• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAJOR ACQUISITIONS, DISPOSALS AND BUSINESS RESTRUCTURING OF

SUBSIDIARIES AND ASSOCIATES

Akuisisi, pelepasan, dan restrukturisasi usaha yang signifikan atas anak perusahaan dan perusahaan asosiasi sepanjang tahun 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:

Major acquisitions, disposals and business restructurings of subsidiaries and associates during 2006 and 2005 are as follows:

a. Akuisisi yang signifikan a. Major acquisitions

Perseroan The Company

PT Astra Multi Finance PT Astra Multi Finance

Selama tahun 2006, Perseroan membeli 1.500 saham atau 6% dari saham PT Astra Multi Finance yang beredar dari PT Tunas Mobilindo Parama dan PT Capella Medan sejumlah Rp 3 miliar.

During 2006, the Company purchased 1,500 shares or 6% of the outstanding shares of PT Astra Multi Finance from PT Tunas Mobilindo Parama and PT Capella Medan for Rp 3 billion.

Rincian aktiva bersih yang diperoleh dan goodwill selama tahun 2006 adalah sebagai berikut:

Details of net assets acquired and goodwill arising during 2006 are as follows:

Harga perolehan 3,000 Purchase consideration

Nilai buku aktiva bersih yang diperoleh (2,884) Book value of net assets acquired

Goodwill 116 Goodwill

PT Toyota Astra Financial Services PT Toyota Astra Financial Services

Pada tanggal 27 Januari 2006, Perseroan bersama Toyota Financial Services Corp. (“TFS”) menandatangani perjanjian jual beli saham KDLC-BancBali Financial dari Korea Development Financing Corp., KDLC Lease and Finance Ltd., dan PT Bank Permata Tbk.

On 27 January 2006, the Company together with Toyota Financial Services Corp. (“TFS”) signed a sale and purchase agreement of shares of KDLC-BancBali Financial from Korea Development Financing Corp., KDLC Lease and Finance Ltd., and PT Bank Permata Tbk.

Perjanjian tersebut efektif pada bulan Maret 2006 dan nama KDLC-BancBali Financial diubah menjadi PT Toyota Astra Financial Services (“TA Finance”).

The agreement became effective in March 2006 and KDLC-BancBali Financial changed its name to PT Toyota Astra Financial Services (“TA Finance”).

Kepemilikan efektif Perseroan pada TA Finance

adalah sebesar 50%. The effective ownership of Company in TA Finance was 50%.

PT Astra Agro Lestari Tbk PT Astra Agro Lestari Tbk

Selama tahun 2005, Perseroan membeli 2.213.500 saham atau 0,04% dari saham PT Astra Agro Lestari Tbk (‘’AAL’’) yang beredar dari pasar modal sejumlah Rp 6,6 miliar.

During 2005, the Company purchased 2,213,500 shares or 0.04% of the outstanding shares of PT Astra Agro Lestari Tbk (‘’AAL’’) from the market for Rp 6.6 billion.

Rincian aktiva bersih yang diperoleh dan goodwill selama tahun 2005 adalah sebagai berikut:

Details of net assets acquired and goodwill arising during 2005 are as follows:

Harga perolehan 6,592 Purchase consideration

Nilai buku aktiva bersih yang diperoleh (2,973) Book value of net assets acquired

Goodwill 3,619 Goodwill

PT United Tractors Tbk PT United Tractors Tbk

Selama tahun 2005, Perseroan membeli 58.820.500 saham atau 2% dari saham PT United Tractors Tbk (“UT”) yang beredar dari pasar modal sejumlah Rp 174,0 miliar.

During 2005, the Company purchased 58,820,500 shares or 2% of the outstanding shares of PT United Tractors Tbk (“UT”) from the market for Rp 174.0 billion.

Rincian aktiva bersih yang diperoleh dan goodwill selama tahun 2005 adalah sebagai berikut:

Details of net assets acquired and goodwill arising during 2005 are as follows:

Harga perolehan 173,984 Purchase consideration

Nilai buku aktiva bersih yang diperoleh (70,699) Book value of net assets acquired

Goodwill 103,285 Goodwill

PT Astra Otoparts Tbk PT Astra Otoparts Tbk

Selama tahun 2005, Perseroan membeli 12.945.500 saham PT Astra Otoparts Tbk (“AOP”) atau 1,33% dari saham AOP yang beredar dari pasar modal sejumlah Rp 38,9 miliar.

During 2005, the Company purchased 12,945,500 shares of PT Astra Otoparts Tbk (“AOP”) or 1.33% of the outstanding shares of AOP from market for Rp 38.9 billion. Rincian aktiva bersih yang diperoleh dan

goodwill adalah sebagai berikut:

Details of net assets acquired and goodwill arising are as follows:

Harga perolehan 38,940 Purchase consideration

Nilai buku aktiva bersih yang diperoleh (25,246) Book value of net assets acquired

Goodwill 13,694 Goodwill

Anak Perusahaan Subsidiaries

PT Marga Mandalasakti PT Marga Mandalasakti

Pada tanggal 1 Agustus 2005, PT Astratel Nusantara (“Astratel”), anak perusahaan, bersama Citigroup Financial Products Inc membeli 53,99% saham PT Marga Mandalasakti (“MMS”) seharga Rp 232,2 miliar dari HKL (Asian Infrastructure) BV, Williams Indonesia LLC, Asian Corporate Finance Fund LP, dan Archipelago Investment Pte Ltd.

On 1 August 2005, PT Astratel Nusantara (“Astratel”), a subsidiary, together with Citigroup Financial Products Inc purchased 53.99% shares of PT Marga Mandalasakti (“MMS”) for a total consideration of Rp 232.2 billion from HKL (Asian Infrastructure) BV, Williams Indonesia LLC, Asian Corporate Finance Fund LP and Archipelago Investment Pte Ltd.

Kepemilikan efektif Astratel pada MMS adalah

Rincian aktiva bersih yang diperoleh dan goodwill dari transaksi pembelian saham adalah sebagai berikut:

Details of net assets acquired and goodwill arising from the purchase of shares are as follows:

Harga perolehan 146,800 Purchase consideration

Nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh (144,944) Fair value of net assets acquired

Goodwill 1,856 Goodwill

PT Dirgamenara Nusadwipa PT Dirgamenara Nusadwipa

Pada tanggal 31 Januari 2006, AOP, anak perusahaan, membeli 35.309 saham atau 14,67% kepemilikan saham PT Dirgamenara Nusadwipa (“DN”) dari Marubeni – Itochu Steel Inc. dan Wistar Corporation sebesar USD 439.950 (dalam satuan penuh). Pembelian saham tersebut mengakibatkan kepemilikan saham AOP pada DN meningkat dari 52% menjadi 66,67%.

On 31 January 2006, AOP, a subsidiary, acquired 35,309 shares or 14.67% of outstanding shares of PT Dirgamenara Nusadwipa (“DN”) from Marubeni – Itochu Steel Inc. and Wistar Corporation amounted to USD 439,950 (in full amounts). The acquisition resulted in a change of AOP’s ownership in DN increase from 52% to 66.67%.

PT Senantiasa Makmur PT Senantiasa Makmur

Pada tanggal 7 Februari 2006, AOP dan PT Ardendi Jaya Sentosa, anak perusahaan tidak langsung, membeli masing-masing 2.902 saham atau 9,99% dan 1 saham atau 0,01% saham PT Senantiasa Makmur (“SM”) dari PT Bina Cakra Niaga. Pembelian saham tersebut mengakibatkan kepemilikan saham efektif AOP pada SM meningkat dari 90% menjadi 100%.

On 7 February 2006, AOP, and PT Ardendi Jaya Sentosa, an indirect subsidiary, acquired respectively 2,902 shares or 9.99% and 1 share or 0.01% of outstanding shares of PT Senantiasa Makmur (“SM”) from PT Bina Cakra Niaga. The acquisition resulted in a change of AOP’s effective ownership increase from 90% to 100%.

PT Gemala Kempa Daya PT Gemala Kempa Daya

Pada tanggal 23 Februari 2006, AOP membeli 1.920.000 atau 10,67% saham PT Gemala Kempa Daya (“GKD”) dari PT Mudaya Corporation, Ltd sejumlah Rp 1,92 miliar. Perolehan saham tersebut meningkatkan kepemilikan saham AOP pada GKD dari 40% menjadi 50,67%, sehingga merubah GKD dari perusahaan asosiasi tidak langsung menjadi anak perusahaan tidak langsung.

On 23 February 2006, AOP acquired 1,920,000 shares or 10.67% of outstanding shares of PT Gemala Kempa Daya (“GKD”) from PT Mudaya Corporation Ltd amounted to Rp 1.92 billion. The acquisition resulted in a change of AOP’s ownership increase from 40% to 50.67%, therefore GKD change from indirect associate company to indirect subsidiary.

PT Tri Dharma Wisesa PT Tri Dharma Wisesa

Pada tanggal 3 Maret 2006, AOP membeli 8.100 saham atau 20,25% kepemilikan saham PT Tri Dharma Wisesa (“TDW”) dari PT Sapta Panji Manggala, PT Santiniluwansa Lestari, PT Trikirana Investindo Prima, dan PT Wahanalaksana Kertapradhana. Pembelian saham tersebut mengakibatkan kepemilikan saham AOP pada TDW meningkat dari 29,75% menjadi 50%.

On 3 March 2006, AOP acquired 8,100 shares or 20.25% of outstanding shares of PT Tri Dharma Wisesa (“TDW”) from PT Sapta Panji Manggala, PT Santiniluwansa Lestari, PT Trikirana Investindo Prima and PT Wahanalaksana Kertapradhana. The acquisition resulted in an increase of AOP’s ownership in TDW from 29.75% to 50%.

b. Pelepasan yang signifikan b. Major disposals

PT Aisin Indonesia PT Aisin Indonesia

Berdasarkan perjanjian tanggal 25 Januari 2006, PT Senantiasa Makmur (“SM”), anak perusahaan tidak langsung, menjual sebanyak 10.561 saham atau 16% kepemilikan saham pada PT Aisin Indonesia (“Aisin”) kepada Aisin Seiki Co Ltd, pemegang saham lain Aisin dengan harga jual sejumlah Rp 123,3 miliar. Perjanjian berlaku efektif setelah persyaratan perjanjian dipenuhi. Penjualan saham tersebut mengakibatkan kepemilikan saham SM pada Aisin menurun dari 50% menjadi 34%, dengan demikian, Aisin menjadi perusahaan asosiasi tidak langsung.

Based on an agreement dated 25 January 2006, PT Senantiasa Makmur (“SM”), an indirect subsidiary, sold part of its investment in the shares of PT Aisin Indonesia (“Aisin”) of 10,561 shares or 16% to Aisin Seiki Co Ltd, the other shareholders of Aisin, at a price of Rp 123.3 billion. The agreement becomes effective on completion of conditions precedent stipulated in the purchase agreement. The sale of the investment reduced SM’s ownership in Aisin from 50% to 34%, such that Aisin has become an indirect associate.

c. Restrukturisasi usaha c. Business restructuring

PT Tjahja Sakti Motor dan PT Astra France Motor

PT Tjahja Sakti Motor and PT Astra France Motor

Pada tanggal 1 Desember 2005, para pemegang saham PT Tjahja Sakti Motor (“TSM”) dan PT Astra France Motor (“AFM”) menyetujui penggabungan usaha antara TSM dan AFM. Penggabungan usaha tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 29 Desember 2005. Dalam penggabungan usaha ini, TSM menjadi perusahaan yang menerima penggabungan. Penggabungan usaha tersebut dilakukan dengan metode penyatuan kepemilikan, dengan demikian seluruh aktiva dan kewajiban AFM dialihkan kepada TSM dengan nilai buku pada tanggal efektif penggabungan usaha tersebut.

On 1 December 2005, the shareholders of PT Tjahja Sakti Motor (“TSM”) and PT Astra France Motor (“AFM”) approved the merger of TSM and AFM. The merger was approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia on 29 December 2005. As a result of the merger, TSM became the surviving company. The merger was accounted for under the pooling of interests method, therefore all assets and liabilities of AFM were transferred to TSM at book value on the effective date of the merger.

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS

2006 2005

Kas 87,212 53,173 Cash on hand

Bank 1,756,790 2,372,589 Cash at bank

Deposito berjangka dan 2,907,917 1,895,437 Time and call deposits call deposits

Sertifikat Bank Indonesia 415,276 409,720 Certificates of Bank Indonesia

5,167,195 4,730,919

Kas dan deposito berjangka yang (45,375) (300,074) Restricted cash and time deposits

dibatasi penggunaannya

5,121,820 4,430,845

a. Bank a. Cash at bank

2006 2005

Pihak yang mempunyai Related party:

hubungan istimewa:

PT Bank Permata Tbk 571,968 617,825 PT Bank Permata Tbk (lihat Catatan 30e) (refer to Note 30e)

2006 2005

Pihak ketiga: Third parties:

Rupiah: Rupiah:

JPMorgan Chase Bank N.A. 248,972 23,264 JPMorgan Chase Bank N.A. PT Bank Central Asia Tbk 131,684 113,449 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia 129,827 129,566 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk (Persero) Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 105,742 65,860 PT Bank Mandiri (Persero)Tbk ABN AMRO Bank N.V. 472 695,092 ABN AMRO Bank N.V.

PT Bank DBS Indonesia 88 50,005 PT Bank DBS Indonesia Lain-lain (masing-masing 196,982 97,503 Others

di bawah Rp 50 miliar) (below Rp 50 billion each)

813,767 1,174,739

Mata uang asing: Foreign currencies:

Standard Chartered Bank 127,484 23,164 Standard Chartered Bank PT Bank Rabobank 63,522 66,220 PT Bank Rabobank

International Indonesia International Indonesia Citibank N.A. 32,561 182,954 Citibank N.A.

PT Bank Danamon 21,426 81,317 PT Bank Danamon

Indonesia Tbk Indonesia Tbk

PT Bank Negara Indonesia - 58,454 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk (Persero) Tbk

Lain-lain (masing-masing 126,062 167,916 Others

di bawah Rp 50 miliar) (below Rp 50 billion each)

371,055 580,025

Jumlah pihak ketiga 1,184,822 1,754,764 Total third parties Jumlah bank 1,756,790 2,372,589 Total cash at bank

b. Deposito berjangka dan call deposits b. Time and call deposits 2006 2005

Pihak yang mempunyai Related party:

hubungan istimewa:

PT Bank Permata Tbk 810,044 600,431 PT Bank Permata Tbk (lihat Catatan 30e) (refer to Note 30e)

Pihak ketiga: Third parties:

Rupiah: Rupiah:

PT Bank Danamon 394,571 131,380 PT Bank Danamon

Indonesia Tbk Indonesia Tbk

PT ANZ Panin Bank 321,040 - PT ANZ Panin Bank PT Bank Mega Tbk 161,639 136,979 PT Bank Mega Tbk

PT Bank Rakyat Indonesia 121,627 60,000 PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk (Persero) Tbk

PT Bank Tabungan Negara 86,481 94,951 PT Bank Tabungan Negara

(Persero) (Persero)

PT Bank Finconesia 73,546 - PT Bank Finconesia PT Bank Niaga Tbk 60,122 133,272 PT Bank Niaga Tbk

PT Bank Panin Tbk 57,841 - PT Bank Panin Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 50,576 32,410 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Commonwealth 30,806 139,409 PT Bank Commonwealth Lain-lain (masing-masing 161,049 329,839 Others

di bawah Rp 50 miliar) (below Rp 50 billion each)

2006 2005

Mata uang asing: Foreign currencies:

PT ANZ Panin Bank 236,508 - PT ANZ Panin Bank PT Bank Negara Indonesia 94,915 38,767 PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk (Persero) Tbk

PT Bank Panin Tbk 65,936 - PT Bank Panin Tbk PT Bank Danamon 55,183 6,831 PT Bank Danamon

Indonesia Tbk Indonesia Tbk

Lain-lain (masing-masing 126,033 191,168 Others

di bawah Rp 50 miliar) (below Rp 50 billion each)

578,575 236,766

Jumlah pihak ketiga 2,097,873 1,295,006 Total third parties

Jumlah deposito berjangka 2,907,917 1,895,437 Total time and call deposits dan call deposits

c. Kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya

c. Restricted cash and time deposits

Kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan kas dan deposito berjangka yang berasal dari:

Restricted cash and time deposits represent cash and time deposits from:

• Margin deposits untuk fasilitas letter of credit yang diperoleh anak perusahaan tertentu;

• Penyisihan dana pembayaran bunga atas hutang obligasi pada anak perusahaan tertentu;

• Pembayaran bunga pinjaman jangka pendek dan panjang; dan

• Guarantee deposits kepada pihak lain yang digunakan untuk mendukung aktivitas Perseroan.

• Margin deposits for letter of credit facilities obtained by certain subsidiaries;

• Interest sinking fund for bonds in certain subsidiaries;

• Interest payments for short-term and long-term loans; and

• Guarantee deposits to other parties to support the Company’s activities. Suku bunga tahunan atas deposito berjangka dan

call deposits serta Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”) adalah:

Time and call deposits, including the Certificates of Bank Indonesia (“SBI”), attracted annual interest at the following rates:

2006 2005

Rupiah 5.30% - 15.00% 2.25% - 8.76% Rupiah

Mata uang asing 0.30% - 5.30% 0.01% - 3.50% Foreign currencies Pada tanggal 30 Juni 2006, kas dan setara kas

Perseroan dan anak perusahaan diasuransikan terhadap risiko kehilangan penyimpanan dan dalam perjalanan dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp 985,1 miliar, USD 264 ribu, dan SGD 5 ribu atau setara dengan Rp 987,5 miliar yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian.

As at 30 June 2006, cash and cash equivalents of the Company and subsidiaries at premises and in transit are covered by insurance against losses for Rp 985.1 billion, USD 264 thousand and SGD 5 thousand or equivalent to Rp 987.5 billion, which management believes is adequate to cover possible losses.

Lihat Catatan 14 untuk rincian pinjaman jangka

Rincian kas dan setara kas dalam mata uang asing

adalah sebagai berikut: Details of cash and cash equivalents in foreign currencies are as follows:

2006 2005

Mata uang asli/ Ekuivalen Rp/ Mata uang asli/ Ekuivalen Rp/

Original currency Rp equivalent Original currency Rp equivalent

USD 139,288,519 1,295,383 91,749,408 891,162 USD JPY 367,409,221 29,745 576,016,951 50,683 JPY EUR 540,591 6,391 2,103,457 24,679 EUR Lain-lain * 767,548 7,134 1,091,147 10,598 Others *

Jumlah 1,338,653 977,122 Total

* Kas dan setara kas dalam mata uang asing lainnya disajikan dalam jumlah yang setara dengan USD dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca.

* Cash and cash equivalents denominated in other foreign currencies are presented as USD equivalents using the exchange rates prevailing at balance sheet date.

Kas dan setara kas dalam mata uang asing tersebut di atas termasuk kas dalam mata uang asing sejumlah Rp 1,4 miliar (2005: Rp 2,0 miliar).

Cash and cash equivalents in foreign currencies above include cash on hand in foreign currencies amounting to Rp 1.4 billion (2005: Rp 2.0 billion).

5. PIUTANG USAHA 5. TRADE RECEIVABLES

2006 2005

Pihak yang mempunyai hubungan 144,892 159,199 Related parties istimewa (lihat Catatan 30f) (refer to Note 30f)

Penyisihan piutang ragu-ragu - (1,656) Provision for doubtful receivables

144,892 157,543

Pihak ketiga: Third parties:

Rupiah 2,196,871 2,825,033 Rupiah

Mata uang asing 2,923,263 1,833,757 Foreign currencies

5,120,134 4,658,790

Penyisihan piutang ragu-ragu (370,932) (99,396) Provision for doubtful receivables

4,749,202 4,559,394

4,894,094 4,716,937

Umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The ageing of trade receivables is as follows:

2006 2005

Lancar 3,685,255 3,213,855 Current

Lewat jatuh tempo: Overdue:

1 - 30 hari 760,168 895,633 1- 30 days

31 - 60 hari 223,396 277,139 31 - 60 days

61 - 90 hari 200,482 225,153 61 - 90 days

Lebih dari 90 hari 395,725 206,209 Over 90 days

5,265,026 4,817,989

Penyisihan piutang ragu-ragu (370,932) (101,052) Provision for doubtful receivables

4,894,094 4,716,937

Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai

berikut: The movement in the provision for doubtful receivables is as follows:

2006 2005

Pada awal periode 241,646 49,736 At beginning of period Penambahan penyisihan 138,553 54,109 Increase in provision

Penghapusan (9,346) (2,731) Written-off

Selisih kurs karena penjabaran 79 (62) Exchange differences due to laporan keuangan financial statements translation Pada akhir periode 370,932 101,052 At end of period

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha.

Management believes that the provision for doubtful receivables is adequate to cover possible losses on non-collectible receivables. Pada tanggal 30 Juni 2006, piutang usaha sejumlah

Rp 121,4 miliar (2005: Rp 290,5 miliar) dijaminkan untuk pinjaman tertentu (lihat Catatan 14, 17d, dan 18).

As at 30 June 2006, trade receivables amounting to Rp 121.4 billion (2005: Rp 290.5 billion) are used as collateral for certain loans (refer to Notes 14, 17d and 18).

Rincian piutang usaha dalam mata uang asing

adalah sebagai berikut: Details of trade receivables in foreign currencies are as follows:

2006 2005

Mata uang asli/ Ekuivalen Rp/ Mata uang asli/ Ekuivalen Rp/

Original currency Rp equivalent Original currency Rp equivalent

USD 309,288,735 2,876,385 182,569,997 1,773,302 USD JPY 552,738,004 44,748 505,139,577 44,446 JPY EUR 443,732 5,246 814,371 9,555 EUR GBP 20,888 356 21,530 378 GBP Lain-lain * 343,308 3,193 1,552,226 15,077 Others * Jumlah 2,929,928 1,842,758 Total

* Piutang usaha dalam mata uang asing lainnya disajikan dalam jumlah yang setara dengan USD dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca.

* Trade receivables denominated in other foreign currencies are presented as USD equivalents using the exchange rates prevailing at balance sheet date.

Rincian piutang usaha yang dikelompokkan ke dalam kelompok otomotif dan kelompok non-otomotif adalah sebagai berikut:

Details of trade receivables classified between automotive and non-automotive are as follows:

2006 2005

Otomotif 1,885,610 1,638,566 Automotive

Non-otomotif 3,008,484 3,078,371 Non-automotive

4,894,094 4,716,937

6. PIUTANG LAIN-LAIN 6. OTHER RECEIVABLES

2006 2005

Agunan yang diambil alih 823,741 495,699 Repossessed collateral Piutang deviden 510,656 456,478 Dividend receivables

Piutang PT Bumi Resources Tbk 344,100 388,520 Loan to PT Bumi Resources Tbk Piutang karyawan 226,417 194,639 Loans to officers and employees Piutang derivatif 812 10,560 Derivative receivables

Lain-lain 236,713 305,814 Others

2,142,439 1,851,710

Penyisihan piutang ragu-ragu (221,479) (179,192) Provision for doubtful receivables

1,920,960 1,672,518

Bagian lancar (797,189) (581,447) Current portion Bagian tidak lancar 1,123,771 1,091,071 Non-current portion Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang

ragu-ragu tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang.

Management believes that the provision for doubtful receivables is adequate to cover possible losses on non-collectible receivables.

Bagian tidak lancar terdiri dari: Non-current portion consists of:

2006 2005

Pihak yang mempunyai hubungan 842,655 691,938 Related parties istimewa (lihat Catatan 30g) (refer to Note 30g) Pihak ketiga 281,116 399,133 Third parties

1,123,771 1,091,071

a. Agunan yang diambil alih a. Repossessed collateral

Agunan yang diambil alih terutama terdiri dari kendaraan yang diambil alih karena konsumen wanprestasi.

Repossessed collateral mainly consists of vehicles which have been repossessed because the consumers are in default.

b. Piutang PT Bumi Resources Tbk b. Loan to PT Bumi Resources Tbk

Pada bulan Agustus 2004, PT Pamapersada Nusantara (“Pama”), anak perusahaan tidak langsung, memberikan pinjaman tanpa jaminan sejumlah USD 40 juta kepada PT Bumi Resources Tbk (“Bumi”), induk perusahaan PT Kaltim Prima Coal (“KPC”). Pinjaman ini berkaitan dengan Kontrak Jasa Penambangan antara Pama dengan KPC untuk pelaksanaan jasa penambangan pada lokasi tambang Bendili Sangata, Kalimantan Timur (lihat Catatan 33f).

In August 2004, PT Pamapersada Nusantara (“Pama”), an indirect subsidiary, granted an unsecured loan amounting to USD 40 million to PT Bumi Resources Tbk (“Bumi”), the ultimate parent company of PT Kaltim Prima Coal (“KPC”). The loan is related to a Mining Services Contract between Pama and KPC for mining services operation at Bendili Sangata, East Kalimantan (refer to Note 33f).

Pokok pinjaman akan dibayar kembali melalui angsuran triwulanan mulai 1 Maret 2006 sampai dengan tanggal 1 Desember 2009. Bunga jatuh tempo dalam jangka waktu triwulanan dan dikenakan sebesar SIBOR ditambah marjin tertentu seperti tercantum dalam perjanjian pinjaman. Selama periode yang berakhir 30 Juni 2006, pokok pinjaman sejumlah USD 3 juta telah dibayar melalui dua kali angsuran.

The loan principal shall be repaid on a quarterly basis starting from 1 March 2006 to 1 December 2009. The loan bears interest at quarterly due date at SIBOR plus a certain margin as set out in the loan agreement. For the period ended 30 June 2006, the loan principal amounting to USD 3 million has been paid through two installments.

Perjanjian pinjaman kepada Bumi ini adalah suatu perjanjian pinjaman komersial yang dapat dialihkan kepada pihak ketiga, seperti yang diatur dalam perjanjian pinjaman.

The loan to Bumi represents a commercial loan agreement which is transferable to third parties, as stipulated in the loan agreement. Penyelesaian pokok dan bunga pinjaman ini

akan diperhitungkan dengan hutang Pama kepada Bumi sesuai dengan perjanjian jasa konsultasi yang telah disepakati antara Pama dengan Bumi.

The settlement of this basic and interest loan will be calculated as Pama's payable to Bumi based on the consulting services fee agreement that has been agreed between Pama and Bumi.

Sehubungan dengan Kontrak Jasa Penambangan, pada bulan Agustus 2004, Pama menandatangani Perjanjian Jasa Konsultasi dengan Bumi. Sesuai perjanjian ini, Bumi memberikan jasa konsultasi kepada Pama dan sebagai imbalannya, Pama membayar biaya sesuai dengan tarif tertentu, atas setiap volume overburden yang ditagihkan oleh Pama ke KPC dalam satu bulan sesuai Kontrak Jasa

Dokumen terkait