Organisasi Kemahasiswaan STF YPIB Cirebon
Organisasi kemahasiswaan Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan dan peningkatan kecendekiawan serta integritas kepribadian manusia yang berPancasila
1. Pembentukan suatu organisasi kemahasiswaan harus mendapat pengesahan ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon 2. Organisasi kemahasiswaan adalah unsur pelengkap non structural yang terdiri atas
:
a. Badan perwakilan mahasiswa (BPM) b. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) c. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
d. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pasal 85
Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM)
BPM mempunyai tugas pokok menetapkan garis-garis besar program Senat Mahasiswa serta memberikan pendapat, usul dan saran kepada Ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasa Pendidikan Imam Bonjol Cirebon;
1. BPM sebagai perwakilan mahasiswa yang menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa;
2. Keanggotaan BPM terdiri atas mahasiswa yang aktif dan terdaftar;
3. Kepengurusan BPM terdiri atas Ketua merangkap anggota, Sekertaris merangkap angota dan anggota pengurus lainnya yang terbagi dalam komisi-komisi;
4. Masa kerja kepengurusan BPM adalah 1 (satu) tahun dan Ketuanya tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan berikutnya;
5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja BPM ditetapkan oleh rapat anggota sesuai dengan pedoman yang ditetapkan Ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon;
6. Kepengurusan BPM disyahkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon Cirebon;
7. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus BPM bertanggungjawab kepada Ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon.
Pasal 86
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
1. BEM mempunyai tugas pokok mewakili mahasiswa mengkoordinasikan kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam bidang ekstrakulikuler di tingkat STF YPIB Cirebon dan memberikan pendapat, usul dan saran kepada Ketua STF YPIB Cirebon
terutama yang berkaitan dengan fungsi dan pencapaian tujuan Pendidikan Nasional;
2. BEM berfungsi sebagai forum :
a. Perwakilan mahasiswa di tingkat Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa dalam lingkungan Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon;
b. Perencanaan dan penetapan garis-garis besar program kegiatan kemahasiswaan di tingkat Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon;
c. Komunikasi mahasiswa antar organisasi kemahasiswaan; d. Pengembangan keterampilan manajemen.
3. Keanggotaan BEM terdiri atas Senat Mahasiswa Program Studi dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan;
4. Kepengurusan BPM terdiri atas Ketua merangkap anggota, Sekertaris merangkap angota dan anggota pengurus lainnya yang terbagi dalam komisi-komisi dan dipilih melalui tata tertib yang ditetapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku;
5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja BEM ditetapkan oleh rapat anggota sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku di Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon;
6. Kepengurusan BEM disyahkan oleh Ketua STF YPIB Cirebon;
7. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus BEM bertanggungjawab kepada Ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon.
Pasal 87
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
1. UKM mempunyai tugas pokok merencanakan dan melaksanakan kegiatan ekstrakkulikuler di tingkat STF YPIB Cirebon dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang kegiatan.
2. UKM berfungsi sebagai wahana untuk merancanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan ekstrakkulikuler di tingkat Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon yang bersifat penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan mahasiswa serta pengabdian kepada masyarakat.
3. Keanggotan UKM terdiri dari mahasiswa yang terdaftar dan aktif mengikuti perkuliahan serta secara sukarela menjadi anggota.
4. Susunan organisasi dan tata kerja UKM ditetapkan oleh rapat anggota sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon.
Pasal 88
Himpunan Mahasiswa Program Studi
1. Himpunan Mahasiswa Program studi mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kegiatan ekstrakkulikuler yang bersifat penalaran dan keilmuan sesuai dengan program studi pada program studi
2. Himpunan Mahasiswa program studi berfungsi sebagai wahana pelaksana kegiatan ekstrakkulikuler yang bersifat penalaran dan keilmuan sesuai dengan program studi pada program studinya
3. Keanggotaan himpunan mahasiswa program studi terdiri dari mahasiswa yang terdaftar dan aktif mengikuti perkuliahan
4. Kepengurusan himpunan mahasiswa program studi terdiri dari ketua merangkap anggota, Sekertaris merangkap anggota, dan beberapa orang dan beberapa orang lainnya yang dipilih melalui tata tertib yang ditetapkan oleh ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon.
5. Masa kerja kepengurusan himpunan Mahasiswa Program Studi adalah satu tahun dan ketuanya tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan berikutnya
6. Susunan organisasi dan tata kerja himpunan mahasiswa program studi sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon.
7. Kepengurusan Himpinan Mahasiswa Program Studi disyahkan oleh ketua program studi
8. Dalam melaksanakantugas pokok dan fungsinya, pengurus himpunan Mahasiswa program studi bertanggungjawab kepada program studi yang bersangkutan.
Pasal 89
Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOTM)
1. Dalam meningkatkan komunikasi Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon dengan orang tua mahasiswa dapat dibentuk ikatan orang tua mahasiswa non structural.
2. Pembentukan ikatan orang tua mahasiswa disahkan dengan keputusan ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon.
Pasal 90
Organisasi Ikatan Alumni STF YPIB
1. Untuk menggalang rasa persatuan serta menjalin komunikasi dalam upaya menunjang pencapainan pendidikan Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon dapat dibentuk organisasi ikatan alumni Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon Non struktural. 2. Tata kerja organisasi alumni diatur dalam anggaran dan anggaran rumah tangganya 3. Pembentukan organisasi alumni Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon disahkan dengan keputusan ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Cirebon.