Di dalam kehidupan masyarakat diperlukan aturan-aturan atau petunjuk hidup untuk mengatur tata tertib yang dikenal dengan norma atau kaidah yaitu :
1) Norma Agama
Norma agama adalah peraturan hidup manusia yang berisi perintah dan larangan dari Tuhan. Sumbernya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Norma ini sebenarnya merupakan hukum dari Tuhan artinya barang siapa mematuhi norma agama berarti mematuhi ketentuan dari Tuhan dan akan mendapatkan pahala dari Tuhan sebaliknya apabila melanggar norma agama berarti melanggar ketentuan dari Tuhan dan akan mendapatkan sanksi atau siksaan dari Tuhan. Pelaksanaan norma ini didasari oleh keyakinan/
keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan, bagi orang yang memiliki kadar keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan tinggi maka akan mematuhi norma agama sebaliknya jika kadar keimanan dan ketaqwaannya rendah akan melanggar norma agama atau ketentuan Tuhan. Karena Indonesia bukan negara agama maka bagi warga negara yang melanggar agama sepanjang tidak menggangu ketertiban umum dan tidak bertentangan dengan hukum pelanggaran terhadap norma agama tidak ada sanksi dari pemerintah.
Norma agama mengatur perbuatan manusia yang sangat luas yaitu menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitar atau lingkungannya.
Perbuatan manusia yang diatur di dalam norma agama antara lain:
• manusia harus beribadah/menyembah Tuhan Yang Maha Esa
• manusia harus bersikap jujur, sabar, ramah dan sopan • tidak boleh mencuri, merampok, berjudi, menganiaya
orang lain
• anak wajib menghormati dan mematuhi kedua orang tua • wajib saling menghormati dan mengasihi sesama manusia
2) Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan/kaidah yang bersumber dari hati sanubari dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat manusia.
perasaan orang lain, melanggar hak orang lain bahkan menimbulkan penderitaan orang lain (jasmani maupun pikiran) dianggap bertentangan dengan moral dan nilai dasar manusia/ kesusilaan. Pelanggaran dari norma ini memang tidak ada sanksi secara tegas dan nyata dari pihak manapun tetapi seseorang yang melanggar moral/kesusilaan merasa dirinya sendiri berdosa, takut terhadap hukum karma dan menyesal.
Contoh perbuatan yang melanggar norma kesusilaan misalnya penganiayaan, pemerkosaan, anak berani orang tua, dan lain-lain.
3) Norma Kesopanan
Norma kesopanan bersumber dari keyakinan masyarakat yang bersangkutan.
Norma ini sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala, bukan buatan negara atau masyarakat tetapi lahir karena hakikat manusia sendiri yang memiliki kelebihan berupa akal/cipta perasaan dan kehendak sehingga tumbuh hati sanubari yang ingin hidup rukun, saling mengasihi dan saling menyayangi. Prinsip untuk dapat hidup rukun yaitu saling menghormati perasaan orang lain, tidak mengganggu orang lain lebih-lebih sampai menimbulkan penderitaan kepada orang lain. Perbuatan menyinggung
(Sumber : www.pikiran-rakyat.com) Gambar 3.3 Kerukunan dan keharmonisan hidup akan tercipta jika moral manusia baik.
(Sumber : www.mbeproject.net) Gambar 3.4 Pakaian salah satu contoh norma
kesopanan
Keyakinan yang dijadikan sumber dari norma kesopanan bukanlah keyakinan yang menyangkut agama/kepercayaan tetapi keyakinan akan nilai-nilai tertentu yang dipandang baik dan nilai-nilai tertentu pula yang dipandang tidak baik/ tidak pantas.
Norma kesopanan biasanya mengatur tata cara atau pergaulan masyarakat tertentu misalnya tata cara berbicara dengan orang, tata cara berta-mu, tata cara pergaulan pria dan wanita, tata cara makan, berpakaian, berjalan di depan orang dengan sopan.
Nor ma kesopanan juga tidak memiliki sanksi yang tegas tetapi apabila melanggar norma ini menjadi bahan pergunjingan masyarakat dan di mata masyarakat dipandang orang yang tidak tahu tata krama.
Contoh perilaku yang diatur dalam norma kesopanan yaitu: • tidak boleh meludah di depan orang
• berjalan di depan guru harus menundukkan kepala • masuk rumah harus permisi
• berbicara dengan orang yang lebih tua harus menggunakan bahasa yang baik dan sopan
Kesopanan sebenarnya bersifat relatif dan fleksibel sulit dibakukan antara masyarakat satu dengan lainnya berbeda-beda. Akibat pergaulan sekelompok masyarakat tertentu biasanya memiliki kaidah-kaidah tertentu yang diyakini bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang baik harus dilakukan dan sesuatu yang tidak baik/tidak pantas maka harus dihindarkan.
Kebhinekaan
Norma-norma tersebut harus dilaksanakan dengan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Coba kamu sebutkan contoh perilaku-perilaku yang sesuai dengan norma-norma tersebut di sekitarmu!
(Sumber :www. suara merdeka.com) Gambar 3.5 Penjara merupakan sanksi bagi
pelanggar hukum
4) Norma Hukum
Norma hukum merupakan peraturan atau kaidah yang diciptakan oleh kekuasaan resmi atau negara yang sifatnya mengikat dan memaksa, bersumber dari perundang-undangan, yurisprodensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Norma hukum mempunyai sifat tegas dan jelas sanksinya artinya seseorang yang melanggar norma hukum akan ditindak tegas oleh alat-alat negara sebagai penegak hukum. Sebagai contoh ada seorang pencuri yang tertangkap akan ditindak dan diproses alat negara dan akan diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.
Secara garis besarnya ada dua macam norma yaitu: norma hukum dan norma bukan hukum. Norma hukum adalah norma yang diciptakan oleh negara sifatnya for mal/resmi mempunyai kekuatan hukum sedangkan norma bukan hukum adalah norma agama (dari Tuhan) dan norma yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat baik, kesopanan, kesusilaan, adat istiadat maupun kebiasaan yang variasinya bermacam-macam. Persamaan kedua norma tersebut yaitu mengatur tata tertib dalam masyarakat, sedangkan perbedaan terletak pada sanksinya. Norma hukum sanksinya bersifat memaksa artinya apabila melanggar norma hukum ada tindakan dari aparat penegak hukum/negara sedangkan norma lain apabila dilanggar tidak ada tindakan dari negara/ pemerintah.
c. Arti penting norma bagi kehidupan
masya-rakat
Arti penting norma bagi kehidupan masyarakat antara lain: a. menjadi pedoman, penuntun tingkah laku dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
b. membatasi tingkah laku manusia dari kecurangan, kejahatan dan perbuatan lain yang mengganggu orang lain, keamanan dan ketertiban umum;
c. menciptakan kehidupan yang aman, tertib, serasi, selaras dan seimbang;
d. membentuk budi pekerti manusia yang baik, perilaku yang patuh, sadar hukum, memiliki akhlak mulia.
4. Tata Ur utan Peraturan Per
undang-undangan
Menurut ketentuan Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, pada pasal 7 disebutkan.
Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan adalah sebagai berikut:
1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2) Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
3) Peraturan Pemerintah 4) Peraturan Presiden 5) Peraturan Daerah (Perda)
Dengan lahirnya Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan maka Ketetapan MPR No. III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang-Undangan tidak berlaku lagi.
Ketentuan tentang Peraturan Per undang-Undangan menggunakan ketentuan yang baru yaitu Undang-Undang No. 10 Tahun 2004. Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tidak ada lagi peraturan perundangan-undangan baru yang berbentuk Ketetapan MPR akan tetapi ketetapan-ketetapan MPR yang ada tetap berlaku sepanjang belum dicabut. Menurut ketentuan Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang kedudukannya setingkat dengan Undang-Undang. Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tidak mengenal Peraturan Perundang-Undangan yang berbentuk Keputusan Presiden tetapi diganti dengan Peraturan Presiden.
5. Pentingnya Peraturan Perundang-Undangan
Nasional bagi Warga Negara
Peraturan perundang-undangan memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat terlebih-lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah negara hukum maka penyelenggaraan kenegaraan/pemerintahan harus didasarkan kepada hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian peraturan perundang-undangan merupakan syarat mutlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Arti penting peraturan perundang-undangan dapat digambarkan sebagai berikut.
a. Sebagai pedoman/panduan para penyelenggara di dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tanpa adanya peraturan perundang-undangan para penyelenggara negara cenderung untuk menyimpang dari amanat yang telah diberikan oleh rakyat, dengan adanya peraturan-perundang-undangan para penyelenggara negara tinggal melakukan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Melindungi dan mengayomi hak-hak warga negara Perundang-undangan berfungsi juga melindungi dan mengayomi hak-hak warga negara. Hak-hak warga negara atau manusia sebenarnya sudah ada sebelum ada peraturan tetapi tanpa ada peraturan hak itu akan dirampas oleh orang lain. Dengan peraturan diharapkan hak itu tetap ada dan terus terjaga.
(Sumber : weblogs.hianoto.net) Gambar 3.6 Kehidupan yang harmonis, tertib dan aman akan tercipta
c. Memberikan rasa keadilan bagi warga negara
Perundang-undangan dibuat untuk menciptakan keadilan karena dengan peraturan terdapat bukti-bukti tertulis untuk mengatur kehidupan manusia.
d. Menjamin kepastian hukum warga negara
Dengan adanya peraturan perundang-undangan ada kepastian hukum bagi warga Negara untuk melakukan perbuatan karena mengetahui mana yang benar, mana yang salah dan ada pedoman yang jelas sehingga tidak ragu-ragu dalam melakukan perbuatan.
Keingintahuan
Hak-hak warga negara diatur dalam Undang-Undang. Nah, coba kamu tuliskan hak-hak warga negara Indonesia dalam Undang-Undang Dasar 1945!
Bacalah beberapa pernyataan di bawah ini, renungkan di dalam hati kemudian bagaimanakah pendapat kalian terhadap berbagai pernyataan tersebut? Sangat Setuju, Netral, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Jawaban ditulis pada lembaran kertas.