HASIL PENELITIAN
B. Alur Kronologi Kejadian
1. Maintenance behavior
Sacrifice
WD mengaku bahwa selama ini lebih memilih untuk mempertahankan hubungan romantis dengan pacar dengan menuruti semua yang diinginkan oleh pacar meskipun hal tersebut adalah perilaku yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh WD dan membuat WD merasa kesal seperti, sebelumnya WD adalah termasuk perempuan yang rajin dalam melakukan segala kegiatan yang diinginkan namun, setelah pacaran WD perlahan-lahan mulai tidak lagi istiqomah dalam melakukan kegiatan tersebut yaitu kegiatan setoran hafalan. Awalnya, WD menolak ajakan pacar yang meminta bertemu setelah PKPBA dengan mengatakan bahwa setelah ini WD ada kegiatan lain namun, pacar dengan berbagai alasan membujuk WD untuk mengikuti apa yang diinginkan sehingga,
WD pun memilih untuk mengikuti permintaan pacar karena berpikir bahwa sesekali saja membolos kegiatan setoran hafalan (W1S2b126).
Selain itu, alasan WD mengikuti permintaan pacar karena WD sangat menyukai pacar sehingga, ketika pacar meminta untuk bertemu dengan pacar WD tidak bisa menolak karena menurut pengakuan WD ketika bertemu dengan pacar perasaan WD sangat bahagia.
”...Ya seneng aja kalau ketemu dulu namanya juga pacaran, semua orang seneng ketemu paling diajak keluar”
(W1S2b90).
WD adalah termasuk orang yang selalu menulis kegiatan yang akan dilakukan sehari-hari supaya tersusun rapi namun, selama pacaran semua jadwal yang telah tersusun menjadi berantakan seperti kegiatan yang sebelumnya untuk me time diganti dengan bertemu pacar, karena pacar dalam sehari ingin bertemu dengan WD kurang lebih empat kali diluar kelas, apabila tidak dilakukan oleh WD pacar bisa marah dan tetap membujuk WD dengan mengatakan berbagai alasan, dari sinilah WD mengetahui sifat pacar yang tidak mau mengalah bahkan, semua yang diinginkan harus terpenuhi apabila tidak pacar akan marah. Meskipun WD mengetahui sifat buruk dari pacar, WD lebih memilih untuk memertahakan hubungan karena ingin melihat perubahan dalam perilaku pacar dan telah terlanjur menjalin hubungan romantis dengan pacar (W1S2b237).
Sebelum pacaran WD tidak pernah membawa HP ketika PKPBA karena ingin lebih fokus dalam kelas namun, selama pacaran WD dipaksa untuk membawa HP supaya pacar bisa menghubungi WD apabila ingin bertemu. Hal ini membuat WD sangat kesal dengan pacar namun, WD tetap melakukan apa yang diminta oleh pacar supaya pacar tidak berpikir aneh-aneh tentang WD seperti, yang pernah terjadi WD mengnonaktifkan HPnya sampai jam sepuluh malam karena WD sedang setoran hafalan di mabna. Setelah mengaktifkan HP pacar memarahi WD dengan mengatakan bahwa WD tidak cinta kepada pacar karena mematikan HP. Mendengar ucapan pacar WD merasa sedih karena bersalah, sehingga WD mulai membiasaka diri untuk membawa HP ketika PKPBA (W3S2b64).
WD juga mengaku untuk berusaha menjadi orang yang disukai oleh pacar oleh karena itu, WD memilih untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh pacar meskipun hal tersebut terkadang membuat WD merasa sedih ataupun kesal dengan pacar. Alasan lain karena WD tidak ingin menimbulkan kemarahan pacar, karena setiap marah pacar tidak menghubungi WD, sehingga membuat WD merasa sedih dan bersalah kepada pacar (W3S2b358).
Akomodasi
Selama pacaran WD mengaku bahwa banyak merasakan sakit hati daripada bahagia, hal ini karena pacar ternyata belum juga berubah menggoda perempuan lain meskipun statusnya masih menjadi pacar dari
WD, dari perbuatan pacar itulah membuat WD menerima cibiran banyak dari orang lain seperti dianggap sebagai perebut pacar orang, dan mendapat gangguan dari salah satu mantannya pacar dengan menyindir WD bahkan memasukkan sampah bungkus makanan ke dalam tas WD. Hal ini membuat WD merasa sakit hati sekaligus kesal, WD ingin membalas namun WD tidak ingin masalah menjadi besar, sehingga WD pun tidak memberitahu pacar tentang gangguan dari mantannya pacar tersebut dan memilih untuk menampakkan bahwa semua baik-baik saja kepada pacar (W1S2b374).
Pacar juga membuat jadwal yang telah disusun oleh WD berantakan karena pacar selalu meminta ketemuan setiap hari dan pacar adalah tipe laki-laki yang keras kepala, sehingga apabila menginginkan sesuatu harus terpenuhi apabila tidak maka pacar akan berusaha untuk membuat WD mau mengikuti apa yang diinginkan hal inilah yang membuat WD merasa bahwa pacar seakan-akan memaksanya. WD merasa setelah menuruti semua keingiinan pacar WD jauh dari Allah karena sering membolos kegiatan setoran hafalan hanya untuk bertemu dengan pacar. WD ingin sekali memberitahu pacar bahwa ingin bertemu dengan pacar satu minggu sekali diluar kelas tidak setiap hari karena WD juga ingin memiliki waktu sendiri, WD berpikir bahwa waktu WD tidak hanya untuk pacar namun WD juga membutuhkan waktu untuk belajar. Namun, WD tidak berani mengungkapkan hal tersebut karena tidak ingin membuat pacar berpikir bahwa WD tidak cinta dengan pacar, WD tidak ingin
berpisah dengan pacar karena sudah terlanjur cinta. Oleh karena itu, WD lebih memilih untuk menuruti semua keinginan pacar.
Pacar juga meminta WD untuk memberi kabar setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh WD bahkan sebelum WD mengnonaktifkan HP, alasannya supaya pacar mengetahui apa saja yang dilakukan oleh WD. Hal ini membuat WD merasa kesal karena seakan-akan pacar mengekang namun, WD tetap melakukan supaya pacar tidak marah dan menimbulkan pertengkaran diantara WD dan pacar (W3S2b37). Tidak hanya mengekang pacar juga memaksa WD untuk melakukan sentuhan-sentuhan yang tidak pernah diinginkan oleh WD bahkan, pacar juga memeluk WD tanpa bilang terlebih dahulu dengan kemudian membuat WD sangat syok dan merasa takut dengan pacar. Setelah seringnya pacar meminta hubungan seks dan selalu ditolak oleh WD, sehingga membuat WD merasa lelah dengan perilaku pacar yang tidak juga berubah. Akhirnya WD pun menangis ketika diajak kembali oleh pacar untuk berhubungan seks, tidak jarang pula WD memberi nasehat kepada pacar supaya merubah perilaku pacar.
”...Tetep saya marahin kaya kamu kok gitu sama cewek saya gituin sama saja kamu gak menghargai ibumu, saya cuma berani ngomong hal kaya gitu aja sama dia misalnya kamu berani kaya gitu gitu ke perempuan sama saja kamu gak menghargai perempuan kaya gitu kamu gak menghargai perempuan sama saja kamu gak menghargai sosok ibu dalam hidupmu, ibumu perempuan, ibumu digituin sama orang lain kamu terima gak saya gituin..”
2. Faktor pedukung circle of violence