempunyai Dua Batas
Yaitu hukuman yang mempunyai batas terendah dan batas tertinggi dan hakim diberi kekuasaan untuk memilih kadar yang sesuai menurutnya, seperti hukuman penjara dan hukuman cambukan dalam hukuman ta‟zir.
Dari segi kewajiban menghukum. Dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua kategori juga yaitu:
1. Hukuman yang Telah Ditetapkan
Adalah hukuman yang telah ditetapkan oleh syariat baik macam dan kadarnya sedangkan hakim wajib menjatuhkanya tanpa mengurangi atau menambahi ataupun menukarnya. Hukuman ini disebut pula hukuman lazimah (mengikat) karena penguasa tidak bisa menggugurkanya ataupun memaafkannya.
2. Hukuman yang Tidak Ditetapkan
Adalah hukuman yang diserahkan kepada hakim untuk memilih macam dan kadarnya menurut kebijaksanaanya sesuai dengan situasi
23 http://eprints.walisongo.ac.id/1864/3/092211001_Bab2.pdf
38
jarimah dan kondisi dari pelaku jarimah. Hukuman ini disebut juga hukuman mukhayyarah (pilihan) karena hakim diperbolehkan memilih salah satu diantaranya.
Jika dilihat dari segi sudut pandang sasaranya, hukuman dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu :
1. Hukuman badan
Adalah hukuman yang dijatuhkan atas badan, misalnya hukuman mati, cambukan, kurungan dll.
2. Hukuman jiwa
Adalah hukuman yang dikenakan atas jiwa manusia bukan badannya, misalnya hukuman nasihat, celaan, ancaman dll
3. Hukuman harta
Adalah hukuman yang dikenakan terhadap harta seseorang, misalnya hukuman diyat, denda, perampasan harta dll
Ditinjau dari sisi macamnya jarimah, hukuman dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu :24
1. Hukuman Hudud
Adalah hukuman yang telah ditetapkan untuk jarimah hudud, yang mana merupakan hak prerogatif Allah SWT yang termaktub dalam Alquran. Dalam hal ini hakim hanya menjalankan apa yang sudah ditetapkan Allah dan tidak boleh menambah ataupun menguranginya.
Jarimah hudud ada tujuh macam, yakni :
24 Mardani, Hukum Pidana Islam,... hal. 10-16
39 a. Jarimah Zina
Zina secara harfiah berarti fahisyah, yaitu perbuatan keji. Secara istilah adalah hubungan kelamin antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan juga satu sama lain tidak terikat dalam hukuman dalam hubungan perkawinan. Allah SWT berfirman sebagaimana berikut:
Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.
(QS. An-nur 24: 2).25
b. Jarimah Qadzaf
Qadzaf secara harfiah berarti melemparkan sesuatu. Istilah qadzaf dalam hukum Islam adalah tuduhan terhadap seseorang bahwa tertuduh telah melakukan perbuatan zina. Qadzaf atau fitnah merupakan suatu
25 QS. An-nur 24: 2
40
pelanggaran yang terjadi bila seseorang dengan bhong menuduh seorang muslim berzina atau meragukan sisilahnya. Ia merupakan kejahatan yang besar dalam Islam dan yang melakukan disebut pelanggar yang berdosa. Berikut di jelaskan dalam firman Allah SWT:
َْلَجََْيِْن َثََْمُىْوُدِلْجاَفََءۤاَدَهُشَِةَعَ بْرَاِبَاْوُ تْأَيََْلََ ُثَُ ِت نَصْحُمْلاََنْوُمْرَ يََنْيِذ لاَو
َْمَُلَْاْوُلَ بْقَ تَ َلْ وًَةَد
اًدَبَاًَةَداَهَش
َ ٓ
ََكِٕىۤ لوُاَو
َُمُى َ
ََنْوُقِس فْلا َ ٓ
Artinya:
Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An-nur 24:4)26
c. Jarimah Syurb al-Khamr
Jarimah ini dijatuhi hukuman 80 kali Jilid. Menurut Imam Syafi‟i hukuman jarimah ini adalah 40 kali Jilid sebagai hukuman had, sedangkan 40 kali Jilid lainnya tidak termasuk hukuman had, melainkan sebagi hukuman ta‟zir, artinya sebagai hukuman yang dijatuhkan apabila dipandang perlu oleh hakim. Berikut dijelaskan dalam firman Allah SWT:
26 QS. An-nur 24:4
41
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan. (QS. Al-Baqarah 2: 219)27
d. Jarimah Pencurian
Pencurian adalah orang yang mengambilbenda atau barang milik orang lain secara diam-diam untuk dimiliki. Pencurian diancamkan hukuman potong tangan dan kaki, sesuai dengan firman Allah SWT.
َْوُعَطْقاَفَُةَقِرا سلاَوَُقِرا سلاَو
42
Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (QS. Al-maaidah 5:38)28
َْنِمََباَتَْنَمَف
Tetapi barangsiapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya.
Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-maaidah 5:39).29
e. Jarimah Hirabah
Hirabah adalah pembegalan (qat‟u at-tariq) atau pencurian besar.
Hirabah adalah keluarnyasekelompok orang Islam dari negaranya untuk membuat keonaran, menumpahka darah, merampas harta, menghancurkan kehormatan, merusak tanaman dn keturunan, dengan menentang agama, akhlak, norma dan aturan. Hirabah juga dijelaskan dalam firman Allah SWT:
28 QS. Al-maaidah 5:38
29 QS. Al-maaidah 5:39
43
َ لَصُيَْوَأَاوُل تَقُ يَْنَأَاًداَسَفَِضْرَْلأاَ ِفََنْوَعْسَيَوَُوَلوُسَرَوََو للاََنوُبِراَُيَََنيِذ لاَُءاَزَجَاَ نَِّإ
َْوَأَاوُب
َ ِضْرَْلأاََنِمَاْوَفْ نُ يَْوَأَ ٍف َاَِخَْنِمَْمُهُلُجْرَأَوَْمِهيِدْيَأََع طَقُ ت
َ ٓ
َْزِخَْمَُلََْكِل َذ
َاَيْ نُّدلاَ ِفٌَي
َ ٓ
ٌَميِظَعٌَباَذَعَِةَرِخ ْلْاَ ِفَْمَُلَْو
Artinya:
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.
(QS. Al-Maaidah 5: 33).30 f. Jarimah Riddah
Secara etimologi riddah memiliki akar kata yang sama dengan irtidad, keduanya berasal dari akar kata radd yang berarti “berbalik kembali”. Irtidad dapat berarti pula tahawwul atau berubah. Istilah riddah (irtidad) secara umum, berarti kembali dari suatu agama atau akidah.
Secara istilah, riddah berarti kembali dari agama Islam kepada kekafiran, baik dengan niat atau perbuatan kongkrit atau biasa disebut murtad. Berikut dijelaskan juga dalam firman Allah SWT:
30 QS. Al-Maaidah 5: 33
44
َِنِإَْمُكِنيِدَنَعَْمُكوُّدُرَ يََ تَّحَْمُكَنوُلِتاَقُ يََنوُلاَزَ يََلَْو
َِوِنيِدَنَعَْمُكنِمَْدِدَتْرَ يَنَمَوَْاوُعاَطَتْسا َ
َِرا نلاَُباَحْصَأََكِئ َلْوُأَوَِةَرِخلْاَوَاَيْ نُّدلاَ ِفَْمُُلْاَمْعَأَْتَطِبَحََكِئ َلْوُأَفٌَرِفاَكََوُىَوَْتُمَيَ ف
ََنوُدِلاَخَاَهيِفَْمُى
Artinya:
Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. “ ( Qs Al Baqarah : 217 )31
g. Jarimah al-Baghyu
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan pemberontakan adalah proses, cara pembuatan pemberontak, penentangan terhadap kekuasaan yang sah dan pelaku yang melakukan tindakan tersebut disebut pemberontakan. Pemberontakan dalam Islam disebut Al-Baghyu, menurut etimologi yaitu
َِءْي شَلاَ ُبَلَط
yang artinya
31 Qs Al Baqarah : 217
45
“mencari atau menuntut sesuatu”. Berikut dijelaskan dalam firman Allah SWT:
Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya, dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan. (QS. Al-Baqarah 2:90).32
2. Hukuman Qishash wa Diyat
Adalah hukuman yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul Nya untuk jarimah qishash wa diyat. Sedangkan qishash wa diyat adalah nama untuk dua macam hukuman yakni hukuman qishash dan hukuman diyat. Hukuman qishash wujudnya adalah pembalasan yang serupa sedangkan diyat adalah pembayaran ganti rugi dari si pelaku kepada
32 QS. Al-Baqarah 2:90
46
korban atau keluarga korban. Jarimah qishash dan diyat ini hanya ada dua macam, yakni pembunuhan dan penganiayaan.
Hukuman dalam bahasa berarti siksa, sebagaimana Allah SWT berfirman sebagai berikut:
“Wahai orang-orang yang beriman! Dwajibkan atas kamu (melaksanakan) qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barang siapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dengan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih”. (QS. Al-Baqarah 2: 178)33
33 QS. Al-Baqarah 2: 178
47
Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama). Barangsiapa melepaskan (hak qisas)qisas-nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim. (QS. Al-Maaidah 5:45)
3. Hukuman Kaffarat
Adalah hukuman yang telah ditentukan sebagian dari qisas jarimah wa diyat dan sebagian jarimah ta‟zir. Wujud dari hukuman ini adalah mengerjakan perbuatan-perbuatan yang bernilai kebaikan (amal shalih), contohnya mengerjakan puasa selama waktu tertentu, memerdekakan budak dll.
4. Hukuman Ta‟zir
Adalah hukuman yang telah ditentukan untuk jarimah ta‟zir.
Bentuknya bermacam-macam tetapi penentuanya diserahkan kepada pihak yang berwenang yaitu lembaga legislatif atau hakim. Menurut al Mawardi
48
ta‟zir adalah hukuman yang bersifat pendidikan atas perbuatan dosa (maksiat) yang hukumannya belum ditetapkan oleh syara‟.
Berikut jenis hukuman beserta tindakannya menurut Ade Maman Suherman, sebagai berikut:34
34 Mardani, Hukum Pidana Islam,... hal. 15-16
49
50
51
Dalam hukum pidana Indonesia, hukuman terdiri atas dua jenis, yaitu hukuman pokok dan hukuman tambahan. Dalam pasal 10 KUHP
35disebutkan tentang jenis-jenis hukuman. Adapun jenis-jenis hukumannya adalah sebagai berikut :
1. Pidana pokok
a. Pidana mati Pelaksanaan hukuman mati dicantumkan dalam pasal 11 KUHP yang menyatakan bahwa “pidana mati dijalankan oleh algojo atas penggantungan dengan mengikat leher si terhukum dengan sebuah jerat pada tiang penggantungan dan menjatuhkan papan dari bawah kakinya”.
b. Pidana penjara Penjara adalah suatu tempat yang khusus dibuat dan digunakan para terhukum dalam menjalankan hukumannya sesuai putusan hakim. Terhukum selama menjalankan hukuman ada yang seumur hidup dan ada yang terbatas (pasal 12 KUHP). Hukuman terbatas itu sekurang-kurangnya satu hari dan selama-lamanya lima belas tahun. Kalau ada hukuman yang lebih dari lima belas tahun dan tidak kurang dari dua puluh tahun sebagai akibat dari tindak pidana dilakukan diancam dengan hukuman mati, seumur hidup atau ada hukuman plus karena rangkaian kejahatan yang dilakukan (pasal 52 KUHP).
c. Pidana kurungan Hukuman kurungan hampir sama dengan hukuman penjara, hanya perbedaannya terletak pada sifat hukuman
35 Pasal 10 KUHP tentang Jenis –jenis Hukuman
52
yang ringan dan ancaman hukumannya pun ringan. Dalam pasal 18 KUHP dinyatakan bahwa lamanya kurungan sekurang-kurangnya satu hari dan tidak lebih dari satu tahun empat bulan.
d. Denda Ketentuan yang mengatur hukuman denda ini dicantumkan dalam pasal 30-33 KUHP. Pembayaran denda tidak ditentukan harus terpidana, maka dapat dilakukan oleh setiap orang yang sanggup membayarnya.
2. Pidana tambahan
Pidana tambahan adalah yang bersifat menambah pidana pokok yang dijatuhkan, tidaklah dapat diri sendiri kecuali dalam hal-hal tertentu dalam perampasan barang-barang tertentu. Pidana tambahan ini bersifat fakultatif artinya dapat dijatuhkan tetapi tidaklah harus.
a. Pencabutan hak-hak tertentu
Menurut ketentuan Pasal 35 ayat (1) KUHP, hak-hak yang dapat dicabut oleh hakim dengan suatu putusan pengadilan adalah:
1) Hak memegang jabatan pada umumnya atau jabatan yang tertentu;
2) Hak untuk memasuki angkatan bersenjata;
3) Hak memilih dan dipilih dalam pemilihan yang diadakan berdasarkan aturan-aturan umum;
4) Hak menjadi penasihat atau pengurus atas penetapan pengadilan, hak menjadi wali, wali pengawas, pengampu atau pengampu pengawasan atas orang yang bukan anak sendiri;
53
5) Hak menjalankan perwalian atau pengampuan atas anak sendiri;
6) Hak menjalankan mata pencarian tertentu.
Dalam hal dilakukannya pencabutan hak, Pasal 38 ayat (1) KUHP mengatur bahwa hakim menentukan lamanya pecabutan hak sebagai berikut:
1) Dalam hal pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, maka lamanya pencabutan adalah seumur hidup.
2) Dalam hal pidana penjara untuk waktu tertentu atau pidana kurungan, lamanya pencabutan paling sedikit dua tahun dan paling lama lima tahun lebih lama dari pidana pokonya.
3) Dalam hal pidana denda, lamanya pencabutan paling sedikit dua tahun dan paling banyak lima tahun.
Pencabutan hak itu mulai berlaku pada hari putusan hakim dapat dijalankan. Dalam hal ini hakim tidak berwenang memecat seorang pejabat dari jabatannya jika dalam aturan-aturan khusus ditentukan penguasa lain untuk pemecatan itu.
b. Perampasan barang-barang tertentu
Pidana perampasan barang-barang tertentu merupakan jenis pidana harta kekayaan, seperti halnya dengan pidana denda. Ketentuan mengenai perampasan barang-abarang tertentu terdapat dalam Pasal 39 KUHP yaitu:
54
1) Barang-barang kepunyaan terpidana yang diperoleh dari kejahatan atau yang sengaja dipergunakan untukmelakukan kejahatan, dapat dirampas;
2) Dalam hal pemidanaan karena kejahatan yang tidak dilakukan dengan sengaja atau karena pelanggaran, dapat juga dijatuhkan putusan perampasan berdasarkan hal-hal yang telah ditentukan dalam undang-undang;
3) Perampasan dapat dilakukan terhadap orang yang bersalah yang diserahkan kepada pemerintah, tetapi hanya atas barang-barang yang telah disita.
Sebelumnya digantimmenjadi pidana kurungan apabila barang-barang itu tidak diserahkan atau harganya menurut taksiran dalam putusan hakimtidak dibayar. Kurungan pengganti ini paling sedikit satu hari dan paling lama enam bulan. Kurungan pengganti ini juga dihapus jika barang-barang yang dirampas diserahkan.
c. Pengumuman putusan hakim
Pengumuman putusan hakim diatur dalam Pasal 43 KUHP yang mengatur bahwa:
“Apabila hakim memerintahkan supaya putusan diumumkan berdasarkan kitab undang-undang ini atau aturan umum yang lainnya, harus ditetapkan pula bagaimana cara melaksanakan perintah atas biaya terpidana. Pidana tambahan
55
pengumuman putusan hakim hanya dapat dijatuhkan dalam hal-hal yang ditentukan undang-undang”.
Pidana tambahan pengumuman putusan hakim ini dimaksudkan terutama untuk pencegahan agar masyarakat terhindar dari kelihaian busuk atau kesembronoan seseorang pelaku. Pidana tambahan ini hanya dapat dijatuhkan apabila secara tegas ditentukan berlaku untuk pasal-pasal tindak pidana tertentu.
Didalam KUHP hanya terdapat beberapa kejahatan saja yang dapat dipidana tambahan yaitu:
1) Menjalankan tipu muslihat dalam penyerahan barang-barang keperluan angkatan perang dalam waktu perang.
2) Penjulan, penawaran, penyerahan, membagikan barang-barang yang membahayakan jiwa atau kesehatan dengan sengaja atau karena alpa.
3) Kesembronoan seseorang sehingga mengakibatkan orang lain luka atau mati.
4) Penggelapan.
5) Penipuan.
6) Tindakan merugikan pemiutang.
56 BAB III